ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER – LAUT;�ANALISIS & PREDIKSI CURAH HUJAN
BIDANG ANALISIS VARIABILITAS IKLIM
PUSAT INFORMASI PERUBAHAN IKLIM - KEDEPUTIAN BIDANG KLIMATOLOGI
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
UPDATE
DASARIAN III SEPTEMBER 2021
1
1
OUTLINE
2
Status dan Prediksi ENSO serta IOD
3
3
Monitoring suhu bawah permukaan laut di wilayah Pasifik pada Juni 2021 didominasi kondisi netral. Pada Juli - September 2021, anomali negatif mulai terlihat dan menguat di kedalaman 0-250 m terutama di wilayah Pasifik bagian tengah hingga timur.
Peta evolusi suhu bawah permukaan laut (peta kanan) dari 21 Agustus s.d. 25 September 2021 juga menunjukkan kondisi anomali suhu negatif terlihat dan menguat di Pasifik tengah hingga timur pada kedalaman 0-300 m.
Anomali Suhu SubSurface Samudera Pasifik
(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III SEPTEMBER 2021)
Sumber: bom.gov.au
Sumber: CPC NOAA
4
ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT
Indeks Nino3.4 : -0.63; Indeks Dipole Mode : -0.5
5
PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST�(PEMUTAKHIRAN SEPTEMBER 2021)
6
ANALISIS & PREDIKSI ENSO �(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III SEPTEMBER 2021)
*September 2021 = pemutakhiran s.d. 29 September 2021
Peningkatan Konveksi di Indonesia
Pengurangan Konveksi di Indonesia
El-NIÑO
KUAT
MODERAT
LEMAH
KUAT
MODERAT
LEMAH
LA-NIÑA
Prediksi ENSO BMKG | |||||
SON'21 | OND'21 | NDJ'21 | DJF'22 | JFM'22 | FMA'22 |
-0.60 | -0.64 | -0.59 | -0.50 | -0.42 | -0.37 |
7
ANALISIS & PREDIKSI IOD�(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III SEPTEMBER 2021)
*September 2021 = pemutakhiran s.d. 29 September 2021
DM [+]
NORMAL
DM [-]
Peningkatan Konveksi di Indonesia
Pengurangan Konveksi di Indonesia
PREDIKSI IOD BMKG | |||||
Okt'21 | Nov'21 | Des'21 | Jan'22 | Feb'22 | Mar'22 |
-0.64 | -0.22 | 0.29 | 0.09 | -0.02 | 0.20 |
8
ENSO UPDATE : SEPTEMBER 2021
IRI ENSO Forecast, CPC/IRI ENSO Update
Published: 9 September 2021
El Niño Outlook
Last Updated: 10 September 2021 next update 10 October 2021
El Niño Outlook
Issued : 28 September 2021 next update 12 October 2021
El Niño Outlook
Updated : September 2021
9
Analisis dan Prediksi Monsun
10
10
ANALISIS ANGIN ZONAL LAPISAN 850 mb
Pola angin zonal (Timur-Barat):
(Sumber : ITACS - JRA-55)
11
ANALISIS ANGIN MERIDIONAL LAPISAN 850 mb
Pola angin meridional (Utara-Selatan):
(Sumber : ITACS - JRA-55)
12
ANALISIS & PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb
(Sumber : ITACS - JRA-55)
Aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalimantan bagian barat hingga utara. Terdapat pola siklonal di Samudera Hindia barat Sumatera dan di Kalimantan bagian barat. Pola angin sedikit berbeda dengan normalnya.
Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi angin timuran terutama di wilayah selatan ekuator.
13
PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb�(Sumber : ECMWF)
OKTOBER – DESEMBER 2021
Angin Timuran sebagai representasi Monsun Australia diprediksi masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan hingga bulan Oktober 2021.
Pada November hingga Desember 2021, angin Monsun Asia mulai memasuki wilayah Indonesia bagian barat dan tengah .
14
ANALISIS & PREDIKSI INDEKS MONSUN
15
ANALISIS & PREDIKSI INDEKS SCS-CEF & CENS�(monitoring potensi peningkatan curah hujan di ibu kota)
16
ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)
17
17
ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)
(Sumber : NOAA/ PSD)
Daerah pembentukan awan (OLR ≤ 220 W/m2) terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera bagian utara, pesisir barat Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan timur, Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara, sebagian Maluku dan Papua.
Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normalnya terutama di Indonesia tengah dan timur.
Ref: Evans and Webster, Aust. Meteorol. Oceanogr. J, 2014
18
Analisis dan Prediksi MJO
19
19
ANALISIS DAN PREDIKSI MJO & GEL. ATMOSFER
(Sumber : NCEP – NOAA)
Analisis pada tanggal 30 September 2021 menunjukkan MJO aktif pada Fase 4 (Maritime Continent) dan diprediksi tetap aktif hingga awal dasarian II Oktober 2021.
Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan relatif lebih banyak dibanding biasanya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga dasarian I Oktober 2021.
