PEKERJAAN � �PENYUSUNAN DED �PUSAT OLEH – OLEH DAN PARKIR PLERET�
LAPORAN PENDAHULUAN
TAHUN ANGGARAN 2022
PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL
DINAS PARIWISATA KABUPATEN BANTUL
1. PENDAHULUAN
MAKSUD
TUJUAN
SASARAN
KECAMATAN PLERET
2. DELINEASI
Lokasi yang disediakan berada pada Jalan Jejeran – Pleret, Keputren, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul
Kebutuhan ruang minimal:
44 Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah
Kecamatan | Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KPPD) | Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) | Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) |
Dlingo |
| KSPD Mangunan dan sekitarnya | DPD-SONGGO LANGIT
|
Imogiri |
| KSPD Imogiri-Pleret dan sekitarnya | |
Piyungan |
| KSPD Puncak Bintang dan sekitarnya | |
Pleret |
| KSPD Imogiri-Pleret dan sekitarnya |
3. KAJIAN PUSTAKA
Data pariwisata
Sumber: Analisa Data RDKP, 2017
No | DESTINASI TUJUAN WISATA | POLA RUANG |
1 | Air Terjun Suropethek | (HL) Hutan Lindung |
2 | Air Terjun Pogog | (HL) Hutan Lindung |
3 | Puncak gebang | (PL-1B) Pertanian Lahan Kering |
4 | Museum Pleret | (KT-1) Perkantoran Pemerintah |
5 | Situs Masjid Kauman | (SPU-1) Sarana Peribadatan |
6 | Kompleks Makam Ratu Malang | (PL-1B) Pertanian Lahan Kering |
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan Pariwisata
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan dan SDM Pariwisata
Puncak Gebang Desa Bawuran
Air terjun Suropethek Desa Wonolelo
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan Pariwisata
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan dan SDM Pariwisata
Air terjun Pogog Desa Wonolelo
Museum Pleret
Desa Pleret
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan Pariwisata
Destinasi Pariwisata
Pemasaran Pariwisata
Industri Pariwisata
Kelembagaan Pariwisata
Rabu PungkasanDesa Wonokromo
Komplek makam Ratu Malang di Gunungkelir
Desa Pleret
Prasarana Kecamatan Pleret
2. Jaringan Telekomunikasi
3. Jaringan Listrik
4. Jaringan Sanitasi & Air Bersih
5. Lokasi Parkir off street
Arah Pengembangan Prasarana Pleret
Kajian Pariwisata
No. | ODTW | Lokasi (desa/ Kecamatan) | Pengunjung Rerata | Prasarana | Tiket | Kedai | Catatan | Katagori | ||||||
biasa | Liburan | Parkir | Sirkulasi | Toilet | Bin Sampah | Orang | Parkir | Resto/ Warung | K5 | |||||
1 | Museum Pleret | Desa Pleret / Kecamatan Pleret | Sering tidak ada pengunjung | 15 orang | 15 motor, 3 mobil | Satu pintu masuk | ada | ada | gratis | gratis | Tidak ada | Tidak ada |
| Awal |
2 | Puncak Gebang | Desa Bawuran / Kecamatan Pleret | Sering tidak ada pengunjung | 10 orang | 15 motor, 3 mobil | Satu jalur, dua arah | ada | ada | gratis | gratis | 2 warung | Tidak ada |
| Awal |
3 | Air Terjun Pogog | Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret | Sering tidak ada | Jika musih hujan, 50 – 100 orang | Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga) | Satu jalur, dua arah | Tidak ada | Tidak ada | gratis | gratis | Tidak ada | Tidak ada |
| Awal |
4 | Air Terjun Suropethek | Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret | Sering tidak ada | Jika musih hujan, 50 – 100 orang | Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga) | Satu jalur, dua arah | Tidak ada | Tidak ada | gratis | gratis | Tidak ada | Tidak ada |
| Awal |
5 | Komplek makam Ratu Malang | Kecamatan Pleret / Kecamatan Pleret | Sering tidak ada | Paling sering dikunjungi saat malam jumat hingga lima mobil per malam | Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga) | Satu jalur dua arah | ada | ada | gratis | gratis | 1 warung | Tidak ada |
| awal |
6 | Rabu Pungkasan | Desa Wonokromo / Kecamatan Pleret | Satu tahun sekali saat hari rabu terakhir di bulan safar pengunjung mencapai ribuan wisatawan | Kondisional disepanjang jalan | - | - | - | - | - | Terdapat festival jajanan |
|
| ||
No. | ODTW | Lokasi (desa/ Kecamatan) | Geografi/ Geologi | Hidrologi | Ekosistem | Status Lahan | Tahun Berdiri Amenitas wisata | Catatan/ Sketsa | |||||
tebing | bukit | Lembah sungai | Flora | Fauna | HL | TKD | HM/ sewa | ||||||
1 | Museum Pleret | Desa Pleret / Kecamatan Pleret | - | - | - | sumur | - | Burung gereja, emprit, katak |
|
| V | 2014 |
|
2 | Puncak Gebang | Desa Bawuran / Kecamatan Pleret |
| V |
| PAMdes | Jati, empon - empon | Kupu – kupu, aneka burung, musang | V |
|
|
|
|
3 | Air Terjun Pogog | Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret |
|
| V | sumber | Kayu putih, segala macam tumbuhan | Kera, musang, aneka burung | 80 % |
| 20% | 2014 |
|
4 | Air Terjun Suropethek | Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret |
|
| V | sumber | Kayu putih, segala macam tumbuhan | Kera, musang, aneka burung | 80 % |
| 20% | 2014 |
|
5 | Komplek makam Ratu Malang | Kecamatan Pleret / Kecamatan Pleret |
| V |
| sumur | Aneka tumbuhan | Aneka burung, ayam, musang |
|
| (Sultan Ground) | 1665 |
|
6 | Rabu Pungkasan | Desa Wonokromo / Kecamatan Pleret | - | - | - | - | - | - | - | - | - | 1784 | Merupakan objek wisata budaya |
Kawasan Wisata Budaya Yang Lestari
RENCANA WARNA BUDAYA
RENCANA TRANSPORTASI KAWASAN KERTO - PLERET
Jalur kendaraan wisata/ulang alik
Parkir area
Kereta gantung ke Dlingo
Inclinator ke makam Ratu Malang
halte
Halte
Node
Ke Puncak Gebang bila dibutuhkan
Ke Mesjid Pathoknegoro dan Rabu Pungkasan bila dibutuhkan
RENCANA CITRA KAWASAN KERTO - PLERET
DISTRICT
DISTRICT
DISTRICT
DISTRICT
NODE
LANDMARK
NODE
NODE
LANDMARK
Jalan JORR (Yogya Outer Ringroad) sebagai jalan ARTERI PRIMER dengan lebar 30 m
Jalan KOLEKTOR PRIMER dengan lebar 13 m
Jalan KOLEKTOR PRIMER dengan lebar 13 m
RENCANA PEDESTRIAN DAN PENGHIJAUAN KAWASAN KERTO - PLERET
Jalur hijau
Taman dan pedestrian penghubung antar destinasi
taman
taman
Tugu bernuansakan Jawa |
TOPONIM KAMPUNG:
Pagar bernuansakan Jawa |
Gapura bernuansakan Jawa |
PETA SEBARAN TEMUAN ARKEOLOGI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERTO - PLERET
4 (EMPAT) KLASTER
RENCANA MASTERPLAN
PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA KERTO - PLERET
KLASTER KEDATON
KLASTER KERTO
NODE
KLASTER RATU MALANG
Jalan JORR (Yogya Outer Ringroad) sebagai jalan ARTERI PRIMER dengan lebar 30 m
Zona Inti berupa klaster-klaster
KLASTER MESJID DAN ALUN-ALUN
Zona Penyangga yang merangkai dan melingkupi klister-klaster
Zona Pengembangan
Catatan:
PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PANDUAN ARSITEKTUR BANGUNAN BARU BERNUANSA BUDAYA DAERAH
Pola arsitektur mengatur mengenai :
Lestari asli untuk Zona inti dengan arahan :
a. Bentuk bangunan dan konstruksi sesuai dengan tipe-tipe bentuk dan konstruksi Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;
b. Ragam hias sesuai dengan tipe-tipe bentuk ragam hias Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;
c. Material yang dipakai seperti material yang digunakan pada bangunan cagar budaya di KCB-nya;
d. Vegetasi disesuaikan dengan vegetasi asli di KCB-nya; dan
e. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias di KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke Bangunan Cagar Budaya.
Selaras Sosok untuk zona penyangga dengan arahan :
a. Bentuk bangunan sesuai dengan tipe – tipe bentuk Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya, sedangkan konstruksi yang tidak tampak dari luar dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi;
b. Ragam hias sesuai dengan tipe – tipe ragam hias Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;
c. Material yang dipakai dapat menggunakan material baru hasil perkembangan teknologi namun secara visual harus masih memperlihatkan kemiripan dengan material yang dipakai Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;
d. Vegetasi disesuaikan dengan vegetasi asli di KCB tersebut; dan
e. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias di KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke Bangunan Cagar Budaya.
Selaras Parsial untuk zona pengembangan dengan arahan :
a. Bentuk dan konstruksi dapat dikombinasikan sejalan dengan perkembangan teknologi, namun masih mengandung karakter arsitektur bernuansa budaya daerah pada situs dan KCB;
b. Ragam hias dapat menggunakan ragam hias pada arsitektur bernuansa budaya daerah dengan memperhatikan keselarasan ragam hias bangunan cagar budaya pada situs dan KCB;
c. Material yang dipakai dapat menggunakan material sesuai perkembangan teknologi saat ini, namun secara visual memunculkan karakter arsitektur bernuansa budaya daerah yang cenderung bersifat natural dan pewarnaan alami atau sesuai dengan material Bangunan Cagar Budaya yang ada di situs dan KCB;
d. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias pada situs dan KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke bangunan cagar budaya
4. SITE YANG DISEDIAKAN
AREA PARKIR YANG SUDAH TERDAPAT PERKERASAN CONBLOCK, NANTINYA SEBAGAI PUSAT OLEH-OLEH DAN PARKIR PLERET
AREA PARKIR YANG AKAN DIRENCANAKAN SEBAGAI PUSAT OLEH-OLEH DAN PARKIR PLERET
LAHAN KEBUN YANG BERBATASAN DENGAN JALAN JEJERAN - PLERET
TERDAPAT SALURAN DRAINASE MEMBELAH SITE YANG DISEDIAKAN
AKSIBILITAS JUGA DIGUNAKAN UNTUK KE RUMAH RUMAH WARGA
AKSIBILITAS JUGA DIGUNAKANUNTUK KE RUMAH RUMAH WARGA
SIRKULASI
5. SKETSA DESAIN
PARKIR MOTOR
PARKIR MOBIL
PARKIR BUS 3/4
MUSHOLLA
KIOS OLEH-OLEH
KULINER
PERSPEKTIF BURUNG – SITUASI
PERSPEKTIF BURUNG – GERBANG MASUK
TAMPAK DEPAN
PERSPEKTIF MENARA PANTAU / LANDMARK
PERSPEKTIF DARI MENARA PANTAU
PERSPEKTIF GERBANG MASUK
PERSPEKTIF PEDESTRIAN DAN PENGHIJAUAN
PERSPEKTIF HALTE PERTAMA
PERSPEKTIF SHELTER /HALTE
PERSPEKTIF HALTE KEDUA
DETIL WAJAH KIOS SOUVENIR
PERSPEKTIF PARKIR MOBIL
PERSPEKTIF LAMPU PENJOR/UMBUL UMBUL POHON PENEDUH DAN POHON PENGARAH
PERSPEKTIF KM/WC PUTRA, PUTRI, INKLUSIF
MATUR SEMBAH NUWUN