1 of 20

Media Pembelajaran

Fisika

Kelompok Peminatan

Untuk SMA/MA Kelas X

2 of 20

Sumber: MGB, commons.wikimedia.org

BAB 1

HAKIKAT FISIKA DAN KESELAMATAN KERJA

DI LABORATORIUM

3 of 20

    • Fisika Material
    • Fisika Medis
    • Fisika Teori
    • Fisika Nuklir
    • Geofisika
    • Astrofisika
    • Biofisika
    • Fisika Matematika
    • Kimia Fisika
    • Teknik Fisika

Fisika

IPA

BIOLOGI

KIMIA

EKOLOGI

GEOLOGI

GEOGRAFI

ILMU BUMI

ASTRONOMI

4 of 20

A. HAKIKAT FISIKA

Collette dan Chiappetta → sains pada hakikatnya merupakan sebuah produk atau kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), sikap atau cara berpikir (a way of thinking), dan proses atau cara untuk menyelidiki (a way of investigating). 

Fisika → ilmu pengetahuan yang lahirr dan berkembang melalui langkah-langkah observasi (pengamatan), perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep.

Hakikat Fisika → ilmu pengetahuan yang mempelajari materi dan energi serta interaksi antara keduanya melalui serangkaian proses yang dikenal sebagai metode ilmiah.

5 of 20

Fakta

Keadaan yang sesungguhnya yang terjadi di alam.

Konsep

Abstraksi dari berbagai kejadian, objek, fenomena, dan fakta.

Rumus

Pernyataan matematis dari fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori.

Model

Presentasi dari suatu ide, struktur, atau sistem dari fenomena yang tidak dapat dilihat yang coba dijelaskan oleh ilmuan.

Prinsip/hukum

Aturan dasar yang menyimpulkan pengamatan untuk menjelaskan suatu pola kejadian alam.

Teori Fisika

Penjelasan berdasar pada berbagai pengamatan yang didukung oleh hasil-hasil eksperimen.

Produk Ilmiah

1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH

6 of 20

CONTOH MODIFIKASI TEORI

Filsuf Yunani mengusulkan bahwa benda jatuh karena mereka mencari tempat asal mereka. Semakin besar massa benda, semakin cepat jatuhnya.

Galileo menunjukkan bahwa kelajuan benda jatuh bergantung pada waktu tempuhnya dan bukan pada massanya.

7 of 20

CONTOH MODIFIKASI TEORI

Pernyataan Galileo adalah benar, tetapi Newton merevisi alasan mengapa benda jatuh. Newton mengusulkan bahwa benda jatuh karena benda dan Bumu ditarik oleh suatu gaya. Newton juga menyatakan bahwa ada suatu gaya tarik antara dua benda apa saja yang bermassa.

Pernyataan Galileo dan Newton masih tetap benad. Namun Einstein menyarankan bahwa gaya tarik antara kedua benda berkaitan dengan massa menyebabkan ruang di sekitarnya melengkung.

8 of 20

Pengamatan tajam

Setelah ilmuan merumuskan masalah, ia harus membuat pernyataan yang hati-hati dan melakukan pengukuran yang akurat dengan bantuan-bantuan peralatan-peralatan ilmiah.

Objektif

Ilmuan harus berpikir secara sistematik dan menganalisis kejadian untuk membuat hipotesis dan menarik kesimpulan yang akurat. Ilmuan tidak boleh langsung melompat ke kesimpulan, tetapi membuat generalisasi berdasarkan pada pengamatan yang dapat diuji kebenarannya (dapat diulang).

Kemauan berbagi

Ilmuan harus mempertahankan catatan akurat sehingga mereka dapat meneruskan informasi ke ilmuan lainnya. Seringkali ilmuan memublikasikan penemuan mereka ke ilmuan lainnya untuk menelaah dan melaksanakan eksperimen yang serupa sebelum teori ilmiah disetujui.

Sikap ilmiah

1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH

9 of 20

Berpikiran terbuka

Ilmuan harus memiliki pendapat yang fleksibel. Mereka harus mau mengubah pendapat dan memodifikasi hipotesis yang telah dibuat jika hasil penelitian baru menunjukkan bahwa pendapat tersebut perlu dikoreksi.

Rasa ingin tahu dan penasaran

Ilmuan harus selalu ingin tahu dan secara kontinu menanyakan pertanyaan “mengapa?”. Dengan cara tersebut mereka akan mengarah pada hipotesis baru.

Sikap ilmiah

1. PRODUK DAN SIKAP ILMIAH

10 of 20

Membuat hipotesis

Mengumpulkan informasi

Merumuskan masalah

Melaksanakan pengamatan

Menyelesaikan suatu masalah secara ilmiah

2. METODE ILMIAH

Menarik kesimpulan

Hipotesis ditolak

Hipotesis diterima

    • Teori ilmiah

Menganalisis data

Melakukan eksperimen

Membuat hipotesis

11 of 20

Aturan-aturan Keselamatan Umum:

  1. Ikuti petunjuk eksperimen.
  2. Jangan melakukan hal yang tidak diizinkan oleh guru.
  3. Jangan menggunakan peralatan tanpa izin dari guru.
  4. Usahakan untuk tidak menumpahkan bahan-bahan di laboratorium. Tanyakan prosedur pembersihan pada guru jika tumpah.
  5. Jangan makan di laboratorium.
  6. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan eksperimen.
  7. Setelah eksperimen: bersihkan daerah kerja, kembalikan semua peralatan ke tempat semula, padamkan pembakar, dan periksa apakah saluran gas ke pembakaran sudah terputus.

