MENELUSUR WARISAN
MASA LAMPAU
Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Bagi Guru SMA (Fase E)
Tema: Kearifan Lokal
Penulis: Debby Josephine
Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek
Beberapa bentuk kearifan lokal seperti tradisi, peribahasa, cerita rakyat, karya masyarakat, dlsb. sebetulnya mengandung warisan leluhur untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa pesan ini seperti tidak sampai pada generasi pewarisnya, sehingga tantangan yang terjadi di masa sekarang terkait sumber daya alam seolah datang begitu saja tanpa ancang-ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang ada terjadi (preventif).
Projek ini dimulai dengan tahap temukan, dimana siswa diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Pada tahap ini pula siswa diajak untuk menemukan hubungan antara identitas diri, sosial, dan budaya yang melekat pada dirinya. Tahap ini ditutup dengan menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya
Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini siswa diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini siswa diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang siswa harapkan terjadi terhadap lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya.
Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi siswa sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana seluruh siswa membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan masyarakat.
Melalui projek ini, siswa diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman berikutnya.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek
Tahap Temukan: Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap pengetahuan lokal | ||||
Pengantar Materi Kearifan Lokal | Identitas Diri dan Sosial | Identitas Kelompok | Tantangan di Sekitarku | |
Tahap Bayangkan: Menggali bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah masing-masing | ||||
Menelusur Warisan Masa Lampau | Benang Merah Keberlanjutan | Kondisi Impian | Sharing Session | |
Tahap Lakukan: Mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui bentuk aksi pelestarian budaya lokal yang paling mungkin dilakukan | ||||
Lestari Budaya Lokalku: Identifikasi Potensi Diri dan Kelompok | Lestari Budaya Lokalku: Menentukan Bentuk Aksi | Lestari Budaya Lokalku: Persiapan Aksi | Lestari Budaya Lokalku: Simulasi Aksi | |
Tahap Bagikan: Menggenapi proses dengan aksi pelestarian budaya lokal serta melakukan evaluasi dan refleksi | ||||
Lestari Budaya Lokalku! | Evaluasi Aksi | Refleksi | Cerita Perjalanan Aksiku | |
Tahapan dalam projek “Menelusur Warisan Masa Lampau”
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar Pancasila Terkait | Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila | Target Pencapaian di akhir Fase E (SMA, Usia 16-18 tahun) pelajar | Aktivitas Terkait | |
Bernalar Kritis | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. | 1, 2, 3, 6, 7, 8, 9 | |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. | 6, 9, 10 | ||
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. | 7, 8, 9, 10, 14, 15, 16 | ||
Berkebinekaan Global | Mendalami budaya dan identitas budaya | Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. | 1, 2, 3, 5, 6 | |
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya | Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas. | 5, 6 | ||
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya | Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku. | 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 | ||
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. | 9, 10, 11, 12 | ||
Kreatif | Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. | 10, 11, 12 | |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Bernalar Kritis
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan | Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa. | Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. | Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. | |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan | Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. | Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. | |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Memberikan alasan dari hal yang dipikirkan, serta menyadari kemungkinan adanya bias pada pemikirannya sendiri | Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. | Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. | |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Berkebinekaan Global
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mendalami budaya dan identitas budaya | Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya; serta menjelaskan peran budaya dan Bahasa dalam membentuk identitas dirinya. | Menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa. | Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. | Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. |
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya | Mendeskripsikan dan membandingkan pengetahuan, kepercayaan, dan praktik dari berbagai kelompok budaya. | Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial. | Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas. | Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas. |
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya | Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari keragaman budaya di Indonesia. | Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari. | Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku. | Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku. |
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan | Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat | Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. | Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. |
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Kreatif
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. |
Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Sekolah yang dapat memberikan pengalaman akan keberagaman budaya yang dibutuhkan diikuti dengan refleksi pada tiap tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari keberagaman itu sendiri, di mana hal ini akan menghasilkan siswa yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas perbedaan sehingga sekolah dapat mendorong siswa lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.
ilustrasi
Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA/SMK (Fase E) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Kearifan Lokal. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Menelusur Warisan Masa Lampau” ini, ada 16 (enam belas) aktivitas yang saling berkaitan. Tim Penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas XI dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun dengan sedemikian rupa agar siswa tidak hanya mengetahui isu kearifan lokal secara teori saja, tetapi juga bisa mengkritisi fungsi kearifan lokal tersebut dan kaitannya dengan masalah sumber daya alam atau sumber daya lokal yang terjadi saat ini. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total kurang lebih 52 jam. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar di satu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi siswa. Siswa juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik.
Namun demikian, tim penyusun memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam waktu singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan.
ilustrasi
MENELUSUR WARISAN
MASA
LAMPAU
TEMUKAN
1.
Pengantar Materi Kearifan Lokal
Waktu: 90 Menit / 2 JP
Bahan: Materi Video, Proyektor, Laptop�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
Pelaksanaan
Tugas
Siswa diminta untuk menuliskan pepatah, peribahasa, nasihat-nasihat orang tua atau orang dewasa lainnya yang masih diingat sampai sekarang
Bahan Untuk Guru:
https://www.youtube.com/watch?v=Pj9J4x_Jado
https://www.youtube.com/watch?v=4asJhKcvx_Y
Materi video untuk murid:
https://www.youtube.com/watch?v=gN0YBkSROK4&t=2s
Objektif:
2.
Identitas Diri dan Sosial
Waktu: 90 menit/ 2 JP
Bahan: Lembar kerja pemetaan identitas diri, alat tulis, alat warna�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
Pelaksanaan
Objektif:
3.
Identitas Kelompok
Waktu: 180 Menit / 4 JP
Bahan: Alat tulis, alat warna, lembar kerja pemetaan kelompok, proyektor, laptop
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Pelaksanaan
Materi untuk Guru:
https://www.youtube.com/watch?v=3BxH_pu00XM
Video untuk Siswa:
https://www.youtube.com/watch?v=w43mH71TnuI
Objektif:
4.
Tantangan di Sekitarku
Waktu: 90 menit / 2 JP
Bahan: Alat tulis, gawai�Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif
Tips untuk guru:
BAYANGKAN
5.
Menelusur Warisan Masa Lampau
Waktu: 19 jam (16 jam kunjungan lapangan langsung + 3 jam melengkapi lembar kerja, alternatif lain bisa juga tinggal sementara di wilayah tersebut selama 2-3 hari)
Bahan: alat tulis, kamera, perekam suara, lembar kerja�Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator
Persiapan
Pelaksanaan
Objektif:
Tips untuk guru:
6.
Benang Merah Keberlanjutan
Waktu: 180 menit / 4 JP
Bahan: alat tulis, lembar kerja�Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Tugas
Jika tidak selesai di sekolah, siswa dapat melanjutkannya di luar sekolah bersama teman kelompok.
7.
Kondisi Impian
Waktu: 90 Menit / 2 JP
Bahan: alat tulis, alat warna, blok kayu, lego, potongan gambar, lembar visi�Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif:
Tips untuk Guru:
8.
Sharing Session
Waktu: 90 Menit / 2 JP
Bahan: Lembar visi siswa�Peran Guru: Moderator
Pelaksanaan:
Tips untuk Guru:
AYO WUJUDKAN BERSAMA!
KAMI SETUJU!
TANTANGAN
Kartu ini diberikan jika ada mimpi / kondisi yang mirip atau beririsan dengan kelompok penanggap
Kartu ini diberikan ketika ada mimpi yang beresonansi positif pada kelompok penanggap namun tidak tertuang dalam mimpi mereka
Kartu ini diberikan ketika kelompok penanggap ingin memberikan argumen kritis dan membangun terhadap cerita mimpi yang disampaikan
LAKUKAN
“Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”
9.
Lestari Budaya Lokalku:
Identifikasi Potensi Diri & Kelompok
Waktu: 90 menit / 2 JP
Bahan: Alat tulis, lembar kerja kegiatan 2: “Identitas Diri dan Sosial”, lembar kerja�Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan:
Objektif:
10.
Lestari Budaya Lokalku:
Menentukan Bentuk Aksi
Waktu: 90 Menit / 2 JP
Bahan: Alat tulis�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator
Persiapan
Pelaksanaan
Objektif:
Referensi:
http://www.byebyeplasticbags.org/team/
11.
Lestari Budaya Lokalku:
Persiapan Aksi
Waktu:
Bahan:�Peran Guru: Fasilitator dan Monitor Kemajuan Aksi
Pelaksanaan
Tugas
Siswa mengerjakan persiapan aksi pelestarian budaya lokal secara mandiri dengan teman kelompok, guru bertugas mengecek laju aksi siswa.
Tips untuk Guru:
12.
Lestari Budaya Lokalku:
Simulasi Aksi
Waktu: 90 Menit / 2 JP
Bahan:�Peran Guru: Fasilitator dan Moderator
Pelaksanaan
Poin Penilaian Simulasi (Asesmen Formatif) :
Menggunakan media pelengkap untuk mempermudah atau memperkuat informasi / pemahaman serta menarik pendengar
BAGIKAN
“Pameran Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”
13.
Lestari Budaya Lokalku!
Waktu: 180 Menit / 4 JP
Bahan:�Peran Guru: Pengunjung
Persiapan:
Pelaksanaan
14.
Evaluasi Aksi
Waktu: 45 Menit / 1 JP
Bahan:�Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
15.
Refleksi
Waktu: 90 menit / 2 JP
Bahan:�Peran Guru: Fasilitator
Pelaksanaan
Objektif:
16.
Cerita Perjalanan Aksiku
Waktu:
Bahan:�Peran Guru:
Pelaksanaan
Tugas
Siswa mengunggah foto dan keterangan projek di media sosial pribadi dengan menambahkan tagar dan menandai akun media sosial lain yang terkait
“Budaya itu ada karena dibutuhkan, seorang ahli mengatakan bahwa budaya itu adalah fungsi survival. Kalau budaya dikatakan jelek tidak mungkin akan bertahan, jika budaya belum kelihatan bagusnya maka itu adalah tugas kita karena itu adalah milik kita, harus lebih positif memandang budaya.”
Prof. Dr. phil. Hana Panggabean
Referensi