MENGENALI KERAGAMAN KINERJA DALAM KONTEKS AKREDITASI PAUD SERTA PENGUATAN OBSERVASI PEMBELAJARAN
Oleh: Fitria P. Anggriani
Anggota BAN-PDM
Disampaikan dalam Penyegaran untuk Calon Pelatih Asesor PAUD 2025
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
TP | Materi |
TP 1: - Memahami bahwa cara satuan PAUD berkinerja beragam | Pemahaman bahwa satuan PAUD berkinerja sangat beragam |
TP 2: - Memahami keterhubungan antara pemahaman tentang cara PAUD berkinerja dengan penulisan rasional |
|
TP 3 - Memahami cara mengenali kinerja pada aspek pembelajaran dalam konteks akreditasi | Contoh kondisi teramati yang diukur di dalam instrumen akreditasi PAUD |
BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Sesi 1
10 menit
Memahami bahwa cara satuan PAUD berkinerja beragam
Sumber: Badan Akreditasi Nasional (2023) dan Data Pokok Pendidikan (2024)
Masih terdapat 37% satuan PAUD yang belum memiliki akreditasi baik (akreditasi A/B), dan juga masih ada 25% satuan PAUD yang belum terakreditasi.
Akreditasi merupakan cerminan ikhtiar negara agar akses PAUD yang terus didorong sudah juga menghadirkan layanan PAUD yang bermutu/berkualitas
SPS
.. +ragam bentuk
lainnya
29 anak
Median peserta didik per satuan
3:97
Rasio satuan PAUD negeri vs swasta
204.540
Satuan PAUD yang terdaftar & di bawah kewenangan kab/kota
48,20% | TK | 40,86% | KB |
9,72% | SPS | 1,22% | TPA |
8
9
Kesadaran tentang ragamnya konteks PAUD menjadi bekal utama asesor dalam merekognisi cara PAUD berkinerja yang juga beragam
Apa yang dimaksud dengan layanan yang berkualitas/bermutu?
6
Kegiatan dan layanan yang perlu ada dalam kualitas proses pembelajaran:
Elemen pertama dalam PAUD berkualitas
KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN
Kegiatan dan layanan yang perlu ada dalam kemitraan dengan orang tua:
KEMITRAAN DENGAN ORANG TUA
Elemen kedua dalam PAUD berkualitas
Orang tua sebagai mitra pendidik dan sumber belajar
Orang tua yang berprofesi sebagai petani bawang mengajari anak untuk menanam bawang di kebun
Dok: PAUD Taman Bahagia, Kab. Sleman
Orang tua membantu membuat APE dari barang yang mudah ditemui di sekeliling satuan
Dok: KB Putra Harapan, Bantul
Orang tua dan pendidik mendiskusikan perkembangan anak
Orang tua membacakan buku cerita yang dipilih anak dari sudut baca yang ada di kelas
(Dokumentasi PAUD Lahairoy, Kabupaten Sorong)
Apakah satuan perlu memenuhi 8 indikator layanan esensial AUD sendirian?
Tidak.
DUKUNGAN PEMENUHAN LAYANAN ESENSIAL AUD DI LUAR PENDIDIKAN
Elemen ketiga dalam PAUD berkualitas
1
Tersedianya kelas orang tua yang bentuknya disesuaikan kondisi satuan
2
Pemantauan pertumbuhan anak (tinggi, berat, lingkar kepala) dilakukan oleh petugas kesehatan & satuan berkoordinasi dg layanan kesehatan.
3
Pemantauan perkembangan anak melalui DDTK dilakukan oleh petugas kesehatan, dan satuan berkoordinasi dg layanan kesehatan (dilakukan 6 bulan sekali utk anak usia 2-6 th).
Pemberian imunisasi anak juga perlu dipantau oleh satuan menggunakan buku KIA dan mengacu pada situs IDAI untuk jadwal imunisasi booster pada anak usia dini.
4
Satuan dapat melakukan koordinasi dg Puskesmas atau pusat layanan kesehatan terkait pemenuhan gizi dan kesehatan AUD.
