Penyusunan
Perencanaan Pembelajaran
Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran
untuk Literasi dan Numerasi
Kesepakatan Kelas
Tujuan
Menjelaskan empat komponen utama perencanaan pembelajaran mendalam beserta keterkaitan antar komponen.
1
Membedakan karakteristik, langkah-langkah, dan konteks penerapan model Station Rotation, Flipped Classroom, dan Lab Rotation.
2
Mengintegrasikan media pembelajaran interaktif berbasis digital ke dalam setiap fase pengalaman belajar.
3
Merumuskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi literasi dan/atau numerasi menggunakan kata kerja operasional yang tepat.
4
Menyusun langkah-langkah pembelajaran model blended learning yang memuat aktivitas penguatan literasi dan numerasi.
5
Merencanakan teknik dan instrumen asesmen digital yang sesuai untuk awal, proses, dan akhir pembelajaran.
6
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan pembelajaran dirancang untuk memandu pendidik melaksanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran.
Alur tujuan pembelajaran adalah tujuan pembelajaran yang diurutkan.
Alur tujuan pembelajaran pendidik yang satu berbeda dengan pendidik lainnya meskipun mengajar murid dalam fase yang sama.
Perencanaan pembelajaran yang dibuat masing-masing pendidik pun dapat berbeda-beda.
Klik untuk memilih materi
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Dikdas, Dikmen, dan Diksus
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
1
2
4
3
Identifikasi
Asesmen
Desain Pembelajaran
Pengalaman Belajar
1
Identifikasi
Mengidentifikasi Kesiapan Murid
Analisis Pengetahuan Awal
Observasi dan Refleksi
Inventarisasi Gaya Belajar dan Minat
Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)
Konteks Sosial dan Emosional
Mengidentifikasi Karakteristik Mata Pelajaran
Menentukan Dimensi Profil Lulusan
2
Desain Pembelajaran
Menentukan Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Memilih model/strategi/metode yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah, untuk mencapai tujuan pembelajaran agar murid aktif membangun pemahaman mendalam, misalnya pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, dsb.
Lingkungan Pembelajaran
Menciptakan ruang belajar yang mendukung eksplorasi dan kolaborasi, baik dalam bentuk fisik (kelas interaktif, laboratorium, ruang kreatif) maupun virtual (forum diskusi, platform LMS).
Kemitraan Pembelajaran
Melibatkan berbagai pihak seperti guru lintas mata pelajaran, orang tua, industri, atau komunitas untuk memperkaya pengalaman belajar. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui diskusi, mentoring, atau kunjungan lapangan, dll.
Pemanfaatan Digital
Menggunakan teknologi seperti PID, ruang murid dalam rumah pendidikan, e-learning, simulasi, Augmented Reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan aksesibilitas, interaktivitas, dan personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.
Praktik Pedagogis
Guru hendaknya menggunakan model pembelajaran tertentu seperti:
Discovery Learning
Inquiry Learning
Problem Based Learning
Project Based Learning
Dalam konteks digitalisasi pembelajaran, model pembelajaran yang dianjurkan antara lain:
Station Rotation
Flip Classroom
Lab Rotation
Rekomendasi Model Pembelajaran
Station Rotation
Flip Classroom
Lab Rotation
Kelas terbagi ke dalam beberapa stasiun belajar dengan aktivitas berbeda, salah satunya menggunakan teknologi.
Murid mempelajari materi secara mandiri menggunakan teknologi sebelum kelas dimulai.
Murid berotasi dari kelas tatap muka ke laboratorium komputer/gawai untuk eksplorasi belajar mandiri.
Sekolah memiliki perangkat digital meskipun dalam jumlah terbatas serta memiliki koneksi ke internet meskipun dengan jaringan yang terbatas.
Murid memiliki akses ke perangkat/gawai dan jaringan internet di luar sekolah untuk mempelajari materi sebelum kelas serta sekolah memiliki kanal komunikasi atau platform untuk berbagi materi.
Sekolah memiliki laboratorium komputer atau perangkat digital yang cukup untuk digunakan oleh murid.
Gambaran Umum
Prasyarat
Hal yang Perlu Disiapkan
Station Rotation
Manfaatkan�Ruang Murid di sini! :)
Manfaatkan Papan Interaktif dan Ruang Murid di sini!
