ANALISIS TECHNO-ECONOMIC AIR KONDENSAT BOILER UNTUK IDENTIFIKASI EFISIENSI BOILER DAN MEMPERPANJANG UMUR MEMBRANE REVERSE OSMOSIS�TUGAS KHUSUS BLENDING
Fauzan Dini Fadhilah
Tufana Muhallik Jahulan
Politeknik Negeri Bandung
OUTLINE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Pendahuluan
Latar Belakang
Tujuan
Output
Manfaat
Dasar Teori
Boiler
Efisiensi Boiler
Prosedur Kegiatan
Volume Steam yang Dihasilkan
Volume Bahan Bakar Terpakai
Data Pengamatan
Data Kondisi Operasi Boiler
Perhitungan dan Pengolahan Data
Efisiensi Boiler
Loss Cost Boiler
Pembahasan
Fakta dan Masalah Boiler
9 Rekomendasi Kebijakan
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sistem pemantauan penggunaan boiler pada logbook harian yang belum terdigitalisasi dan tidak dilengkapi pemrosesan efisiensi secara langsung.
Belum adanya pengukuran atau pemantauan secara mandiri dari PTPL-PUC dalam mengukur penurunan efisiensi dan cost loss boiler.
TUJUAN
Mengetahui laju alir steam yang dihasilkan sebagai dasar penentuan efisiensi boiler
Membuat sistem pemantauan sekaligus perhitungan efisiensi boiler dan cost loss setiap pemakaian
OUTPUT
Sistem digitalisasi pendataan dan pengukuran berbasis Microsoft Excel untuk menentukan efisiensi bahan bakar boiler dan cost loss yang dihasilkan selama per pemakaian yang biasanya mencapai tekanan 5 kg/cm^2.
MANFAAT
Bagi Pertamina Lubricants :
Pertamina Lubricant dapat mengadopsi sistem perhitungan yang akan dibuat dalam mengukur efisiensi Boiler. Data efisiensi Boiler dapat digunakan sebagai dasar peninjauan dan penilaian atas performa Boiler, termasuk dasar penentuan waktu maintenance, sebagai data pendukung yang dapat menjustifikasi penggantian Boiler, dll.
Bagi Mahasiswa:
Menjadi wahana investigative, Auditting Skill dan Innovative Thinking untuk merumuskan sebuah solusi untuk permasalah engineering yang nyata dan memiliki demand yang jelas secara efektif dan ekonomis serta berbasis iniative-driven.
DASAR TEORI
BOILER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Sumber : Sugiharto A. 2020. Perhitungan Efisiensi Boiler Dengan Metode Secara Langsung pada Boiler Pipa Api. Vol 10 (12).
Logbook Boiler Maxitherm PTPL-PUC
EFISIENSI BOILER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Efisiensi Boiler adalah cara mengukur pemanfaatan energi yang tersedia dalam bahan bakar yang digunakan oleh utilitas (boiler) untuk memproduksi steam atau uap air.
Keterangan :
Qsteam : Energi panas total yang diserap uap air (kalori/joule)
Qfuel : Energi panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar (kalori/joule)
Fsteam : Laju pembentukan steam (kg/jam)
Ffuel: Laju pembakaran bahan bakar (kg/jam)
hg: Entalpi uap keluar boiler (kcal/kg)
hf: Entalpi air masuk boiler (kcal/kg)
GCVfuel: Nilai kalor spesifik bahan bakar (kcal/kg)
Direct Methode
Sumber : Shah, S., dan Adharyu, M. (2011): Boiler Efficiency Analysis Using Direct Method, International Conferene On Current Trends In Technology.
PROSEDUR KEGIATAN
PROSEDUR KEGIATAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
VOLUME STEAM YANG DIHASILKAN
Mengukur massa steam yang dihasilkan (∆hwater loss) untuk satu kali pemakaian mencapai tekanan 5 bar atau 5 kg/cm2.
