BAB II�PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN
A. Mobilitas Sosial
1. Pengertian Mobilitas Sosial
Wawasan
Aktivitas Individu
2. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
Untuk memahami kedua bentuk mobilitas sosial tersebut, perhatikan kasus di bawah ini!
Bu Damaris Mendila adalah seorang guru di salah satu sekolah di Provinsi Papua. Sebagai guru IPS, Bu Damaris Mendila menjalankan tugas dengan baik. Bukan hanya mengajar saja, Bu Damaris Mendila juga melaksanakan administrasi dengan penuh tanggung jawab. Berbagai kegiatan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya dilaksanakan dengan baik. Karena berbagai prestasinya, Bu Damaris Mendila diangkat menjadi kepala sekolah. Gerak sosial dari seorang guru menjadi kepala sekolah atau naik jabatan pada kasus Bu Damaris Mendila merupakan salah satu bentuk mobilitas sosial vertikal.
Pak Gayus adalah seorang anak pengusaha yang memiliki usaha perkebunan teh di beberapa tempat di Jawa Barat. Pak Gayus mengembangkan usaha dengan membuka usaha baru, yakni bisnis pertambangan. Namun, usaha pertambangan Pak Gayus tidak berhasil berkembang. Bahkan usaha perkebunannya terus merugi hingga akhirnya mengalami kebangkrutan. Kini Pak Gayus memulai sebagai pengusaha kecil, yakni menjadi agen penjualan teh. Gerak sosial Pak Gayus yang mengalami penurunan pada kasus ini juga merupakan contoh mobilitas sosial vertikal.
Pak Zaenuri seorang kepala sekolah di salah satu SMP di Jawa Timur yang sudah 8 tahun menjabat. Dinas pendidikan memindahkan Pak Zaenuri ke sekolah lain dan tetap menjabat sebagai kepala sekolah. Gerak sosial yang dialami Pak Zaenuri juga merupakan contoh bentuk mobilitas sosial horizontal.
Aktivitas Kelompok
Mobilitas Vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).
Mobilitas Vertikal ke Atas (Social Climbing)
Mobilitas Vertikal ke Bawah (Social sinking)
Aktivitas Individu
Mobilitas Horizontal
Aktivitas Individu
3. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial
Faktor Struktural
Faktor Individu
Faktor Sosial
Faktor Ekonomi
Faktor Politik
Kemudahan dalam Akses Pendidikan
Faktor penghambat mobilitas sosial
Kemiskinan
Diskriminasi
4. Saluran-saluran Mobilitas Sosial
Pendidikan
Organisasi Politik
Wawasan
Organisasi Ekonomi
Organisasi Profesi
5. Dampak Mobilitas Sosial
Berikut ini beberapa dampak positif terjadinya mobilitas sosial.
Berikut dampak negatif mobilitas sosial, antara lain:
B. Pluralitas Masyarakat Indonesia
1. Perbedaan Agama
Agama Islam
Agama Kristen Protestan
Agama Kristen Katolik
Agama Hindu
Agama Buddha
Agama Konghucu
2. Perbedaan Budaya
Wawasan
a. Gagasan (Wujud Ideal)
b. Aktivitas (Tindakan)
c. Artefak (Karya)�
Aktivitas Kelompok
Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai budaya universal tersebut, yaitu:
a. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transpor, dan sebagainya).
b. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
c. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).
d. Bahasa (lisan dan tertulis).
e. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebagainya).
f. Sistem pengetahuan.
g. Religi (sistem kepercayaan).
Yang mempengaruhi perbedaan budaya di Indonesia
a. Perbedaan Lokasi
b. Perbedaan Agama/Keyakinan
3. Perbedaan Suku Bangsa�
Aktivitas Individu
4. Perbedaan Pekerjaan�
5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya
Wawasan
Aktivitas Kelompok
Peran dan fungsi keragaman budaya dalam pembangunan nasional sebagai berikut
Wawasan
C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial�
1. Konflik dalam Kehidupan Sosial
b. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial
1) Perbedaan Individu
2) Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
3) Perbedaan Kepentingan
4) Perubahan-Perubahan Nilai yang Cepat
Akibat-akibat Konflik Sosial
Berikut ini merupakan akibat terjadinya konflik sosial.
