1
“TEKNIK PENGECORAN LOGAM”
Disusun oleh
SUGIYO UTUH RANYONO
5212412040
Universitas Negeri Semarang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
BAB 7�PELEBURAN DAN PENUANGAN BESI COR
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PELEBURAN BESI COR DALAM KUPOLA
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PELEBURAN BESI COR DALAM KUPOLA
Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik sebagai berikut:
Peleburan besi cor dalam kupola
Konstruksi kupola
Teori peleburan dalam kupola
Operasi kupola
Operasi kupola masa sekarang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Konstruksi dari kupola yang umum dibuat dari silinder baja yang tegak, dilapisi oleh bata tahan api. Bahan baku logam dan kokas diisikan dari pintu pengisi. Udara ditiupkan kedalam melalui tuyer, kokas terbakar dan bahan logam mencair. Logam cair dan terak dikeluarkan melalui lubang-lubang keluar pada dasar kupola. Jadi dalam kupola logam dipanaskan langsung oleh pembakaran dari kokas dan mencair, oleh karena itu memiliki efisiensi yang tinggi.
Gambar konstruksi kupola biasa
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Bagian dari mulai pintu pengisian sampai lubang keluar, dibagi menjadi beberapa daerah sesuai dengan keadaan keadaan bahan baku kupola.
Selain dari bagian dalam kupola dibagi menjadi beberapa daerah tergantung pada reaksi antara kokas dan gas
Gambar kupola 3 ton
Tampak depan
Tampak belakang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Kapasitas peleburan dari kupola dinyatakan oleh laju peleburan dalam ton per jam. Kapasitas peleburan berubah menurut: volume udara tiup, perbandingan besi pada kokas, dan syarat-syarat operasi peleburan lainnya, walaupun diameter kupola sama.
Kapasitas kupola
Daftar hubungan antara diameter kupola
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Tinggi efektif dari kupola adalah tinggi dari pertengahan tuyer sampai bagian bawah dari pintu pengisian. Di daerah ini logam dipanaskan mula. Karena itu kupola yang panjang akan efektif untuk pemindahan panas, tetapi kupola yang terlalu panjang mempunyai tahanan besar terhadap aliran gas jadi melibatkan resiko terjadinya penghancura kokas. Tinggi efekfif dari kupola yang standar biasanya 4-5 kali dari diameter dalam , diukur pada ketinggian tuyer
Daerah krus adalah daerah dari bagian bawah tuyer sampai kedasar kupola. Dalam daerah krus terdapat pula kokas, sehingga volume yang terisi oleh logam cairan kira-kira 45% dari volume daerah krus.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Lubang cerat dan lubang terak dibuat didaerah krus. Bentuk dan susunan dari lubang-lubang berbeda menurut cara pengeluaran besi cairan dan terak. Proses pengeluaran besi cair dari terakyang sewaktu-waktu: dengan proses ini besi cair atau terak ditampung di dalam krus dan dikeluarkan sewaktu-waktu melalui lubang cerat atau lubang terak dengan operasi tangan.
Proses pengeluaran terak dari depan: terak mengalir secara kontinu bersama logam dari dasar dari dasar dan sekali gus terak terpisah dari logam cair. Proses in paling baik karena mempunyai kadar terendah dari unsur-unsur lain.
Proses pengeluaran dari belakang: dalam proses ini lubang cerat dan lubang terak dibuat pada tempat yang berlainan sehingga tidak perlu lagi memisahkan terak. Besi yang dikeluarkan secara kontinu pada proses pembuangan terak dari belakang atau proses pembuangan terak dari depan, mengalir keperapian depan dan sejumlah besi yang diperlukan dikeluarkan.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak (gambar)
Tuyer
Kotak angin
Gambar proses kontinu pengeluaran terak dari depan
Gambar proses berganti pengeluaran besi dan terak
Gambar proses kontinu pengeluaran terak dari belakang
Gambar perapian depan
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Tuyer berfungsi memasukkan udara untuk pembakaran kokas pada aliran, volume dan tekanan yang memadahi. Jadi jumlah penampang tuyer harus ditentukan secara tepat. Jumlah luas penampang tuyer yang terlalu kecil menyebabkan kecepatan udara yang terlalu tinggi, sehingga menurunkan temperature dari gas pembakaran. Sebaliknya jika luasan tuyer terlalu besar akan menurunkan kecepatan udara dan pembakaran yang seragam tidak tercapai.
Daftar jumlah tuyer
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Bentuk tuyer adalah:
bentuk kipas biasanya digunakan untuk kupola ukuran besar dan sedang, karena irisan sebelah dalamnya lebih dalam dengan maksud agar tiupan udara ke dalam tanurakan merata. Disarankan besi cor atau baja cor dipakai untuk bahan tuyer, sebab bahan tersebut mempunyai sifat dapat mempertahankan ukuran tyer dengan teliti selama operasi
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Konstruksi kupola
Konstruksi kupola
Garis besar konstruksi
Penggolongan daerah dalam kupola
Kapasitas peleburan
Tinggi efektif
Daerah kurs
Lubang cerat dan lubang terak
Tuyer
Kotak angin
Kotak angina gunanya untuk mengumpulkan uadara yang ditiupkan oleh blower dan memberikan udara secara merata kedalam tanur melalui tuyer. Lebarnya kotak angina standar sama dengan diameter pipa tiup, dan tingginya 4 kali lebarnya.
