1 of 39

PEMERIKSAAN PERAWATAN HARIAN

2 of 39

Perawatan

Siswa diharapkan siswa mampu melakukan P2H dengan benar dan aman .

Cepat memberikan informasi yang tepat saat terjadi kelainan pada peralatan .

3 of 39

Perawatan

Definisi Perawatan

Adalah suatu tindakan yang dilakukan dalam rangka mempertahankan atau mengembalikan suatu peralatan pada kondisi yang dapat diterima sampai dengan umur rencana yang telah ditetapkan .

4 of 39

Perawatan

  • Perawatan (maintenance) dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, seperti tergambar pada diagram berikut :

PERIODIC

MAINTENANCE

MAINTENANCE

CORRECTIVE

MAINTENANCE

PREVENTIVE MAINTENANCE

CONDITION BASE

MAINTENANCE

REPAIR & ADJUSMENT

SCHEDULE

MAINTENANCE

BREAKDOWN

MAINTENANCE

5 of 39

Perawatan

  • Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)
    • Adalah perawatan yang dilakukan dengan interval waktu tertentu yang maksudnya untuk meniadakan kemungkinan terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan mesin yang berlebihan atau cenderung fatal (unit tidak break down) .

6 of 39

Perawatan

  • Corrective Maintenance (Perawatan Koreksi)
    • Adalah perawatan yang dilakukan pada mesin yang terlanjur break down untuk mengembalikan mesin pada sandart yang diperlukan .
    • Tindakan perawatan bisa berupa reparasi atau penyetelan bagian bagian mesin .

Contoh :

  • Water pump tidak berfungsi
  • Starting motor rusak

7 of 39

Perawatan

  • Planned (Periodic) Maintenance
    • Adalah perawatan yang memang sudah diorganisir dilakukan sesuai dengan rencana, pelaksanaann sesuai dengan jadwal pengendalian dan pencatatan .

Contoh :

    • Penambahan / penggantian pelumas

dan air pendingin .

    • Penggantian filter dan adjustment .

8 of 39

Perawatan

      • Condition Base Maintenance
        • PPM (Program Pemeriksaan Mesin)
          • Adalah program pemeriksaan mesin secara lengkap .
        • PPU (Program Pemeriksaan Undercarriage)
          • Adalah program pemeriksaan dan pengukuran bagian-bagian undercarriage .
        • PAP (Program Analisa Pelumas)
          • Adalah pemeriksaan mengenai pelumas yang telah digunakan oleh mesin .

9 of 39

Perawatan

  • Break Down Maintenance
    • Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan karena mesin benar-benar mati karena rusak, tetapi kerusakan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya .

  • Emergency Maintenance
    • Adalah perawatan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang belum diperkirakan sebelumnya .

10 of 39

Perawatan

  • Kenapa diperlukannya perawatan
    • Agar kondisi mesin tetap stabil sehingga mempermudah dalam perencanaan .
    • Untuk menekan biaya produksi dan memperhitungkan / merencanakan anggaran.
    • Memperpanjang umur mesin .

11 of 39

Perawatan

  • Tujuan Perawatan
    • High Availability (Kesiapan alat untuk beroperasi yang tinggi).
    • Best Performance (Kondisi unit yang paling baik).
    • Reduce Cost (Menekan biaya perbaikan).

12 of 39

Perawatan

  • Hasil dari Tujuan Perawatan
    • Umur Alat Mencapai Maksimum
    • Produktivitas Tinggi
    • Jadwal Pekerjaan Lebih Cepat
    • Menguntungkan

13 of 39

Perawatan

      • Yang dilakukan dalam Perawatan
        • Pengechekan / Inspeksi : Operator
        • Penyetelan / Inspeksi : Operator dan Mekanik
        • Penggantian part / oli : Mekanik
        • Pembersihan / Cleaning : Operator
        • Cara operasi yang benar : Operator

14 of 39

Perawatan

Hal pertama yang dilakukan dalam perawatan adalah mengelilingi unit .

15 of 39

Perawatan

Sebelum menghidupkan engine, periksa sekeliling dan bagian bawah unit terhadap kekendoran bolt dan nut, atau kebocoran oli, fuel, air pendingin, juga periksa kondisi peralatan kerja dan hydraulic system . Periksa juga sambungan-sambungan kabel dan debu-debu yang menempel pada tempat bertemperature tinggi .

Selalu lakukan pemeriksaan sebagai berikut setiap hari .

16 of 39

Perawatan

  • Periksalah kerusakan, keausan, keoblakan dari peralatan, cylinders, lingkage atau hoses .

17 of 39

Perawatan

  • Bersihkan kotoran dan debu di sekeliling engine, battery dan radiator . Periksa juga terhadap material yang mudah terbakar (daunan kering, ranting pohon atau rerumputan) yang terdapat di sekitar battery atau komponen yang bertemperature tinggi, seperti muffler dan turbocharger . Bersihkan semua kotoran dan material yang mudah terbakar tersebut .

18 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan radiator
    • Periksa bolt pengikat radiator .
    • Periksa kondisi core radiator .

19 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan keausan endbit
    • Periksa kekencangan baut dan batas limit penggantian endbit .

Keterangan :

standart size : 335 mm

repair limit : 235 mm

20 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan keausan cutting edge
    • Periksa kekencangan baut dan batas limit penggantian cutting edge .

Keterangan :

standart size : 254 mm

repair limit : 215 mm

21 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan kondisi peralatan kerja
    • Periksa kekencangan bolt .
    • Periksa kebocoran oli dari seal hydraulic .
    • Periksa kekencangan lock pin, pin dan kondisi pelumasannya .
    • Periksa kondisi hose .

Bolt

Seal

Pin & lock pin

Hose

22 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan kondisi undercarriage
    • Periksa kondisi pin, bushing, track link, shoe dan komponen komponen lainnya dari keausan, kekendoran dan keoblakan .
    • Periksa kekencangan track shoe .
    • Periksa kebersihan undercarriage

23 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan kondisi shoe
    • Periksa kondisi keausan pada shoe
    • Periksa kekencangan bolt shoe .

Keterangan :

standart size : 80 mm

repair limit : 30 mm

24 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan kondisi shoe
    • Periksa kondisi keausan pada track roller
    • Periksa kekencangan bolt pada brucket .

Keterangan :

standart size : 270 mm

repair limit : 234 mm

25 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan kondisi ripper
    • Periksa kondisi point ripper
    • Periksa kekencangan pin dan lock pin .
    • Periksa kebocoran oli dari seal dan hose cylinder .

Point ripper

Pin & lock pin

hose

Seal

Keterangan :

standart size : 335 mm

repair limit : 225 mm

26 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan level oli hidrolik
    • Parkir unit ditempat aman dan rata.
    • Posisikan blade dan ripper di tanah .
    • Bila engine baru dimatikan tunggu ± 5 menit .
    • Periksa ketinggian oli hidrolik pada kaca penduga .
    • Pastikan oli berada antara high dan low .
    • Tambahkan oli jika pada kaca penduga kurang.

Sight gauge

Keterangan :

kapasitas hydraulic system : 270 liter .

27 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan coolant level
    • Periksa dan pastikan jumlah air pendingin (coolant) ada diantara tanda high dan low pada Sub Tank, Jika kurang, tambahkan air melalui cap.

Sub tank

Keterangan :

kapasitas cooling system : 165 liter .

28 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan oli engine
    • Pastikan selalu memeriksa level oli engine sebelum operasi, dan pastikan unit di permukaan yang rata .
    • Bila engine baru dimatikan tunggu ± 15 menit .
    • Bersihkan filler oli, agar kotoran tidak ikut masuk ke engine .
    • Saat pemeriksaan oli engine, ujung dipstick menghadap ke bawah .
    • Level oli harus antara range high dan low .

Engine oil filler

Dipstick

Keterangan :

kapasitas engine oil pan : 58 liter .

29 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan jumlah fuel
    • Posisikan starting switch pada posisi ON dan periksa jumlah fuel melalui fuel gauge .
    • Setelah selesai operasi, isi kembali fuel tank .
    • Pastikan breather yang terdapat pada cap tidak tersumbat .

Fuel tank

breather

30 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan oli power train
    • Parkir unit di tempat rata dan aman .
    • Turunkan attachment di tanah .
    • Start engine ± 5 menit .
    • Cabut dipstick, periksa oli pada sisi Cold dan oli harus diantara max dan Min .
    • Tambahkan oli secukupnya jika kurang .

Cap

Dipstick

31 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan battery
    • Gas battery mudah meledak, jauhkan dari api atau panas lainnya. Gunakan lampu sebagai alat penerang penerang saat pemeriksaan battery, jangan mengguna-kan korek api.
    • Jangan mengoperasikan unit jika air battery dibawah LOW.

32 of 39

Perawatan

  • Untuk mencegah kecelakaan, patuhi beberapa hal berikut :
    • Isi battery ditempat yang sirkulasi udaranya cukup .
    • Gunakan kaca mata, dan sarung tangan karet .
    • Hindari menghisap gas battery .
    • Gunakan prosedur yang benar saat men-jumper unit.
    • Jika terkena air battery, cuci dengan air, gunakan soda untuk menetralkan asam .
    • Jika mata terkana cairan battery segera cuci dengan air selama 10-15 menit, dan periksakan ke dokter .

33 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan pada saat operasi
    • Secara periodik (dari waktu ke waktu) lakukan pemeriksaan kondisi Instrument Panel.
    • Jika terjadi keabnormalan, secepatnya lakukan pemeriksaan dan perbaikan (laporkan ke atasan).

34 of 39

Perawatan

  • Pemeriksaan setelah engine mati
    • Periksa keliling unit dan cek peralatan kerja serta undercarriage. Periksa juga kebocoran oli dan air, bila menemukan kondisi abnormal, segera laporkan ke atasan.
    • Bersihkan undercarriage dari lumpur dan kotoran yang melekat agar roller dapat berputar dengan baik dan memudahkan kita pada saat melakukan pemeriksaan komponen.

35 of 39

Perawatan

  • Contoh beberapa gangguan yang terjadi secara umum dan penyebabnya :

    • Engine oil pressure monitor menyala
      1. Jumlah oli di oil pan kurang
      2. Oil filter buntu / kotor
      3. Adanya kebocoran oli engine

    • Asap hitam
      • Campuran bahan bakar dengan udara lebih banyak bahan bakar.
      • Air cleaner element kotor / buntu

36 of 39

Perawatan

  • Contoh beberapa gangguan yang terjadi secara umum dan penyebabnya :

3. Hunting

      • Terdapat banyak gelembung udara dalam fuel system .

4. Asap kebiru - biruan

      • Oli ikut terbakar .
      • Kebocoran kompresi tinggi .
      • Turbocharge rusak, oli bocor ke air intake dan exhaust system .

37 of 39

Perawatan

  • Contoh beberapa gangguan yang terjadi secara umum dan penyebabnya :

5. Asap keputih - putihan

      • Fuel bercampur dengan air .
      • Injection timing tidak tepat .

6. Radiator Coolant Level menyala

      • Jumlah air pendingin kurang .
      • Tutup radiator kendor .

38 of 39

Perawatan

  • Contoh beberapa gangguan yang terjadi secara umum dan penyebabnya :

7. Low power hydraulic

      • Oli kurang
      • Oil filter buntu
      • Oil pump rusak
      • Seal cylinder rusak
      • Relief valve rusak

39 of 39

TERIMA KASIH