1 of 10

PENDEKATAN ILMIAH

MATA KULIAH IAD, IBD, ISD

PGMI

2 of 10

A. Metode Ilmiah dan Implementasinya

Untuk mencapai kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan itu sendiri dengan faktanya maka dibutuhkan suatu metode atau cara yang tepat. Dan ini disebut denga metode ilmiah.

Dengan metode ilmiah akan dihasilkan suatu pengetahuan yang bersifat sistematis, berobjek dan berlaku secara universal. Seperti air yang didinginkan pada suhu tertentu akan membeku, maka ini akan berlaku untuk air dimana saja tidak hanya air yang waktu itu digunakan sebagai bahan percobaan.

3 of 10

Langkah untuk melakukan tahapan atau �metode ilmiah:

1. Penentuan Masalah dan Perumusan Masalah

Dalam kehidupan kita sehari-hari acapkali menemukan berbagai masalah, dan masalah tersebut perlu dirumuskan sehingga dapat dianalisi secara logis kemudian dapat dipecahkan. Masalah perlu dibatasi atau ditetapkan ruang lingkupnya agar fokus pemecahannya.

Masalah juga perlu dideskripsikan secara jelas , karena masalah merupakan suatu gejala dimana beberapa fakta saling berkaitan dan membentuk suatu kerangka masalah. Unsur-unsur yang membentuk masalah dapat diturunkan secara empiris, namun adakalanya ada unsur-unsur masalah yang tidak dapat dikenal langsung secara empiris sehingga diperlukan kerangka pemikiran rasional.

4 of 10

2. Hipotesis

3. Pengujian Hipotesis

Hipotesis semacam kerangka pemikiran sementara yang menjelaskan hubungan antara unsur-unsur yang membentuk suatu kerangka masalah. Kerangka pemikiran sementara ini selanjutnya disusun secara deduktif berdasarkan premis-premis atau pengetahuan yang telah diketahui kebenarannya.

Dalam pengujian hipotesis merupaan langkah untuk mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan deduksi hipotesis. Jika fakta-fakta yang ada sesuai dengan konsekuensi hipotesis, artinya hipotesis yang diajukan adalah benar karena didukung oleh fakta. Dan berlaku sebaliknya jika fakta-fakta yang ada tidak sesuai dengan hipotesis artinya hipotesis itu ditolak

5 of 10

B. Penemuan Kebenaran Dengan Cara Non Ilmiah

Penemuan kebenaran dengan cara ini didapatkan melalui:

1. Penemuan secara Kebetulan diperoleh tanpa

rencana, tidak pasti, serta tidak melalui langkah-langkah yang sistematik dan terkendali.

2. Akal Sehat (Common Sense), merupakan serangkaian konsep dan bagan konsep untuk penggunaan secara praktis dalam memecahkan suatu masalah. Bila diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya disebut prasangka.

3. Wahyu/ Ilham

4. Intuitif (Dorongan Hati) didapat melalui proses yang cepat tanpa disadari atau terpikir lebih dahulu, sukar dipercaya sebab tidak terdapat langkah-langkah yang sistematis dan terkendali, disebut juga ” metode a priori”

5. Coba-coba (Trial and Error) diperoleh tanpa kepastian akan terjadi suatu kondisi tertentu untuk pemecahan suatu masalah.

6. Otoritas Ilmiah dan Kewibawaan orang-orang yang biasanya berpendidikan tinggi dan dianggap mempunyai keahlian di bidang ilmu tertentu; dan atau orangorang yang dipilih atau dianggap sebagai pemimpin masyarakat sebab mempunyai kharisma.

7. Spekulasi dilakukan melalui suatu pertimbangan dalam suasana penuh risiko, sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan coba-coba.

6 of 10

C. Keterbatasan Metode Ilmiah

Dengan metode ilmiah akan dihasilkan ilmu atau pengetahuan yang ilmiah,. Untuk menguji hipotesis dibutuhkan data yang merupakan pengamatan dari pancaindera dan dalam hal ini ada keterbatasan (pancaindera terbatas untuk menangkap suatu fakta), dengan demikian jika data yang didapat terbatas maka akan ada kemungkinan kesimpulan yang diambil berdasarkan data tersebut memiliki peluang tidak benar.

Kesimpulan yang diambil baru dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yang menolak kesimpulan tersebut. Keterbatasan lainnya adalah metode ilmiah tidak dapat digunakan untuk membuat kesimpulan yang berkaitan dengan baik-buruk atau system nilai, seni dan keindahan.

7 of 10

D. Sikap Ilmiah

Ilmu pengetahuan memiliki ciri khas yaitu obyektif, metodik dan sistematis serta berlaku umum. Sehingga setiap orang yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan akan terkondisi untuk memiliki sikap ilmiah antara lain:

1. Mencintai kebenaran yang obyektif, bersikap adil

2. Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolute

3. Tidak percaya pada takhayul

4. Ingin tahu lebih banyak

5. Tidak berpikir secara saja pada suatu kesimpulan tanpa bukti yang nyata.

7. Optimis, teliti dan beraprasangka

6. Tidak mudah percaya begitu ni menyatakan kesimpulan yang menurut ilmiahnya benar.

8 of 10

E. Kontribusi Ilmuwan Muslim Dalam Sains dan Teknologi

Teknologi adalah ilmu yang menggali berbagai pengetahuan terapan. Teknologi juga sering dipakai untuk menyebut berbagai jenis peralatan yang mempermudah hidup manusia.

Berikut kontribusi ilmuwan muslim dalam sains dan teknologi.

1. Al Khazini, meneliti mengapa semua benda jatuh ke bumi. Dan teori ini disebut dengan teori gravitasi. Beberapa abad kemudian, Isaac Newton meneliti teori yang sama.

2. Nashirudin at-Thusi, ilmuwan pertama yang mengukur jarak benda langit langit dengan angka, dimana sebelumnya orang yunani mengukur dengan perkiraan.

3. Abu Said al Asmai dan Abu Khair, ilmuwan yang mempelajari kehidupan tumbuhan yang kemudian dikenal dengan ilmu botani.

4. Syarif al-Idrisi, merupakan ilmuwan yang mempelajari bumi dan yang pertama berhasil membuat globe (bola dunia).

9 of 10

5. Ibnu Amajur 885-933 M, ilmuwan yang mencatat perjalanan bulan dengan sangat teliti, bahkan dapat menunjukkan kesalahan teori mengenai garis lintang bulan yang diungkapkan Hipparchus abad 2 sebelum masehi.

6. Taqiuddin merupakan insinyur muslim pertama yang membuat jam bermesin. Jam rancangannya bergerak menggunakan rangkaian gir dan pegas yang berdetak serta dilengkapi dengan alarm. Sementara orang Eropa baru membuat jam 300 tahun setelah orang muslim membuatnya yaitu pada tahun 1525.

7. Ibnu Yunus, merupakan ilmuwan muslim yang ahli di bidang Fisika dan Astronomi. Beliau menggunakan bandul untuk mengukur waktu ketika meneropong benda angkasa. Dan apa yang beliau lakukan ini 6 abad lebih awal dari yang juga dilakukan oleh ilmuwan barat yaitu Galileo

Galilei. Sisa sisa observatoriumnya masih dapat dijumpai pada saat ini.

10 of 10

Thanks!

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik