Desain Penelitian
12 April – 17 April 2021
Desain penelitian yang merupakan pedoman dalam melakukan melaksanakan penelitian
Mahasiswa memahami desain
penelitian dan mendesain sebuah
penelitian kecil dari sebuah studi
kasus
Desain penelitian merupakan pedoman dalam melakukan proses penelitian diantaranya dalam menentukan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, pengumpulan data serta analisa data. Dengan pemilihan desain penelitian yang tepat diharapkan akan dapat membantu peneliti dalam menjalankan penelitian secara benar. Tanpa desain yang benar
seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena tidak memiliki pedoman penelitian yang jelas.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
2
3. Causal – Comperative Research
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
3
Contohnya untuk melihat hubungan antara faktor produksi (indipendent variable) dengan tingkat produksi yang dihasilkan (dipendent variable).
Dalam menganalisa penelitian kita tidak harus selalu menggunakan analisa statistik, namun juga bisa menggunakan analisa lainnya seperti analisa statistik deskriptif maupun analisa kualitatif dengan menggunakan data-data berupa tabel, grafik, dan model-model.
Misalnya kita tidak bisa mengatakan bahwa perusahaan IT international lebih inovatif daripada perusahaan IT nasional tanpa didukung oleh data hasil penelitian. Untuk mengungkapkan sesuatu yang bernilai ilmiah harus didukung dengan data-data dan juga teori-teori yang mendukung.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
4
Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif biasanya memiliki sampel yang terbatas, sedangkan untuk penelitian kuantitatif sampelnya cukup besar.
Misalnya Perusahaan IT international lebih inovatif daripada perusahaan IT nasional.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
5
Kesimpulan yang harus diambil adalah bahwa kegagalan IT mungkin terjadi karena tidak adanya peran atau komitmen dari pihak top manajemen.
Kita tidak bisa mengontrol produk orang lain, karena bersifat komperatif.
Data yang tidak valid diungkapkan kembali. Mendesain suatu riset berupa peluang dimana Sistem Informasi bisa diusulkan.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
6
4. Correlational Research
Bentuk penelitian lain yang sering disebut penelitian kuantitatif ialah penelitian korelasional (ex post facto).
Misalnya tingkat pertumbuhan bayi di Jakarta dengan tingginya curah hujan di Bogor.
Contoh lainnya, kita ingin melihat tingkat Gross National Product (GNP) suatu negara dengan adanya keterlibatan IT.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
7
Korelasi menghitung derajat keterhitungan antara dua atau lebih variable.
Contoh lain, simulasi untuk mengukur recall (nilai perolehan) dan precision (nilai ketepatan).
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
8
Asumsi dan angka besaran asumsi, dapat digunakan/diterima dengan berbagai pertimbangan.
Misalnya ada suatu kasus yang mengukur kontaminasi udara dengan suatu alat ukur.
Kesalahan karena dampak pembulatan, sehingga bedanya makin besar.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
9
Penelitian yang menggunakan teknik korelasional adalah penelitian yang menyelidiki hubungan diantara beberapa variabel penelitian.
Precission, recall & accuracy
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
10
Secara umum precision, recall dan accuracy dapat dirumuskan sebagai berikut:
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
11
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
12
Misalkan kita ingin mengukur kinerja dari sebuah mesin pemisah ikan yang bertugas memisahkan ikan-ikan salmon dari semua ikan yang telah didapat.
Diket:
Contoh kasus perhitungan Recall, Precision dan Accuracy
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
13
Dari kasus tersebut maka kita dapat simpulkan bahwa mesin tersebut memiliki recall sebesar 90% yang didapatkan dari perhitungan berikut:
Dari kasus tersebut maka kita dapat dohitung mesin tersebut memiliki precision sebesar 82%, yang didapatkan dari perhitungan berikut:
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
14
Dari kasus tersebut maka kita dapat simpulkan bahwa mesin tersebut memiliki accuracy sebesar 97% yang didapatkan dari perhitungan berikut:
Kesimpulan contoh kasus
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
15
Mendeteksi BIAS
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
16
Menggunakan precision atau accuracy saja dalam sebuah mengukur kinerja dari sebuah sistem / metode bisa menimbukan bias yang sangat fatal.
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
17
Dari hasil perhitungan kita dapatkan precision sebesar 100% dan accuracy sebesar 90.1%. Sekilas tampak baik, namun perhatikan nilai recall yang hanya sebesar 1%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem hanya dapat memisahkan ikan salmon dalam jumlah yang sedikit sekali dan masih banyak ikan-ikan salmon yang lolos dari pemisahan.
Kesimpulan berdasarkan studi kasus
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
18
Jadi dalam mengukur kinerja dari sebuah sistem / metode dalam pengenalan pola atau temu kembali informasi disarankan menggunakan minimal dua parameter yaitu precision dan recall untuk mendeteksi bias seperti pada kasus diatas.
Referensi
Metodologi Penelitian - Desain Penelitian
19