Kepala satuan/pendidik dapat berkoordinasi dengan kader PKK, kader posyandu, kader BKB, fasilitator Desa, Bunda PAUD Desa untuk dapat mengkomunikasikan hasil dari rekapitulasi pencatatan gizi dan Kesehatan serta informasi lainnya yang memerlukan perhatian dari unit lain
Pemenuhan 8 Indikator layanan holistik integratif dalam PAUD berkualitas
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Menerapkan PHBS di satuan dan menyampaikan ke orang tua untuk dipraktikkan di rumah. (Dokumentasi PAUD Lahairoy, Kab. Sorong)
Berkoordinasi dengan orang tua/wali untuk penyediaan PMT menggunakan bahan makanan lokal yang bergizi
Satuan memastikan kepemilikan identitas anak (NIK)
Satuan memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi. Satuan dapat berkoordinasi dengan pihak lain seperti pemerintah desa dalam menyediakan air bersih dan sanitasi di lingkungan sekolah.
5
6
7
8
Pemenuhan 8 Indikator layanan holistik integratif dalam PAUD berkualitas
12
Indikator Layanan Holistik Integratif dalam PAUD Berkualitas
yang Mendorong Pencapaian Target Program Lintas Sektor
INDIKATOR | Stunting | UKS | PAUDHI |
1. Kelas orang tua | ✔ | ✔ | ✔ |
2. Pemantauan pertumbuhan anak | ✔ | ✔ | ✔ |
3. Pemantauan perkembangan anak | ✔ | ✔ | ✔ |
4. Koordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik | ✔ | ✔ | ✔ |
5. Penerapan PHBS | ✔ | ✔ | ✔ |
6. Pemberian PMT dan/atau pemberian makanan dengan gizi sehat | ✔ | ✔ | ✔ |
7. Pemantauan Kepemilikan NIK Peserta Didik | ✔ | | ✔ |
8. Ketersediaan Fasilitas Sanitasi | ✔ | ✔ | ✔ |
Untuk dapat menghadirkan PAUD berkualitas, maka diperlukan kepemimpinan KS dalam mengelola satuan PAUD, sehingga satuan PAUD:
Elemen keempat dalam PAUD berkualitas
KEPEMIMPINAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Mampu menghadirkan:
14
Saat menelaah data PPA dan melakukan visitasi, perlu terus mengingat bahwa …..
Ada banyak cara untuk mencapai 8 indikator kinerja PAUD HI
Ada banyak cara dalam menyusun RKT
Ada banyak cara bagi satuan PAUD dalam upayanya meningkatkan kualitas layanan
Ciri-ciri dari PAUD berkualitas adalah perilaku dan kondisi teramati yang tidak akan menghasilkan satuan PAUD yang seragam.
Ada banyak cara untuk menyusun KSP karena konteks satuan PAUD berbeda-beda.
BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Sesi 2
10 menit
Memahami keterhubungan antara pemahaman tentang cara PAUD berkinerja dengan penulisan rasional
Petunjuk Umum Penggunaan IPV
Fungsi dari Catatan Butir atau rasional penilaian
Metode 1. Telaah Dokumen
Dokumen adalah berkas yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Dokumentasi adalah hasil dari kegiatan pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi serta dapat berupa gambar, kutipan, video dan bahan referensi lain (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Dalam menilai kinerja satuan PAUD, kita perlu menggunakan keduanya
Mengapa? Karena yang kita cari bukanlah keberadaan suatu dokumen, melainkan bukti bahwa satuan PAUD sudah berkinerja. Kinerja dapat kita temukan pada dokumentasi proses kegiatan, ataupun catatan/hasil kegiatan
RPP ; hasil asesmen (ceklis, anekdot, portfolio); hasil karya
Proses wawancara digunakan untuk:
Metode 2. Wawancara
Apa tujuan wawancara dan berdialog dengan pihak satuan PAUD?
