Oleh:
1. Rinawan Abadi
2. Risha Rahmawati
3. Siti Nur Hidayah
Ilmu Pengetahuan Alam�SMP/MTs Kelas VIII
Semester 1
Disklaimer
BAB I Sistem Gerak pada Makhluk Hidup
Bab III Usaha dan Pesawat Sederhana
BAB IV Struktur dan Fungsi Tumbuhan serta Pemanfaatannya
BAB V Sistem Pencernaan Manusia
BAB VBAB VIBAB VI BAB VI BAB VI Zat Aditif dan Zat Adiktif
DAFTAR ISI
Sistem Gerak pada �Makhluk Hidup
I
BAB
A. Sistem Gerak pada Manusia
1. Tulang (Rangka)
Rangka Kepala
Rangka Anggota Gerak
Rangka Badan
Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi Kaku (Amfiartrosis)
Sendi Gerak (Diartrosis)
2. Persendian (Artikulasi)
a. Otot polos
a. Otot lurik
a. Otot jantung
3. Otot
4. Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia
B. Sistem Gerak pada Hewan dan
Tumbuhan
a. Gerak Hewan dalam Air
b. Gerak Hewan di Udara
c. Gerak Hewan di Darat
1. Sistem Gerak pada Hewan
a. Gerak Autonom (Gerak Endonom)
Contoh gerak melingkar aliran sitoplasma dalam sel daun Hydrilla verticillata.
b. Gerak Esionom
Contoh gerak ujung akar menuju tempat berair.
c. Gerak Higroskopis
Contoh gerak membukanya sporangium pada tumbuhan paku dan tumbuhan lumut serta pecahnya kulit buah tumbuhan polong-polongan yang sudah kering.
2. Sistem Gerak pada Tumbuhan
Gerak dan �Gaya
II
BAB
A. Gerak pada Benda
Apa itu gerak?
Benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya berubah terhadap titik acuan
Gerak Semu?
Gerak benda yang dilihat oleh pengamat yang berada dalam sistem bergerak.
1. Pengertian Gerak
Gerak lurus dikelompokkan menjadi dua macam yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
2. Gerak Lurus
Contoh soal:
Roket Space-x bergerak dengan kecepatan konstan 250 m/s. Selama 5 sekon, roket melakukan percepatan sebesar 50 m/s2. Berapakah kecepatan roket sekarang?
Jawaban:
B. Gaya dan Hukum Newton
Gaya Gesek:
1. Gaya pada Benda
Resultan Gaya
Gaya Gesek dan Gaya Berat
Jenis-Jenis Gaya
Perpaduan dua gaya atau lebih.
Gaya Sentuh:
Gaya Tak Sentuh:
Gaya Berat:
2. Hukum Newton
Hukum I Newton:
menjelaskan tentang sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaannya atau kelembaman.
Hukum II Newton:
”Jika ada resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda akan dihasilkan suatu percepatan dalam arah yang sama dengan resultan gaya.”
Hukum III Newton:
”Jika benda pertama mengerjakan gaya pada benda kedua, benda kedua akan mengerjakan gaya pada benda pertama dengan nilai atau besar yang sama, tetapi arahnya berlawanan.”
n.
Contoh Soal:
Jawaban:
Usaha dan �Pesawat Sederhana
III
A. Usaha
BAB
Apa itu usaha?
Usaha dalam fisika erat hubungannya dengan gaya dan perpindahan
Bagaimana cara menghitung usaha?
1. Pengertian Usaha
Bagaimana hubungan usaha dan energi?
Bagaimana dengan laju energi?
2. Hubungan Usaha dan Energi
Contoh Soal:
Rano berlari di lintasan melingkar. kecepatan berlari Rano 2,5 m/s. saat melewati belokan, kecepatannya berkurang menjadi 1,9 m/s. Jika massa Rano 45 kg, berapa usaha yang dilakukan Rano saat berbelok?
Jawaban:
B. Pesawat Sederhana
1. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana
a. Tuas (Pengungkit)
b. Bidang Miring
c. Roda Bergandar
d. Katrol
1) Katrol Tetap
2) Katrol Bergerak
3) Katrol Takal
Contoh Soal:
Jawaban:
Prinsip pesawat sederhana yang terlibat dalam kedua aktivitas
(a) Aktivitas tersebut menerapkan prinsip pesawat sederhana jenis pengungkit yang meliputi pengungkit jenis I, II, dan III.
(b) Aktivitas tersebut menerapkan prinsip pesawat sederhana jenis bidang miring dan pengungkit.
�
2. Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada Otot dan Rangka
Struktur dan Fungsi Tumbuhan�serta Pemanfaatannya �dalam Teknologi
IV
BAB
1. Akar
2. Batang
3. Daun
Bunga tidak lengkap
tidak memiliki salah satu bagian bunga.
Bunga lengkap memiliki seluruh bagian steril dan fertil.
4. Bunga
Sumber: goo.gl/w7mQ24
Sumber: goo.gl/90e9Vq
Sumber: goo.gl/5QzufG
5. Buah dan Biji
Biji
B. Struktur dan Fungsi Jaringan
Penyusun Tumbuhan
a. Jaringan meristem
b. Jaringan epidermis
c. Jaringan parenkim
d. Jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim)
e. Jaringan pengangkut (xilem dan floem)
�
1. Jaringan Penyusun Tumbuhan
C. Teknologi yang Terinspirasi dari
Struktur Tumbuhan
1.Teknik Pemasangan Batu Bata
Jaringan epidermis memiliki bentuk seperti balok, tersusun rapat, dan tidak memiliki ruang antarsel. Keadaan inilah yang mengilhami teknik pemasangan batu bata.
2. Teknik Fondasi Cakar Ayam
Pohon nyiur memiliki akar serabut yang mampu menopang tanaman tersebut meskipun struktur tanahnya tidak stabil. Dari sinilah struktur akar tanaman nyiur diadopsi untuk menciptakan fondasi ”berserabut” pipa beton yang menyangga gedung-gedung besar.
3. Teknik Panel Listrik Tenaga Surya
Teknologi ini dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia.
4. Teknik Pembuatan Air Mancur dan Sumur Bor
Pembuatan air mancur dan sumur bor terinspirasi dari konsep kapilaritas pada jaringan xilem. Daya kapilaritas ini memungkinkan akar dan batang tumbuhan menyerap air naik melawan gaya gravitasi bumi.
5. Teknik Sensor Cahaya
6. Teknik Lapisan Pelindung dan Pengilap
Dengan meniru lapisan permukaan daun tanaman seroja, sebuah perusahaan asal Jerman mampu membuat teknologi lotusan untuk melapisi permukaan gedung pencakar langit. Gedung pencakar langit yang dilapisi lotusan mampu membersihkan permukaannya sendiri dengan tetesan air hujan, seperti halnya tanaman seroja.
7. Teknik Pemurnian Air
Mekanisme penyerapan pada aquaporin (akar tanaman eceng gondok) menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan teknologi pemurnian air. Dengan teknologi ini, air yang kotor dapat disaring sehingga diperoleh air bersih yang aman untuk dikonsumsi.
Sistem Pencernaan Manusia
V
BAB
A. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh
a. Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat sebagai sumber energi. Ada tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati (amilum), dan serat.
b. Protein
Fungsi utama protein sebagai sumber energi. Protein nabati dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kacang hijau. Protein hewani dapat diperoleh dari daging, ikan, susu, dan telur.
c. Lemak
Fungsi utama lemak sebagai sumber energi. Lemak dapat berasal dari tumbuhan (lemak nabati) dan dari hewan (lemak hewani).
d. Vitamin
Berdasarkan kelarutannya, ada vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan ada vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C). Secara umum vitamin berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan sel, berperan sebagai koenzim (pengaktif enzim), dan mempertahankan fungsi jaringan supaya normal.
e. Mineral
Mineral merupakan bahan-bahan anorganik yang berfungsi sebagai zat pengatur tubuh.
f. Air
Tubuh kita membutuhkan ± 2,5 liter air setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dalam bentuk keringat, uap air, dan urine.
1. Jenis Nutrisi
2. Kebutuhan Kalori
Pada dasarnya penghitungan berat badan ideal dan kebutuhan kalori dapat dilakukan dengan rumus seperti diuraikan di atas. Sebagai contoh, peserta didik A memiliki berat badan 40 kg dan tinggi badan 145 cm. Jadi, nilai IMT-nya sebagai berikut:
Jadi, peserta didik A sudah memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu, peserta didik tersebut perlu menjaga berat badan idealnya dengan cara menghitung kebutuhan kalorinya untuk setiap hari yaitu 30 kkal × 40 kg = 1.200 kkal. Jadi, asupan kalori setiap harinya sekitar 1.200 kkal.
Catatan: Pada keadaan normal, setiap hari tubuh menggunakan energi sekitar 30 kkal untuk setiap 1 kg berat tubuh.
Rumus Menghitung Berat Badan Ideal
B. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
1. Organ Pencernaan Utama
Apa itu organ pencernaan tambahan?
