1 of 63

Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung dalam Bentuk Diagram (Bagian 1)

Gagasan pokok dan gagasan pendukung akan lebih mudah dipahami jika disusun dalam bentuk diagram.

PM

Subtema 2:

Kebersamaan dalam Keberagaman

T1 St2

P1

Muatan

Bahasa Indonesia

KD 3.1 dan 4.1

Pembelajaran 1:

2 of 63

Cara Menentukan Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung dalam Bentuk Diagram

  1. Bacalah paragraf dengan saksama.
  2. Cermatilah kalimat pertama hingga kalimat terakhir.
  3. Tentukanlah gagasan pokok dan gagasan pendukung paragraf.
  4. Gagasan pokok adalah bagian inti, dapat ditulis di bagian atas atau tengah.
  5. Gagasan pendukung adalah cabang-cabang dari gagasan pokok, dapat ditulis di bagian samping atau bawah gagasan pokok.

3 of 63

Indonesia memiliki berbagai bahasa daerah, Misalnya bahasa Batak, bahasa Jawa, dan Bahasa sunda. Keragaman bahasa di Indonesia tidak membuat bangsa Indonesia terpecah-pecah. Bangsa Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia dipersatukan oleh bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

Gagasan Pokok

Contoh:

Gagasan Pendukung

Indonesia memiliki berbagai bahasa daerah, Misalnya bahasa Batak, bahasa Jawa, dan Bahasa sunda. Keragaman bahasa di Indonesia tidak membuat bangsa Indonesia terpecah-pecah. Bangsa Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia dipersatukan oleh bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

4 of 63

Contoh dalam bentuk diagram

Gagasan pendukung

Bangsa Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Gagasan pendukung

Bahasa Indonesia mempersatukan bangsa Indonesia.

Gagasan pendukung

Keragaman bahasa tidak memecah belah bangsa.

Gagasan pokok

Indonesia memiliki berbagai bahasa daerah.

5 of 63

T1 St2

P1

Muatan

IPA

KD 3.6 dan 4.6

Pembelajaran 1:

Pita suara bergetar ketika berbicara

Senar gitar dipetik

Cara Menghasilkan Bunyi pada Benda

Sumber bunyi adalah semua benda yang dapat menghasilkan bunyi.

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

6 of 63

Contoh sumber bunyi antara lain alat musik

Sumber: www.pixabay.com

1. Biola

Senar biola yang digesek menghasilkan bunyi. Bunyi dihasilkan dari senar yang bergetar.

7 of 63

Marakas yang digoyangkan akan menghasilkan bunyi. Butiran dalam marakas saling bertumbukan sehingga menghasilkan bunyi.

Sumber: www.flickr.com/vsmoothe

2. Marakas

8 of 63

Sumber: www.id.wikipedia.org\RaimondSpekking

3. Gendang

Saat dipukul, kulit gendang akan bergetar dan menghasilkan bunyi.

9 of 63

Keragaman Agama di Indonesia

Sumber: id.wikipedia.org

Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah

Indonesia mengakui enam agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

T1 St2

P1

Muatan

IPS

KD 3.2 dan 4.2

Pembelajaran 1:

10 of 63

Agama Islam

  • Kitab Suci: Al-Quran.
  • Tempat Ibadah: Masjid.
  • Hari Besar Keagamaan: Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Isra’ Mi’raj.

Sumber: www.commons.wikimedia.org\Gunkarta

11 of 63

Agama Kristen

  • Kitab Suci: Alkitab.
  • Tempat Ibadah: Gereja.
  • Hari Besar Keagamaan: Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, dan Kenaikan Isa Almasih.

12 of 63

Sumber: www.it.wikipedia.org\Wie146

Agama Katolik

  • Kitab Suci: Alkitab.
  • Tempat Ibadah: Gereja.
  • Hari Besar Keagamaan: Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, dan Kenaikan Isa Almasih.

13 of 63

Agama Hindu

  • Kitab Suci: Weda.
  • Tempat Ibadah: Pura.
  • Hari Besar Keagamaan: Hari Nyepi, Hari Saraswati, dan Hari Pagerwesi.

14 of 63

Agama Buddha

  • Kitab Suci: Tri Pitaka.
  • Tempat Ibadah: Wihara.
  • Hari Besar Keagamaan: Hari Waisak, Hari Asadha, dan Hari Kathina.

