1 of 57

FETAL DISTRESS E/C SOLUTIO PLASENTA, PEB TAK RESPON TERAPI

Pembimbing :

Dr. Hj. Sri Sulistyowati, Sp.OG (K)

2 of 57

PENDAHULUAN

eklampsia, perdarahan dan infeksi masih merupakan sebab utama kematian ibu, dan penyebab kematian perinatal yang tinggi

diagnosis dini + penanganan segera

menurunkan angka kematian ibu dan anak

Perdarahan dalam bidang obstetri hampir selalu berakibat fatal bagi ibu maupun janin

pelayanan obstetri yang layak

tersedianya sarana dan perawatan yang memadai

3 of 57

Lanjutan

  • Gawat janin menunjukkan suatu keadaan bahaya yang relatif dari janin yang secara serius dapat mengancam kesehatan janin
  • Kegawatan janin ini dapat terjadi secara kronik maupun akut.

4 of 57

PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB)

  • Pre eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan
  • Klasifikasi pre eklampsia dapat dijelaskan sebgai berikut:
    • Berdasarkan tipe:

Pre eklampsia murni ( Genuine Pre eklampsia )

Superimposed Pre eklampsia

5 of 57

Lanjutan....

  • Berdasarkan Klinis:
    • Pre eklampsi Ringan
    • Pre eklampsi Berat
  • Pre-eklamsia digolongkan berat
    • Sistole >=160 mmHg, atau diastole >=110 mmHg atau lebih
    • Proteinuria 5 gr atau lebih selama 24 jam (kuantitatif) atau >= +2 (Kualitatif)
    • Oligouria (<=400 ml selama 24 jam)
    • Kelainan serebral, gangguan penglihatan, nyeri didaerah epigastrium
    • oedema pulmo dan sianosis

6 of 57

Etiologi

  • Penyebab pre eklampsia sampai sekarang belum diketahui pasti

  • “Penyakit Teori” :
    • pre eklampsia dengan faktor imunologi
    • sindrom prostalglandin
    • iskhemi uteroplasenta

7 of 57

Patofisiologi

SPASME ARTERIOLA

OKSIGENASI JARINGAN

TURUN

TEKANAN DARAH

NAIK

PERUBAHAN PERFUSI

GINJAL

SEKRESI ALDOSTERON

NAIK

RETENSI NATRIUM

DAN AIR

KERUSAKAN

GLOMEROLUS

PROTEINURIA

EDEMA

8 of 57

Frekuensi

Dalam kepustakaan:

Pre ekalmpsia

3-10%

  • Faktor predisposisi :
    • Primigravida muda
    • DM,
    • Mola hidatidosa,
    • Kehamilan ganda,
    • Hidrops fetalis,
    • Umur lebih dari 35 tahun, dan
    • Obesitas

9 of 57

Diagnosis

Diagnosis pre eklampsia

dua dari tiga tanda utama

Hipertensi, Oedem dan Proteinuria

10 of 57

Prognosis

Prognosis PEB dan eklampsia

Jelek

  • kematian ibu (9,8 – 20,5%)

(perdarahan otak, decompensatio cordis, oedem paru, payah ginjal dan aspirasi cairan lambung)

  • kematian bayi (42,2 – 48,9%)

(prematuritas dan hipoksia intra uterin)

11 of 57

Komplikasi

  • Solusio plasenta
  • Hipofibrinogenemia
  • Hemolisis
  • Perdarahan otak
  • Kelainan mata
  • Edema paru
  • Nekrosis hati
  • Sindroma HELLP
  • Kelainan ginjal

  • Komplikasi lain; lidah tergigit, trauma dan fraktura karena terjatuh akibat kejang, pneumonia aspirasi, dan DIC
  • Prematuritas, dismaturitas dan kematian janin intra uterin

12 of 57

SOLUSIO PLASENTA

  • Terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir
  • Klasifikasi:

Berdasarkan Lepasnya Placenta:

  • solusio plasenta totalis (Plasenta terlepas seluruhnya)
  • solusio plasenta parsialis (Placenta lepas sebagian)
  • ruptura sinus marginalis (hanya sebagian kecil pinggir plasenta)

13 of 57

Klasifikasi

  • Secara klinis:
    • Solusio plasenta ringan
    • Solusio plasenta sedang
    • Solusio plasenta berat

