1 of 35

www.hanapibani.com

  1. Pengukuran
  2. Besaran dan Satuan
  3. Penjumlahan Vektor

Kemampuan dasar yang akan Anda miliki

setelah mempelajari bab ini adalah

sebagai berikut:

  • Dapat mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)
  • Dapat melakukan penjumlahan vektor.

2 of 35

www.hanapibani.com

Pengukuran

Alat Ukur Panjang dan Ketelitiaannya

a. Mistar

Skala terkecil mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm.

Ketelitian atau ketidakpastian mistar adalah

½ x 1 mm = 0,5 mm atau 0,05 cm.

3 of 35

www.hanapibani.com

Jangka Sorong

Jangka sorong terdiri atas dua skala, yaitu skala utama dan

skala nonius.

Beda skala nonius dengan skala utama adalah: 0,1 cm – 0,09 cm

Skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

Ketelitian jangka sorong:

½ x 0,1 mm = 0,05 mm atau 0,005 cm

4 of 35

www.hanapibani.com

Skala utama tertera pada selubang dan skala nonius tertera pada selubang luar.

Mikrometer Skrup

Selubang luar memiliki 50 skala, 1 skala pada selubang luar sama dengan jarak maju atau mundur rahang geser sejauh 0,5 mm/50 = 0,01 mm.

Skala terkecil mikrometer skrup adalah 0,01 mm atau 0,001 cm.

Ketelitian mikrometer skrup adalah ½ x 0,01 mm = 0,005 mm atau 0,0005 cm.

5 of 35

www.hanapibani.com

Fathometer memancarkan pulsa elektronik.

Kedalaman laut =

=

= 6000 m

Cepat rambat bunyi dalam air adalah

v = 1500 m/s.

Selang waktu antara pulsa pancar sampai pulsa pantul diterima kembali oleh fathometer adalah Δt = 8 sekon

Beberapa Teknik Pengukuran Panjang

6 of 35

www.hanapibani.com

Alat ukur waktu yang umum adalah stopwatch.

Ketelitian = stopwatch

x skala terkecil = x 0,1 sekon = 0,05 sekon

Alat Ukur Waktu dan Ketelitiannya

Skala terkecilnya adalah sekon = 0,1 sekon

7 of 35

a. Kesalahan

Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0.

Ketidakpastian pada Pengukuran

Tiga macam kesalahan:

    • Keteledoran disebabkan oleh keterbatasan pengamat.

2. Kesalahan acak disebabkan fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi pengukuran.

3. Kesalahan sistematis menyebabkan kumpulan acak bacaan hasil ukur distributif secara konsisten di sekitar nilai rata-rata yang cukup berbeda dengan nilai sebenarnya.

8 of 35

www.hanapibani.com

  1. Kesalahan kalibrasi, yaitu penyesuaian pembubuhan nilai pada garis skala pada saat pembuatannya.

Penyebab kesalahan pengukuran antara lain sebagai berikut.

2. Kesalahan titik nol

3. Kesalahan komponen lain,seperti melemahnya pegas.

4. Kesalahan arah pandang membaca nilai skala.

9 of 35

www.hanapibani.com

Melaporkan Hasil Pengukuran

x adalah nilai pendekatan terhadap nilai benar x0

Δx adalah nilai ketidakpastian

Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai

(1) Pengukuran tunggal

(2) Pengukuran berulang

10 of 35

www.hanapibani.com

Contoh 1.1 Hasil Pengukuran Berulang

11 of 35

www.hanapibani.com

Notasi ilmiah, massa elektron

0,000 000 000 000 000 000 000 000 000 000 9,11 kg

Ditulis 9,11 x 10-31 kg

Angka Penting

a. Notasi Ilmiah

Notasi ilmiah dinyatakan sebagai

Massa bumi

6,000 000 000 000 000 000 000 000, kg

Ditulis 6 x 1024 kg

12 of 35

www.hanapibani.com

Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksa dan satu angka terakhir yang ditaksir (atau diragukan)

Aturan Angka Penting

13 of 35

www.hanapibani.com

Aturan-aturan Angka Penting

  1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
  2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk
  3. Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.
  4. Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.
  5. Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut termasuk angka penting atau bukan.

14 of 35

www.hanapibani.com

Aturan penjumlahan dan pengurangan

Dalam penjumlahan, hasilnya hanya boleh mengandung satu angka taksiran.

Berhitung dengan Angka Penting

+

Jumlahkan 2,74 x 104 g dan 5,950 x 103 g.

