1 of 36

2 of 36

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yaitu:

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid.
  2. Survei Karakter mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid;.
  3. Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.

Asesmen Nasional

3 of 36

⦿ Survei Karakter mengukur hasil belajar emosional yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dimana pelajar Indonesia memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

⦿ Mengukur Hasil Belajar Non-Kognitif Siswa untuk Bentuk Pelajar Pancasila yang Berkarakter

⦿ Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku dengan nilai-nilai Pancasila

4 of 36

⦿ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3. menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

⦿ Kompetensi Abad 21: berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

⦿ Pemikiran para pendiri bangsa dan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki

Hadjar Dewantara yaitu “rasa, karsa, cipta, karya”.

⦿ Nilai-nilai pendidikan karakter pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter: religius, mandiri, nasionalisme, gotong royong, dan integritas

5 of 36

⦿ Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

⦿ Dinamakan sebagai “Profil Pelajar Pancasila” dengan tujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai nilai-nilai yang mengatur perilaku bangsa, dan sebagai arah yang memandu perkembangan diri dan penguatan kemampuan atau kompetensi seluruh pelajar di tanah air.

⦿ Istilah pelajar digunakan sebagai representasi seluruh individu yang belajar.

6 of 36

⦿ Profil Pelajar Pancasila merupakan kompas dari segala upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional yang perlu dihidupkan dan menjadi bagian dari budaya satuan pendidikan.

7 of 36

  1. Adanya persoalan terkait nilai luhur dan moral bangsa;
  2. Perlunya kematangan untuk menjadi warga dunia;
  3. Mendukung perwujudan keadilan sosial;
  4. Tercapainya kompetensi abad 21.

8 of 36

Kata kunci Profil Pelajar Pancasila

Merepresentasikan harapan bahwa setiap warga negara tidak mengenal akhir atau ujung dari proses belajar.

Pelajar sepanjang hayat (lifelong learner)

Kemampuan hidup bersama dan berperan aktif dalam memecahkan permasalahan global

Kompetensi global (global competencies)

Menjaga dan mengamalkan nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

Pengamalan nilai- nilai Pancasila

9 of 36

PEMBELAJARAN DENGAN PARADIGMA BARU

10 of 36

CONTOH ILUSTRASI PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Beriman (Yayasan Sultan Iskandar Muda, Medan)

Pramuka: mandiri, kreatif, dan gotong royong.

mencintai dan menghormati keberagaman budaya di Indonesia.

Foto: internet, Flickr I Gede L. Kantiana & awr05, Antara, Tempo

Beriman, bertakwa, berakhlak dan berkebhinekaan global

Belajar mandiri sebagai pembiasaan nilai-nilai mandiri, kreatif, bernalar kritis

11 of 36

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

12 of 36

13 of 36

Prinsip-Prinsip �Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  1. Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah.
  2. Kontekstual adalah upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian.
  3. Berpusat pada Peserta Didik Adalah berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri.
  4. Eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri

14 of 36

15 of 36

16 of 36

17 of 36

Mendesain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

A. Merancang alokasi waktu dan dimensi Profil Pelajar Pancasila

Alokasi Waktu

Pimpinan satuan pendidikan menentukan alokasi

waktu pelaksanaan projek dan dimensi untuk

setiap tema, agar dapat memetakan sebaran

pelaksanaan projek pada satuan pendidikan tersebut.

Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan,

Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik

Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program

Sekolah Penggerak, secara umum ketentuan

total waktu projek adalah sekitar 20-30% beban

peserta didik per tahun.

18 of 36

Menentukan Dimensi

  • Pimpinan satuan pendidikan menentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang akan fokus dikembangkan untuk setiap kelas pada tahun ajaran tersebut.
  • Pimpinan satuan pendidikan dapat merujuk pada visi misi satuan pendidikan atau program yang akan dijalankan di tahun ajaran tersebut.
  • Disarankan untuk memilih 2-3 dimensi yang paling relevan untuk projek.
  • Sebaiknya jumlah dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam suatu projek tidak terlalu banyak agar tujuan pencapaian projek jelas dan terarah.
  • Tema dan topik spesifik yang nanti dipilih dapat menyesuaikan dengan dimensi yang sudah ditentukan oleh pimpinan satuan pendidikan.
  • Apabila pimpinan satuan pendidikan sudah berpengalaman menjalankan kegiatan berbasis projek, jumlah dimensi yang dipilih dapat ditambah sesuai dengan kesiapan tingkat satuan pendidikan.

19 of 36

B. Strategi Membentuk Tim Fasilitasi Projek PPPP

  1. Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek, bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman mengembangkan dan mengelola projek.
  2. Apabila mempunyai SDM yang cukup, tentukan seorang koordinator dari masing-masing kelas.
  3. Koordinator mengumpulkan pendidik-pendidik perwakilan dari setiap kelas atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masing- masing fase.
  4. Koordinator memberikan arahan untuk merencanakan dan

membuat modul projek untuk setiap kelas atau fase.

20 of 36

C. Identifikasi tahapan kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan projek

21 of 36

D. Pemilihan tema umum

Pemilihan tema umum dapat berdasarkan:

  • Tahap kesiapan satuan pendidikan dan pendidik dalam menjalankan projek.
  • Kalender belajar nasional, atau perayaan nasional atau internasional, misalnya Tema ’Gaya Hidup Berkelanjutan’ dilaksanakan menjelang Hari Bumi, atau tema ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dilaksanakan menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.
  • Isu atau topik yang sedang hangat terjadi atau menjadi fokus pembahasan atau prioritas

satuan pendidikan. Dalam hal ini, isu atau topik dapat dicari kesesuaian atau

keterkaitannya dengan 7 tema yang sudah ditentukan

  • Tema yang belum dilakukan di tahun sebelumnya dan dapat mengulang siklus setelah semua tema sudah dipilih. Untuk memastikan semua tema dapat dijalankan, sangat

penting untuk satuan pendidikan memastikan terjadinya pendokumentasian dan pencatatan portofolio projek dalam skala satuan pendidikan.

22 of 36

Tema Proyek PPPP Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK

  1. Gaya Hidup Berkelanjutan
  2. Kearifan Lokal
  3. Bhinneka Tunggal Ika
  4. Bangunlah Jiwa dan Raganya
  5. Suara Demokrasi
  6. Rekayasa dan Teknologi
  7. Kewirausahaan
  8. Kebekerjaan

23 of 36

E. Penentuan Topik Spesifik

Tahap Awal

Tahap Berkembang

Tahap Lanjutan

Tema pilihan

Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP-SMA di awal tahun ajaran.

Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP-SMA

di awal tahun ajaran.

Sekolah menentukan 2 tema untuk setiap kelas SD, atau 3 tema untuk setiap kelas SMP-SMA di awal tahun ajaran (setiap kelas dapat memilih tema yang berbeda).

Pemberian

opsi tema

Sekolah menelaah isu yang sama untuk semua kelas.

Sekolah menelaah isu yang

sama untuk setiap 1-2 kelas.

Setiap kelas menelaah isu yang berbeda

sesuai pilihan peserta didik.

Penentuan

topik

Sekolah yang menentukan tema dan topik projek.

Sekolah mempersiapkan beberapa tema dan topik projek untuk dipilih oleh peserta didik.

Peserta didik mendiskusikan tema dan

topik

projek dengan bimbingan pendidik.

24 of 36

F. Merancang Modul Projek PPPP

  • Modul projek merupakan perencanaan pembelajaran dengan konsep pembelajaran berbasis projek (project-based learning) yang disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan tema serta topik projek, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
  • Modul projek dikembangkan berdasarkan dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila.

Tujuan: Menyusun

dokumen yang mendeskripsikan perencanaan kegiatan projek

sesuai

sebagai panduan bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran dengan tujuan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam tema tertentu.

