BAB I�INTERAKSI KERUANGAN DALAM KEHIDUPAN DI NEGARA-NEGARA ASEAN
PETA KONSEP
A. Mengenal Negara-Negara ASEAN
Letak geografis dan letak koordinat negara-negara ASEAN tersebut ditunjukkan Gambar 1.1 berikut ini.
1. Letak Geografis Negara-negara ASEAN
Perhatikan gambar di bawah ini, lalu tunjukkan letak kedua benua dan samudra tersebut.
Berdasarkan bentuk secara geografis, negara-negara ASEAN memiliki ciri sebagai berikut:�
2. Letak Koordinat ASEAN
Amatilah Gambar 1.1 tentang titik koordinat paling utara, paling selatan, titik paling barat, dan titik paling timur dari negara-negara ASEAN, kemudian tuliskan hasilnya pada tabel berikut.
Aktivitas Individu
a. Indonesia
1) Identitas Negara
Catatan:
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas
b) Iklim
c) Bentang Alam
Beberapa dataran tinggi di Indonesia yang terkenal, antara lain dataran tinggi Dieng, dataran tinggi Magelang, Malang, dan dataran tinggi Bandung. Dataran tinggi ini disebut juga Plato atau Plateau.
Dataran rendah adalah bagian permukaan bumi yang tanahnya hampir rata. Ketinggiannya 0–200 meter dari permukaan air laut (mdpal). Dataran rendah juga banyak dijumpai di daerah aliran sungai. Contoh dataran rendah di Indonesia adalah dataran rendah di Sumatra bagian timur dan Jawa Barat bagian utara.
Daerah yang semula berelief kasar namun karena adanya proses perombakan batuan/lapisan atas permukaan bumi oleh tenaga dari luar bumi (eksogen) yang berlangsung lama sehingga bentang alam sisanya (denudasi) berubah menjadi relatif datar disebut peneplain. Sisa-sisa permukaan bumi hasil erosi yang berbentuk batuan yang menonjol yang disebut monadnock; ditemukan di beberapa tempat antara lain di Pulau Bangka dan Belitung.
Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan bentuk depresi yang membulat disebut basin. Contoh depresi di daratan Indonesia adalah depresi Serayu yang memanjang dari Cilacap–Purwokerto–Wonosobo dan depresi Lembah Semangkok yang memanjang dari utara Pulau Sumatra hingga selatan Pulau Sumatra. Beberapa contoh relief dasar laut di Indonesia adalah sebagai berikut:
(a) Palung Laut. Contohnya palung laut Mindanau dan palung laut Kai.
(b) Lubuk Laut. Contohnya Lubuk laut Sulu dan Lubuk Laut Banda.
(c) Punggung Laut. Contohnya Punggung Laut Siboga, Snelius.
(d) Gunung Laut. Contoh: Krakatau.
(e) Ambang Laut. Contohnya Ambang laut Sulu, Gibraltar.
(f) Dangkalan (shelf). Contohnya Laut Jawa, Laut Arafuru.
d) Keadaan Perairan
Danau terluas di Indonesia
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
b. Brunei Darussalam
1) Identitas negara
2) Keadaan Alam
a) Letak Negara dan Batas Negara
b) Iklim
3) Bentang Alam
3) Penduduk
a) Jumlah Penduduk
b) Bahasa dan Agama
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
c. Filipina
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas Negara
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
d. Kamboja
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas Negara
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
e. Laos
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
f. Malaysia
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas
b) Iklim
c) Bentang Alam
Secara geografis, Malaysia terdiri atas dua bagian/wilayah, yaitu:
1. Malaysia bagian barat, terletak di Semenanjung Malaya yang terdiri atas 11 negara dalam bentuk kesultanan:
1) Selangor 7) Trengganu
2) Negeri Sembilan 8) Kedah
3) Johor 9) Perlis
4) Pahang 10) Malaka
5) Perak 11) Penang
6) Kelantan
2. Malaysia bagian timur, terletak di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Indonesia terdiri atas 2 negara bagian:
1) Serawak,
2) Sabah
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
g. Myanmar
1) Identitas negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
f) Kerja Sama
i. Thailand
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas Negara
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
j. Vietnam
1) Identitas Negara
2) Keadaan Alam
a) Letak dan Batas Negara
b) Iklim
c) Bentang Alam
3) Penduduk
4) Perekonomian
5) Sumber Daya Alam
6) Kerja Sama
Aktivitas Kelompok
B. Interaksi Antarnegara-negara ASEAN
1. Pengertian, Faktor Pendorong, dan Penghambat Kerja Sama
Hubungan antarnegara ASEAN semakin diperlukan seiring dengan munculnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap-tiap negara anggota. Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, maupun bidang lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif dengan melakukan kerja sama antarnegara ataupun dengan dunia internasional. Organisasi internasional kemudian dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan atau region. Dapat disimpulkan bahwa kerja sama adalah menjalin hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan.
Faktor pendorong dan penghambat
a. Faktor pendorong
Setidaknya ada dua faktor pendorong terbentuknya kerja sama, yaitu didasari kesamaan ataupun perbedaan potensi alam yang dimiliki oleh suatu negara.
1) Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
2) Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis)
b. Faktor penghambat
Beberapa faktor penghambat kerja sama di kawasan ASEAN antara lain.
1) Perbedaan Ideologi
2) Konflik dan peperangan
3) Kebijakan protektif
4) Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara
2. Bentuk-Bentuk Kerja Sama (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan, dan Perkembangannya)
a. Bentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya
1) Bidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar;
2) Membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;
3) Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan;
4) Pengembangan sumber daya manusia;
5) Peningkatan kesejahteraan;
6) Program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);
7) Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;
8) Penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA)); serta
9) Penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.
b. Bidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan
1) Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT).
2) Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).
3) Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.
4) Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.
5) Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.
6) Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta kelembagaan antarparlemen.
c. Bentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan
1) ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012), dengan tema ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity. Pada pertemuan ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.
2) Penawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain: Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar negaranegara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.
3) Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).
4) Olimpiade di bidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara. Contoh: Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015.
3. Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya dan Pendidikan terhadap Kehidupan di ASEAN
a. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Ekonomi di Negara-Negara ASEAN
b. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Sosial di Negara-Negara ASEAN
c. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Budaya di Negara-Negara ASEAN
Festival Budaya ASEAN (FBA)
Perkemahan Budaya Serumpun ASEAN
Industri Musik
d. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Politik di Negara-Negara ASEAN
1) Sengketa Perbatasan Wilayah
• Penguatan kerangka kebijakan regional bagi perlindungan pekerja migran: Fokusnya adalah bantuan teknis kepada Kelompok Kerja ASEAN tentang Pekerja Migran, yang terdiri dari serikat pekerja, organisasi nonpemerintah, organisasi pekerja migran dan akademisi, untuk melakukan advokasi, lobi, menyusun rancangan dan menyelenggarakan konsultasi regional dan nasional mengenai Deklarasi ASEAN dan suatu Instrumen ASEAN yang bersifat mengikat bagi Perlindungan Tenaga Kerja Migran, sebagaimana ditetapkan dalam mandat Rencana Aksi Vientiane ASEAN.
• Penguatan Aliansi Regional bagi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Migran) (ADWA): Fokusnya adalah mendukung jejaring nasional pekerja migran dan pekerja rumah tangga migran dalam membentuk Aliansi Pekerja Rumah Tangga Asia di tingkat regional (Asian Domestic Workers Alliance/ADWA) untuk mengadvokasi kesetaraan hak asasi manusia dan perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja rumah tangga di Asia.
e. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Pendidikan di Asia Tenggara
4. Upaya-upaya Meningkatkan Kerja Sama di Antara Negara-Negara ASEAN
a. Pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam bidang lingkungan;
b. Akses, kepemilikan, dan kontrol terhadap sumber daya; dan
c. Pembuatan kebijakan, strategi, dan program mengenai lingkungan berkelanjutan untuk perempuan terutama yang berasal dari kelompok rentan. Selanjutnya, AMMW menugaskan ASEAN Commission on Women (ACW) untuk mengimplementasikan deklarasi tersebut melalui kolaborasi dan koordinasi dengan badan sektoral terkait, seperti ASEAN Senior Officials Meeting on Environment (ASOEN) dan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM).
C. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap Kehidupan di Negara-Negara ASEAN
1. Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam
Faktor Iklim
Sekarang perhatikan hasil jawabannya dan diskusikan!
Aktivitas Kelompok
Faktor Geologi
Aktivitas Individu
Faktor Ketersediaan Sumber Daya Alam
Aktivitas Kelompok
Aktivitas Kelompok
2. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang
a. Teknologi Transportasi
Aktivitas Kelompok
b. Teknologi Komunikasi
Aktiviatas Kelompok
1) Sosial
a) Bertambahnya jumlah penduduk dalam waktu singkat.
b) Kebutuhan transportasi massal semakin tinggi untuk menghindari kemacetan.
c) Maraknya perdagangan manusia.
d) Kerja sama luar negeri semakin mudah.
2) Ekonomi
a) Bertambahnya pendapatan negara dari pajak dan pendapatan dari sewa tempat tinggal akibat munculnya pusat-pusat aktivitas masyarakat, seperti perbelanjaan, wisata, dan tempat tinggal yang diperlukan pendatang.
b) Nilai barang lokal meningkat seiring permintaan mata uang asing.
c) Barang-barang asing semakin mudah dijangkau.
3) Budaya
a) Terjadi akulturasi budaya secara sadar maupun tidak.
b) Perubahan sistem nilai dan norma.
c) Terjadinya kecenderungan gaya hidup hedonis.
d) Aliran-aliran yang bertentangan dengan budaya semakin mudah masuk.
4) Keamanan
a) Gangguan kondisi keamanan suatu negara semakin rentan.
b) Narkotika dan obat terlarang semakin mendapat tempat.
c) Jaringan kelompok perusuh antarnegara semakin mudah diorganisir.
3. Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi
Wawasan
4. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang
a. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri
1) Pembangunan industri lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar lahan strategis tersebut merupakan lahan pertanian.
2) Harga lahan pertanian relatif lebih murah dibandingkan dengan lahan terbangun.
3) Pembangunan industri memilih akses yang lebih mudah.
4) Industri dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi pilihan yang baik.
5) Faktor sosial dan budaya hukum waris.
1) Lahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari pertanian menurun.
2) Lahan pertanian sekitar industri berpotensi terkena imbas pencemaran akibat limbah atau polusi dari industri baik tanah, air, maupun udara.
3) Konversi lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan pertanian.
b. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman
1) Luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan semakin kecil.
2) Petani dan buruh tani kehilangan mata pencahariannya.
3) Hilangnya lahan ruang terbuka hijau (RTH).
4) Berkurangnya lahan resapan air.
Ringkasan
Latihan
1. Negara yang berbentuk geografis protruded dan penduduknya mayoritas ras mongol yaitu . . . .
a. Myanmar c. Laos
b. Thailand d. vietnam
2. Negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu . . . .
a. Thailand c. Filipina
b. Myanmar d. Kamboja
3. Bentuk karakteristik budaya yang diakibatkan perbedaan iklim kawasan negaranegara ASEAN yaitu . . . .
a. cara berpakaian c. upacara perkawinan
b. cara berbicara d. pola makan
4. Akibat dari banyak negara-negara ASEAN yang dilewati jalur lipatan Sirkum Pasifik adalah . . . .
a. sering terjadi banjir c. banyak memiliki pantai
b. beriklim tropis d. sering terjadi gempa bumi
5. Negara anggota ASEAN yang kegiatan perekonomiannya tidak didukung oleh pertanian yaitu . . . .
a. Indonesia c. Singapura
b. Malaysia d. Laos
6. Manakah dari negara-negara ASEAN berikut yang memiliki iklim subtropis?
a. Myanmar c. Filipina
b. Laos d. Vietnam
7. Iklim yang terbentuk akibat letak negara-negara ASEAN di sekitar khatulistiwa dan diapiti daratan luas Asia dan Australia yaitu . . . .
a. iklim tropis dan iklim musim
b. iklim tropis dan iklim laut
c. ilklim laut dan iklim hutan hujan
d. iklim kemarau dan iklim musim penghujan
8. Kerja sama yang diadakan para menteri pada pertemuan Defence Ministers Meeting (ADMM) membahas bidang . . . .
a. sosial c. politik
b. pendidikan d. budaya
9. Berdasarkan keputusan Mahkamah Internasional, Pulau Ligitan dan Sipadan diberikan kepada negara . . . .
a. Indonesia c. Filipina
b. Singapura d. Malaysia
10. Nilai positif dari kasus pengungsi manusia perahu dari Myanmar yang menimbulkan interaksi antarnegara ASEAN antara lain . . . .
a. Bertambahnya warga asing c. Meningkatkan persaingan kerja
b. Memupuk rasa kemanusiaan d. Diskriminasi sosial pengungsi
11. Salah satu bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang pedidikan yaitu . . . .
a. ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children
b. ASEAN Council Teachers Convention
c. ASEAN Tourism Agreement
d. Defence Ministers Meeting
12. Salah satu kerja sama antarnegara ASEAN di bidang industri berikut ini adalah . . . .
a. proyek industri tambang ASEAN Copper Fabrication Project di Filipina dengan Singapura
b. proyek vaksin ASEAN Vaccine Project di Singapura dengan Kamboja
c. proyek pupuk ASEAN Aceh Fertilizer Project di Indonesia dengan Malaysia
d. proyek soda api Rock Salt Soda Ash Project di Thailand dengan Indonesia
13. Salah satu bentuk kerja sama di bidang politik antarnegara-negara ASEAN adalah . . . .
a. membangun pupuk urea di Malaysia
b. menanggulangi penyalahgunaan narkotika
c. melaksanakan festival seni ASEAN
d. membentuk Pusat Informasi Pariwisata
14. Faktor pendorong kerja sama antarnegara ASEAN yaitu . . . .
a. kesamaan dan perbedaan ideologi
b. kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
c. kesamaan dan perbedaan kondisi geografis
d. jawaban a, b, dan c benar
15. Bentuk kerja sama dalam bidang politik antara lain . . . .
a. penyelenggaraan pesta dua tahun sekali SEA-Games
b. menyediakan cadangan pangan untuk negara-negara ASEAN
c. traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT)
d. penandatanganan kesepakatan bersama ASEAN Tourism Agreement
16. Sungai yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi utama di Indonesia, yaitu . . . .
a. Sungai Musi c. Sungai Mahakam
b. Sungai Barito d. Sungai Bengawan Solo
17. Perhatikan contoh di bawah ini.
1) Penggunaan monorel kereta jurusan Bandung-Jakarta.
2) Kemacetan yang panjang di Johor, Malaysia.
3) Penggunaan hutan sebagai jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Jawa.
4) Pembangunan transportasi bawah tanah di Thailand.
5) Alih fungsi lahan dari pemukiman menjadi kawasan bandar udara.
Manakah pernyataan yang menunjukkan dampak negatif dari interaksi antarnegara-negara ASEAN yang menimbulkan perubahan di bidang transportasi?
a. 1, 2, dan 4. c. 2, 3, dan 5.
b. 1, 3, dan 5. d. 3, 4, dan 5.
18. Nelayan ikan dengan skala besar yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara memanfaatkan data cuaca, suhu, arah angin untuk mencari ikan di lautan. Fenomena ini berkaitan dengan faktor yang mempengarui interaksi antarruang, yaitu . . . .
a. faktor geologi c. faktor iklim
b. faktor ketersediaan sumber daya d. faktor teknologi
19. Perubahan sebagian atau seluruh fungsi lahan dari fungsi semula menjadi fungsi yang lain dan memengaruhi lingkungan dan potensi lahan itu sendiri disebut . . . .
a. pergantian lahan
b. penggunaan tanah
c. konversi lahan
d. konversi tanah
20. Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, yaitu produktivitas pangan akan menjadi . . . .
a. naik
b. turun
c. signifikan
d. menguntungkan
Esai
1. Sebutkan batas wilayah ASEAN berdasarkan letak geografisnya!
2. Berikan contoh bahwa iklim dapat memengaruhi perubahan ruang dan interaksi antarruang!
3. Bagaimana peran teknologi komunikasi dalam interaksi antarruang di negaranegara ASEAN?
4. Jelaskan mengapa negara Singapura lebih berfokus pada perdagangan dan industri!
5. Jelaskan alasan negara-negara Asia Tenggara perlu mengandalkan kerja sama ekonomi!