1 of 48

RENCANA PASCATAMBANG

PT ADARO INDONESIA

PT ADARO INDONESIA | Mei 2025

2 of 48

Outline

03

Gambaran umum area tambang Adaro Indonesia

04

Dasar Hukum Reklamasi Bentuk Lain

05

Kajian/Riset terkait void Adaro Indonesia

06

Pilot Project - Void Paringin Tengah

07

Best Practice Nila Best di Desa Bangkiling Raya

08

Potensi RBL Paringin Tengah mendukung Kebijakan Pemerintah

02

Gambaran umum Rencana Pascatambang (RPT)

01

3 of 48

GAMBARAN UMUM

RENCANA PASCATAMBANG (RPT)

PT ADARO INDONESIA

4 of 48

Program pascatambang PT Adaro Indonesia (PT AI) dirancang dengan periode produksi 2022 sampai dengan 2042 sesuai dokumen Studi Kelayakan PT Adaro Indonesia (PT AI) Tahun 2022 dan Dokumen Addendum AMDAL Tahun 2022.

Namun demikian, berdasarkan Keputusan Menteri Investasi/Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal Nomor 11/P/PMA/2022 yang menyebutkan masa berlaku izin 2022 sampai dengan 2032 dan dapat diperpanjang 1x10 tahun sampai dengan 2042, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka PT AI juga merancang program pascatambang dengan periode produksi 2022 sampai dengan 2032.

GAMBARAN UMUM

RENCANA PASCATAMBANG (RPT)

01

02

Reklamasi

Pembongkaran fasilitas penunjang tambang, pengamanan Void dan Reklamasi Lahan dll

Pengembangan Sosial Ekonomi

Penanganan Kondisi Internal

    • Kondisi dan keberadaan karyawan

Penanganan Kondisi External

    • Kondisirencanapengembangan dan pemberdayaanmasyarakat (PPM)

03

Pemeliharaan dan perwatan

Pemeliharaan dilakukan di area-area yang tidak dibongkar dan direklamasi pada periode pascatambang.

3 ASPEK UTAMA PROGRAM PASCATAMBANG PT AI SESUAI YANG DIPERSYARATKAN DALAM KEPMEN ESDM NO 1827K/30/MEM/2018

5 of 48

GAMBARAN UMUM

RENCANA PASCATAMBANG (RPT)

Road Map Program

Pengembangan Masyarakat (PPM)

Persiapan Pascatambang pada Aspek Sosial Ekonomi

6 of 48

GAMBARAN UMUM

RENCANA PASCATAMBANG (RPT)

01

02

03

04

    • Program Beasiswa IBFL
    • Pembinaan PAUD
    • Pendidikan vokasi
    • Dukungan infrastruktur sekolah
    • Program penunjang : Bantuan paket seragam sekolah, Makan Bergizi Gratis
    • Pengembangan potensi ekonomi Desa – Bina Desa
    • Pengembangan UMKM & BUMDes
    • Program Percepatan Penurunan Stunting
    • Program untuk mewujudkan Kabupaten ODF (Open Defecation Free)
    • Pengembangan Desa Wisata Budaya (Desa Liyu, Desa Balida)

05

    • Support Sekolah Adiwiyata, Green Leader

Pelaksanaan Program CSR :

Persiapan Pascatambang pada Aspek Sosial Ekonomi

7 of 48

KONSEP REKLAMASI & PASCATAMBANG SERTA REGULASINYA

CSR PT ADARO INDONESIA MENDUKUNG IPM

8 of 48

Program Pascatambang

PROGRAM PASCATAMBANG PERIODE PRODUKSI 2022 -2042 / 2022-2032

Waktu periode pascatambang yang digunakan sebagai asumsi penyusunan program pascatambang yaitu tahun 2043 - 2048 / 2033 - 2038

Reklamasi

Reklamasi dilakukan dengan memperhatikan peruntukan lahan seperti kawasan hutan, penyangga hidrologi, lahan basah (wetland), dan kawasan non-tambang. Kegiatan utama meliputi:

    • Tapak Bekas Tambang: Pembongkaran fasilitas, reklamasi kolam pengendapan dan pit, serta pengamanan void.
    • Fasilitas Pengolahan: Pembongkaran dan reklamasi area pengolahan.
    • Fasilitas Penunjang: Pembongkaran jembatan timbang, kantor, penanganan limbah, dan remediasi lahan terkontaminasi B3.

Ringkasan Program Pascatambang PT Adaro Indonesia

Pengembangan Sosial dan Ekonomi

Penanganan kondisi internal :

Kondisi dan keberadaan karyawan

    • Pengelolaan pengurangan keryawan hingga pemutusan hubungan kerja bagi karyawan AI
    • Program persiapan pemutusan hubungan kerja yang meliputi program pelitihan Kewirausahaan

Penanganan kondisi eksternal :

Kondisi rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM)

Program Pascatambang yang mencakup 7 pilar PPM :

    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Tingkat Pendapatan rill/ lapanganpekerjaan
    • Kemandirian ekonomi
    • Sosial dan Budaya
    • Partisipasi pengelolaan lingkungan
    • Kelembagaan masyarakat penunjang kemandirian PPM

Reklamasi

Pemeliharaan dilakukan pada area-area yang tidak dibongkar dan direklamasi pada periode pascatambang

9 of 48

Pengembangan

Sosial Ekonomi dengan Program Human Resources (HR)

10 of 48

1

2

3

4

Kepmen

ESDM 1827K/30/MEM/2018

HUMAN RESOURCES (HR)

Matrik 25. Format laporan pelaksanaan kegiatan Pascaoperasi

Halaman : 340

Matrik 18 Format penyusunan Laporan Triwulan Pelaksanaan Pascatambang

Halaman : 320

Matrik 3. Format penyusunan Rencana Pascatambang

Halaman : 277

Matrik 5. Format penyusunan Rencana Pascaoperasi

Halaman : 292

Rencana Program Pascatambang (RPT) –

PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI

PENANGANAN KONDISI INTERNAL

1

2

4

BAB VII, PEMANTAUAN

BAB IV, RENCANA Pascatambang

BAB VI, PROGRAM Pascatambang

11 of 48

Pengembangan

Sosial Ekonomi

dengan Program

Lingkungan & Comunity

Development (Comdev)

12 of 48

1

2

3

LINGKUNGAN & COMMUNITY DEVELOPMENT

Rencana Program Pascatambang (RPT) -

ADARO INDONESIA

BAB IV, PREDIKSI SOSIAL BUDAYA

BAB IV, PREDIKSI SOSIAL BUDAYA

BAB VI, PROGRAM Pascatambang

4

13 of 48

GAMBARAN UMUM

RENCANA

BENTUK LAIN (RBL)

PT ADARO INDONESIA

14 of 48

Morfologi Daratan

Bekas Tambang

Kewajiban Revegetasi

Danau Bekas

Tambang & Lahan Basah (Reklamasi Bentuk Lain)

Lubang Bekas Tambang (Final Void)

& Settling Pond)

KONSEP REKLAMASI & PASCATAMBANG SERTA REGULASINYA

Terbentuknya Bentang Alam Baru pascatambang

REGULASI

    • Undang – Undang No. 3 Tahun 2020 (Menggantikan No. 4 2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
    • PP No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang
    • Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 tentang pelaksanaan Kaidah Pertambangan Mineral dan Batubara
    • Untuk Area Non Kawasan Hutan: Kepmen ESDM Nomor 1827/2018 Lampiran VI: Pedoman Pelaksanaan Reklamasi Dan Pascatambang Serta Pascaoperasi Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara.
    • Untuk Kawasan Hutan: Tambahan Regulasi Permenhut Nomor 60/Menhut-II/2009 Tentang Pedoman Penilaian Keberhasilan Reklamasi Hutan
    • Surat Edaran Men LHK No. 1 Tahun 2024 Pedoman Reklamasi Hutan Akibat Penggunaan Kawasan Hutan

15 of 48

*Disusun berdasarkan dari luasan terkecil hingga yang terbesar

Luasan Tambang PT AI adalah 23.942 Ha

Berdasarkan SK Menteri Investasi/Kepala BKPM No. 11/1/IUP/PMA/202

7 void yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan PT AI

No.

Area Danau Pascatambang (Pit Lake)

Luas (ha)

Elevasi

Overflow (m)

Lokasi

Kabupaten

1.

Paringin Tengah

19,90

65

Balangan

2.

Wara 2 Utara

282,15

58

Tabalong

3.

Wara 2 Selatan

4.

Paringin Utara

455,16

60

Balangan

5.

Wara 1

1.065,15

56

Tabalong

6.

Tutupan Selatan

1.288,42

78

Balangan + Tabalong

7.

Tutupan Utara

1.450,19

102

Balangan + Tabalong

TOTAL

4.560,97

Berdasarkan BAB II dokumen Addendum AMDAL yang mendapat persetujuan Menteri LHK dalam SK.1347/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2022, berikut luasan void PT Adaro Indonesia :

Reklamasi Bentuk Lain (RBL)

    • Reklamasi Bentuk Lain (RBL) diusulkan sebagai metode inovatif untuk mengelola lubang tambang (void) serta settling pond.
    • Berdasarkan BAB VI dokumen Studi Kelayakan /Feasibility Study IUPK PT AI merujuk timeline berakhirnya kegiatan penambangan, urutan penanganan void dengan RBL :
    • Paringin Tengah
    • Paringin Utara
    • Tutupan Selatan
    • Wara 2 (Wara 2 Utara + Wara 2 Selatan)
    • Wara 1
    • Tutupan Utara

GAMBARAN UMUM

16 of 48

PARINGIN TENGAH

17 of 48

❝Seberapa besar

Void Pascatambang Adaro?❞

Setara Dengan

Void Terbesar adalah Luas Tutupan Utara dengan luas = 1.450,19 ha

Bentuk RBL pada Void Tutupan Utara.

?

1/8 dari luasan Danau Toba

dengan luas = 113.000 ha

Luas Tutupan Utara

Danau Toba

(Belum terdapat kajian RBL)

18 of 48

❝Seberapa besar

Void Pascatambang Adaro?❞

Luas Waduk Darma = ±430 ha

Waduk buatan untuk konservasi, irigasi, & digunakan untuk wisata | Kuningan, Jawa Barat

Berdasarkan Kajian dari IPB untuk pengelolaan void Paringin Utara dengan RBL membutuhkan biaya sebesar Rp 36 Milyar.

