1 of 19

Sejarah Singkat Wanita Katolik RI

  • Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1924 di Yogyakarta oleh Raden Ajeng Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat Darmaseputra.
  • Beliau adalah putra ke- 5 (putri ke-3) dari Pangeran Sasraningrat Putra Mahkota Sri Paku Alam III
  • Adik kandung Raden Ajeng.J Sutartinah (Nyi Hadjar Dewantara) adik ipar Ki Hadjar Dewantara.

2 of 19

  • Tergerak oleh keinginan luhur yang didasari oleh cinta kasih sebagai perwujudan iman Katolik,
  • Raden Ajeng Maria Soelastri Sasraningrat Darmaseputra mendirikan perkumpulan ibu- ibu Katolik pribumi yang beranggotakan guru-guru putri dan karyawan wanita pabrik cerutu Negresco. (saat ini namanya pabrik cerutu Tarumartani)
  • Misi utama perkumpulan ini adalah meningkatkan kemampuan wanita dari segi intelektual dengan mengajarkan membaca dan menulis serta menyediakan bahan bacaan yang semakin membuka wawasan pengetahuan wanita saat itu.

3 of 19

Pada tahun 1930 diselenggarakan konfrensi

pertama di Yogyakarta dengan keputusan:

1. Nama perkumpulan: POESARA WANITA KATOLIK

2. Mensahkan anggaran dasar (dalam Bahasa Jawa)

Konfrensi berikutnya di Solo pada tahun 1934 merubah nama organisasi menjadi PANGREH AGENG WANITA KATOLIK dan menyempurnakan anggaran dasar yang masih dalam Bahasa Jawa.

4 of 19

  • Wanita Katolik RI memperoleh Badan Hukum yang disahkan oleh menteri kehakiman dengan surat keputusan nomor: J.A.5/23/8, tanggal 05-02-1952.
  • Pada kongres Wanita Katolik ke II tahun 1954 ditetapkan beberapa hal sebagai berikut:
  • 1. Mengesahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (dalam Bahasa Indonesia).
  • 2. Menetapkan Santa Anna sebagai pelindung organisasi.
  • 3. Menetapkan lambang organisasi.

5 of 19

  • Visi Wanita Katolik RI:
  • Organisasi kemasyarakatan yang mandiri , bersifat sosial aktif, memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian mewujudkan kesejahteraan Bersama serta menegakkan Hasrat dan martabat manusia.

  • Misi Wanita Katolik RI :

a). Mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajaran Wanita Katolik RI guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam masyarakat.

b). Menghimpun aspirasi dan mengaktualisasikan potensi Wanit Katolik RI agar karya pengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan

c). Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan

d). Mengupayakan lingkungan hidup yang seimbang.

6 of 19

  • Struktur organisasi WKRI
  • 1.Tk. Pusat disebut dengan Dewan Pengurus Pusat.
  • 2.Tk. Daerah disebut dengan Dewan Pengurus Derah
  • 3.Tk. Cabang disebut dengan Dewan Pengurus Cabang.
  • 4.Tk. Ranting disebut dengan Dewan Pengurus Ranting.
  • Wilayah kerja Wanita Katolik RI DPD DIY, mengikuti jalur Pemerintahan.
  • a)Tk Pusat, seluruh Wilayah Kesatuan RI
  • b)Tk Daerah, meliputi Provinsi
  • c)Tk Cabang, meliputi Kabupaten
  • d)Tk Ranting, meliputi Kecamatan
  • Khusus DPD DIY Wanita Katolik RI, memiliki
  • e)Tk Anak Ranting, meliputi Kelurahan

7 of 19

Wanita Katolik RI DPD DIY saat ini mempunyai anggota aktif sejumlah 1.434 anggota yang terdiri dari

  • -Kota Yogya : 379
  • -GK : 395
  • -Sleman : 452
  • -Bantul : 104
  • -KP : 104
  • Yayasan Dharma Ibu menaungi 20 TK Indriyasana 700 siswa, 71 guru

8 of 19

Di bidang sosial.

1.Pernah melakukan kegiatan sosial dengan memberikan bingkisan sembako, dan pemeriksaan gratis di desa tertinggal daerah tebing breksi nglengkong perbatasan Sleman, Klaten dan Bantul.

2.Berjejaring dengan BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) memberikan bingkisan sembako untuk pemulung sampah di TPA Piyungan dan memberikan bantuan kepada Binasiwi pada tanggal 20 Agustus 2025 bakti sosial di panti asuhan Binasiwi bantul dengan memberikan bingkisan sembako, TV, dll

3.Mengunjungi Panti Asuhan, dengan memberikan sembako uang dan pakaian layak pakai. Dan juga hari sabtu, 21 Juni 2025 lalu kami juga mengunjungi Yayasan Eben Ezer dengan memberikan bantuan sembako, beras, minyak, gula, mie dll.

4.Pada saat gempa di Bantul, kami memberikan bantuan sembako.

5.Saat covid melanda, kami memberikan bantuan sembako di Kodran Bantul.

9 of 19

  • Saat Covid memberikan bantuan bingkisan sembako kepada para driver ojol, tukang bangunan, janda-janda miskin
  • Pada tanggal 25 Mei 2025 bersamaan dengan program kami 101 tahun Wanita Katolik RI, yang di pusatkan di KP, kami juga memberikan bantuan anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui.
  • Pemeriksaan gratis untuk 200 peserta, gula darah, kolesterol, asam urat, dan tensi yang di fasilitasi Yayasan Sadewa Yogyakarta.
  • Memberikan bantuan untuk anak-anak stunting dan para ibu hamil. Data kami peroleh dari DP2AP3KB di KP. Di 4 cabang yang ada di DIY.
  • Di cabang kota memberikan bantuan penyuluhan stunting hari Sabtu, tanggal 9 Agustus 2025 anak-anak sejumlah 40 paket.
  • Di Gunung Kidul memberikan bantuan penurunan stunting hari Sabtu, 23 Agustus 2025 ibu hamil 24 paket anak balita 70 paket.

