Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yaitu:
Asesmen Nasional
⦿ Survei Karakter mengukur hasil belajar emosional yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dimana pelajar Indonesia memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
⦿ Mengukur Hasil Belajar Non-Kognitif Siswa untuk Bentuk Pelajar Pancasila yang Berkarakter
⦿ Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku dengan nilai-nilai Pancasila
⦿ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3. menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
⦿ Kompetensi Abad 21: berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
⦿ Pemikiran para pendiri bangsa dan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki
Hadjar Dewantara yaitu “rasa, karsa, cipta, karya”.
⦿ Nilai-nilai pendidikan karakter pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter: religius, mandiri, nasionalisme, gotong royong, dan integritas
⦿ Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
⦿ Dinamakan sebagai “Profil Pelajar Pancasila” dengan tujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai nilai-nilai yang mengatur perilaku bangsa, dan sebagai arah yang memandu perkembangan diri dan penguatan kemampuan atau kompetensi seluruh pelajar di tanah air.
⦿ Istilah pelajar digunakan sebagai representasi seluruh individu yang belajar.
⦿ Profil Pelajar Pancasila merupakan kompas dari segala upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional yang perlu dihidupkan dan menjadi bagian dari budaya satuan pendidikan.
Kata kunci Profil Pelajar Pancasila
Merepresentasikan harapan bahwa setiap warga negara tidak mengenal akhir atau ujung dari proses belajar.
Pelajar sepanjang hayat (lifelong learner)
Kemampuan hidup bersama dan berperan aktif dalam memecahkan permasalahan global
Kompetensi global (global competencies)
Menjaga dan mengamalkan nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
Pengamalan nilai- nilai Pancasila
PEMBELAJARAN DENGAN PARADIGMA BARU
CONTOH ILUSTRASI PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman (Yayasan Sultan Iskandar Muda, Medan)
Pramuka: mandiri, kreatif, dan gotong royong.
mencintai dan menghormati keberagaman budaya di Indonesia.
Foto: internet, Flickr I Gede L. Kantiana & awr05, Antara, Tempo
Beriman, bertakwa, berakhlak dan berkebhinekaan global
Belajar mandiri sebagai pembiasaan nilai-nilai mandiri, kreatif, bernalar kritis
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Prinsip-Prinsip �Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mendesain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
A. Merancang alokasi waktu dan dimensi Profil Pelajar Pancasila
Alokasi Waktu
Pimpinan satuan pendidikan menentukan alokasi
waktu pelaksanaan projek dan dimensi untuk
setiap tema, agar dapat memetakan sebaran
pelaksanaan projek pada satuan pendidikan tersebut.
Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program
Sekolah Penggerak, secara umum ketentuan
total waktu projek adalah sekitar 20-30% beban
peserta didik per tahun.
Menentukan Dimensi
B. Strategi Membentuk Tim Fasilitasi Projek PPPP
membuat modul projek untuk setiap kelas atau fase.
C. Identifikasi tahapan kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan projek
D. Pemilihan tema umum
Pemilihan tema umum dapat berdasarkan:
satuan pendidikan. Dalam hal ini, isu atau topik dapat dicari kesesuaian atau
keterkaitannya dengan 7 tema yang sudah ditentukan
penting untuk satuan pendidikan memastikan terjadinya pendokumentasian dan pencatatan portofolio projek dalam skala satuan pendidikan.
Tema Proyek PPPP Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK
E. Penentuan Topik Spesifik
| Tahap Awal | Tahap Berkembang | Tahap Lanjutan |
Tema pilihan | Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP-SMA di awal tahun ajaran. | Sekolah menentukan 2 tema untuk SD, atau 3 tema untuk SMP-SMA di awal tahun ajaran. | Sekolah menentukan 2 tema untuk setiap kelas SD, atau 3 tema untuk setiap kelas SMP-SMA di awal tahun ajaran (setiap kelas dapat memilih tema yang berbeda). |
Pemberian opsi tema | Sekolah menelaah isu yang sama untuk semua kelas. | Sekolah menelaah isu yang sama untuk setiap 1-2 kelas. | Setiap kelas menelaah isu yang berbeda sesuai pilihan peserta didik. |
Penentuan topik | Sekolah yang menentukan tema dan topik projek. | Sekolah mempersiapkan beberapa tema dan topik projek untuk dipilih oleh peserta didik. | Peserta didik mendiskusikan tema dan topik projek dengan bimbingan pendidik. |
F. Merancang Modul Projek PPPP
Tujuan: Menyusun
dokumen yang mendeskripsikan perencanaan kegiatan projek
sesuai
sebagai panduan bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran dengan tujuan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam tema tertentu.
Komponen Modul Projek PPPP
Mengelola Projek
A. Mengawali kegiatan projek
Tujuan:
Membuat peserta didik terlibat dalam kegiatan belajar sejak awal projek digulirkan
B. Mengoptimalkan pelaksanaan projek Tujuan:
Membantu peserta didik terlibat secara optimal sepanjang kegiatan projek berlangsung
C. Menutup rangkaian kegiatan projek
Tujuan:
Mengakhiri projek dengan
kegiatan yang optimal.
Memastikan kegiatan projek ditutup
dengan aktivitas yang bermakna
D. Mengoptimalkan keterlibatan mitra
Mendokumentasikan dan Melaporkan Hasil Projek
perkembangan individu peserta didik
secara berkala
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan
C. Prinsip Rancangan Rapor Projek
D. Rapor Projek
Evaluasi dan Tindak Lanjut Projek
A. Prinsip Evaluasi Implementasi Projek
B. Contoh Alat dan Metode Evaluasi Implementasi Projek
C. Tindak lanjut dan Keberlanjutan Projek
meneruskan aksi dan