HSE Adaro Indonesia melakukan kontrol terhadap kualitas air di Void Paringin Utara, menunjukkan pH air dalam kisaran 7–8, (netral dan aman bagi lingkungan). Proses pengambilan sampel air di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya :

    • Akses menuju titik-titik pengambilan sampel di seluruh area void membutuhkan waktu sekitar 45 menit menggunakan speedboat dari ujung ke ujung.
    • Saat tim mencapai titik tengah void, mereka harus menghadapi kondisi alam berupa angin kencang yang menyulitkan stabilitas perahu dan proses pengambilan sampel.

Luas Void Paringin Utara = 455,16 ha

Setara Dengan

Void Paringin Utara

Waduk Darma

Komponen biaya program :

KOMPONEN

BIAYA

Komponen biaya program budidaya perikanan

Rp 35,937,300,000

Komponen biaya program floating agriculture

Rp 186,825,000

Total

Rp 36,124,125,000

19 of 48

Void Paringin Tengah

Ranu Kumbolo

❝Seberapa besar

Void Pascatambang Adaro?❞

Danau Ranu Kumbolo = ±24 ha

Danau terbesar di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Berdasarkan Kajian dari IPB untuk pengelolaan void Paringin Tengah dengan RBL membutuhkan biaya sebesar Rp 241 Juta.

Luas Void Paringin Tengah = 19,90 ha

Setara Dengan

Komponen biaya program :

KOMPONEN

BIAYA

Komponen biaya program budidaya perikanan

Rp 241,700,000

Total

Rp 241,700,000

20 of 48

Sumber : UU No. 3/2020

Pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) wajib:

    • Melaksanakan reklamasi selama kegiatan usaha pertambangan

    • Melaksanakan pascatambang setelah berakhirnya seluruh kegiatan pertambangan.

UU No. 3/2020 Pasal 99

Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018

DASAR HUKUM RBL

Ketentuan ini menunjukkan bahwa void dapat dipertahankan jika:​

    • Tidak membahayakan lingkungan dan keselamatan dengan stabilisasi lereng.

    • Persetujuan dari pemerintah dalam dokumen rencana pascatambang yang disusun oleh pemegang IUP atau IUPK.

    • Dimanfaatkan untuk perikanan, pariwisata, konservasi air, sesuai peruntukannya.

Sumber : Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 |

BAB. Penyusunan Rencana Reklamasi, Rencana Pascatambang, dan Rencana Pascaoperasi

Sumber : Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 |

21 of 48

KAJIAN / RISET

WAKTU DAN TEMPAT

      • Februari – Mei 2023.
      • Wetland Paringin PT Adaro Indonesia
      • 24 kolam (hapa) ukuran 2x1x1 m, total 48 m²

TIM PENGKAJI

PT Setiatama Mega Konsultan

RUANG LINGKUP KAJIAN

      • Mendeskripsikan kualitas air eksisting wetland Pascatambang Paringin,
      • Analisis teknis budidaya serta performa pertumbuhan ikan Papuyu, Nila, dan lima jenis ikan lokal lainnya
      • Mengevaluasi kelayakan ekonomi budidaya termasuk potensi pemanfaatan sumber pakan alami baru.

Lingkungan perairan wetland layak untuk budidaya perikanan. Semua jenis ikan menunjukkan Survival Rate Tinggi (SR) 100% terutama pada ikan dewasa seperti Gurami, Gabus, Pipih, Jelawat, dan Sepat Siam dengan Ikan Nila BEST dan Papuyu menunjukkan potensi pertumbuhan terbaik. Seluruh jenis ikan layak dibudidayakan secara ekonomi (BCR > 1).

HASIL KAJIAN INI MENJELASKAN BAHWA :

EVALUASI DAN STATUS PERTUMBUHAN 6 JENIS IKAN DI KOLAM WETLAND

HASIL KAJIAN

Kelayakan ekonomi tinggi

(BCR > 1) untuk seluruh jenis ikan:

BCR Ikan pipih 2,38, nila BEST 1,87, sepat siam 1,69, jelawat 1,55, gabus 1,53, gurami dan papuyu 1,13.

Semua jenis layak dibudidayakan oleh masyarakat sekitar area tambang.

Kelangsungan hidup ikan sangat tinggi (SR 100%), jenis yang berhasil dibudidayakan:

Nila, Papuyu, Jelawat, Sepat Siam, Pipih, Gurami, dan Gabus.

Kualitas air masih sesuai baku mutu perikanan (PP 22/2021)

dengan Parameter suhu, oksigen terlarut.,

*BCR (Benefit-Cost Ratio)

22 of 48

KAJIAN / RISET

HASIL KAJIAN

KUALITAS AIR DARI VOID (INPIT POND PARINGIN)

      • Amonia, Nitrit, Raksa, Timbal, Arsen: < ambang batas
      • Nitrat: hanya 0.66 mg/L (ambang batas: 10 mg/L)
      • Fosfat (PO₄): 0.040 - 0.060 mg/L (ambang batas: 0.2 mg/L)

Semua parameter logam berat berada di bawah ambang batas

sesuai KepGub Kalsel No. 5 Tahun 2007.

Ikan Nila BEST memiliki rata-rata berat 172–212 gram dan Udang galah rata-rata 47 gram per ekor.

Menandakan pertumbuhan yang sehat dan layak konsumsi.

Kualitas dan kesehatan daging Ikan menunjukkan budidaya ikan layak secara ekologis, dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan

WAKTU DAN TEMPAT

      • Sejak tahun 2009 - sekarang
      • Wetland Paringin PT Adaro Indonesia
      • Luas 1.5 Ha
      • 8 kolam utama, 3 kolam pembenihan, 2 kolam pembesaran, 2 Kolam anakan, dan 1 kolam transisi.
      • QHSE PT Adaro Indonesia
      • Kerjasama dengan Puslit Limnologi LIPI.

TIM PENGKAJI

RUANG LINGKUP KAJIAN

      • Pemanfaatan air bekas tambang (void) sebagai kolam budidaya.
      • Pengaliran Air dari void ke kolam uji coba budidaya perikanan.
      • Uji coba budidaya Ikan Nila BEST dan Udang Galah.

Merujuk pada SNI 7387 : 2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan

POTENSI PEMANFAATAN AIR BEKAS TAMBANG UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN DI PIT PARINGIN

23 of 48

KAJIAN / RISET

PEMANFAATAN AIR DANAU GENANGAN BEKAS GALIAN TAMBANG UNTUK BUDIDAYA UDANG GALAH DAN IKAN NILA

TIM PENGKAJI

    • Pusat Penelitian Limnologi – LIPI
    • PT Adaro Indonesia

RUANG LINGKUP KAJIAN

    • Uji coba budidaya udang galah dan ikan nila (Nila BEST)
    • Transfer teknologi budidaya dan pelatihan masyarakat
    • Kajian kualitas air, kesesuaian tanah, teknik konstruksi kolam, pemupukan, dan sistem pemberian pakan
    • Evaluasi kelayakan ekosistem perairan void

WAKTU DAN TEMPAT

    • Periode: 2009–2010
    • Danau bekas tambang PT Adaro Indonesia Paringin.
    • Luas genangan: ±15,16 Ha | Catchment area: 168,8 Ha
    • Lokasi kolam uji coba: ±0,5 Ha (8 kolam, 600 m³/kolam)

HASIL KAJIAN

    • Ditebar benih 10.000 ekor udang galah
    • Udang galah menunjukkan laju pertumbuhan cepat, mencapai 5–14 cm dalam 2 bulan pertama
    • Pada 6 bulan, udang galah mencapai ukuran konsumsi (22 ekor/kg)
    • Udang Galah mencapai 47 gram per ekor (±21 ekor/kg).
    • Ditebar benih 10.000 ekor ikan nila BEST
    • Pada 6 bulan, ikan nila tumbuh optimal dengan rasio 5–6 ekor/kg
    • Ikan Nila BEST memiliki berat rata-rata 172–212 gram per ekor (setara 5–6 ekor/kg

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ekosistem kolam layak secara biologis dan teknis untuk budidaya sert dapat menjadi model pemanfaatan berkelanjutan lahan pascatambang.

UDANG GALAH

IKAN NILA BEST

DOKUMEN INI MENJELASKAN BAHWA :

24 of 48

TIM PENGKAJI

    • HSE PT Adaro Indonesia
    • IPB University

WAKTU DAN LOKASI

    • Pelaksanaan studi: 2023–2025
    • Void dan Settling Pond (SP2) Paringin Utara
    • Luas Void Paringin Utara ±427,86 ha
    • Luas Settling Pond (SP2) ±45,58 ha,

KAJIAN / RISET

Void Paringin Utara

RUANG LINGKUP KAJIAN

    • Rona akhir bekas tambang dan karakteristik void
    • Analisis kualitas air dan stabilitas lereng
    • Kajian potensi pemanfaatan void sebagai:

    • Penyusunan kriteria keberhasilan reklamasi bentuk lain
    • Timeline, komponen biaya, dan rencana implementasi program

a) Sumber air baku

b) Budidaya perikanan (Keramba Apung dan kolam tanah)

c) Floating agriculture (hortikultura)

HASIL KAJIAN

KJA

Karamba Jaring Apung

Potensi Pengembangan Void Paringin Utara Sebagai Budidaya Perikanan

Pemanfaatan 5% dari luas void untuk Keramba Jaring Apung

Potensi hasil per siklus:

    • Nila: ±6,4 juta kg (15 kg/m³)
    • Patin: ±10,7 juta kg (25 kg/m³)

Pengembangan kolam tanah,

    • Ikan Nila (15 kolam) & Patin (22 kolam)
    • Area budidaya 23,44 ha
    • (60% kolam, 40% infrastruktur)

Potensi Floating Agriculture

    • Potensi lahan produktif pertanian
    • Komoditas: cabai, terong, tomat, kangkung
    • Sistem: styrofoam terapung dengan suplai nutrisi dari limbah budidaya perikanan
    • Area: ±1,2 ha dari total SP2
    • Berfungsi fitoremediasi
    • Teknologi: biofilter, kolam sedimentasi, dan monitoring kualitas air

Potensi Pengembangan Keramba Jaring Apung Void Paringin Utara :

25 of 48

TIM PENGKAJI

    • HSE PT Adaro Indonesia
    • IPB University

WAKTU DAN LOKASI

    • Pelaksanaan studi: 2023–2025
    • Void, Kolam Hilir, dan Settling Pond Paringin Tengah
    • Void: Luas ±20 ha
    • Settling Pond: Luas ±2,9 ha
    • Kolam hilir: ±1,5 ha (pusat pelatihan dan konservasi)

