Barisan dan Deret
Anggraini Syahputri, S.S.T., M.M
Barisan Aritmatika
Contoh Soal :
+3 +3 +3 +3
Pada barisan ini, suku berikutnya diperoleh dari suku sebelumnya ditambah 3. Dapat dikatakan bahwa beda sukunya 3 atau b =3.
b. 2, 8, 14, 20, ...
+6 +6 +6
Pada barisan ini, suku berikutnya diperoleh dari suku sebelumnya ditambah 6. Dapat dikatakan bahwa beda sukunya 6 atau b = 6.
C. 30, 25, 20, 15, ...
-5 -5 -5
Pada barisan ini, suku berikutnya diperoleh dari suku sebelumnya ditambah –5. Dapat dikatakan bahwa beda sukunya –5 atau b = –5.Secara umum dapat dikatakan sebagai berikut.
Rumus umum suku ke-n barisan aritmatika dengan suku pertama (U1) dilambangkan dengan a dan beda dengan b dapat ditentuka sebagai berikut.
b = Un Jika Un adalah suku ke-n dari suatu barisan aritmetika maka berlaku b = Un – Un – 1.�– 1.�
U1 = a
U2 = U1 + b = a + b
U3 = U2 + b = ( a + b ) + b = a + 2b
U4 = U3 + b = ( a + 2b) + b = a + 3b
U5 = U4 + b = ( a + 3b) + b = a + 4b
.
.
Un = Un + b = a + (n – 1)b
Jadi, rumus suku ke-n dari barisan aritmetika adalah Keterangan : Un = suku ke-n
a = suku pertama
b = beda
n = banyak suku
Un = a + (n – 1)b
Contoh 1 :
Tentukan suku ke-8 dan ke-20 dari barisan –3, 2, 7, 12, ....
Jawab :
–3, 2, 7, 12, …
Suku pertama adalah a = –3 dan bedanya b = 2 – (–3) = 5.
Dengan menyubstitusikan a dan b, diperoleh : Un = –3 + (n – 1)5.
Suku ke-8 : U8 = –3 + (8 – 1)5 = 32
Suku ke-20 : U20 = –3 + (20 – 1)5 = 92.
�
Contoh 2:
Diketahui barisan aritmetika –2, 1, 4, 7, ..., 40.
Tentukan banyak suku barisan tersebut.
Jawab :
diketahui barisan aritmetika –2, 1, 4, 7, ..., 40
Dari barisan tersebut, diperoleh a = –2, b = 1 – (–2) = 3,dan Un = 40.
Rumus suku ke-n adalah U = a + (n – 1)b, sehingga
40 = –2 + (n – 1)3
40 = 3n – 5
3n = 45
Karena 3n = 45, diperoleh n = 15. Jadi, banyaknya suku dari barisan di atas adalah 15.
Model Perkembangan Usaha
Contoh Kasus :
Besarnya penrimaan PT. Cemerlang dari hasil penjualan barangnya Rp. 720 Juta pada tahun kelima dan Rp. 980 Juta pada tahun ketujuh. Apabila perkembangan penerimaan penjualan tersebut berpola seperti deret hitung, berapa perkembangan penerimaanya per tahun? Berapa besar penerimaan pada tahun pertama dan tahun keberapa penerimaanya sebesar 460 juta?
Penyelesaian :
Dalam Jutaan : S1 = 980 maka a + 6b = 980
S2 = 720 maka a + 4b = 720
2b = 260, b = 130
Perkembangan penerimaan per tahun sebesar 130 Juta.
a + 4b = 720
a = 720 - 4b
= 720 – 4 (130) = 200
Penerimaan pada tahun pertama sebesar Rp. 200 Juta.
Sn = a + (n – 1)b
460 = 200 + (n-1) 130
460 = 200 + 130n – 130
390 = 130 n
N = 3
Maka Penerimaan sebesar Rp. 460 Juta juga diterima pada tahun ketiga
Model Bunga Majemuk
Setelah 1 tahun : F1= P + P.i = P (1 + i)
Setelah 2 tahun : F2= P (1+i) + P(1+i)I = P(1+i)2
Setelah 3 tahun : F3= P( 1+i) 2 + P(1+i) 2 i = P(1+i)2
-
-
-
Setelah n tahun Fn = (……) + (…….) i = P(1+ i) n
Contoh Kasus :
Seorang nasabah meminjam uang di bank sebanyak Rp. 5 juta untuk jangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 2 % per tahun. Berapa jumlah seluruh uang yg harus dikembalikanya pada saat pelunasan? Seandainya perhitungan pembayaran bunga bukan tiap tahun, melainkan tiap semester berapa jumlah yg harus ia kembalikan?
P = 5.000.000 Fn = P(1+ i) n
n = 3 F3 = 5.000.000(1+ 0,02) 3
i = 2 % = 0,02 = 5.000.000 ( 1,06121) = 5.306.040
Jadi pada saat pelunasana, setelah tiga tahun, nasabah tadi secara keseluruhan harus mengembalikan sebanyak Rp. 5.306.040,00. seandainya bunga diperhitungkan dibayarkan tiap semester , m = 2, maka :
Fn = P(1+ I/m) mn
F3 = 5.000.000(1+ 0,02) 6
= 5.000.000 ( 1,06152)
= 5.307.600
Jumlah yang harus dikembalikan menjadi lebih besar, Rp. 5.307.600,00
Deret Aritmatika
Anuitas Nilai Sekarang
Nilai Sekarang Pembayaran /penerimaan ke -1 A (1+i) -1
Nilai Sekarang Pembayaran /penerimaan ke -2 A (1+i) -2
Nilai Sekarang Pembayaran /penerimaan ke -3 A (1+i) -3
Dan seterusnya…
Nilai Sekarang Pembayaran /penerimaan ke - (n-1) A (1+i) (n-1)
Nilai Sekarang Pembayaran /penerimaan ke –n A (1+i)-n
Menentukan Besarnya Angsuran