1 of 80

Oleh:

1. Rinawan Abadi

2. Risha Rahmawati

3. Siti Nur Hidayah

Ilmu Pengetahuan AlamSMP/MTs Kelas VIII

Semester 1

2 of 80

Disklaimer

  • PowerPoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran.

  • Materi PowerPoint ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.

  • Dengan berbagai alasan, materi dalam PowerPoint ini disajikan secara ringkas, hanya memuat poin-poin besar saja.

  • Dalam penggunaannya nanti, Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan.

  • Harapan kami, dengan PowerPoint ini Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkan pembelajaran secara kreatif dan interaktif.

3 of 80

DAFTAR ISI

4 of 80

Sistem Gerak pada �Makhluk Hidup

I

  1. Sistem Gerak pada Manusia
  2. Sistem Gerak pada Hewan dan Tumbuhan

BAB

5 of 80

  1. Tulang (Tulang (RangkaTulang (Rangka)
  2. Persendian (Artikulasi)
  3. Otot
  4. Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak

A. Sistem Gerak pada Manusia

6 of 80

1. Tulang (Rangka)

Rangka Kepala

Rangka Anggota Gerak

Rangka Badan

7 of 80

Sendi Mati (Sinartrosis)

Sendi Kaku (Amfiartrosis)

Sendi Gerak (Diartrosis)

2. Persendian (Artikulasi)

8 of 80

a. Otot polos

a. Otot lurik

a. Otot jantung

3. Otot

9 of 80

  1. Berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari.
  2. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium.
  3. Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin D.
  4. Menghindari kebiasaan duduk yang salah. Sebaiknya duduk dengan cara yang benar.
  5. Melakukan olahraga secara teratur.
  6. Memperhatikan aktivitas fisik yang cukup setiap harinya.

4. Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia

10 of 80

  1. Sistem Gerak pada Hewan
  2. Sistem Gerak pada Tumbuhan

B. Sistem Gerak pada Hewan dan

Tumbuhan

11 of 80

a. Gerak Hewan dalam Air

b. Gerak Hewan di Udara

c. Gerak Hewan di Darat

1. Sistem Gerak pada Hewan

12 of 80

a. Gerak Autonom (Gerak Endonom)

Contoh gerak melingkar aliran sitoplasma dalam sel daun Hydrilla verticillata.

b. Gerak Esionom

Contoh gerak ujung akar menuju tempat berair.

c. Gerak Higroskopis

Contoh gerak membukanya sporangium pada tumbuhan paku dan tumbuhan lumut serta pecahnya kulit buah tumbuhan polong-polongan yang sudah kering.

2. Sistem Gerak pada Tumbuhan

13 of 80

Gerak dan �Gaya

II

BAB

14 of 80

  1. Pengertian Pengertian Gerak
  2. Gerak Lurus

A. Gerak pada Benda

15 of 80

Apa itu gerak?

Benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya berubah terhadap titik acuan

Gerak Semu?

Gerak benda yang dilihat oleh pengamat yang berada dalam sistem bergerak.

1. Pengertian Gerak

16 of 80

Gerak lurus dikelompokkan menjadi dua macam yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

2. Gerak Lurus

17 of 80

Contoh soal:

Roket Space-x bergerak dengan kecepatan konstan 250 m/s. Selama 5 sekon, roket melakukan percepatan sebesar 50 m/s2. Berapakah kecepatan roket sekarang?

Jawaban:

18 of 80

  1. Gaya pada Benda
  2. Hukum Newton

B. Gaya dan Hukum Newton

19 of 80

Gaya Gesek:

1. Gaya pada Benda

Resultan Gaya

Gaya Gesek dan Gaya Berat

Jenis-Jenis Gaya

Perpaduan dua gaya atau lebih.

Gaya Sentuh:

  1. Gaya Otot
  2. Gaya Pegas
  3. Gaya Gesek
  4. Gaya Mesin

Gaya Tak Sentuh:

  1. Gaya Magnet
  2. Gaya Gravitasi
  3. Gaya Listrik
  4. Gaya Berat

Gaya Berat:

20 of 80

2. Hukum Newton

Hukum I Newton:

menjelaskan tentang sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaannya atau kelembaman.

Hukum II Newton:

”Jika ada resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda akan dihasilkan suatu percepatan dalam arah yang sama dengan resultan gaya.”

Hukum III Newton:

”Jika benda pertama mengerjakan gaya pada benda kedua, benda kedua akan mengerjakan gaya pada benda pertama dengan nilai atau besar yang sama, tetapi arahnya berlawanan.”

n.