KAJIAN / RISET

Void Paringin Tengah

RUANG LINGKUP KAJIAN

    • Rona akhir bekas tambang dan karakteristik void
    • Kajian potensi pemanfaatan void sebagai:

    • Kajian desain teknis, pemantauan, serta rencana biaya dan timeline implementasi program

a) Sumber air baku

b) Lokasi budidaya perikanan (kolam tanah & hatchery)

c) Floating agriculture

HASIL KAJIAN

Potensi Budidaya Perikanan

Kolam Hilir dimanfaatkan untuk:

    • Hatchery ikan nila, pendederan, pembesaran nila dan patin
    • Kolam indukan, konservasi ikan lokal (haruan, belida, papuyu, toman)
    • Total 23 kolam dan 1 hatchery

Settling Pond dimanfaatkan untuk:

80% digunakan untuk budidaya Ikan. Potensi produksi per siklus:

    • Nila: ±23,2 ton (1 kg/m³)
    • Patin: ±46,4 ton (2 kg/m³)

Potensi Floating Agriculture :

20% digunakan dari Settling Pond Muara Pahu 2.

    • Sistem styrofoam terapung dengan dukungan biofilter dari limbah budidaya ikan.
    • Komoditas: cabai, tomat, terong, kangkung
    • Fungsi ganda: produksi pangan dan fitoremediasi lingkungan

1

2

3

26 of 48

PILOT PROJECT – Void Paringin Tengah

KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA DI TAMBANG PARINGIN TENGAH BERAKHIR PADA TAHUN 1998

    • Dalam area Void telah dikembangkan Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai tempat uji biologis ikan
    • Area keliling KJA dimanfaatkan untuk budidaya sistem floating garden
    • Dimanfaatkan sebagai sumber air baku. Berdasarkan pengukuran kualitas air, Void Paringin Tengah sudah memiliki standar baku mutu air yang aman untuk digunakan.

KONDISI EKSISTING

    • Pada Kolam budidaya dipelihara berbagai jenis ikan antara lain ikan nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia), patin, papuyu, sepat siam, jelawat, gabus, belida, dan gurami.
    • Pembibitan dilakukan secara alami di kolam budidaya.
    • Bibit yang dihasilkan akan dipelihara di Keramba Jaring Tancap (KJT).
    • Tujuan dari kolam budidaya sebagai konservasi ikan lokal (Ikan Belida) dan pembesaran ikan lokal (Ikan Haruan dan Papuyu).

Luas Void Paringin Tengah 19,90 Ha, pada akhir September 2024 kedalaman paling tinggi Void Paringin Tengah tercatat sekitar 30 m dengan ketebalan lumpur pada dasar Void sekitar 16 m

Kolam Budidaya Paringin Tengah

27 of 48

    • Void dan settling pond sebagai Sumber Air Baku

Aliran air void akan mengarah ke badan Sungai Nungkaran yang mengalir ke desa Balida dan Murung Ilung

    • Kolam Hilir sebagai Budidaya Perikanan

POTENSI PENGEMBANGAN RBL

Hasil Kajian IPB Tahun 2024 terhadap Usaha budidaya ikan di Kalimantan Selatan

PILOT PROJECT – Void Paringin Tengah

28 of 48

BEST PRACTICE “NILA BEST” DI Desa Bangkiling Raya

      • Desa Bangkiling Raya memiliki Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang merupakan binaan YABN pada program PAPS dengan pengembangan usaha perikanan dan saat ini telah memilki Lembaga koperasi
      • 30% masyarakat Desa Bangkiling Raya mata pencahariannya adalah petani ikan
      • Masyarakat Desa Bangkiling Raya memiliki 22 kolam ikan yang tidak digunakan secara produktif

LATAR BELAKANG

Komitmen Bersama

(Oktober 2024)

Bantuan Bibit Ikan

( November 2024)

Bantuan Pinjaman Modal Pakan

(Des 2024-Mar 2025)

Assessment

(September 2024)

Menentukan petani sasaran penerima bantuan bibit ikan Nila Best

2 Petani penerima

bantuan komitmen untuk menjalankan budidaya ikan

Koperasi Ponpes MU memberikan bantuan pinjaman modal pakan dan dapat dibayar setelah petani panen

HSE memberikan bibit ikan nila best sebanyak 7000 ekor untuk 2 kolam tanah masyarakat

Pendampingan

(Des 2024-Mar 2025)

Monitoring & Evaluasi

(Des 2024-Mar 2025)

01

02

03

04

05

06

HSE dan YABN memberikan pendampingan

YABN, HSE dan Ponpes melakukan monitoring & evaluasi

Note :

    • Dengan bantuan bibit Nila Best dari HSE tentunya petani dapat dengan mudah mendapatkan bibit yang mana diwaktu tertentu ketersedian bibit di pasaran sangat terbatas dan Lokasi pembeliannya juga cukup jauh, selain itu melalaui HSE petani juga mendapatkan bibit ikan yang berkualitas serta menghemat biaya karena diberikan secara gratis
    • Dengan bantuan pinjaman modal pakan dari Koperasi Ponpes MU, petani mempunyai kemudahan dalam mendapatkan pakan, yang mana biaya akan pakan merupakan biaya terbesar dalam budidaya ikan, serta juga tentunya menggerakkan bisnis usaha koperasi ponpes.
    • Melalui pendampingan, monitoring dan evaluasi dapat meningkatkan skill budidaya petani sehingga dapat meningkatkan hasil panen

29 of 48

BEST PRACTICE “NILA BEST” DI Desa Bangkiling Raya

      • Petani binaan telah berhasil membudidayakan di kolam tanah

Selain melakukan pembesaran ikan, ponpes MU juga berhasil melakukan pembibitan ikan dan selanjutnya bibit ikan tersebut dibudidayakan dalam kolam terpal dengan system bioflok dengan memanfaatkan panen surya yang merupakan bantuan dari program DESA BUMI. Diperkirakan akan panen pada Juni 2025

      • Siklus budidaya terus dijalankan (berkelanjutan)
      • Penggunaan pakan lebih efisien
      • Pertumbuhan cepat
      • Mortalitas rendah

PENCAPAIAN

Note : Nila Arjuna merupakan jenis ikan nila yang sering dibudidayakan oleh masyarakat

30 of 48

REKLAMASI BENTUK LAIN

KESESUAIAN PROGRAM DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMERINTAH

    • Program Makan Bergizi Gratis
    • Program Ketahanan Pangan

31 of 48

THANK YOU.

32 of 48

LAMPIRAN

33 of 48

GAMBARAN UMUM

RENCANA PASCATAMBANG (RPT)

PT ADARO INDONESIA

34 of 48

JUMLAH PERSENTASE PENDUDUK, KEPADATAN PENDUDUK, & RASIO JENIS KELAMIN

Rona Lingkungan Awal

Tingkat laju pertumbuhan penduduk periode 2010-2018

Keterangan :

Klasifikasi tingkat laju pertumbuhan

      • Cepat (≥ 3%)
      • Sedang (1.5%-2.9%)
      • Lambat (≤ 1.5%)

Kabupaten Tabalong

1.38% (Sedang)

Kabupaten BarSel

1.2% (lambat)

Kabupaten Balangan

1,77% (sedang)

Kabupaten BarTim

2.36% (sedang)

01

DEMOGRAFI

KETERANGAN :

      • Nilai 41,74%, yang berarti setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 42 orang usia tidak produktif.

A. Usia belum produktif (<14 tahun)

B. Usia produktif (15 - 75 tahun)

C. Usia tidak produktif ( >75 tahun)

JUMLAH USIA PRODUKTIF MENURUT KELOMPOK UMUR :

KEPADATAN PENDUDUK

Distribusi dan kepadatan penduduk menurut kecamatan di tiga kabupaten yang berada di sekitar wilayah operasional Adaro

Kabupaten Tabalong (2018)

    • Kepadatan tertinggi: Kelua (485 orang/km²)
    • Kepadatan terendah: Bintang Ara (8 orang/km²)
    • % penduduk terbesar: Murung Pudak (20,72%)

Kabupaten Balangan (2018)

    • Kepadatan tertinggi: Paringin Selatan (214 orang/km²)
    • Kepadatan terendah: Halong (24 orang/km²)
    • % penduduk terbesar: Halong (16,74%)

Kabupaten Barito Selatan (2018)

    • Kepadatan relatif sangat rendah (rata-rata hanya 14 orang/km²)
    • Kepadatan tertinggi: Karau Kuala (34 orang/km²)

Kabupaten Barito Timur (2018)

    • Kepadatan tertinggi: Dusun Tengah (85,50 orang/km²)
    • Kepadatan terendah: Paju Epat (7,70 orang/km²)
    • % penduduk terbesar: Dusun Timur (25,77%)

Secara Administrasi wilayah kerja PT Adaro Indonesia yang meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Barito Selatan, dan Barito Timur memiliki karakteristik demografi yang beragam, mencakup pertumbuhan penduduk yang sebagian besar berada pada kategori sedang hingga lambat, Tingkat kepadatan penduduk bervariasi signifikan antar kecamatan, serta rasio usia produktif yang menunjukkan tingkat ketergantungan rendah di seluruh wilayah tersebut.

01

02

03

04

Tabalong

41.76%

(ketergantungan rendah)

Balangan

44.19%

(ketergantungan rendah)

BarSel

40.59%

(ketergantungan rendah)

BarTim

44,38%

(ketergantungan rendah)

KLASIFIKASI DEPENDENCY RATIO

      • Dependency ratio rendah : < 50%
      • Dependency ratio sedang : 50% - 100%
      • Dependency ratio tinggi : > 100%

SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI

35 of 48

02

Jumlah pencari kerja terdaftar menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan (belum pernah sekolah s.d Universitas) dan Jenis kelamin di Kabupaten Tabalong, Barito Selatan, dan Barito Timur.

TENAGA KERJA

Jumlah pencari kerja didominasi lulusan SLTA/SMK di total 3 Kabupaten

65% pencari kerja

Laki-laki lebih banyak mencari kerja dibandingkan perempuan di setiap (4) Kabupaten

67.4% Laki Laki | 32.6% Perempuan

1

45

187

1

1

1

1

1

52

52

52

56

59

03

Jumlah penerbitan surat ijin usaha perdagangan (SIUP) di Kabpaten Tabalong, dan Barito Selatan.

