1 of 17

AIRWAY BREATHING

MANAGEMENT�

2 of 17

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan memahami dan mampu

  1. Menjelaskan definisi airway and breathing management
  2. Melakukan penilaian jalan nafas dan pernafasan
  3. Mengetahui tanda dan gejala sumbatan jalan nafas
  4. Mensimulasikan teknik membebaskan jalan nafas (praktikum)
  5. Mensimulasikan teknik mengelola pernafasan (praktikum)

3 of 17

JALAN NAFAS

Airway

Breathing

?

PERNAFASAN

4 of 17

ANATOMI FISIOLOGI

• Cavum Nasi

• Sinus paranasal

• Nasal Cavity,

• Faring,

• Laring

  • Trachea

  • Bronchus

  • Bronchiolus

  • Alveoli

JALAN NAFAS ATAS (UPPER AIRWAY)

JALAN NAFAS BAWAH (LOWER AIRWAY)

5 of 17

GAGAL NAFAS

Menurut Sebab

Menurut Waktu

  • Gagal napas hipoksemia

Ditandai dengan PaO2 < 60 mmHg dengan PCO2 normal atau rendah

  • Gagal napas hiperkapnia

Ditandai dengan PCO2) > 45 mmHg.

  • Gagal napas akut
  • Gagal napas kronik

6 of 17

Gangguan Jalan Nafas (Airway)

Progresif

Parsial

OBSTRUKSI

Total

KAJI..!!

7 of 17

Penilaian Jalan Nafas

  • LIHAT - LOOK
  • Gerak dada & perut
  • Tanda distres nafas
  • Warna mukosa, kulit
  • Kesadaran
  • DENGAR – LISTEN
  • Gerak udara nafas dengan telinga
  • RABA – FEEL
  • Gerak udara nafas dengan pipi

8 of 17

Sumbatan Jalan Nafas

TOTAL

  1. Tidak teraba hawa napas
  2. Pernapasan see saw (dada dan perut bergantian)
  3. Pernapasan paradoksal

PARSIAL

  1. Snoring - pangkal lidah (suara ngorok)
  2. Gargling - cairan (suara seperti berkumur)
  3. Crowing - edema larynx / spasme plica VOCALIS

9 of 17

Tanda dan Gejala Sumbatan Jalan Nafas

  • SESAK, TACHIPNOE, RETRAKSI OTOT BANTU NAFAS.
  • BUNYI NAFAS : GURGLING, SNORING, STRIDOR

KAJI…

  • Frekuensi pernafasan( takhipnea, bradipnea)
  • Sianosis
  • Penurunan kesadaran
  • Bunyi napas abnormal
  • Apnea
  • Saturasi O2 (jika ada)
  • Penurunan Heart Rate
  • Rentang pernapasan normal :
  • Bayi: 25-50 x/mnt
  • Anak: 15-30x/mnt
  • Dewasa: 12-20x/mnt

10 of 17

Penanganan Sumbatan Jalan Nafas

  • Gurgling : Suction
  • Snoring : OPA, NPA
  • Stridor : definitif (ETT -> Advance Airway)
  • Trauma : Oedem Laring, Fraktur Laring
  • Non Trauma : Benda Asing, Difteri
  • Triple Manuver Airway : Head Tilt, Chin Lift, Jaw Thrust (Untuk pasien yg dicurigai Fraktur Cervikal)
  • Jet Insuflation (Advance Airway)

11 of 17

12 of 17

PENILAIAN PERNAFASAN

APAKAH PASIEN BERNAFAS ATAU TIDAK

Look, Listen, Feel

?

KAJI……

13 of 17

HASIL KAJIAN……………….

Jika pasien tidak bernafas

Segera Lakukan menajemen airway dengan benar

Ventilasi & Oksigenasi konsentrasi tinggi

14 of 17

Rescue Breathing

  • Mouth to Mouth (Pertimbangkan)
  • Mouth to Mask (Pertimbangkan)
  • Bag Valve Mask
  • Ventilator

15 of 17

Pemberian Oksigen

  • LOW FLOW SISTEM
  • Nasal canule
  • Simple Mask
  • Rebreathing Mask (RM)
  • Non Rebreathing Mask (NRM)
  • HIGH FLOW SISTEM
  • Venturi Mask
  • Ambu Bag
  • Ventilator

16 of 17

Oksigen dapat diberikan 2-4 liter/menit. Dapat meningkatkan konsentrasi oksigen perliter sebanyak 40% oksigen

Oksigen dapat diberikan 5-8 liter/menit. Dapat meningkatkan konsentrasi oksigen sebesar 40-60% oksigen.

Oksigen dapat diberikan 8-12 liter/menit. Konsentrasi yang diberikan 60-80%.

Konsentrasi oksigen yang dihasilkan 85-95%.

Alat-alat yang digunakan untuk pemberian terapi

Nasal Canule

Simple mask

Rebreathing Mask

Non Rebreathing Mask

17 of 17