10 of 19

  • Di Sleman penurunan stunting hari Sabtu, tanggal 13 September 2025 ibu hamil 31 paket, anak-anak balita 34 paket.
  • Tanggal 21 Juni 2025 kita memberikan bantuan ke Yayasan Eben Ezer Kalasan Sleman berupa sembako, dan pakaian pantas pakai.
  • Tanggal 25 Juni 2025 bantuan di Yayasan Hamba Pakem Sleman. Di tanggal yang sama kami juga memberikan bantuan sembako ke panti asuhan yang di asuh oleh suster di Gunung Kidul.

11 of 19

Di bidang Pendidikan.

  • Setiap 1 tahun sekali rangkaian Hari ulang tahun Wanita Katolik RI kami memberikan beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu yang ada di Daerah Isitimewa Yogyakarta.

Di bidang Ketahanan Pangan.

  • Kami memberikan bantuan tanaman ke 4 Kab dan 1 Kota berupa bibit terong, cabe, tomat. Harapan kami, di kala cabe mahal di pasar, tidak perlu beli tapi bisa memetik dari hasil tanam.
  • Membuat percobaan dengan membuat kolam ikan yang kami isi dengan ikan gurameh dan nila, dan sudah beberapa kali panen.
  • Saat ini kami mencoba membuat tanaman hidroponik sayuran.

12 of 19

Di bidang Lingkungan

  • Mengedukasi Masyarakat untuk bisa memilih dan memilah sampah yang di awali dari sampah rumah tangga .
  • Membersihkan sampah di sekitar Pantai Parangtritis dan Depok di Bantul.
  • Membersihkan lingkungan di sekitar Pantai Mlarangan di KP, dan sekitar alun-alun wates di lakukan di bulan Juli 2025.
  • Penanaman tanaman perindang seperti beringin, mangga, rambutan, nyamplung, gayam, putat dengan harapan bumi tidak semakin panas di sekitar Gua Maria Sendang Ratu Kenya Wonogiri.

13 of 19

Kegiatan Bidang Humas:

  • Mengisi mimbar agama Katolik di RRI Yogyakarta.
  • Menghadiri undangan organisasi lain.
  • Meliput semua kegiatan yg ada di DPD

14 of 19

Implementasi atas keberadaan Wanita Katolik RI.

  • Hidup di Masyarakat, kami para ibu ada yang menjadi perangkat baik di RT, RW, Kelurahan, Pos Yandu, dan juga Dasa Wisma.
  • Pengentasan kemiskinan, beberapa ibu ada yang mewakili UMKM dan juga penjualan online, agar bisa menambah pendapatan keluarga.
  • Politik, kami ambil bagian dalam politik, meskipun kami bukan organisasi politik, tapi kami ambil bagian untuk ikut pelaksanaan, agar semua boleh berjalan lancar dan aman.

15 of 19

Pengalaman yang bersinergi dengan Pemerintah.

  • Membantu program Pemerintah untuk pencegahan stunting.
  • Memberikan bantuan untuk keluarga kurang mampu.
  • Memberikan bantuan mesin jahit dan alat-alat batik ke anak-anak autis.
  • Memberikan sumbangan karpet untuk sholat, kipas angin, di Griya Insani lansia.
  • Seminar tentang reproduksi sehat dan juga tentang makanan sehat yang di konsumsi oleh ibu hamil dengan tema khusus makan tidak harus mahal tetapi tetap sehat untuk bayi dan ibu hamil.

16 of 19

  • Cabang Sleman terdiri dari 17 Kecamatan/Ranting yaitu:
  • Kec. Sleman ,Kec. Turi, Kec. Pakem, Kec. Tempel, Kec. Sayegan, Kec. Prambanan, Kec. Minggir, Kec. Mlati, Kec. Moyudan, Kec. Ngaglik, Kec. Cangkringan, Kec. Kalasan, Kec. depok, Kec. Godean, Kec. Gamping, Kec. Berbah.

17 of 19

Dari 17 kecamatan atau kapanewon yang sudah ada anggota Wanita Katolik RI 9 kapanewon/kecamatan dengan jumlah anggota sebagai berikut:

- Ranting Mlati : 27 anggota

- Ranting kalasan: 89 anggota

- Ranting Gamping : 61 anggota

- Ranting Moyudan: 23 anggota

- Ranting Ngemplak : 33 anggota

- Ranting Ngaglik: 61 anggota

- Ranting Pakem: 27 anggota

- Ranting Turi: 24 anggota

- Ranting Depok: 108 anggota

  • Total: 452 anggota

18 of 19

  • Paroki Nandan masuk Kalurahan Sinduadi Kecamatan Mlati artinya Paroki Nandan menjadi anak ranting Sinduadi.
  • Kami mempunyai beberapa iuran sebagai berikut:

- Rp. 2000 - 50% untuk ranting

- 20% untuk DPD

- 20% untuk cabang

- 10% untuk DPP

- Rp. 1000 iuran solidaritas

- Rp. 2000 dana pendidikan - 40% untuk operasional YDI

- 60% dikelola DPD untuk beasiswa dll

- Rp. 5000 dana konggres /tahun untuk DPP

- Rp. 5000 dana konferda /tahun untuk DPD

19 of 19

TERIMA KASIH

Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD DIY

Dra. Restituta Sri Widiastuti SE.Ak,.CA

Selamat Bergabung Menjadi Anggota Wanita Katolik Republik Indonesia.

  • Tuhan Memberkati. Amin