MODUL
PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM:
MODUL 2
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
KONSEP DAN KERANGKA KERJA
01
02
03
04
Pengantar Modul
Konsep Pembelajaran Mendalam
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip dan Pengalaman Belajar PM
DAFTAR ISI MODUL
Konsep dan Kerangka Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
05
Kerangka Pembelajaran Mendalam
Pengantar Modul
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
TUJUAN
Tujuan secara khusus modul pelatihan ini peserta dapat :
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
KEGIATAN PELATIHAN
Modul ini terdiri dari 4 (empat) Kegiatan Pelatihan (KP) yaitu:
Kegiatan Pelatihan 1
Konsep Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
REFLEKSI AWAL
Bapak/Ibu sebelum memasuki aktivitas pelatihan mari kita melakukan refleksi awal dengan curah pendapat pertanyaan berikut:
Bapak/Ibu mari perhatikan gambar di bawah ini!
Gambar 1. Suasana Schooling Without Learning (Murid bersekolah namun tidak belajar) yang minim keterlibatan murid dalam proses pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
AKTIVITAS 1
Curah Pendapat
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Mari kita curah pendapat berdasarkan Gambar 1
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
AKTIVITAS 2
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Pembelajaran Mendalam
PENGUATAN MATERI
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pembelajaran Mendalam
Memuliakan
Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan
Pembelajaran Mendalam
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
Olah Raga
Mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Kerangka Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design �©️ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM
Setelah melalui aktivitas pelatihan, mari kita melaksanakan tanya jawab reflektif sekaligus self-assessment pada selembar kertas dengan menjawab pertanyaan berikut,
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
REFLEKSI AKHIR
Kegiatan Pelatihan 2
Dimensi Profil Lulusan
REFLEKSI AWAL
Bapak/Ibu mari bersama-sama mencermati keterkaitan antara dan Delapan Dimensi Profil Lulusan
"Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."
(Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3)
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
1
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
2
Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.
3
Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
4
Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
5
Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
6
Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
7
Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
8
Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
AKTIVITAS PELATIHAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
REFLEKSI AKHIR
Bapak/Ibu mari bersama-sama mencermati keterkaitan antara dan Delapan Dimensi Profil Lulusan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kegiatan Pelatihan 3
Prinsip dan Pengalaman Belajar
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Suatu pagi, Ibu Rini, guru IPA, memulai pembelajaran dengan menjelaskan materi sumber energi dan penggunaannya menggunakan buku paket. Bu Rini menulis di papan tulis dan menjelaskan dengan rinci pengertian energi, macam-macam energi, sumber energi, perubahan energi, manfaat energi, dan penghematan energi. Selanjutnya murid diminta mencatat pada buku dan menjawab soal-soal pada Lembar Kerja Siswa (LKS), termasuk di dalamnya terdapat soal tentang “penghematan energi di rumah dan sekolah”. Namun, ironisnya setelah kelas selesai dan murid pulang, baik Bu Rini maupun murid-murid membiarkan lampu di kelas tetap menyala. Pendingin ruangan juga tidak dimatikan. Ini bukan kejadian baru. Hampir setiap hari, sekolah terlihat terang benderang bahkan saat ruangan kosong. Saat ditanya mengapa tidak ada yang mematikan lampu atau pendingin ruangan, Bu Rini dan beberapa murid menjawab, “Itu kan tugas penjaga sekolah” Ironisnya, di rumah pun, Bu Rini dan murid-murid melakukan hal yang sama. Mereka sudah belajar tentang penghematan energi namun tidak memiliki kesadaran untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum mulai aktivitas pelatihan, silahkan Bapak/Ibu membaca narasi praktik pembelajaran di bawah ini untuk menilai kadar relevansi pembelajaran dengan peran murid dalam kehidupan sehari-hari.
AKTIVITAS PELATIHAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Berkesadaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Bermakna
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Menggembirakan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman belajar dalam PM dimulai pada aspek memahami yang relevan dengan taksonomi SOLO pada tahapan unistruktural dan multistruktural dan mengingat dan memahami pada taksonomi Bloom. Pada tahap memahami ini, murid akan mengingat kembali pengetahuannya dan memiliki banyak ide.
Selanjutnya pada aspek mengaplikasi dan merefleksi dimulai pada aspek relasional dan berpikir abstrak yang mendalam pada taksonomi SOLO dan menerapkan, menganalisis, mencipta dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom, sehingga murid memiliki kemampuan untuk menghubungkan ide-ide serta memperluas dan menerapkan ide tersebut
PENGALAMAN BELAJAR
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
The SOLO Taxonomy
(Structure of Observed Learning Outcomes)
Competence
Incompetence
Prestructural
One relevance aspect
Unistructural
Several relevance independence aspects
Multistructural
Integrated into �structure
Relational
Generalized to new domain
Extended Abstract
Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Pendalaman Pengetahuan
Regulasi Diri
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PENGALAMAN BELAJAR
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.
Mengaplikasi
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.
AKTIVITAS PELATIHAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Memahami
Jenis Pengetahuan
Karakteristik
Contoh
1
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Memahami
1
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Mengaplikasi
2
Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
Karakteristik
Contoh
Topik: Persamaan Linear
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Merefleksi
3
Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Karakteristik
Contoh
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar PM | Afektif | Psikomotorik |
Merefleksi | Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka. | Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat. |
Mengaplikasi | ||
Memahami | ||
Contoh Pengalaman PM pada Ranah �Afektif dan Psikomotorik
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
REFLEKSI AKHIR
Kegiatan Pelatihan 4
Kerangka Pembelajaran
Bu Tyas guru IPA kelas VIII mendapati bahwa para muridnya memiliki minat tinggi terhadap isu lingkungan, terutama pencemaran sungai yang sering mereka dengar dari berita atau alami langsung. Dengan penuh semangat Bu Tyas dan murid-muridnya merencanakan pembelajaran berbasis proyek dan berencana melakukan observasi di bantaran Sungai Ciliwung, melakukan wawancara dengan Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah. Setelah melakukan observasi, murid mengidentifikasi beberapa topik yang menarik perhatian mereka, antara lain bank sampah, penyadaran masyarakat tentang kebersihan sungai, cara-cara pemisahan sampah organik dan anorganik, tehnik daur ulang sampah, dan sebagainya.
Pada pertemuan berikutnya, Bu Tyas membagi murid ke dalam beberapa kelompok proyek. Mereka merancang pelaksanaan proyek sesuai identifikasi topik yang telah dilakukan sebelumnya. Kelompok memiliki topik proyek yang berbeda diantaranya, proyek bank sampah, proyek kampanye kebersihan sungai, proyek pemisahan sampah organik dan anorganik, proyek daur ulang sampah, dan sebagainya. Murid diharuskan menyebarluaskan proyek mereka melalui dokumentasi dan pembuatan konten di media sosial.
2. Bagaimana hubungannya dengan kerangka pembelajaran mendalam (praktik pedagogis, pengalaman belajar, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran)?
REFLEKSI AWAL
Aktivitas Pelatihan
1
Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
3
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
2
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
4
Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Contoh Kemitraan:
Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya
Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya
Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Lingkungan Pembelajaran
1
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM
2
Lingkungan pembelajaran yang mendukung
budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya
pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.
Contoh:
Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.
Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.
Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam
Aktivator
Guru menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kriteria kesuksesan pembelajaran dengan berbagai strategi serta memberikan umpan balik untuk menstimulasi setiap level pencapaian yang lebih tinggi
Kolaborator
Guru membangun kolaboratif inkuiri dengan peserta didik, rekan sejawat, keluarga, masyarakat, mitra profesi dan DUDIKA, dalam mitra lainnya dalam mengembangkan dan berbagi pengalaman nyata dalam penerapan PM
Pengembang Budaya Belajar
Guru memberikan kepercayaan dan peluang mengambil resiko (risk-taking) kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung PM
Setelah Bapak/Ibu menganalisis erangka pembelajaran mendalam, Bapak/Ibu dapat melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut
REFLEKSI AKHIR
TERIMA
KASIH
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah