SOSIALISASI PENILAIAN TENAGA PENDIDIKAN
Surabaya, 27 November 2025
Latar Belakang
Dasar Kebijakan
Proses Penilaian
Penilai 2 : Atasan Tidak Langsung
Tahapan Penilaian
Dokumen yang dilampirkan
Form Penilaian Kinerja (1)
Form Penilaian Kinerja (2)
Bobot Penilaian
Bobot Penilaian
Bobot Penilaian
Aspek dan Rubrik Penilaian�Kinerja
Aspek | Indikator |
Administrasi Perkantoran | Aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi dan tata kelola dokumen, surat-menyurat, pengarsipan, penjadwalan, pengolahan data, dan pelaporan rutin di unit kerja. Kegiatan ini mencerminkan kemampuan dalam menjaga ketertiban administratif, efisiensi operasional, serta akurasi informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan. |
Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Sangat Kurang) | Skor 2 (Kurang) | Skor 3 (Cukup) | Skor 4 (Baik) | Skor 5 (Sangat Baik) |
Administrasi Perkantoran | Tidak menyelesaikan administrasi sesuai tugas | Banyak kekurangan dan kesalahan administrasi | Administrasi pokok diselesaikan dengan beberapa koreksi | Administrasi diselesaikan lengkap dan tepat waktu | Administrasi lengkap, rapi, inisiatif tinggi, melebihi target |
Aspek | Indikator |
Pelayanan kepada Mahasiswa atau Stakeholder | Mencakup tugas yang berkaitan langsung dengan pelayanan informasi, administrasi akademik, kemahasiswaan, dan koordinasi dengan pihak luar atau mitra institusi. Fokus utama aspek ini adalah memberikan layanan yang responsif, ramah, dan solutif, baik secara langsung maupun melalui media daring. |
Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Sangat Kurang) | Skor 2 (Kurang) | Skor 3 (Cukup) | Skor 4 (Baik) | Skor 5 (Sangat Baik) |
Pelayanan kepada Mahasiswa atau Stakeholder | Tidak responsif, sering menolak bantuan | Respons lambat dan kurang ramah | Memberikan pelayanan dasar yang memadai | Responsif, sopan, dan membantu sesuai prosedur | Sangat membantu, proaktif, memberi solusi, sangat memuaskan |
Aspek | Indikator |
Tugas Lain di Fakultas/Unit | Kegiatan tambahan di luar tugas pokok harian, namun masih berada di dalam lingkup unit kerja atau fakultas. Tugas ini bersifat ad hoc atau insidentil, namun mendukung operasional dan program kerja fakultas/unit secara keseluruhan. |
Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Sangat Kurang) | Skor 2 (Kurang) | Skor 3 (Cukup) | Skor 4 (Baik) | Skor 5 (Sangat Baik) |
Tugas Lain di Fakultas/Unit | Tidak pernah terlibat dalam tugas tambahan | Terlibat tetapi hasil kurang baik | Terlibat dan menyelesaikan dengan standar minimum | Aktif menyelesaikan tugas tambahan dengan baik | Proaktif, menyelesaikan tugas tambahan dengan kualitas tinggi |
Aspek | Indikator |
Tugas di Tingkat Universitas/YPTA (di luar tugas pokok) | Tugas ini meliputi penugasan tambahan dari universitas atau yayasan, yang tidak termasuk dalam deskripsi pekerjaan utama, tetapi menunjang kegiatan kelembagaan secara umum dan sering bersifat lintas-unit. Pelaksanaan tugas ini menunjukkan partisipasi aktif dalam pengembangan institusi secara luas. |
Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Sangat Kurang) | Skor 2 (Kurang) | Skor 3 (Cukup) | Skor 4 (Baik) | Skor 5 (Sangat Baik) |
Tugas di Tingkat Universitas/YPTA (di luar tugas pokok) | Tidak pernah terlibat | Terlibat sekali, kontribusi minimal | Terlibat dalam beberapa kegiatan | Aktif dan bertanggung jawab dalam kegiatan universitas | Sangat aktif, kontribusi besar, jadi panitia/pelaksana utama |
Aspek dan Rubrik Penilaian�Integritas
Aspek | Indikator |
Integritas | Kemampuan individu untuk bertindak secara konsisten dengan nilai, norma, dan etika organisasi. Integritas mencakup kejujuran, tanggung jawab, keteladanan, serta kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Individu dengan integritas tinggi tidak menyalahgunakan wewenang, tidak melakukan manipulasi data, dan tetap menjunjung etika meskipun dalam tekanan. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Integritas | Selalu menunjukkan kejujuran, bertindak sesuai etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai institusi tanpa kompromi | Menunjukkan perilaku jujur dan etis, hanya sesekali melakukan pelanggaran kecil | Kadang kurang konsisten dalam bersikap jujur atau mematuhi nilai institusi | Sering bertindak tidak jujur atau tidak mematuhi etika kerja | Tidak menunjukkan sikap jujur dan tidak peduli terhadap nilai institusi |
Aspek | Indikator |
Berorientasi pada Pelayanan | Sikap dan perilaku yang menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna layanan (mahasiswa, dosen, rekan kerja, mitra eksternal) secara cepat, tepat, ramah, dan solutif. Individu yang berorientasi pada pelayanan akan mendahulukan kepentingan pengguna, bersikap empatik, serta berusaha terus meningkatkan kualitas interaksi dan kepuasan layanan. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Berorientasi pada Pelayanan | Responsif, ramah, dan sigap dalam memberikan pelayanan yang melebihi harapan pengguna layanan | Melayani dengan baik dan sopan, responsif terhadap permintaan sesuai standar kerja | Memberikan pelayanan yang cukup, namun kadang kurang responsif | Pelayanan kurang ramah, tidak sigap dalam menangani kebutuhan pengguna layanan | Tidak peduli terhadap kebutuhan pengguna layanan, cenderung menghindar atau menolak |
Aspek | Indikator |
Kerjasama | Kemampuan untuk bekerja sama secara efektif dalam tim, berbagi informasi, mendukung rekan kerja, serta mengedepankan kepentingan bersama. Individu yang memiliki kerjasama baik mampu menghargai perbedaan, menjaga komunikasi yang sehat, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Ia tidak mementingkan diri sendiri dan aktif membangun sinergi untuk mencapai tujuan organisasi. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Kerjasama | Sangat kooperatif, aktif berkontribusi dan membangun hubungan kerja yang harmonis | Bekerja sama dengan baik, mendukung tim, dan terbuka terhadap masukan | Cukup bekerja sama, namun partisipasi dalam tim terbatas | Kurang kooperatif, lebih sering bekerja sendiri, tidak mau menerima masukan | Tidak mau bekerja sama, menyebabkan konflik atau hambatan dalam tim kerja |
Aspek | Indikator |
Inisiatif | Kemauan untuk bertindak lebih dari yang diminta, termasuk mengusulkan perbaikan, menyelesaikan masalah tanpa menunggu perintah, serta mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kinerja unit kerja. Individu dengan inisiatif tinggi mampu mengenali peluang dan risiko, serta tidak pasif dalam menghadapi tantangan kerja. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Inisiatif | Selalu proaktif, berani mengambil langkah baru tanpa disuruh, dan mampu memberi solusi atas masalah kerja | Mampu menunjukkan inisiatif dalam situasi tertentu, meskipun kadang masih menunggu instruksi | Terkadang menunjukkan inisiatif, namun terbatas pada rutinitas | Jarang menunjukkan inisiatif, hanya bergerak atas perintah | Tidak menunjukkan inisiatif, pasif dan menunggu tanpa menyelesaikan masalah |
Aspek | Indikator |
Berorientasi pada Kualitas | Komitmen untuk menghasilkan pekerjaan yang tepat waktu, rapi, teliti, dan sesuai standar mutu yang ditetapkan. Individu yang berorientasi pada kualitas menunjukkan perhatian terhadap detail, terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, serta terbuka terhadap masukan untuk perbaikan. Ia tidak sekadar menyelesaikan tugas, tapi juga memastikan hasilnya optimal. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Berorientasi pada Kualitas | Selalu mengutamakan hasil kerja terbaik, memperhatikan detail dan mutu secara konsisten | Menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar, memperhatikan detail penting | Kualitas pekerjaan cukup baik, namun masih perlu perbaikan dalam konsistensi | Hasil kerja kurang rapi atau sering tidak sesuai standar | Tidak peduli terhadap kualitas pekerjaan, banyak kesalahan, dan tidak ada perbaikan |
Aspek dan Rubrik Penilaian�Kepemimpinan
Aspek | Indikator |
Kepemimpinan | Kemampuan untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi individu maupun tim dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan mencakup keberanian mengambil keputusan, memberikan keteladanan, membangun kepercayaan, serta menciptakan iklim kerja yang kondusif. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada pengembangan tim dan pembentukan budaya kerja yang positif. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Kepemimpinan | Mampu memimpin dengan visi yang jelas, memberi inspirasi, memberdayakan tim, serta menyelesaikan konflik secara efektif | Menunjukkan kepemimpinan yang baik, mampu mengarahkan tim dan menyelesaikan tugas dengan dukungan yang cukup | Kadang mampu mengarahkan, namun kurang konsisten dalam memberi motivasi atau menyelesaikan masalah tim | Kurang mampu memimpin tim, sering menghindari tanggung jawab atau keputusan penting | Tidak menunjukkan kemampuan kepemimpinan sama sekali, cenderung pasif dan tidak memberi arahan |
Aspek | Indikator |
Berpikir Analitis | Kemampuan untuk mengurai permasalahan secara sistematis, mengidentifikasi akar penyebab, dan menyusun solusi berdasarkan bukti dan data. Aspek ini mencerminkan cara berpikir yang logis, kritis, dan terstruktur dalam menghadapi tantangan kerja. Berpikir analitis diperlukan untuk menyusun strategi, membuat rekomendasi kebijakan, maupun melakukan evaluasi kinerja. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Berpikir Analitis | Mampu menganalisis situasi kompleks dengan akurat, mengidentifikasi akar masalah, serta memberikan solusi inovatif dan strategis | Mampu menganalisis masalah dengan baik dan mengusulkan solusi yang rasional | Dapat mengenali masalah umum, namun solusi yang ditawarkan masih bersifat normatif atau tidak mendalam | Sulit mengidentifikasi masalah secara menyeluruh, solusi kurang tepat dan tidak efektif | Tidak mampu menganalisis masalah, keputusan dibuat tanpa pertimbangan atau data |
Aspek | Indikator |
Perencanaan dan Pengorganisasian | Kemampuan untuk menyusun rencana kerja yang realistis dan terukur, serta mengatur sumber daya (manusia, waktu, dan anggaran) secara efisien. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik terlihat dari adanya target kerja yang jelas, alur kerja yang tertata, dan kemampuan dalam menyesuaikan rencana saat terjadi perubahan atau kendala. |
Aspek | Sangat Baik (5) | Baik (4) | Cukup (3) | Kurang (2) | Sangat Kurang (1) |
Perencanaan dan Pengorganisasian | Mampu menyusun rencana kerja strategis dan terukur, mengelola sumber daya secara efisien, serta mengatur prioritas dengan baik | Menyusun rencana kerja yang realistis dan menjalankan tugas dengan pengaturan waktu dan sumber daya yang cukup efektif | Perencanaan ada namun kurang detail, pengorganisasian masih memerlukan banyak arahan dan supervisi | Perencanaan tidak terstruktur, pengelolaan waktu dan sumber daya tidak efisien | Tidak mampu merencanakan atau mengatur pekerjaan, sering menunda dan bekerja tanpa arah |
INTERPRETASI NILAI AKHIR
Pengurangan Nilai