21 of 80

Contoh Soal:

Jawaban:

22 of 80

Usaha dan �Pesawat Sederhana

III

BAB

23 of 80

  1. Pengertian Usaha
  2. Hubungan Usaha dan Energi

A. Usaha

24 of 80

Apa itu usaha?

Usaha dalam fisika erat hubungannya dengan gaya dan perpindahan

Bagaimana cara menghitung usaha?

1. Pengertian Usaha

25 of 80

Bagaimana hubungan usaha dan energi?

Bagaimana dengan laju energi?

2. Hubungan Usaha dan Energi

26 of 80

Contoh Soal:

Rano berlari di lintasan melingkar. kecepatan berlari Rano 2,5 m/s. saat melewati belokan, kecepatannya berkurang menjadi 1,9 m/s. Jika massa Rano 45 kg, berapa usaha yang dilakukan Rano saat berbelok?

Jawaban:

27 of 80

  1. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana
  2. Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada Otot dan Rangka

B. Pesawat Sederhana

28 of 80

1. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana

a. Tuas (Pengungkit)

b. Bidang Miring

c. Roda Bergandar

d. Katrol

1) Katrol Tetap

2) Katrol Bergerak

3) Katrol Takal

29 of 80

Contoh Soal:

Jawaban:

30 of 80

Prinsip pesawat sederhana yang terlibat dalam kedua aktivitas

(a) Aktivitas tersebut menerapkan prinsip pesawat sederhana jenis pengungkit yang meliputi pengungkit jenis I, II, dan III.

(b) Aktivitas tersebut menerapkan prinsip pesawat sederhana jenis bidang miring dan pengungkit.

2. Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada Otot dan Rangka

31 of 80

Struktur dan Fungsi Tumbuhan�serta Pemanfaatannya �dalam Teknologi

IV

  1. Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan
  2. Struktur dan Fungsi Struktur dan Fungsi Jaringan PenyusunStruktur dan Fungsi Jaringan Penyusun Tumbuhan
  3. Teknologi yang Terinspirasi dari Struktur Tumbuhan

BAB

32 of 80

  1. Akar
  2. Batang
  3. Daun
  4. Bunga
  5. Buah dan Biji
  1. Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan

33 of 80

1. Akar

  • Sistem perakaran pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sistem perakaran serabut pada tumbuhan Monocotyledoneae dan sistem perakaran tunggang pada tumbuhan Dicotyledoneae.
  • Akar tumbuhan juga dapat mengalami perubahan bentuk sesuai dengan fungsinya. Misal akar pada wortel bermodifikasi menjadi umbi akar untuk menyimpan makanan cadangan.

34 of 80

2. Batang

  • Batang tumbuhan Dicotyledoneae umumnya bercabang-cabang dan berkayu. Beberapa di antaranya memiliki batang herbaseus (basah), misalnya bayam.
  • Batang tumbuhan Monocotyledoneae umumnya tidak bercabang atau lurus tumbuh ke atas. Selain itu, ruas-ruas terlihat jelas.

35 of 80

3. Daun

  • Pertulangan daun ada yang menjari, menyirip, melengkung, dan ada yang sejajar.
  • Pertulangan daun yang menjari, menyirip, dan melengkung terdapat pada tumbuhan Dicotyledoneae, sedangkan pertulangan daun yang sejajar terdapat pada tumbuhan Monocotyledoneae.

36 of 80

Bunga tidak lengkap

tidak memiliki salah satu bagian bunga.

Bunga lengkap memiliki seluruh bagian steril dan fertil.

4. Bunga

37 of 80

Sumber: goo.gl/w7mQ24

Sumber: goo.gl/90e9Vq

Sumber: goo.gl/5QzufG

5. Buah dan Biji

Biji

38 of 80

  1. Jaringan Penyusun Tumbuhan
  2. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar, Batang, dan Daun

B. Struktur dan Fungsi Jaringan

Penyusun Tumbuhan

39 of 80

a. Jaringan meristem

  • Sel-selnya mampu membelah diri secara terus-menerus untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada tumbuhan.
  • Sel-selnya berdinding tipis, berbentuk bulat, lonjong, atau poligonal, dan relatif kaya akan protoplasma.

b. Jaringan epidermis

  • Terdiri atas selapis sel hidup yang berbentuk persegi panjang, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan tidak berklorofil.
  • Berfungsi menutupi dan melindungi jaringan yang ada di bawahnya.

c. Jaringan parenkim

  • Sel-selnya berukuran besar dan tipis, terdiri atas sel-sel hidup yang umumnya berbentuk segi enam, memiliki banyak vakuola, dan memiliki ruang antarsel yang banyak sehingga susunannya kurang rapat.

d. Jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim)

  • Penguat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan (kolenkim).
  • Penguat pada organ-organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan (sklerenkim).

e. Jaringan pengangkut (xilem dan floem)

  • Berfungsi mengangkut air dan zat-zat mineral (hara) dari akar ke daun (xilem).
  • Berfungsi mengangkut dan mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan (floem).

1. Jaringan Penyusun Tumbuhan

40 of 80

  1. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar, Batang, dan Daun

41 of 80

  1. Teknik Pemasangan Batu Bata
  2. Teknik Fondasi Cakar Ayam
  3. Teknik Panel Listrik Tenaga Surya
  4. Teknik Pembuatan Air Mancur dan Sumur Bor
  5. Teknik Sensor Cahaya
  6. Teknik Lapisan Pelindung dan Pengilap
  7. Teknik Pemurnian Air

C. Teknologi yang Terinspirasi dari

Struktur Tumbuhan

42 of 80

1.Teknik Pemasangan Batu Bata

Jaringan epidermis memiliki bentuk seperti balok, tersusun rapat, dan tidak memiliki ruang antarsel. Keadaan inilah yang mengilhami teknik pemasangan batu bata.

43 of 80

2. Teknik Fondasi Cakar Ayam

Pohon nyiur memiliki akar serabut yang mampu menopang tanaman tersebut meskipun struktur tanahnya tidak stabil. Dari sinilah struktur akar tanaman nyiur diadopsi untuk menciptakan fondasi ”berserabut” pipa beton yang menyangga gedung-gedung besar.

44 of 80

3. Teknik Panel Listrik Tenaga Surya

Teknologi ini dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia.

45 of 80

4. Teknik Pembuatan Air Mancur dan Sumur Bor

Pembuatan air mancur dan sumur bor terinspirasi dari konsep kapilaritas pada jaringan xilem. Daya kapilaritas ini memungkinkan akar dan batang tumbuhan menyerap air naik melawan gaya gravitasi bumi.

46 of 80

5. Teknik Sensor Cahaya

  • Teknik sensor cahaya merupakan teknik yang digunakan pada lampu penerangan jalan yang dilengkapi dengan fotoresistor atau LDR (light-dependent resistor) dan sakelar pengatur on/off otomatis.
  • Teknik ini terinspirasi dari tumbuhan kaktus. Tumbuhan kaktus memiliki stomata yang dapat membuka pada malam hari dan menutup pada siang hari untuk mengurangi penguapan air.
  • Proses membuka dan menutupnya stomata ini dipengaruhi oleh aktivitas sel penjaga stomata. Di dalam sel penjaga ini terdapat reseptor cahaya yang disebut fotoreseptor, yang menginspirasi pembuatan fotoresistor pada lampu penerangan jalan.

47 of 80

6. Teknik Lapisan Pelindung dan Pengilap

Dengan meniru lapisan permukaan daun tanaman seroja, sebuah perusahaan asal Jerman mampu membuat teknologi lotusan untuk melapisi permukaan gedung pencakar langit. Gedung pencakar langit yang dilapisi lotusan mampu membersihkan permukaannya sendiri dengan tetesan air hujan, seperti halnya tanaman seroja.

48 of 80

7. Teknik Pemurnian Air

Mekanisme penyerapan pada aquaporin (akar tanaman eceng gondok) menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan teknologi pemurnian air. Dengan teknologi ini, air yang kotor dapat disaring sehingga diperoleh air bersih yang aman untuk dikonsumsi.

49 of 80

Sistem Pencernaan Manusia

V

  1. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh
  2. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia

BAB

50 of 80

  1. Jenis Nutrisi
  2. Kebutuhan Kalori

A. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh

51 of 80

a. Karbohidrat

Fungsi utama karbohidrat sebagai sumber energi. Ada tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati (amilum), dan serat.

b. Protein

Fungsi utama protein sebagai sumber energi. Protein nabati dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kacang hijau. Protein hewani dapat diperoleh dari daging, ikan, susu, dan telur.

c. Lemak

Fungsi utama lemak sebagai sumber energi. Lemak dapat berasal dari tumbuhan (lemak nabati) dan dari hewan (lemak hewani).

d. Vitamin

Berdasarkan kelarutannya, ada vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan ada vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C). Secara umum vitamin berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan sel, berperan sebagai koenzim (pengaktif enzim), dan mempertahankan fungsi jaringan supaya normal.

e. Mineral

Mineral merupakan bahan-bahan anorganik yang berfungsi sebagai zat pengatur tubuh.

f. Air

Tubuh kita membutuhkan ± 2,5 liter air setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dalam bentuk keringat, uap air, dan urine.

1. Jenis Nutrisi

52 of 80

2. Kebutuhan Kalori

Pada dasarnya penghitungan berat badan ideal dan kebutuhan kalori dapat dilakukan dengan rumus seperti diuraikan di atas. Sebagai contoh, peserta didik A memiliki berat badan 40 kg dan tinggi badan 145 cm. Jadi, nilai IMT-nya sebagai berikut:

Jadi, peserta didik A sudah memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu, peserta didik tersebut perlu menjaga berat badan idealnya dengan cara menghitung kebutuhan kalorinya untuk setiap hari yaitu 30 kkal × 40 kg = 1.200 kkal. Jadi, asupan kalori setiap harinya sekitar 1.200 kkal.

Catatan: Pada keadaan normal, setiap hari tubuh menggunakan energi sekitar 30 kkal untuk setiap 1 kg berat tubuh.

Rumus Menghitung Berat Badan Ideal

53 of 80

  1. Organ Pencernaan Utama
  2. Organ Pencernaan Tambahan
  3. Proses Pencernaan Makanan
  4. Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya PGangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya PenanggulangGangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya PenanggulanganGangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya Penanggulangannya

B. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia

54 of 80

1. Organ Pencernaan Utama

  • Di dalam mulut, makanan dicerna secara mekanis dan kimiawi. Alat-alat pencernaan yang membantu proses pencernaan di dalam mulut yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
  • Makanan yang telah dicerna di rongga mulut akan ditelan dan masuk kerongkongan.
  • Di dalam lambung terjadi proses pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi.
  • Di dalam usus halus, makanan dicerna secara kimiawi.
  • Usus besar memiliki fungsi utama yaitu mengatur kadar air pada sisa makanan.
  • Anus terdiri atas dua lapis otot yaitu otot polos dan otot lurik. Kedua jenis otot ini bekerja sama mengeluarkan feses (defekasi).

55 of 80

Apa itu organ pencernaan tambahan?

  • Organ pencernaan tambahan merupakan organ yang tidak dilewati makanan tetapi berperan dalam proses pencernaan makanan.
  • Organ pencernaan tambahan terdiri atas hati dan pankreas.
  • Sel-sel hati menghasilkan getah empedu yang mengandung kolesterol, asam kolik, garam empedu, lesitin, bilirubin, dan elektrolit.
  • Getah empedu akan dikeluarkan ke usus dua belas jari yang berperan dalam mengemulsikan lemak menjadi butiran-butiran lebih halus sehingga mudah dicerna oleh enzim lipase.
  • Getah pankreas mengandung zat-zat seperti berikut.
  • Natrium bikarbonat, berfungsi menetralkan keasaman isi usus dengan menaikkan pH-nya menjadi 7,1–8,5.
  • Enzim amilase, berfungsi merombak amilum menjadi maltosa dan glukosa.
  • Enzim tripsin, berfungsi memecah molekul protein menjadi asam amino.
  • Enzim lipase, berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

2. Organ Pencernaan Tambahan

56 of 80

3. Proses Pencernaan Makanan

Mekanis

Kimiawi

Proses�penguraian makanan dari bentuk kompleks ke bentuk yang�lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan�

Proses pemecahan�makanan yang berukuran besar menjadi berukuran lebih�kecil atau halus dengan bantuan gerakan alat pencernaan�

57 of 80

a. Karies gigi

Karies gigi terjadi ketika bagian luar gigi (enamel) terkena asam yang diproduksi bakteri, lalu dinetralisasi oleh ludah. Salah satu cara mencegah penyakit ini yaitu rutin menggosok gigi minimal 2 kali sehari terutama setelah makan.

b. Mag (gastritis)

Gastritis dapat disebabkan oleh faktor iritasi, infeksi bakteri Helycobacter pylori, dan ketidakteraturan dalam pola makan Penyakit mag dapat dicegah dengan cara makan teratur. Penyakit yang dipicu infeksi bakteri Helicobacter pylori dapat diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.

c. Hepatitis

Hepatitis disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan berdosis tinggi. Hepatitis juga dapat terjadi karena infeksi virus hepatitis. Penyakit inidapat dicegah dengan pemberian vaksin dan menerapkan pola hidup sehat misalnya olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi alkohol.

d. Konstipasi

Konstipasi terjadi karena adanya penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan di usus besar. Akibatnya, feses menjadi kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Konstipasi dapat dicegah dengan cara mengonsumsi banyak makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan.

4. Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya Penanggulangannya

58 of 80

Zat Aditif dan Adiktif

VI

Pembuatan bakso umumnya menggunakan Zat Aditif Makanan: pengawet dan penyedap

BAB

59 of 80

  1. Zat Aditif Makanan dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan

60 of 80

1. Bahan Pewarna

Pewarna Alami

Pewarna Buatan

(Sintetis)

Bahan Pewarna

Berbahaya

1. tartrazine (kuning)

2. eritrosin (merah)

3. hijau FCF

4. lissamine green

5. benzil violet (ungu)

6. indigo karmin (biru)

7. cokelat HT (cokelat)

8. biru berlian FCF

9. sunset yellow FCF

1. ponceau 3R

2. methanil yellow

3. rhodamin B

4. violet 6B

5. scarlet GN

4. chocolate brown FB

5. chrysoine S

Sumber:https://bit.ly/2PWnCW1

Daun suji

Buah naga

Bunga telang

Sumber:https://bit.ly/2HdkXEn

Sumber:https://bit.ly/2PWQJbD

61 of 80

2. Bahan Pemanis

Pemanis Buatan

(Sintetis)

1. sakarin

2. aspartam

3. siklamat

4. asesulfam-K

5. sukralosa

6. sorbitol

Perbedaan Pemanis

Alami dan Buatan

Pemanis Alami

Pemanis Buatan

Terurai pada suhu tinggi

Cukup stabil pada suhu tinggi

Berkalori tinggi

Tidak atau hampir tidak berkalori

Harga relatif mahal

Harga sangat terjangkau

Berasa manis normal

Rasa manis ratusan kali lebih manis

Aman bagi kesehatan

Sebagian berpotensi karsinogen

Pemanis Alami

Sumber:https://bit.ly/2JxPLRZ

Madu

Kayu manis

Gula merah

Sumber:https://bit.ly/2JwnL0Z

Sumber:https://bit.ly/2JchvMB

62 of 80

3. Bahan Pengawet

Pengawet Alami

Sumber:https://bit.ly/2YgbORc

Garam dapur

Keluak

Bawang putih

Sumber:https://bit.ly/2Hb4tg2

Sumber:https://bit.ly/2LAirwd

Pengawet Buatan

(Sintetis)

Pengawet Berbahaya

1. belerang dioksida

2. nitrit dan garamnya

3. garam sulfit

4. asam benzoat dan

garamnya

5. asam sorbat dan

garamnya

Formalin

Boraks

menekan fungsi

sel sehingga

mengakibatkan

kematian sel dan

menimbulkan

keracunan,

iritasi lambung,

dan alergi

keracunan,

gangguan pada

sistem saraf pusat,

ginjal, hati, dan

kulit, pendarahan

di lambung,

komplikasi pada

otak dan hati,

serta kematian.

Dampak

Dampak

63 of 80

MSG

4. Bahan Penyedap Rasa dan Aroma

Penyedap Alami

Penyedap Buatan

(Sintetis)