Proses observasi digunakan untuk mengkonfirmasi kinerja sekolah dalam menyediakan layanan berdasarkan kondisi yang teramati secara otentik.
Observasi hanya perlu dilakukan untuk membuktikan kinerja sekolah pada sejumlah butir yang relevan.
Metode 3. Observasi
Apa tujuan dari observasi langsung?
BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Sesi 3
20 menit
Mengasah kemampuan asesor melakukan observasi kinerja satuan PAUD dalam menghadirkan proses pembelajaran yang efektif
Catatan Tambahan
Observasi:
Memerlukan pemahaman tentang kondisi teramati pada lingkungan belajar dan proses pembelajaran yang kita harapkan terjadi
Kondisi teramati:
Contoh lain
Metodenya interaktif dan membangun keterhubungan
Mari kita bandingkan dua kegiatan pembelajaran berikut ini. Mana yang lebih aktif, eksploratif, membangun rasa ingin tahu anak, dan sarat dengan interaksi positif
Tujuan Pembelajaran: Anak mengenal simbol angka | |
Kegiatan pembelajaran A: Pendidik menjelaskan bilangan pada anak-anak menggunakan poster angka. Anak diminta menghafalkan simbol angka yang diajarkan pendidik. | Kegiatan pembelajaran B: Pendidik mengatur anak berpasang-pasangan, lalu meminta mereka mencari simbol-simbol angka yang ada di lingkungan sekolah (di buku, di kalender, di plat motor, dll). Anak dapat menyebutkan simbol angka yang diketahui maupun menanyakan simbol angka yang tidak diketahui pada pasangannya, atau pada pendidik. |
Pembahasan
Kedua kegiatan pembelajaran sama-sama dapat mencapai tujuan pembelajaran. Keduanya sama-sama dapat membangun kemampuan pengenalan bilangan pada anak.
Namun….
Kegiatan A membutuhkan anak duduk diam mendengarkan penjelasan guru. Hal ini kurang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Anak dapat merasa bosan dan akhirnya tidak mempelajari simbol angka.
Sebaliknya, kegiatan B memberi kesempatan anak aktif, memberi kesempatan anak mengeksplorasi lingkungan dan memantik rasa ingin tahu tentang simbol angka yang ada di lingkungan.
Kegiatan tersebut bahkan memberi kesempatan anak berinteraksi dengan teman sebaya dan pendidik.
Mana kegiatan yang lebih mencerminkan belajar secara nirkonteks?
Dok: PAUD Probolinggo
A
B
Apa alasannya?
A
B
Apa alasannya?
Mana kegiatan yang lebih mencerminkan belajar secara nirkonteks?
Kondisi teramati:
Ingatlah bahwa metode pembelajaran yang digunakan satuan PAUD dapat beragam!
Tidak harus selalu berupa sentra
Tidak harus menggunakan APE tertentu
contoh bagaimana struktur lingkungan belajar dapat membangun kematangan emosi yang cukup untuk berkegiatan di lingkungan belajar ->
Relevan dengan Butir IPV 14 tentang pengendalian diri
Bentuk pembiasaan
Dengan melakukan pembiasaan di atas, anak mengetahui hal apa yang diekspektasikan kepadanya oleh lingkungan sekitarnya. Kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan berulang mengurangi kecemasan anak yang mungkin memunculkan perasaan tidak nyaman. Hal ini dapat membantu anak dalam mengelola emosinya.
Perilaku teramati yang diharapkan dapat terbina
Bentuk pembiasaan
Kemampuan literasi - butir IPV 11, 12 dan 13
Pembiasaan di atas bermaksud untuk memberikan eksposur lebih pada anak untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan literasi awal mereka.
Kondisi teramati:
Bagaimana prinsip dalam membangun kemampuan matematika bagi anak usia dini?
Kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan tahapan perkembangan
Dalam menetapkan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran, pendidik harus memahami cara anak usia dini belajar.
Kegiatan pembelajaran harus menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif sehingga setiap area dan jenjang piramida ini terasah.
Bermain adalah cara terbaik (bermain adalah belajar)
Saat ada area dan jenjang yang tidak terasah optimal, maka hal tersebut akan jadi hutang kita karena anak akan memerlukan usaha lebih besar saat ada di jenjang berikutnya.
Contoh scaffolding untuk membangun pemahaman tentang konsep bilangan
Tidak cukup kalau hanya sekedar mengenal angka
Bilangan | Kemampuan peserta didik dalam merasakan makna bilangan dengan menggunakan benda benda konkret sehingga akhirnya terbangun keterampilan menyatakan hubungan antar bilangan, seperti menentukan bilangan yang lebih besar/kecil, mengenal beberapa cara membentuk suatu bilangan dan kesadaran akan bilangan yang bisa bertambah/ berkurang. |
Contoh Pengembangan Kemampuan Bilangan
Dalam mengenalkan bilangan (angka) apakah harus dipaparkan langsung dengan angka setiap hari? Atau menghafalkan bentuknya dan membunyikannya? Tentu tidak. Mari kita lihat proses berikut.
Anak perlu menyadari jumlah benda di sekitarnya. Banyak, sedikit - yang mewakili benda konkrit di sekitarnya.
Anak mulai dapat membilang jumlah benda yang ia lihat. Jika disebutkan 4 apel, ia dapat menunjukkan benda konkrit yang ia lihat mewakili jumlah 4 apel.
Anak mulai diajak memahami bahwa simbol angka 1 mewakili jumlah 1 buah apel
Sedikit
Banyak
Ada empat apel
Anak sudah mulai paham simbol 1 adalah representasi dari bilangan 1
Ini adalah angka satu
Sebelum anak mengenal bilangan, anak perlu memahami konsep dari bilangan itu sendiri. Artinya, anak bukan hanya diajak menghafal bentuk simbol bilangannya, melainkan perlu diajak memahami makna dari simbol bilangan yang ia lihat mewakili jumlah bendanya.
Pendidik dapat membangun kompetensi matematika dengan perancangan kegiatan yang menempatkan anak sebagai pelaku aktif, sehingga dapat menemukan pemahamannya sendiri:
Selaras dengan butir IPV, kita juga dapat mengecek apakah kegiatan di PAUD hanya terbatas calistung saja
Mari kita lihat perbedaan dari dua ilustrasi berikut:
Anak diminta untuk mengerjakan LK saja tanpa ada penjelasan dari guru
Anak diminta untuk menghafal materi
Anak diminta untuk menghafal penjumlahan 1 sampai 10
Pembelajaran fokus ke calistung dan hafalan:
Anak dilatih untuk menghargai kesepakatan kelas
Anak dilatih agar terampil merawat dirinya
Pembelajaran yang utuh:
Anak didorong untuk mengutarakan gagasan
Anak dilatih untuk bekerja sama dengan rekan sebaya dalam membuat suatu projek sederhana
Tujuan pembelajaran sesungguhnya adalah memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan fondasi agar menjadi pembelajar sepanjang hayat di tingkatan kelas mana pun.
Proses anak belajar membaca, menulis, dan berhitung tidaklah instan. Artinya, kemampuan ini perlu dibangun secara bertahap, memperhatikan kemampuan apa saja yang sudah dimiliki anak sebagai prasyarat, dan kesiapan anak untuk menguasai kemampuan lain yang dapat mendukung kesiapannya calistung.
→ Mari membahas lebih dalam cara menguatkan dasar dari kemampuan literasi dan numerasi anak, bukan hanya calistung.
Apakah kegiatan di PAUD tidak boleh ada calistung?
Tahapan Kemampuan Literasi Anak
Keenam cakupan kemampuan dasar literasi ini perlu dilalui anak satu demi satu agar anak dapat mengembangkan kemampuan membaca yang optimal.
Anak mampu mengutarakan ide-idenya (kemampuan bertutur)
Anak mengetahui lingkungan sekitarnya. Misalnya dengan melihat banyak pohon kelapa, suhu udara panas, suara ombak, anak paham bahwa ia berada di daerah pesisir (pantai) (pengetahuan latar).
Dengan mengenal lingkungan dan benda di sekitar, banyak mendengarkan percakapan dan diajak bercakap-cakap, anak semakin bertambah kosa katanya sebagai tabungan kata anak (kosa kata).
Semakin banyak perbendaharaan atau “tabungan kata” anak, maka anak akan mulai mengaitkan apa yang dilihat (simbol, gambar, logo, dan lainnya) dengan kata-kata yang sering diucapkan dan dimaknai (kesadaran cetak).
Anak mulai belajar mengaitkan huruf-huruf dengan bunyi dari kata-kata yang sering diucapkan anak. Kemampuan ini dapat terus dikembangkan hingga pembentukan suku kata dan kata sederhana maupun kompleks sesuai perkembangan kemampuan anak (keaksaraan)
Anak memahami bahwa kata yang diucapkan sehari-hari terdiri atas bunyi huruf tertentu. Misalnya ketika anak mengucapkan kata “buku”, anak memahami bahwa yang kata yang diucapkan itu terbentuk dari dua suku kata (bu - ku), merupakan bunyi awal dari huruf “b” bukan “d”. Kemampuan ini merupakan bekal anak nantinya mengaitkan bunyi huruf maupun kata, dengan teks yang dilihat. (kesadaran fonemik)
proses kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang yang bertujuan untuk membuat anak menjadi terbiasa dalam bersikap, berperilaku dan berpikir sesuai dengan yang ingin dikembangkan melalui aktivitas sehari-hari di luar pembelajaran.
Pembiasaan
Contoh pembiasaan |
|
Relevan dengan:
Pembiasaan untuk mencapai berbagai kemampuan yang diukur di ragam butir IPV
“Play- based learning opportunities allow children to engage in activities that draw on their natural interests to question, explore, and experiment” -> Bermain adalah Belajar
Belum Tentu
Proses pembelajaran terbukti menyenangkan jika:
Prosesnya menyenangkan
Apakah proses menyenangkan sama dengan melakukan kegiatan bermain atau bernyanyi sepanjang waktu?
Prosesnya menyenangkan
Bagaimana caranya?
Mari tonton video berikut!
Salah satu aspek atau kemampuan yang perlu dibangun pada anak adalah pemaknaan terhadap belajar yang positif. Artinya, anak menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan senang untuk mencoba berbagai hal baru.
Mari berbagi!
Tautan video: https://drive.google.com/file/d/1Yg0068nJmIpi_BWn6_RsoHJmTwfir_o2/view?usp=sharing
Video dari Instagram yumnafatikha_
Pembahasan
Berikut merupakan tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian, dan kegiatan pembelajaran yang tergambar dalam video tersebut:
Apakah pembelajaran tersebut efektif? Iya, karena anak lebih cepat
menghafal asosiasi antara angka dengan simbol.
Apakah pembelajaran tersebut menyenangkan? Iya, karena anak diajak
untuk bergerak; anak diajak untuk bermain menerapkan permainan seperti
di video, kegiatan pembelajaran
Prosesnya menyenangkan
A
B
Mana kegiatan yang lebih mencerminkan bermain adalah belajar?
Diskusi
5 menit
terima kasih
Data yang menjadi bermakna karena berhubungan dengan kebutuhan data kinerja yang kita cari
Saat kita mampu menentukan apakah suatu indikator kinerja sudah terpenuhi berdasarkan berbagai data yang kita kumpulkan
-> di titik inilah kita dapat memberikan pendampingan yang bermakna
Indikasi bahwa PAUD sudah berkinerja
Apa yang kita baca, dengar dan lihat
Pemahaman tentang kinerja yang diukur pada butir akreditasi DAN pemahaman tentang bentuk kinerja yang baik pada area tersebut
Dalam menentukan keterpenuhan indikator kinerja satuan PAUD, maka kita perlu mampu membedakan kelima hal ini: