1 of 16

BAB II��EVALUASI PENCAPAIAN BELAJAR SISWA

Instruksional Umum

Mata kuliah evaluasi pembelajaran dan hasil belajar terdiri dari Mata kuliah Evaluasi

Pembelajaran dan Hasil Belajar merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh

mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi yakni terdiri dari kedudukan

evaluasi pembelajaran di dalam kurikulum pengajaran, evaluasi pencapaian belajar siswa,

teknik pengolahan skor hasil evaluasi, perencanaan evaluasi pembelajaran, prinsip-prinsip

dan prosedur penilaian tes hasil belajar, kualitas dan ciri-ciri teknik evaluasi yang baik,

menilai hasil belajar siswa

2 of 16

Instruksional Khusus

Mahasiswa akan memahami dan mampu menjelaskan prinsip-prinsip dasar tes hasil belajar,

penilaian formatif dan penilaian sumatif, norm referenced vs criterion referenced test,

perencanaan dalam menyusun tes, dan ciri-ciri empat tipe achievement tests.

3 of 16

Ada dua pandangan yang sangat merugikan keefektifan dan kemurnian fungsi penilaian

seperti yang dimaksud diatas:

1) Anggapan bahwa untuk melaksanakan penilaian itu tidak perlu adanya persiapan dan

Latihan yang eksplisit sehingga siapa saja dapat melakukannya.

2) Anggapan bahwa penilaian pencapaian belajar siswa atau mahasiswa merupakan

kegaiatan yang lepas, atau setidak-tidaknya merupakan kegiatan penutup dari proses

kegiatan belajar mengajar.

Prinsip-Prinsip Dasar Tes Hasil Belajar

4 of 16

pendekatan norm-referenced evaluation dan criterion-referenced evaluation.

1. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar (learning

outcomes) yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional.

2. Mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah

diajarkan

3. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur

hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan. Dari Bloom kita mengenal adanya

hasil belajar yang berupa pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan

(psikomotrik) dan ketiga Janis hasil belajar itu masih dapat dirinci lagi menjadi

bermacam-macam kemampuan yang perlu dikembangkan di dalam setiap

pengajaran.

4. Didesain sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Maka kita mengenal empat macam kegunaan tes:

1. Tes yang digunakan untuk penentuan penempatan siswa dalam suatu jenjang atau

jenis program Pendidikan tertentu (Placement test)

2. Tes yang digunakan untuk mencari umpan balik (feedback) guna memperbaiki

proses belajar mengajar bagi guru maupun siswa (tes formatif)

5 of 16

3. Tes yang digunakan untuk mengukur atau menilai sampai dimana pencapaian

siswa terhadap bahan pelajaran yang telah diajarkan. Dan selanjutnya untuk

menentukan kenaikan tingkat atau kelulusan siswa yang bersangkutan (tes

sumatif) dan

4. Tes yang bertujuan untuk mencari sebab-sebab kesulitan belajar siswa seperti

latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan sosial ekonomi siswa (tes

diagnostik)

5. Dibuat seandal (reliable) mungkin sehingga mudah diinterpretasikan dengan baik.

6. Digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru. Bahwa

salah satu jenis tes adalah tes formatif, yaitu tes yang berfungsi untuk mencari umpan

balik atau feedback yang berguna dalam usaha memperbaiki cara mengajar yang

dilakukan guru dan cara belajar siswa. Maka sesuai dengan prinsip, penyusunan dan

penyelenggaraan tes hasil belajar yang dilakukan guru, di samping untuk mengukur

sampai dimana keberhasilan siswa dalam belajar (evaluasi sumatif), sebaiknya

dipergunakan pula untuk mencari informasi yang berguna untuk memperbaiki cara

belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri (evaluasi formatif)

6 of 16

Penilaian Formatif dan Penilaian Sumatif

1. Penilaian formatif adalah kegiatan penilaian yang bertujuan mencari umpan balik

(feedback), yang selanjutnya hasil penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki

proses belajar mengajar yang sedang atau sudah dilaksanakan. Jadi, sebenarnya penilaian

formatif tidak hanya dilakukan pada akhir pelajaran, tetapi bisa juga Ketika pelajaran sedang berlangsung.

2. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi

sampai dimana penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang

telah dipelajarinya selama jangka waktu tertentu. Fungsi dan tujuannya ialah untuk

menentukan apakah dengan nilai yang diperolehnya itu siswa dapat dinyatakan lulus atau

tidak lulus. Pengertian lulus dan tidak lulus disini berarti dapat tidaknya siswa melanjutkan

ke modul berikutnya, dapat tidaknya seorang siswa mengikuti pelajaran pada semester

berikutnya, dapat tidaknya seorang siswa dinyatakan lulus/tamat dari sekolah yang

bersangkutan, atau dapat tidak seorang siswa diterima di sekolah yang lebih tinggi.

7 of 16

Norm Referenced vs Criterion Referenced Test

Ada dua pengertian dalam penggunaan kata criterion dalam ungkapan criterion-

referenced tes items, yaitu:

1. Menunjukkan hubungan antara tujuan-tujuan ynag berrsifat behavioral atau performance

atau penampilan dan soal-soal tes yang dibuatnya.

2. Menunjukkan spesifikasi ketetapan penampilan yang dituntut untuk dinyatakan sebagai

penguasaan atau mastery.

8 of 16

Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar, Dick dan Carey selanjutnya

menyatakan ada empat jenis CRT, yaitu:

1. Entry-behaviors test, yakni suatu tes yang diadakan sebelum suatu program pengajaran

dilaksanakan, dan bertujuan untuk mengetahui sampai batas mana penguasaan

pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa dapat dijadikan dasar untuk

menerima program pengajaran yang akan diberikan. Dalam hubungannya dengan

penyusunan rancangan pengajaran (design of instruction), dari hasil entry behaviour

seorang guru atau pengajar dapat menetapkan materi instruksional mana yang perlu

direvisi dan atau yang tidak perlu diajarkan lagi karena telah dikuasai oleh semua siswa.

2. Pre-test, yaitu tes yang diberikan sebelum pengajaran dimulai, dan bertujuan untuk

mengetahui sampai dimana penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran (pengetahuan

dan keterampilan) yang akan diajarkan. Dalam hal ini pre-tes adalah untuk melihat

sampai dimana keefektifan pengajaran, setelah hasil pre-test tersebut nantinya

dibandingkan dengan hasil post-tes.

9 of 16

3. Post-test, yaitu tes yang diberikan pada setiap akhir program satuan pengajaran. Tujuan

post-tes untuk mengetahui sampai dimana pencapaian siswa tehadap bahan pengajaran

(pengetahuan maupun keterampilan) setelah mengalami suatu kegiatan belajar. Jika

hasil post-tes dibandingkan dengan hasil pre-test, maka keduanya berfungsi untuk

mengukur sampai sejauh mana keefektifan pelaksanaan program pembelajaran. Guru

atau pengajar dapat mengetahui apakah kegiatan itu berhasil baik atau tidak, dalam arti

apakah semua atau Sebagian besar tujuan instruksional yang telah dirumuskan telah

dapat tercapai.

10 of 16

Embeded-test, yakni tes yang dilaknakan di sela-sela atau pada waktu-waktu tertentu

selama proses pengajaran berlangsung. Embeded test berfungsi untuk mengetes siswa

secara langsung sesudah suatu unit pengajaran sebelum post-test, dan merupakan data

yang berguna sebagai evaluasi formatif bagi pengajaran tersebut. Tujuan kedua adalah

berhubungan dengan akhir tiap Langkah kegiatan pengajaran, mengecek untuk

kemajuan siswa, dan jika diperlukan untuk kegiatan remedial sebelum diadakan post-

test. Langkah-langkah embeded-test dapat dilihat dengan jelas pada program

pengajaran yang dilaksanakan dengan sistem modul. Adapun sistem pengajaran dapat

dilakukan dengan ceramah, embeded-test biasanya hanya berupa pertanyaan-

pertanyaan lisan untuk mengetahui apakah siswa telah memahami pengajaran yang

baru saja diberikan, atau berupa pengerjaan tugas-tugas untuk mengetahui sampai

dimana penguasaan siswa terhadap suatu unit pengajaran yang baru dipelajarinya.

11 of 16

Maka dapat disimpulkan bahwa, ada tiga perbedaan pokok antara CRT dan NRT, yaitu

berbeda dalam hal:

1) Cara tiap jenis tes itu dikembangkan

2) Standar yang digunakan untuk menimbang (men-jugde) atau mengintrepretasikan

hasil tes, dan

3) tujuan untuk ap ates itu disusun dan diadminsitrasikan.

12 of 16

Mengetahui persamaan dan perbedaan norm-referenced dan criterion referenced sangat

penting bagi guru untuk mencoba menyusun kedua tipe tes tersebut.

Persamaan dan Perbedaan Norm-Referenced dan Criterion-Referenced-Test

13 of 16

Para ahli penyusun tes maupun para pengajar (classroom teachers) umumnya telah disepakati Langkah-langkah tujuan sebagai berikut:

  1. Menentukan/merumuskan tujuan tes
  2. Mengidentifikasi hasil-hasil belajar (learning outcomes) yang akan diukur dengan tes itu.
  3. Menentukan/menandai hasil-hasil belajar yang spesifik, yang merupakan tingkah laku yang dapat diamati dan sesuai dengan TIK
  4. Merinci mata pelajaran/bahan pelajaran yang akan diukur dengan tes itu
  5. Menyiapkan tabel spesifikasi (semacam blueprint)
  6. Menggunakan tabel spesifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan tes

Perencanaan Dalam Menyusun Tes (Langkah-langkah Menyusun Tes)

14 of 16

Tabel Ciri-Ciri Empat Tipe Achievement Tests

Diagram berikut ini menunjukkan apa tipe dan fungsi tes serta bagaimana ciri-ciri soal-soalnya.

15 of 16

Menyusun Tabel Spesifikasi

Tabel spesifikasi (semacam blueprint) diperlukan sebagai dasar atau lajur yang memuat pokok bahasan (unit-unit bahan pelajaran yang telah diajarkan) dan aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan (hasil belajar) yang diharapkan dicapai dari tiap pokok bahasan. Dengan menggunakan tabel tersebut, guru atau pengajar dapat menentukan jumlah dan jenis soal yang diperlukan, sesuai dengan tujuan instruksional dari tiap pokok bahasan.

16 of 16

Tabel Spesifikasi