1 of 15

BAB 4

Protista

2 of 15

Protista

Protista merupakan organisme eukariotik, yaitu selnya mempunyai membran inti. Anggotanya mencakup organisme uniseluler dan multiseluler. Protista ada yang hidup bebas di laut, air tawar, atau parasit pada makhluk hidup lain.

Protista menyerupai hewan protista menyerupai jamur protista menyerupai tumbuhan

Protista dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip jamur.

3 of 15

Protozoa (Protista Mirip Hewan)

  • Protozoa mencakup organisme bersel satu yang menyerupai hewan. Umumnya berukuran mikroskopis, yaitu berkisar dari beberapa mikron sampai beberapa milimeter (1 mikron = 1/1.000 mm).
  • Beberapa jenis protozoa hidup berkoloni yang terdiri atas beberapa individu.
  • Meskipun bersel tunggal, protozoa dapat menjalani hidup seperti hewan bersel banyak karena di dalamnya terdapat berbagai organel sel yang menjalankan aktivitas-aktivitas sel.
  • Pada kondisi yang baik, protozoa akan berkembang terus dengan membelah diri, tetapi apabila kondisinya sangat tidak menguntungkan, maka protozoa akan membentuk kista.
  • Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), atau bulu cambuk (flagela), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak.

Ciri umum

4 of 15

Klasifikasi Protozoa

Protozoa dapat dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan alat geraknya, yaitu

  1. Rhizopoda
  2. Flagellata
  3. Ciliata
  4. Sporozoa.

Amoeba

Foraminifera

Vorticella

Trypanosoma

Paramaecium

Stentor

Radiolaria

Radiolaria Trychonymapha

5 of 15

Kelas Sarcodina/Rhizopoda

Alat gerak Rhizopoda berupa kaki semu (pseudopodium) yang merupakan protoplasma sel. Selain untuk alat gerak, kaki semu juga berfungsi untuk menangkap makanan. Contohnya pada Amoeba proteus.

Amoeba hidup dalam perairan air tawar. Keadaan tubuhnya transparan dan tidak tetap. Protoplasma tubuhnya dapat dibedakan menjadi sitoplasma, inti, dan membran sel.

6 of 15

Kelas Mastigophora/Flagellata

Flagellata dapat dibedakan menjadi dua, fitoflagellata dan zooflagellata.

Fitoflagellata

Fitoflagellata memiliki struktur yang mengandung pigmen klorofil yang disebut kromatofora sehingga dapat melakukan fotosintesis.

Euglena viridis

Pencernaan makanannya dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu membuat sendiri makanan nya(holofilik), mencerna organisme (saprofilik) & menelan lalu mencerna (holozoik).

Euglena viridis hidup di air tawar, terutama dalam perairan yang tercemar dan banyak bahan organik.

7 of 15

Zooflagellata

Zooflagellata tidak mempunyai kromatofora sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri. Hidupnya dari nutrisi yang ada dalam air atau sebagai parasit pada hewan atau manusia.

contoh

  • Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiensie, penyebab penyakit tidur. Hewan ini menyerbu simpul getah bening dan kadang-kadang cairan serebrospinal (cairan dalam otak dan sumsum tulang belakang).
  • Trypanosoma cruzi, menyebabkan penyakit chagas/tripanosomiasis.
  • Leishmania donovani, menyebabkan penyakit kala azar.
  • Trychonimpha, hidup dalam usus rayap, membantu mencerna kayu sehingga dapat dimanfaatkan oleh hewan.

8 of 15

Kelas Ciliata/Ciliophora/Infusoria

  • Ciliata mempunyai alat gerak yang berupa silia (bulu getar).
  • Contohnya Paramaecium caudatum. Paramaecium bergerak dengan memukul ribuan rambut kecil yang disebut silium.

Paramaecium caudatum berkembang biak

secara aseksual dengan membelah diri dan seksual dengan

konjugasi.

Pada perkembangbiakan konjugasi terjadi pertukaran inti kecil (mikronukleus).

9 of 15

Kelas Sporozoa

Semua jenis Sporozoa tidak mempunyai alat gerak dan hidupnya sebagai parasit.

Disebut Sporozoa karena dapat berkembang biak dengan spora. Sporozoa hidup secara parasit pada hewan dan manusia, misalnya Plasmodium.

Contoh Sporozoa

  • Plasmodium vivax, masa sporulasi 48 jam, dapat menyebabkan penyakit malaria tertiana.
  • Plasmodium malariae, masa sporulasi 72 jam, dapat menyebabkan penyakit malaria quartana.
  • Plasmodium falciparum, masa sporulasi tidak teratur (antara 36 sampai 48 jam), dapat menyebabkan penyakit malaria tropika.
  • Plasmodium ovale, seperti Plasmodium vivax, masa sporulasi 48 jam, penyebab penyakit limfa. Umumnya terdapat di Afrika Barat.
  • Plasmodium knowlesi, spesies yang menginfeksi monyet dan dapat menimbulkan kematian monyet pada hari ke-12, tetapi bagi manusia hanya menyebabkan penyakit yang ringan.

10 of 15

Protista Mirip Jamur

Myxomycetes

  • Fase vegetatif jamur lendir berupa plasmodium, yaitu massa berlendir yang terdiri atas massa sitoplasma tanpa dinding dan berinti banyak.
  • Fase ini menyerupai hewan, sedangkan fase reproduksinya mirip tumbuhan karena dapat menghasilkan spora yang dilindungi oleh bahan mirip selulosa.

Physarum polycephalum

11 of 15

Oomycetes

  1. Hifa Oomycetes tidak bersekat dan tidak berdinding sel.
  2. Hidupnya dengan cara parasit atau saprofit. Reproduksi aseksualnya berlangsung dengan membentuk zoospora atau spora kembara yang mempunyai dua flagel.
  3. Reproduksi seksualnya berlangsung dengan peleburan gamet betina dan gamet jantan membentuk oospora

Beberapa contoh jamur Oomycetes adalah sebagai berikut.

  1. Saprolegnia, merupakan jamur saprofitik yang tumbuh pada bangkai serangga air.
  2. Phytophtora, merupakan jamur parasit pada tanaman budi daya.
  3. Phytium, menyebabkan penyakit busuk pada kecambah, tembakau, kina, dan bayam. Jamur ini sering disebut penyebab penyakit rebah semai karena mudah menyerang tanaman.

12 of 15

Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

  • Tubuh alga berupa talus uniseluler maupun multi seluler, berfilamen atau pipih seperti pita
  • Alga memiliki pigmen hijau daun sehingga dapat melakukan fotosintesis.
  • Selain klorofil, dalam golongan alga juga terdapat pigmen lain, seperti fikosianin (warna biru), fikosantin (warna pirang), fikoeritrin (warna merah), xantofil (warna kuning), dan karoten (warna keemasan)

13 of 15

Alga dapat berkembang biak secara vegetatif dengan cara berikut.

Fragmentasi

Pembentukan Spora

adalah terputusnya talus berbentuk benang menjadi beberapa bagian. Kemudian bagian-bagian itu akan tumbuh menjadi alga baru.

Ada tiga macam bentuk spora, yaitu sebagai berikut

  • Zoospora, yaitu spora yang berbulu cambuk sehingga dapat bergerak aktif.
  • Aplanospora, yaitu spora tanpa bulu cambuk dan mempunyai dinding yang nyata.
  • Auxospora, yaitu spora yang berdinding keras

14 of 15

Alga juga melakukan perkembangbiakan generatif dengan cara-cara berikut.

Isogami,

yaitu bersatunya dua gamet yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama.

Anisogami,

yaitu bersatunya dua gamet yang mempunyai ukuran berbeda. Gamet jantan berukuran kecil, sedangkan gamet betina berukuran besar.

Oogami,

yaitu bersatunya sel kelamin jantan (sel sperma) dan sel kelamin betina (sel telur).

15 of 15

Klasifikasi Alga

Pyrrophyta (Dinoflagellata)

Euglenophyta

Chrysophyta

Alga Hijau (Chlorophyta)

Alga Pirang/Alga Cokelat (Phaeophyta)

Alga Merah (Rhodophyta)