RENCANA PASCATAMBANG
PT ADARO INDONESIA
PT ADARO INDONESIA | Mei 2025
Outline
03
Gambaran umum area tambang Adaro Indonesia
04
Dasar Hukum Reklamasi Bentuk Lain
05
Kajian/Riset terkait void Adaro Indonesia
06
Pilot Project - Void Paringin Tengah
07
Best Practice Nila Best di Desa Bangkiling Raya
08
Potensi RBL Paringin Tengah mendukung Kebijakan Pemerintah
02
Gambaran umum Rencana Pascatambang (RPT)
01
GAMBARAN UMUM
RENCANA PASCATAMBANG (RPT)
PT ADARO INDONESIA
Program pascatambang PT Adaro Indonesia (PT AI) dirancang dengan periode produksi 2022 sampai dengan 2042 sesuai dokumen Studi Kelayakan PT Adaro Indonesia (PT AI) Tahun 2022 dan Dokumen Addendum AMDAL Tahun 2022.
Namun demikian, berdasarkan Keputusan Menteri Investasi/Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal Nomor 11/P/PMA/2022 yang menyebutkan masa berlaku izin 2022 sampai dengan 2032 dan dapat diperpanjang 1x10 tahun sampai dengan 2042, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka PT AI juga merancang program pascatambang dengan periode produksi 2022 sampai dengan 2032.
GAMBARAN UMUM
RENCANA PASCATAMBANG (RPT)
01
02
Reklamasi
Pembongkaran fasilitas penunjang tambang, pengamanan Void dan Reklamasi Lahan dll
Pengembangan Sosial Ekonomi
Penanganan Kondisi Internal
Penanganan Kondisi External
03
Pemeliharaan dan perwatan
Pemeliharaan dilakukan di area-area yang tidak dibongkar dan direklamasi pada periode pascatambang.
3 ASPEK UTAMA PROGRAM PASCATAMBANG PT AI SESUAI YANG DIPERSYARATKAN DALAM KEPMEN ESDM NO 1827K/30/MEM/2018
GAMBARAN UMUM
RENCANA PASCATAMBANG (RPT)
Road Map Program
Pengembangan Masyarakat (PPM)
Persiapan Pascatambang pada Aspek Sosial Ekonomi
GAMBARAN UMUM
RENCANA PASCATAMBANG (RPT)
01
02
03
04
05
Pelaksanaan Program CSR :
Persiapan Pascatambang pada Aspek Sosial Ekonomi
KONSEP REKLAMASI & PASCATAMBANG SERTA REGULASINYA
CSR PT ADARO INDONESIA MENDUKUNG IPM
Program Pascatambang
PROGRAM PASCATAMBANG PERIODE PRODUKSI 2022 -2042 / 2022-2032
Waktu periode pascatambang yang digunakan sebagai asumsi penyusunan program pascatambang yaitu tahun 2043 - 2048 / 2033 - 2038
Reklamasi
Reklamasi dilakukan dengan memperhatikan peruntukan lahan seperti kawasan hutan, penyangga hidrologi, lahan basah (wetland), dan kawasan non-tambang. Kegiatan utama meliputi:
Ringkasan Program Pascatambang PT Adaro Indonesia
Pengembangan Sosial dan Ekonomi
Penanganan kondisi internal :
Kondisi dan keberadaan karyawan
Penanganan kondisi eksternal :
Kondisi rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM)
Program Pascatambang yang mencakup 7 pilar PPM :
Reklamasi
Pemeliharaan dilakukan pada area-area yang tidak dibongkar dan direklamasi pada periode pascatambang
Pengembangan
Sosial Ekonomi dengan Program Human Resources (HR)
1
2
3
4
Kepmen
ESDM 1827K/30/MEM/2018
HUMAN RESOURCES (HR)
Matrik 25. Format laporan pelaksanaan kegiatan Pascaoperasi
Halaman : 340
Matrik 18 Format penyusunan Laporan Triwulan Pelaksanaan Pascatambang
Halaman : 320
Matrik 3. Format penyusunan Rencana Pascatambang
Halaman : 277
Matrik 5. Format penyusunan Rencana Pascaoperasi
Halaman : 292