Dalam kasus peristiwa pertempuran Surabaya, para pejuang tidak menghiraukan perbedaan suku, agama, organisasi politik, dan sebagainya. Mereka bahu-membahu melawan Inggris (Sekutu). Terjadinya konflik dengan kelompok lain justru dapat meningkatan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity) yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
Konflik yang terjadi antarindividu atau antarkelompok dapat menimbulkan keretakan hubungan. Keretakan tersebut dapat terjadi sementara ataupun permanen. Kalian mungkin pernah konflik dengan temanmu, yang menyebabkan dalam beberapa waktu tidak terjalin hubungan yang baik. Namun, karena kemudian saling menyadari kesalahan, kalian berdua akhirnya saling memaafkan.
Perubahan kepribadian dapat terjadi pada kedua belah pihak yang mengalami konflik. Kedua belah pihak dapat saling menyesuaikan atau justru masing-masing mempertahankan kebenaran yang diyakini.
Konflik yang berujung pada kekerasan fisik dapat menyebabkan kerusakan dan hilangnya nyawa manusia. Sebagai contoh, konflik yang diakhiri dengan peperangan.
Cara Menangani Konflik
Terdapat 5 (lima) cara yang biasanya digunakan individu atau kelompok dalam menyelesaikan konflik sosial.
Integrasi Sosial
1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka.
2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma.
3. Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten.
Faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi:
1. Homogenitas kelompok. Pada masyarakat yang homogenitasnya rendah integrasi sangat mudah tercapai, demikian juga sebaliknya.
2. Besar kecilnya kelompok. Jumlah anggota kelompok memengaruhi cepat lambatnya integrasi karena membutuhkan penyesuaian di antara anggota.
3. Mobilitas geografis. Semakin sering anggota suatu masyarakat datang dan pergi, semakin besar pengaruhnya bagi proses integrasi.
4. Efektifitas komunikasi. Semakin efektif komunikasi, semakin cepat pula integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai.
1. Integrasi normatif: integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Contoh: masyarakat Indonesia dipersatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
2. Integrasi fungsional: integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Sebagai contoh, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing: suku Bugis melaut, Jawa bertani, Minang pandai berdagang.
3. Integrasi koersif: integrasi yang dilakukan dengan cara paksaan. Hal ini biasanya dilakukan bila diyakini banyaknya akibat negatif jika integrasi tidak dilakukan, atau pihak yang diajak untuk melakukan integrasi sosial enggan melakukan/mencerna integrasi.
1. Asimilasi: bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiap-tiap kebudayaan.
2. Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa meninggalkan sifat asli kebudayaan penerima.
1. Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda.
2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
3. Adanya sikap positif terhadap kebudayaan lain.
4. Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
5. Adanya kesamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6. Adanya perkawinan campur (amalgamasi).
7. Adanya musuh bersama dari luar.
Aktivitas Kelompok & Individu
Rangkuman
Uji Kompetensi
1. Pak Amir mengajar SMA sebagai guru. Setelah beberapa tahun, ia kini menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kasus ini merupakan contoh mobilitas sosial ... .
a. horizontal
b. antargenerasi
c. vertikal naik
d. vertikal turun
e. geografis
2. Faktor pendorong bagi kelompok masyarakat tidak mampu untuk melakukan mobilitas sosial adalah ... .
a. status sosial
b. keadaan ekonomi
c. pendidikan rendah
d. situasi politik
e. penyebab struktural
3. Perhatikan beberapa contoh saluran mobilitas sosial di bawah ini:
1) PGRI
2) APKOM DIY
3) IDI
4) PBB
5) IMI
Yang termasuk contoh saluran mobilitas sosial pada bidang organisasi profesi adalah . . . .
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 2 dan 5
e. 4 dan 5
4. Di bawah ini contoh faktor pendorong mobilitas sosial pada penyebab struktural adalah . . . .
a. seorang anak yang memiliki sikap ulet dan tekun
b. seorang anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi
c. seorang anak yang migrasi ke daerah lain karena ada konflik
d. seorang anak desa yang mencari pekerjaan di kota
5. Di bawah ini yang bukan cara untuk meningkatkan integrasi sosial yang baik, adalah . . . .
a. mematuhi norma-norma yang berlaku
b. menyesuaikan gaya hidup hedonis
c. berpegang teguh pada nilai-nilai sosial
d. ikut kegiatan sosial masyarakat
e. menyesuaikan dengan budaya sekitar
6. Keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia memiliki dampak positif, kecuali . . . .
a. potensi dalam bidang pariwisata
b. bangsa menjadi lebih luwes
c. objek kajian budaya internasional
d. kegagalan komunikasi bahasa
e. adanya warisan kearifan lokal yang kaya
7. Perhatikan nama suku bangsa Indonesia
1) Minangkabau
2) Gayo
3) Osing
4) Aneuk Jamee
5) Ngaju
Yang termasuk suku bangsa Indonesia berasal dari provinsi NAD adalah . . . .
