PARTISIPASI INDONESIA DALAM
PERDAMAIAN DUNIA MELALUI ASEAN
Oleh: Kelompok 2
Logo ASEAN
Kelompok 2
XI MIPA 1
Agny Muthi Fadlillah
Kamaludin
Bayu Sopyana
Ramadhan
Reva Mustika Sari
Siti Sahra
Quraeni
Isma Zulfah
Fathurrizkiyah
Meyzca Dzirla
Nashyatin
Indonesia mempunyai tujuan negara yang ingin dicapai salah satunya adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan adanya tujuan tersebut bangsa Indonesia menyadari pentingnya mengadakan kerjasama dengan negara-negara lain salah satunya dengan membentuk ASEAN.
Penjelasan
Adapun peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya ASEAN adalah sebagai berikut :
Indonesia sebagai Salah Satu Penggagas Berdirinya ASEAN
Indonesia bersama empat negara lain yaitu Thailand Malaysia Filipina dan Singapura memprakarsai berdirinya organisasi regional di kawasan asia tenggara yaitu ASEAN yang didirikan tanggal 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok di Thailand. Wakil Indonesia yaitu menteri luar negeri Adam Malik.
A
Indonesia sebagai Tuan Rumah Penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Pertama
Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN pertama yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 23-24 Februari 1976.
B
C
Indonesia sebagai tempat berdirinya gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk melengkapi sarana kerja ASEAN
Sekretariat ASEAN dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal yang diangkat secara bergilir dua tahun sekali dalam sidang menteri ASEAN.
D
Indonesia sebagai pemrakarsa dibentuknya komunitas Asia Tenggara
Pada saat KTT ASEAN ke-9 yang dilaksanakan di Bali tanggal 7-8 oktober 2003 dihasilkan deklarasi ASEAN Bali Concord II yang menetapkan bahwa komunitas ASEAN didasarkan pada tiga pilar :
1)ASEAN Ekonomi Community (AEC)
2)ASEAN Security Community (ASC)
3)ASEAN Socio Cultural Community (ASCC)
Peran Indonesia dalam Bidang Olahraga
ditunjukkan dalam enyelenggaraan SEA games yang diadakan dua tahun sekali. Indonesia menjadi tuan rumah pertama kali saat SEA games ke-10 pada tahun 1979.
E
F
Indonesia Berperan dalam Penyelenggaraan Pertemuan Informal di Jakarta (Jakarta Informal Meeting)
hal ini merupakan langkah awal pertemuan perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian di Kamboja, yang dilakukan sebanyak dua kali yakni pada 5-28 Juli 1988 dan pada 19-21 Februari 1989.
Terima Kasih