Rencana Program Pascatambang (RPT) –
PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI
PENANGANAN KONDISI INTERNAL
1
2
4
BAB VII, PEMANTAUAN
BAB IV, RENCANA Pascatambang
BAB VI, PROGRAM Pascatambang
Pengembangan
Sosial Ekonomi
dengan Program
Lingkungan & Comunity
Development (Comdev)
1
2
3
LINGKUNGAN & COMMUNITY DEVELOPMENT
Rencana Program Pascatambang (RPT) -
ADARO INDONESIA
BAB IV, PREDIKSI SOSIAL BUDAYA
BAB IV, PREDIKSI SOSIAL BUDAYA
BAB VI, PROGRAM Pascatambang
4
GAMBARAN UMUM
RENCANA
BENTUK LAIN (RBL)
PT ADARO INDONESIA
Morfologi Daratan
Bekas Tambang
Kewajiban Revegetasi
Danau Bekas
Tambang & Lahan Basah (Reklamasi Bentuk Lain)
Lubang Bekas Tambang (Final Void)
& Settling Pond)
KONSEP REKLAMASI & PASCATAMBANG SERTA REGULASINYA
Terbentuknya Bentang Alam Baru pascatambang
REGULASI
*Disusun berdasarkan dari luasan terkecil hingga yang terbesar
Luasan Tambang PT AI adalah 23.942 Ha
Berdasarkan SK Menteri Investasi/Kepala BKPM No. 11/1/IUP/PMA/202
7 void yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan PT AI
No. | Area Danau Pascatambang (Pit Lake) | Luas (ha) | Elevasi Overflow (m) | Lokasi Kabupaten |
1. | Paringin Tengah | 19,90 | 65 | Balangan |
2. | Wara 2 Utara | 282,15 | 58 | Tabalong |
3. | Wara 2 Selatan | |||
4. | Paringin Utara | 455,16 | 60 | Balangan |
5. | Wara 1 | 1.065,15 | 56 | Tabalong |
6. | Tutupan Selatan | 1.288,42 | 78 | Balangan + Tabalong |
7. | Tutupan Utara | 1.450,19 | 102 | Balangan + Tabalong |
| TOTAL | 4.560,97 | | |
Berdasarkan BAB II dokumen Addendum AMDAL yang mendapat persetujuan Menteri LHK dalam SK.1347/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2022, berikut luasan void PT Adaro Indonesia :
Reklamasi Bentuk Lain (RBL)
GAMBARAN UMUM
PARINGIN TENGAH
❝Seberapa besar
Void Pascatambang Adaro?❞
Setara Dengan
Void Terbesar adalah Luas Tutupan Utara dengan luas = 1.450,19 ha
Bentuk RBL pada Void Tutupan Utara.
?
1/8 dari luasan Danau Toba
dengan luas = 113.000 ha
Luas Tutupan Utara
Danau Toba
(Belum terdapat kajian RBL)
❝Seberapa besar
Void Pascatambang Adaro?❞
Luas Waduk Darma = ±430 ha
Waduk buatan untuk konservasi, irigasi, & digunakan untuk wisata | Kuningan, Jawa Barat
Berdasarkan Kajian dari IPB untuk pengelolaan void Paringin Utara dengan RBL membutuhkan biaya sebesar Rp 36 Milyar.
HSE Adaro Indonesia melakukan kontrol terhadap kualitas air di Void Paringin Utara, menunjukkan pH air dalam kisaran 7–8, (netral dan aman bagi lingkungan). Proses pengambilan sampel air di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya :
Luas Void Paringin Utara = 455,16 ha
Setara Dengan
Void Paringin Utara
Waduk Darma
Komponen biaya program :
KOMPONEN | BIAYA |
Komponen biaya program budidaya perikanan | Rp 35,937,300,000 |
Komponen biaya program floating agriculture | Rp 186,825,000 |
Total | Rp 36,124,125,000 |
Void Paringin Tengah
Ranu Kumbolo
❝Seberapa besar
Void Pascatambang Adaro?❞
Danau Ranu Kumbolo = ±24 ha
Danau terbesar di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Berdasarkan Kajian dari IPB untuk pengelolaan void Paringin Tengah dengan RBL membutuhkan biaya sebesar Rp 241 Juta.
Luas Void Paringin Tengah = 19,90 ha
Setara Dengan
Komponen biaya program :
KOMPONEN | BIAYA |
Komponen biaya program budidaya perikanan | Rp 241,700,000 |
Total | Rp 241,700,000 |
Sumber : UU No. 3/2020
Pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) wajib:
UU No. 3/2020 Pasal 99
Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018
DASAR HUKUM RBL
Ketentuan ini menunjukkan bahwa void dapat dipertahankan jika:
Sumber : Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 |
BAB. Penyusunan Rencana Reklamasi, Rencana Pascatambang, dan Rencana Pascaoperasi
Sumber : Kepmen ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 |
KAJIAN / RISET
WAKTU DAN TEMPAT
TIM PENGKAJI
PT Setiatama Mega Konsultan
RUANG LINGKUP KAJIAN
Lingkungan perairan wetland layak untuk budidaya perikanan. Semua jenis ikan menunjukkan Survival Rate Tinggi (SR) 100% terutama pada ikan dewasa seperti Gurami, Gabus, Pipih, Jelawat, dan Sepat Siam dengan Ikan Nila BEST dan Papuyu menunjukkan potensi pertumbuhan terbaik. Seluruh jenis ikan layak dibudidayakan secara ekonomi (BCR > 1).
HASIL KAJIAN INI MENJELASKAN BAHWA :
EVALUASI DAN STATUS PERTUMBUHAN 6 JENIS IKAN DI KOLAM WETLAND
HASIL KAJIAN
Kelayakan ekonomi tinggi
(BCR > 1) untuk seluruh jenis ikan:
BCR Ikan pipih 2,38, nila BEST 1,87, sepat siam 1,69, jelawat 1,55, gabus 1,53, gurami dan papuyu 1,13.
Semua jenis layak dibudidayakan oleh masyarakat sekitar area tambang.
Kelangsungan hidup ikan sangat tinggi (SR 100%), jenis yang berhasil dibudidayakan:
Nila, Papuyu, Jelawat, Sepat Siam, Pipih, Gurami, dan Gabus.
Kualitas air masih sesuai baku mutu perikanan (PP 22/2021)
dengan Parameter suhu, oksigen terlarut.,
*BCR (Benefit-Cost Ratio)
KAJIAN / RISET
HASIL KAJIAN
KUALITAS AIR DARI VOID (INPIT POND PARINGIN)
Semua parameter logam berat berada di bawah ambang batas
sesuai KepGub Kalsel No. 5 Tahun 2007.
Ikan Nila BEST memiliki rata-rata berat 172–212 gram dan Udang galah rata-rata 47 gram per ekor.
Menandakan pertumbuhan yang sehat dan layak konsumsi.
Kualitas dan kesehatan daging Ikan menunjukkan budidaya ikan layak secara ekologis, dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan
WAKTU DAN TEMPAT
TIM PENGKAJI
RUANG LINGKUP KAJIAN
Merujuk pada SNI 7387 : 2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan
POTENSI PEMANFAATAN AIR BEKAS TAMBANG UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN DI PIT PARINGIN
KAJIAN / RISET
PEMANFAATAN AIR DANAU GENANGAN BEKAS GALIAN TAMBANG UNTUK BUDIDAYA UDANG GALAH DAN IKAN NILA
TIM PENGKAJI
RUANG LINGKUP KAJIAN
WAKTU DAN TEMPAT
HASIL KAJIAN
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ekosistem kolam layak secara biologis dan teknis untuk budidaya sert dapat menjadi model pemanfaatan berkelanjutan lahan pascatambang.
UDANG GALAH
IKAN NILA BEST
DOKUMEN INI MENJELASKAN BAHWA :
TIM PENGKAJI
WAKTU DAN LOKASI
KAJIAN / RISET
Void Paringin Utara
RUANG LINGKUP KAJIAN
a) Sumber air baku
b) Budidaya perikanan (Keramba Apung dan kolam tanah)
c) Floating agriculture (hortikultura)
HASIL KAJIAN
KJA
Karamba Jaring Apung
Potensi Pengembangan Void Paringin Utara Sebagai Budidaya Perikanan
Pemanfaatan 5% dari luas void untuk Keramba Jaring Apung
Potensi hasil per siklus:
Pengembangan kolam tanah,
Potensi Floating Agriculture
Potensi Pengembangan Keramba Jaring Apung Void Paringin Utara :
TIM PENGKAJI
WAKTU DAN LOKASI
KAJIAN / RISET
Void Paringin Tengah
RUANG LINGKUP KAJIAN
a) Sumber air baku
b) Lokasi budidaya perikanan (kolam tanah & hatchery)
c) Floating agriculture
HASIL KAJIAN
Potensi Budidaya Perikanan
Kolam Hilir dimanfaatkan untuk:
Settling Pond dimanfaatkan untuk:
80% digunakan untuk budidaya Ikan. Potensi produksi per siklus:
Potensi Floating Agriculture :
20% digunakan dari Settling Pond Muara Pahu 2.
1
2
3
PILOT PROJECT – Void Paringin Tengah
KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA DI TAMBANG PARINGIN TENGAH BERAKHIR PADA TAHUN 1998
KONDISI EKSISTING
Luas Void Paringin Tengah 19,90 Ha, pada akhir September 2024 kedalaman paling tinggi Void Paringin Tengah tercatat sekitar 30 m dengan ketebalan lumpur pada dasar Void sekitar 16 m
Kolam Budidaya Paringin Tengah
Aliran air void akan mengarah ke badan Sungai Nungkaran yang mengalir ke desa Balida dan Murung Ilung
POTENSI PENGEMBANGAN RBL
Hasil Kajian IPB Tahun 2024 terhadap Usaha budidaya ikan di Kalimantan Selatan
PILOT PROJECT – Void Paringin Tengah
BEST PRACTICE “NILA BEST” DI Desa Bangkiling Raya
LATAR BELAKANG
Komitmen Bersama
(Oktober 2024)
Bantuan Bibit Ikan
( November 2024)
Bantuan Pinjaman Modal Pakan
(Des 2024-Mar 2025)
Assessment
(September 2024)
Menentukan petani sasaran penerima bantuan bibit ikan Nila Best
2 Petani penerima
bantuan komitmen untuk menjalankan budidaya ikan
Koperasi Ponpes MU memberikan bantuan pinjaman modal pakan dan dapat dibayar setelah petani panen
HSE memberikan bibit ikan nila best sebanyak 7000 ekor untuk 2 kolam tanah masyarakat
Pendampingan
(Des 2024-Mar 2025)
Monitoring & Evaluasi
(Des 2024-Mar 2025)
01
02
03
04
05
06
HSE dan YABN memberikan pendampingan
YABN, HSE dan Ponpes melakukan monitoring & evaluasi
Note :
BEST PRACTICE “NILA BEST” DI Desa Bangkiling Raya
Selain melakukan pembesaran ikan, ponpes MU juga berhasil melakukan pembibitan ikan dan selanjutnya bibit ikan tersebut dibudidayakan dalam kolam terpal dengan system bioflok dengan memanfaatkan panen surya yang merupakan bantuan dari program DESA BUMI. Diperkirakan akan panen pada Juni 2025
PENCAPAIAN
Note : Nila Arjuna merupakan jenis ikan nila yang sering dibudidayakan oleh masyarakat
REKLAMASI BENTUK LAIN
KESESUAIAN PROGRAM DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMERINTAH
THANK YOU.