Stasiun 1
Stasiun 2
Stasiun 3
Stasiun 4
Flipped Classroom
Manfaatkan
Ruang Murid di sini! :)
Manfaatkan
Papan Interaktif di sini!
Sebelum Kelas
Murid mempelajari secara mandiri materi yang sudah diberikan oleh guru untuk aktivitas di kelas berikutnya.
Pembelajaran di Kelas
Murid mencoba mengaplikasikan konsep/materi yang sudah dipelajari sebelumnya dengan studi kasus, eksplorasi materi belajar di papan interaktif, projek, dan sebagainya.
Tindak Lanjut
Murid merefleksikan pemahaman dan melanjutkan pembelajaran secara mandiri.
Lab Rotation
Murid berotasi dari kelas tatap muka ke laboratorium komputer/gawai untuk eksplorasi belajar mandiri
Fokus pada eksplorasi mandiri menggunakan video, simulasi, atau asesmen digital
Membantu murid memperdalam konsep sesuai kecepatan masing-masing
Pemanfaatan Digital dan Digitalisasi Pembelajaran
3
Pengalaman Belajar
Nilai Memuliakan
Penerapan PM wajib dijiwai dengan nilai saling memuliakan.
Saling memuliakan dapat diwujudkan dalam tindakan-tindakan berikut :
Menghormati perbedaan latar belakang, cara belajar, dan karakter murid.
Memberi ruang partisipasi aktif dan otonomi dalam proses belajar.
Membangun relasi yang hangat dan bermakna antara guru dan murid.
Mendorong siswa menyadari dan mengembangkan potensi terbaiknya, bukan sekadar mencapai nilai akademik.
Menggunakan bahasa verbal dan nonverbal yang baik, benar, dan sesuai
(tepat secara kontekstual).
Menerapkan Prinsip Pembelajaran
Berkesadaran
Kegiatan yang memberikan kenyamanan peserta didik dalam belajar, fokus, konsentrasi, dan perhatian. Melalui prinsip ini dapat melibatkan proses berpikir yang terbuka terhadap perspektif baru serta membangun keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
1
Bermakna
Pembelajaran yang kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, terkait dengan pengalaman sebelumnya, pemanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, dan terkait dengan bidang ilmu lain untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
2
Menggembirakan
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan aktivitas pembelajaran yang menarik, menginspirasi, menantang dan memotivasi, serta menunjukkan keberhasilan belajar
3
Merancang Pengalaman Belajar
Rancang pembelajaran yang efektif memungkinkan murid untuk memahami konsep secara mendalam melalui eksplorasi teori, diskusi, atau demonstrasi.
Buat rencana pembelajaran yang memberi pengalaman mengaplikasikan pengetahuan dengan menyelesaikan tugas, melakukan eksperimen, atau mengerjakan proyek berbasis dunia nyata.
Perencanaan pembelajaran perlu memberikan pengalaman belajar merefleksi, di mana murid meninjau kembali proses belajar mereka, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menyusun strategi untuk perbaikan di masa depan.
4
Asesmen
Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran
Asesmen Selama Proses Pembelajaran
Asesmen Hasil Pembelajaran
Asesmen ini direncanakan untuk mendapatkan bukti kesiapan belajar secara emosional dan mental, pengetahuan awal, dan kebutuhan belajar murid (tuntutan capaian pembelajaran dalam kurikulum, tingkat pemenuhan prasyarat dari CP, dan minat atau keinginan).
Asesmen ini direncanakan untuk memantau perkembangan belajar murid, memberikan umpan balik untuk perbaikan kontinyu
(baik dari guru ke murid, maupun dari murid ke guru).
Asesmen ini direncanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi sebagai bukti keberhasilan pembelajaran.
Analisis pencapaian CP sebelumnya, pre-test, diskusi awal, kuesioner, dll.
Observasi, refleksi, diskusi, kuis, atau jurnal belajar.
Tes, portofolio, proyek, presentasi, dsb.
