Mengenal
Musik Reggae
Standar Kompetensi 3 :
Mengapresiasi Karya Seni Musik
Kompetensi Dasar 3.1 :
Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik non tradisional Manca Negara dalam konteks kehidupan budaya
Kompetensi Dasar 3.2 :
Menunjukkan nilai-nilai dari pengalaman musikal hasil pengamatan terhadap pertunjukkan karya musik non tradisional mancanegara
"Apa sih Reggae“
Pengertian Musik
Sejarah Musik Reggae
:: Sejarah Musik Reggae ::
Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru" yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme.
SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin" pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan putus – putus adalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang�jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
Reggae, Rastafarian And Jamaica
Musik Reggae sendiri pertama kali ditemukan di Jamaica pada akhir tahun 1960-an. Jamaica merupakan sebuah negara yang memiliki budaya yang sangat menarik untuk dicermati, dan salah satunya ialah musik. Sebenarnya tidak hanya Reggae saja yang dimiliki oleh jamaica, karena mereka juga memiliki Ska, Rocksteady, dan DUB. �� Reggae sendiri memiliki beat yang cukup slow namun tetap dapat membuat pendengarnya bergoyang santai. Perkembangan musik yang satu ini memang sangat pesat. Musik Reggae pun akhirnya mengalami perkembangan menjadi Roots Reggae dan Dancehall Reggae yang terjadi pada akhir tahun 1970. Nama Roots Reggae sendiri diberikan oleh para Rastafarian, yang berarti sebuah musik spiritual yang diperuntukan bagi Jah. Siapakah itu Jah? Jah berarti tuhan bagi para Rastafarian. Burning Spear, Johnny Clarke, Horace Andy, Barrington Levy, dan Linval Thompson merupakan nama-nama produser yang sangat berjasa dalam mengembangkan Roots Reggae ini. Selain memiliki irama yang menarik, lirik dari Reggae pun tidak pernah lepas dari kisah cinta, seks, dan kritikan sosial kepada pemerintahan. Jadi dapat dikatakan bahwa musik Reggae juga merupakan sebuah musik bagi para pemberontak. Terlepas dari Jamaica, musik Reggae orisinal masih dapat kita temukan di Afrika dan Kepulauan Karibia. Di kedua tempat ini Reggae memiliki pengikut dengan jumlah yang sangat besar.
Asal Usul Musik Reggae
Kebudayaan dua daerah yang masih lekat dengan Jamaica ini membuat Reggae tumbuh cukup pesat. Nampaknya perjuangan Reggae tidak berhenti sampai situ saja, karena secara perlahan namun pasti Reggae mulai memasuki Amerika Serikat. Tentu saja setelah melewati proses yang cukup panjang. Mungkin Anda tahu bahwa Rhythm and Blues merupakan musik kulit hitam yang tinggal di Amerika, namun Rhythm and Blues sendiri merupakan bagian dari musik Reggae yang telah mengalami perkembangan dan beberapa proses di Amerika Serikat. Beberapa pendapat miring atau pun kritikan pedas juga sempat dialami oleh jenis musik yang satu ini, namun Reggae tetap berjalan, seakan tidak ada yang mampu untuk menahannya lagi. Puncaknya ialah ketika pada tahun 1963 musik pemberontak ini akhirnya dapat diputar di tangga radio Inggris pada acara John Peel’s Show.
Ciri-Ciri Musik Reggae
The Journey:
Reggae jadi mendunia gara-gara satu orang yang bernama Bob
Marley. Duta besar regage, gitu banyak orang ngasih label buat
Bob Marley, cowok yang lahir pada 6 Februari 1945 di St. Ann's
Parish dan besar di lingkungan miskin di Trenchtown, Jamaika.
Dari tangan cowok blasteran ini lahirlah hits klasik seperti
No Woman No Cry, I Shot the Sheriff, dan Waiting in Vain.
�Karier profesional dimulai pas Bob masih remaja berusia 16an, bersama dua,
Bunny Livingston dan Peter McIntosh (Peter Tosh). Ia pertama kali rekaman pada
1962, bersama The Teenagers atau yang juga dikenal sebagai The Wailing Rudeboys.
Ia lalu membentuk band sendiri, The Wailers. Tahun 1966, setelah menikahi Rita,
pindah ke Amerika Serikat. Tapi kepindahan Bob ke Amerika Serikat nggak lama,
arena nggak betah, Bob mutusin untuk pulang dan memilih untuk nyempurnain
yang ditulisnya. Tahun 1973 bareng Island Records, Bob ngerekam dan ngerilis Catch a Fire.��
BioGrafi
Album inilah yang menyebarkan demam Reggae ke seluruh dunia. Pada saat itu Bob mampu memberikan pilihan baru kepada penggemar rock, dalam reggae Bob Marley menghadirkan kepercayaan diri, pemberontakan, dan keadilan. Sampai tahun 1979, Bob jadi orang super sibuk karena turnya laku digelar di seluruh penjuru dunia dan juga di Madison Square Garden, venue yang waktu itu jadi barometer buat popularitas seorang artis kelas dunia. ��Akhir Yang Tragis:� Saking sibuknya, Bob bahkan tak mempedulikan kanker yang ditemukan dalam pemeriksaan dokter di tahun 1977. Sayangnya karena ngga' diobati, tanggal 11 Mei 1981, Bob meninggal. Sekitar delapan bulan sebelumnya Bob pernah terjatuh di Central Park, New York, waktu lagi asik jogging. Tim dokter memastikan bahwa kanker yang mula-mula hanya ada di kaki sudah menjalar ke mana-mana, mulai dari ke otak, paru-paru, bahkan sampai ke liver.
Popularitas ini terasa tiba-tiba.� Sebenarnya enggak sih. P erjuangan berat
juga daridulu. Kita jalan sudah sekitar dua
atau tiga tahun lalu. Dulu gue sendiri punya
band rock yang biasa awain lagu-lagu Red
Hot Chilli Peppers atau Rage Against the
Machine, Scope, lalu vakum lama
Sementara gue ingin terus berbuat. Gue memang punya obsesi lama, bikin reggae.
Gue bikin-bikin lagu, dan akhirnya gue bikin album reggae solo. Lalu gue butuh manggung dan player, yang kemudian datang dari teman-teman sepermainan. 267 Records, label yang gue buat sendiri itu asalnya dari bisnis sakit hati sebenarnya. Karena pengalaman kecewa sama distributor yang tidak becus, dan lebih nyaman juga untuk bekerja sendiri.
�Memang suka reggae sejak dulu?�Dari kecil! Bangun sekolah, gue denger Marley yang dipasang sama paman gue. Jadi sangat terbiasa, dan dari situ, jadi suka, sampai akhirnya ingin melakukan dan membuat sesuatu. Di SMA, gue juga baca filosofi reggae dan beberapa biografi tokoh reggae.
Anak kampung yang berontak dari pabrik kaleng. Memilih hidup dan bermusik di jalanan. Walau digasak dan dicemooh orang, tetap memilih reggae sebagai jalan hidupnya. Sohor di ajang festival di Amerika tetapi selalu ditolak Kedutaan Amerika di Jakarta ketika mengurus visa. Kini namanya mendunia. Dan selalu bersahaja