Media Pembelajaran
Fisika
Kelompok Peminatan
Untuk SMA/MA Kelas X
Sumber: MGB, commons.wikimedia.org
BAB 1
HAKIKAT FISIKA DAN KESELAMATAN KERJA
DI LABORATORIUM
Fisika
IPA
BIOLOGI
KIMIA
EKOLOGI
GEOLOGI
GEOGRAFI
ILMU BUMI
ASTRONOMI
A. HAKIKAT FISIKA
Collette dan Chiappetta → sains pada hakikatnya merupakan sebuah produk atau kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), sikap atau cara berpikir (a way of thinking), dan proses atau cara untuk menyelidiki (a way of investigating).
Fisika → ilmu pengetahuan yang lahirr dan berkembang melalui langkah-langkah observasi (pengamatan), perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep.
Hakikat Fisika → ilmu pengetahuan yang mempelajari materi dan energi serta interaksi antara keduanya melalui serangkaian proses yang dikenal sebagai metode ilmiah.
Fakta | Keadaan yang sesungguhnya yang terjadi di alam. |
Konsep | Abstraksi dari berbagai kejadian, objek, fenomena, dan fakta. |
Rumus | Pernyataan matematis dari fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori. |
Model | Presentasi dari suatu ide, struktur, atau sistem dari fenomena yang tidak dapat dilihat yang coba dijelaskan oleh ilmuan. |
Prinsip/hukum | Aturan dasar yang menyimpulkan pengamatan untuk menjelaskan suatu pola kejadian alam. |
Teori Fisika | Penjelasan berdasar pada berbagai pengamatan yang didukung oleh hasil-hasil eksperimen. |
Produk Ilmiah
1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH
CONTOH MODIFIKASI TEORI
Filsuf Yunani mengusulkan bahwa benda jatuh karena mereka mencari tempat asal mereka. Semakin besar massa benda, semakin cepat jatuhnya.
Galileo menunjukkan bahwa kelajuan benda jatuh bergantung pada waktu tempuhnya dan bukan pada massanya.
CONTOH MODIFIKASI TEORI
Pernyataan Galileo adalah benar, tetapi Newton merevisi alasan mengapa benda jatuh. Newton mengusulkan bahwa benda jatuh karena benda dan Bumu ditarik oleh suatu gaya. Newton juga menyatakan bahwa ada suatu gaya tarik antara dua benda apa saja yang bermassa.
Pernyataan Galileo dan Newton masih tetap benad. Namun Einstein menyarankan bahwa gaya tarik antara kedua benda berkaitan dengan massa menyebabkan ruang di sekitarnya melengkung.
Pengamatan tajam | Setelah ilmuan merumuskan masalah, ia harus membuat pernyataan yang hati-hati dan melakukan pengukuran yang akurat dengan bantuan-bantuan peralatan-peralatan ilmiah. |
Objektif | Ilmuan harus berpikir secara sistematik dan menganalisis kejadian untuk membuat hipotesis dan menarik kesimpulan yang akurat. Ilmuan tidak boleh langsung melompat ke kesimpulan, tetapi membuat generalisasi berdasarkan pada pengamatan yang dapat diuji kebenarannya (dapat diulang). |
Kemauan berbagi | Ilmuan harus mempertahankan catatan akurat sehingga mereka dapat meneruskan informasi ke ilmuan lainnya. Seringkali ilmuan memublikasikan penemuan mereka ke ilmuan lainnya untuk menelaah dan melaksanakan eksperimen yang serupa sebelum teori ilmiah disetujui. |
Sikap ilmiah
1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH
Berpikiran terbuka | Ilmuan harus memiliki pendapat yang fleksibel. Mereka harus mau mengubah pendapat dan memodifikasi hipotesis yang telah dibuat jika hasil penelitian baru menunjukkan bahwa pendapat tersebut perlu dikoreksi. |
Rasa ingin tahu dan penasaran | Ilmuan harus selalu ingin tahu dan secara kontinu menanyakan pertanyaan “mengapa?”. Dengan cara tersebut mereka akan mengarah pada hipotesis baru. |
Sikap ilmiah
1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH
Membuat hipotesis
Mengumpulkan informasi
Merumuskan masalah
Melaksanakan pengamatan
Menyelesaikan suatu masalah secara ilmiah
2. METODE ILMIAH
Menarik kesimpulan
Hipotesis ditolak
Hipotesis diterima
Menganalisis data
Melakukan eksperimen
Membuat hipotesis
Aturan-aturan Keselamatan Umum:
Aturan-aturan keselamatan kerja
Aturan –aturan Keselamatan Mata:
Keselamatan terhadap Benda Panas:
Aturan-aturan keselamatan kerja
Aturan-aturan keselamatan kerja
Keselamatan terhadap Peralatan Mudah Pecah:
Aturan-aturan keselamatan kerja
Keselamatan terhadap Listrik:
Lambang | Jenis bahan bahaya | Contoh |
| Mudah terbakar Bahan ini mudah menyala dan terbakar. | Bensin, kerosin, alkohol. |
| Mudah meledak Bahan ini dapat meledak jika terkena panas atau api. | Campuran hidrogen dan oksigen, serta ammonium nitrat. |
| Bahan berkarat Bahan ini membunuh jaringan hidup, seperti kulit dan mata. Ketika bersentuhan, dapat menyebabkan kebakaran. | Asam kuat dan alkali, misalnya asam sulfat, asam klorida, asam nitrat, natrium hidroksida, kalium hidroksida. |
LAMBANG-LAMBANG BAHAYA
Lambang | Jenis bahan bahaya | Contoh |
| Bahan beracun Bahan ini beracun ketika dihirup, ditelan, atau diserap oleh kulit. Jangan makan, minum, atau mencicipi bahan ini. | Raksa, metanol, sianida, dan klorin. |
| Bahan iritasi Bahan ini mengiritasi kulit. Bahan ini menghasilkan uap yang dapat mengiritasi mata. | Fenol, kloroform, dan uap bromin. |
| Bahan radioaktif Bahan ini memancarkan radiasi yang sangat berbahaya bagi manusia. Bahan ini harus disimpen dalam wadah timbel. | Karbon radioaktif, uranium, dan plutonium. |
LAMBANG-LAMBANG BAHAYA
PEMBAKAR BUNSEN
Prosedur menyalakan pembakar Bunsen:
PEMBAKAR BUNSEN
Nyala api pembakar Bunsen:
Peran Fisika
C. PERAN FISIKA DALAM KEHIDUPAN
C. PERAN FISIKA DALAM KEHIDUPAN
Keterbatasan Sains
Dampak Negatif Sains