Komponen Minimum Perencanaan Pembelajaran
Identifikasi | Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
Desain Pembelajaran | Tujuan Pembelajaran:�Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan. |
Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya. | |
Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional. | |
Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional). | |
Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya. |
Keimanan dan Ketakwaan terhadap
Tuhan YME
Kewargaan
Kreativitas
Penalaran Kritis
Kemandirian
Kolaborasi
Komunikasi
Kesehatan
Langkah-langkah Pembelajaran | |
Pengalaman Belajar | Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi murid untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. | |
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas murid mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi. | |
Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi murid:
| |
Asesmen Pembelajaran | Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat, asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik murid. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya. |
Terima Kasih
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Pendidikan Anak Usia Dini
Perencanaan
Pembelajaran Mendalam
di Satuan PAUD
Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran
untuk Literasi dan Numerasi
Perencanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis TPACK
Perencanaan pembelajaran berbasis TPACK adalah rencana pendidik
dalam menyusun kegiatan belajar dengan menggabungkan materi
yang akan dipelajari anak, cara mengajar yang sesuai dengan
dunia bermain anak, dan penggunaan teknologi secara
tepat, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah
dipahami, bermakna, menyenangkan, dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran serta perkembangan anak.
Sebelum memahami perencanaan pembelajaran mendalam berbasis TPACK,
Mari kita pelajari dulu bagaimana
Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan untuk meningkatkan kompetensi murid secara optimal.
Kerangka kerja pembelajaran mendalam terdiri atas empat komponen, yaitu:
Pembelajaran mendalam difokuskan
pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan. Profil lulusan dicapai melalui prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Dimensi Profil Lulusan
1
Prinsip Pembelajaran
2
Pengalaman Belajar
3
Kerangka Pembelajaran
4
Prinsip tersebut diwujudkan melalui pengalaman belajar murid, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi serta didukung oleh praktik pedagogis oleh Pendidik yang berfokus pada pengalaman belajar murid yang autentik, lingkungan pembelajaran yang bervariasi, terintegrasi, serta memberikan keamanan dan kenyamanan kepada murid, pemanfaatan teknologi digital sebagai katalis, serta adanya kemitraan pembelajaran yang membentuk hubungan kolaboratif.
Pembelajaran Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Kerangka
Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design
©️ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
8 Dimensi Profil Lulusan
1
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
2
Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.
3
Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
4
Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
8 Dimensi Profil Lulusan
5
Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
6
Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
7
Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
8
Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan,
dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
Contoh Keterkaitan Tujuan Pembelajaran dan DPL
Tujuan Pembelajaran
Dimensi Profil Lulusan
Murid mengenal Tuhan Yang Maha Esa melalui makhluk hidup.
Murid melakukan koordinasi mata dan tangan dengan mengarahkan tangan mereka untuk mencapai dan memanipulasi objek dengan bantuan penglihatan.
Murid menunjukkan pemahaman korespondensi satu ke satu menggunakan benda konkret.
Murid dapat mengenali warna.
Murid meniru bentuk/simbol menggunakan media tulis
1
2
3
4
5
Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kreativitas
Bernalar kritis
1
2
3
Prinsip Pembelajaran Mendalam
Dalam mencapai dimensi profil lulusan, pembelajaran mendalam berlandaskan tiga prinsip pembelajaran, yaitu:
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Ketiga prinsip ini saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan berkelanjutan bagi murid.
Prinsip Berkesadaran
Prinsip berkesadaran dalam pembelajaran mendalam di PAUD adalah ketika guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, membantu anak fokus dan memperhatikan kegiatan, anak tahu apa yang sedang dipelajari, apa yang sedang ia coba, dan bisa menceritakan pengalamannya dengan caranya sendiri, memberi kesempatan anak memilih dan menjelaskan pilihannya, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
Prinsip Bermakna
Prinsip bermakna dalam pembelajaran mendalam adalah ketika guru merancang kegiatan belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, melibatkan anak ikut memecahkan masalah sederhana, mengaitkan dengan pengalaman yang sudah dimiliki anak, serta memberi pengalaman belajar yang bermanfaat dan dapat digunakan kembali dalam situasi lain, sehingga anak terbiasa menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Prinsip Menggembirakan
Prinsip menggembirakan dalam pembelajaran mendalam di PAUD adalah ketika guru menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, menghadirkan kegiatan yang menarik dan menginspirasi, memberi tantangan yang memotivasi, membuat anak merasakan keberhasilan belajar (aha moment), serta memberi ruang bagi anak untuk berprakarsa dan berkreasi sesuai minat dan tahap perkembangannya.
Pengalaman Belajar
Memahami dalam pembelajaran mendalam adalah tahap awal belajar, di mana guru membantu anak mengetahui apa yang akan dipelajari, lalu mengajak anak aktif mencoba, mengamati, dan bertanya, sehingga anak dapat memahami konsep atau materi dengan lebih jelas melalui berbagai kegiatan, sumber, dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.
Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi
Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas murid mengaplikasikan pengetahuan secara kontekstual.
Merefleksi merupakan proses saat murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan.
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Lingkungan Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Kemitraan Pembelajaran
Praktik pedagogis merujuk pada strategi mengajar yang dipilih pendidik untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan.
Praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan.
Contoh:
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam.
Ruangan ditata dengan alat dan bahan yang dapat memotivasi anak untuk melakukan eksplorasi untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun menggunakan ruangan di lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Pada tahap pelaksanaan, teknologi digital memfasilitasi pemanfaatan website sebagai sumber belajar, perpustakaan digital, video edukasi, multimedia interaktif, simulasi, animasi, dan gamifikasi.
Kemitraan pembelajaran akan membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi, umpan balik kepada murid melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Pendidik dapat melibatkan keluarga, masyarakat, atau komunitas sebagai mitra yang memberikan dukungan pembelajaran dalam konteks autentik
Contoh Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis | Pembelajaran inkuiri |
Kemitraan Pembelajaran | Kemitraan dengan orangtua dan masyarakat untuk menyediakan sumber belajar |
Lingkungan Pembelajaran | Menyediakan lingkungan main dengan berbagai kegiatan main yang kaya alat dan bahan untuk mendukung eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. |
Pemanfaatan Teknologi Digital | Video materi interaktif jamu kunyit yang dapat diakses pada Ruang Murid. |
Komponen Perencanaan
Pembelajaran Mendalam
Komponen Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Intrakurikuler)
1
2
4
3
Identifikasi
Asesmen
Desain Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Identifikasi
Berisi minimal dimensi profil lulusan yang mengacu pada tujuan pembelajaran yang terdapat dalam perencanaan pembelajaran, sehingga sejalan antara tujuan pembelajaran dengan kompetensi yang ingin di bangun pada dimensi profil lulusan.
1
Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran minimal memuat tujuan pembelajaran dan kerangka pembelajaran.
Langkah yang penting dalam merancang pembelajaran adalah:
Tujuan pembelajaran ini merupakan arah pembelajaran yang akan dituju pendidik dalam memfasilitasi murid untuk mencapai kemampuan tertentu, mengacu pada tujuan yang telah disusun pada kurikulum setiap satuan pendidikan (yang telah dituangkan dalam bentuk alur tujuan pembelajaran).
Dalam menentukan kerangka pembelajaran pendidik perlu mempertimbangkan 4 komponen, yaitu:
2
Menentukan tujuan pembelajaran
a
Menentukan kerangka pembelajaran
b
Desain Pembelajaran
2
Desain Pembelajaran
2
Pengalaman Belajar
Dalam membangun pengalaman belajar, pendidik perlu memperhatikan prinsip pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pembelajaran dilaksanakan untuk membangun kesadaran murid, mendapatkan pengalaman belajar bermakna sesuai kebutuhan, minat dan konteks dimana murid berada, sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang menggembirakan dalam mencapai tujuan pembelajarannya.
3
Pengalaman belajar dapat dirancang pendidik dalam beberapa kali pertemuan, misalnya untuk lima kali pertemuan, disesuaikan dengan ruang lingkup pengalaman belajar yang akan diberikan pada murid.
Saat murid melakukan aktivitas bermain/belajar pendidik memberikan dukungan (scaffolding) agar dapat dipastikan tujuan pembelajaran tercapai. Satu kegiatan dapat dilakukan beberapa hari oleh murid untuk memfasilitasi eksplorasi murid menggunakan alat dan bahan yang beragam. Setiap murid dapat memilih kegiatan sesuai minatnya (tidak harus seluruh kegiatan dilakukan murid). Pendidik perlu memastikan semua tujuan pembelajaran terstimulasi dengan dukungan yang tepat.
Pengalaman Belajar
3
Pada konteks PAUD, memahami dapat diperoleh murid melalui penjelasan pendidik pada awal pembelajaran terkait tujuan pembelajaran yang memuat konsep tertentu. Kegiatan ini mengenalkan murid terhadap konsep yang akan dicapai sesuai yang termuat dalam tujuan pembelajaran. Pemahaman konsep dilakukan melalui pengalaman langsung dan eksploratif menggunakan benda, bahan, alat, dan sumber belajar langsung.
