1 of 19

PerVekt 2025

Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu 2025

2 of 19

Topik dan Judul

  • Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu
  • PERVEKT 2025

3 of 19

Identitas

  • Anny Saulina
  • CV
  • Kabid SMK Dinas Pendidikan Jawa Timu

4 of 19

Latar Belakang

  • Tingkat pengangguran lulusan SMK masih tinggi.
  • Minimnya pembekalan kewirausahaan secara praktis.
  • Dunia kerja yang terus berubah menuntut kemandirian finansial sejak dini.
  • Perlu program inovatif untuk mencetak wirausahawan muda.

5 of 19

6 of 19

Tujuan

  • Membekali siswa SMK dengan mindset dan keterampilan wirausaha.
  • Mendorong kemandirian finansial setelah lulus.
  • Menyiapkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan produktif.

7 of 19

8 of 19

Manfaat

  • Siswa memiliki bekal usaha setelah lulus.
  • Mengurangi ketergantungan pada lapangan kerja formal.
  • Menumbuhkan semangat inovasi dan kemandirian di kalangan pelajar.

9 of 19

Sasaran Inovasi

  • Siswa SMK kelas XI dari berbagai jurusan.
  • Fokus pada siswa yang belum memiliki rencana melanjutkan pasca kelulusan.
  • SMK Piloting di wilayah Jawa Timur (pilot project)

10 of 19

Deskripsi Inovasi

  • Pervekt 2025 (Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu): Pelatihan kewirausahaan berbasis praktik, bimbingan usaha, inkubasi produk, dan pemasaran digital yang terintegrasi dengan pembelajaran vokasi.

11 of 19

Aspek Program

  • Kurikulum Kewirausahaan: modul terstruktur dan aplikatif.
  • Pelatihan Soft Skills: kepemimpinan, komunikasi, pemasaran.
  • Inkubasi Bisnis Mini: usaha nyata berbasis proyek sekolah.
  • Digital Marketing & Branding: penguasaan media sosial dan e-commerce.

12 of 19

Materi Pelatihan

  • Mindset wirausaha
  • Business model canvas
  • Studi kelayakan usaha
  • Digital Skill untuk Entrepreneur
  • Produksi & operasional sederhana
  • Keuangan usaha (cash flow, BEP)
  • Digital marketing & e-commerce
  • Legalitas dan branding produk

13 of 19

Strategi Pelaksanaan

  • Upgrading Kapasitas Trainer/ Fasilitator Sekolah
  • Pelatihan hybrid (tatap muka & daring)
  • Kolaborasi dengan pelaku usaha lokal dan UMKM
  • Magang dan studi lapangan
  • Showcase produk dan demo day

14 of 19

Rencana Implementasi

  • Sosialisasi dan rekrutmen peserta
  • Pelatihan intensif dan mentoring
  • Inkubasi bisnis mini & pendampingan
  • Pameran usaha siswa dan evaluasi program

15 of 19

Mitra Kerjasama

  • Dunia Usaha & Industri (DUDI)
  • UMKM binaan, inkubator bisnis lokal
  • Lembaga keuangan mikro
  • Perguruan tinggi

16 of 19

Ketercapaian

  • 1000 siswa mengikuti pelatihan
  • 200 usaha mini terbentuk
  • 30% siswa melanjutkan usaha pasca kelulusan
  • Terbentuk komunitas wirausaha muda SMK

17 of 19

Kendala yang Dihadapi

  • Kurangnya minat siswa terhadap wirausaha
  • Minimnya pendampingan jangka panjang
  • Keterbatasan modal awal
  • Dukungan sekolah yang belum optimal

18 of 19

Dampak Yang Diharapkan

  • Lulusan SMK menjadi pencipta lapangan kerja
  • Menurunnya angka pengangguran lulusan SMK
  • Meningkatnya ekonomi lokal melalui UMKM baru
  • Terciptanya budaya wirausaha di lingkungan sekolah

19 of 19

Penutup

  • Pervekt 2025 bukan hanya pelatihan, tapi gerakan perubahan.
  • Mari kolaborasi wujudkan siswa SMK yang mandiri dan produktif.
  • Wirausaha bukan pilihan terakhir, tapi langkah awal menuju kemandirian.