1 of 42

PEKERJAAN �PENYUSUNAN DED �PUSAT OLEH – OLEH DAN PARKIR PLERET

LAPORAN PENDAHULUAN

TAHUN ANGGARAN 2022

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS PARIWISATA KABUPATEN BANTUL

2 of 42

1. PENDAHULUAN

  • Kawasan Pleret merupakan kawasan yang cukup dikenal dan merupakan tujuan wisata karena adanya peningggalan arkeologi, peninggalan Kraton dan merupakan destinasi wisata alam maupun destinasi wisata budaya yang banyak dikunjungi wisatawan dari DIY
  • Kawasan Pleret yang terletak di Kecamatan Pleret merupakan kesatuan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah yang disebut Kawasan Songgolangit, kesatuan wisata bersama dengan kecamatan Imogiri, Dlingo dan Piyungan.
  • Meningkatnya pembangunan karena pertambahan penduduk harus selaras dengan pembangunan kegiatan pariwisata, sekaligus pelestarian kawasan cagar budaya sesuai yang diamatkan di dalam UU no 11 tahun 2010 tentang pelestarian cagar budaya.
  • Studi tentang Pleret sudah sedemikian banyak sehingga pada saatnya membutuhkan implementasi, salah satunya adalah pembuatan pusat oleh-oleh Khas Pleret yang terkait dengan are parker dan moda kendaraan wisata.

3 of 42

MAKSUD

  • Mengimplementasikan dan mewujudkan Kawasan Pleret sebagai destinasi wisata budaya dan merupakan satu kesatuan dengan Kecamatan Imogiri, Dlingo dan Piyungan dalam Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Songgolangit.

TUJUAN

  • Membuat perencanaan pusat oleh-oleh dan area parker pada kawasan Pleret sebagai destinasi wisata budaya dan heritage.

SASARAN

  • Memperoleh gambar DED, RAB dan Spesifikasi Teknis untuk Pusat Oleh-oleh dan Parkir Pleret.

KECAMATAN PLERET

4 of 42

2. DELINEASI

Lokasi yang disediakan berada pada Jalan Jejeran – Pleret, Keputren, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul

Kebutuhan ruang minimal:

  1. Parkir bis
  2. Parkir mobil
  3. Parkir sepeda motor
  4. Km/wc putra, putri dan difabel
  5. Kios makanan
  6. Kios cenderamata
  7. musholla

5 of 42

44 Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah

Kecamatan

Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KPPD)

Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD)

Destinasi Pariwisata Daerah (DPD)

Dlingo

  1. Goa Gajah dan sekitarnya
  2. Desa-Desa Wisata Muntuk, Mangunan dan sekitarnya
  3. Hutan Wisata Mangunan dan sekitarnya
  4. Gunung Mungker dan sekitarnya
  5. Bukit Nganjir dan sekitarnya
  6. Desa Wisata Terong dan sekitarnya

KSPD Mangunan dan sekitarnya

DPD-SONGGO LANGIT

 

Imogiri

  1. Goa Cerma dan sekitarnya
  2. Kawasan Budaya Imogiri dan sekitarnya
  3. Banyumurup dan sekitarnya
  4. Desa-Desa Wisata Kebon, Agung, Pucung, Candran, Karang Tengah, Wunut, Wukirsari dan sekitarnya
  5. Makam Raja-Raja Mataram Imogiri
  6. Desa Budaya Selopamioro

KSPD Imogiri-Pleret

dan sekitarnya

Piyungan

  1. Desa Wisata Sidomulyo dan sekitarnya
  2. Kawasan Kids Fun Park
  3. Kawasan Wisata Industri Terpadu Piyungan
  4. Bukit Bintang Hargodum ilah dan sekitarnya
  5. Puncak Bintang/Watu Amben atau Watu Gathuk dan sekitarnya

