1 of 56

Topik: Projek PenguatanPROFIL PELAJAR PANCASILA

Sosialisasi Dinas Pendidikan

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022

2 of 56

Mari kita cek pemahaman terlebih dahulu

Silakan scan kode atau kunjungi link berikut ini jika Anda bersedia melakukan self-assessment:

bit.ly/AsesmenP5_Dinas

Kurikulum Merdeka & asesmen untuk pembelajaran:

Asesmen adalah bagian penting dari pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen digunakan untuk menginformasikan pendidik dan peserta didik tentang kebutuhan belajar mereka. Dengan demikian, asesmen dalam pembelajaran tidak digunakan untuk memberikan nilai dan ranking berdasarkan hasil belajar, tetapi justru memandu proses belajar.

Sosialisasi merupakan proses belajar. Oleh karena itu, Ibu dan Bapak peserta dapat menggunakan asesmen ini untuk memandu proses yang Ibu dan Bapak lalui untuk memahami kebijakan pemulihan pembelajaran.

Asesmen ini tidak wajib dan tidak memberi dampak apapun selain untuk pembelajaran kita sendiri :)

3 of 56

Tujuan Diskusi

Memahami konsep projek penguatan profil Pelajar Pancasila agar dapat mengembangkan kegiatan pendampingan yang dibutuhkan satuan pendidikan.

4 of 56

Materi Diskusi

Pentingnya projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai program untuk mencapai dimensi profil pelajar Pancasila

Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila penerjemahannya dalam implementasi di satuan pendidikan

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan

Dukungan untuk pengembangan dan penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila: Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan contoh-contoh modul

A

B

E

Peran pengawas dalam membimbing satuan pendidikan dalam penerapan dan pengelolaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

D

C

5 of 56

Kesepakatan Proses Diskusi

  • Mengikuti kegiatan secara utuh sepanjang 120 menit
  • Berpartisipasi dalam aktivitas belajar
  • Mengaktifkan ‘raise hand’ sebelum bertanya/atau berbicara serta menunggu sampai dipersilahkan oleh moderator. setelah selesai, klik ‘lower hand’
  • …. (ada hal lain yang kita sepakati?)

Apakah kita sepakat untuk hal-hal berikut ini? (centang jika sepakat)

6 of 56

Pentingnya projek penguatan profil pelajar Pancasila

Apa pentingnya projek penguatan profil pelajar Pancasila?

7 of 56

M

T

W

T

F

Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada siswa untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam projek penguatan ini, siswa memiliki kesempatan untuk mengupas dan memahami tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dll., sehingga siswa bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tema ini dapat berubah setiap tahunnya, ditentukan oleh pemerintah pusat (Kemdikbud) berdasarkan isu yang diprioritaskan.

Sumber: OECD (2018)

“... perlulah anak-anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri, dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”

8 of 56

Latar Belakang projek penguatan profil pelajar Pancasila

  • Dalam penguatan karakter dan kompetensi umum (transversal atau general competences), penting bagi siswa belajar lintas ilmu. Namun demikian, pembelajaran berbasis projek ini belum menjadi kebiasaan di kebanyakan sekolah di Indonesia, sehingga perlu dukungan kebijakan pusdat.
  • Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah terjemahan dari pengurangan beban belajar di kelas (intrakurikuler) sebagaimana rekomendasi kajian-kajian internasional, agar siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar di setting yang berbeda (less formal, less structured, more interactive, engaged in community)
  • Siswa perlu lebih peka terhadap isu-isu terkait SDGs. Mengeksplorasi isu tersebut lebih banyak di luar mata pelajaran dalam bentuk projek memberikan ruang lebih besar untuk mengenali, memahami, dan mendalami isu tersebut. Diharapkan, siswa dapat menjadi warga Indonesia dan warga dunia yang bertanggung jawab dan aktif berkontribusi

9 of 56

“Konsep karakter yang lebih kompleks terbangun sebagai hasil sintesis beberapa dimensi, sebagai contoh konsep nasionalisme” ��dikutip dari naskah akademik

Nasionalisme terbangun dalam diri pelajar Indonesia sebagai buah dari perkembangan elemen sekurang-kurangnya dari 3 (tiga) dimensi: elemen Akhlak bernegara dalam dimensi (1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, kepedulian pada sesama yang merupakan bagian dari dimensi (2) Bergotong Royong, serta dimensi (3) Berkebinekaan Global.

Pelajar Indonesia terbangun identitas dirinya secara matang dan memiliki nilai-nilai nasionalisme yang tertanam kuat, seiring dengan terbangunnya rasa kemanusiaan. Dengan demikian, kecintaannya pada tanah air serta tekadnya untuk membela keutuhan bangsa dan Negara Indonesia berkembang sejalan dengan kesadarannya bahwa ia adalah bagian dari warga dunia yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan universal. Keseimbangan identitas diri sebagai warga negara yang nasionalis dan warga dunia yang humanis mendorong pelajar Indonesia memiliki jati diri yang kuat dalam merepresentasikan budaya luhur bangsanya, terbuka, inklusif, dan siap berkontribusi untuk memajukan bangsanya dan dunia

10 of 56

Dimensi dan elemen profil pelajar Pancasila

Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Berkebinekaan Global

Bergotong royong

Mandiri

Bernalar Kritis

Kreatif

Akhlak beragama

Akhlak pribadi

Akhlak kepada manusia

Akhlak kepada alam

Akhlak bernegara

Mengenal dan menghargai budaya bangsa Indonesia dan dunia

Komunikasi dan interaksi antar budaya

Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan

Berkeadilan sosial

Kolaborasi

Kepedulian

Berbagi

Pemahaman diri dan situasi

Regulasi diri

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

11 of 56

Penerapan profil pelajar Pancasila di sekolah

Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri

Budaya Sekolah

Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah

Intrakurikuler

Muatan Pelajaran

Kegiatan/ pengalaman belajar

Projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pembelajaran berbasis projek yang kontekstual dan interaksi dengan lingkungan sekitar

Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat

Pelajar

Indonesia

12 of 56

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

13 of 56

Prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

Apa saja prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila?

14 of 56

Holistik

Kontekstual

Berpusat pada murid

Eksploratif

15 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bagaimana penerjemahan prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam implementasi di satuan pendidikan?

16 of 56

Diskusi penerjemahan prinsip: Holistik

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

17 of 56

Diskusi penerjemahan prinsip: Kontekstual

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

18 of 56

Diskusi penerjemahan prinsip: Berpusat pada murid

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

19 of 56

Diskusi penerjemahan prinsip: Eksploratif

Seperti apa penerapannya?

Guru

Siswa

20 of 56

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Oleh karenanya, setiap tema projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek, seperti murid, guru, sekolah, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

21 of 56

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong guru dan murid untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. Oleh karenanya, sekolah sebagai penyelenggara kegiatan projek harus membuka ruang dan kesempatan bagi murid untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup sekolah. Tema-tema projek yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing. Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian, diharapkan murid dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.

22 of 56

Prinsip-prinsip kunci Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Berpusat Pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada murid berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong murid untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. Guru diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi. Sebaliknya, guru sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi murid untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri. Harapannya, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan murid dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

23 of 56

Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Namun demikian,

diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaanya, guru tetap dapat merancang kegiatan projek secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah murid dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler.

24 of 56

Posisi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Ditentukan berdasarkan prioritas yang dinyatakan dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, SDGs, dsb.

Tema ini perlu dikembangkan menjadi topik yang lebih spesifik dan kontekstual di satuan pendidikan

Tema ini dapat berubah setiap tahun

Kemendikbud menentukan tema untuk setiap projek yang diimplementasi di satuan pendidikan

Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan dapat merancang muatan lokal berupa projek berdasarkan tema yang ditetapkan

25 of 56

Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek adalah unit pembelajaran terintegrasi, bukan tematik (webbed)*

Pengetahuan dan keterampilan (kompetensi) yang dalam projek terdiri dari lintas disiplin ilmu, berpadu dan melebur, tidak dipisahkan lagi mana yang merupakan bagian dari mapel-mapel

Unit Pembelajaran Integrasi ~ Jus

Mata pelajaran dirangkai atau dipadu dengan menggunakan satu tema. Pengetahuan dan keterampilan dari masing-masing mata pelajaran dapat diuraikan, sehingga meskipun temanya sama, muatan mapel Matematika, misalnya, masih bisa dipisahkan dengan mapel Bahasa Indonesia, IPA, dsb.

Unit Pembelajaran Tematik ~ Gado-gado

26 of 56

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

SD wajib memilih min. 2 tema per tahun

SMP, SMA, dan SMK wajib memilih min. 3 tema per tahun

Sekolah menentukan tema dan mengembangkannya untuk setiap kelas/angkatan

Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA/K)

Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.

Melalui tema ini, murid mengembangkan kemampuan berpikir sistem untuk memahami keterkaitan aktivitas manusia dengan dampak-dampak global yang menjadi akibatnya, termasuk perubahan iklim. Murid juga dapat dan membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan serta mencari jalan keluar untuk masalah lingkungan serta mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang lebih berkelanjutan dalam keseharian.

Selain itu, murid juga mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya (bencana alam akibat perubahan iklim, krisis pangan, krisis air bersih dan lain sebagainya), serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya.

Contoh muatan lokal:

Jakarta : situasi banjir

Kalimantan : hutan sebagai paru-paru dunia

Kearifan Lokal (SD-SMA/K)

Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. Siswa mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/ daerah berkembang seperti yang ada, bagaimana perkembangan tersebut dipengaruhi oleh situasi/konteks yang lebih besar (nasional dan internasional), serta memahami apa yang berubah dari waktu ke waktu apa yang tetap sama. Siswa juga mempelajari konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal, serta merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka. Siswa juga belajar untuk mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya dan nilai-nilai luhur yang dipelajarinya.

Contoh muatan lokal:

Jawa Barat : sistem masyarakat di Kampung Naga

Papua : sistem masyarakat di Lembah Baliem

27 of 56

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/K)

Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Mereka juga mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan tentang fenomena global misalnya masalah lingkungan, kemiskinan, dsb. Siswa secara kritis dan reflektif menelaah berbagai stereotip negatif yang biasanya dilekatkan pada suatu kelompok agama, dan dampaknya terhadap terjadinya konflik dan kekerasan. Melalui projek ini, siswa mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan.

Contoh muatan lokal:

Menangkap isu-isu atau masalah keberagaman di lingkungan sekitar dan mengeksplorasi pemecahannya

Bangunlah Jiwa dan Raganya (SMP-SMA/K)

Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. Siswa melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing) mereka serta mengkaji fenomena perundungan (bullying) yang terjadi di sekitar mereka, baik dalam lingkungan fisik maupun dunia maya, serta berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, termasuk isu narkoba, pornografi, dan kesehatan reproduksi. Siswa merancang kegiatan dan komitmen untuk senantiasa menjaga kesejahteraan dirinya dan orang lain, serta berusaha untuk mengkampanyekan isu terkait.

Contoh muatan lokal:

Mencari solusi untuk masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja lokal

28 of 56

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Suara Demokrasi (SMP-SMA/K)

Dalam lingkungan sekolah, siswa mencoba mempraktikkan sistem demokrasi dan pemerintahan yang diterapkan di Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada proses pemilihan umum dan perumusan kebijakan. Melalui pembelajaran ini siswa merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam dunia kerja. Menggunakan kemampuan berpikir sistem, siswa menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila.

