1 of 11

BAB 3

Menulis

Naskah

Teater

2 of 11

Sebuah naskah drama ditulis dengan maksud atau tujuan tertentu. Penulisan naskah drama berawal dari ide maupun keresahan penulis yang dapat menjadi suatu tema. Biasanya, tema yang diangkat oleh pementasan drama teater adalah tema pahlawan. Bagimana caranya? Mari ikuti pembelajaran berikut.

3 of 11

A

Sumber Inspirasi

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penulisan naskah teater adalah mencari sumber inspirasi. Karena pembelajaran kali ini kita berfokus pada tema pahlawan, maka langkah awalnya adalah mencari inspirasi dengan menentukan tokoh pahlawan nasional. Berikut langkah-langkah dalam menemukan sumber inspirasi tentang pahlawan nasional:

01

Menetapkan tokoh pahlawan nasional.

02

Melakukan observasi.

4 of 11

B

Alur Cerita (Plot)

Alur cerita dibagi menjadi dua, yaitu simple plot (plot sederhana) dan multi plot (plot lebih dari satu). Simple plot adalah cerita yang memiliki satu alur cerita dan satu konflik yang bergerak dari awal sampai akhir. Plot ini terdiri dari plot linear dan plot linear sirkular.

Plot linear: bergerak lurus dari awal sampai akhir cerita.

Plot linear sirkular: alur cerita secara melingkar, sehingga awal dan akhir cerita akan bertemu dalam satu titik.

Macam-macam alur linear, yaitu alur menanjak, alur menurun, alur maju, alur mundur, alur lurus, dan alur melingkar.

5 of 11

Multi plot adalah cerita yang memiliki satu alur utama dengan beberapa subplot yang saling berhubungan. Multi plot terdiri dari dua tipe, yaitu alur episode dan alur terpusat.

6 of 11

C

Cerita Ringkas dan Tema

Langkah pertama dalam menulis cerita ringkas ialah dengan mengumpulkan informasi terkait tokoh yang diangkat. Catatlah gagasan ceritanya dan kembangkan gagasan tersebut.

Peristiwa 1 (awal) → peristiwa 2 → peristiwa 3 → peristiwa 4 (akhir)

Cerita ringkas (Sinopsis)

7 of 11

Sebuah tema dalam naskah teater harus memiliki pijakan kuat sebagai alasannya. Beberapa alasan yang dapat dijadikan sebagai dasar menentukan tema sebagai berikut.

  1. Pemilihan topik yang penting untuk ditonjolkan dalam cerita.
  2. Menimbulkan konflik yang membangun cerita.
  3. Menghitung waktu menceritakan peristiwa atau tokoh dalam cerita.

Terdapat berbagai macam tema dalam naskah teater, seperti komedi, tragedi, pendidikan, perjuangan, dan sebagainya. Berikut kriteria tema yang baik, yaitu aktual, tidak menyinggung suku; ras; agama; dan antargolongan, dan memberi pendidikan/manfaat bagi pembacanya.

8 of 11

D

Menentukan dan Menata Adegan

Adegan merupakan perubahan peristiwa yang dapat ditandai dengan pergantian tokoh atau setting tempat dan waktu.

Berikut langkah dalam menyusun sebuah adegan dalam penulisan naskah teater.

  1. Tentukan tokoh yang akan terlibat.
  2. Tentukan suasana ketika tokoh muncul.
  3. Tentukan terjadinya konflik.
  4. Tentukan penyelesaian konflik.
  5. Tentukan cara penyelesaian konflik.

9 of 11

E

Menulis Isi Cerita

Susunan penulisan naskah sebagai berikut.

  1. Pemaparan (eksposisi), bagian awal berisi penjelasan tempat, waktu, dan situasi dari para pelakunya.
  2. Dialog, kata-kata yang sesuai dengan peran yang dibawakan oleh pemain.
  3. Klimaks dan krisis, masalah dan puncak alur dalam adegan.
  4. Penyelesaian, solusi akhir dari cerita.

10 of 11

F

Membaca Naskah

Membaca naskah adalah hal paling penting sebelum melakukan proses latihan pementasan teater. Sebelum membaca naskah, hendaknya para pemain sudah memahami dasar kreasi laku peran dan teknik laku peran. Dasar kreasi laku peran mencakup pemahaman pemain terhadap konsentrasi, ingatan emosi, dan olah tubuh. Adapun teknik laku peran mencakup menyuarakan bunyi bahasa, ekspreksi makna, senandika, dan kemampuan berdialog.

11 of 11

Referensi Gambar