25 of 36

Komponen Modul Projek PPPP

26 of 36

Mengelola Projek

A. Mengawali kegiatan projek

Tujuan:

Membuat peserta didik terlibat dalam kegiatan belajar sejak awal projek digulirkan

27 of 36

B. Mengoptimalkan pelaksanaan projek Tujuan:

Membantu peserta didik terlibat secara optimal sepanjang kegiatan projek berlangsung

28 of 36

C. Menutup rangkaian kegiatan projek

Tujuan:

Mengakhiri projek dengan

kegiatan yang optimal.

Memastikan kegiatan projek ditutup

dengan aktivitas yang bermakna

29 of 36

D. Mengoptimalkan keterlibatan mitra

  • Kegiatan projek memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang dimaksud bukan hanya benda-benda mati di sekitar satuan pendidikan, tetapi juga manusia-manusianya.
  • Siapa sajakah orang lain atau masyarakat di luar satuan pendidikan yang dapat dijadikan narasumber belajar untuk para peserta didik?
    • Narasumber atau orang yang ahli/memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang tertentu, dapat datang dari berbagai tempat, misalnya dari satuan pendidikan sendiri, satu RW, satu desa, kabupaten, kota, provinsi, negara, dan dunia.
    • Narasumber tersebut bisa saja pemilik warung atau usaha lokal, petani, pengrajin, tukang kebun, pengajar dari satuan pendidikan lain, dosen universitas terdekat, pimpinan organisasi nirlaba, teman dan keluarga pendidik, keluarga peserta didik, dan lain sebagainya.

30 of 36

Mendokumentasikan dan Melaporkan Hasil Projek

  1. Mendokumentasikan Proses Belajar Peserta Didik: JURNAL (Pendidik)
    • Prinsip-prinsip penyusunan jurnal
  • Menunjukkan perkembangan. Jurnal berisi catatan yang menunjukkan

perkembangan individu peserta didik

  • Menjadi alat refleksi secara berkala. Jurnal dapat diperiksa dan dimodifikasi

secara berkala

  • Observasi berkelanjutan. Pendidik melakukan observasi perkembangan

kompetensi peserta didik secara berkelanjutan

  1. Mendokumentasikan Hasil Projek: PORTOFOLIO (Peserta Didik)
    • Dilakukan oleh peserta didik, bukan terhadap peserta didik
    • Merupakan hasil kerja yang menunjukkan kemampuan anak secara jelas.
    • Menjadi alat refleksi secara berkala
    • Menunjukkan perkembangan
    • Dikerjakan dengan bimbingan.

31 of 36

C. Prinsip Rancangan Rapor Projek

  • Menunjukkan keterpaduan
  • Tidak menjadi beban administrasi yang berat
  • Kompetensi utuh

32 of 36

D. Rapor Projek

  • Dalam setiap projek, pendidik mengambil beberapa subelemen yang menjadi fokus pengembangan peserta didik, dan dilaporkan dalam rapor projek.

33 of 36

Evaluasi dan Tindak Lanjut Projek

A. Prinsip Evaluasi Implementasi Projek

  • Evaluasi implementasi projek bersifat menyeluruh.
  • Evaluasi implementasi projek fokus kepada proses
  • Tidak ada bentuk evaluasi yang mutlak dan seragam.
  • Gunakan berbagai jenis bentuk asesmen yang dilakukan tersebar selama projek dijalankan
  • Libatkan peserta didik dalam evaluasi

34 of 36

B. Contoh Alat dan Metode Evaluasi Implementasi Projek

  • Refleksi awal, tengah, dan akhir
  • Refleksi dan diskusi dua arah
  • Refleksi melalui observasi dan pengalaman
  • Refleksi menggunakan rubrik.
  • Laporan perkembangan peserta didik

35 of 36

C. Tindak lanjut dan Keberlanjutan Projek

  • Menjalin kerja sama dengan pihak mitra di luar satuan pendidikan

meneruskan aksi dan

  • Mengajak warga satuan pendidikan untuk praktik baik
  • Mengintegrasikan berbagai projek yang ada
  • Mengajak warga satuan pendidikan untuk memikirkan cara mengoptimalkan dampak dan manfaat projek.

36 of 36