14 of 57

Etiologi

  • Belum diketahui dengan jelas

  • Keadaan tertentu dapat menyertainya:
    • Umur ibu yang tua
    • Multiparitas
    • Penyakit hipertensi menahun
    • Pre-eklamsia
    • Trauma
    • Tali pusat yang pendek
    • Tekanan pada vena cava inferior
    • Defisiensi asam folat

15 of 57

Patologi

HEMATOMA

P.D PLACENTA DAN UTERUS

PLECENTA LEPAS

DESAKAN

16 of 57

LANJUTAN

UTERUS TEREGANG

HEMATOMA RETROPLACENTER

BERTAMBAH

SEBAGIAN/ SELURUH

PLACENTA LEPAS

EKSTRAVASASI

KE MIOMETRIUM

UTERUS

COUVELAIRE

TROMBOPLASTIN

HIPOFIBRINOGENEMIA

GG. PERFUSI

GINJAL

SHOCK

PERDARAHAN

17 of 57

Gambaran klinik

  • Solusio plasenta ringan
    • Perdarahan per Vaginam kehitam-hitaman dan sedikit sekali (tanda kecurigaan >< Placenta Previa)
    • Perut mungkin terasa agak sakit
    • Uterus agak tegang
    • Bagian janin masih mudah teraba

18 of 57

lanjutan

  • Solusio plasenta sedang
    • Placenta terlepas > 1/4, tetapi < 2/3 luas permukaannya
    • Tanda dan gejalanya dapat timbul perlahan-lahan atau mendadak
    • Sakit perut terus menerus, yang tidak lama disusul dengan perdarahan pervaginam
    • Ibu mungkin telah jatuh dalam keadaan syok
    • kalau janinnya masih hidup  dalam keadaan gawat
    • Dinding uterus teraba tegang terus menerus dan nyeri tekan
    • Bagian-bagian janin sulit teraba
    • Tanda-tanda persalinan biasanya telah ada
    • Kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal mungkin telah terjadi

19 of 57

Solusio plasenta berat

  • Plasenta telah terlepas lebih dari dua pertiga luas permukaan
  • Terjadinya sangat tiba-tiba
  • Biasanya ibu telah jatuh dalam keadaan syok, dan janinnya telah meninggal
  • Uterus sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri.
  • Perdarahan pervaginam tampak tidak sesuai dengan keadaan syok ibunya
  • Besar kemungkinan telah terjadi kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal

20 of 57

Diagnosis

  • Berdasarkan tanda dan Gejala Klinis yang ditemukan
  • Pemeriksaan USG

21 of 57

Komplikasi

Komplikasi pada ibu dan janin

luasnya plasenta yang terlepas dan lamanya solusio plasenta berlangsung

  • Komplikasi yang dapat terjadi:
    • Perdarahan
    • Kelainan pembekuan darah (Hipofibrinogenemia)
    • Olioguria (hipovolemi dan penyempitan pembuluh darah ginjal)
    • Gawat janin sampai kematiannya.

22 of 57

Solusio plasenta ringan

  • Konservatif + Observasi Ketat
    • Apabila kehamilan kuang dari 36 minggu
    • Perdarahan berhenti
    • Perutnya tidak menjadi kaku
    • Uterusnya tidak menjadi tegang
  • Terminasi Kehamilan
    • Janin hidup : SC
    • Janin mati: pemecahan ketuban + pemberian oksitosin

23 of 57

Solusio plasenta sedang dan berat

  • Penanganan:

(1) transfusi darah

diagnosis solusio plasenta perdarahan telah terjadi sekurang-kurangnya 1000 ml

(2) pemecahan ketuban

merangsang dimulainya persalinan dan mengurangi tekanan intrauterine

(3) infus oksitosin

(4) seksio sesarea

(5) Histerektomi

24 of 57

Prognosis

  • Prognosis tergantung:
    • Luasnya plasenta yang terlepas
    • Banyaknya perdarahan
    • Derajat kelainan pembekuan darah
    • Tersembunyi tidaknya perdarahan
    • Jarak waktu antara terjadinya solusio plasenta sampai pengosongan uterus

25 of 57

FETAL DISTRESS

Suatu kelainan pada fetus akibat gangguan oksigenasi dan atau nutrisi yang bisa bersifat akut (prolaps tali pusat), sub akut (kontraksi uterus yang terlalu kuat), atau kronik (plasenta insufisiensi)