20
Analisis dan Prediksi �Suhu Muka Laut Perairan Indonesia
21
21
�ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT INDONESIA�
SSTA Indonesia : 0.48 (Netral)
Rata-rata anomali suhu perairan Indonesia umumnya menunjukkan kondisi hangat pada sebagian besar wilayah Indonesia. Kisaran anomali SST antara –1 s.d +2.0 °C. Suhu muka laut yang lebih hangat (anomali positif) umumnya terjadi di wilayah perairan Samudra Hindia barat Sumatera, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, serta perairan utara Sulawesi hingga Papua.
(Sumber : ICOBE-SST)
22
PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST INDONESIA�(PEMUTAKHIRAN SEPTEMBER 2021)
Anomali SST Perairan Indonesia pada Oktober 2021 hingga November 2021 diprediksi didominasi kondisi hangat (anomali positif) pada seluruh wilayah Indonesia kecuali pada wilayah utara perairan Papua yang berada pada kondisi netral. Kemudian kondisi anomali positif tersebut melemah menuju kondisi netral hingga Maret 2022 pada sebagian besar wilayah Indonesia kecuali perairan utara Sulawesi dan Laut Arafuru yang berada pada kondisi hangat.
23
Analisis dan Prediksi �Kelembapan Udara Relatif (RH)
24
24
ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) PERMUKAAN�Sumber: ECMWF
Kelembapan udara relatif (relative humidity) pada lapisan permukaan umumnya di atas 85 %.
Kelembapan udara relatif permukaan diprediksi umumnya di atas 80% dan terjadi hingga Dasarian III Oktober 2021.
25
ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 850mb�Sumber: CFSv2
Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya berkisar 45 – 90 %.
Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya diprediksi berkisar antara 40 – 90 %.
26
ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 700mb�Sumber: CFSv2
Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya berkisar 25 – 80 %.
Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya diprediksi berkisar antara 30 – 90 %.
27
Analisis dan Prediksi �Suhu Rata-rata, Minimum dan Maksimum
28
28
ANALISIS & PREDIKSI SUHU RATA-RATA PERMUKAAN�Sumber: ECMWF
Suhu rata-rata permukaan berkisar 21 – 27 °C.
Suhu rata-rata permukaan diprediksi berkisar 21 – 28 °C.
29
ANALISIS & PREDIKSI SUHU MINIMUM�Sumber: ECMWF
Suhu minimum permukaan berkisar 20 – 25 °C.
Suhu minimum permukaan diprediksi berkisar 20 – 27 °C.
30
ANALSIS & PREDIKSI SUHU MAKSIMUM�Sumber: ECMWF
Suhu maksimum permukaan berkisar 22 – 34 °C.
Suhu maksimum permukaan diprediksi berkisar 22 – 35 °C.
31
Analisis dan Prediksi �Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH)
32
32
MONITORING HARI TANPA HUJAN �(pemutakhiran: 30 SEPTEMBER 2021)
33
PRAKIRAAN HARI TANPA HUJAN (HTH)
34
PRAKIRAAN PELUANG HARI TANPA HUJAN (HTH)�(PERIODE HTH : 1 OCTOBER – 14 NOVEMBER 2021)
HTH > 5 Hari
HTH > 10 Hari
HTH > 15 Hari
HTH > 20 Hari
HTH > 25 Hari
35
PERINGATAN DINI KEKERINGAN METEOROLOGIS�PEMUTAKHIRAN : 1 OKTOBER 2021
36
PERINGATAN DINI CURAH HUJAN TINGGI�PEMUTAKHIRAN : 1 OKTOBER 2021
37
ANALISIS CURAH HUJAN
38
38
Analisis Curah dan Sifat Hujan Bulan September 2021
Analisis Curah Hujan Bulanan – September 2021
Analisis Sifat Hujan Bulanan – September 2021
Umumnya curah hujan pada September 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 - 300 mm/bulan). Curah hujan tinggi-sangat tinggi (>300 mm/bulan) terjadi di sebagian Sumatera Utara, Sebagian Sumatera Barat, Sebagian Riau, Jambi bagian timur, Bengkulu bagian utara, Lampung bagian timur, Sebagian Banten, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara bagian utara, sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, Sebagian Sulaweis Utara, Gorontalo bagian utara, Sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, Sebagian Maluku, Sebagian maluku Utara, sebagian Papua Barat dan Papua bagian barat dan tengah.
Sifat hujan pada September 2021 umumnya Normal – Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di Aceh bagian barat, Sumatera Utara bagian utara, Sebagian Riau, Sumatera Barat bagian utara, Sebagian Jawa Tengah, Sebagian Kalimantan Barat, Sebagian Kalimantan Timur, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua.
(Update: 01 Oktober 2021)
39
Analisis Curah dan Sifat Hujan Dasarian III September 2021
Umumnya curah hujan pada Dasarian III September 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian kecil Sumatera utara dan Riau, bagian tengah Sumatera Barat, bagian tmur Jawa Tengah, sebagian Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah bagian utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.
Sifat hujan pada Dasarian III September 2021 umumnya Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di sebagian Sumatera Utara, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.
Analisis Curah Hujan Dasarian – September III 2021
Analisis Sifat Hujan Bulanan – September III 2021
(Update: 01 Oktober 2021)
40
ANALISIS PERKEMBANGAN MUSIM
41
41
Analisis Perkembangan Musim Hujan 2021
(Update: 01 Oktober 2021)
42
PRAKIRAAN DAN PELUANG CURAH HUJAN
43
43
Prakiraan Hujan Dasarian�(Update 30 September 2021)
PRAKIRAAN CH DASARIAN
PRAKIRAAN SH DASARIAN
OKT - I
OKT - II
OKT - III
44
Prakiraan Peluang Hujan Dasarian�(Update 30 September 2021)
PELUANG HUJAN >150mm
PELUANG HUJAN >50mm
OKT - I
OKT - II
OKT - III
45
Prakiraan Curah Hujan Bulanan 2021-2022
OKTOBER
NOVEMBER
DESEMBER
JANUARI 2022
FEBRUARI 2022
MARET 2022
46
Prakiraan Sifat Hujan Bulanan 2021-2022
OKTOBER
NOVEMBER
DESEMBER
JANUARI 2022
FEBRUARI 2022
MARET 2022
47
Peluang Curah Hujan Bulanan 2021-2022
OKTOBER
NOVEMBER
DESEMBER
JANUARI 2022
FEBRUARI 2022
MARET 2022
Peluang hujan di atas kriteria TINGGI (curah hujan > 300 mm/ bulan)
48
Prakiraan Awal Musim Hujan 2021/2022
49
Prakiraan Puncak Musim Hujan 2021/2022
50
�RINGKASAN�
Indeks ENSO dasarian III September 2021 menunjukkan kondisi netral, sebagian institusi memprediksi kondisi netral setidaknya berlangsung hingga awal tahun 2022 sedangkan Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD netral dan akan terus berlangsung setidaknya hingga awal tahun 2022.
Dasarian III September 2021, aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalimantan bagian barat hingga utara. Terdapat pola siklonal di Samudera Hindia barat Sumatera dan di Kalimantan bagian barat. Pola angin sedikit berbeda dengan normalnya. Dasarian I Oktober 2021, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi angin timuran terutama di selatan ekuator.
Daerah pembentukan awan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera bagian utara, pesisir barat Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan timur, Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara, sebagian Maluku dan Papua. Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normalnya terutama di Indonesia tengah dan timur.
Analisis pada tanggal 30 September 2021 menunjukkan MJO aktif pada Fase 4 (Maritime Continent) dan diprediksi tetap aktif hingga awal dasarian II Oktober 2021. Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan relatif lebih banyak dibanding biasanya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga dasarian I Oktober 2021.
Dasarian III September 2021, kelembapan udara relatif pada lapisan permukaan umumnya di atas 85 %. Kelembapan udara relatif permukaan diprediksi umumnya di atas 80% dan terjadi hingga Dasarian III Oktober 2021.
Dasarian III September 2021, suhu rata-rata permukaan berkisar 21 – 27 °C dan diprediksi dasarian I Oktober hingga III Oktober berkisar 21-28°C. Pada dasarian I Oktober hingga III Oktober, suhu minimum diprediksi berkisar 20–27°C dan suhu maksimum diprediksi umumnya berkisar 22-35°C.
Beberapa kabupaten di Provinsi Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada klasifikasi waspada hingga awas untuk dua dasarian kedepan.
Beberapa kabupaten di Provinsi Papua Barat, dan Papua berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada klasifikasi waspada hingga awas untuk satu dasarian kedepan.
51
RINGKASAN
Umumnya curah hujan pada Dasarian III September 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian kecil Sumatera utara dan Riau, bagian tengah Sumatera Barat, bagian tmur Jawa Tengah, sebagian Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah bagian utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.
Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 11.99% wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan. Wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh bagia tengah, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi bagian utara, sebagian besar Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantan tengah bagian timur, dan Pulau Seram bagian selatan.
Pada Okt I – Okt III 2021 umumnya diprakirakan curah hujan berada di kriteria rendah hingga menengah (0 – 150 mm/dasarian).
Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi (> 150 mm/dasarian) pada Okt I dan Okt II meliputi Sumatera Barat bagian selatan, Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Papua Barat dan Papua bagian tengah. Pada Okt III meliputi Aceh bagian barat, Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat bagian barat, Jambi bagian barat, sebagian Bengkulu, Kalimantan Barat bagian utara, Papua Barat bagian tengah dan Papua bagian tengah.
52
TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA
Info Iklim : 021 4246321 ext. 1707
Info Cuaca : 021 6546315/18
Info Gempabumi : 021 6546316
Terima kasih
www.bmkg.go.id
@infoBMKG
Jl. Angkasa 1 No.2 Kemayoran Jakarta Pusat, Indonesia
53
53