1 of 7

PENDAHULUAN

2 of 7

Pengertian Klasifikasi Tanah

Klasifikasi tanah adalah

Ilmu yang mempelajari cara-cara membedakan sifat-sifat tanah satu sama lain, dan mengelompokkan tanah ke dalam kelas-kelas tertentu berdasarkan atas kesamaan sifat yang dimiliki.

Pengamatan sifat-sifat tanah:

  • dimulai dengan pengamatan tanah di lapang, yaitu dengan mempelajari morfologi tanah dari suatu profil tanah atau penampang tanah.
  • Selanjutnya, tanah-tanah yang mempunyai sifat-sifat yang sama dapat dimasukkan ke dalam satu kelas yang sama, dan demikian pula sebaliknya.

3 of 7

Tujuan Klasifikasi Tanah (Buol, Hole dan McCracken, 1980)

  1. Menata atau mengorganisasi pengetahuan ttg tanah
  2. Memudahkan mengingat sifat & perilaku tanah
  3. Mengetahui hubungan antar individu tanah
  4. Mengelompokkan tanah untuk tujuan praktis:

- menaksir sifat & produktivitasnya

- penelitian

- menentukan lahan2 yg baik, buruk atau terbaik

  1. Mempelajari hubungan & sifat tanah baru

4 of 7

Konsep Pemahaman Tanah

Wirjodihardjo (1963) : bahwa memberi nama thp suatu tanah adh hal yg sgt penting. Namun, hal itu adh usaha yg sgt sulit dlakukan, krn nama tanah hrs menyifatkan & mencirikan tanah, sehubungan dg sifat2 yg dikandungnya.

Ada 4 konsep dasar pemahaman tanah :

  1. Konsep Manfaat

Konsep ini memandang tanah dr sudut manfaatnya bg manusia (pangan, sandang, papan, obat2an) dengan fungsi tanah sbg

  • media pertumbuhan tanaman,
  • dasar bangunan & tempat tinggal
  • gudang mineral & bahan dasar industri

5 of 7

Konsep Pemahaman Tanah

2. Konsep Kimia

Proses kimia yg berlangsung di dlm tanah, yg berpengaruh thp segi fisiologis tanaman. Susunan kimia (Von Liebig) adh ukuran utk menentukan nilai suatu tanah, dmn keadaan kimiawi yg kurang baik menunjukkan kualitas tanah yg kurang baik pula, dan sbaliknya.

3. Konsep Geologi

Konsep ini dlm memahami tanah lbh menekankan pd asal geologi nya, dmn menjadikan batuan induk sbg dasar klasifikasi tanah. Namun, mjd kurang memberikan hasil yg memuaskan , krn dijumpai tanah yg beragam pd suatu daerah yg komplek baik iklmi maupun topografinya, walaupun berbahan induk sama.

6 of 7

Konsep Pemahaman Tanah

4. Konsep Pedologi

Menurut konsep ini tanah adh benda alam bebas yg kompleks, yg dhasilkan oleh sjumlah proses pembentukan tanah (pedogenesis).

Klasifikasi tanah sangat erat kaitannya dengan pedogenesis atau proses pembentukan tanah karena proses yang berbeda akan menghasilkan tanah yang berbeda pula.

Pedogenesis adalah ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah dan faktor-faktor pembentuknya. Dalam hal ini dipelajari perubahan-perubahan atau evolusi yang terjadi dalam tubuh tanah, deskripsi dan interpretasi sifat-sifat profil tanah, serta pola penyebaran dari jenis-jenis tanah.

Apabila di samping proses-proses pembentukan tanah dipelajari pula kegiatan-kegiatan klasifikasi dan survai tanah maka disebut Pedologi. Kata Pedologi kadang-kadang digunakan sebagai kata setara untuk Ilmu Tanah secara umum (Sigmond,1938).

7 of 7

Genesis tanah sangat erat hubungannya dengan ilmu lain seperti kimia, fisika, geologi, biologi, klimatologi, geografi, antropologi, dan pertanian. Walaupun genesis tanah sebenarnya merupakan ilmu yang sifatnya interdisipliner tetapi ilmu ini terutama dipelajari dalam bidang pertanian.

Pengetahuan tentang tanah banyak yang didasarkan atas hasil pengamatan lapangan dari para pemeta tanah (soil surveyor), selama melakukan pengklasifikasian dan pemetaan tanah di lapang.

Peta tanah pada umumnya dibuat untuk tujuan pertanian tetapi pada waktu ini telah mulai dimanfaatkan pula dalam di bidang engineering dan perencanaan.