BAB 5
FUNGI
Ciri-ciri Jamur
Pembiakan fungi secara generatif dapat berlangsung dengan cara berikut.
Klasifikasi Jamur
Jamur dibagi menjadi empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina
Zygomycotina
Perkembangbiakan secara aseksual dengan
spora vegetatif yang disebut sporangiospora.
Perkembangbiakan seksual dilakukan
dengan konjugasi hifa (+) dan hifa (-) yang
menghasilkan zigospora.
Daur hidup Rhizopus.
Ascomycotina
Daur hidup Ascomycotina
Aspergillus sp
Penicillium sp
Saccharomyces sp
Fusarium sp
Basidiomycotina
Contoh jamur yang termasuk Basidiomycotina
Jamur merang.
Jamur shiitake.
Jamur kayu
Jamur kuping
Deuteromycotina
Peranan Jamur dalam Kehidupan Manusia
Di Bidang Pertanian
Semua jamur yang bersifat saprofit sangat menguntungkan karena dapat menguraikan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang diperlukan tumbuhan hijau
Di Bidang Kedokteran
Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan antibiotik yang
dapat digunakan untuk membunuh kuman. Contohnya Penicillium
notatum dan Penicillium chrysogenum yang dimanfaatkan untuk
membuat antibiotik penisilin.
Di Bidang Industri Makanan dan Minuman
Peranan Jamur yang Merugikan
Jamur Pembusuk
Parasit pada Manusia
Parasit pada Hewan
Parasit pada Tumbuhan
Mikoriza
Mikoriza dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.
Ektomikoriza
Endomikoriza
Lichenes
Lichenes merupakan bentuk simbiosis mutualisme. Jamur yang membentuk lichenes adalah dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina dan alganya dari golongan Cyanophyta atau Chlorophyta.
Contoh lumut kerak (lichenes) adalah sebagai berikut.
A
B
C
D
E