Contoh muatan lokal:

Sistem musyawarah yang dilakukan masyarakat adat tertentu untuk memilih kepala desa

Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI (SD-SMA/K)

Siswa berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. Siswa mengasah berbagai keterampilan berpikir (berpikir sistem, berpikir komputasional, atau design thinking) dalam mewujudkan produk berteknologi. Melalui projek ini, siswa dapat mempelajari dan mempraktikkan proses rekayasa (engineering process) secara sederhana, mulai dari menentukan spesifikasi sampai dengan uji coba, untuk membangun model atau prototipe produk bidang rekayasa (engineering). Mereka juga dapat mengasah keterampilan coding untuk menciptakan karya digital, dan berkreasi di bidang robotika. Harapannya, para siswa dapat membangun budaya smart society dengan menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan penerapan teknologi, mensinergikan aspek sosial dan aspek teknologi.

Contoh muatan lokal:

Membuat desain inovatif sederhana yang menjawab permasalahan yang ada di sekitar sekolah

29 of 56

Delapan Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Kewirausahaan (SD-SMA)

Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Siswa kemudian merancang strategi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan dalam projek ini seperti terlibat dalam kegiatan ekonomi rumah tangga, berkreasi untuk menghasilkan karya bernilai jual, dan kegiatan lainnya, yang kemudian diikuti dengan proses analisis dan refleksi hasil kegiatan mereka. Melalui kegiatan ini, kreatifitas dan budaya kewirausahaan akan ditumbuhkembangkan. Siswa juga membuka wawasan tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas

Contoh muatan lokal:

Membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual

Kebekerjaan (SMK)

Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam projeknya, peserta didik juga akan mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja.

Contoh muatan lokal:

Membuat sistem yang efisien untuk pemanfaatan bahan/material dalam industri

30 of 56

Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan PAUD

Mengenali dan belajar untuk merawat ciptaan Tuhan, berkreasi menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai untuk memperpanjang waktu gunanya, serta projek-projek kecil yang mendorong anak untuk bersyukur atas karunia lingkungan alam sekitar dengan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan alam sekitarnya. Melalui projek ini, diharapkan kesadaran anak untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan sehingga kelak ia terdorong untuk mencari jalan keluar untuk masalah lingkungan serta mempromosikan gaya hidup serta praktik kerja yang lebih berkelanjutan.

Contoh projek: Mengenalkan kebiasaan mengurangi dan mengorganisasi sampah. Mengajarkan anak-anak cara konsumsi yang lebih efisien. Bisa juga dilanjutkan berkarya membuat benda fungsional dengan mendaur ulang barang/sampah

01

Aku sayang bumi

(dari Tema Perubahan Iklim Global)

Mengenali, membangun rasa ingin tahu, dan mengapresiasi keunikan budaya melalui hal sederhana dalam keseharian (makanan, musik, pakaian, permainan tradisional, dll.). Mereka juga diajak untuk mengenali identitas diri dan kebiasaan-kebiasaan budaya dalam keluarga, mengenali identitas teman dan orang terdekatnya melalui berbagai kegiatan eksplorasi dan berkarya.

Contoh projek: Mengeksplorasi beragam kudapan tradisional, termasuk rasa, bentuk, tekstur, warna, dan karakteristik lainnya. Mempelajari bahan dan proses pembuatannya, serta sejarah lokal terkait kudapan tersebut.

Mengunjungi pameran budaya dan anak diajak mengapresiasi atau menceritakan ulang isi pameran; baju daerah, tarian tradisional dan makanan tradisional.

02

Aku cinta Indonesia

(dari Tema Kearifan Lokal)

31 of 56

Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan PAUD

Mengenalkan anak untuk berinteraksi dengan teman yang beragam, mengenali hal-hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal. Dari perbedaan tersebut, anak belajar untuk menghormati orang lain yang berbeda dengan dirinya. Anak belajar memandang dari sudut pandang yang berbeda, bermain dan bekerja sama dengan teman yang lebih beragam sehingga anak mempraktekkan hidup rukun dan damai.

Contoh projek: Menciptakan atau memodifikasi permainan-permainan yang bisa dilakukan secara kolaboratif untuk merayakan hari kemerdekaan. Ide-ide permainan ini akan dimainkan bersama dengan anak-anak di kelas lain di sekolah atau sekitar lingkungan sekolah (mengenalkan anak pada lingkungan baru di luar kesehariannya)

03

Bermain dan bekerjasama/ Kita Semua Bersaudara

(dari Tema Bhinneka Tunggal Ika)

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya, serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. Mengunjungi tempat-tempat yang memantik imajinasi dan rasa ingin tahu, merasakan pengalaman mengunjungi tempat-tempat yang memantik rasa ingin tahu dan imajinasi, lalu meresponsnya dengan karya yang inovatif dan kreatif sesuai dengan tahapan perkembangannya, seperti membuat model atau prototipe imajinatif.

Contoh projek: anak diajak mengunjungi taman bermain tematik, setelahnya membuat karya imajinatif melalui gambar atau menyusun balok dengan tema taman bermain paling asyik menurut anak. Setelah itu anak menceritakan karyanya.

04

Imajinasiku/ Imajinasi dan Kreativitasku

(dari Tema Berekayasa dan Berteknologi)

32 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bagaimana pengembangan tema- tema projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam implementasi di satuan pendidikan?

33 of 56

Contoh pengembangan tema

GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

Contoh Projek

Kampanye sederhana untuk memecahkan isu lingkungan, misal cara pencegahan kebakaran hutan atau banjir.

Melakukan aksi dan melatih keterampilan komunikasi dengan menggunakan media visual dan verba

Membuat purwarupa sistem pengelolaan sampah di sekolah

Melakukan penelitian dan perancangan sistem pengelolaan sampah berdasarkan eksplorasi dan pengolahan data nyata.

Mendesain sistem pengelolaan sampah untuk mengatasi permasalahan banjir di lingkungan sekitar sekolah.

Melakukan penelitian dan perancangan sistem berdasarkan data nyata dan praktik baik.

Membuat sistem yang efisien untuk pemanfaatan bahan/material dalam industri

Pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Mengklasifikasikan sampah, mengolah dan memanfaatkan barang tak terpakai untuk menjadi benda yang berdaya guna dan memiliki nilai jual

Elemen PPP yang disasar

Akhlak terhadap alam

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Untuk diksus, pada dasarnya projek bisa mengambil dan/atau mengembangkan projek dari jenjang lain menyesuaikan dengan kondisi dan tahapan belajarnya.

34 of 56

Diskusi : Apa saja isu yang dapat dikembangkan untuk tema

GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

Contoh Projek

Elemen PPP yang disasar

Akhlak terhadap alam

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Akhlak terhadap alam

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

35 of 56

Projek penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD

Satuan pendidikan memilih minimal 2 tema setiap tahunnya.

Penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD.

Tidak ada rapor tersendiri untuk projek di PAUD. Proses projek diharapkan dapat muncul dalam portofolio atau catatan asesmen anak.

36 of 56

Alokasi Waktu Projek

PAUD:

tidak ada minimal alokasi waktu

SD kelas I‒V:

252 JP

SD kelas VI:

224 JP

SMP kelas VII‒VIII:

360 JP

SMP kelas IX:

320 JP

SMA kelas X:

486 JP

SMA kelas XI:

216 JP

SMA kelas XII:

192 JP

SMK Kelas X:

288 JP

SMK Kelas XI:

144 JP

SMK Kelas XII (Program 3 tahun):

36 JP

SMK Kelas XII (Program 4 tahun):

144 JP

SDLB Kelas I:

234 JP

SDLB Kelas II:

252 JP

SDLB Kelas III - V:

306 JP

SDLB Kelas VI:

272 JP

SMPLB Kelas VII - VIII

306 JP

SMPLB Kelas IX

272 JP

SMALB Kelas X - XI

378 JP

SMALB Kelas XII

336 JP

37 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk SD- SMA

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

38 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk SD- SMA

Dalam satu tahun ajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sekurang-kurangnya:

  1. 2 projek dengan 2 tema berbeda di SD/MI,
  2. 3 projek dengan 3 tema berbeda di SMP/MTs dan SMA/MA kelas X,
  3. 2 projek dengan 2 tema berbeda di kelas XI dan XII SMA/MA,

39 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk SMK

Untuk SMK/MAK, dalam satu tahun ajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sekurang-kurangnya 3 projek dengan 2 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas X, 2 projek dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas XI, dan 1 projek dengan tema Kebekerjaan di kelas XII SMK/MAK. Kelas XIII pada SMK program 4 tahun tidak mengambil projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMK dapat dilaksanakan secara terpadu berkolaborasi dengan mitra dunia kerja, atau dengan komunitas/organisasi serta masyarakat.

Karena jenjang SMK/MAK sudah memiliki mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan, maka tema ini tidak menjadi pilihan untuk jenjang SMK. Untuk SMK, ada tema wajib yaitu Kebekerjaan. Pada tema ini, peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dan dunia kerja. Peserta didik membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. Dalam projeknya, peserta didik juga akan mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan di dunia kerja. Tema ini ditujukan sebagai tema wajib khusus jenjang SMK/MAK.

40 of 56

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk Pendidikan Khusus

  • Untuk diksus, pada dasarnya projek bisa mengambil dan/atau mengembangkan projek dari jenjang lain menyesuaikan dengan kondisi dan tahapan belajarnya.
  • Penerjemahan tema dalam projek disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ABK
  • Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat diintegrasikan pada mata pelajaran keterampilan atau mapel lain yang relevan
  • Akan ada pedoman pelaksanaan tersendiri untuk implementasi ini

41 of 56

Apa saja yang perlu disiapkan Sekolah Penggerak �untuk dapat menggulirkan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

  • Pengelolaan jam pelajaran dan kolaborasi guru
  • Pengaturan agar alokasi jam mengajar guru tetap sama

Guru

  • Menyiapkan sistem dari perencanaan hingga penilaian
  • Sistem pendokumentasian projek untuk dapat digunakan sebagai portofolio
  • Kolaborasi dengan narasumber pengaya projek: masyarakat, komunitas, universitas, praktisi

Pengelolaan waktu dan kegiatan

42 of 56

Komponen Modul Projek

Informasi utama

  • Deskripsi singkat projek. Satu paragraf singkat yang menjelaskan tentang tujuan umum, ruang lingkup tema, dan relevansi projek dengan sekolah ( siswa)
  • Dimensi dan sub elemen dari Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan
  • Tujuan spesifik untuk fase tersebut
  • Cara penggunaan perangkat ajar
  • Alur kegiatan projek secara umum
  • Relevansi projek untuk sekolah

Asesmen

  • Penjelasan tentang aspek yang dinilai
  • Instrumen penilaian (misalnya rubrik, evaluasi diri, dsb.) yang dapat langsung digunakan guru
  • Contoh umpan balik atau penilaian yang diberikan
  • Lembar refleksi siswa
  • Lembar refleksi guru

Persiapan

  • Catatan penting untuk menyiapkan guru dan anggota komunitas sekolah lain
  • Referensi yang akan digunakan

Langkah-langkah pelaksanaan

  • Alat dan bahan yang harus disiapkan dan dibutuhkan untuk setiap langkah
  • Langkah-langkah kegiatan dan alokasi waktunya, termasuk bagaimana guru perlu memainkan perannya sebagai fasilitator,

Kegiatan pengayaan

Beberapa alternatif kegiatan tambahan sebagai bentuk pengayaan

Tips untuk guru

Saran dan tips konkret agar proses belajar dapat lebih efektif

43 of 56

M

T

W

T

F

Contoh Rapor Projek

44 of 56

Rapor Projek

Skenario

Didi adalah peserta didik kelas 10 di SMA Bintang Kejora, Palangkaraya. Dalam setahun, satuan pendidikan tersebut menyelenggarakan 3 projek pengembangan Profil Pancasila dan setiap peserta didik wajib mengikutinya.