15 of 63

Agama Khonghucu

  • Kitab Suci: Sishu Wujing.
  • Tempat Ibadah: Klenteng.
  • Hari Besar Keagamaan: Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.

16 of 63

Kerja Sama dalam Keragaman

Kerja sama merupakan kegiatan yang disepakati bersama untuk mencapai suatu tujuan.

T1 St2

P2

Muatan

PPKn

KD 3.4 dan 4.4

Pembelajaran 2:

17 of 63

  1. Meringankan pekerjaan.
  2. Membuat pekerjaan menjadi cepat selesai.
  3. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan.
  4. Memupuk rasa tolong-menolong.

Manfaat Kerja Sama

18 of 63

Kerja Sama di Lingkungan Sekolah

Kerja bakti dengan teman-teman di sekolah adalah contoh kerja sama dalam keragaman.

19 of 63

T1 St2

P2

Muatan

Matematika

KD 3.12 dan 4.12

Pembelajaran 2:

Rumah Nuwo Sesat

sumber: Dokumentasi penerbit

Rumah Gadang

sumber: Dokumentasi penerbit

Mengenal Sudut dan Mengukur Besar Sudut

Perhatikan sudut pada atap rumah berikut!

20 of 63

 

M

L

K

Kaki Sudut

Titik Sudut

Kaki Sudut

Daerah Sudut

Dua garis lurus yang bertemu pada sebuah titik akan membentuk suatu sudut.

 

21 of 63

A. Jenis-Jenis Sudut

Berdasarkan besarnya, sudut dibedakan menjadi:

Sudut lancip

Besarnya antara 0° dan 90°

Sudut lurus

Besarnya 180°

Sudut siku-siku

Besarnya 90°

Sudut tumpul

Besarnya antara 90° dan 180°.

22 of 63

  1. Mengukur Sudut

Besar sudut dapat diukur menggunakan satuan.

Pengukuran sudut menggunakan sudut satuan menghasilkan nilai yang berbeda sesuai dengan besar sudut satuan yang digunakan.

23 of 63

 

Alat bantu mengukur besar sudut dinamakan busur derajat

Skala 0°

(Skala dalam)

Titik pusat busur derajat

Garis alas busur derajat

Skala 0°

(Skala luar)

24 of 63

Cara mengukur sudut menggunakan Busur Derajat

 

  1. Letakan busur di atas sudut yang akan diukur.
  2. Impitkan titik sudut tepat di titik pusat busur.
  3. Pastikan salah satu kaki sudut tepat berimpit dengan garis alas busur.
  4. Perhatikan kaki sudut lainnya, Bacalah angka pada busur yang berimpit dengan kaki sudut tersebut.

25 of 63

Pola Lantai Dasar dalam Tari

Pola lantai adalah formasi yang dilakukan penari dengan perpindahan, pergerakan, atau pergeseran posisi saat menari.

T1 St2

P2

Muatan

SBdP

KD 3.3 dan 4.3

Pembelajaran 2:

26 of 63

Fungsi pola lantai dalam tari.

  • Menciptakan kekompakan antarpenari.
  • Memperindah tarian.
  • Membentuk komposisi dalam pertunjukan.

27 of 63

Contoh Pola Lantai:

Berjalan bersisian atau berpasangan dengan membentuk pola lantai barisan vertikal.

Skema

A

B

D

C

F

E

H

G

I

J

  1. Pola lantai gerakan ke-1

28 of 63

Setiap pasang penari bergerak menyebar dengan membentuk pola lantai baru. Gerakan menyebar ke samping kanan dan kiri secara berseling.

  1. Pola lantai gerakan ke-2

Skema

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

29 of 63

Setiap pasang penari bergerak membentuk pola lantai barisan horisontal.

  1. Pola lantai gerakan ke-3

Skema

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

30 of 63

Setiap penari bergerak ke depan dan ke belakang membentuk pola lantai baru.

  1. Pola lantai gerakan ke-4

Skema

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

31 of 63

Setiap penari bergerak secara bersamaan membentuk lingkaran.

  1. Pola lantai gerakan ke-5

E

B

J

I

F

E

A

H

C

G

D

Skema

32 of 63

Pendengaran Manusia

A. Pendengaran Manusia

Telinga merupakan salah satu pancaindra.

Fungsi telinga:

  • alat pendengaran;
  • alat keseimbangan tubuh.