26 of 57

Etiologi

  • Penyebab fetal distress:
    • Ibu: hipotensi atau syok, penyakit kardiovaskuler, anemia, penyakit pernafasan, malnutrisi, asidosis dan dehidrasi.
    • Uterus: kontraksi uterus yang terlalu kuat atau terlalu lama, degenerasi vaskuler.
    • Plasenta: degenerasi vaskuler, hipoplasi plasenta
    • Tali pusat: kompresi tali pusat
    • Fetus: infeksi, malformasi dan lain-lain

27 of 57

Pembagian gawat janin

  • Gawat janin sebelum persalinan

merupakan gawat janin yang bersifat kronik berkaitan dengan fungsi plasenta yang menurun atau bayi sendiri yang sakit

  • Gawat janin selama persalinan

Gawat janin selama persalinan menunjukkan hipoksia janin

28 of 57

Penatalaksanaan

  • Prinsip-prinsip umum
    • bebaskan setiap kompresi tali pusat.
    • perbaiki aliran darah uteroplasental.
    • terminasi kehamilan
  • Langkah-langkah khusus
    • Perubahan posisi ibu
    • Oksigen
    • Terapi cairan
    • Pemeriksaan pervaginam
    • Pengisapan mekoneum

29 of 57

STATUS PASIEN

Identitas Pasien

Nama : Ny. W

Umur : 24 tahun

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Gagan Rt 2/1, Donohudan,

Ngemplak Boyolali

Status Perkawinan : Menikah

Agama : Islam

HPMT : 6 September 2005

HPL : 13 Juni 2006

Usia Kehamilan : 40 minggu

No CM : 78 69 32

30 of 57

Keluhan Utama�Ingin melahirkan

  • Riwayat Penyakit Sekarang

Datang seorang G1P0A0 umur 24 tahun, kiriman bidan. Dengan keterangan tensi 160/100, hamil 40 minggu. Pasien merasa hamil 9 bulan, pasien belum merasakan perut kenceng-kenceng yang teratur. Air kawah belum dirasakan keluar, gerakan janin masih dirasakan, lendir darah (-). Pandangan kabur (-), pusing (-), nyeri kepala (-), mual muntah (-), nyeri ulu hati (-), batuk (-), sesak (-).

Identitas Pasien

Nama : Ny. W

Umur : 24 tahun

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Gagan Rt 2/1, Donohudan,

Ngemplak Boyolali

Status Perkawinan : Menikah

Agama : Islam

HPMT : 6 September 2005

HPL : 13 Juni 2006

Usia Kehamilan : 40 minggu

No CM : 78 69 32

31 of 57

Riwayat Penyakit Dahulu

  • Riwayat Hipertensi : disangkal
  • Riwayat penyakit jantung : disangkal
  • Riwayat DM : disangkal
  • Riwayat Asma : (+)
  • Riwayat Alergi : disangkal

32 of 57

Riwayat Fertilitas : Baik�Riwayat Obstetrik : Belum diketahui

  • Riwayat Keluarga Berencana : Tidak KB
  • Riwayat Haid
    • Menarche : 13 tahun
    • Lama : 7 hari
    • Siklus : 28 hari
  • Riwayat Perkawinan

Menikah 1 kali, dengan suami sekarang 1 tahun

33 of 57

PEMERIKSAAN FISIK

  • STATUS INTERNA
    • KU : Baik, CM, gizi kesan cukup
    • Tanda vital :

T :175/110 mmHg Frek. Napas: 20 x/menit

N : 72 x/menit Suhu : 36,5 0C

TB : 155 cm BB : 60 kg

  • Mata : konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)
  • THT : Tonsil tidak membesar,
  • farinx tidak hiperemis
  • Leher : Glandula tiroid tidak membesar,
  • lymphonodi tidak membesar
  • Thoraks :Glandulla mammae dalam batas normal,
  • areola mammae hiperpigmentasi (+)

34 of 57

…..lanjutan

  • Cor

Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak

Palpasi : Ictus cordis tidak kuat angkat

Perkusi : Batas jantung kesan tidak melebar

Auskultasi : BJ I-II intensitas normal, reguler,

bising (-), Gallop (-)

  • Pulmo

Inspeksi : Pengembangan dada kanan = kiri

Palpasi : Fremitus raba kanan = kiri

Perkusi : Sonor / sonor

Auskultasi : SD vesikuler (+/+) ST (-/-)

35 of 57

Lanjutan…….

