1 of 34

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMP/MTs KELAS VII

Ilmu Pengatahuan Alam

2 of 34

Sumber: freepik.com

BAB 4

GAYA DAN GERAK

3 of 34

TUJUAN PEMBELAJARAN

Menjelaskan definisi pengertian gaya dan pengaruhnya pada benda melalui demonstrasi sederhana.

1

Mengaplikasikan macam-macam gaya dalam kehidupan sehari-hari.

2

Mengukur gaya segaris dan searah, serta segaris dan berlawanan arah.

3

Menghitung resultan gaya segaris dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan berpikir kritis.

4

Membandingkan berat dan massa benda dan cara pengukurannya.

5

4 of 34

TUJUAN PEMBELAJARAN

Membandingkan macam-macam gerak menurut jenis, sifat dan lintasannya.

7

Menjelaskan Hukum Newton dan penerapan gerak dalam kehidupan sehari-hari.

9

Menjelaskan definisi pengertian gerak dalam peristiwa kehidupan sehari-hari.

6

Membuat laporan eksperimen gaya gerak dan hukum newton secara berkelompok.

10

8

Membedakan kecepatan dan kelajuan dalam gerak serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

5 of 34

PROFIL PELAJAR PANCASILA

Bergotong royong

Bernalar kritis

Kreatif

Sumber: www.freepik.com

6 of 34

A. GAYA

Sumber: freepik.com

7 of 34

Gaya dapat menyebabkan perubahan, yaitu sebagai berikut.

  • Benda diam menjadi bergerak atau berpindah tempat.
  • Benda bergerak menjadi diam.
  • Mengubah arah laju benda.
  • Mengubah bentuk benda.
  • Mempercepat atau memperlambat gerak benda.

1. Pengertian Gaya

Gaya adalah suatu dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada benda.

Tanah liat dapat berubah bentuk karena gaya

Sumber: freepik.com

8 of 34

2. Macam-Macam Gaya

Gaya otot

Gaya listrik

Gaya magnetik

Gaya pegas

Gaya gravitasi

Gaya gesek

Sumber: freepik.com

9 of 34

Melukis Gaya

Gaya F1 sebesar 2 N menyebabkan benda berpindah ke kiri

F1 = 2 N

Titik tangkap

F2 = 3 N

Titik tangkap

Gaya F2 sebesar 3 N menyebabkan benda berpindah ke kanan

F2 = 3 N

Titik tangkap

Dua gaya searah, F1 sebesar 2 N dan F2 sebesar 3 N menyebabkan benda berpindah ke kanan

F1 = 2 N

R = 5 N

10 of 34

4. Resultan Gaya

Dua gaya yang bekerja segaris dan searah, maka besar resultannya merupakan penjumlahan kedua gaya tersebut.

dengan

F1 = besarnya gaya ke 1 (N),

F2 = besarnya gaya ke 2 (N), dan

R = resultan gaya (N).

R = F1 + F2

F1

F2

Sumber: www.freepik.com

11 of 34

Dua gaya yang bekerja segaris dan berlawanan arah, maka besar resultannya merupakan pengurangan kedua gaya tersebut.

dengan

F1 = besar gaya ke 1 (N),

F2 = besar gaya ke 2 (N), dan

R = resultan gaya (N).

R = F1F2

F1

Sumber: freepik.com

F2

12 of 34

Lukisan Resultan Gaya Berlawanan Arah

R = F1 - F2

R = 400 – 300 N

R = 100 N ke kanan

F1 = 300 N

Titik tangkap

F2 = 400 N

R = 100 N

Titik tangkap

13 of 34

Gambar 2

Mengukur Berat Benda

Gambar 1

Mengukur Massa Benda

5. Berat dan Massa

Massa benda merupakan banyaknya zat yang terkandung dalam benda dan selalu konstan. Diukur dengan neraca Ohaus.