2 x 104 g = 27,4 x 103 g → 4 angka taksiran

5,950 x 103 g = 5,950 x 103 g 🡪 0 angka taksiran

33,350 x 103 g 🡪dibulatkan 33.4 x 103 g

notasi ilmiah 3,34 x 104 g

15 of 35

www.hanapibani.com

0,628 cm x 2,2 cm = 1,38226 cm2

(4ap) (2ap) = 1,4 cm2

(2ap)

Aturan Perkalian dan Pembagian

[catatan ap singkatan dari angka penting]

16 of 35

www.hanapibani.com

Ketidakpastian pada Hasil Percobaan

Ketelitian (akurasi) adalah suatu aspek yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai hasil pengukuran alat ukur dengan nilai x0.

Ketidakpastian relatif

Ketepatan (persisi) adalah suatu aspek pengukuran yang menyatakan kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil pengukuran sama pada pengukuran berulang.

17 of 35

www.hanapibani.com

Pengukuran tunggal maupun pengukuran berulang hasilnya dilapordkan sebagai x = x0± Δx

Δx dinamai ketidakpastian mutlak.

Ketidakpastian Mutlak dan Relatif

Ketidakrelatif, yaitu Δx/x.

Makin kecil ketidakpastian relatif, makin tinggi ketelitian pengukuran tersebut.

18 of 35

www.hanapibani.com

Nilai x dan y yang diperoleh dari pengukuran secara langsung dinyatakan sebagai

x = x0±Δx

y = y0 ±Δy

Ketidakpastian Besaran yang Tidak Diukur Secara Langsung

Bagaimana menentukan z0 dan ∆z dari x0, y0

dan ∆x, ∆y?

19 of 35

www.hanapibani.com

  1. Meluruskan Persamaan

Berdasarkan rumus periode getaran pegas, yaitu

Pengolahan dan Penyajian Data

20 of 35

www.hanapibani.com

21 of 35

www.hanapibani.com

Penentuan Garis Lurus Terbaik

secara Grafik

22 of 35

www.hanapibani.com

Besaran dan Satuan

  1. Sistem Internasional
  2. Besaran Panjang

Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya (dalam waktu) dalam selang waktu 1/299 792 458 sekon.” (CGPM ke-17, 1983)

  1. Besaran Massa

Satu kilogram adalah massa sebuah kologram standar (sebuah silinder terbuat dari platina-iridium).

  1. Besaran Waktu

Satu sekon disefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom sesium-133 melakukan getaran sebanyak 9 192 631 770 kali dalam transisi antara dua tingkat energi dasarnya.

23 of 35

www.hanapibani.com

Apa Keuntungan Satuan SI?

24 of 35

www.hanapibani.com

Luas = panjang × lebar, maka satuan luas adalah m × m 2 = m.

Satuan Besaran Turunan

Massa jenis = massa/volum, maka satuan massa jenis adalah kg/m3 atau kg⋅m−3.

25 of 35

www.hanapibani.com

Apa yang Dimaksud dengan Dimensi?

Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok.

26 of 35

www.hanapibani.com

Menjumlahkan dan Mengurangkan Besaran

Dapatkah Anda menjumlahkan 5 kg dan 30 N?

Dua besaran atau lebih hanya dapat dijumlahkan atau dikurangkan jika besaran tersebut memilki dimensi yang sama.

Posisi sebuah partikel dinyatakan dengan x = A + Bt + Ct persamaan ini benar jika dimensi [A] = [Bt] = [Ct] = [x].

27 of 35

www.hanapibani.com

Apakah Manfaat Analisis Dimensi?

  1. dapat digunakan untuk membuktikan dua

besaran fisika serta atau tidak.

2. dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar.

3. kesebandingan besaran fisika tersebut dengan besaran-besaran fisika lainnya diketahui.

28 of 35

www.hanapibani.com

Besaran skalar adalah besaran yang hanya memilki besar (nilai) saja.

Penjumlahan Vektor

Besaran vektor adalah besaran yang memilki besar (nilai) dan juga arah

29 of 35

www.hanapibani.com

Bagaimana Menyatakan Suatu Vektor?

Lambang suatu vektor misalnya a atau F suatu vektor perpindahan dengan besar 60 m dan berarah 45° utara dari timur.

30 of 35

www.hanapibani.com

Melukis Penjumlahan atau

Selisih Vektor

31 of 35

www.hanapibani.com

Melukis Penjumlahan Vektor dengan Metode Jajargenjang

32 of 35

www.hanapibani.com

Menentukan Resultan Dua Vektor dengan Rumus Kosinus

Menentukan Vektor Resultan dengan Metode Analitis

Besar vektor resultan

Batas vektor resultan

33 of 35

www.hanapibani.com

Menentukan Vektor Resultan dengan

Cara Vektor Komponen

34 of 35

www.hanapibani.com

Bagaimana Besar dan Arah Vektor Jika Kedua Komponen Diketahui?

Besar vektor

Arah vektor

35 of 35

www.hanapibani.com

Menentukan Vektor Resultan

dengan Vektor Komponen