1 of 32

MENELUSUR WARISAN

MASA LAMPAU

Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Bagi Guru SMA (Fase E)

Tema: Kearifan Lokal

Penulis: Debby Josephine

2 of 32

Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Projek

Beberapa bentuk kearifan lokal seperti tradisi, peribahasa, cerita rakyat, karya masyarakat, dlsb. sebetulnya mengandung warisan leluhur untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa pesan ini seperti tidak sampai pada generasi pewarisnya, sehingga tantangan yang terjadi di masa sekarang terkait sumber daya alam seolah datang begitu saja tanpa ancang-ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang ada terjadi (preventif).

Projek ini dimulai dengan tahap temukan, dimana siswa diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Pada tahap ini pula siswa diajak untuk menemukan hubungan antara identitas diri, sosial, dan budaya yang melekat pada dirinya. Tahap ini ditutup dengan menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya

Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini siswa diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini siswa diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang siswa harapkan terjadi terhadap lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya.

Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi siswa sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana seluruh siswa membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan masyarakat.

Melalui projek ini, siswa diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman berikutnya.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek

  • Komitmen seluruh warga sekolah untuk sadar, konsisten dan berkomitmen untuk menghargai berbagai bentuk keberagaman yang ada di lingkungan sekolah maupun luar sekolah

3 of 32

Tahap Temukan: Mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap pengetahuan lokal

Pengantar Materi Kearifan Lokal

Identitas Diri dan Sosial

Identitas Kelompok

Tantangan di Sekitarku

Tahap Bayangkan: Menggali bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah masing-masing

Menelusur Warisan Masa Lampau

Benang Merah Keberlanjutan

Kondisi Impian

Sharing Session

Tahap Lakukan: Mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui bentuk aksi pelestarian budaya lokal yang paling mungkin dilakukan

Lestari Budaya Lokalku:

Identifikasi Potensi Diri dan Kelompok

Lestari Budaya Lokalku:

Menentukan Bentuk Aksi

Lestari Budaya Lokalku:

Persiapan Aksi

Lestari Budaya Lokalku:

Simulasi Aksi

Tahap Bagikan: Menggenapi proses dengan aksi pelestarian budaya lokal serta melakukan evaluasi dan refleksi

Lestari Budaya Lokalku!

Evaluasi Aksi

Refleksi

Cerita Perjalanan Aksiku

Tahapan dalam projek “Menelusur Warisan Masa Lampau”

4 of 32

Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Pelajar Pancasila Terkait

Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian di akhir Fase E (SMA, Usia 16-18 tahun) pelajar

Aktivitas Terkait

Bernalar Kritis

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis.

1, 2, 3, 6, 7, 8, 9

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan.

6, 9, 10

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan.

7, 8, 9, 10, 14, 15, 16

Berkebinekaan Global

Mendalami budaya dan identitas budaya

Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa.

1, 2, 3, 5, 6

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya

Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas.

5, 6

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku.

7, 8, 9, 10, 11, 12, 13

Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan

Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat.

9, 10, 11, 12

Kreatif

Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi.

10, 11, 12

5 of 32

Perkembangan Sub-elemen Antarfase

Bernalar Kritis

Belum Berkembang

Mulai Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Sangat Berkembang

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa.

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis.

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan

Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan.

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan.

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

Memberikan alasan dari hal yang dipikirkan, serta menyadari kemungkinan adanya bias pada pemikirannya sendiri

Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda.

Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan.

6 of 32

Perkembangan Sub-elemen Antarfase

Berkebinekaan Global

Belum Berkembang

Mulai Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Sangat Berkembang

Mendalami budaya dan identitas budaya

Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya; serta menjelaskan peran budaya dan Bahasa dalam membentuk identitas dirinya.

Menjelaskan perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa.

Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa.

Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa.

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya

Mendeskripsikan dan membandingkan pengetahuan, kepercayaan, dan praktik dari berbagai kelompok budaya.

Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial.

Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas.

Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas.

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari keragaman budaya di Indonesia.

Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku.

Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku.

Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan

Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat

Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat

Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat.

Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat.

7 of 32

Perkembangan Sub-elemen Antarfase

Kreatif

Belum Berkembang

Mulai Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Sangat Berkembang

Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan

Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan

Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi.

Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi.

8 of 32

Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran

Sekolah yang dapat memberikan pengalaman akan keberagaman budaya yang dibutuhkan diikuti dengan refleksi pada tiap tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari keberagaman itu sendiri, di mana hal ini akan menghasilkan siswa yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas perbedaan sehingga sekolah dapat mendorong siswa lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.

ilustrasi

9 of 32

Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini

Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA/SMK (Fase E) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Kearifan Lokal. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Menelusur Warisan Masa Lampau” ini, ada 16 (enam belas) aktivitas yang saling berkaitan. Tim Penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas XI dikarenakan aktivitas yang ditawarkan disusun dengan sedemikian rupa agar siswa tidak hanya mengetahui isu kearifan lokal secara teori saja, tetapi juga bisa mengkritisi fungsi kearifan lokal tersebut dan kaitannya dengan masalah sumber daya alam atau sumber daya lokal yang terjadi saat ini. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total kurang lebih 52 jam. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar di satu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi siswa. Siswa juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik.

Namun demikian, tim penyusun memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam waktu singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan.

ilustrasi

10 of 32

MENELUSUR WARISAN

MASA

LAMPAU

11 of 32

TEMUKAN

12 of 32

1.

Pengantar Materi Kearifan Lokal

Waktu: 90 Menit / 2 JP

Bahan: Materi Video, Proyektor, Laptop�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator

Persiapan

  1. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan salah satu bentuk kearifan lokal: “Nandong Smong” dan bagaimana dampaknya terhadap Pulau Simeulue

Pelaksanaan

  1. Guru mengawali projek dengan bertanya kepada siswa tentang pengertian dan bentuk kearifan lokal yang diketahui. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai:
  2. Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata kearifan lokal?
  3. Menurutmu, apa itu kearifan lokal? Seperti apa bentuknya?
  4. Dari mana kamu mengetahui bentuk kearifan lokal tersebut? Apakah kamu tahu atau pernah mencari tahu makna dibalik kearifan lokal tersebut?
  5. Guru mengajak siswa untuk mengenali salah satu bentuk kearifan lokal “Nandong Smong” di Pulau Simeuleu melalui tayangan video.
  6. Setelah menonton video, siswa diminta mengkritisi “Nandong Smong” dengan melihat unsur geografi, demografi, dan psikografis Pulau Simeulue
  7. Guru lalu menceritakan bentuk kearifan lokal yang beragam, mulai dari cerita rakyat, legenda, lagu daerah, peribahasa, nasihat, tarian, dlsb. yang memiliki fungsi beragam pula. Tidak semua pengetahuan lokal bisa dijelaskan secara ilmiah maupun digunakan untuk pengelolaan bencana

Tugas

Siswa diminta untuk menuliskan pepatah, peribahasa, nasihat-nasihat orang tua atau orang dewasa lainnya yang masih diingat sampai sekarang

Bahan Untuk Guru:

https://www.youtube.com/watch?v=Pj9J4x_Jado

https://www.youtube.com/watch?v=4asJhKcvx_Y

Materi video untuk murid:

https://www.youtube.com/watch?v=gN0YBkSROK4&t=2s

Objektif:

  • Sebagai pengantar, siswa tertarik untuk masuk ke dalam topik kearifan lokal
  • Siswa mengenal salah satu kearifan lokal yang ada
  • Siswa mengkritisi cerita pengantar dengan melihat unsur geografi, demografi, dan psikografis
  • Siswa mengenal kearifan lokal, bentuk, dan fungsinya terhadap masyakarat

13 of 32

2.