PERDAGANGAN

04

Jumlah penduduk menurut agama yang dianut dan jumlah tempat peribadatan

AGAMA

Kab. Balangan

      • Islam = 122.855 → 94,54%
      • Protestan = 859 → 0,66%
      • Katolik = 259 → 0,20%
      • Hindu = 1.875 → 1,44%
      • Budha = 4.108 → 3,16%
      • Lainnya = 0 → 0%

Kab. Barito Selatan

      • Islam = 91.524 → 68,80%
      • Protestan = 24.946 → 18,75%
      • Katolik = 9.050 → 6,80%
      • Hindu = 7.492 → 5,63%
      • Budha = 6 → 0,004%
      • Lainnya = 7 → 0,005%

Kab. Tabalong

      • Islam = 232.047 → 95,85%
      • Protestan = 6.640 → 2,74%
      • Katolik = 2.210 → 0,91%
      • Hindu = 1.157 → 0,48%
      • Budha = 24 → 0,01%
      • Lainnya = 10 → 0,004%

Kab. Barito Timur

      • Islam = 57.306 → 50,54%
      • Protestan = 41.439 → 36,55%
      • Katolik = 9.586 → 8,45%
      • Hindu = 5.020 → 4,43%
      • Budha = 23 → 0,02%
      • Lainnya = 3 → 0,003%

Rona Lingkungan Awal

Perkembangan Perdagangan di Kabupaten Tabalong dan Barito Selatan

SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI

36 of 48

05

Jumlah sekolah dan rasio jumlah guru dan murid

PENDIDIKAN

06

PEREKONOMIAN LOKAL DAN REGIONAL

Perekonomian Lokal

Perekonomian Regional

Tabalong

      • Penyedia akomondasi dan makan minum
      • Informasi dan komunikasi
      • Konstruksi

Balangan

      • Pertambangan dan penggalian
      • Pertanian, perhutanan, dan perikanan
      • Perdagangan besar dan eceran

Barito Selatan

      • Pengadaan listrik dan gas
      • Perdagangan besar dan eceran
      • Transportasi dan pergudangan

Barito Timur

      • Pertambangan dan penggalian
      • Pertanian, kehutanan, dan perikanan
      • Konstruksi

Rona Lingkungan Awal

SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI

3 Tertinggi PDRB menurut lapangan usaha :

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

    • Sarana perekonomian lokal
    • Sarana perekonomian regional

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

37 of 48

Rona Lingkungan Awal

KOMPONEN KESEHATAN MASYARAKAT

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

38 of 48

Rona Lingkungan Awal

01

02

KONDISI SOSIAL BUDAYA PENDUDUK SETEMPAT

Kepala desa (pembakal) dan ustadz meimiliki pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan dan suara masyarakat.

POLA KEPEMIMPINAN

MATA PENCAHARIAN DAN TATAGUNA LAHAN BaGi Ekonomi Masyarakat

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

39 of 48

Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang

Luasan Wilayah dan Kepadatan Penduduk

Barito Selatan merupakan kabupaten terluas dibandingkan kabupaten lainnya. Namun, kepadatan penduduk di wilayah ini justru yang terendah, yaitu hanya 15 jiwa/km².

Diikuti oleh Barito Timur dengan 29 jiwa/km², Tabalong dengan 68 jiwa/km², sementara kabupaten dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Balangan, yang mencapai 69 jiwa/km².

Jumlah penduduk terbanyak tetap akan terjadi di Kabupaten Tabalong karena jumlah penduduknya pada saat ini merupakan yang terbanyak.

PREDIKSI KONDISI SOSIAL

Rasio Guru dan Siswa

Semua jenjang pendidikan disemua kabupaten, memiliki rasio guru-murid berada dibawahnilai 1:15. sementara peraturan pemerintah daerah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru pasal 17 menetapkan bahwa rasio jumlah peserta didik terhadap gurunya disemua jenjang berkisar antara 1:15 - 1:20. Namun rasio ini berpengaruh terhadap APM.

Angka Partisipasi Murni (APM) di 4 kabupaten menunjukkan tren tinggi di jenjang SD & MI (≥99%) serta SMP & MTs (≥75%), dengan Barito Selatan mencapai 92,08%. Namun, APM menurun di jenjang SMA/MA/SMK, rata-rata sekitar 60%, dengan Barito Selatan terendah di 56,63%.

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

40 of 48

Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang

Penurunan Penduduk Pascatambang:

PREDIKSI KONDISI BUDAYA

Dampak Budaya Daerah

Penurunan Penduduk Pascatambang:

Diperkirakan terjadi akibat pemutusan hubungan kerja.

Prediksi Penurunan:

0,66%

dari jumlah tenaga kerja akhir Semester II 2019.

Faktor :

Faktor ekonomi dan kondisi pertambangan.

Data Tenaga Kerja Semester I 2018:

    • Total : 23.152 pekerja.
    • Lokal : 13.070 pekerja.
    • Non-lokal: 10.082 pekerja.

Mengalami penurunan 0,66% pada akhir Semester I 2018.

Dampak Budaya: Berkurangnya jumlah penduduk akan mempengaruhi keberagaman suku di area tambang.

41 of 48

Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang

Gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat.