Aturan-aturan keselamatan kerja

  1. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

12 of 20

    • Gunakan kacamata pelindung.
    • Bilas mata dengan air jika terjadi kontak mata dengan zat-zat kimia.

Aturan –aturan Keselamatan Mata:

    • Ikuti prosedur ketika menyalakan pembakar Bunsen.
    • Gunakan jepitan/tang dan pemegang tabung uji/sarung tangan anti api.
    • Selalu arahkan tabung uji/botol uji menjauhi diri sendiri dan teman kerja.

Keselamatan terhadap Benda Panas:

Aturan-aturan keselamatan kerja

  1. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

13 of 20

Aturan-aturan keselamatan kerja

  1. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
    • Periksa alat mudah pecah sebelum digunakan.
    • Jangan memaksakan penjepit ketika dipasang ke tabung kaca.
    • Pastikan alat mudah pecah sudah kering sebelum dipanaskan.
    • Gunakan sarung tangan anti panas ketika mengangkat alat mudah pecah.
    • Laporkan pada guru jika Anda memecahkan alat mudah pecah.
    • Cuci alat mudah pecah setelah selesai digunakan, biarkan kering oleh udara.

Keselamatan terhadap Peralatan Mudah Pecah:

14 of 20

Aturan-aturan keselamatan kerja

  1. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
    • Pastikan tangan dan bangku kering sebelum menggunakan alat-alat listrik.
    • Jangan gunakan kabel sambungan yang terlalu panjang untuk menghubungkan peralatan listrik.
    • Putus sumber daya ketika ingin mengubah/menyetel ulang rangkaian-rangkaian listrik.
    • Jangan menghubungkan terlalu banyak peralatan listrik ke sebuah stop kontak listrik, karena stop kontak dapat mengalami beban berlebih dan menyebabkan kebakaran.

Keselamatan terhadap Listrik:

15 of 20

Lambang

Jenis bahan bahaya

Contoh

Mudah terbakar

Bahan ini mudah menyala dan terbakar.

Bensin, kerosin, alkohol.

Mudah meledak

Bahan ini dapat meledak jika terkena panas atau api.

Campuran hidrogen dan oksigen, serta ammonium nitrat.

Bahan berkarat

Bahan ini membunuh jaringan hidup, seperti kulit dan mata. Ketika bersentuhan, dapat menyebabkan kebakaran.

Asam kuat dan alkali, misalnya asam sulfat, asam klorida, asam nitrat, natrium hidroksida, kalium hidroksida.

LAMBANG-LAMBANG BAHAYA

16 of 20

Lambang

Jenis bahan bahaya

Contoh

Bahan beracun

Bahan ini beracun ketika dihirup, ditelan, atau diserap oleh kulit. Jangan makan, minum, atau mencicipi bahan ini.

Raksa, metanol, sianida, dan klorin.

Bahan iritasi

Bahan ini mengiritasi kulit. Bahan ini menghasilkan uap yang dapat mengiritasi mata.

Fenol, kloroform, dan uap bromin.

Bahan radioaktif

Bahan ini memancarkan radiasi yang sangat berbahaya bagi manusia. Bahan ini harus disimpen dalam wadah timbel.

Karbon radioaktif, uranium, dan plutonium.

LAMBANG-LAMBANG BAHAYA

17 of 20

PEMBAKAR BUNSEN

    • Putar collar untuk menutup lubang udara.
    • Letakkan nyala korek api di bagian atas tabung.
    • Nyalakan keran gas secara perlahan.

Prosedur menyalakan pembakar Bunsen:

18 of 20

PEMBAKAR BUNSEN

    • Lubang udara tertutup sempurna.
    • Lubang udara sedikit terbuka.
    • Lubang udara terbuka sebagian.
    • Lubang udara terbuka seluruhnya.

Nyala api pembakar Bunsen:

19 of 20

  • Ditemukannya handphone untuk berkomunikasi jarak jauh.
  • MP4 untuk memutar musik dan lagu kesukaan.
  • Televisi untuk menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia dari belahan dunia lain.
  • Ditemukannya superkonduktor yang dikembangkan menjadi kereta maglev yang mampu mencapai kelajuan 400 km/jam.
  • Pesawat ulang-alik yang menawarkan perjalanan ke angkasa luar.
  • Menjelaskan fenomena-fenomena alam, contoh: petir.
  • Ditemukannya dan dikembangkannya sumber makanan baru.
  • Dan lain-lain.

Peran Fisika

C. PERAN FISIKA DALAM KEHIDUPAN

20 of 20

C. PERAN FISIKA DALAM KEHIDUPAN

    • Belum ditemukannya cara pencegahan dan pengobatan-pengobatan untuk penyakit tertentu, contoh: AIDS.

Keterbatasan Sains

    • Tercemarnya udara oleh gas pengotor-pengotor, contoh: karbon monoksida dan timbel.
    • Pencemaran tanah oleh pupuk dan pestisida.
    • Pemanasan global.
    • Berkembangnya virus-virus baru hasil rekayasa genetika.

Dampak Negatif Sains