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 4 dan 5
8. Yang bukan termasuk cara melestarikan budaya daerah sekitar adalah . . . .
a. mendokumentasikan pagelaran budaya daerah
b. mempelajari tarian adat daerah
c. mempelajari lagu daerah
d. mengarang lagu bahasa daerah
e. mempelajari seni bela diri karate
9. Pluraritas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan . . . .
a. keseragaman agar tercapai kedamaian
b. mempelajari tarian adat daerah
c. mempelajari lagu daerah
d. mengarang lagu bahasa daerah
e. mempelajari seni bela diri karate
10. Tari-tarian daerah pada saat ini beralih fungsi untuk acara . . . .
a. keagamaan
b. sesaji
c. penyambutan tamu
d. syukuran
e. perang
11. Konflik antara buruh dan pengusaha kerap sekali naik ke pengadilan. Pemberian upah yang tidak sesuai menjadi salah satu alasan. Kasus di atas menggambarkan konflik terjadi karena faktor . . . .
a. perbedaan budaya
b. perbedaan kepribadian
c. perbedaan keluarga
d. perbedaan kepentingan
12. Individu atau kelompok ini memandang bahwa pendapat atau idenya paling benar sehingga memenangkan konflik dengan cara menguasai lawan adalah jalan untuk mencapai tujuan. Hal ini merupakan contoh cara menangani konflik, yaitu . . . .
a. menghindar
b. memaksakan kehendak
c. menyesuaikan keinginan orang lain
d. kolaborasi
e. tawar-menawar
13. Berikut ini adalah faktor yang memengaruhi cepat lambatnya proses integrasi, kecuali . . . .
a. homogenitas kelompok
b. heterogenitas kelompok
c. mobilitas geografis
d. efektivitas komunikasi
e. besar kecilnya kelompok
14. Berikut ini yang termasuk faktor penghambat integrasi sosial adalah . . . .
a. adanya intoleransi terhadap kebudayaan yang berbeda
b. kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
c. adanya perkawinan campur
d. adanya sikap yang terbuka dengan golongan yang berkuasa
15. Integrasi sosial dalam kehidupan dapat terwujud dengan adanya . . . .
a. tidak ada kesepahaman antarkelompok
b. konsensus bersama tentang nilai
c. masyarakat yang melanggar norma
d. nilai dan norma baru saja dicanangkan
e. kebutuhan masyarakat sulit dicukupi
Essai�
1. Jelaskan perbedaan dengan disertai contoh mobilitas sosial naik dan mobilitas sosial turun!
2. Untuk mendapatkan jabatan politik tertentu, tentu terdapat persaingan yang dapat memunculkan konflik sosial. Apa cara kalian untuk meminimalisir interaksi sosial tersebut agar tidak memicu konflik?
3. Mengapa faktor ekonomi menjadi penghambat mobilitas sosial?
4. Hal apa saja yang menjadikan perbedaan budaya pada masyarakat Indonesia?
5. Apa perbedaan antara asimilasi dan akulturasi?
6. Jelaskan syarat agar terjadi integrasi sosial!
Studi Kasus
1. Jelaskan bentuk interaksi asosiatif yang terjadi dalam kegiatan festival budaya tersebut!
2. Jelaskan peranan festival budaya tersebut dalam kegiatan ekonomi masyarakat!
3. Ketua pelaksana Priyo Setia Budi mengatakan bahwa gelar festival merupakan upaya melestarikan budaya-budaya Jawa yang nyaris terkikis perkembangan zaman. Festival budaya juga merupakan media membangun karakter bangsa. Jelaskan maksud pernyataan tersebut!
4. Untuk mencontohi kegiatan tersebut, tuliskan ide menyelenggarakan kegiatan festival budaya di lingkungan tempat tinggalmu! Tuliskan bentuk festival yang kalian rencanakan, siapa saja yang terlibat, serta apa tujuan penyelenggaraan festival tersebut!
Refleksi dan Tindak Lanjut