1 of 22

EKONOMI AGROINDUSTRI

10. INTRA-INDUSTRY TRADE

Program Studi Agribisnis

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Oleh: Shenny Oktoriana, SP, M.Sc

Email: shenny.oktoriana@faperta.untan.ac.id

Telp.: 082157747234

2 of 22

DEFINISI INTRA-INDUSTRY TRADE

Pedagangan intra industri atau intra-industry trade merupakan perdagangan yang terjadi pada suatu negara yang mengekspor sekaligus mengimpor barang maupun jasa yang diklasifikasikan dalam sektor yang sama secara simultan

(Charles, 2007)

3 of 22

KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

  • Perdagangan internasional terjadi ketika masing-masing negara yang melakukan perdagangan internasional dapat memanfaatkan perbedaan faktor-faktor produksi dan teknologi yang dimiliki.
  • Perbedaan faktor produksi dan teknologi tersebut menjadi alasan adanya keunggulan komparatif setiap produk unggulan yang dimiliki oleh masing-masing negara

Spesialisasi akan dilakukan oleh setiap negara dalam menghasilkan suatu produk dengan keunggulan komparatifnya kemudian saling menukarkannya dengan negara lain yang memiliki keunggulan komparatif dalam barang lainnya

(Halwani, 2002)

4 of 22

KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan internasional terwujud dalam bentuk perdagangan atas produk-produk yang berasal dari industri yang berbeda dari masing-masing negara (inter-industry trade)

5 of 22

KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

  • Perkembangan dalam perdagangan internasional selanjutnya mengarah pada adanya perdagangan dalam industri yang sama
  • Perdagangan tersebut terjadi antar negara yang berspesialisasi dalam produk tertentu dalam industri sejenis

Bentuk perdagangan dalam industri sejenis disebut

intra-industry trade

6 of 22

KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Inter-industry trade

Akibat perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masng negara, sehingga memungkinkan suatu negara memiliki keunggulan komparatif

Intra-industry trade

Akibat adanya spesialisasi produk sehingga memungkinkan terjadinya diferensiasi produk dan efisiensi skala ekonomi pada suatu negara (akibat spesialisasi tersebut)

7 of 22

MENGAPA INTRA-INDUSTRY TRADE ?

  • Intra-industry trade didasari oleh pertimbangan untuk memperoleh keuntungan dari skala ekonomis dalam memproduksi suatu produk
  • Persaingan mendorong masing-masing perusahaan di negara-negara industri untuk memproduksi hanya satu atau sedikit varian produk (spesialisasi) untuk mempertahankan agar biaya per unit menjadi rendah
  • Dengan sedikit variasi maka penggunaan sumber daya lebih terspesialisasi, sehingga produktivitas meningkat
  • Negara tersebut kemudian akan mengimpor variasi produk yang tidak diproduksinya dari negara lain
  • Intra-industry trade menguntungkan konsumen karena mempunyai pilihan yang lebih luas untuk produk-produk yang lebih beragam dan tersedia dengan harga yang lebih rendah sebagai hasil dari skala ekonomi dalam produksi

8 of 22

FAKTOR PENGARUH INTRA-INDUSTRY TRADE

Intra-industry trade yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Pendapatan per kapita negara
  • Perbandingan pendapatan per kapita antar negara
  • Pertumbuhan ekonomi negara
  • Perbandingan pertumbuhan ekonomi antar negara

9 of 22

FAKTOR PENGARUH INTRA-INDUSTRY TRADE

  • Pendapatan per kapita negara

Pendapatan per kapita yang tinggi diikuti dengan tingginya daya beli masyarakat, sehingga terjadi kenaikan permintaan terhadap barang dengan keragaman yang lebih variatif

  • Perbandingan pendapatan per kapita antar negara

Negara-negara yang tingkat pendapatan per kapitanya relatif sama akan lebih besar peluangnya untuk melakukan intra-industry trade, karena daya beli masyarakatnya serupa (Helpman & Krugman, 1985)

10 of 22

FAKTOR PENGARUH INTRA-INDUSTRY TRADE

  • Pertumbuhan ekonomi negara

Negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi menunjukkan bahwa produksi yang dilakukan negaranya telah mencapai skala ekonomi (economic of scale), sehingga lebih memungkinkan untuk melakukan intra-industry trade

  • Perbandingan pertumbuhan ekonomi antar negara

Dua negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sebanding memiliki peluang lebih besar untuk melakukan intra-industry trade, karena kedua negara kemungkinan mencapai skala ekonomi yang setara.