Berat benda ditentukan gaya gravitasi Bumi yang berpusat di inti Bumi, sehingga semakin jauh gaya grafitasi semakin berkurang. Diukur dengan neraca pegas.

14 of 34

Hubungan Massa dan Berat Benda

dengan

w = berat benda (N),

m = massa (kg), dan

g = gaya gravitasi (m/s2).

Secara matematis dirumuskan:

w = mg

No

Massa Benda

Berat Benda

Berat dibagi Massa

1

100 gram = 0,1 kg

1 Newton

1 N / 0,1 kg = 10 N/kg

2

200 gram = 0,2 kg

2 Newton

2 N / 0,2 kg = 10 N/kg

3

300 gram = 0,3 kg

3 Newton

3 N / 0,3 kg = 10 N/kg

4

400 gram = 0,4 kg

4 Newton

4 N / 0,4 kg = 10 N/kg

5

500 gram = 0,5 kg

5 Newton

5 N / 0,5 kg = 10 N/kg

15 of 34

B. GERAK

Sumber: freepik.com

16 of 34

1. Pengertian Gerak

Benda dikatakan bergerak jika terjadi perubahan posisi atau kedudukan dari titik acuan.

Hal penting berkaitan gerak benda:

  • Titik Acuan
  • Lintasan
  • Perpindahan
  • Kecepatan
  • Percepatan

Kereta api bergerak meninggalkan stasiun.

17 of 34

2. Macam-Macam Gerak

Gerak menurut lintasan

Gerak lurus

Gerak parabola

Gerak melingkar

Gerak lurus merupakan gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus.

Gerak parabola merupakan gerak suatu benda yang lintasannya berupa parabola.

Gerak melingkar merupakan gerak suatu benda yang lintasannya berupa lingkaran.

Gerak menurut keadaan

Gerak semu

Gerak nyata

Gerak semu merupakan gerak benda yang sebenarnya diam, tetapi oleh pengamat teramati seakan-akan bergerak.

Gerak nyata merupakan gerak suatu benda karena adanya perpindahan benda terhadap titik acuan.

18 of 34

Contoh Gerak

Gerak lurus

Gerak parabola

Gerak melingkar

Gerak semu

Gerak nyata

GLBB dipercepat

GLBB diperlambat

Gerak jatuh bebas

Sumber: freepik.com

19 of 34

Jarak merupakan seluruh lintasan yang ditempuh oleh benda. Dalam hal ini Ahmad menempuh jarak yaitu 400 m + 300 m = 700 meter.

Jarak dan Perpindahan

Perpindahan merupakan panjang lintasan lurus yang diukur dari titik awal dengan posisi terakhir. Dalam hal ini perpindahan Ahmad sejauh 400 m - 300 m = 100 meter.

Ilustrasi:

Ahmad pergi ke sekolah dengan berjalan kaki ke arah barat sejauh 400 meter. Namun, ia ingat tidak membawa alat tulis sehingga ia berjalan kembali ke timur sejauh 300 untuk membeli alat tulis tersebut di warung.

400 m

300 m

20 of 34

Kelajuan (speed) adalah besarnya jarak yang ditempuh oleh suatu benda yang bergerak dalam tiap satuan waktu.

Kecepatan dan Kelajuan

Kecepatan (velocity) adalah besarnya perpindahan yang ditempuh oleh benda yang bergerak dalam tiap satuan waktu.

Secara matematis dirumuskan:

dengan

v = kelajuan (m/s),

s = jarak (m), dan

t = waktu (sekon).

 

21 of 34

Contoh:

Andika berjalan cepat ke arah timur sejauh 150 meter, kemudian kembali ke barat sejauh 50 meter. Waktu yang dibutuh adalah 20 sekon.

22 of 34

Gerak lurus merupakan gerak yang lintasannya berupa garis lurus.

Gerak lurus beraturan (GLB) merupakan gerak yang lintasannya berupa garis lurus dan kelajuannya tetap.

stotal = 20 + 20 + 20 + 20 meter

= 800 meter

3. Gerak Lurus

P

Q

R

S

T

20 m

20 m

20 m

20 m

1 sekon

2 sekon

3 sekon

4 sekon

 

v

23 of 34

Hubungan antara Kecepatan, Waktu dan Jarak pada GLB

v (m/s)

t (s)

Grafik hubungan kecepatan (v) dengan waktu (t).

s (m)

t (s)

Grafik hubungan jarak (s) dengan waktu (t).

24 of 34

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) merupakan gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan percepatan tetap.

P

Q

R

S

T

v = 2 m/s

1 sekon

2 sekon

3 sekon

4 sekon

v = 4 m/s

v = 6 m/s

v = 8 m/s

 

25 of 34

dengan

a = percepatan (m/s2),

v0 = kecepatan awal (m/s),

vt = kecepatan akhir (m/s),

s = jarak (m), dan

t = waktu (s).

Percepatan (a) adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Berikut beberapa persamaan pada GLBB.

 

 

 

26 of 34

Hubungan antara Kecepatan, Waktu dan Jarak pada GLBB

v (m/s)

t (s)

Grafik hubungan kecepatan (v) dengan waktu (t).

Grafik Hubungan jarak (s) dengan waktu (t) dipercepat.

s (m)

t (s)

s (m)

t (s)

Grafik Hubungan jarak (s) dengan waktu (t) diperlambat.

27 of 34

C. HUKUM-HUKUM NEWTON

Sumber: freepik.com

28 of 34

“Apabila resultan gaya-gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, atau tidak ada gaya yang bekerja pada benda, benda itu akan diam (tidak bergerak) atau akan bergerak lurus beraturan dengan kecepatan tetap.”

Secara matematis dinyatakan dengan persamaan:

F = 0

Gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol.

1. Hukum I Newton

29 of 34

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Gelas yang berada di atas kertas, lalu ditetakkan di tepi meja, kemudian kertas ditarik cepat maka gelas tidak jatuh.

Ketika duduk di dalam mobil yang diam, tiba-tiba secara mendadak mobil bergerak maka penumpang akan terpelanting

Kelereng di atas sendok dibawa berjalan-jalan, tiba-tiba berhenti mendadak maka kelereng tetap bergerak yang akhirnya jatuh.

Pemain ski akan tetap meluncur ketika tidak ada gaya yang bekerja maka akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap.

30 of 34

Keterangan:

F = gaya yang bekerja (N)

m = massa benda yang bergerak (kg)

a = percepatan (m/s2)

2. Hukum II Newton

“Percepatan dari suatu benda sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya"

Secara matematis dinyatakan dengan persamaan:

F = ma

31 of 34

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mobil tronton yang mengangkut muatan besar akan bergerak lambat dibanding dengan saat kosong dengan gaya mesin yang sama.

Ketika kalian mendorong gerobag yang muatannya penuh gaya yang diberikan lebih besar, dibanding gerobag kosong

Troli dengan muatan gaya tarik lebih berat

Troli kosong gaya tarik lebih ringan

32 of 34

Faksi = ⎼ Freaksi

3. Hukum III Newton

“Jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain, maka benda yang dikenai gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan”

Secara matematis dinyatakan dengan persamaan:

Gaya Normal (N)

Gaya Berat (w)

Tas memberi gaya berat (w) karena pengaruh gravitasi Bumi ke bawah, namun meja memberikan gaya normal (N) yang besarnya sama dengan gaya berat arahnya ke atas.

33 of 34

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pada saat berjalan ke depan maka gaya gesek memberikan reaksi ke belakang.

Bola yang dilempar ke dinding akan memantulkan ke arah yang berlawanan.

Ketika peluncuran roket ,maka gaya dorong roket ke bawah, mengakibatkan roket terdorong ke atas.

Gaya Reaksi

Gaya Berat (w)

Gaya Aksi

Sumber: www.freepik.com

34 of 34