KSPD Puncak Bintang

dan sekitarnya

Pleret

  • Kawasan Cagar Budaya Pleret dan sekitarnya
  • Museum Purbakala Pleret

KSPD Imogiri-Pleret dan sekitarnya

3. KAJIAN PUSTAKA

6 of 42

Data pariwisata

Sumber: Analisa Data RDKP, 2017

No

DESTINASI TUJUAN WISATA

POLA RUANG

1

Air Terjun Suropethek

(HL) Hutan Lindung

2

Air Terjun Pogog

(HL) Hutan Lindung

3

Puncak gebang

(PL-1B) Pertanian Lahan Kering

4

Museum Pleret

(KT-1) Perkantoran Pemerintah

5

Situs Masjid Kauman

(SPU-1) Sarana Peribadatan

6

Kompleks Makam Ratu Malang

(PL-1B) Pertanian Lahan Kering

7 of 42

  • Puncak Gebang (pak christianto, penasihat pengelola)

Destinasi Pariwisata

  • Memiliki aksesibilitas yang kurang baik
  • Sudah terdapat pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan objek wisata
  • Memiliki produk unggulan berupa tanaman herbal
  • Memiliki kegiatan wisata selain pemandangan kota yaitu downhill sepeda
  • Dapat diakses selama 24 jam
  • Memiliki landmark sebagai objek foto
  • Terdapat warung makan di sekitar objek wisata
  • Terdapat infrastruktur berupa toilet, tempat parkir dan gazebo

Pemasaran Pariwisata

  • Belum terdapat branding mengenai objek wisata
  • Belum terdapat kemitraan dalam pemasaran objek wisata

Industri Pariwisata

  • Memiliki produk unggulan berupa tanaman herbal
  • Belum ada branding produk olahan masyarakat sekitar objek wisata

Kelembagaan Pariwisata

  • Baru terbentuk Pokdarwis
  • Masyarakat yang ada disekitar objek wisata sadar akan pentingnya pengembangan pariwisata

 

  • Air Terjun Suropethek (Mas Wahyu, desa wonololelo)

Destinasi Pariwisata

  • Memiliki aksesibilitas yang kurang baik
  • Terdapat pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan objek wisata

Pemasaran Pariwisata

  • Belum terdapat branding mengenai objek wisata
  • Belum terdapat kemitraan dalam pemasaran objek wisata
  • Belum terdapat signage (penanda) menuju lokasi

Industri Pariwisata

  • Belum ada branding produk olahan masyarakat sekitar objek wisata

Kelembagaan dan SDM Pariwisata

  • Baru terbentuk Pokdarwis
  • Masyarakat yang ada disekitar objek wisata sadar akan pentingnya pengembangan pariwisata
  • Belum ada pengelolaan mengenai infrastruktur pariwisata belum punya icon, belum ada rencana pengembangan , sempat ramai 2015 namun sekarang menurun  

Puncak Gebang Desa Bawuran

Air terjun Suropethek Desa Wonolelo

8 of 42

  • Air Terjun Pogog

Destinasi Pariwisata

  • Memiliki aksesibilitas yang kurang baik
  • Sudah terdapat pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan objek wisata
  • Belum tersedia fasilitas penunjang pariwisata

 Pemasaran Pariwisata

  • Belum terdapat branding mengenai objek wisata
  • Belum terdapat kemitraan dalam pemasaran objek wisata
  • Belum terdapat signage (penanda) menuju lokasi

Industri Pariwisata

  • Belum ada branding produk olahan masyarakat sekitar objek wisata

Kelembagaan Pariwisata

  • Baru terbentuk Pokdarwis
  • Masyarakat yang ada disekitar objek wisata sadar akan pentingnya pengembangan pariwisata
  • Belum ada pengelolaan mengenai infrastruktur pariwisata

 

 

  • Museum Pleret

Destinasi Pariwisata

  • Memiliki aksesibilitas yang baik
  • Sudah terdapat pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan objek wisata
  • Memiliki atraksi wisata selain koleksi benda purbakala yaitu video visual mengenai kegiatan kerajaan yang ada di Pleret.
  • Dapat diakses setiap hari
  • Memiliki landmark berupa sumur tua
  • Terdapat infrastruktur berupa toilet, tempat parkir dan gazebo

Pemasaran Pariwisata

  • Sebagai termpat berkumpulnya raja se-Indonesia dalam upaya branding wisata kerajaan yang ada di Pleret

Industri Pariwisata

  • Tidak memiliki produk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan

Kelembagaan dan SDM Pariwisata

  • Langsung dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Air terjun Pogog Desa Wonolelo

Museum Pleret

Desa Pleret

9 of 42

  •  Rabu Pungkasan (muntangin, kesra desa wonokromo)

Destinasi Pariwisata

  • Memiliki kegiatan wisata yang beragam seperti bazar, lomba hadrah, sholawat, dan sepak bola
  • Merupakan tradisi sejak jaman nenek moyang yang masih dipertahankan
  • Acara puncak berupa Kirab Bregodo Rabu Pungkasan dengan mengarak lemper raksasa
  • Diikuti oleh peserta yang berasal dari luar Desa Wonokromo
  • Akan segera dibentuk Pokdarwis

Pemasaran Pariwisata

  • Melakukan promosi tujuh hari sebelum puncak acara dimulai
  • Melakukan promosi dengan membuat banner yang diletakkan ditempat umum

Industri Pariwisata

  • Terdapat banyak warga yang berjualan di Pasar Malam Rabu Pungkasan
  • Dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berjualan hingga 70% (sesuai hasil survei yang dilakukan oleh pegawai desa Wonokromo)

Kelembagaan Pariwisata

  • Akan segera dibentuk Pokdarwis
  • Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh pemuda desa yang dibantu oleh pihak desa

 

  • Makam Ratu Malang (Bapak Bintar , desa Pleret)

Destinasi Pariwisata

  • Merupakan kompleks makam peninggalan Kerajaan Mataram yang ada di Desa Pleret.
  • Memiliki dua makam utama yaitu makam Dalang Panjang Mas dan Ratu Malang.
  • Memiliki kolam yang difungsikan untuk menampung air
  • Di sekitar kompleks makam tersbut terdapat warung makan, mushola dan toilet umum
  • Dalam menuju lokasi wisata tersebut, telah disediakan papan petunjuk arah oleh BPCB DIY agar masyarakat yang ingin berkunjung lebih mudah menemukan lokasi
  • Jalan menuju lokasi dapat diakses dengan mobil

 Pemasaran Pariwisata

  • Belum terdapat branding yang besar dari Kecamatan Pleret maupun Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, namun sudah cukup banyak masyarakat yang mengetahui komplek makam tersebut.

Industri Pariwisata

  • Terdapat satu warung makan yang dimiliki oleh masyarakat sekitar

Kelembagaan Pariwisata

  • Dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Dirawat dan dijaga oleh msayarakat sekitar yang diketuai oleh juru kunci

Rabu PungkasanDesa Wonokromo

Komplek makam Ratu Malang di Gunungkelir

Desa Pleret

10 of 42

Prasarana Kecamatan Pleret

  1. Jaringan Jalan & jembatan
  2. Jalan Kolekor Sekunder
  3. Jalan Lokal
  4. Jalan Lingkungan (sebagian masih berupa jalan berbatu, terutama pada jalan lingkungan)

2. Jaringan Telekomunikasi

  • BTS yang terintegrasi

3. Jaringan Listrik

  • PLN

4. Jaringan Sanitasi & Air Bersih

  • PDAM
  • Sumur Dangkal

5. Lokasi Parkir off street

Arah Pengembangan Prasarana Pleret

  1. Peningkatan Kualitas Jalan terutama pada jalan – jalan utama penghubung lokasi wisata.
  2. Peningkatan kualitas jalan lingkungan.
  3. Penyediaan lokasi parkir terutama pada titik – titik krusial, seperti objek wisata dan perdagangan & jasa.
  4. Pengaturan sirlukasi lalu lintas

11 of 42

Kajian Pariwisata

No.

ODTW

Lokasi

(desa/ Kecamatan)

Pengunjung Rerata

Prasarana

Tiket

Kedai

Catatan

Katagori

biasa

Liburan

Parkir

Sirkulasi

Toilet

Bin Sampah

Orang

Parkir

Resto/ Warung

K5

1

Museum Pleret

Desa Pleret / Kecamatan Pleret

Sering tidak ada pengunjung

15 orang

15 motor, 3 mobil

Satu pintu masuk

ada

ada

gratis

gratis

Tidak ada

Tidak ada

 

Awal

2

Puncak Gebang

Desa Bawuran / Kecamatan Pleret

Sering tidak ada pengunjung

10 orang

15 motor, 3 mobil

Satu jalur, dua arah

ada

ada

gratis

gratis

2 warung

Tidak ada

 

Awal

3

Air Terjun Pogog

Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret

Sering tidak ada

Jika musih hujan, 50 – 100 orang

Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga)

Satu jalur, dua arah

Tidak ada

Tidak ada

gratis

gratis

Tidak ada

Tidak ada

 

Awal

4

Air Terjun Suropethek

Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret

Sering tidak ada

Jika musih hujan, 50 – 100 orang

Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga)

Satu jalur, dua arah

Tidak ada

Tidak ada

gratis

gratis

Tidak ada

Tidak ada

 

Awal

5

Komplek makam Ratu Malang

Kecamatan Pleret / Kecamatan Pleret

Sering tidak ada

Paling sering dikunjungi saat malam jumat hingga lima mobil per malam

Blm memiliki lahan parkir (kondisional di rumah warga)

Satu jalur dua arah

ada

ada

gratis

gratis

1 warung

Tidak ada

 

awal

6

Rabu Pungkasan

Desa Wonokromo / Kecamatan Pleret

Satu tahun sekali saat hari rabu terakhir di bulan safar pengunjung mencapai ribuan wisatawan

Kondisional disepanjang jalan

-

-

-

-

-

Terdapat festival jajanan

 

 

12 of 42

No.

ODTW

Lokasi

(desa/ Kecamatan)

Geografi/ Geologi

Hidrologi

Ekosistem

Status Lahan

Tahun Berdiri Amenitas wisata

Catatan/

Sketsa

tebing

bukit

Lembah sungai

Flora

Fauna

HL

TKD

HM/ sewa

1

Museum Pleret

Desa Pleret / Kecamatan Pleret

-

-

-

sumur

-

Burung gereja, emprit, katak

 

 

V

2014

 

2

Puncak Gebang

Desa Bawuran / Kecamatan Pleret

 

V

 

PAMdes

Jati, empon - empon

Kupu – kupu, aneka burung, musang

V

 

 

 

 

3

Air Terjun Pogog

Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret

 

 

V

sumber

Kayu putih, segala macam tumbuhan

Kera, musang, aneka burung

80 %

 

20%

2014

 

4

Air Terjun Suropethek

Desa Wonolelo / Kecamatan Pleret

 

 

V

sumber

Kayu putih, segala macam tumbuhan

Kera, musang, aneka burung

80 %

 

20%

2014

 

5

Komplek makam Ratu Malang

Kecamatan Pleret / Kecamatan Pleret

 

V

 

sumur

Aneka tumbuhan

Aneka burung, ayam, musang

 

 

(Sultan Ground)

1665

 

6

Rabu Pungkasan

Desa Wonokromo / Kecamatan Pleret

-

-

-

-

-

-

-

-

-

1784

Merupakan objek wisata budaya

13 of 42

Kawasan Wisata Budaya Yang Lestari

  • Memadukan Perkembangan Sejarah Kuno, Kini, Nanti yang diungkapkan dalam warna kuning sampai dengan orange.
  • Mempengaruhi warna pemilihan tanaman/perdu dan bangunan

RENCANA WARNA BUDAYA

14 of 42

RENCANA TRANSPORTASI KAWASAN KERTO - PLERET

Jalur kendaraan wisata/ulang alik

Parkir area

Kereta gantung ke Dlingo

Inclinator ke makam Ratu Malang

halte

Halte

Node

Ke Puncak Gebang bila dibutuhkan

Ke Mesjid Pathoknegoro dan Rabu Pungkasan bila dibutuhkan

15 of 42

RENCANA CITRA KAWASAN KERTO - PLERET

DISTRICT

DISTRICT

DISTRICT

DISTRICT

NODE

LANDMARK

NODE

NODE

LANDMARK

Jalan JORR (Yogya Outer Ringroad) sebagai jalan ARTERI PRIMER dengan lebar 30 m

Jalan KOLEKTOR PRIMER dengan lebar 13 m

Jalan KOLEKTOR PRIMER dengan lebar 13 m

16 of 42

RENCANA PEDESTRIAN DAN PENGHIJAUAN KAWASAN KERTO - PLERET

Jalur hijau

Taman dan pedestrian penghubung antar destinasi

taman

taman

17 of 42

Tugu bernuansakan Jawa

TOPONIM KAMPUNG:

  • Kampung Sampangan
  • Kampung Botoh Kenceng
  • Kampung Sarean
  • Kampung Wirokerten
  • Kampung Ponogoro
  • Kampung Kundih
  • Kampung Senden
  • Dusun Tambak
  • Kampung Jejeran
  • Kampung Kanggotan
  • Dusun Karet
  • Kampung Gunungan
  • Bale Kambang
  • Segoroyoso
  • Kampung Gerjen
  • Kampung Blendik/Penjahit

Pagar bernuansakan Jawa

Gapura bernuansakan Jawa

18 of 42

PETA SEBARAN TEMUAN ARKEOLOGI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERTO - PLERET

4 (EMPAT) KLASTER

  1. KERTO
  2. KEDATON
  3. MESJID – ALUN ALUN
  4. RATU MALANG

19 of 42

RENCANA MASTERPLAN

PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA KERTO - PLERET

KLASTER KEDATON

KLASTER KERTO

NODE

KLASTER RATU MALANG

Jalan JORR (Yogya Outer Ringroad) sebagai jalan ARTERI PRIMER dengan lebar 30 m

Zona Inti berupa klaster-klaster

KLASTER MESJID DAN ALUN-ALUN

Zona Penyangga yang merangkai dan melingkupi klister-klaster

Zona Pengembangan

Catatan:

  1. RDTRK Pleret
  2. RTBL Desa Pleret telah ada
  3. DED miniature istana, gapura, jalan telah ada
  4. RTH dan jalur hijau Desa Pleret telah ada
  5. RENCANA DETAIL KAWASAN PARIWISATA KECAMATAN DLINGO-IMOGIRI-PIYUNGAN-PLERET
  6. Temuan situs arkeologis

20 of 42

PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PANDUAN ARSITEKTUR BANGUNAN BARU BERNUANSA BUDAYA DAERAH

Pola arsitektur mengatur mengenai :

  1. bahan / material;
  2. pewarnaan;
  3. ornamen dan/atau ragam hias;
  4. tata letak dan tata ruang bangunan;
  5. penempatan ruang terbuka;
  6. vegetasi; dan
  7. perabot ruang luar.

Lestari asli untuk Zona inti dengan arahan :

a. Bentuk bangunan dan konstruksi sesuai dengan tipe-tipe bentuk dan konstruksi Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;

b. Ragam hias sesuai dengan tipe-tipe bentuk ragam hias Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;

c. Material yang dipakai seperti material yang digunakan pada bangunan cagar budaya di KCB-nya;

d. Vegetasi disesuaikan dengan vegetasi asli di KCB-nya; dan

e. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias di KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke Bangunan Cagar Budaya.

Selaras Sosok untuk zona penyangga dengan arahan :

a. Bentuk bangunan sesuai dengan tipe – tipe bentuk Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya, sedangkan konstruksi yang tidak tampak dari luar dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi;

b. Ragam hias sesuai dengan tipe – tipe ragam hias Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;

c. Material yang dipakai dapat menggunakan material baru hasil perkembangan teknologi namun secara visual harus masih memperlihatkan kemiripan dengan material yang dipakai Bangunan Cagar Budaya di KCB-nya;

d. Vegetasi disesuaikan dengan vegetasi asli di KCB tersebut; dan

e. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias di KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke Bangunan Cagar Budaya.

Selaras Parsial untuk zona pengembangan dengan arahan :

a. Bentuk dan konstruksi dapat dikombinasikan sejalan dengan perkembangan teknologi, namun masih mengandung karakter arsitektur bernuansa budaya daerah pada situs dan KCB;

b. Ragam hias dapat menggunakan ragam hias pada arsitektur bernuansa budaya daerah dengan memperhatikan keselarasan ragam hias bangunan cagar budaya pada situs dan KCB;

c. Material yang dipakai dapat menggunakan material sesuai perkembangan teknologi saat ini, namun secara visual memunculkan karakter arsitektur bernuansa budaya daerah yang cenderung bersifat natural dan pewarnaan alami atau sesuai dengan material Bangunan Cagar Budaya yang ada di situs dan KCB;

d. Perabot ruang luar didesain selaras dengan tipe-tipe ragam hias pada situs dan KCB-nya dan tidak menghalangi pandangan ke bangunan cagar budaya

21 of 42

4. SITE YANG DISEDIAKAN

AREA PARKIR YANG SUDAH TERDAPAT PERKERASAN CONBLOCK, NANTINYA SEBAGAI PUSAT OLEH-OLEH DAN PARKIR PLERET

22 of 42

AREA PARKIR YANG AKAN DIRENCANAKAN SEBAGAI PUSAT OLEH-OLEH DAN PARKIR PLERET

23 of 42

LAHAN KEBUN YANG BERBATASAN DENGAN JALAN JEJERAN - PLERET

24 of 42

TERDAPAT SALURAN DRAINASE MEMBELAH SITE YANG DISEDIAKAN

25 of 42

AKSIBILITAS JUGA DIGUNAKAN UNTUK KE RUMAH RUMAH WARGA

26 of 42

AKSIBILITAS JUGA DIGUNAKANUNTUK KE RUMAH RUMAH WARGA

27 of 42

SIRKULASI

5. SKETSA DESAIN

PARKIR MOTOR

PARKIR MOBIL

PARKIR BUS 3/4

MUSHOLLA

KIOS OLEH-OLEH

KULINER

28 of 42

PERSPEKTIF BURUNG – SITUASI

29 of 42

PERSPEKTIF BURUNG – GERBANG MASUK

30 of 42

TAMPAK DEPAN

31 of 42

PERSPEKTIF MENARA PANTAU / LANDMARK

32 of 42

PERSPEKTIF DARI MENARA PANTAU

33 of 42

PERSPEKTIF GERBANG MASUK

34 of 42

PERSPEKTIF PEDESTRIAN DAN PENGHIJAUAN

35 of 42

PERSPEKTIF HALTE PERTAMA

36 of 42

PERSPEKTIF SHELTER /HALTE

37 of 42

PERSPEKTIF HALTE KEDUA

38 of 42

DETIL WAJAH KIOS SOUVENIR

39 of 42

PERSPEKTIF PARKIR MOBIL

40 of 42

PERSPEKTIF LAMPU PENJOR/UMBUL UMBUL POHON PENEDUH DAN POHON PENGARAH

41 of 42

PERSPEKTIF KM/WC PUTRA, PUTRI, INKLUSIF

42 of 42

MATUR SEMBAH NUWUN