Memahami
Pengalaman belajar akan optimal ketika murid mengalami pembelajaran dengan mengaktifkan semua inderanya. Peran pendidik untuk memfasilitasi agar murid dapat memahami konsep dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pendidik juga perlu memantik atau mengembangkan gagasan murid untuk menggugah inisiatif, kreativitas, dan berpikir kritis. Murid juga terbuka untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan mencoba beberapa hal yang memungkinkan untuk menemukan pengalaman-pengalaman baru. Pendidik perlu waspada untuk tidak terlalu membatasi murid terkungkung dalam satu aktivitas saja, ataupun harus mencoba semua kegiatan yang disediakan pendidik. Untuk memperoleh pembelajaran mendalam, kadang sebuah pembelajaran tertentu dapat digali lebih dalam dan ditarik pada tujuan pembelajaran yang dapat memperkaya pemahaman murid. Pendidik perlu memfasilitasi murid dengan satu atau beberapa kegiatan yang mendorong murid melakukan eksplorasi sesuai minat dan kebutuhannya.
Mengaplikasi
Sebuah pembelajaran akan memiliki makna jika murid mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk merefleksi dan mengevaluasi hal-hal yang telah dipelajarinya dikaitkan dengan konsep pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya pendidik dapat memperkuat dan menyimpulkan sehingga murid dapat menarik hubungan-hubungan dan nantinya mampu mengembangkan gagasannya dalam konteks yang berbeda.
Merefleksi
Pengalaman Belajar
3
Contoh Pengalaman Belajar
Memahami (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)
TPACK LEVEL 1: ADAPTING
Di mana teknologi Buku Digital Interaktif dipakai untuk menyampaikan materi dan murid diajak untuk mengamati dan berdiskusi
Pengalaman Belajar
3
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)
Apakah kamu pernah ke peternakan?
Kenapa kamu memilih hewan itu sebagai hewan ternak kesukaan kamu?
Membuat gambar hewan ternak kesukaan di atas kertas
Menggunakan Playdough atau tanah liat untuk membuat telur ayam
Membuat kolase hewan ternak dengan potongan-potongan kecil
1
2
3
1
2
Pengalaman Belajar
3
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan)
Asesmen
4
Asesmen dapat dilakukan pada awal pembelajaran, proses pembelajaran, dan akhir pembelajaran. Pendidik menggunakan asesmen autentik melalui observasi. Teknik penilaian yang dapat digunakan antara lain: observasi, penugasan, kinerja, dll. Untuk mendukung pelaksanaan teknik asesmen dapat menggunakan beberapa instrumen antara lain: ceklis, catatan anekdot, hasil karya, rubrik, dsb.
Perencanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis TPACK
Pengertian TPACK
TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK)
(tpack.org, 2011)
Komponen Utama
Pengetahuan tentang materi pelajaran yang diajarkan.
Contoh: Guru PAUD memahami materi atau bahan ajar tentang matematika permulaan, sains, dll.
Content Knowledge (CK)
Pengetahuan tentang strategi mengajar, teori belajar, manajemen kelas, metode pembelajaran, dsb.
Contoh: Guru tahu kapan harus pakai diskusi kelompok atau demonstrasi, atau pembelajaran proyek
Pedagogical Knowledge (PK)
Pengetahuan tentang penggunaan alat/teknologi, baik digital maupun non-digital.
Contoh: Guru tahu cara memakai PowerPoint, aplikasi interaktif, atau platform e-learning, sumber belajar pada website rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid
Technological Knowledge (TK)
Level TPACK Berdasarkan Tahapan RPP
Accepting
Adapting
Exploring
Advancing
I
II
III
IV
Guru menerima kondisi kelas apa adanya dan menggunakan teknologi paling sederhana yang tersedia.
Guru mulai menyesuaikan teknologi agar mendukung kegiatan belajar tanpa mengubah cara mengajar utama.
Guru mencoba berbagai cara menggabungkan materi, metode, dan teknologi untuk membuat pembelajaran lebih variatif.
Guru menggunakan teknologi secara percaya diri untuk menciptakan pengalaman belajar baru yang lebih bermakna bagi anak. Misalnya mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi (Bahan Ajar digital interaktif)
Terima Kasih