MANAJEMEN KAS�& SEKURITAS
DOSEN: AGUNG BUDI
PERTEMUAN : 15
MANAJEMEN SEKURITAS
Sekuritas ( marketable security) merupakan surat2 berharga yg segera dapat dijual untuk memperoleh uang kas. Alasan pemilikan surat berharga oleh perusahaan dimaksudkan u/ menggunakan dana sementara yg lebih guna diinvestasikan dalam surat berharga yg dijual oleh emiten.
Karena kepemilikan sekuritas ini sementara (kurang dr 1 thn), maka investasi surat berharga diklasifikasikan dalam investasi jangka pendek dg maksud agar dapat segera diuangkan jika perusahaan memerlukan dana dalam operasional
Alasan lain perusahaan memiliki sekuritas adalah untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memperoleh pendapatan dari investasi tsb. Keuntungan yg diterima baik berupa dividen maupun capital gain
KRITERIA PEMILIHAN SEKURITAS
Kriteria pemilihan sekuritas harus di pertimbangkan dg baik agar perusahaan dpt menentukan besarnya dana yg akan ditanamkan dlm sekuritas jk pendek. Perusahaan akan berusaha memperkecil risiko yg mungkin dihadapi dg harapan memperoleh keuntungan yg maksimal. Pertimbangan2 tsb, yaitu:
ALTERNATIF INVESTASI SEKURITAS JANGKA PENDEK
Setelah mempelajari kriteria yg perlu dipertimbangkan dalam investasi sekuritas, khususnya sekuritas jk pendek, berikut ini beberapa alternatif sekuritas yg sering diperjual belikan baik di Indonesia.
MANAJEMEN KAS
Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yg sifatnya paling lancar (likuid) dan paling mudah berpindah tangan dari suatu transaksi. Trx tsb seperti membayar gaji, membeli aktiva tetap, membayar utang, membayar dividen dan trx lain yg diperlukan perusahaan. Kas tidak dapat menghasilkan laba scr langsung, sehingga perlu dilakukan usaha pengelolaan kas yg efektif dan efisien sehingga pemanfaatan kas dapat optimal.
Kas memiliki sifat kontinyu (kebutuhan kas yg terus menerus seperti beli bahan baku, bayar gaji, beli perlengkapan dsb) dan tidak kontinyu (tidak rutin seperti beli aktiva tetap, bayar angsuran utang, by dividen, by pajak dsb). Kebutuhan kas dalam aliran belanja2 tsb merupakan aliran kas keluar.
Begitupun dalam aliran kas masuk juga memiliki sifat rutin (seperti penjualan tunai produk perusahaan dan penerimaan piutang) dan tidak rutin (seperti penerimaan uang sewa gedung, penjualan aktiva tak terpakai, penerimaan modal saham, penerimaan utang/ kredit dan penerimaan bunga)
Pada dasarnya, perusahaan akan menyimpan uang kas dg tiga tujuan:
Meskipun kita telah mengetahui pentingnya kas bagi operasi perusahaannamun kita kesulitan u/ menentukan besarnya kas yg harus disediakan & kapan waktu yg tepat u/ menyediakan kas tsb agar pemanfaatan kas tsb dpt efektif dan efisien.
PERSEDIAAN KAS MINIMAL
Ketersediaan kas dalam perusahaan merupakan hal yg mutlak. Setiap saat, perusahaan harus memiliki persediaan kas minimal yg harus ada atau sering disebut persediaan besi (safety stock). Persediaan minimal kas pd dasarnya tidak jauh berbeda dg persediaan minimal pd persediaan barang. Persediaan kas minimal ini bertujuan u/ menjaga kelangsungan operasi perusahaan tetap terjamin & dapat memenuhi kewajiban finansial perusahaan apabila sewaktu-waktu dibayar.
Jumlah uang kas minimal yg harus ada disuatu perusahaan berbeda-beda antara yg satu dg yg lainnya. Hal ini tergantung pd besar kecilnya perusahaan. Selain itu besarnya kas minimal juga tergantung pd besarnya aliran kas masuk dan keluar beserta penyimpangannya. Prediksi aliran kas keluar perlu mempertimbangkan adanya biaya tunai dan tdk tunai, begitu pula besarnya hubungan baik antara supplayer dan bank akan mempengaruhi besarnya kas minimal yg harus dijaga.
MODEL MANAJEMEN KAS
Jadi jumlah kas optimum yaitu yang diinginkan perusahaan sebesar Rp. 482.745. Nilai batas atas adalah 3 z yaitu = 3 (482.745) = Rp. 1.448.235. Batas atas jumlah kas tersebut menunjukkan batas maksimal kas yang optimal tersedia di perusahaan. Ketika kas mencapai batas atas tersebut (Rp. 1.448.235), maka perusahaan harus merubah sebagian kas tersebut sebesar Rp. 965.490 (dari Rp. 1.448.235 – Rp. 482.745) menjadi surat berharga agar saldo kas kembali sebesar Rp. 482.475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
Sedangkan ketika kas perusahaan sampai batas minimal (nol rupiah), maka perusahaan harus menjual surat berharganya sebesar Rp. 482.475 agar saldo kas kembali ke jumlah Rp. 482.475 sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.