Identitas Diri dan Sosial

Waktu: 90 menit/ 2 JP

Bahan: Lembar kerja pemetaan identitas diri, alat tulis, alat warna�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan lembar pemetaan identitas diri dan sosial

Pelaksanaan

  1. Guru mengajak siswa untuk memetakan identitas dirinya dan identitas sosial yang melekat padanya, seperti:
  2. Siapa saya? Nama, jenis kelamin, hobi, hal yang disukai dan tidak disukai, bentuk wajah, warna kulit, tinggi badan, sifat, bahasa yang dikuasai (termasuk bahasa daerah), suku, dan agama
  3. Apa kemampuan dan keterampilan yang saya miliki?
  4. Apa harapan saya untuk diri saya di masa depan? Bisa cita-cita yang diinginkan, keterampilan yang ingin dikembangkan, dlsb.
  5. Siswa memetakan identitas dirinya
  6. Guru melihat dan memberi masukan atas lembar kerja siswa, kemudian menceritakan bahwa identitas diri dan sosial dapat dipengaruhi oleh orang terdekat, seperti keluarga, teman, tetangga, dlsb.
  7. Setelah selesai, siswa diminta untuk menyimpan lembar kerja dengan baik atau mendokumentasikan lembar kerja tersebut agar dapat dipakai kembali pada kegiatan berikutnya.

Objektif:

  • Siswa mampu mengidentifikasi diri sendiri
  • Siswa mampu mengenal identitasnya
  • Siswa mampu memetakan potensi diri, minat, dan bakat

14 of 32

3.

Identitas Kelompok

Waktu: 180 Menit / 4 JP

Bahan: Alat tulis, alat warna, lembar kerja pemetaan kelompok, proyektor, laptop

Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Guru mengajak siswa untuk memetakan identitas kelompok di mana ia bergabung, misalnya: tim paskibra, basket, teman bermain dan mengerjakan tugas bersama, bahkan teman yang sering kumpul bersama di warung depan sekolah (siswa memilih satu kelompok saja)
  2. Di dalam lembar kerja terdapat pertanyaan pemantik, seperti:
  3. Siapa saja anggota dalam kelompok tersebut?
  4. Apa kekuatan / potensi / kelebihan yang dimiliki teman
  5. Bahasa apa yang sering digunakan? Jargon apa yang sering muncul?
  6. Kegiatan apa yang sering dilakukan bersama-sama, relasi seperti apa yang dibangun?
  7. Apakah ada tantangan yang pernah dihadapi bersama-sama? Misalnya lomba, pertandingan, mengerjakan tugas bersama dlsb.
  8. Setelah selesai, guru kemudian menceritakan bahwa sebuah kelompok dapat membentuk budaya yang dibutuhkan oleh kelompok itu sendiri, lalu mengajak siswa untuk melihat identitas kelompok masyarakat adat di Gunung Nausus, Molo, Timur Tengah Selatan, NTT.
  9. Guru bersama dengan siswa merefleksikan video yang telah ditonton

Materi untuk Guru:

https://www.youtube.com/watch?v=3BxH_pu00XM

Video untuk Siswa:

https://www.youtube.com/watch?v=w43mH71TnuI

Objektif:

  • Siswa mampu mengenali dan mengidentifikasi bentuk sebuah kelompok

15 of 32

4.

Tantangan di Sekitarku

Waktu: 90 menit / 2 JP

Bahan: Alat tulis, gawai�Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Di dalam kelas, guru mengajak siswa untuk mengingat kembali masalah apa yang terjadi di sekitarnya yang paling meresahkan baginya.
  2. Siswa diminta menuliskannya pada lembar kerja.
  3. Setelah itu, guru membentuk kelompok berjumlah 4-5 siswa di tiap kelompok, kemudian mengajak siswa untuk pergi ke area luar sekolah untuk merasakan tantangan atau masalah yang terjadi di lingkungan sekitar sekolah dengan menggunakan inderanya.
  4. Siswa diminta untuk mendokumentasikan tantangan atau masalah yang dirasakan.
  5. Setelah selesai, seluruh siswa kembali ke kelas, melengkapi catatan lembar kerja, lalu perwakilan tiap kelompok diminta untuk menceritakan masalah yang paling dirasa meresahkan.
  6. Guru mengingatkan siswa untuk menyimpan lembar kerja tersebut agar dapat dipakai pada kegiatan berikutnya.

