1 of 15

BAB 5

FUNGI

2 of 15

Ciri-ciri Jamur

  • Jamur merupakan organisme eukariotik yang tidak berklorofil sehingga hidupnya sebagai organisme yang heterotrof, yaitu bergantung pada zat-zat organik yang ada.
  • Berdasarkan cara hidupnya, jamur ada yang bersifat saprofit atau parasit.
  • Sebagai saprofit, jamur mendapatkan makanan dengan cara menguraikan zat-zat organik
  • Pada jamur tingkat tinggi terdapat bermacam-macam zat warna (kromatofor), terutama pada badan buahnya.

  • Jamur mudah tumbuh di lingkungan yang sedikit asam. Sinar matahari bukan hal mutlak bagi kehidupannya.

  • Jamur mempunyai inti sejati, bahkan di dalam selnya kadang ditemukan banyak inti.

  • Tubuh jamur terdiri atas benang yang disebut hifa.

  • Hifa bercabang-cabang membentuk jalinan seperti jaring-jaring yang disebut miselium.

3 of 15

Pembiakan fungi secara generatif dapat berlangsung dengan cara berikut.

  • Membentuk spora seksual
  • Konjugasi dua hifa yang berbeda jenisnya

4 of 15

Klasifikasi Jamur

Jamur dibagi menjadi empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina

Zygomycotina

Perkembangbiakan secara aseksual dengan

spora vegetatif yang disebut sporangiospora.

Perkembangbiakan seksual dilakukan

dengan konjugasi hifa (+) dan hifa (-) yang

menghasilkan zigospora.

Daur hidup Rhizopus.

5 of 15

Ascomycotina

  • Hifa Ascomycotina bersekat-sekat dan berinti banyak
  • Ada yang hidup sebagai saproba dan ada pula sebagai parasit yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
  • Perkembangbiakan Ascomycotina secara vegetatif dengan membentuk konidiospora atau konidia dan ada yang membentuk tunas.
  • Reproduksi seksualnya terjadi dengan membentuk spora di dalam alat yang disebut askus.

6 of 15

Daur hidup Ascomycotina

7 of 15

Aspergillus sp

Penicillium sp

Saccharomyces sp

Fusarium sp

  • Pada Aspergillus, pembiakan aseksualnya terjadi dengan konidia yang terdapat pada konidiospora yang berbentuk seperti kipas.
  • Pembiakan aseksual Penicillium dengan konidia yang terdapat pada konidiospora yang berbentuk seperti sapu.
  • Pada Neurospora, konidianya berwarna merah bata, pembiakannya seperti Ascomycotina lainnya.
  • Pada Fusarium, konidianya berbentuk bulan sabit.

8 of 15

Basidiomycotina

9 of 15

Contoh jamur yang termasuk Basidiomycotina

Jamur merang.

Jamur shiitake.

Jamur kayu

Jamur kuping

10 of 15

Deuteromycotina

  1. Deuteromycotina disebut juga fungi imperfekti (jamur tidak sempurna) karena belum diketahui cara perkembangbiakannya secara generatifnya.
  2. Beberapa jamur Deuteromycotina hidup sebagai parasit pada manusia. Epidermophyton, Microsporum, dan Trighophyton menyebabkan penyakit kulit seperti kurap
  3. Kita dapat membasmi jamur dengan fungisida.

11 of 15

Peranan Jamur dalam Kehidupan Manusia

Di Bidang Pertanian

Semua jamur yang bersifat saprofit sangat menguntungkan karena dapat menguraikan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang diperlukan tumbuhan hijau

Di Bidang Kedokteran

Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan antibiotik yang

dapat digunakan untuk membunuh kuman. Contohnya Penicillium

notatum dan Penicillium chrysogenum yang dimanfaatkan untuk

membuat antibiotik penisilin.

Di Bidang Industri Makanan dan Minuman

  • Volvariella volvacea (jamur merang), Auricularia polytricha (jamur kuping), Lintenus edodes (jamur shiitake), merupakan jamur yang dapat dijadikan sayuran
  • Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus stoloniferus dimanfaatkan dalam pembuatan tempe
  • Aspergilus wentii untuk membuat kecap, taoco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam formiat
  • Aspergillus niger untuk menghilangkan O2 untuk menjernihkan sari buah.
  • Saccharomyces cerevisiae/khamir/yeast dapat digunakan untuk pembuatan alkohol atau tape.

12 of 15

Peranan Jamur yang Merugikan

Jamur Pembusuk

  • Beberapa jamur dapat membusukkan berbagai bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan, roti, daging segar, telur, dan ikan.
  • Jenis jamur yang dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan, misalnya Rhizopus nigricans, Aspergillus niger, Penicillium sp., Rhizopus sp, dll.

Parasit pada Manusia

  • Mucor parasiticus, penyebab penyakit kulit.
  • Candida albicans, penyebab penyakit pada mulut.
  • Epidermophyton, Microsporum, dan Trighophyton, penyebab penyakit kurap.
  • Aspergilus nidulans dan Aspergillus niger, sering hidup pada saluran telinga dan menimbulkan penyakit telinga

Parasit pada Hewan

  • Saprolegnia parasitica, parasit pada ikan air tawar.
  • Aspergillus fumigatus, penyebab penyakit paru-paru pada burung (TBC semu).

Parasit pada Tumbuhan

  • Phytophthora faberi, menyebabkan kerusakan pada sadapan pohon para (karet).
  • Phytophthora debaryanum, menyebabkan rusaknya bibit tembakau.

13 of 15

Mikoriza

Mikoriza dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.

Ektomikoriza

  • Pada tipe simbiosis ini, hifa jamur tidak menembus ke dalam akar (korteks), melainkan hanya sampai pada epidermis
  • Tubuh buahnya seperti payung atau bulat.
  • Contohnya jamur ektomikoriza yang bersimbiosis dengan tanaman pinus. Pinus mendapatkan keuntungan, yaitu tanpa ektomikoriza, pinus tidak dapat tumbuh pada tahun pertama

Endomikoriza

  • Pada simbiosis endomikoriza, hifa jamur menembus sampai ke dalam jaringan korteks
  • Contohnya, endomikoriza pada tanaman anggrek, sayuran (misalnya kol dan bit), dan tanaman polongpolongan.
  • Pada tanaman polong-polongan, endomikoriza merangsang pembentukan bintil akar dan bersimbiosis dengan bakteri Rhyzobium, yang berperan membantu fiksasi nitrogen.

14 of 15

Lichenes

Lichenes merupakan bentuk simbiosis mutualisme. Jamur yang membentuk lichenes adalah dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina dan alganya dari golongan Cyanophyta atau Chlorophyta.

Contoh lumut kerak (lichenes) adalah sebagai berikut.

A

B

C

D

E

  1. Parmelia
  2. Usnea
  3. Paltigera
  4. Ramalina
  5. Cladonia

15 of 15

  1. Parmelia, bentuknya seperti kerak berwarna hijau abu-abu, menempel pada kulit batang pohon, lebarnya sampai beberapa sentimeter.
  2. Graphis, bentuknya seperti coret-coretan kecil pada batangpohon, menempel pada kulit pohon panjangnya hanya beberapa milimeter.
  3. Usnea (lumut janggut), terdapat pada pohon-pohon di pegunungan. Usnea mempunyai kepingan untuk melekat pada suatu tempat. Ujung Usneamenyerupai benang-benang yang bergantungan di udara. Usnea dapat digunakan untuk obat-obatan.