PREDIKSI KONDISI EKONOMI

    • Potensi ekonomi wilayah setelah masa tambang berakhir. Fokus pada diversifikasi ekonomi dan kesinambungan pendapatan masyarakat pasca-tambang.

Metode Pendekatan

    • Berdasarkan hasil survei terhadap 96 responden

Ruang Lingkup :

    • Karakteristik responden.
    • Kondisi fasilitas dasar.
    • Penguasaan sumber daya oleh responden.
    • Penghasilan keluarga responden.

Tujuan utama

    • Usia 46–50 tahun: 18,8% (tertinggi)
    • Usia 36–40 tahun: 16,7%
    • Usia 56–60 tahun: 14,6%
    • Kelompok usia tua (>65 tahun): 6,2%

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden masih berada dalam usia produktif (36–50 tahun)

KARAKTERISTIK USIA RESPONDEN:

    • (85,4%) berstatus menikah,
    • (10,4%) Janda dan duda (4,2%),

Menunjukan indikasi bahwa mayoritas rumah tangga dengan pasangan bisa lebih stabil dalam kehidupan sehari-hari karena saling membantu.

PERIKANAN DAN KELAUTAN

    • SD (Sekolah Dasar): 52,1%
    • SMP: 13,5%
    • SMU/SMK: 31,3%
    • S1: 3,1%

Tingginya proporsi pendidikan SD menunjukkan keterbatasan akses pendidikan dan rendahnya kesadaran pendidikan.

TINGKAT PENDIDIKAN RESPONDEN

    • Petani Karet: 44,8%
    • Karyawan Swasta: 14,6%
    • Warung: 5,2%
    • Petani Penggarap: 5,2%

Namun mulai terjadi pergeseran dari petani ke sektor non-pertanian seperti karyawan swasta. Hal ini menunjukkan adanya perubahan orientasi kerja.

PEKERJAAN RESPONDEN

Jenis bangunan :

Rumah Kayu: 45,8%

Setengah Tembok : 38,5%

Rumah Tembok: 15,6%

JENIS RUMAH RESPONDEN

Kepemilikan Rumah:

    • 91,7% milik sendiri
    • 5,2% sewa
    • 3,1% numpang

    • Pendapatan >3 juta/bulan: 84,4%
    • Pendapatan 1–3 juta/bulan: 15,6%

Mayoritas responden memiliki penghasilan lebih dari 3 juta rupiah per bulan, yang menunjukkan tingkat pendapatan yang cukup baik, terutama dari sektor pertanian seperti karet.

PENDAPATAN PER BULAN RESPONDEN

42 of 48

Konsultasi Publik

Kabupaten Balangan :

Menekankan pada pengelolaan dan pemanfaatan lahan Pascatambang

Kabupaten Tabalong :

Menekankan pada bidang lingkungan, tata ruang, ekonomi dan kesehatan

1

2

KARYAWAN PT ADARO INDONESIA

Program yang akan dilakukan :

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pekerja yang terkena pemutusan

Memberikan pesangon sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mengembangkan kegiatan pembinaan masyarakat sekitar dalam usaha ekonomi produktif yang sesuai dengan potensi desa masing-masing dan terintegrasi dengan kegiatan P2M.

Dukungan Pengembangan Pascatambang

    • Sumber daya manusia berkualitas dan potensi daerah.
    • Kualitas SDM tercermin dari:
    • Tingkat pendidikan
    • Kesehatan
    • Akhlak

Pengembangan Potensi Daerah

    • Pemanfaatan tanaman lokal dan tanaman bernilai ekonomi.
    • Revegatasi kawasan pascatambang menggunakan :

Akasia, Albasia, Cemara, Eukaliptus, Gamal, Jati putih, Kelapa sawit, Trembesi, Waru, Bambu, Berbagai jenis buah-buahan.

Program Pascatambang PT Adaro Indonesia

    • Segera dimulai setelah Izin Usaha Jasa Pertambangan berakhir.
    • Salah satu fokus utama: Pemantauan dan pengamanan danau pascatambang.

Danau pascatambang memiliki dimensi yang cukup besar, sehingga:

    • Pengelolaannya perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan di masa mendatang terutama dari aspek:
      1. Hidrogeologi
      2. Geoteknik

43 of 48

Program Pascatambang

PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI : 7 PILAR PPM

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

44 of 48

Program Pascatambang

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

45 of 48

Program Pascatambang

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

46 of 48

Program Pascatambang

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

47 of 48

Arah Pengembangan dan Road Map

Program Pengembangan Masyarakat (PPM)

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia

48 of 48

Ringkasan Program Pascatambang (PPM) PT AI

Fokus utama:

    • Keberlanjutan kehidupan eks karyawan.
    • Kesinambungan lingkungan sekitar tambang.
    • Keseimbangan lingkungan hidup di wilayah eks tambang.

Tujuan utama:

    • Mencapai lingkungan yang seimbang dan sustainable.
    • Mewujudkan masyarakat yang mandiri, termasuk eks karyawan.
    • Menjaga citra positif perusahaan pascatambang.

Komitmen perusahaan untuk mengembalikan kondisi fisik dan sosial yang berubah akibat aktivitas tambang.

Bidang Program PPM:

Ekonomi

Pendidikan

Kesehatan

Sosial Budaya

Insfrastruktur/lingkungan

Arah Pengembangan dan Road Map

Program Pengembangan Masyarakat (PPM)

Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia