Untuk SMA/MA Kelas X
MEDIA MENGAJAR
KIMIA
Kelompok Peminatan
Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
LARUTAN ELEKTROLIT DAN KONSEP REDOKS
BAB 5
https://pixnio.com/Tama66
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
1. Larutan
Larutan adalah campuran homogen antara pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Komponen yang jumlahnya lebih banyak disebut pelarut, sedangkan komponen yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut.
Contoh larutan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya air kelapa, emas murni, dan udara.
https://id.m.wikipedia.org/ Crisco 1492
https://pixabay.com/ istara
https://pixabay.com/ Free-Photos
2. Pengertian Elektrolit dan Nonelektrolit
Larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan listrik, dan larutan nonelektrolit, yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik.
Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian itu dan/atau adanya suatu perubahan (misalnya timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya.
3. Teori Ion SvanteArrhenius
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak?
Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandungion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan.
(a) Elektrolit (NaCl) dalam larutan terurai menjadi ion-ion, sedangkan (b) nonelektrolit (urea) tetap sebagai molekul. Ion-ion yang bergerak bebas dapat menghantarkan listrik
Dokumen penerbit
4. Elektrolit Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar
Elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang dapat terhidrolisis.
a. Senyawa ion
Dalam kristal (padatan), ion-ion tersebut tidak dapat bergerak bebas, melainkan diam pada tempatnya. Oleh karena itu, padatan senyawa ion tidak menghantarkan listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dilelehkan atau dilarutkan, ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik.
b. Senyawa kovalen polar
Berbagai zat dengan molekul polar, seperti HCl dan CH3COOH, jika dilarutkan dalam air, dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantarkan listrik. Hal itu terjadi karena antarmolekul polar tersebut terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertentu dalam molekul tersebut.
Daya hantar listrik senyawa ion, kovalen polar, dan kovalen nonpolar.
https://www.shutterstock.com/Inna Bigun
5. Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Pada konsentrasi sama, elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada elektrolit lemah.
Banyak-sedikitnya elektrolit yang mengion dinyatakan dengan derajat ionisasi atau derajat disosiasi (a)
Dokumen penerbit
REAKSI REDOKS
Reaksi dengan oksigen lazim disebut reaksi oksidasi. Sebaliknya, reaksi pelepasan oksigen disebut reaksi reduksi.
Reduksi dan oksidasi berlangsung secara simultan (bersamaan) sehingga penamaan yang lebih tepat adalah reaksi reduksioksidasi atau reaksi redoks.
Reaksi pada proses perkaratan
besi merupakan reaksi redoks.
https://pxhere.com/en/photo/1016817
1. Perkembangan Konsep Reduksi dan Oksidasi
a. Oksidasi-reduksi sebagai pengikatan dan pelepas anoksigen
b. Oksidasi-reduksi sebagai pelepasan dan penerimaan elektron
Jelaskan reaksi berikut!
Dokumen penerbit
c. Oksidasi-reduksi sebagai pertambahan dan penurunan bilangan oksidasi
Setelah melepas 2 elektron, bilangan oksidasi kalsium naik dari 0 menjadi +2. Sementara itu, setelah menyerap 2 elektron, bilangan oksidasi S turun dari 0 menjadi –2. Jadi, dalam reaksi itu, kalsium mengalami oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi), sedangkan belerang mengalami reduksi (penurunan bilangan oksidasi).
Dokumen penerbit
2. Konsep Bilangan Oksidasi
a. Pengertian bilangan oksidasi
Besarnya muatan yang diemban oleh suatu atom dalam suatu senyawa jika semua elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif disebut bilangan oksidasi.
Dokumen penerbit
b. Aturan menentukan bilangan oksidasi
1) Unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0.
2) Fluorin, unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron, mempunyai bilangan oksidasi –1 pada semua senyawanya.
3) Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda positif. Bilangan oksidasi beberapa unsur logam adalah sebagai berikut.
4) Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan muatannya.
5) Bilangan oksidasi H umumnya = +1, kecuali dalam senyawanya dengan logam (hidrida), bilangan oksidasi H = –1.
6) Bilangan oksidasi O umumnya = –2.
7) Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0.
8) Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatannya.
Contoh soal:
Contoh soal:
3. Reaksi Disproporsionasi dan Reaksi Konproporsionasi
Reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks yang oksidator dan reduktor nya merupakan zat yang sama. Jadi, sebagian dari zat itu mengalami oksidasi, dan sebagian lagi mengalami reduksi.
Reaksi konproporsionasi merupakan kebalikan dari reaksi disproporsionasi, yaitu reaksi redoks yang mana hasil reduksi dan oksidasinya sama.
4. Tata Nama IUPAC
Salah satu cara yang disarankan IUPAC untuk membedakan senyawa-senyawa seperti itu adalah dengan menuliskan bilangan oksidasinya dalam tanda kurung dengan angka romawi.
Namun, tata nama senyawa kovalen biner yang lebih umum digunakan adalah dengan cara menyebutkan angka indeksnya
5. Pengolahan Air Kotor
Air sungai yang kotor memiliki jumlah oksigen terlarut sedikit (kadar DO kecil) dan kadar BOD yang besar.
Pengolahan tahap primer bertujuan untuk memisahkan sampah yang tidak larut dalam air,
Tahap sekunder bertujuan untuk menghilangkan BOD, yaitu dengan cara mengoksidasinya.
Tahap tersier bertujuan untuk menghilangkan sampah lain yang masih ada, seperti limbah organik beracun, logam berat, dan bakteri.
Pengolahan air limbah biasanya dibagi menjadi tiga tahap:
https://pxhere.com/id/photo/1254686
Diagram pengolahan air limbah dengan proses lumpur aktif. Lumpur aktif adalah lumpur yang kaya dengan bakteri aerob, yaitu bakteri yang dapat menguraikan limbah organik yang dapat mengalami biodegradasi (oxygen-demanding materials).
Dokumen penerbit