1 of 48

Visualisasi Konsep

2 of 48

Simulasi digital adalah Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep Melalui Presentasi Digital

Manfaat Media digital adalah untuk mengomunikasikan gagasan atau konsep, dipilih dari yang telah tersedia secara luas melalui aplikasi atau layanan dengan menggunakan peralatan elektronika atau peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

3 of 48

Tujuan mempelajari Visualisasi Konsep untuk:

Membuat presentasi video melalui cara video proses

Membuat presentasi video melalui simulasi visual

4 of 48

Visualisasi konsep adalah media siswa mengomunikasikan gagasan atau konsep�dengan mengekspresikan diri dalam bentuk visualisasi dinamis, bergerak dan diberi�audio.

5 of 48

Bentuk Visualisasi

  • Visualisasi 2D: Visualisasi 2D adalah sebuah ilustrasi suatu benda dengan citra 2 dimensi, mempunyai sudut pandang x dan y.
  • Visualisasi 3D: Visualisasi 3D adalah sebuah ilustrasi suatu benda dengan citra 3 dimensi, mempunyai sudut pandang x, y dan z. Tampilan visual lebih realis dan dapat diberikan cerita sesuai dengan tiruan benda nyata. Visualisasi 3D biasanya berupa animasi yang menceritakan proses kerja.
  • Visualisasi Statis: Visualisasi statis adalah visualisasi tak bergerak. Bentuk visual ini biasanya digunakan untuk infografis seperti poster, pamflet, 3D still image dan flyer. Fungsi dari visualisasi statis adalah sebagai alat komunikasi dalam media cetak yang bersifat statis (non-animasi).
  • Visualisasi Dinamis: Visualisasi dinamis adalah visualisasi berbentuk animasi 2D dan 3D yang biasa disebut motion graphic dan presentasi video. Visualisasi ini terdapat pada media web, videotron, dan iklan televisi. Fungsi visualisasi dinamis lebih ekspresif karena memungkinkan memberikan informasi dengan efek animasi yang lebih baik.

6 of 48

A. Praproduksi Video

7 of 48

1. Sinopsis

Sinopsis merupakan alur cerita yang dijelaskan secara singkat. Dalam pembahasan ini, sinopsis mengarah pada alur cerita film atau animasi yang dijelaskan dalam tulisan singkat sehingga penonton mampu memahami isi cerita yang disampaikan dalam film. Dalam fungsi lain, sinopsis juga dapat digunakan sebagai ringkasan cerita untuk mengarahkan penulis naskah.

2. Naskah

Naskah adalah suatu teks yang berisi gambaran yang akan terlihat di layar. Naskah dibuat agar seluruh pedukung dalam pembuatan video paham secara rinci dari presentasi yang akan disampaikan. Penulisan naskah dapat disederhanakan sesuai keperluan, sepanjang dimengerti oleh pendukung yang akan memproduksi dalam pembuatan video.

8 of 48

3. Storyboard

Storyboard adalah sketsa gambar berbentuk thumbnail yang disusun berurutan sesuaidengan rangkaian jalan cerita. Melalui storyboard, seluruh pendukung produksi dapat melihat alur cerita dalam bentuk gambar.

Fungsi storyboard adalah sebagai ungkapan kreatif untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual. Pada storyboard, dapat ditambahkan arah gerak, yang memandu gerakan berikutnya, serta informasi lain berupa huruf, warna, dan tata letak sehingga pesan dan gagasan dapat diterima.

9 of 48

Contoh storyboard dengan model panel horizontal

10 of 48

Contoh storyboard dengan

model panel horizontal

11 of 48

Keterangan

SC = Adegan (Scene).

Cut = Nomor pengambilan gambar berdasar bidikan camera. Pada storyboard animasi cut disebut juga denga inisial PN= Panel yang mempunyai tujuan yang sama.

BG = Background.

Durasi = Perkiraan lama waktu dalam tiap adegan.

Dialog/Narasi = Berisi dialog tokoh/narasi adegan.

Efek = Memperjelas efek kamera / adegan.

Catatan = Catatan pengerjaan tiap adegan.

Layout = Petunjuk gerak tertentu sebagai rincian storyboard bila diperlukan.

12 of 48

B. Produksi Video

13 of 48

1. Pengertian Presentasi Video

Presentasi video adalah video untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, yang digunakan untuk memperkenalkan produk atau cara kerja yang dibuat melalui proses merekam gambar dan suara, menata urutan dan menyambung atau memotong gambar dan menyatukannya menjadi kesatuan yang utuh.

14 of 48

2. Fungsi Presentasi Video

Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan melalui penyajian suatu produk yang telah dihasilkan.

15 of 48

3. Jenis Video

a. Cerita

Video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.

b. Dokumenter

Video yang bertujuan merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.

c. Berita

Video yang bertujuan memaparkan sebuah berita.

Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat diperuntukan:

16 of 48

3. Jenis Video

d. Pembelajaran

Video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.

e. Presentasi

Video yang bertujuan untuk mengomunikasikan ide atau gagasan.

Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat diperuntukan:

17 of 48

Ciri-ciri presentasi video adalah:

 mengomunikasikan ide� menunjukkan solusi� mengomunikasikan produk dan jasa� menunjukkan cara kerja

18 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Kamera (camcorder) untuk merekam gambar dan suara,�contoh: kamera profesional, handycam.
  • Tripod, agar kamera tidak bergoyang.
  • Lampu kamera untuk menambah cahaya, dalam kondisi kurang cahaya.
  • Mikropon untuk merekam suara ketika melakukan pengambilan gambar.

1. Alat Perekam Gambar (Camcorder)

19 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

a. Menangkap Gambar Dengan Kamera Handycam

1) Teknik memegang kamera video

2) Zoom

3) Peraturan 5 detik

4) Fokus, Exposure and keseimbangan cerah putih (White Balance)

5) Tanggal dan Waktu

6) Gambar pengisi (Cutaways)

1. Alat Perekam Gambar (Camcorder)

20 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

b. Menangkap Gambar Dengan Telepon Genggam (Handphone)

1) Lebih dekat ke obyek

2) Hati-hati dengan cahaya

3) Keseimbangan

4) Hindari penggunaan digital zoom

1. Alat Perekam Gambar (Camcorder)

21 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Establishing Shot: shot pembuka dari suatu adegan yang memperlihatkan tempat dan waktu adegan itu berlangsung.

2. Istilah Ukuran Gambar

22 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Extreme Long Shot (ELS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya

2. Istilah Ukuran Gambar

23 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Very Long Shot (VLS): menunjukkan subjek yang berada di tengah lingkungan sekitarnya. Dalam ukuran VLS ini, lingkungan di sekitar objek lebih dominan. VLS akan menampilkan panorama yang akan memenuhi layar

2. Istilah Ukuran Gambar

24 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Long Shoot (LS): pengambilan secara keseluruhan tubuh dari kepala sampai kaki. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

2. Istilah Ukuran Gambar

25 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Full Shot (FS): pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

2. Istilah Ukuran Gambar

26 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Medium Long Shot (MLS): gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut

2. Istilah Ukuran Gambar

27 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Knee Shot (KS): pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut

2. Istilah Ukuran Gambar

28 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Wide Angle (sudut lebar): ukuran pengambilan gambar yang memasukkan keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan memberikan pandangan atas keseluruhan keadaan.

2. Istilah Ukuran Gambar

29 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Mid Shot (MS): menunjukkan mulai bagian kepala sampai pinggul. Ukuran MS berfungsi untuk menunjukkan siapa yang sedang melakukan aksi.

2. Istilah Ukuran Gambar

30 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Medium Close Up (MCU): menunjukkan mulai bagian kepala sampai bahu. Ini merupakan standar pengambilan gambar dalam wawancara

2. Istilah Ukuran Gambar

31 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Close Up (CU): gambar diambil dari jarak dekat. Dalam merekam suatu gambar subjek yang tengah melakukan aksi, maka CU berfungsi untuk memfokuskan sebuah aksi yang tengah dilakukan. Hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru.

2. Istilah Ukuran Gambar

32 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Big Close Up (BCU): pengambilan gambar wajah yang memenuhi layar penampilan gambar

2. Istilah Ukuran Gambar

33 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Extreme Close Up (ECU): pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

2. Istilah Ukuran Gambar

34 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Extreme Close Up (ECU): pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

2. Istilah Ukuran Gambar

35 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • One Shot (1S): Pengambilan gambar satu objek.

2. Istilah Ukuran Gambar

36 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Two Shot (2S): pengambilan gambar dua orang

2. Istilah Ukuran Gambar

37 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Three Shot (3S): pengambilan gambar tiga orang.

2. Istilah Ukuran Gambar

38 of 48

Proses Pengambilan Gambar

Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

  • Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.

2. Istilah Ukuran Gambar

39 of 48

3. Gerakan Kamera

  • PAN atau PANNING, yaitu pergerakan kamera secara horizontal, yaitu gerakan kamera dari kiri ke kanan (PAN KANAN) atau dari kanan ke kiri (PAN KIRI).
  • TILT atau TILTING, yaitu pergerakan kamera dimana kamera pada posisi sama, tetapi berputar atas /bawah secara vertikal.
  • TRACK IN, yaitu teknik pengambilan gambar yang dimulai dengan cara menggerakan kamera mendekati objek
  • TRACK OUT, yaitu teknik pengambilan gambar yang dimulai dengan cara menggerakan kamera menjauhi objek.

40 of 48

4. Tata Cahaya

Teknik tata cahaya tiga titik (Three Point Lighting) adalah metode standar yang digunakan dalam media visual seperti video, film dan fotografi.

  • Key light adalah penyinaran terarah yang utama (main source) yang mengenai/jatuh pada suatu objek.
  • Fill light adalah penyinaran yang digunakan untuk melunakan bayangan yang dihasilkan oleh key light.
  • Back light adalah penyinaran dari belakang subjek (berlawanan arah kamera) diatur sehingga jatuh mengenai kepala dan bahu dari subjek.

41 of 48

5. Tata Suara

  • Voice over adalah narasi tambahan yang berupa suara manusia yang membacakan sebuah cerita/narasi yang berkaitan dengan video yang dibuat.
  • voice over talent atau orang yang mengisi/menyuarakan voice over

42 of 48

6. Screen Recording

Selain menggunakan kamera, gambar bergerak dapat juga direkam dengan merekam layar (screen recording). Screen recording adalah merekam tampilan yang tampak di layer atau piranti keluaran visual lainnya.

43 of 48

C. Pascaproduksi Video

44 of 48

1. Capturing/Importing

Proses memindahkan hasil rekaman gambar dari kamera ke perangkat editing dapat dilakukan dengan cara capturing/importing. Capturing dilakukan bila hasil rekaman tidak berupa file video, sedangkan importing dilakukan bila hasil rekaman berupa file video yang dapat dibaca oleh perangkat editing.

45 of 48

2. Pemotongan dan Pemaduan Gambar

Proses memotong hasil rekaman gambar untuk mendapatkan hasil potongan video yang lebih baik.

46 of 48

3. Pemaduan Suara

Pemaduan suara adalah proses memadukan suara latar ke dalam track audio dengan gambar yang sudah tersusun.

47 of 48

4. Rendering

Proses akhir penyatuan hasil editing menjadi satu kesatuan video yang utuh.

48 of 48

5. Editing

Untuk melakukan sebuah penyuntingan (editing) video diperlukan peralatan komputer/laptop dan menggunakan aplikasi editing video.