1 of 14

  1. Karakteristik dan Persebaran Negara Maju dan Berkembang di Dunia
  2. Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
  3. Bentuk-Bentuk dan Kerja Sama Negara Maju dan Negara Berkembang
  4. Dampak Pasar Bebas terhadap Indonesia
  5. Strategi Pembangunan Indonesia untuk Menjadi Negara Maju

Bab

5

Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang

2 of 14

Apa yang Anda ketahui mengenai Kerja sama Internasional? Dapatkan sebuah negara tidak melakukan kerja sama internasional? Diskusikan bersama teman-teman sekelas Anda.

Diskusi

3 of 14

  1. Karakteristik dan Persebaran Negara Maju dan Berkembang di Dunia

Pengelompokan Wilayah dalam Artian Negara

Regionalisasi terhadap muka bumi ini dapat juga memakai tolok ukur perkembangan/pembangunan ekonomi dan karakter-karakter lain yang berkaitan, menurut Linda Lau (1986), negara-negara di dunia dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran-ukuran sebagai berikut:

1. Tingkat perkembangan ekonomi

2. Tingkat penguasaan teknologi

3. Tingkat penggunaan mekanisasi

4. Tingkat standar hidup

5. Tingkat pertanian modern berorientasi kepada pasar

6. Tingkat keragaman industri

7. Tingkat sistem transportasi

8. Tingkat pendapatan perkapita

9. Tingkat standar kesehatan

4 of 14

Kerjakan Tugas 1.2 dan Uji Kompetensi 1.1 di Buku Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 3 halaman 8.

Pengelompokan antara Negara Maju dan Berkembang dapat didasarkan pada ciri seperti lahan pertanian, lahan industri, dan lain sebagainya. Pembagian ini dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi yang bersifat internasional dengan beberapa kriteria tertentu sebagai patokan.

Ciri-Ciri Negara Maju

Negara Maju umumnya tersebar pada Benua Eropa, sedangkan di Asia, yang dapat dikategorikan sebagai Negara Maju adalah Jepang, Korea, dan Singapura.

Ciri-ciri dari Negara Maju, antara lain:

  1. tingginya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi;
  2. perekonomiannya bersandar pada sektor industri dan jasa;
  3. angka pengangguran rendah;
  4. pendapatan per kapita tergolong cukup tinggi;
  5. memiliki banyak modal untuk pembangunan.

5 of 14

Ciri-Ciri Negara Maju

Negara Berkembang umumnya tersebar pada kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan. Beberapa negara yang tergolong sebagai Negara Berkembang, yaitu Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, serta Brasil.

Ciri-ciri dari Negara Berkembang, antara lain:

  1. bekas penjajahan negara lain;
  2. sangat mengandalkan hasil pertanian;
  3. memiliki masalah tekanan penduduk;
  4. SDA belum dimanfaatkan secara maksimal;
  5. kekurangan modal dalam hal pembangunan.

6 of 14

B. Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Coulumbis dan Wolfe, dalam bukunya, Introduction to International Relation, Power and Justice, terdapat empat cara atau kriteria yang bisa dipergunakan untuk mendefinisikan dan menunjuk sebuah kawasan atau region yang sebenarnya sangat ditentukan oleh tujuan analisisnya. Keempat kriteria tersebut adalah:

1. Kriteria geografis: mengelompokkan negara berdasarkan lokasinya dalam benua, sub-benua, kepulauan dan sebagainya, seperti Eropa dan Asia.

2. Kriteria politik/militer: mengelompokkan negara-negara dengan berdasarkan pada keikutsertaannya dalam berbagai aliansi, atau berdasarkan pada orientasi ideologis dan orientasi politik, misalnya blok sosialis, blok kapitalis, NATO, dan Non-Blok.

3. Kriteria ekonomi: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada kriteria terpilih dalam perkembangan pembangunan ekonomi, seperti, GNP, dan output industri, misalnya negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang atau terbelakang.

4. Kriteria transaksional: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada jumlah frekuensi mobilitas penduduk, barang, dan jasa, seperti imigran, turis, perdagangan dan berita. Contoh ini dapat pada wilayah Amerika, Kanada, dan Pasar Tunggal Eropa.

7 of 14

Kerja sama antar negara-negara yang berada dalam suatu kawasan untuk mencapai tujuan regional bersama adalah salah satu tujuan utama mengemukanya regionalisme. Dengan membentuk organisasi regional dan atau menjadi anggota organisasi regional, negara-negara tersebut telah menggalang bentuk kerja sama intra-regional. Dengan kata lain, negara-negara dalam suatu kawasan telah melakukan distribusi kekuasaan di antara mereka untuk mencapai tujuan bersama

  1. Bentuk-Bentuk dan Kerja Sama Negara Maju dan Negara Berkembang

8 of 14

Berdasarkan bentuknya, kerja sama ekonomi internasional terbagi dalam (empat) macam, yaitu sebagai berikut.

a. Kerja Sama Ekonomi Bilateral

Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi yang melibatkan dua negara dan bersifat saling membantu.

Contoh: kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Cina, dan sebagainya.

b. Kerja Sama Ekonomi Regional

Kerja sama ekonomi regional adalah kerja sama ekonomi di antara beberapa negara yang berada di kawasan tertentu.

Contoh: kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), antara negara-negara di kawasan Eropa (MEE), antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik (APEC), dan sebagainya.

C Kerja Sama Ekonomi Multilateral/Internasional

Kerja sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi yang melibatkan banyak negara dan tidak terikat oleh wilayah atau kawasan negara tertentu. Kerja sama ini bisa dalam satu kawasan seperti ASEAN, MEE tetapi dapat pula kerja sama antarnegara yang berbeda kawasan seperti OPEC, WTO, dan IMF.

D Kerja Sama Ekonomi Antarregional

Kerja sama ekonomi antarregional yaitu kerja sama ekonomi di antara dua kelompok kerja sama ekonomi regional.

Contoh: kerja sama antara MEE dengan ASEAN.

9 of 14

  1. Dampak Pasar Bebas terhadap Indonesia

Dampak Positif bagi Indonesia

  1. Mendorong pengusaha untuk lebih maju karena akan bersaing di tingkat regional maupun internasional
  2. Memperluas penciptaan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
  3. Meningkatkan kegiatan ekonomi melalui investasi langsung, usaha patungan, dan kredit
  4. Meningkatkan devisa negara melalui peningkatan perdagangan internasional
  5. Dapat membuka peluang baru berupa tersebarnya pasar yang berskala lebih luas

Dampak Negatif bagi Indonesia

  1. Persaingan yang tidak seimbang antara Negara Maju dan Negara Berkembang yang dapat menghambat perkembangan ekonomi nasional
  2. Akibat persaingan yang tidak seimbang, Negara Berkembang semakin ketinggalan dan tergantung kepada Negara-negara Maju
  3. Masuknya teknologi canggih yang sebetulnya belum dibutuhkan oleh Negara Berkembang

10 of 14

  1. Strategi Pembangunan Indonesia untuk Menjadi Negara Maju

Pemerintah Republik Indonesia menyusun lima strategi yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

  1. strategi pertama mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui bidang pendidikan dan kesehatan. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan terus meningkat menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035.
  2. strategi kedua adalah meningkatkan iklim investasi. Saat ini peranan investasi dalam perekonomian Indonesia cukup besar. Diketahui, pada 2013 kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 31,7 persen.
  3. Strategi ketiga adalah mendorong peningkatan ilmu pengetahuan (iptek) dan Inovasi untuk menciptakan produktivitas kegiatan perekonomian
  4. Strategi keempat adalah meningkatkan pembangunan industri di mana industrialisasi ke depan harus memanfaatkan sumber daya alam (SDA) agar nilai tambahnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat
  5. Strategi kelima membangun institusi yang lebih baik, terutama reformasi birokrasi yang terus disempurnakan. Selain itu, kemitraan strategis antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi perlu dikembangkan.

11 of 14

Tuhan telah menciptakan makhluk hidup dengan susunan yang kompleks mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem, hingga menjadi organisme. Semuanya bekerja sama dengan baik hingga tercipta keselarasan dalam hidup.

12 of 14

2. Aturan Kerja di Laboratorium

3. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laboratorium

Pertolongan pertama pada kecelakaan di laboratorium adalah pertolongan yang diberikan segera setelah kecelakaan, yaitu dengan memberikan pengobatan dan perawatan darurat dan cepat bagi korban sebelum pertolongan yang lebih akurat diberikan oleh petugas kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit.

13 of 14

Kesimpulan

Carilah informasi lebih tentang kerja sama yang dilakukan oleh negara Indonesia dengan negara- negara lain pada:

  • www. bappenas.go.id http://www.academia. edu/5190488/Kerja sama_Ekonomi_ Internasional_Kerja sama_EKONOMI_ INTERNASIONAL

Kemukakanlah pertanyaan atau pendapat Anda tentang materi pembelajaran bab ini.

14 of 14

Terima Kasih

Untuk mewujudkan hal-hal besar, Anda harus memimpikannya dan juga melakukannya.

Thomas Alfa Edison