1 of 52

KARBOHIDRAT

Monosakarida

Disakarida

Oligosakarida

Polisakarida

2 of 52

KIMIA KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa polihidroksi aldehid atau polihidroksiketon. Oleh karena itu karbohidrat mempunyai dua gugus fungsional yang penting :

* Gugus hidroksil

* Gugus keton/aldehid

3 of 52

Penggolongan Karbohidrat

  • Monosakarida :

Karbohidrat yang paling sederhana dan tidak dapat dihidrolisis lebih lanjut

  • Disakarida

Karbohidrat yang mengandung 2 satuan monosakarida

  • Oligosakarida

Karbohidrat yang jika dihidrolisis menghasilkan 3 – 8 satuan monosakarida

  • Polisakarida

Karbohidrat yang jika dihidrolisis menghasilkan banyak satuan monosakarida

4 of 52

Monosakarida

  • Satuan karbohidrat yang paling sederhana dengan rumus CnH2nOn dimana n = 3 – 8 C3H6O3 : triosa C4H8O4 : tetrosa dan seterusnya.
  • Macam-macam monosakarida

a. Aldosa : monosakarida yang mengandung

gugus aldehid

Contoh : Gliseraldehid

5 of 52

Monosakarida

  • Satuan karbohidrat yang paling sederhana dengan rumus CnH2nOn dimana n = 3 – 8 C3H6O3 : triosa C4H8O4 : tetrosa C5H10O4 : pentosa C6H12O4 : heksosa

  • Macam-macam monosakarida

a. Aldosa : monosakarida yang mengandung

gugus aldehid. Contoh : Gliseraldehid

b. Ketosa : monosakarida yang mengandung � gugus keton

Contoh: Dihidroksiaseton

6 of 52

Contoh : Gliseraldehida

7 of 52

b. Ketosa : monosakarida yang mengandung � gugus keton

Contoh : Dihidroksiaseton

8 of 52

Penamaan Monosakarida D, L

  • Monosakarida diberi nama D jika gugus -OH pada atom C* yang letaknya paling jauh dari gugus

terletak disebelah kanan.

  • Monosakarida diberi nama L jika gugus OH pada atom C* tersebut berada disebelah kiri.

atau

9 of 52

Contoh

10 of 52

Turunan D-aldosa

11 of 52

Turunan D-ketosa

Atom C kiral pada ketopentosa (proyeksi Fisher): C no 3 dan 4

Jumlah stereo isomer pada ketopentosa (proyeksi Fisher) . . .

12 of 52

Heksosa yang paling banyak di alam

13 of 52

Enansiomer and epimer

Dua buah aldotetrosa ini enansiomer, suatu stereoisomer yang merupakan bayangan cermin satu sama lain.

Kedua aldoheksosa ini adalah epimer C-4, perbedaan hanya pada posisi OH pada sebuah atom C asimetri yaitu Carbon 4

14 of 52

15 of 52

Representasi Struktur Gula

Struktur glukosa atau karbohidrat yang lain

dapat digambarkan dalam 3 bentuk

stereokimia sebagai berikut:

  • Proyeksi Fisher: rantai lurus (linier)
  • Proyeksi Haworth: siklik/cincin sederhana
  • Konformasi: konfigurasi kursi dan perahu

16 of 52

Struktur Siklis Monosakarida

  • Aldehid / keton dapat bereaksi dengan alcohol membentuk hemiasetal / hemiketal.

+

-

..

17 of 52

  • Hemiasetal atau hemiaketal siklis terbentuk jika gugus keton/aldehid dan alkohol terdapat dalam 1 molekul. Contoh : 4 – hidroksipentanal
  • Monosakarida dapat membentuk struktur siklik

karena dalam molekulnya terdapat ……..

- atom C* - gugus aldehid

- carbonyl dan hidroksil - gugus keton

- gugus hidroksil

18 of 52

Contoh :

Pembentukan hemiasetal

pada glukosa

C

C

19 of 52

  • Pada glukosa, hemiasetal siklis terbentuk antara gugus aldehid pada C1 dengan gugus OH pada C5 sehingga membentuk cincin-6 yang stabil.
  • Dalam bentuk hemiasetal siklis: atom C1 bersifat kiral → C anomerik sehingga memberikan 2 kemungkinan struktur isomer D-glukosa :

1. α - D – glukosa

2. β - D – glukosa

keduanya merupakan senyawa berbeda dengan sifat

yang sangat berbeda.

20 of 52

SIFAT-SIFAT FISIK

[α]

21 of 52

Sifat-sifat Fisik (lanjutan)

α - D – glukosa β - D – glukosa

  • - kristal - padat Δ > 98°C
  • - m.p. 146 - m.p. = 150°C
  • - [α]D = + 112° - [α]D = + 19°

  • α - D – glukosa β - D – glukosa

+112o +52° +19o

  • α - D – galaktosa β - D – galaktosa

+ 151° +84° - 53°

  • α - D – fruktosa β - D – fruktosa

+ 21° -92° -133°

dalam air

Mutarotasi

22 of 52

POLARIMETRY

Measurement of optical activity in chiral or asymmetric molecules using plane polarized light

Certain molecules be chiral

- because of certain atoms or

- because of chiral axes or chiral planes

Measurement uses an instrument called a polarimeter

23 of 52

24 of 52

Proyeksi Fisher & Struktur Haworh

25 of 52

Struktur Haworth dan Konformasi Kursi

26 of 52

Sifat-sifat Fisik Monosakarida

      • Padatan kristal tidak berwarna
      • Larut dalam air → ikatan hidrogen
      • Sedikit larut dalam alkohol
      • Tidak larut dalam eter, kloroform, benzena
      • Rasanya manis.

Diantara monosakarida → fruktosa yang

paling manis

27 of 52

  • Gugus fungsi yang ada pada monosakarida . .
  • Gugus fungsi yang ada pada ketosa . .
  • Atom C kiral pada aldoheksosa

28 of 52

Tingkat kemanisan monosakarida dan disakarida

Monosakarida Disakarida

  • D – fruktosa 174 Sukrosa 100
  • D – glukosa 74 Laktosa 0.16
  • D – xylosa 0.40
  • D – galaktosa 0.22

29 of 52

Beberapa Reaksi Monosakarida

1. Reaksi Oksidasi

  • Berdasarkan kemampuannya untuk mereduksi pereaksi (Tohlens, Benedict, Fehling), monosakarida dapat digolongkan :
      • Gula pereduksi
      • Gula non pereduksi
  • Monosakarida dapat mereduksi TBF karena pada monosakarida terdapat gugus aldehid atau gugus α-hidroksi keton, yang akan dioksidasi oleh TBF menjadi karboksilat/keton.

30 of 52

Semua monosakarida

adalah Gula Pereduksi

  • Benedict
  • Fehling

31 of 52

  • Oksidasi aldosa oleh pereaksi TBF menghasilkan asam monokarboksilat: Asam Aldonat.
  • Oksidasi aldosa dengan oksidator kuat (HNO3 panas) menghasilkan asam dikarboksilat karena HNO3 selain mengoksidasi gugus aldehid juga mengoksidasi gugus CH2OH terminal

32 of 52

Reaksi dg HNO3

Reaksi dg Tohlens

33 of 52

34 of 52

2. Reaksi reduksi

Gugus karbonil dari monosakarida dapat direduksi menjadi alkohol oleh beberapa pereaksi menghasilkan alditol

35 of 52

Reduksi monosakarida

  • Dapat dilakukan dengan:
          • Logam + H2
          • enzimatis
  • Produknya polyol gula alkohol (alditol)
  • glucose membentuk sorbitol (glucitol)
  • mannose membentuk mannitol
  • fructose membentuk mannitol + sorbitol
  • glyceraldehyde membentuk glycerol

36 of 52

Sugar alcohols are very useful

  • Mannitol is used as an osmotic diuretic
  • Glycerol is used as a humectant and can be nitrated to nitroglycerin
  • Sorbitol can be dehydrated to tetrahydropyrans and tetrahydrofuran compounds (sorbitans)
  • Sorbitans are converted to detergents known as spans and tweens (used in emulsification procedures)
  • Sorbitol can also be dehydrated to 1,4,3,6-dianhydro-D-sorbitol (isosorbide) which is nitrated to ISDN and ISMN (both used in treatment of angina)

37 of 52

3. Reaksi pembentukan glikosida

  • Reaksi antara monosakarida hemiasetal/hemiketal siklis dengan 1 molekul alkohol membentuk asetal/ketal. Pada reaksi ini gugus OH pada C – anomerik digantikan oleh gugus OR dari alcohol.

(nonpereduksi)

Glikosida terbentuk antara gugus OH pada atom C ….. (kiral/anomer/no 1) monosakarida …… (hemiasetal/hemiketal / asetal/ketal) dengan sebuah molekul alkohol

38 of 52

Ikatan Glikosidik

  • Asetal/ketal seperti ini dinamakan glikosida dan ikatan antara karbon anomerik dengan gugus OR disebut ikatan glikosidik.
  • Glikosida dinamai berdasarkan nama monosakaridanya, dengan mengganti akhiran –a dengan –ida.
  • Misal: glukosa → glukosida

manosa → manosida

39 of 52

DISAKARIDA

  • Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari 2 satuan monosakarida.
  • Dua monosakarida dihubungkan dengan ikatan glikosidik antara C-anomerik dari satu unit monosakarida dengan gugus –OH dari unit monosakarida yang lainnya.
  • Beberapa disakarida yang sering dijumpai :
  • Maltosa, Selobiosa, Laktosa, Sukrosa

40 of 52

JENIS DISAKARIDA

  • Selubiosa → β-D-Glukosa + β-D-Glukosa
  • Maltosa → α-D-Glukosa + β-D-Glukosa
  • Sukrosa → α-D-Glukosa + β-D-Fruktosa
  • Laktosa → α-D-Glukosa + β-D-Galaktosa

41 of 52

MALTOSA

42 of 52

IKATAN PADA MALTOSA

  • Pada maltosa, ikatan glikosidik terjadi pada atom C-1’ dari satu glukosa dengan atom C-4 dari glukosa yang lain, sehingga ikatannya disebut ikatan glikosidik-α-1,4

  • Karbon anomerik di unit glukosa sebelah kanan pada maltosa dalam bentuk hemiasetal, sehingga akan dapat berkesetimbangan dengan struktur terbuka. Oleh karena itu maltosa dpt bereaksi + dg Tohlens

43 of 52

SELOBIOSA

44 of 52

LAKTOSA

  • Merupakan gula utama pada ASI dan susu sapi (4-8 % laktosa).
  • Karbon anomerik pada unit galaktosa mempunyai konfigurasi β pada C-1 dan berikatan dengan gugus -OH pada C-4 unit glukosa
  • Diare setelah minum susu, disebabkan karena tidak memiliki enzim laktase (galaktosidase), sehingga tidak dapat mencerna laktosa dalam susu.
  • Galaktosemia adalah penyakit gangguan metabolisme galaktosa, berakibat penumpukan galaktosa dalam darah: sirosis hepatik, hepatomegali, katarak, retardasi mental

45 of 52

Struktur Laktosa

46 of 52

SUKROSA

  • Sukrosa dikenal dengan gula pasir, terdapat pada tumbuhan fotosintetik yang berfungsi sebagai sumber energi. Misal : pada tebu, bit gula
  • Pada sukrosa kedua kabon anomerik pada kedua unit monosakarida terlibat dalam ikatan glikosidik. Ikatan glikosidik terjadi antara C-1 pada unit glukosa dan C-2 pada unit fruktosa, sehingga tidak mempunyai gugus hemiasetal.

47 of 52

Struktur Sukrosa

48 of 52

POLISAKARIDA

  • Karbohidrat yang mengandung banyak monosakarida dan mempunyai berat molekul yang besar
  • Hidrolisis polisakarida secara sempurna akan menghasilkan satu/beberapa jenis monosakarida
  • Unit-unit monosakarida dihubungkan secara linier atau bercabang
  • Jenis polisakarida :
  • pati
  • selulosa
  • Hemiselulosa
  • glikogen

49 of 52

P A T I

  • Polisakarida yang tersimpan dalam tumbuhan.
  • Merupakan komponen utama pada biji-bijian, kentang, jagung dan beras
  • Tersusun atas unit D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik α-1,4 Rantai cabang dihubungkan oleh ikatan glikosidik α-1,6

50 of 52

JENIS PATI

  • A M I L O S A : 20 % bagian pati, tersusun atas 50 – 300 unit glukosa melalui ikatan α-1,4 glikosidik

larut di dalam air

  • AMILOPEKTIN : 80 % bagian pati, Tersusun atas 300 – 5.000 unit glukosa melalui ikatan glikosidik dan α-1,6

Setiap 25-50 unit glukosa dihubungkan oleh ikatan α-1,4. Rantai-rantai berikatan α-1,4 tesebut dihubung-silangkan melalui ikatan α-1,6 sehingga menghasilkan struktur bercabang dengan Mr tinggi

  • Strukturnya bercabang → sangat besar (Mr besar) → tidak larut dalam air

51 of 52

GLIKOGEN

  • Karbohidrat penyimpan energi yang tersimpan dalam hewan
  • Mr Glikogen > pati
  • Tersusun lebih dari 100.000 unit glukosa
  • Strukturnya bercabang melalui ikatan 1,4 dan 1,6 glikosidik
  • Tidak larut dalam air
  • Larut dalam pelarut organik non polar : eter, kloroform, heksana.

52 of 52

POLISAKARIDA LAIN

  • Selulosa: polimer tidak bercabang dari glukosa melalui ikatan β-1,4-glikosidik
  • Kitin : polisakarida yang mengandung nitrogen, membentuk cangkang krustasea dan kerangka luar serangga
  • Pektin : polimer linier dari D-galakturonat melalui ikatan 1,4-α-glikosidik. Terdapat pada buah-buahan dan buni-bunian