LAMPIRAN
GAMBARAN UMUM
RENCANA PASCATAMBANG (RPT)
PT ADARO INDONESIA
JUMLAH PERSENTASE PENDUDUK, KEPADATAN PENDUDUK, & RASIO JENIS KELAMIN
Rona Lingkungan Awal
Tingkat laju pertumbuhan penduduk periode 2010-2018
Keterangan :
Klasifikasi tingkat laju pertumbuhan
Kabupaten Tabalong
1.38% (Sedang)
Kabupaten BarSel
1.2% (lambat)
Kabupaten Balangan
1,77% (sedang)
Kabupaten BarTim
2.36% (sedang)
01
DEMOGRAFI
KETERANGAN :
A. Usia belum produktif (<14 tahun)
B. Usia produktif (15 - 75 tahun)
C. Usia tidak produktif ( >75 tahun)
JUMLAH USIA PRODUKTIF MENURUT KELOMPOK UMUR :
KEPADATAN PENDUDUK
Distribusi dan kepadatan penduduk menurut kecamatan di tiga kabupaten yang berada di sekitar wilayah operasional Adaro
Kabupaten Tabalong (2018)
Kabupaten Balangan (2018)
Kabupaten Barito Selatan (2018)
Kabupaten Barito Timur (2018)
Secara Administrasi wilayah kerja PT Adaro Indonesia yang meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, Barito Selatan, dan Barito Timur memiliki karakteristik demografi yang beragam, mencakup pertumbuhan penduduk yang sebagian besar berada pada kategori sedang hingga lambat, Tingkat kepadatan penduduk bervariasi signifikan antar kecamatan, serta rasio usia produktif yang menunjukkan tingkat ketergantungan rendah di seluruh wilayah tersebut.
01
02
03
04
Tabalong
41.76%
(ketergantungan rendah)
Balangan
44.19%
(ketergantungan rendah)
BarSel
40.59%
(ketergantungan rendah)
BarTim
44,38%
(ketergantungan rendah)
KLASIFIKASI DEPENDENCY RATIO
SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI
02
Jumlah pencari kerja terdaftar menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan (belum pernah sekolah s.d Universitas) dan Jenis kelamin di Kabupaten Tabalong, Barito Selatan, dan Barito Timur.
TENAGA KERJA
Jumlah pencari kerja didominasi lulusan SLTA/SMK di total 3 Kabupaten
65% pencari kerja
Laki-laki lebih banyak mencari kerja dibandingkan perempuan di setiap (4) Kabupaten
67.4% Laki Laki | 32.6% Perempuan
1
45
187
1
1
1
1
1
52
52
52
56
59
03
Jumlah penerbitan surat ijin usaha perdagangan (SIUP) di Kabpaten Tabalong, dan Barito Selatan.
PERDAGANGAN
04
Jumlah penduduk menurut agama yang dianut dan jumlah tempat peribadatan
AGAMA
Kab. Balangan
Kab. Barito Selatan
Kab. Tabalong
Kab. Barito Timur
Rona Lingkungan Awal
Perkembangan Perdagangan di Kabupaten Tabalong dan Barito Selatan
SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI
05
Jumlah sekolah dan rasio jumlah guru dan murid
PENDIDIKAN
06
PEREKONOMIAN LOKAL DAN REGIONAL
Perekonomian Lokal
Perekonomian Regional
Tabalong
Balangan
Barito Selatan
Barito Timur
Rona Lingkungan Awal
SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI
3 Tertinggi PDRB menurut lapangan usaha :
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Rona Lingkungan Awal
KOMPONEN KESEHATAN MASYARAKAT
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Rona Lingkungan Awal
01
02
KONDISI SOSIAL BUDAYA PENDUDUK SETEMPAT
Kepala desa (pembakal) dan ustadz meimiliki pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan dan suara masyarakat.
POLA KEPEMIMPINAN
MATA PENCAHARIAN DAN TATAGUNA LAHAN BaGi Ekonomi Masyarakat
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang
Luasan Wilayah dan Kepadatan Penduduk
Barito Selatan merupakan kabupaten terluas dibandingkan kabupaten lainnya. Namun, kepadatan penduduk di wilayah ini justru yang terendah, yaitu hanya 15 jiwa/km².
Diikuti oleh Barito Timur dengan 29 jiwa/km², Tabalong dengan 68 jiwa/km², sementara kabupaten dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Balangan, yang mencapai 69 jiwa/km².
Jumlah penduduk terbanyak tetap akan terjadi di Kabupaten Tabalong karena jumlah penduduknya pada saat ini merupakan yang terbanyak.
PREDIKSI KONDISI SOSIAL
Rasio Guru dan Siswa
Semua jenjang pendidikan disemua kabupaten, memiliki rasio guru-murid berada dibawahnilai 1:15. sementara peraturan pemerintah daerah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru pasal 17 menetapkan bahwa rasio jumlah peserta didik terhadap gurunya disemua jenjang berkisar antara 1:15 - 1:20. Namun rasio ini berpengaruh terhadap APM.