Gambar konstruksi dan ukuran kotak angin
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Dalam kupola , panas yang terjadi karna reaksi eksotermik karena O2 dalam udara yang ditiupkan , dan kokas akan mencairkan logam, membentuk terak, memindahkan kotoran kedlam terak dan mereduksi oksida-oksida.
Distribusi gas cerobang dalam udara melalui tuyer menyebabkan oksidasi :
C + O2 → CO2
koas terbakar dalam daerah ini, yang mempunyai temperature tingi di dalam tanur. Daerah ini disebut daerah oksidasi, seperti di sebut diatas.
Bagian atas dari daerah ini adalah daerah reduksi dimana CO2 yang terjadi didaerah oksidasi sebagian dirubah menjadi CO oleh reaksi reduksi berikut:
CO2 + C → 2CO
Reaksi ini adalah endotermik dan di percepat kalau termperatuh ditamabah, makan kebagian atas tungku, makin laju reaksi, dan temperatur gas makin turun.
Reaksi pada bagian oksidasi dan reduksi terjadi kalau kokas bersentuhan dengan udara tiup
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Ditribusi gas cerobong di pengaruhi oleh : ukuran kokas, volume udara tiup, ukuran tuyer, dan factor-fktor lainnya.
Dalam peleburan kupola adalah penting untuk mengatur kedudukan daerah oksidasi dan reduksi, sebab hal itu mempengaruhi mutu logam cair. Apabila daerah oksidai meluas ke bagian atas dari tungku, maka logam padat berada dalam lingkungan oksidasi kuat dan oksidasi dari logam meningkat
Oleh sebabab itu keadaan seperti itu menyebabkan kerugian seperti kehilangan banyak Si, formasi grafit yang tidak biasa, penyusutan dan seterusnya
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Terak kupola terdiri dari : fluk, batu gamping, bahan pelapis, abu kokas, dan oksida logam. Komposisi dari terak berfluktasi, tergantung pada keadaan operasi atau macam bahan yang di pakai
Oksida-oksida ini dalam terak akan bereaksi dengan karbon dari logam cair dan dengan kokas, menurut reaksi ya adalah sebagai vberikut :
FeO + C →Fe + CO
SiO + 2C → Si + 2CO
Jadi logam-logam tersebut di reduksi. Reaksi ini mengikat dengan naiknya temperature.
Daftar komposisi kimia dari terak kupola
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Factor lain yang penting adalah pengambilan belerang dari kokas, kokas biasanya mengandung 0,5 – 0.8 % belerang, kikira-kira 30 % dari itu bias dikatan diabsorsi oleh logam cair . tetapi belerang yang di absorsi itu berupa sulfide dalam logam cair, diambil oleh CaO yang telah berada dalam terak sacara berlebih
Reaksi ini adalah sebagai berikut :
CaO + FeS → CaS + FeO
CaO + MnS → CaS+ MnO
Kalau FeO dan MnO terdapat pada terak dalam jumlah yang besar, maka reaksi tersebut sukar berkisar ke kanan. Jadi penghilangan beleang yangh cukup tidak terjadi. Karena alasan ini peleburan yang bersifat oksidasi harus di hindari.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Kelebihan uda tiup dan kekurangan muatan kokas menurunkan tingginya alas kokas dan mengakibatkan oksidasi dari besi, karena logam berada dalam lingkungan oksidasi kuat. Oleh sebab itu alas kokas harus di ushakan setinggi mungkin, yg bertujuan untuk mencegah oksidasi dari besi dan temperature logam yang tinggi.
Fungsi dari muatan kokas adlah untuk menjaga agar alas kokas berada pada tinggi tetap dan agar operasi yg tetap secara kontinu untuk waktu yang lama.
Gambar 7.13 pengaruh besar butir kokas pada pembakaran dalam kupola
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Dalam persamaan di atas, variasi dar ukuran kokas di perhitungkan. Tapi secara emprik, volume udara yang cocok tidak berubah banyak menurut perbandngan besi terhadap kokas.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Bahan baku kupola yg paling di gunakan adalah besi kasar. Untuk mendapatkan besi coran yang baik sebaikmnya menggunakan besi kasar yang baik. Jumlah umum besi kasare kira-kira 20-30% dari bahan baku logam
Sekrap baja biasa di pakai juga sebagai bahan baku kupola.komposisi \sekrap baja yang bersijh adalah seragam dan bias di peroleh dengan harga murah
Kadar karbon yang rejndah dan kadar silicon yang rendah adalah menguntungkan untuk mendapatkan coran dengan presentasi C dan Si yang terbatas . umumnya 30-40% dari bahan baku logam adalah sekrap baja
Ukuran dan bentuk dari sekrap adalah penting untuk menjaga keadaan yang semurna dan cerobong. Sebagai contoh, kalua sekrap berbentuk pelat-pelat tipis, maka kehilangan karena oksidasi besar. Sebaliknya pelat sekrap yang tebal menurunkan temperature dalam cerobong.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Sekrap balik seperti corannyang cacat, bekas penambahan, saluran turun.