  • Abdomen:

I : Striae gravidarum (+) dinding perut lebih tinggi

dari dinding dada

P : Teraba uterus gravid, Hepar/ Lien sulit

dievaluasi

P : Timpani pada daerah bawah processus

xyphoideus, redup pada daerah uterus

A : Peristaltik (+)

  • Ekstremitas:

Oedem Akral Dingin

36 of 57

……lanjutan

  • STATUS OBSTETRI
    • Kepala : Mesocephal,kloasma gravidarum(+)
    • Mata : Conjungtiva Anemis (-/-), sclera ikterik
    • (-/-)
    • Wajah : kloasma gravidarum (+)
    • Leher : Pembesaran kelenjar tyroid (-), JVP tidak
    • meningkat
    • Thorax :Glandula mammae hipertrofi (+),
    • aerola mammae hiperpigmentasi (+)

37 of 57

lanjutan

  • Abdomen :

I :Dinding perut > dinding dada, stria gravidarum( +)

P : Pemeriksaan Leopold:�I : teraba bagian lunak kesan bokong

II : sebelah kiri teraba bagian keras,

memanjang,kesan punggung

III : teraba bagian bulat dan keras, kesan kepala

IV : kepala masuk panggul < 1/3 bagian

Kes : teraba janin tunggal, intrauterin,

memanjang, puki, presentasi kepala

A: DJJ (+):12-12-11 / 12-11-12 / 11-12-12 /

reguler

38 of 57

Pemeriksaan dalam

  • VT

Vulva dan urethra tenang, dinding vagina dalam batas normal, portio lunak, mencucu, Ø (-), kulit ketuban belum bisa dinilai, preskep, kepala turun di HI-II, penunjuk belum bias dinilai, air ketuban (-), STLD (-), nitrasin test (-), bishop score 3.

39 of 57

UPD

  • Promontorium tidak teraba
  • Linea terminalis teraba < 1/3 bagian
  • Spina ischiadica tidak menonjol
  • Arcus pubis > 90 derajat
  • Sudut MKM lancip

Kesan: Panggul normal

40 of 57

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium Darah

11/7/2006

  • Hb : 11,8 g/dL
  • Hct : 33,8 %
  • BT : 1’30”
  • CT : 3’30”
  • AL : 7,4 x 103/uL
  • AT : 203 x 103/uL
  • AE : 3,99 x 106/uL
  • Gol : B
  • GDS : 108 mg/dL

  • Ur : 16 mg/dL
  • Cr : 0,7 g/dL
  • HbsAg : Negatif
  • SGOT : 21 u/L
  • SGPT : 19 u/L
  • LDH : 405 U/L
  • Prot. Urin : +1
  • Na : 142
  • K : 4,0
  • Ca : 1,31

41 of 57

USG dan NST

  • Tampak janin tunggal, hidup, intra uterin,

memanjang, presentasi kepala punggung di kiri, dengan biometri :

  • BPD : 9, 37 cm
  • FL : 6,81 cm
  • AC : 33,62 cm
  • EFBW : 3007 gr
  • DJJ(+), air ketuban kesan cukup, plasenta berinsersi di korpus kanan
  • Tidak ditemukan kelainan congenital mayor.
  • Kesan : Saat ini janin dalam keadaan baik.
  • Hasil NST : reaktif

42 of 57

RESUME...

G1P0Ao, umur 24 tahun, hamil 40 minggu, riwayat fertilitas baik, T=175/110 mmHg, Ewitz +1, janin tunggal, hidup, intra uterin, letak memanjang, punggung di kiri, presentasi kepala, kepala masuk panggul <1/3 bagian, TBJ 3000 gr, His (-), DJJ (+) reguler, pembukaan (-), osborn test (-), dengan riwayat asma (+), bishop score 3.

43 of 57

DIAGNOSIS

PEB pada primigravida hamil aterm belum dalam persalinan dengan riwayat asma.