Telinga terbagi menjadi tiga bagian:

  1. Telinga luar.
  2. Telinga tengah.
  3. Telinga dalam.

T1 St2

P3

Muatan

IPA

KD 3.6 dan 4.6

Pembelajaran 3:

33 of 63

Bagian-Bagian Telinga

Saluran setengah lingkaran

Membantu dalam mempertahankan keseimbangan tubuh

Koklea

Meneria dan meneruskan getaran bunyi ke saraf pendengaran

Saluran Eustachius

Menghubungkan ruang telinga tengah faring

Liang telinga

Menghalangi debu dan air yang masuk

Lubang

telinga

Meneruskan bunyi ke telinga tengah

Gendang telinga

Menerima getaran bunyi dan meneruskan ke tulang-tulang pendengaran

Tulang-tulang pendengaran

Meneruskan getaran bunyi ke koklea

Telinga luar

Telinga

tengah

Telinga dalam

Daun

telinga

Menangkap

getaran bunyi

34 of 63

Getaran dari sumber bunyi.

Gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga.

gelombang bunyi merambat di liang telinga.

Bunyi mengetarkan gendang telinga.

Getaran liang telinga menggetarkan tulang-tulang pendengaran.

Koklea menangkap getaran dari tulang-tulang pendengaran dan mengirimnya ke saraf pendengaran.

Saraf pendengaran mengirimkan ransangan bunyi ke otak. Otak menerjemahkan bunyi yang didengar.

Proses Mendengar Bunyi

35 of 63

  1. Kepekaan telinga sebagai indra pendengar
  • Telinga manusia dapat mendengar bunyi dengan frekuensi 20 – 20.000 Hz.
  • Ada orang yang dapat mendengar bunyi lemah (pelan) dan ada orang yang dapat mendengar bunyi kuat (keras).
  • Indra pendengar yang baik dapat mendengar dengan jelas asal sumber bunyi dan tinggi rendahnya bunyi.

36 of 63

  1. Memelihara Kesehatan Telinga

Telinga perlu dirawat kebersihannya agar tetap sehat.

Bersihkan telinga bagian luar secara teratur menggunakan kapas yang bersih.

Jangan mengorek-ngorek telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan kotoran akan semakin menumpuk. Kotoran yang menumpuk dapat mengganggu pendengaran, mengakibatkan robeknya selaput gendang telinga. Jika kotoran telinga banyak, pergilah ke dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) untuk dibersihkan.

Jika ada suara memekakkan telinga, segera tutup kedua lubang telinga agar gendang telinga tidak rusak.

Cara merawat telinga:

37 of 63

Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung dalam Bentuk Diagram (Bagian 2)

Suatu teks terdiri atas beberapa paragraf.

Setiap paragraf memiliki gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Diagram gagasan suatu teks dibuat sesuai jumlah paragraf dalam teks tersebut.

T1 St2

P3

Muatan

Bahasa Indonesia

KD 3.1 dan 4.1

Pembelajaran 3:

38 of 63

Gagasan pokok dan Gagasan Pendukung dalam Bentuk Tabel

Gagasan pokok dan gagasan pendukung dibuat dalam bentuk tabel bertujuan untuk mempermudah memahami suatu teks.

T1 St2

P4

Muatan

Bahasa Indonesia

KD 3.2 dan 4.2

Pembelajaran 4:

39 of 63

Gelar Budaya di Sekolah

Keragaman tidak hanya terdapat di lingkungan masyarakat, tetapi juga di lingkungan sekolah. Para siswa di sekolah udin terdiri atas berbagai suku bangsa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada siswa yang berasal dari Sumatera. Ada siswa yang berasal dari Jawa. Ada siswa yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua dan sebagainya.

Gagasan Pokok

Gagasan Pendukung

Keragaman tidak hanya terdapat di lingkungan masyarakat, tetapi juga di lingkungan sekolah. Para siswa di sekolah udin terdiri atas berbagai suku bangsa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada siswa yang berasal dari Sumatera. Ada siswa yang berasal dari Jawa. Ada siswa yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua dan sebagainya

Contoh:

Paragraf 1

40 of 63

Sekolah sering mengadakan gelar budaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para siswa. Misalnya, gelar pakaian daerah, gelar makanan tradisional, dan gelar musik tradisional. Pada saat gelar pakaian daerah, para siswa mengenakan pakaian daerah ke sekolah. Pada saat gelar makanan tradisional, para siswa membawa contoh makanan tradisional ke sekolah. Pada saat gelar musik tradisional, para siswa mengadakan pertunjukan musik daerah.

Paragraf 2

Gagasan Pokok

Gagasan Pendukung

Sekolah sering mengadakan gelar budaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para siswa. Misalnya, gelar pakaian daerah, gelar makanan tradisional, dan gelar musik tradisional. Pada saat gelar pakaian daerah, para siswa mengenakan pakaian daerah ke sekolah. Pada saat gelar makanan tradisional, para siswa membawa contoh makanan tradisional ke sekolah. Pada saat gelar musik tradisional, para siswa mengadakan pertunjukan musik daerah.

41 of 63

Contoh dalam bentuk tabel:

Paragraf

Gagasan Pokok

Gagasan Pendukung

1

Keragaman di lingkungan sekolah

  • Para siswa berasal dari berbagai suku bangsa.
  • Macam daerah asal siswa di sekolah Udin.
  • Setiap daerah memiliki budaya khas.

2

Gelar budaya di sekolah Udin

  • Tujuan gelar budaya.
  • Macam gelar budaya.
  • Penampilan saat gelar budaya.

42 of 63

Menjelaskan Bentuk-Bentuk Kerja Sama di Kelas

  1. Piket di kelas:
  • Piket kelas adalah kegiatan membersihkan ruang kelas yang dilakukan setiap hari.
  • Setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk melaksanakan piket kelas.
  • Piket kelas membuat kelas menjadi bersih dan meningkatkan semangat belajar.

Salah satu kegiatan kerja sama yang dilaksanakan di kelas.

T1 St2

P4

Muatan

PPKn

KD 3.4 dan 4.4

Pembelajaran 4:

43 of 63

  1. Mengumpulkan Sumbangan:
  • Ketika temanmu mengalami musibah, kamu dan teman-teman akan kerja sama mengumpulkan sumbangan.
  • Sumbangan berupa uang, makanan, dan pakaian bekas.
  • Sumbangan akan diberikan kepada temanmu tersebut.
  • Sumbangan dapat membantu meringankan musibah temanmu.

Sumber: www.pixabay.com

Kotak Sumbangan

44 of 63

  1. Mengerjakan Tugas Kelompok:

Kerja kelompok membutuhkan kerja sama antaranggota kelompok. Suatu pekerjaan yang dikerjakan bersama akan cepat selesai.

Contoh kerja kelompok:

  • diskusi;
  • membuat prakarya;
  • presentasi di depan kelas.

45 of 63

Mengukur Besar Sudut Segi Banyak

Cara mengukur sudut segi banyak dengan menggunakan busur derajat:

  1. Mengukur besar sudut a pada bangun datar berikut.

Titik sudut a

Impitkan garis alas busur dengam salah satu sisi yang memuat sudut a .

a

d

c

b

T1 St2

P4

Muatan

Matematika

KD 3.12 dan 4.12

Pembelajaran 4:

46 of 63

  1. Amatilah angka yang berimpit dengan sisi lainya.

Jika sisi lain berada di angka 70

a

d

c

b

 

47 of 63

  1. Dengan cara yang sama, ukurlah besar sudut b!

a

d

c

b

 

48 of 63

  • Tari akan lebih indah jika diiringi dengan lagu.
  • Hitungan gerakan dalam tarian dapat disesuaikan dengan lagu pengiring.
  • Lagu pengiring juga dapat membantu menguatkan ekspresi tari tersebut.

Menari dengan lagu Pengiring Lir-Ilir

T1 St2

P5

Muatan

SBdP

KD 3.3 dan 4.3

Pembelajaran 5:

49 of 63

Partitur Lagu Lir-Ilir

50 of 63

Menaksir Besar Sudut-Sudut pada Segi banyak

Dalam menaksir besar sudut, tentu saja nilainya tidak selalu tepat.

Hasil taksiran yang baik tidak jauh berbeda dengan hasil pengukuran sebenarnya.

T1 St2

P5

Muatan

Matematika

KD 3.8 dan 4.8

Pembelajaran 5:

51 of 63

Langkah menaksir besar sudut:

  • Perhatikan jenis sudut tersebut.
  • Ketahui jenis sudut yang akan ditaksir besarnya.
  • Jika sudah mengetahui jenis sudut tersebut, tentukan berapa kira-kira besar sudut tersebut.

Contoh:

Jenis sudutnya adalah sudut lancip

 

Lancip

Siku-siku

Tumpul

Lurus

52 of 63

Perayaan Hari-Hari Besar Keagamaan

Keragaman yang dimiliki Indonesia salah satunya adalah keragaman agama.

Ada 6 agama yang diakui pemerintah Indonesia:

  1. Islam
  2. Kristen
  3. Katolik
  4. Hindu
  5. Buddha
  6. Khonghucu

Sumber: id.wikipedia.org

T1 St2

P5

Muatan

IPS

KD 3.2 dan 4.2

Pembelajaran 5:

53 of 63

1. Idul Fitri

Idul Fitri merupakan hari besar keagamaan umat Islam.

  • Dirayakan setiap tanggal 1 Syawal penanggalan hijriah.
  • Sebelum Idul Fitri, umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama sebulan.
  • Pada saat Idul Fitri, umat Islam mengunjungi sanak saudara untuk berkumpul dan bermaaf-maafan.

54 of 63

2.Natal

Natal merupakan hari besar keagamaan umat Kristen dan Katolik.

  • Diperingati setiap tanggal 25 Desember.
  • Natal merupakan peringatan hari kelahiran Yesus.
  • Hari Natal dirayakan dengan penuh suka cita.

55 of 63

3.Nyepi

Nyepi merupakan hari besar keagamaan umat Hindu.

  • Dirayakan setiap tahun baru Saka pada penanggalan saka.
  • Saat perayaan nyepi, Umat hindu berdiam diri di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun selain berdoa dan introspeksi diri.

56 of 63

4.Waisak

Waisak merupakan hari besar keagamaan umat Buddha.

  • Perayaan Waisak di Indonesia biasanya dipusatkan di kompleks Candi Borobudur.

57 of 63

4.Tahun Baru Imlek

Imlek merupakan hari besar keagamaan umat Khonghucu.

  • Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai dari hari pertama pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.
  • Pada perayaan tersebut terdapat tradisi pembagian angpau setelah sembahyang di klenteng.

58 of 63

Sumber: vreza.deviantart.com

Kerja Sama di Lingkungan Rumah

Contoh kerja sama di lingkungan rumah:

1. Ronda

Kegiatan berkeliling lingkungan pada malam hari.

  • Ronda bertujuan untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar.
  • Ronda dilaksanakan dengan berjalan kaki, bersepeda, atau dengan kendaraan bermotor.
  • Warga bergiliran ronda untuk memberi perlindungan dan pengamanan bagi warga.

T1 St2

P6

Muatan

PPKn

KD 3.4 dan 4.4

Pembelajaran 6:

59 of 63

2. Kerja bakti

Contoh kerja bakti yang biasa dilakukan oleh warga:

  • Membersihkan sampah yang menyumbat selokan.
  • Memperbaiki jalan.
  • Memperindah taman.

sumber: www.flickr.com

60 of 63

Sumber: www.flickr.com\sakuntala_stei

Saat terjadi bencana, para relawan bergotong-royong memberikan bantuan berupa makanan, tempat pengungsian dan pakaian kepada warga.

  1. Gotong-royong menolong warga yang mengalami musibah

61 of 63

  1. Persiapan Hari Kemerdekaan

Seluruh warga yang berbeda suku dan agama bekerja sama untuk mempersiapkan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

62 of 63

Membuat Ringkasan Teks dengan Peta Pikiran

Peta pikiran yang berisi gagasan pokok dan gagasan pendukung dapat dijadikan acuan untuk membuat ringkasan.

Meringkas isi teks sama dengan menulis kembali isi teks secara singkat.

T1 St2

P6

Muatan

Bahasa Indonesia

KD 3.1 dan 4.1

Pembelajaran 6:

63 of 63

Langkah membuat ringkasan teks

  1. Bacalah teks dengan saksama.
  2. Gunakan kalimat tanya apa, siapa, mengapa, bagaimana,di mana dan kapan untuk mengetahui kejadian yang di ceritakan dalam teks.
  3. Catatlah hal-hal penting yang kamu temukan saat membaca teks.
  4. Buatlah peta pikiran untuk mencatat gagasan pokok dan gagasan pendukung pada setiap paragraf.
  5. Buatlah ringkasan berdasarkan peta pikiran menggunakan bahasamu sendiri.
  6. Urutkan peristiwa harus sesuai dengan isi teks sebenarnya.
  7. Gunakan kalimat yang ringkas. Hindarilah pengulangan kalimat dan bahasa yang tidak efektif.