Paduan besi seperti Fe-Si, Fe-Mn, dibubuhkan untuk mengatur komposisi. Kalua persentasi dari baja bertambah, perlu pengaturan komposisi oleh paduan besi. Pada pengatur komposisi harus dipertimbangkan perubahan komposisi logam cair karena oksidasi dalam cerobong dan reaksi dengan tarak dan kokas
Daftar ukuran yang cukup dari muatan sekrap baja
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Paduan besi seperti Fe-Si, Fe-Mn, dibubuhkan untuk mengatur komposisi. Kalua persentasi dari baja bertambah, perlu pengaturan komposisi oleh paduan besi. Pada pengatur komposisi harus dipertimbangkan perubahan komposisi logam cair karena oksidasi dalam cerobong dan reaksi dengan tarak dan kokas.
Persentase C berubah karena hilangnya karbon, yang disebabkan oleh oksidasi logam cair dalam cerobong dan pengarbonan yang disebabkan oleh reaksi antara logam air dengan kokas. .
Persentase C diatur oleh perbandingan besi kasar dan sekrap baja. Tambahan harus dimasukkan dalam perhitungan perbandingan, maka untuk mengimbangi kehilangan pada peleburan, dimasukkan 10 – 25% untuk Si dan 15 – 30% untuk Mn sebagai tambahan.
Persentase S bertambah karena pengambilan S sari kokas. Peningkatan belerang yang diperkenankan biasanya 0,1%.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Teori peleburan dalam kupola
1. Reaksi pembakaran dalam tuner
2. Reaksi terak dan fluktuasi dari komposisi logam cair
3. Kokas dan volum udara tiup
4. Bahan baku kupola dan pembakaran
Daftar contoh muatan campuran logam
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi Kupola
1. pelapisan
2. persiapan
3. Cara operasi
4. Persyaratan opersai yang sempurna
Lapisan: batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan atau bahan api penambal dipergunakan untuk lapisan kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukanbahan tahan api magnesia atau dolomit. Ketebalan yang dikehendaki dari adona kira-kira 3 sampai 4 mm.
Perbaikan: biasanya mempersiapkan kupala dimulai dengan memperbaiki lapisan yang telah terkena erosi selama pemakaian. Pada perbaikan tuyer dan lubang cerat, harus diperhatikan ukuran, bentuk dan sudutnya.
Gambar 7.14 bentuk dinding dalam dari kupola
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi Kupola
1. pelapisan
2. persiapan
3. Cara operasi
4. Persyaratan opersai yang sempurna
Campuran pasir dasar untuk menutup pintu ditebarkan diatasnya setebal 30 – 50 mm setelah itu dipadatkan. Campuran pasir ditunjukkan pada daftar 7.6
Pemanasan dari kupola: setelah pelapisan selesai lapisan harus dikeringkan perlahan-lahan. Pengeringan dilakukan dengan membakar alas kokas. Lubang dan saluran cerat harus cukup dipanaskan mula dengan membakar kayu atau kokas, atau dengan burner yaitu mencegah penurunan temperature pada logam cair yang pertama
Daftar 7.6 campuran dari pasir alas kupola
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi Kupola
1. pelapisan
2. persiapan
3. Cara operasi
4. Persyaratan opersai yang sempurna
Penyalaan: setelah kupola diprbaiki dan dikeringkan, penyalaan harus disiapkan kira-kira 3 sampai 4 jam sebelum jadwal waktu pengeluaran. Apabila digunakan burner gas khusus untuk penyalaan, alas kokas langsung bias dinyalakan tanpa kayu bakar.
Tiupan mula: kalua api pembakaran telah mencapai bagian atas dari alas kokas, lubamg-lubang pengintip ditutup dan tiupan mulai dilakukan selama 3 sampai 5 menit. Selama tiupan mula, alas kokas harus diatur sampai mencapai tinggi yang benar yaitu diukur dari pintu pengisian. Untuk kupola kecil yang diameternya kurang dari 700 mm, tinggi alas kokasnya 1,5 – 1,8 kali diameter dalam. Dan untuk kupola besar 1200 – 1300 mm.
Bahan muatan: jumlah bahan logam sebagai muatandihitung berdasarkan daftar penyusutan bahan. Berat satu muatan logam disarankan 1/10 sampai 1/5 dari laju peleburan per jam. Jumlah muatan kokas ditentuka berdasarkan angka perbandingan besi terhadap kokas. Jumlah batu gamping sebbagai sumber terak disarankan 25 – 35% dari berat kokas.
Urutan pemuatan pertama adalah:
Namun yang lebih penting untuk diperhatikan adalah: mencegah pemuatan bahan-bahan yang ukuranyya tidak seragam.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi Kupola
1. pelapisan
2. persiapan
3. Cara operasi
4. Persyaratan opersai yang sempurna
Permulaan dari tiupan: setelah bahan-bahan dimuatkan sampai mencapai bagian bawah pintu pengisian, logam dipanaskan mula selama 15-20 menit tanpa tiupan. Setelah pemanasan mula, tiupan udara dimulai. Untuk mendapatkan logam cair yang bertemperatur tinggi sejak permulaan, perlu dipergunakan alas kokas yang tinggi, tiupan udara yang berlebih atau ditambahkan 1 – 2% kalsium karbid pada muatan kokas yang pertama.