Sumber:https://bit.ly/2HdwZO3

Merica

Seledri

Serai

Sumber:https://bit.ly/2LC0DB4

Sumber:https://bit.ly/2VrR38h

Penyedap Aroma

Sintetis

Senyawa Ester

Aroma Buah yang Dihasilkan

Oktil asetat

Jeruk

Isoamil asetat

Pisang

Isoamil valerat

Apel

Isobutil propionat

Rum

Propil asetat

Pir

Etil butirat

Nanas

Etil asetat

Arbei

Butil asetat

Murbai

Amil asetat

Pisang ambon

64 of 80

5. Bahan Aditif Lainnya

Sumber:https://bit.ly/2YpaRq0

Bahan Antioksidan

Sumber:https://bit.ly/2JxgvSJ

Pengemulsi

Sumber:https://bit.ly/2LGu1WE

Bahan Antikempal

Sumber:https://bit.ly/2LGu1WE

Bahan Antibusa

Sumber:https://bit.ly/2JewxSd

Bahan Pengembang

Sumber:https://bit.ly/2HmIfH3

Bahan Pengeras

65 of 80

B. Zat Adiktif Narkotika dan Psikotropika

66 of 80

Narkotika

Narkotika

Golongan I

Narkotika

Golongan II

Narkotika

Golongan III

1. Jenis-Jenis Zat Adiktif

Psikotropika

Psikotropika

Golongan I

Psikotropika

Golongan II

Psikotropika

Golongan III

Psikotropika

Golongan IV

opium,

kokaina,

meskalina,

psilosibina

morfin,

fentanil,

petidina,

metadon

kodein,

etil morfina,

brolamfetamina,

tenamfetamina,

metilfenidat,

amineptina,

katina,

pentazosina,

diazepam,

barbital,

67 of 80

2. Ciri-Ciri Pecandu Narkotika dan Psikotropika

68 of 80

C. Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika

3. 3. K3. Ka3. Kafein

69 of 80

1. Rokok

Karbon monoksida

Nikotin

Tar

70 of 80

2. Alkohol

Sumber:https://bit.ly/2E3Q0R2

Sumber: https://bit.ly/2tr1QwC

Sumber:https://bit.ly/2Vz92cM

Golongan A

- kadar etanol 1%-5%

- bir

Golongan B

- kadar etanol 5%-20%

- anggur atau wine

Golongan C

- kadar etanol 20%-45%

- Whiskey, Vodka, TKW,

Manson House, Johny

Walker, Kamput

71 of 80

3. Kafein

4. Zat Inhalansia

Sumber:https://bit.ly/2vVljcu

vernis

correction pen

tiner

Sumber:https://bit.ly/30bHycd

Sumber:https://bit.ly/30f2dfh

Kopi

Daun teh

Cokelat

72 of 80

D. Dampak Negatif Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Pencegahannya

73 of 80

1. Dampak Negatif Penyalahgunaan Zat Adiktif

1) Merusak hati, paru-paru,

ginjal, jantung, dan

koordinasi tubuh.

2) Menimbulkan rasa sakit,

kejang-kejang, dan

depresi.

3) Mengakibatkan

ketergantungan secara

fisik dan mental.

4) Melemahkan sistem

saraf.

5) Mengakibatkan

kematian apabila

overdosis

1) Menaikkan tekanan

dara.

2) Merusak sel-sel saraf.

3) Denyut nadi tidak

beraturan.

4) Menurunkan berat badan.

5) Mengakibatkan paranoid

dan kematian

1) Merusak ginjal dan

sel-sel saraf.

2) Memengaruhi daya ingat

dan konsentrasi.

3) Mengakibatkan

kebingungan dan

kegilaan (skizofrenia).

Golongan Halusinogen

Golongan Stimulan

Golongan Depresan

74 of 80

Penyembuhan

2. Penyembuhan dan Pencegahan Penyalahgunaan Zat Aditif

Pencegahan

75 of 80

Sistem Peredaran Darah�Manusia

VII

  1. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia
  2. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah serta Upaya Pencegahan dan Penanggulangannya

BAB

76 of 80

  1. Komponen-Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah
  2. Mekanisme Peredaran Darah pada Manusia
  3. Frekuensi Denyut Jantung
  1. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia

77 of 80

Sumber: goo.gl/u6Vr5f

  1. Komponen-Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah

78 of 80

Sumber: goo.gl/HgJ6gn

2. Mekanisme Peredaran Darah pada Manusia

79 of 80

Dipengaruhi oleh:

  1. Aktivitas
  2. Jenis kelamin
  3. Usia
  4. Suhu tubuh
  5. Keadaan kesehatan

3. Frekuensi Denyut Jantung

80 of 80

1. Strok

Strok terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Strok dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

2. Hipertensi dan Hipotensi

Hipertensi diakibatkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi terjadi apabila nilai ambang tekanan sistolik antara 140–200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan diastolik antara 90–110 mmHg atau lebih. Hipertensi dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat seperti tidak mengonsumsi minuman beralkohol, tidak merokok, berolahraga secara teratur, serta istirahat yang cukup. Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi yaitu kondisi tekanan darah yang rendah. Hipotensi terjadi jika tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg. Hipotensi dapat dicegah melalui beberapa cara yaitu minum air putih 8–10 gelas setiap hari, mengonsumsi makanan yang mengandung cukup garam, dan berolahraga ringan secara teratur.

3. Anemia

Anemia dapat disebabkan oleh kehilangan banyak darah atau gangguan pembentukan darah. Anemia dapat dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan jika perlu mengonsumsi suplemen penambah zat besi.

B. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia Beserta Upaya Pencegahannya