1 of 48

MODUL

PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM:

MODUL 2

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

KONSEP DAN KERANGKA KERJA

2 of 48

01

02

03

04

Pengantar Modul

Konsep Pembelajaran Mendalam

Dimensi Profil Lulusan

Prinsip dan Pengalaman Belajar PM

DAFTAR ISI MODUL

Konsep dan Kerangka Pembelajaran

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

05

Kerangka Pembelajaran Mendalam

3 of 48

Pengantar Modul

4 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

TUJUAN

Tujuan secara khusus modul pelatihan ini peserta dapat :

  1. Memahami konsep pembelajaran mendalam
  2. Menganalisis dimensi profil lulusan
  3. Mengidentifikasi prinsip pembelajaran mendalam
  4. Mengidentifikasi pengalaman Belajar mendalam
  5. Menganalisis kerangka pembelajaran mendalam

5 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

KEGIATAN PELATIHAN

Modul ini terdiri dari 4 (empat) Kegiatan Pelatihan (KP) yaitu:

  1. KP I: Konsep Pembelajaran Mendalam
  2. KP II: Dimensi Profil Lulusan
  3. KP III: Prinsip dan Pengalaman Belajar
  4. KP IV: Kerangka Pembelajaran Mendalam

6 of 48

Kegiatan Pelatihan 1

Konsep Pembelajaran Mendalam

7 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

REFLEKSI AWAL

Bapak/Ibu sebelum memasuki aktivitas pelatihan mari kita melakukan refleksi awal dengan curah pendapat pertanyaan berikut:

  1. Apa yang diharapkan terjadi dalam diri murid sebagai hasil setelah mengikuti pembelajaran?
  2. Bagaimana strategi yang dilakukan untuk mencapai hasil belajar murid yang diharapkan? (Berdasarkan peran Bapak/Ibu masing-masing, sebagai guru/kepala sekolah/pengawas sekolah)

8 of 48

Bapak/Ibu mari perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar 1. Suasana Schooling Without Learning (Murid bersekolah namun tidak belajar) yang minim keterlibatan murid dalam proses pembelajaran

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

AKTIVITAS 1

9 of 48

Curah Pendapat

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Mari kita curah pendapat berdasarkan Gambar 1

  1. Apakah fenomena seperti di gambar terjadi di sekolah Bapak/Ibu?
  2. Apa risikonya jika fenomena Schooling Without Learning terjadi di sekolah Bapak/Ibu?
  3. Bagaimana strategi yang dapat dilakukan agar tidak terjadi fenomena Schooling Without Learning pada murid kita?

10 of 48

  1. Bapak/Ibu selanjutnya membentuk kelompok yang terdiri dari 4-6 orang
  2. Bapak/Ibu diminta berdiskusi kelompok membuat peta pikiran tentang keterkaitan konsep memuliakan dengan prinsip pembelajaran mendalam, olah hati, olah rasa, olah pikir, olah raga
  3. Bapak/Ibu dapat membuat peta pikiran tersebut pada atas kertas Plano yang tersedia
  4. Bapak/Ibu selanjutnya dapat mempresentasikan hasil diskusi dan mendapatkan umpan balik dari peserta pelatihan lainnya

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

AKTIVITAS 2

11 of 48

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Pembelajaran Mendalam 

PENGUATAN MATERI

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

12 of 48

Pembelajaran Mendalam 

Memuliakan

Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati  dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan 

Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran

Bermakna

Menggembirakan

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa

Olah Raga

Mewujudkan

Profil Lulusan (8 Dimensi)

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

13 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Dimensi Profil Lulusan

Prinsip Pembelajaran

Pengalaman Belajar

Kerangka Pembelajaran

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design �©️ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global

KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM

14 of 48

Setelah melalui aktivitas pelatihan, mari kita melaksanakan tanya jawab reflektif sekaligus self-assessment pada selembar kertas dengan menjawab pertanyaan berikut,

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

REFLEKSI AKHIR

  1. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap Konsep Pembelajaran Mendalam?
  2. Menurut Bapak/Ibu bagaimana Pembelajaran Mendalam dapat menjadi solusi Schooling Without Learning?

15 of 48

Kegiatan Pelatihan 2

Dimensi Profil Lulusan

16 of 48

REFLEKSI AWAL

Bapak/Ibu mari bersama-sama mencermati keterkaitan antara dan Delapan Dimensi Profil Lulusan

"Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

(Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3)

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

  1. Silakan uraikan pendapat Bapak/Ibu tentang 8 dimensi profil lulusan dalam konteks perkembangan zaman yang penuh tantangan?
  2. Silakan uraikan pendapat Bapak/Ibu tentang relevansi 8 dimensi profil lulusan dengan tujuan pendidikan nasional?

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

17 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

1

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

2

Kewargaan

Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.

3

Penalaran Kritis

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.

4

Kreativitas

Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.

18 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

5

Kolaborasi

Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.

6

Kemandirian

Individu yang  mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

7

Kesehatan

Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8

Komunikasi

Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

19 of 48

AKTIVITAS PELATIHAN

  1. Bapak/Ibu pada aktivitas ini setiap kelompok akan menerima salah satu Dimensi Profil Lulusan secara acak atau melalui undian (Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Kreativitas, Kemandirian, Komunikasi, Kesehatan, Kolaborasi, Penalaran Kritis)
  2. Setiap kelompok membuat contoh strategi konkrit untuk mewujudkan dimensi profil lulusan tersebut dalam pembelajaran.
  3. Bapak/Ibu silahkan menempelkan hasil diskusi pada kelompok masing-masing, selanjutnya melakukan window shopping

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

20 of 48

REFLEKSI AKHIR

Bapak/Ibu mari bersama-sama mencermati keterkaitan antara dan Delapan Dimensi Profil Lulusan

  1. Apa saja tantangan Bapak/Ibu dalam merancang strategi pembelajaran untuk mewujudkan 8 dimensi profil lulusan?
  2. Bagaimana rencana tindak lanjut pengembangan kompetensi Bapak/Ibu dalam waktu dekat untuk mewujudkan 8 dimensi profil lulusan dalam pembelajaran?

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

21 of 48

Kegiatan Pelatihan 3

Prinsip dan Pengalaman Belajar

22 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Suatu pagi, Ibu Rini, guru IPA, memulai pembelajaran dengan menjelaskan materi sumber energi dan penggunaannya menggunakan buku paket. Bu Rini menulis di papan tulis dan menjelaskan dengan rinci pengertian energi, macam-macam energi, sumber energi, perubahan energi, manfaat energi, dan penghematan energi. Selanjutnya murid diminta mencatat pada buku dan menjawab soal-soal pada Lembar Kerja Siswa (LKS), termasuk di dalamnya terdapat soal tentang “penghematan energi di rumah dan sekolah”. Namun, ironisnya setelah kelas selesai dan murid pulang, baik Bu Rini maupun murid-murid membiarkan lampu di kelas tetap menyala. Pendingin ruangan juga tidak dimatikan. Ini bukan kejadian baru. Hampir setiap hari, sekolah terlihat terang benderang bahkan saat ruangan kosong. Saat ditanya mengapa tidak ada yang mematikan lampu atau pendingin ruangan, Bu Rini dan beberapa murid menjawab, “Itu kan tugas penjaga sekolah” Ironisnya, di rumah pun, Bu Rini dan murid-murid melakukan hal yang sama. Mereka sudah belajar tentang penghematan energi namun tidak memiliki kesadaran untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum mulai aktivitas pelatihan, silahkan Bapak/Ibu membaca narasi praktik pembelajaran di bawah ini untuk menilai kadar relevansi pembelajaran dengan peran murid dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Berdasarkan penilaian Bapak/Ibu seberapa kuat hasil pembelajaran mempengaruhi perilaku murid dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan dampak positif pembelajaran?

AKTIVITAS PELATIHAN

23 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

24 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Kenyamanan peserta didik dalam belajar
    • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
    • Kesadaran terhadap proses berpikir
    • Kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya
    • Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya
    • Keterbukaan terhadap perspektif baru
    • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru

Prinsip

Berkesadaran

25 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
    • Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata
    • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya 
    • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
    • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
    • Pembelajar sepanjang hayat

Prinsip

Bermakna

26 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
    • Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu
    • Menginspirasi 
    • Tantangan yang memotivasi
    • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)
    • Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan

Prinsip

Menggembirakan

27 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dalam PM dimulai pada aspek memahami yang relevan dengan taksonomi SOLO pada tahapan unistruktural dan multistruktural dan mengingat dan memahami pada taksonomi Bloom. Pada tahap memahami ini, murid akan mengingat kembali pengetahuannya dan memiliki banyak ide.

Selanjutnya pada aspek mengaplikasi dan merefleksi dimulai pada aspek relasional dan berpikir abstrak yang mendalam pada taksonomi SOLO dan menerapkan, menganalisis, mencipta dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom, sehingga murid memiliki kemampuan untuk menghubungkan ide-ide serta memperluas dan menerapkan ide tersebut

PENGALAMAN BELAJAR

28 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

The SOLO Taxonomy

(Structure of Observed Learning Outcomes)

Competence

    • Fail
    • Incompetence
    • Misses point

Incompetence

Prestructural

    • Identify
    • Name
    • Follow simple procedure

One relevance aspect

Unistructural

    • Combine
    • Describe
    • Enumerate
    • Perform serial skills
    • List

Several relevance independence aspects

Multistructural

    • Analyze
    • Apply
    • Argue
    • Compare/contrast
    • Criticize
    • Explain causes
    • Relate
    • Justify

Integrated into �structure

Relational

    • Create
    • Formulate
    • Generate
    • Hypothesize
    • Reflect
    • Theorize

Generalized to new domain

Extended Abstract

Sumber: Diadaptasi dari  https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy

29 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

    • Pengetahuan Esensial
    • Pengetahuan Aplikatif
    • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan

Regulasi Diri

30 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PENGALAMAN BELAJAR

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.

Mengaplikasi

Merefleksi

Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.

31 of 48

AKTIVITAS PELATIHAN

  1. Bapak/Ibu berdiskusi secara berkelompok tentang Prinsip Pembelajaran Mendalam (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan) dan Pengalaman Belajar PM (memahami, mengaplikasikan, merefleksikan).
  2. Bapak/Ibu dapat menggunakan lembar kerja berikut untuk berdiskusi: https://bit.ly/Prinsip_PengalamanBelajar
  3. Bapak/ibu dapat menggunakan bahan bacaan yaitu naskah akademik atau dapat juga menggunakan sumber belajar lainnya. 
  4. Bapak/Ibu selanjutnya memaparkan hasil kerjanya kepada seluruh peserta pelatihan, untuk mendapatkan umpan balik
  5. Bapak/Ibu setelah mendapatkan umpan balik, silahkan melakukan perbaikan bersama tim
  6. Bapak/Ibu bersama-sama membuat kesimpulan/benang merah prinsip pembelajaran mendalam dan Pengalaman Belajar mendalam

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

32 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Memahami

Jenis Pengetahuan

    • Pengetahuan Esensial
    • Pengetahuan Aplikatif
    • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

    • Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya
    • Menstimulasi proses berpikir peserta didik
    • Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari
    • Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif
    • Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya 
    • Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik

Contoh

    • Mengeksplorasi pengalaman- pengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS
    • Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan

1

33 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Memahami

1

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks

Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)

Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)

Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang 

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)

34 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Mengaplikasi

2

Pendalaman Pengetahuan 

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Karakteristik

    • Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    • Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.
    • Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.
    • Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada.

Contoh

Topik: Persamaan Linear

    • Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
    • Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

35 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Merefleksi

3

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Karakteristik

    • Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar
    • Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri)
    • Menerapkan strategi berpikir 
    • Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran)
    • Meregulasi emosi dalam pembelajaran 

Contoh

    • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh
    • Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
    • Peserta didik dapat  membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.
    • Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

36 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar PM

Afektif

Psikomotorik

Merefleksi

Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik  menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka.

Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung.

Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat.

Mengaplikasi

Memahami

Contoh Pengalaman PM pada Ranah �Afektif dan Psikomotorik

37 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

  1. Bagaimana pembelajaran mendalam dapat mengubah pola pikir guru terhadap proses pembelajaran?
  2. Bagaimana harapan bapak/ibu terhadap implementasi pembelajaran mendalam?

REFLEKSI AKHIR

38 of 48

Kegiatan Pelatihan 4

Kerangka Pembelajaran

39 of 48

Bu Tyas guru IPA kelas VIII mendapati bahwa para muridnya memiliki minat tinggi terhadap isu lingkungan, terutama pencemaran sungai yang sering mereka dengar dari berita atau alami langsung. Dengan penuh semangat Bu Tyas dan murid-muridnya merencanakan pembelajaran berbasis proyek dan berencana melakukan observasi di bantaran Sungai Ciliwung, melakukan wawancara dengan Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah. Setelah melakukan observasi, murid mengidentifikasi beberapa topik yang menarik perhatian mereka, antara lain bank sampah, penyadaran masyarakat tentang kebersihan sungai, cara-cara pemisahan sampah organik dan anorganik, tehnik daur ulang sampah, dan sebagainya.

Pada pertemuan berikutnya, Bu Tyas membagi murid ke dalam beberapa kelompok proyek. Mereka merancang pelaksanaan proyek sesuai identifikasi topik yang telah dilakukan sebelumnya. Kelompok memiliki topik proyek yang berbeda diantaranya, proyek bank sampah, proyek kampanye kebersihan sungai, proyek pemisahan sampah organik dan anorganik, proyek daur ulang sampah, dan sebagainya. Murid diharuskan menyebarluaskan proyek mereka melalui dokumentasi dan pembuatan konten di media sosial.

  1. Bagaimana persepsi Bapak/Ibu terhadap cerita tersebut?

2. Bagaimana hubungannya dengan kerangka pembelajaran mendalam (praktik pedagogis, pengalaman belajar, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran)?

REFLEKSI AWAL

40 of 48

  1. Setiap kelompok diminta memilih salah satu studi kasus pada link berikut https://bit.ly/LK_KerangkaPembelajaran
  2. Selanjutnya Bapak/Ibu dapat menggunakan lembar kerja untuk mengidentifikasi kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital) yang terdapat pada studi kasus yang dipilih
  3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan peserta lainnya untuk mendapatkan umpan balik sebagai bahan refleksi
  4. Bapak/Ibu bersama-sama membuat kesimpulan tentang kerangka pembelajaran mendalam

Aktivitas Pelatihan

41 of 48

1

Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

3

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

2

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

4

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

42 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Praktik Pedagogis 

Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:

Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.

Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya

43 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.

Contoh Kemitraan:

Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya

Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya

Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya

44 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Lingkungan Pembelajaran

1

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM

2

Lingkungan pembelajaran yang mendukung

budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.

optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.

45 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Pemanfaatan Digital 

Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.

Contoh:

Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.

Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.

Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.

46 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam

Aktivator

Guru menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kriteria kesuksesan pembelajaran dengan berbagai strategi serta memberikan umpan balik untuk menstimulasi setiap level pencapaian yang lebih tinggi

Kolaborator

Guru membangun kolaboratif inkuiri dengan peserta didik, rekan sejawat, keluarga, masyarakat, mitra profesi dan DUDIKA, dalam mitra lainnya dalam  mengembangkan dan berbagi pengalaman nyata dalam penerapan PM

Pengembang Budaya Belajar 

Guru memberikan kepercayaan dan peluang mengambil resiko (risk-taking) kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung PM

47 of 48

Setelah Bapak/Ibu menganalisis erangka pembelajaran mendalam, Bapak/Ibu dapat melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut

  1. Berdasarkan 4 (empat) komponen kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, pemanfaatan digital) bagaimana Bapak/Ibu dapat mengupayakan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pembelajaran mendalam?
  2. Bagaimana prediksi kesulitan yang Bapak/Ibu akan hadapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung terwujudnya empat kerangka pembelajaran mendalam?
  3. Bagaimana mitigasi dan rencana solusi yang akan Bapak/Ibu lakukan dalam menghadapi kesulitan tersebut?

REFLEKSI AKHIR

48 of 48

TERIMA

KASIH

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah