1 of 19

MATERI DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA

BAB

8

Sumber : pixabay.com

2 of 19

PETA KONSEP

3 of 19

Semua yang ada di sekitar kita merupakan materi. Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, misalnya buku. Sebuah buku tersusun dari lembaran-lembaran kertas.

MATERI DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA

Jika salah satu lembar kertas itu disobek dari buku dan dihancurkan menjadi serpihan-serpihan kecil menggunakan gunting, kamu masih dapat melihat serpihan-serpihan itu, bukan? Namun, dapatkah serpihan itu dihancurkan menjadi bagian yang lebih kecil lagi? Seperti apakah bentuk bagian terkecil dari kertas itu?

4 of 19

  • Partikel penyusun materi dapat berupa atom, molekul, atau ion.

PARTIKEL PENYUSUN MATERI

1. ATOM

Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif.

Atom merupakan partikel terkecil dari unsur yang masih mempunyai

sifat yang sama dengan unsur tersebut.

5 of 19

a. Atom menurut Democritus

Atom dapat diartikan tidak terpotong, tidak dapat dibagi, atau tidak dapat dibelah.

b. Teori atom Dalton

c. Teori atom Thomson (model atom roti kismis)

6 of 19

d. Teori atom Rutherford

e. Teori atom Niels Bohr

7 of 19

  1. Nomor atom

Nomor atom menunjukkan jumlah proton suatu atom.

Misalnya atom oksigen mempunyai nomor atom 8, artinya bahwa atom oksigen mempunyai jumlah proton sebanyak 8. Jumlah proton dalam suatu atom selalu tetap sehingga nomor atom dalam suatu atom juga selalu tetap.

2) Nomor massa

Nomor massa merupakan jumlah proton dan neutron di dalam inti atom.

Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom dinamakan juga nukleon.

Nomor massa dari atom yang sejenis dapat berbeda. Hal tersebut dikarenakan jumlah neutronnya berbeda.

Keterangan:

8 of 19

Molekul adalah gabungan dari dua atau lebih atom, baik antara atom-atom yang sejenis maupun antara atom-atom yang berbeda jenis.

Berdasarkan jenis atom-atom pembentuknya, molekul dibedakan menjadi dua, yaitu

Molekul Unsur

Molekul Senyawa

MOLEKUL

9 of 19

  • Atom dapat melepaskan elektron dan dapat pula menangkap elektron, artinya jumlah elektron dari suatu atom dapat berubah.

  • Perubahan jumlah elektron dari suatu atom menyebabkan atom tersebut bermuatan positif atau negatif.
  • Atom yang bermuatan disebut dengan ion.

Ion terbagi menjadi dua jenis, yaitu

Anion disebut juga ion bermuatan negatif.

Atom dapat bermuatan negatif karena atom tersebut menangkap elektron sehingga jumlah elektronnya bertambah.

Anion

Kation disebut juga ion bermuatan positif.

Atom dapat bermuatan positif karena atom tersebut melepaskan elektron sehingga jumlah elektronnya berkurang.

Kation

ION

10 of 19

11 of 19

1. OKSIGEN

  • Gas oksigen bersifat mudah terbakar.
  • Suatu materi dapat terbakar apabila terdapat sejumlah oksigen yang cukup.
  • Selain itu, oksigen juga bersifat dapat larut dalam air.
  • Kehidupan ekosistem dalam perairan dipengaruhi oleh kandungan oksigen yang terlarut dalam air atau dissolved oxygen (DO).
  • Hewan-hewan air dapat bertahan hidup apabila jumlah DO tidak kurang dari 5 ppm.

Materi dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Dampaknya bagi Kesehatan

12 of 19

2. NITROGEN

  • Atom nitrogen merupakan komponen penyusun DNA (asam deoksiribonukleat) dari makhluk hidup.
  • Komponen penyusun udara terbesar adalah gas nitrogen (N2), yaitu sekitar 78%.
  • Nitrogen diperlukan tubuh untuk sintesis protein dan asam amino yang memengaruhi pertumbuhan, hormon, fungsi otak, dan sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan nitrogen manusia dipenuhi dengan mengonsumsi bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan.
  • Gas nitrogen berguna dalam industri pembuatan amonia, yang merupakan bahan baku dari pupuk.
  • Selain itu, gas nitrogen juga digunakan sebagai pengisi ban dan pada pembuatan es krim.

13 of 19

3. Karbon Dioksida (CO2)

  • Atom karbon dan atom oksigen dapat berikatan membentuk molekul senyawa karbon dioksida.
  • Senyawa karbon dioksida banyak dimanfaatkan sebagai pemadam api kebakaran.
  • Sifat dari senyawa ini adalah tidak berwarna dan tidak berbau, serta jika dihirup oleh manusia dalam dosis yang tinggi, dapat menyebabkan asidosis, yang ditandai dengan mual dan sakit kepala.
  • Senyawa karbon dioksida biasanya dihasilkan dari proses pernapasan dan reaksi pembakaran senyawa karbon.

14 of 19

4. Mineral

Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi

dua jenis, yaitu mineral makro dan mineral mikro.

Mineral makro

    • mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup besar, contohnya natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosforus, dan klorin.

Mineral mikro

    • jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, contohnya besi, zink, tembaga, iodin, dan fluorin.

15 of 19

5. Produk Rumah Tangga

Bahan pembersih (sabun dan detergen)

    • Sabun dan detergen bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan sehingga air mudah membasahi permukaan benda, kemudian menarik kotoran pada benda tersebut.

Bahan pemutih

    • Pemutih untuk menghilangkan noda atau kotoran yang membandel pada pakaian.

Bahan pewangi

    • Zat ini biasanya digunakan sebagai pengharum ruangan, pengharum badan, ataupun pengharum pakaian.

16 of 19

6. Pembasmi Hama (Pestisida)

Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan untuk membunuh

hama, baik yang berupa tumbuhan, serangga, maupun hewan lain di

lingkungan kita.

Berdasarkan jenis hama yang akan diberantas, pestisida digolongkan menjadi berikut.

Insektisida

Herbisida

Nematisida

Fungisida

Rodentisida

17 of 19

Bahan kimia dalam pestisida

Berdasarkan bahan kimia yang terkandung, pestisida digolongkan menjadi berikut.

  1. Golongan organoklor, yaitu senyawa organik yang mengandung klorin dan umumnya bersifat racun. Contohnya adalah DDT (dikloro difenil trikloroetana), aldrin, dieldrin, endosulfan, dikofol, folpet, lindan, dan klordan.
  2. Golongan organofosfat, yaitu senyawa organik yang mengandung gugus fosfat. Senyawa ini lebih bersifat racun, tetapi lebih mudah terdegradasi dan lebih cepat hilang keaktifannya. Contohnya adalah malation, diazinon, fention, metil paration, dan etil paration.
  3. Golongan karbamat, yaitu senyawa organik yang merupakan turunan asam ditiokarbomin yang disebut dengan ditiokarbamat. Contohnya adalah karbaril, karbotorum, propoksur, dan BPMC.

18 of 19

7. Material Bangunan

Berikut beberapa material bangunan yang berbahaya beserta penyakit yang ditimbulkan.

  1. Kayu merupakan bahan material alami sehingga lebih ramah lingkungan. Seringkali orang memperindah warna kayu dengan menggunakan pelitur. Penggunaan pelitur dapat menimbulkan alergi kulit, mata pedih, dan gangguan selaput lendir.
  2. Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, lantai vinil, dan karpet plastik yang dibuat dari PVC (polivinilklorida) memiliki sifat ringan, kuat, dan reaktivitas rendah sehingga cocok untuk berbagai keperluan. Bahan-bahan tersebut dapat memicu kanker, serta penyakit hati dan ginjal. Pembakaran bahan-bahan tersebut menimbulkan uap asam klorida yang dapat mematikan tanaman.

19 of 19

  1. Cat sintetis (cat besi/kayu), thinner, dan cat epoksi yang mengandung etil alkohol dapat memicu gangguan saraf, darah, pernapasan, mata, selaput lendir, dan eksim pada kulit.

  • Asbes (plafon dan atap) dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan kita. Asbes tersusun dari serat yang sangat kecil dan halus sehingga tidak terlihat oleh mata dan memiliki sifat sangat ringan. Asbes yang dihirup dapat menyebabkan kanker setelah 20–30 tahun kemudian. Penyakit yang ditimbulkan adalah gangguan paru-paru asbestosis dan kanker.