1 of 25

Riset, Teknologi dan Penerapan Industri Kreatif Masa Pandemi untuk menuju Pemulihan Ekonomi Bangsa�

Seminar Nasional Industri Kreatif Informatika, Teknologi & Humaniora - SEMNAS IKRA-ITH 2021

Kampus Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Jakarta, 09 Oktober 2021

Prof. Ir. Sri Astuti Indriyati, MS., Ph.D

2 of 25

Konsep SPATIAL & Konsep TECHNOLOGY�Ranah Kontekstual Arsitektur sebagai Ilmu Pengetahuan yang merespon New-Normal Lifestyle (Covid-19 Impact)

  • New-Normal Lifestyle === New-Normal Space-Used

 

  • Dalam ranah konsep spasial, aspek arsitektur yang dituntut untuk mengalami perubahan dan penyesuaian berdasarkan narasi kehidupan normal-baru

3 of 25

Konsep SPATIAL – RUANG PUBLIK

  • Terjadinya penularan virus Covid-19 antar manusia yang sedang berkegiatan secara komunal atau di dalam kerumunan massa menuntut dilakukannya perubahan secara konseptual mengenai ruang publik, baik merupakan ruang terbuka seperti alun-alun, city walkplaza, taman kota, car free day, maupun ruang tertutup seperti pasar, mall, sekolah dan lain sebagainya.

  • Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Dr. Hans Henri P. Kluge yang merupakan Direktur Regional WHO untuk wilayah Eropa sebagaimana dikutip oleh Tempo.co, bahwasanya fasilitas yang harus mendapatkan pengaturan ketat pada pelaksanaan kehidupan normal-baru dikarenakan memiliki tingkat ketentanan yang tinggi ialah ruang publik, selain hunian yang ditempati oleh kalangan lanjut usia dan permukiman padat. 

4 of 25

Ruang Publik: Pasar Tradisional

  • Ruang Publik menjadi erat dengan perilaku berkerumun, bercengkerama, bersentuhan, tatap muka, yang hampir-hampir meniadakan jarak antar pengguna.
  • Kita mengenal pasar di mana pengunjung pasar saling berdesak-desakan dalam melakukan transaksi jual beli hingga untuk dapat sekedar melewati jalanan pasar.
  • Perilaku tersebut ditoleransi oleh pengguna karena pasar yang merupakan ruang publik dipahami sebagai ruang bersama yang dapat diakses dan digunakan oleh siapa pun, karenanya hampir tidak pernah kita mendapati konflik terjadi antar pengunjung pasar akibat saling bersentuhan.

5 of 25

Ruang Publik: Urban Kontemporer

  • Dalam kehidupan urban kontemporer, ruang publik berperan sebagai denyut nadi kehidupan kota dengan mengupayakannya mencapai vitalitas kegiatan yang tinggi melalui penyelenggaraan berbagai event untuk menarik warga kota berkumpul dalam kerumunan, sebut saja konser musik, pameran kebudayaan, hingga lomba lari berbalut hiburan, yang menjadikan pengaturan jarak untuk menegaskan ruang personal oleh masing-masing pengguna ruang hampir tidak dapat dipertahankan. 

6 of 25

Ruang Publik/Urban Kontemporer VS New-Normal (Zero)

  • Dengan aturan physical distancing untuk menghindari penularan virus Covid-19 yang menuntut antar manusia menjaga jarak 1-2 meter dari sesamanya akan merubah pemahaman ruang publik secara konseptual karena ruang publik sebagai ruang berkerumunnya massa justru akan meningkatkan potensi terjadinya penularan virus.

7 of 25

Ruang Publik – Change the Function �(Bergeser Fungsi dan Maknanya di era New-Normal)

  • Dengan demikian dalam masa kehidupan normal-baru ruang publik dengan karakternya sebagai ruang toleransi dengan keterbukaan ruang personal tidak lagi dapat dibenarkan berdasarkan protokol kesehatan.

  • Di sinilah ruang publik dalam kehidupan normal-baru menjadi paradoks karena pertemuan dan perkumpulan di ruang publik oleh masyarakat harus dilakukan dengan membatasi jumlah pengguna ruang dan dengan menjaga jarak antar pengguna ruang.

8 of 25

Pasar Tradisional

9 of 25

Urban Kontemporer

10 of 25

Konsep SPATIAL – Perubahan Programatik Ruang Publik (Medium Scale)

  • perubahan konseptual ruang publik mendorong dilakukannya penyesuaian programatik spasial ruang publik.
  • Programatik spasial berkaitan dengan luasan ruang yang ditentukan berdasarkan sifat ruang, suasana ruang, kapasitas ruang, dan perabot ruang.
  • Dengan diberlakukannya protokol physical distancing akan berpengaruh terhadap luasan dan kapasitas ruang.
  • Luasan ruang yang sama tidak lagi dapat diperuntukkan untuk jumlah pengguna yang sama karena pada masa kehidupan normal-baru setiap pengguna ruang harus menjaga jarak dari sesamanya, sehingga akan terjadi penurunan kapasitas ruang. 

11 of 25

Public Space has changed�\ Outdoor Physical Distancing

12 of 25

Outdoor Café: Reduce Risks�Indoor to Outdoor Acts

13 of 25

Custom resto: Outdoor

14 of 25

Workhome Stations

15 of 25

Kehidupan NEW NORMAL: INDOOR SPACE�Tuntutan ruang yang sehat agar meminimalkan resiko terinfeksi Covid19.

  • Dalam kegiatan perancangan arsitektur pada masa kehidupan normal-baru, penyesuaian terhadap programatik spasial akan merubah panduan dan kaidah perancangan:
    • yang selama ini menekankan pada efisiensi jika merujuk pada arsitektur modern
    • Yang selama ini menekankan pada kebutuhan emosional jika merujuk pada arsitektur posmodern.

  • Kehidupan normal-baru menuntut aspek kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi bentukan dan tata ruang arsitektur.

  • Mulai kini, suatu ruang dirancang tidak lagi sebatas didasari nilai ekonomi berkaitan dengan kapasitas ruang, efektivitas melangsungkan kegiatan di dalam ruang, dan kemudahan mobilisasi antar ruang, maupun desain ruang yang mampu memberikan kepuasan emosional bagi pengguna berkaitan dengan identitas dan simbol-simbol pada ruang.

16 of 25

Indoor Treatments: �Restaurant, Workspace, Classroom

17 of 25

Architecture Classroom: UCLA University

18 of 25

Penyesuaian perabot di area restoran pada masa pandemi Covid-19 dan desain perabot untuk masa kehidupan normal-baru

Pada masa pandemi, upaya spasial yang terbilang darurat sudah banyak dipraktikkan dengan melakukan pembatasan dan penjarakkan pengunjung di ruang publik dengan mengatur tata ruang dan tata telak perabot yang menghalangi terjadinya kerumunan masa

penyesuaian desain perabot yang memungkinkan pengguna dapat menjaga jarak yang aman sesuai protokol kesehatan, seperti kursi single seater yang hanya diperuntukkan untuk 1 orang dengan jarak yang aman dari dudukan kursi lainnya atau dari jalur sirkulasi yang diperuntukkan bagi pengguna ruang untuk lalu lalang.

19 of 25

Penyesuaian desain perabot yang memungkinkan pengguna dapat menjaga jarak yang aman sesuai protokol kesehatan, seperti kursi single seater yang hanya diperuntukkan untuk 1 orang dengan jarak yang aman dari dudukan kursi lainnya

20 of 25

Konsep TECHNOLOGY

  • Teknologi arsitektur berkaitan dengan aspek kekuatan dan durabilitas ruang merujuk pada sistem struktur, konstruksi, dan bahan bangunan, serta aspek performa ruang merujuk pada sistem pencahayaan dan penghawaan.

  • Dalam konteks kehidupan normal-baru, aspek teknologi arsitektur dituntut untuk mampu menghambat, hingga memutus penyebaran virus Covid-19 di dalam ruang.

21 of 25

Spesifikasi bahan demikian, potensi penyebaran virus Covid-19 melalui unsur arsitektural

  • Dibutuhkan teknologi bahan baru yang tidak saja memiliki durabilitas yang tinggi terhadap penyemprotan disinfektan secara rutin,
  • Teknologi bahan dengan karakteristik tidak dapat dihinggapi virus Covid-19 dalam jangka waktu panjang, bahkan mampu membunuh virus Covid-19 yang menempel pada bahan.
  • Spesifikasi bahan dipilih dimana potensi penyebaran virus Covid-19 melalui unsur arsitektural yang mudah dipegang dan digunakan secara komunal dapat ditekan, seperti railing, kusen, bukaan pintu, perabot, dan lain sebagainya. 

22 of 25

2nd Urban Kontemporer Issues: AirCon

  • Cepatnya penyebaran virus Covid-19 di lingkungan urban kontemporer diduga salah satunya akibat aktivitas bersama di dalam ruang tertutup maupun transportasi umum dengan penghawaan buatan AC.
  • Resiko penyebaran virus Covid-19 akan meningkat di dalam ruang yang tertutup dengan bukaan yang minim dan tingkat kesesakan ruang yang tinggi, terlebih jika secara terus menerus hanya mengandalkan AC untuk sirkulasi penghawaan di dalam ruang. 
  • Kalangan ahli di bidang fisik bangunan bersama kalangan ahli di bidang kesehatan akan mencari solusi pengaruh sistem penghawaan serta pencahayaan alami terhadap penyebaran virus Covid-19 dalam ruang terkait dengan tingkat kelembaban ruang, hembusan angin yang mengalir masuk dan keluar ruang, tingkat cahaya matahari di dalam ruang, dan sebagainya, sehingga dapat diputuskan teknologi pencahayaan dan penghawaan yang tepat untuk memutus penyebaran virus di dalam ruang. 

23 of 25

3rd Users’ Hygienes

  • Memutus penyebaran virus Covid-19, terutama di ruang publik, juga sangat terkait dengan teknologi kebersihan agar pengguna ruang dapat membersihkan bagian tubuhnya dengan teratur, seperti dengan menyediakan wastafel publik yang dilengkapi dengan sabun maupun spot penyemprotan disinfektan untuk barang bawaan dan sanitizer untuk tangan yang disebar dalam radius tertentu dengan desain yang estetik dan mudah dikenali, sehingga lingkungan kehidupan manusia dapat tetap tampil dengan kualitas visual yang baik sesuai kaidah arsitektur sekaligus dapat memenuhi protokol kesehatan berkaitan dengan tingkat kebersihan ruang dan diri pengguna ruang selama berkegiatan di dalam ruang. 
  • Pemilihan material toucless juga menjadi pertimbangan (sensoris)

24 of 25

  • Penyesuaian aspek teknologi arsitektur dalam rangka realisasi kehidupan normal-baru menuntut perubahan paradigma dalam penciptaan teknologi yang tidak lagi sebatas dipengaruhi nilai ekonomi, kenyamanan tubuh, keamanan pengguna, dan estetika, tetapi juga harus memenuhi standar kesehatan ruang sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan untuk memutus penyebaran virus Covid-19 di dalam ruang.

25 of 25

Conclusions

  • Perubahan dan penyesuaian konsep spasial dan konsep teknologi dalam arsitektur akan merubah paradigma perancangan arsitektur dengan mengedepankan kesehatan ruang dan kesehatan pengguna ruang.