1 of 20

Uji Scheffe merupakan uji lanjutan analisis varians (analisis komparatif) yang digunakan untuk mengetahui mana yang terbaik dari hal-hal yang dibandingkankan oleh peneliti. Uji scheffe digunakan untuk mengetahui mana perlakuan (treatment) yang paling efektif dalam suatu penelitian. Uji scheffe kompatibel dengan uji analisis ragam, dimana uji ini tidak pernah menyatakan kontras signifikan jika uji F tidak nyata. Uji scheffe dikembangkan oleh Henry Scheffe (1959) yang digunakan untuk pembanding yang tidak perlu orthogonal.

UJI SCHEFFE

2 of 20

Langkah pengerjaan dan rumus dalam menggunakan Uji Scheffe

  • Menentukan Hipotesis
  • Membuat dan menghitung tabel ANAVA
  • Menghitung nilai uji scheffe

Ket: t :nilai uji scheffe

C :selisih rata-rata perlakuan

KTG :kuadrat tengah galat

r :jumlah pengulangan

3 of 20

  • Menghitung nilai kritis Uji Scheffe

Ket : ts :nilai kritis uji scheffe

t :jumlah perlakuan

F :tabel F

ฮฑ :nilai signifikansi

dbp :derajat bebas perlakuan

dbg :derajat bebas galat

  • Membandingkan nilai uji scheffe dengan nilai kritis uji scheffe
  • Menentukan kesimpulan

4 of 20

CONTOH SOAL

Seorang peneliti ingin mengetahui keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa jurusan Fisika. Peneliti melakukan eksperimen terhadap 3 kelas Fisika dengan mengambil 5 mahasiswa dari masing-masing kelas, yaitu kelas A yang diajar tanpa praktikum selama perkuliahannya, kelas B dengan 50% praktikum selama perkuliahannya, dan kelas C dengan 75% praktikum selama perkuliahannya. Diperoleh data penelitian yang ditampilkan sebagai berikut :

5 of 20

SUBJEK

PERLAKUAN

JUMLAH

A

B

C

1

4

5

6

15

2

2

7

8

17

3

6

4

4

14

4

3

4

7

14

5

3

6

8

17

JUMLAH

18

26

33

77

RATA-RATA

3,6

5,2

6,6

6 of 20

PENYELESAIAN

  • HIPOTESIS

H0 : Tidak ada pengaruh keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa

H1 : Terdapat pengaruh keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa

  • ATURAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

H0 ditolak, jika Fhitung > Ftabel

7 of 20

  • TABEL ANOVA

  • KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan didapat bahwa Fhitung>Ftabel, sehingga H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan keefektifan praktikum dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

SUMBER VARIANSI

DERAJAT BEBAS

JUMLAH KUADRAT

KUADRAT TENGAH

F HITUNG

F TABEL (5%)

Perlakuan

2

22,53

11,27

4,987

3,89

Galat

12

27,2

2,76

Total

14

49,73

8 of 20

UJI SCHEFFE

  • HIPOTESIS

H0 : Pengaruh keefektifan praktikum antara kelompok-i dan kelompok-j tidak signifikan.

H1 : Pengaruh keefektifan praktikum antara kelompok-i dan kelompok-j signifikan.

  • STATISTIK UJI

  • ATURAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

H0 ditolak, jika nilai uji scheffe (t) > nilai kritis uji scheffe (ts).

9 of 20

  • PERHITUNGAN NILAI UJI SCHEFFE
  • Pasangan AB

  • Pasangan AC

  • Pasangan BC

10 of 20

  • PERHITUNGAN NILAI KRITIS UJI SCHEFFE

  • PERBANDINGAN

  • KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan uji scheffe, dapat disimpulkan bahwa pengaruh keefektifan praktikum mahasiswa dengan kelas A (tanpa praktikum) dan kelas C (dengan 75% praktikum dalam perkuliahannya) signifikan.

PASANGAN

NILAI UJI SCHEFFE

NILAI KRITIS UJI SCHEFFE

KESIMPULAN

AB

1,683

โ‰ค

2,789

Tidak signifikan

AC

3,155

>

2,789

Signifikan

BC

1,472

โ‰ค

2,789

Tidak signifikan

11 of 20

12 of 20

PERHITUNGAN UJI SCHEFFE MENGGUNAKAN SPSS

  • Buka aplikasi SPSS, kemudian klik โ€œVariable Viewโ€ di pojok kiri bawah jendela.
  • Pada kolom โ€œnameโ€ isi dengan nama variabel subjek dan perlakuan.
  • Pada kolom โ€œvalueโ€ isi variabel perlakuan dengan :
    • nilai 1 untuk perlakuan A,
    • nilai 2 untuk perlakuan B,
    • nilai 3 untuk perlakuan C.
  • Pada kolom โ€œmeasureโ€ pilih nominal.

13 of 20

14 of 20

  • Kemudian analisa data menggunakan Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA

  • Substitusikan โ€œsubjekโ€ ke dependent list dan โ€œperlakuanโ€ ke factor.

15 of 20

  • Klik โ€œPostHocโ€ dan pilih โ€œscheffeโ€. Tentukan juga significance level yaitu 0,05

  • Kemudian klik โ€œContinueโ€ dan โ€œOKโ€

16 of 20

OUTPUT ๏ฟฝSPSS

  • Pada tabel ANOVA, dapat dilihat bahwa nilai sig. adalah 0,027. Nilai sig. <0,05 sehingga H0 ditolak.

17 of 20

  • Untuk perlakuan A-B, nilai sig>0,05, sehingga H0 diterima
  • Untuk perlakuan A-C, nilai sig<0,05, sehingga H0 ditolak
  • Untuk perlakuan B-C, nilai sig>0,05 sehingga H0 diterima

18 of 20

Soal

  • Terdapat 4 waktu (Pagi, Siang, Sore, Malam) untuk menyampaikan pelajaran metematika kepada siswa SMA. Ingin diteliti apakah ada perbedaan pengaruh waktu terhadap hasil pengajaran. Kecuali waktu bahan pelajaran dan lain-lain dibuat sama. Dimisalkan ada 20 orang anak dengan dasar yang sama yang dijadikan percobaan. Secara acak diambil 5 anak untuk tiap waktu. Pada akhir percobaan yang dilakukan dengan metode pengajaran dan materi yang sama, diadakan ujian. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

19 of 20

20 of 20

1. Dengan menggunakan uji Scheffe, tentukan apakah terdapat perbedaan rata-rata antara perlakuan berikut:

  • Pagi vs siang
  • Pagi vs lainnya (siang, sore, malam)

2. Dapatkah soal no.1 dikerjakan dengan uji kontras orthogonal? Jelaskan alasannya!

3. Bandingkan rata-rata perlakuan berikut dengan menggunakan uji scheffe dan kontras orthogonal

  • Pagi vs malam
  • Siang vs sore
  • Pagi dan malam vs siang dan sore

Apakah kedua uji tersebut memberikan kesimpulan yang sama?