2. Organ Pencernaan Tambahan
3. Proses Pencernaan Makanan
Mekanis
Kimiawi
Proses�penguraian makanan dari bentuk kompleks ke bentuk yang�lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan�
Proses pemecahan�makanan yang berukuran besar menjadi berukuran lebih�kecil atau halus dengan bantuan gerakan alat pencernaan�
a. Karies gigi
Karies gigi terjadi ketika bagian luar gigi (enamel) terkena asam yang diproduksi bakteri, lalu dinetralisasi oleh ludah. Salah satu cara mencegah penyakit ini yaitu rutin menggosok gigi minimal 2 kali sehari terutama setelah makan.
b. Mag (gastritis)
Gastritis dapat disebabkan oleh faktor iritasi, infeksi bakteri Helycobacter pylori, dan ketidakteraturan dalam pola makan Penyakit mag dapat dicegah dengan cara makan teratur. Penyakit yang dipicu infeksi bakteri Helicobacter pylori dapat diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.
c. Hepatitis
Hepatitis disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan berdosis tinggi. Hepatitis juga dapat terjadi karena infeksi virus hepatitis. Penyakit inidapat dicegah dengan pemberian vaksin dan menerapkan pola hidup sehat misalnya olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi alkohol.
d. Konstipasi
Konstipasi terjadi karena adanya penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan di usus besar. Akibatnya, feses menjadi kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Konstipasi dapat dicegah dengan cara mengonsumsi banyak makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan.
4. Gangguan pada Sistem Pencernaan dan Upaya Penanggulangannya
Zat Aditif dan Adiktif
VI
Pembuatan bakso umumnya menggunakan Zat Aditif Makanan: pengawet dan penyedap
BAB
1. Bahan Pewarna
Pewarna Alami
Pewarna Buatan
(Sintetis)
Bahan Pewarna
Berbahaya
1. tartrazine (kuning)
2. eritrosin (merah)
3. hijau FCF
4. lissamine green
5. benzil violet (ungu)
6. indigo karmin (biru)
7. cokelat HT (cokelat)
8. biru berlian FCF
9. sunset yellow FCF
1. ponceau 3R
2. methanil yellow
3. rhodamin B
4. violet 6B
5. scarlet GN
4. chocolate brown FB
5. chrysoine S
Sumber:https://bit.ly/2PWnCW1
Daun suji
Buah naga
Bunga telang
Sumber:https://bit.ly/2HdkXEn
Sumber:https://bit.ly/2PWQJbD
2. Bahan Pemanis
Pemanis Buatan
(Sintetis)
1. sakarin
2. aspartam
3. siklamat
4. asesulfam-K
5. sukralosa
6. sorbitol
Perbedaan Pemanis
Alami dan Buatan
Pemanis Alami | Pemanis Buatan |
Terurai pada suhu tinggi | Cukup stabil pada suhu tinggi |
Berkalori tinggi | Tidak atau hampir tidak berkalori |
Harga relatif mahal | Harga sangat terjangkau |
Berasa manis normal | Rasa manis ratusan kali lebih manis |
Aman bagi kesehatan | Sebagian berpotensi karsinogen |
Pemanis Alami
Sumber:https://bit.ly/2JxPLRZ
Madu
Kayu manis
Gula merah
Sumber:https://bit.ly/2JwnL0Z
Sumber:https://bit.ly/2JchvMB
3. Bahan Pengawet
Pengawet Alami
Sumber:https://bit.ly/2YgbORc
Garam dapur
Keluak
Bawang putih
Sumber:https://bit.ly/2Hb4tg2
Sumber:https://bit.ly/2LAirwd
Pengawet Buatan
(Sintetis)
Pengawet Berbahaya
1. belerang dioksida
2. nitrit dan garamnya
3. garam sulfit
4. asam benzoat dan
garamnya
5. asam sorbat dan
garamnya
Formalin
Boraks
menekan fungsi
sel sehingga
mengakibatkan
kematian sel dan
menimbulkan
keracunan,
iritasi lambung,
dan alergi
keracunan,
gangguan pada
sistem saraf pusat,
ginjal, hati, dan
kulit, pendarahan
di lambung,
komplikasi pada
otak dan hati,
serta kematian.
Dampak
Dampak
MSG
4. Bahan Penyedap Rasa dan Aroma
Penyedap Alami
Penyedap Buatan
(Sintetis)
Sumber:https://bit.ly/2HdwZO3
Merica
Seledri
Serai
Sumber:https://bit.ly/2LC0DB4
Sumber:https://bit.ly/2VrR38h
Penyedap Aroma
Sintetis
Senyawa Ester | Aroma Buah yang Dihasilkan |
Oktil asetat | Jeruk |
Isoamil asetat | Pisang |
Isoamil valerat | Apel |
Isobutil propionat | Rum |
Propil asetat | Pir |
Etil butirat | Nanas |
Etil asetat | Arbei |
Butil asetat | Murbai |
Amil asetat | Pisang ambon |
5. Bahan Aditif Lainnya
Sumber:https://bit.ly/2YpaRq0
Bahan Antioksidan
Sumber:https://bit.ly/2JxgvSJ
Pengemulsi
Sumber:https://bit.ly/2LGu1WE
Bahan Antikempal
Sumber:https://bit.ly/2LGu1WE
Bahan Antibusa
Sumber:https://bit.ly/2JewxSd
Bahan Pengembang
Sumber:https://bit.ly/2HmIfH3
Bahan Pengeras
B. Zat Adiktif Narkotika dan Psikotropika
Narkotika
Narkotika
Golongan I
Narkotika
Golongan II
Narkotika
Golongan III
1. Jenis-Jenis Zat Adiktif
Psikotropika
Psikotropika
Golongan I
Psikotropika
Golongan II
Psikotropika
Golongan III
Psikotropika
Golongan IV
opium,
kokaina,
meskalina,
psilosibina
morfin,
fentanil,
petidina,
metadon
kodein,
etil morfina,
brolamfetamina,
tenamfetamina,
metilfenidat,
amineptina,
katina,
pentazosina,
diazepam,
barbital,
2. Ciri-Ciri Pecandu Narkotika dan Psikotropika
C. Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika
4. 4. Zat Inhalansia
1. Rokok
Karbon monoksida
Nikotin
Tar
2. Alkohol
Sumber:https://bit.ly/2E3Q0R2
Sumber: https://bit.ly/2tr1QwC
Sumber:https://bit.ly/2Vz92cM
Golongan A
- kadar etanol 1%-5%
- bir
Golongan B
- kadar etanol 5%-20%
- anggur atau wine
Golongan C
- kadar etanol 20%-45%
- Whiskey, Vodka, TKW,
Manson House, Johny
Walker, Kamput
3. Kafein
4. Zat Inhalansia
Sumber:https://bit.ly/2vVljcu
vernis
correction pen
tiner
Sumber:https://bit.ly/30bHycd
Sumber:https://bit.ly/30f2dfh
Kopi
Daun teh
Cokelat
D. Dampak Negatif Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Pencegahannya
1. Dampak Negatif Penyalahgunaan Zat Adiktif
1) Merusak hati, paru-paru,
ginjal, jantung, dan
koordinasi tubuh.
2) Menimbulkan rasa sakit,
kejang-kejang, dan
depresi.
3) Mengakibatkan
ketergantungan secara
fisik dan mental.
4) Melemahkan sistem
saraf.
5) Mengakibatkan
kematian apabila
overdosis
1) Menaikkan tekanan
dara.
2) Merusak sel-sel saraf.
3) Denyut nadi tidak
beraturan.
4) Menurunkan berat badan.
5) Mengakibatkan paranoid
dan kematian
1) Merusak ginjal dan
sel-sel saraf.
2) Memengaruhi daya ingat
dan konsentrasi.
3) Mengakibatkan
kebingungan dan
kegilaan (skizofrenia).
Golongan Halusinogen
Golongan Stimulan
Golongan Depresan
Penyembuhan
2. Penyembuhan dan Pencegahan Penyalahgunaan Zat Aditif
Pencegahan
Sistem Peredaran Darah�Manusia
VII
BAB
Sumber: goo.gl/u6Vr5f
Sumber: goo.gl/HgJ6gn
2. Mekanisme Peredaran Darah pada Manusia
Dipengaruhi oleh:
3. Frekuensi Denyut Jantung
1. Strok
Strok terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Strok dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
2. Hipertensi dan Hipotensi
Hipertensi diakibatkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri. Hipertensi terjadi apabila nilai ambang tekanan sistolik antara 140–200 mmHg atau lebih dan nilai ambang tekanan diastolik antara 90–110 mmHg atau lebih. Hipertensi dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat seperti tidak mengonsumsi minuman beralkohol, tidak merokok, berolahraga secara teratur, serta istirahat yang cukup. Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi yaitu kondisi tekanan darah yang rendah. Hipotensi terjadi jika tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg. Hipotensi dapat dicegah melalui beberapa cara yaitu minum air putih 8–10 gelas setiap hari, mengonsumsi makanan yang mengandung cukup garam, dan berolahraga ringan secara teratur.
3. Anemia
Anemia dapat disebabkan oleh kehilangan banyak darah atau gangguan pembentukan darah. Anemia dapat dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan jika perlu mengonsumsi suplemen penambah zat besi.
B. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia Beserta Upaya Pencegahannya