Projek 1 | Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia

Projek ini adalah projek yang mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika. Ada 2 dimensi Profil yang dibangun dalam projek ini:

  • Kebinekaan global
  • Bernalar kritis

Projek 2 | 3R

Projek ini adalah projek yang mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Projek ini membangun 3 dimensi Profil Pelajar Pancasila, namun berbeda dengan projek pertama

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
  • Mandiri
  • Bernalar kritis

Projek 3 | Merancang Simulasi Digital

Projek ini adalah projek yang mengambil tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Ada 2 dimensi Profil yang dibangun dalam projek ini:

  • Kreatif
  • Bernalar kritis
  • Bergotong royong

Dalam setiap projek, pendidik mengambil beberapa sub elemen yang menjadi fokus pengembangan peserta didik, dan dilaporkan dalam rapor projek.

45 of 56

RAPOR PROJEK PROFIL

Nama sekolah

SMA Bintang Kejora

Kelas

10

Alamat

Jl. Bijaksana no. 1, Palangkaraya

Fase

E

Nama Siswa

Didi Felicia Herutami

Tahun ajaran

2021/2022

NISN

201912345

Sekolah

Bintang

Kejora

Projek 1 | Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia

Projek ini adalah projek pertama di kelas 10. Projek ini diharapkan membangun dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni berkebinekaan global dan bernalar kritis. Pada projek ini, siswa belajar untuk membuka diri mengenal stigma dan stereotip yang ia punya terhadap orang yang baru dikenal mengeksplorasi pengetahuan (dari segi hukum, kebijakan, juga norma sosial) dan mengenal lebih dekat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia, mereduksi prasangka, refleksi diri, dan bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata.

46 of 56

Projek Kelas 10

1. Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia

BSH

SB

Kreatif

Bergotong royong

Berkebinekaan global

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Mandiri

Bernalar kritis

BB. Belum Berkembang

MB. Mulai Berkembang

BSH. Berkembang Sesuai Harapan

SB. Sangat berkembang

Siswa masih membutuhkan bimbingan dalam mengembangkan kemampuan

Siswa mulai mengembangkan kemampuan namun masih belum ajek

Siswa telah mengembangkan kemampuan hingga berada dalam tahap ajek

Siswa mengembangkan kemampuannya melampaui harapan

47 of 56

1. Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia

BB

MB

BSH

SB

Berkebinekaan global

Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya. Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam rentang waktu yang panjang dan konteks yang luas.

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya. Memahami pentingnya saling menghormati dalam mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam perilaku.

Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan. Merefleksikan secara kritis dampak dari pengalaman hidup di lingkungan yang beragam terkait dengan perilaku, kepercayaan serta tindakannya terhadap orang lain

Menghilangkan stereotip dan prasangka. Mengkritik penggunaan stereotip dan prasangka yang ada dalam sejumlah teks dan permasalahan yang berkaitan dengan kelompok budaya tertentu dalam lingkup nasional, regional, dan global.

Menyelaraskan perbedaan budaya. Mengetahui tantangan dan keuntungan hidup dalam lingkungan dengan budaya yang beragam, serta memahami pentingnya kerukunan antar budaya dalam kehidupan bersama yang harmonis.

48 of 56

1. Mengenal dan merawat keberagaman agama dan keyakinan di Indonesia

BB

MB

BSH

SB

Bernalar kritis

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis.

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan.

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri. Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan.

Catatan proses:

Dalam mengerjakan projek ini, Didi aktif melibatkan diri dengan memberikan usulan tentang cara-cara untuk mengajak remaja lainnya membuka diri terhadap stereotip tentang agama dan keyakinan. Wawasan yang luas dan pengalamannya berada di tengah lingkungan yang beragam sangat membantu Didi dalam memberikan ide dan gagasan serta berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok. Ia aktif memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memancing diskusi di kelompoknya, sehingga ia dan teman kelompoknya dapat merancang kampanye yang efektif. Dalam pengerjaan projeknya pun, Didi tampak terbiasa untuk membantu teman yang kesulitan.

49 of 56

Foto pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

M

T

W

T

F

Melipat kertas suara dan perhitungan suara pada pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 1 Ternate.

50 of 56

Dukungan Pemerintah…

Apa saja dukungan pemerintah untuk pengembangan dan penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

M

T

W

T

F

51 of 56

M

T

W

T

F

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Silakan scan kode atau kunjungi link berikut ini untuk mengunduh panduan:

[QRcode]

https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/unduhan/PP5_2021.pdf

52 of 56

Contoh Cuplikan Modul Projek

Sub-elemen yang disasar

  • Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
  • Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
  • Kerja sama
  • Koordinasi Sosial
  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Modul Projek Fase D

Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan

Topik: Sampahku, Tanggungjawabku

Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Gotong royong
  • Bernalar kritis

Asesmen Diagnostik. Dilakukan sebelum projek dimulai untuk mengukur kompetensi awal murid yang dipakai untuk menentukan kebutuhan diferensiasi murid, pengembangan alur dan kegiatan projek, dan penentuan perkembangan sub-elemen antarfase

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim

1.

Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di satuan pendidikanku

8.

Pengorganisasian Data Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di satuan pendidikanku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata Sayangi satuan pendidikanku:

Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada

11.

Poster Aksi Nyata Sayangi satuan pendidikanku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata Sayangi satuan pendidikanku:

Menentukan Karakteristik Poster yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata Sayangi satuan pendidikanku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif

Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi satuan pendidikanku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil Refleksi

Mengelola Sampah di satuan pendidikan

CONTOH

53 of 56

Dukungan Pemerintah…

Apa yang bisa dilakukan Bapak dan Ibu dalam mendukung implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila?

M

T

W

T

F

54 of 56

M

T

W

T

F

  • Bagaimana mendorong kolaborasi masyarakat dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila?
  • Bagaimana membantu satuan pendidikan untuk mengembangkan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

55 of 56

Kesimpulan

M

T

W

T

F

  • Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk mencapai dimensi-dimensi dalam profil pelajar Pancasila
  • Projek penguatan profil pelajar Pancasila (selanjutnya disebut projek penguatan PPP) )adalah metode pembelajaran dimana siswa belajar dengan secara aktif terlibat dalam dunia nyata dan projek yang bermakna secara pribadi. Projek penguatan PPP ini memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar di situasi belajar yang berbeda (dalam situasi yang lebih tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar) dan lintas mata pelajaran untuk penguatan karakter dan kompetensi umum (transversal atau general competences ).
  • Dalam implementasinya projek penguatan PPP dilaksanakan sebagai kegiatan ko-kurikuler dan tidak perlu dipetakan untuk mencapai CP.
  • Prinsip-prinsip projek penguatan PPP adalah holistik, kontekstual, berpusat pada murid, dan eksploratif
  • Pemerintah menyediakan dukungan berupa panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan contoh-contoh modul.
  • Projek berfokus pada proses menju kompetensi dan karakter yang diharapkan terbangun pada anak, bukan pada produk atau hasil akhir
  • Siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam rencana dan evaluasi projek
  • Tidak ada bentuk evaluasi yang mutlak dan seragam dalam pelaksanaan projek
  • Berbagai bentuk asesmen diharapkan digunakan sepanjang proses projek
  • Pelibatan masyarakat, komunitas, dan mitra diharapkan dilakukan dalam projek sehingga dampak dari projek berpotensi lebih luas

56 of 56

Terima Kasih

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022