Objektif

  • Siswa merasakan atau mengalami langsung tantangan / masalah yang terjadi di sekitarnya

Tips untuk guru:

  • Ketika melakukan pengamatan di luar sekolah ajak siswa untuk fokus pada inderanya, misalnya: saat ingin fokus pada indera pendengaran, tutuplah mata dan fokus pada apa yang terdengar. Minta teman kelompok untuk menemani proses ini agar tidak membahayakan diri di jalan sekitar sekolah

16 of 32

BAYANGKAN

17 of 32

5.

Menelusur Warisan Masa Lampau

Waktu: 19 jam (16 jam kunjungan lapangan langsung + 3 jam melengkapi lembar kerja, alternatif lain bisa juga tinggal sementara di wilayah tersebut selama 2-3 hari)

Bahan: alat tulis, kamera, perekam suara, lembar kerja�Peran Guru: Pendamping dan Fasilitator

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi, narasumber lokal yang dapat membantu siswa, surat ijin, dlsb.

Pelaksanaan

  1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang perlu dipersiapkan siswa sebelum memulai perjalanan
  2. Guru bersama dengan siswa menuju destinasi
  3. Siswa diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut dan melakukan wawancara pada narasumber terkait
  4. Siswa diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang ditemukan dan mendokumentasikannya dengan lengkap

Objektif:

  • Siswa mampu mengidentifikasi bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya
  • Siswa mengalami langsung bentuk kearifan lokal yang ada dan bagaimana struktur geografi, demografi, dan psikografis di sekitarnya
  • Siswa menemukan kekuatan atau potensi masyarakat
  • Siswa menemukan fungsi kearifan lokal yang ada bagi masyarakat tersebut

Tips untuk guru:

  • Perjalanan jauh menuju destinasi merupakan asumsi untuk sekolah - sekolah yang berada di area kota besar. Jika di dekat sekolah ditemui kelompok masyarakat yang menjalankan bentuk kearifan lokal secara turun temurun maka tidak diperlukan perjalanan jauh.

18 of 32

6.

Benang Merah Keberlanjutan

Waktu: 180 menit / 4 JP

Bahan: alat tulis, lembar kerja�Peran Guru: Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan hubungannya dengan kondisi masyarakat, kondisi sumber daya alam, dan sumber daya lokal. Beberapa pertanyaan yang dapat dipakai:
  2. Temukan apakah bentuk kearifan lokal tersebut bersifat ritual dan spritual?
  3. Apakah bentuk kearifan lokal tersebut merupakan cara berinteraksi antar masyarakat atau menunjukkan klasifikasi di masyarakat?
  4. Apakah bentuk kearifan lokal tersebut bertujuan untuk menjaga sumber daya alam atau sumber daya lokal yang tersedia? Bagaimana kearifan lokal ini dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal?
  5. Apa nilai-nilai yang ingin dibangun dari kearifan lokal tersebut?
  6. Siswa diminta melakukan identifikasi selengkap-lengkapnya berdasarkan hasil wawancara dan temuan langsung di lapangan
  7. Setelah menuliskan seluruh temuan pada lembar kerja, guru mengajak siswa untuk membuka lembar kerja kegiatan 4 “Tantangan di Sekitarku”
  8. Siswa diminta untuk mengidentifikasi apakah ada keterkaitan antara kearifan lokal yang ditemui dan masalah yang dirasakan oleh siswa saat ini. Adakah bentuk kearifan lokal yang mampu menjawab tantangan atau masalah yang ada saat ini?

Tugas

Jika tidak selesai di sekolah, siswa dapat melanjutkannya di luar sekolah bersama teman kelompok.

19 of 32

7.

Kondisi Impian

Waktu: 90 Menit / 2 JP

Bahan: alat tulis, alat warna, blok kayu, lego, potongan gambar, lembar visi�Peran Guru: Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan sebelumnya dengan beberapa pertanyaan pemantik seperti berikut:
  2. Bagaimana perasaanmu setelah menemukan bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahmu?
  3. Pikiran apa yang muncul setelah melihat hubungan antara kearifan lokal dan fungsinya terhadap masyarakat?

  1. Setelah itu, siswa diminta untuk membayangkan dan menggambarkan kondisi ideal atau harapan terkait tantangan yang pernah ia rasakan dan bentuk kearifan lokal yang ditemui. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai:
  2. Bagaimana kondisi ideal atau impian yang kamu harapkan terjadi baik untuk dirimu, kelompokmu, ataupun wilayahmu?
  3. Coba bayangkan bagaimana ekspresi wajah masyarakat dalam mimpimu tersebut? Bagaimana interaksi antar makhluk hidup yang terjadi?
  4. Lalu, bagaimana keadaan sumber daya alam (udara, air, tanah, tumbuhan, hewan, dlsb) dan sumber daya lokal (budaya, sistem masyarakat, dlsb.) pada kondisi ideal itu?

Objektif:

  • Siswa mampu menuliskan / menggambarkan kondisi ideal / harapan terkait tantangan / masalah yang ia temui

Tips untuk Guru:

  • Saat menggambarkan kondisi ideal, siswa diperbolehkan memilih media yang diinginkan, seperti gambar, kolase, atau bentuk bangunan 3D

20 of 32

8.

Sharing Session

Waktu: 90 Menit / 2 JP

Bahan: Lembar visi siswa�Peran Guru: Moderator

Pelaksanaan:

  1. Guru mengajak siswa untuk duduk dalam posisi setengah lingkaran.
  2. Setiap kelompok siswa membawa hasil karya visi tiap kelompok dan menceritakannya kepada teman lainnya.
  3. Setelah berbagi cerita, guru meminta kelompok lain untuk memberikan umpan balik dengan memakai kartu kategori berikut ini dan menuliskan alasan mengapa kartu tersebut yang diberikan:

Tips untuk Guru:

  • Ingatkan siswa bahwa kartu tantangan bukan bertujuan untuk menjegal atau merubah mimpi kelompok, melainkan untuk membangun kesadaran kritis akan kondisi ideal yang diharapkan.
  • Dokumentasikan hasil karya siswa untuk dipakai pada kegiatan berikutnya

AYO WUJUDKAN BERSAMA!

KAMI SETUJU!

TANTANGAN

Kartu ini diberikan jika ada mimpi / kondisi yang mirip atau beririsan dengan kelompok penanggap

Kartu ini diberikan ketika ada mimpi yang beresonansi positif pada kelompok penanggap namun tidak tertuang dalam mimpi mereka

Kartu ini diberikan ketika kelompok penanggap ingin memberikan argumen kritis dan membangun terhadap cerita mimpi yang disampaikan

21 of 32

LAKUKAN

“Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”

22 of 32

9.

Lestari Budaya Lokalku:

Identifikasi Potensi Diri & Kelompok

Waktu: 90 menit / 2 JP

Bahan: Alat tulis, lembar kerja kegiatan 2: “Identitas Diri dan Sosial”, lembar kerja�Peran Guru: Fasilitator

Pelaksanaan:

  1. Guru mengajak siswa untuk membuka kembali lembar kerja kegiatan 2 “Identitas Diri dan Sosial”
  2. Dari lembar tersebut guru meminta siswa di dalam kelompok untuk menuliskan kembali kemampuan / keterampilan / kebisaan / hobi diri setiap anggota kelompok pada lembar kerja yang baru
  3. Siswa diminta untuk merajut identitas anggota kelompok menjadi potensi kelompok

Objektif:

  • Siswa mampu mengidentifikasi potensi diri dan kelompok di sekolah

23 of 32

10.

Lestari Budaya Lokalku:

Menentukan Bentuk Aksi

Waktu: 90 Menit / 2 JP

Bahan: Alat tulis�Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh siswa, misalnya merancang drama pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video, membuat galeri foto, membuat komik, atau membuat produk

Pelaksanaan

  1. Guru menceritakan bentuk-bentuk aksi advokasi yang pernah dilakukan pemuda di Indonesia ataupun dunia
  2. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan ide aksi sebanyak-banyaknya dalam upaya melestarikan kearifan lokal dengan cara yang paling mungkin ia lakukan berdasarkan kemampuan kelompok
  3. Siswa melakukan voting terhadap ide-ide yang dihasilkan dan memilih 1-2 ide aksi yang paling mungkin diwujudkan dalam 1 bulan ke depan

Objektif:

  • Siswa mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat potensi diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung harapan/kondisi idealnya terwujud)
  • Siswa mampu menemukan kearifan lokal yang dapat menjawab tantangan yang ditemukan di awal

Referensi:

http://www.byebyeplasticbags.org/team/

24 of 32

11.

Lestari Budaya Lokalku:

Persiapan Aksi

Waktu:

Bahan:�Peran Guru: Fasilitator dan Monitor Kemajuan Aksi

Pelaksanaan

  1. Guru mengajak siswa untuk mempersiapkan aksi pelestarian budaya lokal dengan mempertimbangkan:
  2. Bahan atau alat yang diperlukan (jika ada)
  3. Rancangan strategi aksi pelestarian kebudayaan lokal
  4. Lama waktu yang dibutuhkan
  5. Siswa diajak untuk membuat kesepakatan akan rancangan tahapan pengerjaan dan timeline aksi

Tugas

Siswa mengerjakan persiapan aksi pelestarian budaya lokal secara mandiri dengan teman kelompok, guru bertugas mengecek laju aksi siswa.

Tips untuk Guru:

  • Guru dapat menghadirkan narasumber terkait atau memberikan kontak narasumber (atas persetujuan narasumber) jika siswa membutuhkan materi lebih terkait bentuk kearifan lokal yang ingin digaungkan.

25 of 32

12.

Lestari Budaya Lokalku:

Simulasi Aksi

Waktu: 90 Menit / 2 JP

Bahan:�Peran Guru: Fasilitator dan Moderator

Pelaksanaan

  1. Siswa secara kelompok bergantian melakukan simulasi aksi mereka dan menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada mereka dalam sesi tanya jawab
  2. Guru memberikan feedback tertulis atas simulasi kelompok di akhir sesi sebagai bagian dari asesmen formatif (terlampir contoh feedback)
  3. Guru sebagai moderator dapat meminta setiap kelompok untuk memberikan umpan balik dari simulasi yang dilakukan
  4. Guru menegaskan kembali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ingin dilestarikan

Poin Penilaian Simulasi (Asesmen Formatif) :

  1. Kejelasan Ide
  2. Menceritakan informasi, temuan, dan argumen dengan bukti pendukung yang kuat.
  3. Penjelasan mudah dimengerti
  4. Memilih informasi, mengembangkan ide sesuai dengan kebutuhan.
  5. Melengkapi alternatif solusi atau memberikan pandangan lain sebagai pelengkap.
  6. Pengaturan Informasi
  7. Memenuhi semua informasi yang diminta (termasuk sumber referensi)
  8. Memberikan pendahuluan yang menarik, dan kesimpulan yang tajam
  9. Bisa mengelola waktu simulasi dengan baik
  10. Gestur dan Penampilan
  11. Menjaga kontak mata dengan pendengar,
  12. Menjaga gestur dengan baik
  13. Percaya diri
  14. Baju rapi
  15. Penyampaian
  16. Bicara jelas, tidak terlalu cepat/lambat, dengan suara lantang, intonasi yang menarik pendengar, jarang menggunakan “err”, “emm”
  17. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik
  18. Kelengkapan Simulasi

Menggunakan media pelengkap untuk mempermudah atau memperkuat informasi / pemahaman serta menarik pendengar

  1. Respon Pertanyaan Pendengar
  2. Bisa menanggapi pertanyaan dengan jelas dan lengkap.
  3. Mengkonfirmasi pertanyaan dari peserta, mengakui kalau tidak tahu, atau menjelaskan bagaimana akan mencari jawabannya.
  4. Partisipasi dalam presentasi kelompok
  5. Semua anggota berkontribusi dengan waktu/materi yang proporsional
  6. Semua anggota bisa menjawab pertanyaan secara keseluruhan, tidak hanya bagian tertentu saja.

26 of 32

BAGIKAN

“Pameran Aksi Pelestarian Kearifan Lokal”

27 of 32

13.

Lestari Budaya Lokalku!

Waktu: 180 Menit / 4 JP

Bahan:�Peran Guru: Pengunjung

Persiapan:

  1. Guru bersama dengan siswa mempersiapkan artefak-artefak hasil kerja siswa selama satu semester dan mengatur ruangan untuk pameran

Pelaksanaan

  1. Siswa siap siaga berdiri di samping hasil kerja selama satu semester dan aksi pelestarian kearifan lokal. (Jika ada aksi berupa penampilan drama, lagu, atau dongeng, maka akan ditampilkan setelah pengunjung selesai berkeliling atau aksi tersebut dapat direkam kemudian ditampilkan pada pada stand/meja kelompok siswa
  2. Pengunjung yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, orang tua dan/atau komunitas sekitar sekolah berkeliling dari satu tim ke tim lain untuk mendengarkan presentasi singkat dari tiap tim dan memberikan pertanyaan serta umpan balik
  3. Setelah proses presentasi dan penilaian selesai dilakukan, pengunjung mengisi formulir penilaian
  4. Jika ingin mengadakan pemenang, maka kategori dan jumlah pemenang dapat ditentukan oleh sekolah.

28 of 32

14.

Evaluasi Aksi

Waktu: 45 Menit / 1 JP

Bahan:�Peran Guru: Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Siswa mengumpulkan umpan balik yang diberikan oleh pengunjung
  2. Siswa di dalam kelompok bersama-sama mendiskusikan umpan balik tersebut dan memberi kategori pada setiap umpan balik:
  3. Hal yang sudah berjalan baik
  4. Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan
  5. Pertanyaan yang didapat
  6. Ide baru yang muncul

29 of 32

15.

Refleksi

Waktu: 90 menit / 2 JP

Bahan:�Peran Guru: Fasilitator

Pelaksanaan

  1. Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi bersama dengan kegiatan yang melibatkan olah tubuh dan rasa
  2. Guru meminta siswa untuk menuliskan refleksi pribadi akan perjalanan projek dari awal hingga akhir. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat ditanyakan:
  3. Hal yang paling berkesan
  4. Hal yang paling menantang
  5. Hal baru yang ia dapat
  6. Perubahan cara pikir atau perilaku yang dialami
  7. Perasaan yang paling dominan muncul selama projek
  8. Siswa diajak untuk mengembangkan ide pelestarian kearifan lokal

Objektif:

  • Siswa mampu merefleksikan seluruh proses dari awal sampai akhir
  • Siswa mampu mengidentifikasi hal yang paling berkesan, menantang, hal baru yang ia dapat, dlsb
  • Siswa mampu mengungkapan perasaan dan pikiran yang terjadi di sepanjang proses

30 of 32

16.

Cerita Perjalanan Aksiku

Waktu:

Bahan:�Peran Guru:

Pelaksanaan

  1. Guru meminta siswa untuk memilih beberapa foto atau video dokumentasi perjalanan satu semester dari awal hingga akhir
  2. Siswa diajak untuk memberikan keterangan penjelasan dari foto atau video tersebut untuk menjadi konten di media sosial pribadi milik siswa

Tugas

Siswa mengunggah foto dan keterangan projek di media sosial pribadi dengan menambahkan tagar dan menandai akun media sosial lain yang terkait

31 of 32

“Budaya itu ada karena dibutuhkan, seorang ahli mengatakan bahwa budaya itu adalah fungsi survival. Kalau budaya dikatakan jelek tidak mungkin akan bertahan, jika budaya belum kelihatan bagusnya maka itu adalah tugas kita karena itu adalah milik kita, harus lebih positif memandang budaya.”

Prof. Dr. phil. Hana Panggabean

32 of 32

Referensi