Hawal
Hakhir
∆H = Steam yang terbentuk
PROSEDUR KEGIATAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
VOLUME BAHAN BAKAR TERPAKAI
DATA PENGAMATAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
DATA PENGAMATAN
DATA KONDISI OPERASI BOILER
Parameter | Terbaca | Hasil Konversi | ||
Nilai | Satuan | Nilai | Satuan | |
Tekanan | 5 | kgf/cm2 gauge | 6 | bar abs |
Suhu | 160 | C | 160 | C |
V fuel | 56.374 | L | 0.06 | m3 |
t fuel | 22 | menit | 0.37 | Jam |
Fuel Density | 880 | kg/m3 | 880 | kg/m3 |
CV Fuel | 36588.69 | KJ/Kg | 36588.69 | KJ/Kg |
h air | 2.8 | cm | 2.8 | cm |
Ekuivalent h-v | 240.913 | L/cm | 240.913 | L/cm |
Volume air | 674.5565 | L | 672.5329 | kg |
Nilai kalor bahan bakar didapat dari sumber :
Andhany, Bella (2016) Kinerja Bom Kalorimeter Pada Pengukuran Nilai Kalor Biosolar (Performance of Bom Calorimeter to Measuring Calorific Value of Biosolar). Undergraduate thesis, undip.
PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA
PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
EFISIENSI BOILER
Jadi setiap penurunan satu centimeter pada level meter boiler menunjukan kehilangan atau penurunan volume air sebesar 240,913 L
Data Literatur
Data Hasil Pengamatan
Data Hasil Perhitungan
PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
EFISIENSI BOILER
2. Massa Steam yang dihasilkan (FSteam)
Data Literatur
Data Hasil Pengamatan
Data Hasil Perhitungan
PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
EFISIENSI BOILER
3. Laju alir Bahan Bakar Aktual
Data Literatur
Data Hasil Pengamatan
Data Hasil Perhitungan
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA
EFISIENSI BOILER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
DATA PENGAMATAN
EFISIENSI BOILER
F = Laju Alir (Kg/h)
Δh = Selisih ketinggian pada Indikator Level Boiler (cm)
h/v ratio = Ekuivalensi ketinggian Boiler dan Volume Air (cm/L)
ρ water = Densitas air
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
TINJAUAN PUSTAKA
KONDISI EXISITING
03
RESIKO OVERHEATING
Overheating adalah kondisi dimana suhu produk melebihi 40C (Rored diatas 60C). Overheating pada produk dapat berisiko mengakibatkan :
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
TINJAUAN PUSTAKA
KONDISI EXISITING
01
Untuk memastikan homogenitas produk yang terjaga, maka diperlukan upaya homogenisasi yang cocok dengan karakteristik produk, utamanya karakteristik yang berhubungan dengan sifat kinematic produk seperti viskositas dan densitas.
Kebutuhan Pemanasan
Untuk menghasilkan produk yang homogen, maka tangki Blending dilengkapi dengan
Pemanasan diberikan pada produk dengan aditif kental atau dilengkapi pewarna. Pemanasan dilakukan dengan HE yang supply steamnya diatur secara manual dan bersifat biner. Belum ada upaya control process yang konkrit dalam menjaga suhu produk
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
INSTRUMENT SISTEM OTOMASI PROSES YANG TERLIBAT
CONTROL VALVE (CV)
CV merupakan Valve yang biasanya sudah dilengkapi dengan skema adjustment bukaan yang dapat diintegrasikan dengan process control tertentu, sehingga memungkinkan adanya adjustment Manipulative Variable untuk mengkondisikan process variable guna sesuai dengan setpoint yang diinginkan.
ACTUATOR
Aktuator merupakan alat yang mampu menghasilkan output yang mampu menggerakkan valve. Output aktuator dapat berupa sinya listrik, pneumatic maupun hidrolik. Aktuator akan mengeluarkan sejumlah output sebagai respon atas sinyal yang dikirimkan oleh controller. Aktuator dapat bekerja secara direct dan indirect.
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
INSTRUMENT SISTEM OTOMASI PROSES YANG TERLIBAT
INDIKATOR DAN�TRANSMITTER�TEMPERATURE
Indikator merupakan alat yang memperlihatkan nilai real-time dari suati variable pada proses tertentu. Nilai variable dapat ditampilkan secara digital maupun analog. Sedangkan transmitter merupakan alat yang mengirimkan nilai variable tersebut ke controller.
CONTROLLER
Kontroller merupakan alat yang memproses selisih/perbedaan antara PV yang diperoleh pada indikator dengan setpoint yang diinginkan melalui penyesuian nilai MV.
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Aksi Pengendali
BENTUK PENGENDALIAN
Aksi Sistem Proses, Aksi Pengendali, dan Katub Kendali
Aksi Sistem Proses (PV) | Variabel Proses (PV) | Variabel Pengendali (MV) | Aksi Pengendali | Aksi Katub Pengendali |
Direct Acting | Naik | Turun | Naik | Turun | Reverse Acting | Biasanya Fail Close (FC) atau Air to Open |
Reverse Acting | Naik | Turun | Turun | Naik | Direct Acting | Biasanya Fail Open atau Air to Close |
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Penentuan Bentuk Pengendalian Di Sistem Proses Blending
BENTUK PENGENDALIAN
Penentuan Bentuk Pengendalian
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Prinsip Pengendalian yang Digunakan
Mengukur | Membandingkan | Menghitung | Aksi |
Suhu Tangki (T) | Membandingkan suhu (T) dengan setpoint (Tra/b) | Jika Trb ≥ T ≥ Tra, tutup laju alir steam | Tutup Penuh Valve Steam |
Jika T ≤ Trb, buka laju alir steam | Buka Penuh Valve Steam |
BENTUK PENGENDALIAN
Prinsip Pengendalian
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Diagram Blok Pengendalian
Keterangan :
Tr = setpoint (Suhu minyak yg diinginkan
T = suhu tanki blending (Variabel Process)
Tm = suhu Tangki terukur
e = error = Tr – Tm
F = Laju alir minyak masuk
To = suhu minyak masuk
Th = Suhu steam
S = Laju steam (Manipulated variabel)
BENTUK PENGENDALIAN
Diagram Blok Bentuk Pengendalian
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
CONNECTION TYPE
Dinamakan demikian karena adanya permukaan gasket yang lebih tinggi dari pada boltingnya. Jenis dapat digunakan pada beragam jenis gasket, jenis jaket dan material komposit.
RAISED FORCE (RF)
RING-TYPE JOINT (RTJ)
Joint jenis ini digunakan untuk aplikasi yang melibatkan tekanan dan suhu tinggi (Maks Class 600 Pressure dan 427C). Joint ini dilengkapi dengan ring gasket, flange seal dan bolts terkompresi sehingga cocok untuk metal to metal seal.
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
CONNECTION TYPE
Tougue and Groove (T&G)�Male and Female
Joint ini memiliki dua jenis permukaan, bagian yang pertama memiliki permukaan yang timbul (Tongue/Male) dan bagian lainnya memiliki cekungan (Female/Groove) untuk kemudian dapat diisi oleh bagian timbul.
Kelebihan jenis memiliki sifat penyegelan (Sealing Properties) yang baik, sedangkan kekurangannya adalah perlu penyesuaian male and femalenya, Jika sistem pipa yang akan dipasangi valve tersedia dalam bentuk connection female, maka perlu mencari valve yang memiiki connection male, seringkali ketersediaan alat secara komersil tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
STANDARD PENGUKURAN
BRITISH STANDARD PIPE
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
STANDARD PENGUKURAN
NATIONAL PIPE TAPER
TINJAUAN PUSTAKA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
COEFFICIENT VALVE
CV menyatakan kemampuan valve dalam mengalirkan fluida dalam kondisi terbuka penuh relatif terhadap pressure dropnya. CV dapat dicari dengan persamaan berikut dimana Q merupakan flow dalam GPM dan DeltaP sebagai pressure drop dalam PSi. Maka sesuatu valve yang memiliki CV sebesar 10, artinya mampu mengalirkan 10 GPM untuk setiap pressure drop 1 Psi di sepanjang valve tersebut. Angka ini akan memudahkan dalam pemilihan valve yang tepat dengan hanya mengandalkan flow yang akan digunakan dan pressure drop yang diinginkan
TINJAUAN PUSTAKA
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
VALVE TRIM
Valve trim menjelaskan karakteristik dari penyempitan diameter pada input valve menuju struktur orifice valve. Valve trim biasanya dapat dituangkan dalam grafik %flow terhadap %bukaan valve. Sekurang-kurangnya terdapat 3 jenis trim valve
SNAP /QUICK OPENING
Jenis memungkinkan ternjadinya penutupan dan pembukaan dalam waktu yang cepat (On/Off Service). Biasanya digunakan dalam liquid dump, pressure relief maupuun metering
EQUAL PERCENTAGE
Trim ini biasa digunaka pada sistem Pressure control, aliran gas/steam pada aplikasi throttling.
NOMINAL/LINEAR PERCENTAGE
Jenis ini digunakan pada throttling liquids, liquid level control atu kondisi dimana water hammer menjadi sesuatu yang harus diperhatikan.
TINJAUAN PUSTAKA
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
KLASIFIKASI LEAKAGE
ANSI VALVE LEAKAGE STANDARD
TINJAUAN PUSTAKA
INGRESS PROTECTION
IP merupakan kepanjangan dari Ingress Protection, yakni suatu standar yang digunakan untuk meyatakan daya proteksi atau ketahanan suatu alat terhadap benda asing, baik solid material maupun liquid material. Dalam penulisan standard IP, digunakan dua digit, digit pertama menyatakan klasifikasi ketahanan alat terhadap benda solid dan digit kedua terhadap liquid.
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
TINJAUAN PUSTAKA
INGRESS PROTECTION
IP merupakan kepanjangan dari Ingress Protection, yakni suatu standar yang digunakan untuk meyatakan daya proteksi atau ketahanan suatu alat terhadap benda asing, baik solid material maupun liquid material. Dalam penulisan standard IP, digunakan dua digit, digit pertama menyatakan klasifikasi ketahanan alat terhadap benda solid dan digit kedua terhadap liquid.
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
TINJAUAN PUSTAKA
ELECTRICAL DESIGN
Terdapat dua design utama yang sering digunakan dalam aplikasi sinnyal digital, yakani NPN dan PNP. NPN merupakan kepanjangan dari Negative-Positive-Negative, sedangkan PNP Positive-Negative- Positive. NPN memiliki nama lain sinking, karena Transisitor NPN beroperasi dengan mengalirkan arus dari emitter ke collector. NPN akan beroperasi jika menyala jika jumlah arus yang disupply ke transistor mencukupi. Sebaliknya PNP yang memiliki nama lain sourcing, akan mengalirkan arus dari collector ke emitter dan akan beroperasi jika tidak ada arus yang mengalir ke transistor
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
PARAMETER PEMILIHAN INSTRUMENT
SKEMA�AJUAN
AJUAN SKEMA
OTOMASI STEAM VALVE BLENDING PUC
Skema yang diajukkan memperhatikan kondisi existing (Warna hitam) dimana pada terdapat heat exchanger berjenis STHE yang menggunakan steam sebagai sumber panas untuk menaikan suhu produk yang datang dari blending tank. Dari 7 STHE yang tersedia, hanya 1 STHE (STHE B4 dan B5) yang memiliki suhu masuk steam. Aspek intrumentasi lainnya, pada 7 STHE semuanya seragam dilengkapi dengan suhu keluar masuk produk dan pressure input produk. Steam masuk melalui pipa jaket berukuran 2” dan produk masuk pada pipa 3”. Ajuan skema diberikan dalam 3 skenario :
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
SKENARIO A
(MOST RECOMMENDED)
SKENARIO B
(RECOMMENDED)
SKENARIO C
(LESS RECOMMENDED)
Thermometer Pilot and Control Valve
Adding an Actuator on Exisiting Gate Valve
Classic Scheme of Transmitter – controller�- Control Valve
AJUAN SKEMA
SKENARIO C (LESS RECOMMENDED)
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE
UNTUK
1 BLENDING TANK
SKENARIO C (LESS RECOMMENDED)
AJUAN SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE UNTUK MULTIPLE BLENDING TANK
SKENARIO C (LESS RECOMMENDED)
AJUAN SKEMA
SKENARIO B (RECOMMENDED)
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE
UNTUK
1 BLENDING TANK
SKENARIO B (RECOMMENDED)
AJUAN SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE UNTUK MULTIPLE BLENDING TANK
SKENARIO B (RECOMMENDED)
AJUAN SKEMA
SKENARIO A (MOST RECOMMENDED)
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
SKENARIO A (MOST RECOMMENDED)
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE
UNTUK
1 BLENDING TANK
AJUAN SKEMA
SKENARIO A (MOST RECOMMENDED)
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
1 HE UNTUK MULTIPLE BLENDING TANK
SPESIFIKASI�ALAT
AJUAN SKEMA
SPESIFIKASI ALAT
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Sebelum menentukkan Spesifikasi alat, penulis mengupayakan bahwa alat yang dibutuhkan seperti Control Valve, actuator, controller dan thermostat datang dari vendor yang sama untuk memudahkan pemasangan dan pengaturan. Dari hasil riset penulis merekomendasikan vendor Kimray (https://kimray.com/) karena vendor tersebut memiliki seluruh alat dengan spesifikasi yang butuhkan.
AJUAN SKEMA
TEMPERATURE TRANSMITTER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Dalam menentukkan spesifikasi transmitter, independent variable yang diambil hanya memastikan bahwa suhu 40C-60C masuk dalam temperature operasi. PEnulis merekomendasikan AT011 atau AT012, disesuaikan dengan Panjang TI sebelum, jika 25mm maka AT011 atau 25mm untuk AT012.
AJUAN SKEMA
TEMPERATURE TRANSMITTER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
AJUAN SKEMA
TEMPERATURE TRANSMITTER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
AJUAN SKEMA
PILOT THERMOMETER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Dalam menentukkan spesifikasi, penulis tentukan beberapa indenpendet variable yang harus diikuti spesifiikasi alat. Maka dari itu penulis rekomendasikan untuk menggunakan Thermostat berjenis HAA. Adapun independent variable dalam kasus ini meliputi :
- Setpoint Temperatur harus mencakup 40C-60C (https://kimray.com/products/standard-thermostat)
AJUAN SKEMA
PILOT THERMOMETER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
AJUAN SKEMA
CONTROLLER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Pada kasus Controller terdapat dua opsi yang bisa diambil yakni, bellows Controlled High Pressure dan Diaphragm Controlled High Pressure. Penulis merekomendasikan opsi pertama karena bersifat modular dan mudah digunakan dalam beragam aplikasi. Serta tekanan operasi yang digunakan paling mendekati kondisi operasi steam PUC. Penulis rekomendasikan untuk gunakan tipe AFZ3. Adapun independent variable dalam kasus ini meliputi :
- Set Point Pressure
Min : 10 psig = 1.7 bar
Max : 280 psig = 20.3 bar
- Tekanan operasi Maksimal : 285 psig
AJUAN SKEMA
CONTROLLER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
CONTROLLER
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
AJUAN SKEMA
CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Pada kasus Control valve terdapat dua opsi yang bisa diambil yakni, Cage Guided dan Stem Guided. Penulis merekomendasikan opsi kedua karena karena jenis stem cocok untuk kebutuhan dengan nilai coeff. valve yang rendah, mengingat fluida kerja yang digunakan adalah steam yang digunakan untuk pemanasan hingga 40C saja.. Penulis rekomendasikan untuk gunakan tipe EHX, jika diperlukan Control Valve angel maka dapat gunakan EZC. Adapun independent variable dalam kasus ini meliputi :
1. Trim : Equal Percentage
2. Fail Position : Closed – Field Reversible
3. Leakage Class : Class IV (metal to metal)
4. Max Working Pressure : 285 psig = 20.6843 bar = 21.09 kgf/cm2 (Efisiensi)
AJUAN SKEMA
CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
CONTROL VALVES
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
RENCANA LOKASI MODIFIKASI CONTROL VALVE
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
ACTUATOR
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Pada kasus actuator terdapat dua jenis opsi yang dapat diambil, namun karena tipe EBT30 sudah diskontinu maka penulis rekomendasika EBP30. Adapun independent variable yang teriibat meliputi :
1. Fail Operation : Closed
2. Tekanan maksimal : 285 psig (Daya Tahan Control Valve)
3. Diameter Pipa : 2”
AJUAN SKEMA
ACTUATOR
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
AJUAN SKEMA
ACTUATOR
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
KOMPARASI SPESIFIKASI ALAT vs KONDISI EXISITING
KESIMPULAN
KESIMPULAN
REKAPITULASI SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Dari kompleksitas divisi blending berbanding dengan SDM yang tersedia, maka upaya otomasi perlu dijadikan sebagai rencana investasi ke depan untuk menekan resiko loss akibat adanya overheating pada produk. Skema otomasi skenario A dan B direkomendasikan untuk menghadirkan aktivitas heating di divisi blending yang lebih stabil, sederhana dan cocok dengan dinamika blending PUC. Skenario C dapat menawarkan hal yang sama namun perlu mengambil resiko untuk memasang actuator pada gate valve yang berbeda vendor, terlepas keduanya sudah terikat pada standard size yang sama, itulah mengapa skenario A dan B lebih direkomendasikan. Untuk memilih satu dari skenario A dan B hanya perlu memerhatikan faktor nilai investasi yang paling rendah. Berkaitan dengan investasi, beberapa modfikasi yang perlu dilakukan untuk setiap alatnya sebagai berikut :
KESIMPULAN
REKAPITULASI SKEMA
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
DATA LAPANGAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Temuan Kualitas Air
DATA LAPANGAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Temuan Kualitas Air
DATA LAPANGAN
MAGANG INDUSTRI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
PT. PERTAMINA LUBRICANT
Temuan Kualitas Air