Angka Partisipasi Murni (APM) di 4 kabupaten menunjukkan tren tinggi di jenjang SD & MI (≥99%) serta SMP & MTs (≥75%), dengan Barito Selatan mencapai 92,08%. Namun, APM menurun di jenjang SMA/MA/SMK, rata-rata sekitar 60%, dengan Barito Selatan terendah di 56,63%.
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang
Penurunan Penduduk Pascatambang:
PREDIKSI KONDISI BUDAYA
Dampak Budaya Daerah
Penurunan Penduduk Pascatambang:
Diperkirakan terjadi akibat pemutusan hubungan kerja.
Prediksi Penurunan:
0,66%
dari jumlah tenaga kerja akhir Semester II 2019.
Faktor :
Faktor ekonomi dan kondisi pertambangan.
Data Tenaga Kerja Semester I 2018:
Mengalami penurunan 0,66% pada akhir Semester I 2018.
Dampak Budaya: Berkurangnya jumlah penduduk akan mempengaruhi keberagaman suku di area tambang.
Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang
Gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat.
PREDIKSI KONDISI EKONOMI
Metode Pendekatan
Ruang Lingkup :
Tujuan utama
Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden masih berada dalam usia produktif (36–50 tahun)
KARAKTERISTIK USIA RESPONDEN:
Menunjukan indikasi bahwa mayoritas rumah tangga dengan pasangan bisa lebih stabil dalam kehidupan sehari-hari karena saling membantu.
PERIKANAN DAN KELAUTAN
Tingginya proporsi pendidikan SD menunjukkan keterbatasan akses pendidikan dan rendahnya kesadaran pendidikan.
TINGKAT PENDIDIKAN RESPONDEN
Namun mulai terjadi pergeseran dari petani ke sektor non-pertanian seperti karyawan swasta. Hal ini menunjukkan adanya perubahan orientasi kerja.
PEKERJAAN RESPONDEN
Jenis bangunan :
Rumah Kayu: 45,8%
Setengah Tembok : 38,5%
Rumah Tembok: 15,6%
JENIS RUMAH RESPONDEN
Kepemilikan Rumah:
Mayoritas responden memiliki penghasilan lebih dari 3 juta rupiah per bulan, yang menunjukkan tingkat pendapatan yang cukup baik, terutama dari sektor pertanian seperti karet.
PENDAPATAN PER BULAN RESPONDEN
Konsultasi Publik
Kabupaten Balangan :
Menekankan pada pengelolaan dan pemanfaatan lahan Pascatambang
Kabupaten Tabalong :
Menekankan pada bidang lingkungan, tata ruang, ekonomi dan kesehatan
1
2
KARYAWAN PT ADARO INDONESIA
Program yang akan dilakukan :
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
Memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pekerja yang terkena pemutusan
Memberikan pesangon sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengembangkan kegiatan pembinaan masyarakat sekitar dalam usaha ekonomi produktif yang sesuai dengan potensi desa masing-masing dan terintegrasi dengan kegiatan P2M.
Dukungan Pengembangan Pascatambang
Pengembangan Potensi Daerah
Akasia, Albasia, Cemara, Eukaliptus, Gamal, Jati putih, Kelapa sawit, Trembesi, Waru, Bambu, Berbagai jenis buah-buahan.
Program Pascatambang PT Adaro Indonesia
Danau pascatambang memiliki dimensi yang cukup besar, sehingga:
Program Pascatambang
PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI : 7 PILAR PPM
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Program Pascatambang
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Program Pascatambang
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Program Pascatambang
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Arah Pengembangan dan Road Map
Program Pengembangan Masyarakat (PPM)
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia
Ringkasan Program Pascatambang (PPM) PT AI
Fokus utama:
Tujuan utama:
Komitmen perusahaan untuk mengembalikan kondisi fisik dan sosial yang berubah akibat aktivitas tambang.
Bidang Program PPM:
Ekonomi
Pendidikan
Kesehatan
Sosial Budaya
Insfrastruktur/lingkungan
Arah Pengembangan dan Road Map
Program Pengembangan Masyarakat (PPM)
Sumber : Dokumen RPT, PT Adaro Indonesia