11 of 22

KATEGORI INTRA-INDUSTRY TRADE

Greenaway dan Millner mengelompokkan intra-industry trade menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Country-specific 

Intra-industry trade dilakukan karena karakteristik mitra dagangnya yang sesuai

  • Industry-spesific 

Intra-industry trade dilakukan berdasarkan permintaan spesifik dari komoditi/industri dan karakteristik penawaran (supply) suatu negara

  • Policy-based

Intensitas intra-industrt trade dipengaruhi oleh faktor-faktor kelembagaan atau kebijakan pada kedua negara

12 of 22

JENIS INTRA-INDUSTRY TRADE

Merupakan impor dan ekspor produk di satu sektor dan di state of processing yang sama

1. Horizontal intra-industry trade

Pocari Sweat made in Japan dan made in Indonesia tersedia di pasar Indonesia

13 of 22

JENIS INTRA-INDUSTRY TRADE

Merupakan impor dan ekspor produk di satu sektor namun berbeda state of processing

2. Vertical intra-industry trade

Komponen iphone diimpor oleh China, di-assamble di China, kemudian diimpor oleh US, dan kemudian US mengekspornya ke berbagai negara

14 of 22

PENGUKURAN INTENSITAS INTRA-INDUSTRY TRADE

Intensitas intra-industry trade dalam suatu negara dapat dihitung dengan (GL Index)

 

 

Diketahui nilai ekspor pertanian di Indonesia pada tahun 2010 adalah 2 milyar, sedangkan impor di sektor pertanian yang dilakukan pada tahun tersebut adalah 3 milyar rupiah.

Berapa index GL sektor pertanian tersebut?

1. Grubel-Lloyd Index

15 of 22

PENGUKURAN INTENSITAS INTRA-INDUSTRY TRADE

Brülhart mengembangkan formula untuk mengukur perubahan intra-industry trade antar waktu, dengan asumsi mungkin terjadi perubahan kondisi pada setiap sektor yang ada pada suatu negara

 

Justifikasi:

Semakin mendekati nilai satu maka perdagangan lebih bersifat intra-industri. Mendekati 0 artinya perdagangan mendekati inter-industri

Diketahui nilai ekspor pertanian di Indonesia pada tahun 2010 adalah 2 milyar dan tahun 2012 senilai 4 milyar, sedangkan impor di sektor pertanian yang tahun 2010 adalah 3 milyar rupiah dan pada tahun 2012 senilai 7 milyar.

Berapa index MIIT sektor pertanian tersebut?

2. Marginal Intra-industry Trade (MIIT)

16 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

  1. Tidak selalu memerlukan keunggulan komparatif
    • Keunggulan komparatif merupakan pemicu awal terjadinya perdagangan internasional (inter-industry trade). Bagi negara yang tidak memiliki keunggulan komparatif hal ini menjadi kendala untuk melakukan perdagangan internasional
    • Intra-industry trade memungkinkan semua negara untuk melakukan perdagangan internasional karena hanya mensyaratkan adanya spesialisasi pada suatu produk hingga mencapai skala ekonomi dari kegiatan produksi yang dilakukan
    • Sering kali negara-negara yang mengimpor bahan baku kemudian mengolahnya menjadi suatu produk yang terdiferensiasi dapat mencapai skala ekonomi untuk produk yang dihasilkan tersebut, sehingga dapat melakukan perdagangan internasional
    • Adanya spesialisasi bahkan mendorong perkembangan teknologi dan inovasi di bidangnya

17 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

Contoh:

Swiss memproduksi coklat dengan bahan baku dari berbagai negara

18 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

  1. Minimnya hambatan impor
    • Intra-industry trade mengurangi tuntutan dari produsen dalam negeri untuk menerapkan hambatan, baik hambatan tarif maupun non-tarif, dalam perdagangan dengan negara lain
    • Hal ini karena masing-masing negara sudah menetapkan spesialisasi pada produknya, sehingga adanya produk sejenis yang diimpor tidak terlalu dianggap sebagai saingan
    • Bahkan adanya hambatan malah akan akan mendorong negara mitra dagang melakukan tindakan balasan

19 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

Contoh:

Jepang mengimpor Chrysler dari Amerika Serikat namun juga mengekspor Toyota ke Amerika Serikat

20 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

  1. Memperbesar keuntungan perdagangan antar negara
    • Dengan adanya intra-industry trade maka jenis barang yang diperdagangkan antar kedua negara akan bertambah banyak
    • Intra-industry trade dapat meningkatkan skala ekonomis secara tidak merugikan karena jenis barang yang diperdagangkan dapat lebih banyak
    • Produksi yang lebih besar berarti pula kenaikan jumlah tenaga kerja yang dapat diserap oleh perusahaan dan tingkat upah yang semakin tinggi

21 of 22

KEUTAMAAN INTRA-INDUSTRY TRADE

  1. Memperbesar peluang ekspansi usaha
    • Intra-industry trade melibatkan produk yang sama, sehingga faktor produksi, teknologi, dan ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melakukan proses produksi cenderung sama
    • Hal ini dapat menarik perusahaan multi-nasional untuk berinvestasi karena terdapat transfer yang mulus antara sektor yang mengalami kontraksi di suatu negara kepada sektor yang mengalami ekspansi di negara lain

22 of 22

TERIMA KASIH