Uji Scheffe merupakan uji lanjutan analisis varians (analisis komparatif) yang digunakan untuk mengetahui mana yang terbaik dari hal-hal yang dibandingkankan oleh peneliti. Uji scheffe digunakan untuk mengetahui mana perlakuan (treatment) yang paling efektif dalam suatu penelitian. Uji scheffe kompatibel dengan uji analisis ragam, dimana uji ini tidak pernah menyatakan kontras signifikan jika uji F tidak nyata. Uji scheffe dikembangkan oleh Henry Scheffe (1959) yang digunakan untuk pembanding yang tidak perlu orthogonal.
UJI SCHEFFE
Langkah pengerjaan dan rumus dalam menggunakan Uji Scheffe
Ket: t :nilai uji scheffe
C :selisih rata-rata perlakuan
KTG :kuadrat tengah galat
r :jumlah pengulangan
Ket : ts :nilai kritis uji scheffe
t :jumlah perlakuan
F :tabel F
ฮฑ :nilai signifikansi
dbp :derajat bebas perlakuan
dbg :derajat bebas galat
CONTOH SOAL
Seorang peneliti ingin mengetahui keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa jurusan Fisika. Peneliti melakukan eksperimen terhadap 3 kelas Fisika dengan mengambil 5 mahasiswa dari masing-masing kelas, yaitu kelas A yang diajar tanpa praktikum selama perkuliahannya, kelas B dengan 50% praktikum selama perkuliahannya, dan kelas C dengan 75% praktikum selama perkuliahannya. Diperoleh data penelitian yang ditampilkan sebagai berikut :
SUBJEK | PERLAKUAN | JUMLAH | ||
A | B | C | ||
1 | 4 | 5 | 6 | 15 |
2 | 2 | 7 | 8 | 17 |
3 | 6 | 4 | 4 | 14 |
4 | 3 | 4 | 7 | 14 |
5 | 3 | 6 | 8 | 17 |
JUMLAH | 18 | 26 | 33 | 77 |
RATA-RATA | 3,6 | 5,2 | 6,6 | |
PENYELESAIAN
H0 : Tidak ada pengaruh keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa
H1 : Terdapat pengaruh keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa
H0 ditolak, jika Fhitung > Ftabel
Dari hasil perhitungan didapat bahwa Fhitung>Ftabel, sehingga H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
SUMBER VARIANSI | DERAJAT BEBAS | JUMLAH KUADRAT | KUADRAT TENGAH | F HITUNG | F TABEL (5%) |
Perlakuan | 2 | 22,53 | 11,27 | 4,987 | 3,89 |
Galat | 12 | 27,2 | 2,76 | | |
Total | 14 | 49,73 | | | |
UJI SCHEFFE
H0 : Pengaruh keefektifan praktikum antara kelompok-i dan kelompok-j tidak signifikan.
H1 : Pengaruh keefektifan praktikum antara kelompok-i dan kelompok-j signifikan.
H0 ditolak, jika nilai uji scheffe (t) > nilai kritis uji scheffe (ts).
Berdasarkan hasil perhitungan uji scheffe, dapat disimpulkan bahwa pengaruh keefektifan praktikum mahasiswa dengan kelas A (tanpa praktikum) dan kelas C (dengan 75% praktikum dalam perkuliahannya) signifikan.
PASANGAN | NILAI UJI SCHEFFE | | NILAI KRITIS UJI SCHEFFE | KESIMPULAN |
AB | 1,683 | โค | 2,789 | Tidak signifikan |
AC | 3,155 | > | 2,789 | Signifikan |
BC | 1,472 | โค | 2,789 | Tidak signifikan |
PERHITUNGAN UJI SCHEFFE MENGGUNAKAN SPSS
OUTPUT ๏ฟฝSPSS
Soal
1. Dengan menggunakan uji Scheffe, tentukan apakah terdapat perbedaan rata-rata antara perlakuan berikut:
2. Dapatkah soal no.1 dikerjakan dengan uji kontras orthogonal? Jelaskan alasannya!
3. Bandingkan rata-rata perlakuan berikut dengan menggunakan uji scheffe dan kontras orthogonal
Apakah kedua uji tersebut memberikan kesimpulan yang sama?