PROGNOSIS

Jelek

44 of 57

TERAPI

  • Mondok VK
  • Stabilisasi 6 jam
  • O2 5 L/menit
  • IVFD RL:D5 = 1: 2 16 tpm
  • Pasang DC
  • Balance Cairan
  • Inj. SM 8 gr (4 gr Boka, 4 gr Boki) dilanjutkan 4 gr/ 6 jam bila syarat terpenuhi
  • Nifedipin tab 10 mg peroral jika tensi sistole > 180, diastole > 110
  • NST

45 of 57

Lanjutan ……

  • Konsul paru
    • Diagnosa : Asma intermitten (stabil)
    • Terapi :
      • IVFD RL: D5 = 1 : 2 + 1 ampul aminofilin
      • Thimelon 1 cc/6 jam
      • Lain-lain tergantung Obsgyn
    • Planing : bila di kala II persalinan atau hendak dilakukan SC maka cek AGD elektrolit.
  • Konsul neurologi
  • Usul SCTP emergency

46 of 57

Lanjutan……

  • Jam 15.00
    • Keluhan : (-)
    • KU : baik, compos mentis, gizi kesan cukup
    • VS : T : 180/120 mmHg N : 84x/1’
    • Rr : 20x/1’ t : 36,7ºC
    • Abdomen : bagian janin sulit dinilai, his sulit
    • dinilai, DJJ sulit dinilai, uterus teraba
    • tegang seperti kayu, nyeri tekan (+)
    • terlokalisir di daerah korpus kanan

47 of 57

… lanjutan

  • VT : vulva dan uretra tenang, dinding vagina

dalam batas normal, portio lunak,

mencucu, pembukaan (-), kulit ketuban

sulit dinilai, air ketuban (-), darah (+)

  • USG : tampak janin tunggal, preskep, intra

uterin, DJJ (+), plasenta berinsersi di

korpus kanan dengan tampak sedikit

gambaran perdarahan retroplasenter.

Kesimpulan : Solutio plasenta ringan.

48 of 57

Diagnosis

Fetal distress e/c solutio plasenta, PEB tak respon terapi pada primigravida hamil aterm belum dalam persalinan dengan riwayat asma.

Prognosis

Jelek

49 of 57

Terapi

  • Usul SCTP em
  • Konsul anestesi
  • Sedia darah WB 2 kolf

50 of 57

Diagnosa AKHIR

Post SCTP emergency a/i Fetal distress e/c solutio plasenta ringan, PEB tak respon terapi pada primigravida hamil aterm belum dalam persalinan dengan riwayat asma.

51 of 57

ANALISIS KASUS

  • Dasar Diagnosis PEB:
    • Tekanan darah pasien mencapai 175/110 mmHg
    • Dari pemeriksaan urin didapatkan adanya proteinuria +1
  • Faktor predisposisi yang menyokong terjadinya PEB pada kasus ini:primigravida

52 of 57

FAKTOR RESIKO PRE EKLAMPSIA

  • Primigravida
  • Usia ibu < 20 tahun atau > 40 tahun
  • Riwayat keluarga (+)
  • ANC minimal
  • DM
  • Hipertensi kronik
  • Kehamilan multiple

53 of 57

Lanjutan…

  • Diagnosa solusio plasenta ditegakkan:
    • Pemeriksaan fisik
      • Uterus teraba tegang seperti kayu
      • Nyeri tekan (+)
      • Perdarahan per Vaginam
    • USG

tampak sedikit gambaran perdarahan

retroplasenter kesan solutio plasenta

ringan

54 of 57

Lanjutan……

  • Pemeriksaan fisik >< USG Solusio placenta ringan.

Pemeriksaan fisik solusio placenta sedang

  • USG solusio placenta ringan

  • Fetal distres >< solusio placenta ringan

  • Solusio placenta ringan tidak mempengaruhi keadaan ibu maupun janin

55 of 57

….lanjutan

  • fetal distress
    • dapat terjadi karena adanya gangguan sirkulasi uteroplasenter akibat adanya solusio plasenta dan PEB
    • janin mengalami hipoksia dan berakibat terjadi asfiksia neonatorum.

56 of 57

lanjutan

  • Penegakkan diagnosis fetal distres tidak tegas:
  • Pemeriksaan fisik DJJ sulit dinilai
  • USG DJJ (+)

Fetal distres PEB

Salah satu komplikasi PEB

57 of 57