Pencairan dan pengeluaran: dalam proses pengeluaran terakdari depan dan dari muka, pengeluaran besi dilakukan secara kontinu tanpa berhenti. Kokas batu gamping dan logam harus dimasukkan pada waktu-waktu tertentu untukmengisi kupola sampai bagian bawah dari pintu pengisian. Sela proses pencairan perlu dilakukan pengecekan pada laju pencairan, temperature besi cair, tekana udara tiup, dan lain lain.
Akhir dari waktu operasi: menjelang akhir operasi, tekanan udara turun disebabkan penurunan tinggi alas kokas. Oleh karena itu katup udara perlu diturunkan agar volume udara tiup tetap.
Serempak dengan penghentian tiupan udara: lubang intip tuyer dibuka, besi dan terak dikeluarkan dari lubang cerat dan lubang terak. Kemudian pintu dasar kupola dibuka dan isinya dijatuhkan di atas pasir yang sudah ditaburkan di bawah kupola.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi Kupola
1. pelapisan
2. persiapan
3. Cara operasi
4. Persyaratan opersai yang sempurna
Syarat untuk temperature pengeluaran yang tinggi:
Syarat untuk besi bersih tanpa oksida:
Syarat untuk besi yang homogeny dan mempunyai komposisi kmia yang diminta:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi kupola masa sekarang
1. Kupola dengan pendinginan air
2. Operasi tiupan udara panas
3. Operasi tiupan dengan penurunan kelembaman
Lapisan di daerah cair di atas tuyer adalah bagian yang paling banyak mengalami erosi, apabila hal itu terjadi maka dinding baja akan terpanaskan dan menjadi merah sehingga operasi dihentikan. Hal ini adalah alasan digunakannya kupola sebagai pendingin.
Jenis-jenis kupola denga pendingin air:
Gambar 7.15 kupola didinginkan air jenis selubung
Gambar 7.16 kupola didinginkan dengan semprotan air
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi kupola masa sekarang
1. Kupola dengan pendinginan air
2. Operasi tiupan udara panas
3. Operasi tiupan dengan penurunan kelembaman
Udara yang dipanaskan mula menaikkan temperature di dalam kupola dan keuntungannya adalah sebagai berikut:
Cara memanaskan udara:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi kupola masa sekarang
1. Kupola dengan pendinginan air
2. Operasi tiupan udara panas
3. Operasi tiupan dengan penurunan kelembaman
Gambar 7.17 kupola tiupan udara panas dengan mempergunakan panas gas buang
Gambar 7.18 kupola tiupan udara panas mempergunakan panas pembakaran gas buang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi kupola masa sekarang
1. Kupola dengan pendinginan air
2. Operasi tiupan udara panas
3. Operasi tiupan dengan penurunan kelembaman
Uap airdalam udara masuk ke dalam kupola dan menurunkan temperature basi cair yang menyebabkan cacat tuangan. Alasannya adalah uap air yang bereaksi dengan kokas
H2O + C ↔ CO + H2 (29,4 cal)
2H2O + C ↔ CO2 + 2H2 (19,4 cal)
Reaksi tersebuat adalah reaksi endotermik dan karenanya panas dari pembakaran kokas terbuang untuk reaksi tersebut. Pengaruhnya ialah menurunkan temperature, memperluas daerah oksidasi, dan menyebabkan oksidasi pada waktu pencairan.
Agar dapat menghilangan pengaruh buruk tersebut perlu dilakukan penurunan kelembaban udara yang ditiupkan.
Berikut adalah proses yang sering dipakai dalam kupola:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PENCAIRAN BESI COR DENGAN TANUR INDUKSI FREKUENSI RENDAH
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PENCAIRAN BESI COR DENGAN TANUR INDUKSI FREKUENSI RENDAH
Besi cor dicairkan dengan kupola secara tradisional, tetapi pencairan dengan listrik dalam industry sekarang menjasi meluas
1. Mudah ngkontrol komposisi dan temperatur
2. Kehilangan logam yang sedikit
3. Memungkinkan untuk memakai logam bermutu rendah
4. Mengurangi jumlah pekerja
5. Memperbaiki persyaratan kerja
Sebab
sebab
Tipe tanur listrik:
daftar sifat-sifat dari berbagai unsur pelabur induksi
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PENCAIRAN BESI COR DENGAN TANUR INDUKSI FREKUENSI RENDAH
Pencairan besi cor dengan tanur induksi frekuensi rendah
Macam dan konstruksi tanur induksi frekuensi rendah
Keistimewaan dari peleburan dalam tanur induksi frekuensi rendah
Operasi dari tanur induksi frekuensi rendah
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Macam dan Konstruksi Tanur Induksi Frekensi Rendah
macam dan konstruksi tanur induksi frekeunsi rendah
Tanur jenis krus
Tanur jenis saluran
Kebanyakan tanur induksi yagbiasa dipakai adalah mempergunakan rekuensi 50 – 60 Hz, tetapi sekarang tanur menggunakan frekeunsi tiga kali lipat ( 150 – 180 Hz)
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Macam dan Konstruksi Tanur Induksi Frekensi Rendah
macam dan konstruksi tanur induksi frekeunsi rendah
Tanur jenis krus
Tanur jenis saluran
Tanur ini disebut pula tanur tak berinti. Ruangan tanur tempat logam cair berbentuk krus ditunjukkan gambar 7.19
Lilitan kedua yang didinginkan air mengelilingi krus dan diluar lilitan diletakkan juk yang terdiri dari plat berlapis banyak, berfungsi untuk memusatkan fluks magnet dan menahan lilitan.
Keuntungan dari tanur jenis ini adalah:
Sedangkan kelemahannya adalah: tanur jenis ini mempunyai efisiensi yang lebih rendah dari tanur jenis saluran
Tanur jenis kru cocok untuk mencairkan logam dari mulai temperature kamar. Tanur jenis kru ditunjukkan seperti pada gambar 7.20
Gambar 7.19 tanur induksi jenis kurs
Gambar 7.20 tanur induksi frekuensi rendah jenis krus
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Macam dan Konstruksi Tanur Induksi Frekensi Rendah
macam dan konstruksi tanur induksi frekeunsi rendah
Tanur jenis krus
Tanur jenis saluran
Dibagi menjadi dua daerah (gambar 7.21):
Tanur digolongkan menjadi beberapa jenis sesuai dengan letak dan jumlah inti. Pada pokoknya, lilitan sekitar inti adalah lilitan pertama dan logam dalam saluran merupakan lilitan kedua
Tanur jenis saluran mengambil tenaga listrik lebih sedikit, tetapi memerlukan bahan tahan api yang netral berkualitas tinggi dan membutuhkan tenaga ahli dalam pembuatannya.
Karena konstruksinya, tanur ini tidak dapat memulai bekerja dengan isi logam dingin, sehingga biasanya 20 – 30 % logam cair disisakan untuk memulai operasi berikutnya
Oleh karena itu, tanur ini sering digunakan dalam peleburan dupleks yaitu sebagai perapian depan dari kupola atau tanur penyimpan. Gambar 7.22 menunjukkan tanur jenis saluran
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Keistimewaan dari Peleburan dalam Tanur induksi Frekuensi Rendah
Keistimewaan tanur ini dibandingkan dengan peneburan dalam kupola adalah gerakan pengadukan dari logam cair.
Gaya pengaduk dalam tanur induksi berbanding terbalik dengan akar frekuensi dan berbanding lurus dengan tenaga listrik yang diberikan. Gaya ini mengaduk logam cair dipermukaan tengahdari tanur.
Pengeruh buruk dari pengadukan ini adalah oksidasi dari logam cair yang erosi yang meningkat dari lapisan kalua logam cair dibiarkan untuk waktu yang lama di dalam tanur.
Komposisi logam cair yang tertampung dalam tanur berubah sedikit demi sedikit. Akan tetapi temperature penahanan yang terlalu tinggi akan menyebabkan komposisi turun lebih banyak.
Laju penambahan Fi-Si daan Fe-Mn untuk memelihara komposisi adalah sangat tinggi yaitu di atas 90%.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi dari Tanur Induksi Fekuensi Rendah
Opersi dari tanur induksi frekuensi rendah
1. lapisan
2. Penyinteran lapisan
3. Kombinasi dari logam beban dan muatan
Sifat yang diperlukan bagi bahan lapisan:
Daftar 7.8 menunjukkan bahan lapisan untuk tanur induksi frekuensi rendah yang biasa
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi dari Tanur Induksi Fekuensi Rendah
Opersi dari tanur induksi frekuensi rendah
1. lapisan
2. Penyinteran lapisan
3. Kombinasi dari logam beban dan muatan
Tanur tipe
saluran
Tanur tipe
kurs
Tanur ini dipakai cara kering. Kelebihan jumlah unsur tambahan (asam borat) meningkatkan kevepatan tumbuh daerah sinter yang dapat menyebabkan retakan besar karena pengeruh panas. Secara umum di tunjukkan pada gambar 7.23
Untuk mendapatkan lapisan yang baik, tidak hanya diperlukan teknik pelapisan yang baik, tetapi diperlukan ukuran butir yang sedang dan seragam. Dijelaskan opada daftar 7.9
Gambar 7.23 jumlah penambahan yang cukup dari asam borat cocok dengan titik cair dari logam
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi dari Tanur Induksi Fekuensi Rendah
Opersi dari tanur induksi frekuensi rendah
1. lapisan
2. Penyinteran lapisan
3. Kombinasi dari logam beban dan muatan
Tanur tipe
saluran
Tanur tipe
kurs
Pelapisan tanur jenis ini dilaakukan dengan cara basah karena bentuknya yang rumit. Kadar air dari bahan lapisan harus 2,5 – 3% dan bahan ini dicampur dengan bahan tahan api secara seragam
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi dari Tanur Induksi Fekuensi Rendah
Opersi dari tanur induksi frekuensi rendah
1. lapisan
2. Penyinteran lapisan
3. Kombinasi dari logam beban dan muatan
Untuk tanur kurs:
Seteah selesai pelapisan kemudian arus listrik dijalankan untuk mencairkan besi agar terjadi penyinteran pada lapisan. Untuk memperkuat lapisan terak perlu dicairkan lebih banyak logam dari pada biasanya. Hasil yang baik didapat dengan operasi yang kontinu selama empat atau lima hari setelah setelah langkah selesai.
Untuk tanur saluran:
Kandungan air dalam saluran harus hilang sama sekali sebelum penyiteran. Penyinteran dilakukan dengan dua cara
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Operasi dari Tanur Induksi Fekuensi Rendah
Opersi dari tanur induksi frekuensi rendah
1. lapisan
2. Penyinteran lapisan
3. Kombinasi dari logam beban dan muatan
Dibandingan dengan peleburan kupola, peleburan dengan listrik mempunyai keuntungan dalam kebebasan memakai bahan logam yang murah. Biasanya digunakan komposisi dari bahan beban seperti yang ditunjukkan pada daftar 7.10
Peleburan sekrap deingin dalam tanur kurs perlu dilakukan dengan memasukkan bahan sedikit demi sedikit agar mencegah turunnya temperature tanur.
Dalam hal peleburan dengan tanur jenis saluran, maka operasi yang kontinu dilakukan setelah peleburan untuk penyimteran.
Hal hal yang perlu dalam operasi tersebut:
Daftar 7.10 perbandingan campuran dari bahan muata untuk peleburandalam tanur induksi frekuensi rendah
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PEMERIKSAA DAN PERLAKUAN
BESI COR CAIR
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pemeriksaan dan perlakuan besi cor cair
Perlu dilakukan pemeriksaan komposisi dan sifat-sifat dari besi cair yang dikeluarkan, sebelum dituangkan ke cetakan. Shingga diperlukan pemeriksaan dan perlakuan pada logam cair seperti inokulasi
Pemeriksaan bakal
Perlakuan logam cair
Pemeriksaan dan perlakuan besi cor
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pemeriksaan Bakal
1. Pengujian Cil
2. Pemeriksaan gambar-gerak
3. Analisa termal
4. Pengukuran temperatur
Untuk pengujian cil dipakai batang uji jenis pasak dan batang uji jenis rata. Jenis tersebut ditunjukkan pada gambar 7.24
Umumnya persentase C dann Si yang lebih rendah menyebabkan lebih dalamnya cil dan sebaliknya. Gambar 7.25 menunjukkan hubungan antara dalamnya cil dan karbon jenuh (Sc)
Gambar 7.24 dua jenis dari coran batang uji cil
Gambar 7.25 pengaruh karbon jenuh pada dalam cil dari batang uji pasak
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pemeriksaan Bakal
1. Pengujian Cil
2. Pemeriksaan gambar-gerak
3. Analisa termal
4. Pengukuran temperatur
Dibawah temperature 1400 oC lapisan oksida terbentuk di atas permukaan besi cair, lapisan oksida itu terpecah-pecah oleh gas yang keluar dari cairan logam dan membentuk berbagai gambar-gerak. Gambar gerak tersebut menyatakan sifat cairan secara kasar.
Secara kasar gambar-gerak dibagi menjadi dua macam yang ditunjukkan pada gambar 7.26
Gambar 7.26 empat jenis gambar-gerak
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pemeriksaan Bakal
1. Pengujian Cil
2. Pemeriksaan gambar-gerak
3. Analisa termal
4. Pengukuran temperatur
Pada umumnya permulaan dari titik beku yaitu temperature penghentian termal proeutektk. Untuk besi cor berhubungan erat dengan persentase karbon ekuivalen (CE = C% + 1/3 Si%)
gamabar 7.27 dan 7.28 masing-masing menunjukkan contoh kurva pendingin dan kurva kalibrasi yang didapat dari percobaan.
Gambar 7.29 menunjukkan bahwa harga perkiraan karbon ekuivalen lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan hasil analisa kimia
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pemeriksaan Bakal
1. Pengujian Cil
2. Pemeriksaan gambar-gerak
3. Analisa termal
4. Pengukuran temperatur
Untuk pengukuran temperature dipakai: termokopel, pirometer optic atau pirometer warna. Pirometer optic adalah yang paling banyak dipakai karena lbih murah dan lbih mudah dipakai
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perlakuan Logam Cair
1. inokulasi
2. Penambahan unsur paduan
3. pmgurangan blrang
inokulasi
Inokulasi dan pngaruhnya
Inokulasi adalah pnambahan logam lain atau paduan ke dalam cairan besi seblum dituangkan.
Inokulasi menyebabkan distribusi grafit yang merata di dalam struktur logam dan memperbaiki sifat-sifat mkanik.
Inokulasi meninggikan kekuatan Tarik dan menurunkan kekrasan seperti ditunjukkan dalam gambar 7.30
Inokulan
Inokulan terdiri dari inokulan penggrafitan dan inokulan campuran inokulan yang kha ditunjukkan pada dafatar 7.11
Cara penambahan
Cara yang paling mudah dan efektif adalah memericikkan sejumlah tertentu dari inokula, baik diatas cairan yang sedang dikeluarkan melalui saluran ataupun diatas cairan yang sedangjatuh dari perapianke dalam ladel
Pengaruh inokulasi akan menurunbersama lalunya waktu setelah inokulasi seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.31. oleh karena itu batang inokulan kadang-kadang dipasang pada tempat pengeluaran dari sebuah ladel seperti ditunjukkan pada gambar 7.32.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perlakuan Logam Cair
1. inokulasi
2. Penambahan unsur paduan
3. pmgurangan blrang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perlakuan Logam Cair
1. inokulasi
2. Penambahan unsur paduan
3. pmgurangan blrang
Sebelum penuangan kadang-kadang ditambahkan sedikit Ni, Cr, Cu, Mo, dan sebagainya. Dengan maksud untuk memperbaiki sifat-sifat mekanik, tahan panas, tahan korosi, tahan aus dan sifat lainnya.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perlakuan Logam Cair
1. inokulasi
2. Penambahan unsur paduan
3. pmgurangan blrang
Dibawah 0,1% belerang memberikan pengaruh buruk yang kecil pada sifat-sifat besi cor. Tetapi dalam memperoduksi besi cor bergrafit bulat perlu mengurangi belerang sampai dibawah 0,001 sampai 0,002% sebelum prpses pembuatan grafit
Alasannya adalah bahwa sejumlah paduan magnesium yang mahal dan cukup banyak sebagai bahan untuk membuat grafit bulat, dihabiskan oleh reaksi kimia dengan belerang, sebelum terjadi proses pembuatan grafir.
Sebagai bahan pengurang belerang banyak dipakai kalsium karbid (CaC2)
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PEMBUATAN BESI COR BERGRAFIT BULAT
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pembuatan Besi Cor Bergrafit Bulat
Pembuatan besi cor bergrafit bulat
Peleburan dan pengurangan bidang
Proses pembuatan grafit
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Peleburan dan Pengurangan Belerang
1. Peleburan kupola basa
2. Peleburan dengan tanur busur listrik
3. Peleburan dengan tanur induksi frekuensi rendah
Peleburan kupola asam
Proses pembuatan dari besi cor bergrafit bulat kira-kira sama dengan proses peleburan besi cor kelabu, tetapi perlu mengurangi unsur-unsur perintang dalam proses pembuatan grafit.
Proses peleburan untuk mengurangi kasar belerang dalam besi digolongkan dalam cara berikut:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Peleburan dan Pengurangan Belerang
1. Peleburan kupola basa
2. Peleburan dengan tanur busur listrik
3. Peleburan dengan tanur induksi frekuensi rendah
Peleburan kupola asam
Peleburan kupola basa cocok untukkapasitas produksi besar dengan temperature tinggi. Dalam proses ini belerang dikurangi pada waktu peleburan oleh reaksi kimia antar terak dengan cairan besi.
Kelemahan proses ini terletak dalam kesukaran operasi, kehilangan silicon yang banyak selama peleburan dan bata tahan api basa yang mahal.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Peleburan dan Pengurangan Belerang
1. Peleburan kupola basa
2. Peleburan dengan tanur busur listrik
3. Peleburan dengan tanur induksi frekuensi rendah
Peleburan kupola asam
Peleburan dengan tanur busur listrik mampu untuk membuat cairan bekadar belerang rendah pada temperature tinggi karena lapisan basa dan terak basa
Cara ini dilakukan untuk produksi kecil dari coran karena biaya peralatan dan operasi yang mahal
Tanur induksi frekuensi rendah banyak sekali dipakai dalam pabrik pengecoran karena mudahnya operasi. Tanur ini tidak mempunyai reaksi pengurangan belerang,. Oleh karena itu perlu bahan muatan berkadar belerang rendah
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Peleburan dan Pengurangan Belerang
1. Peleburan kupola basa
2. Peleburan dengan tanur busur listrik
3. Peleburan dengan tanur induksi frekuensi rendah
Peleburan kupola asam
Peleburan kopila asam adalah yang paling banyak dipakai untuk mencairkan besi cor. Cairan besi mengabsorbsi belerang dari kokas, yang menghasilkan kadar belerang 0,05% - 0,15%. Untuk pengurangan belerang dipakai bahan CaC2 .
Gambar 7.33 menunjukkan contoh proses pengurangan belerang dalam ladel. Cara perlakuan ini mrngurangi kadar belerang sampa dibawah 0,03%. Tapi sayangnya ini akan menurunkan temperature cairan.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
Paduan Mg ditambahkan pada pemukaan cairan dalam bentuk ladel pengolah denagn tutup kuat untuk mempertahankan dari reaksi yang kuat. Kemudian diaduk. Cara ini digunakan untuk penambahan yang sedikit
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
Paduan magnesium ditempatkan pada dasar ladel pengolahan, kemudian cairan dialirkan diatas paduan magnesium itu. Untuk menaikkan daya gunanya kaddang-kadang bahan tambahan ini ditutup oleh grafit
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
Gumpalan dari paduan magnesium berukuran 10-50 mm ditempatkan dalam wadah yang dibuat dari grafit atau baja kemudian dicemplungkan kedalam ladel yang terisi besi cair. Cara ini banyak digunakan untuk pengolahan besi dengan jumlah kecil atau besar
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
Magnesium murni atau paduan magnesium tinggi ditambahkan dalam sebuah ladel dengan tekanan beberap kali tekanan atmosfir.
Jumlah paduan magnesium ditentukan dengan mengingat akan hasilnya yang dicapai dari cara penambahan yang dipakai, dengan ancang-ancang pengembalian magnesium sekitar 0,03 – 0,006%
Jumlah penambahan bahan cukup sedikit kalua kadar belerang dari besi cair cukup rendah. hubungan ini ditunjukkan gambar 7.37, 7.38, 7. 39.
Setelah penambahan magnesium, dilakukan inokulasi besi-silicon sebanyak 0,5 – 1,0% untuk mengolah cil yag disebabkan oleh Mg.
Jumlah kadar Mg dan pengaruhnya pada pembulatan grafit berkurang menurut waktu yang ditunjukkan pada gambar 7.40
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses Pembuatan Grafit
1. Cara penambahan permukaan
2. Cara ladel terbuka
3. Cara pencemplungan
4. Cara penambahan dengan tekanan
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PENUANGAN BESI COR
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Penuangan Besi Cor
Penuangan besi cor
Ladel penuang
Perhatian pada pekerjaan penuangan
Penuangan otomatik
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Ladel Penuangan
Besi yang dialirkan dari tanur pelebur diterima oleh ladel tlan, kemudian dituangkan ke dalam cetakan.
Ladel biasanya berbentuk kerucut atau silinder. Jenis cerek the dan jenis tulang dasar dapat dipakai untuk mencegah terbawanya terak dan inkulasi.
Untuk memindahkan ladel banyak dipergunakan monorel dengan kerekan listrik. Gambar 7.41 menunjukkan ladel jenis kerucut dengan roda pemutar gigi. Segangkan gambar 7.42 menunjukkan penuangan dengan mempergunakan ladel
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perhatian pada Pekerjaan Penuangan
Perhatian pada pekerjaan penuangan
1. Pengeringan ladel
2. Pembuangan terak
3. Temperatur penuangan
4. waktu penuangan
Pengeringan ladel yang tidak sempurna menyebabkan turunnya temperature logam cair, oksidasi dari cairan, dan cacat coran seperti rongga udara, lubang-lubang jarum, dan sebagainya
Sebelum penuangan, terak diatas cairan harus dibuang. Terak terjadi karena penambahan inokulan dan erosi dari lapisan.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Perhatian pada Pekerjaan Penuangan
Perhatian pada pekerjaan penuangan
1. Pengeringan ladel
2. Pembuangan terak
3. Temperatur penuangan
4. waktu penuangan
Temperatur penuangan banyak mempengaruhi kualitas cairan. Kalau temperature terlalu rendah menyebabkan waktu pembekuan yang pendek, kecairan yang buruk dan menyebabkan cacat coran seperti rongga penyusuran, rongga udara, salah alir, dan sebagainya.
Dalam menuang logam penting dilakukan dengan tenang dan cepat. Selama penuanga cawan tuang perlu terisi penuh dengan logam cair. Waktu penuangan yang cocok perlu ditentukan, dengan mempertimbangkan berat dan table coran, sifat cetakan dan sebgainya
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Penuangan Otomatik
Penuangan otomatik
1. Jenis sumbat
2. Jenis ladel yang dapat miring
3. Jenis tekanan
4. Jenis pompa elektromagnet
Pada jenis ini tanur induksi frekuensi rendah dipergunakan sebagai ladel penuang.. Pada dasar ladel terdapat sumbat yang dapat dijalankan secar hidrolik. Seluruh tanur bergerak serempak bersama dengan gerak aliran cetakan di atas rel yang sejajar dengan rel pembuat cetakan. Pada akhir penuangan inframerah dari cetakan logam yang meluap ditangkap oleh tabung fotosel dan signalnya diamplifikasikan untuk menutup sumbat. Gambar 7.43
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Penuangan Otomatik
Penuangan otomatik
1. Jenis sumbat
2. Jenis ladel yang dapat miring
3. Jenis tekanan
4. Jenis pompa elektromagnet
Ladel biasanya dijalankan engan tangan. Pada jenis ini dirubah menjadi mesin penuang otomatik. Gambar 7.44 menunjukkan ladel jenis tersebut.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Penuangan Otomatik
Penuangan otomatik
1. Jenis sumbat
2. Jenis ladel yang dapat miring
3. Jenis tekanan
4. Jenis pompa elektromagnet
Pada jenis peralatan ini, logam cair dalam tanur penyimpanan dituang melalui lubang penuang denga perantaraan tekanan udara. Gambar 7.45 menunjukkan salah satu dari mesin jenis ini yang mempunyai tanur induksi frekuensi rendah jenis saluran dimana termasuk saluran pemberi, saluran penuang, dan mekanisme penekan
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Penuangan Otomatik
Penuangan otomatik
1. Jenis sumbat
2. Jenis ladel yang dapat miring
3. Jenis tekanan
4. Jenis pompa elektromagnet
Pompa elektromagnetik adalah pompa yag memberikan gaya dorog pada cairan logam yang timbul dari aksi electromagnet antara lalapangan magnet yang bergerak dan arus induksi pada cairan. Cairan diangkat melalui saluran gradient angkat dan dituangkan melalui lubang penuangan. Gambar 7.46 menunjukkan salah satu jenis mesin penuang pompa electromagnet. Sedangkan gambar 7.47 menunjukkan aliran dari logam.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TEKNIK MESIN, S1 UNNES