1 of 25

Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen

Dian Mardi Safitri

2 of 25

Mahasiswa mampu

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan tingkat kepentingan konsumen menggunakan metode dan teknik komunikasi yang sesuai

3 of 25

Tahap Pengembangan Konsep

3

Identifikasi

kebutuhan

pelanggan

Menetapkan

Spesifikasi dan

targetnya

Mendesain

konsep

produk

Memilih

konsep produk

Menguji

konsep produk

Menetapkan

spesifikasi

akhir

Rencana Alur

Pengembangan

Pernyataan misi

Rencana pengembangan

4 of 25

Mission Statement

Bentuk formal dari informasi yang diperoleh dari kegiatan mengidentifikasikan ruang lingkup usaha, spesifikasi peluang pasar tertentu, dan mengkaji kendala dan tujuan proyek.

5 of 25

6 of 25

7 of 25

Tujuan Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan

8 of 25

Tahapan Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

9 of 25

Wawancara

01

Focus Group Discussion

02

Observasi produk ketika digunakan oleh pelanggan

03

Survei tertulis (kuesioner)

04

Teknik dalam mengidentifikasi kebutuhan pelanggan

10 of 25

1. Wawancara

5

Saran-saran yang diperlukan untuk pengembangan/perbaikan produk.

4

Hal-hal yang dipertimbangkan oleh pelanggan ketika membeli produk tersebut?

3

Hal-hal apa saja yang disukai pelanggan dari produk tersebut? Apa kekurangannya?

2

Pengalaman menarik ketika pelanggan menggunakan produk tersebut

1

Kapan dan mengapa pelanggan menggunakan produk jenis tersebut?

Sekitar 1 – 2 jam, satu atau lebih anggota tim pengembang berdiskusi mengenai kebutuhan dengan pelanggan.

11 of 25

Sementara penemuan lain, memperkirakan bahwa 98 persen kebutuhan pelanggan diperoleh setelah 25 jam pengumpulan data, baik melalui wawancara maupun kelompok fokus.

Dalam studi diperkirakan bahwa 90 persen kebutuhan pelanggan diperoleh setelah 30 kali wawancara.

12 of 25

Perlu Berapa kali wawancara?

Untuk sebagian besar produk, 10 kali wawancara masih kurang, sedangkan 50 kali wawancara terlalu banyak.

Wawancara dapat dilakukan secara berurutan, dan proses dapat dihentikan ketika tidak ada lagi kebutuhan baru yang diperoleh dari tambahan wawancara.

JUMLAH SAMPEL

13 of 25

Biarkan wawancara mengalir apa adanya, sehingga pelanggan dapat memberikan informasi yang berharga.

Lebih baik menggunakan display visual dan alat peraga.

Hindari hipotesis awal tentang teknologi produk.

Biarkan pelanggan mendemonstrasikan produk atau tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan produk.

Bersiaplah dengan kejutan atau ekspresi yang tercetus dari kebutuhan yang tersembunyi.

Amati informasi non verbal.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Wawancara

14 of 25

Dilakukan dengan jumlah pelanggan sebanyak 8-12 orang dan selama lebih kurang 2 jam)

2. Focus Group

15 of 25

Observasi produk ketika digunakan oleh pelanggan

Kelebihan menggunakan cara ini adalah kepuasan atau ketidakpuasan terhadap produk yang sudah ada dapat diketahui secara langsung.

16 of 25

Survei tertulis (kuesioner)

17 of 25

Online Survey

18 of 25

Setelah menggali kebutuhan pelanggan…

  1. Ekspresikan need ke dalam bentuk “apa yang harus dilakukan oleh produk”, bukan “bagaimana mungkin melakukannya”
  2. Ekspresikan need pada level yang sama spesifikasinya dengan data mentah
  1. Gunakan pernyataan positif, bukan negatif
  2. Ekspresikan need sebagai atribut produk
  3. Hindari kata-kata “harus”

Menginterpretasikan data mentah menjadi data kebutuhan pelanggan

19 of 25

Identifikasi Need

Produk Kursi Periksa Gigi Anak-anak

20 of 25

Rumusan Masalah

  • Kegiatan pemeriksaan gigi di Sekolah X telah dilakukan secara rutin

  • Kegiatan pemeriksaan gigi selama ini dilakukan dengan menggunakan kursi belajar biasa, diketahui bahwa kursi belajar tidaklah cocok untuk kegiatan pemeriksaan gigi.

  • Oleh karena itu diperlukan kursi yang didesain khusus untuk kegiatan pemeriksaan gigi anak-anak di sekolah.

  • Dengan dilakukan perancangan kursi gigi yang sesuai dengan athropometri anak-anak (TK) diharapkan akan membantu kelancaran dan memberi kenyamanan dalam kegiatan pemeriksaan gigi di sekolah.

21 of 25

Kebutuhan pelanggan untuk produk kursi untuk pemeriksaan gigi anak sekolah tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) ini dilakukan dengan kuesioner pada para pakar, yaitu

Guru TK dan Dokter gigi

KENAPA?

22 of 25

Hasil Kuesioner Pendahuluan dan Interpretasi Kebutuhan

Pernyataan Expert

Interpretasi Kebutuhan

Kursi harus ringan dan portable

Kursi terbuat dari bahan yang ringan

Kursi dapat dinaik-turunkan

Kursi memiliki ketinggian yang dapat diatur

Sandaran kursi dapat direclinepositioning

Kursi memiliki sandaran yang dapat diatur kemiringannya.

Kursi yang nyaman

Kursi memiliki desain yang memberi kenyamanan pada pemakai

Memiliki bentuk yang menarik

Kursi memiliki desain yang menarik

Jok kursi dan sandaran terbuat dari bahan yang empuk

Kursi memiliki jok dan sandaran yang terbuat dari bahan yang empuk

Warna kursi cerah

Kursi memiliki warna yang cerah

Kursi kuat

Kursi terbuat dari bahan yang kokoh

Kursi sesuai dengan umur anak TK

Kursi memiliki ukuran yang pas.

Kursi terbuat dari bahan yang tahan air

Kursi terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan

23 of 25

Menyusun Need menjadi Hirarki

  • Primary need adalah kebutuhan yang paling umum
  • Secondary need dan tertiary need merupakan kebutuhan yang lebih mendetil

24 of 25

Kebutuhan Primer

Kebutuhan Sekunder

Kenyamanan dalam penggunaan kursi pemeriksaan gigi

Kursi memiliki ukuran yang pas

Kursi memiliki desain yang memberi kenyamanan pada pemakai

Kursi memiliki jok dan sandaran yang terbuat dari bahan yang empuk

Daya tahan kursi pemeriksaan gigi

Kursi terbuat dari bahan yang kokoh

Nilai estetika kursi pemeriksaan gigi

Kursi memiliki warna yang cerah

Kursi memiliki desain yang menarik.

25 of 25

Kebutuhan Primer

Kebutuhan Sekunder

Kemudahan dalam penggunaan kursi pemeriksaan gigi

Kursi memiliki ketinggian yang dapat diatur

Kursi memiliki sandaran yang dapat diatur kemiringannya.

Kursi terbuat dari bahan yang ringan

Kemudahan perawatan kursi pemeriksaan gigi

Kursi terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan