1 of 51

Konsep-Konsep Inti dalam Akreditasi PAUD

Oleh: Dien Nurmarina Malik Fadjar

Anggota BAN-PDM

Disampaikan dalam Penyegaran untuk Calon Pelatih Asesor PAUD 2025

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

2 of 51

Mari kita Refresh Kembali

BERIKUT TAMPILAN BUTIR BUTIR DALAM

3 of 51

Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

4 of 51

SELNAJUTNYA MARI KITA MELIHAT

konsep Teori dan aplikasi dalam menggunakan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

5 of 51

Konsep Dasar PAUD

Karakteristik AUD, a.l.: sosok unik, dunia-

nya bermain, rasa keingintahuannya besar, masa potensial untuk belajar, pembelajar aktif, fantasi/imajinasinya terus berkembang, eksploratif & berjiwa petualang, konsentrasinya pendek, ekspresinya spontan, egosentris, mudah frustrasi, butuh teman (Copple & Bredekamp)

Kecerdasan jamak: setiap potensi kecerdasan anak harus ‘dilejitkan’ (dikembangkan secara maksimal), dengan memenuhi kebutuhan setiap potensi kecerdasan tsb (Gardner)

Hierarki kebutuhan (fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan & aktualisasi diri), dan lima domain dalam perkembangan anak (fisik, sosial, emosional, bahasa & keterampilan kognitif) (Maslow)

Perkembangan otak: stimulasi pendidikan harus sesuai dengan usia/tahap perkembangan otak anak. Otak anak yang terdiri: otak reptilian (batang otak = bertahan), otak mamalia (limbik = emosi), otak neo-cortex (cortex = pusat berpikir) - ‘The 3 In 1 Brain’ harus diperhatikan (Gantham-McGregor, et. al, & Gillian Doherty)

Iklim pembelajaran di PAUD: harus menghindarkan suasana terancam/ketakutan dengan mengedepankan terciptanya suasana yang nyaman, aman & menyenangkan; pendidik memahami suasana batin anak, sayang anak & berpandangan positif terhadap anak (MacLean)

Kualitas otak: ditentukan oleh: banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak), kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak), kualitas nutrisi & stimulasi lingk (berulang, konsisten, dan bervariasi). PAUD yang berkualitas harus holistik, kaya stimulasi (melibatkan seluruh indera) (Hutenlocher, Greenough, dkk.)

Lingkungan sosial-budaya mewarnai pertumbuhan & perkembangan anak: partisipasi dengan orang dewasa dapat meningkatkan kualitas kognitif; Interaksi terbaik dengan anak perlu konsisten, teratur dan secara kolaboratif; guru sebagai fasilitator, peran guru/orang dewasa memberikan dukungan dan dapat melepaskan dukungannya secara bertahap; pembelajaran berkualitas perlu suasana kooperatif & kolaboratif; ada keterkaitan antara pengalaman sebelumnya & pengalaman baru (Vygotsky)

Belajar sebagai proses mengkonstruksi pengetahuan melalui transformasi pengalaman: anak dilihat sebagai individu, pembelajaran berpusat pada anak, guru harus terampil buat pertanyaan terbuka, peka terhadap pengalaman anak, memelihara rasa ingin tahu anak (David Kolb)

Belajar melalui pengalaman dan refleksi: anak belajar secara konkrit, perlu ada kesempatan untuk eksplorasi, guru perlu melakukan refleksi bersama anak (Piaget)

Ada delapan tahap perkembangan psiko-sosial, keberhasilan tahap sebelumnya menentukan keberhasilan pada tahap selanjutnya. Tahap bayi s/d pra-sekolah punya peran penting (Erik Erickson)

Standar Nasional PAUD

(Standar: TPPA, Isi, Proses, PTK, Sarpras, Pengelolaan, Penilaian, Pembiayaan)

&

Instrumen Akreditasi PAUD

(Instrumen PPA - IPV PAUD)

6 of 51

TEORI-TEORI UTAMA PENGEMBANGAN PAUD

  1. Maslow's Hierarchy of Needs
  2. Piaget’s Constructivist Theory
  3. Vygotsky’s Socio-cultural Learning Theory
  4. Kolb's Experiential Learning Theory
  5. Brain-Based Learning Theory
  6. Gardner's Theory of Multiple Intelligences

7 of 51

TEORI DASAR PAUD (1): �MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS

IMPLIKASI

Terkait PAUD berhungan 5 domain:

  • Fisik🡪fungsi biologis/fisik, penglihatan dan keterampilan motorik
  • Sosial🡪cara berinteraksi, tanggung jawab/hak, berhubungan & bekerja dengan orang lain
  • Emosional🡪cara hubungan emosional, kepercayaan diri dan berbagi perasaan.
  • Bahasa🡪cara berkomunikasi, menyampaikan perasaan dan emosi kepada orang lain, penguasaan kosakata.
  • Keterampilan kognitif🡪cara mengatur informasi, pemecahan masalah, kreativitas, imajinasi dan memori.

(Trawick-Smith, 2014; Sally Neaum, 2013; Doherty, dan Hughes,2009).

8 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

9 of 51

TEORI DASAR PAUD (2.1): �PIAGET’S CONSTRUCTIVIST THEORY

  • Peletakkan dasar teori pembelajaran konstruktivis.
  • Belajar berasal dari dalam diri anak (bukan berdasar transfer pengetahuan).
  • Anak-anak membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi.
  • Logika itu diciptakan, bukan dilahirkan, maka tugas pertama dan utama pendidikan adalah membentuk penalaran anak.
  • Pendidikan/pembelajaran menekankan pd pengalaman nyata / langsung dan eksplorasi (melalui berbagai cara/coba-coba).
  • Komponen penting dari pendidikan anak usia dini meliputi: eksplorasi, memanipulasi objek, dan mengalami lingkungan baru, yang diikuti dengan refleksi secara bermakna.

IMPLIKASI:

  1. Anak belajar secara konkret, dengan objek dan pengalaman langsung
  2. Memberikan kesempatan memadai/cukup pada anak utk eksplorasi, memanipulasi objek, dan mengalami lingkungan baru.

10 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

11 of 51

TEORI DASAR PAUD (2.2):�PIAGET’S CONSTRUCTIVIST THEORY

Tugas/peran guru:

  1. Membentuk penalaran anak.
  2. Membimbing anak-anak dalam memperoleh pengetahuan mereka sendiri daripada hanya mentransfer pengetahuan
  3. Memelihara agar konsisten dengan kenyataan dengan pemaknaan melalui refleksi, sehingga terjadi keseimbangan mental pada anak.
  4. Informasi baru memperkuat pemahaman anak sebelumnya (dengan akomodasi dan asimilasi)

IMPLIKASI:

  1. Guru menahan diri untuk menyuapi pengetahuan pd anak
  2. Guru senantiasa melakukan refleksi bersama anak

12 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

13 of 51

TEORI DASAR PAUD (3.1): �VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY

  • Muncul pada tahun 1930-an 🡪 dorongan meningkatkan dan mereformasi praktik Pendidikan (mulai dari PAUD).
  • Vygotsky sebagai pelopor konstruktivis sosial.
    1. Tingkat perkembangan kognitif anak diperoleh melalui interaksi konsisten dan teratur dari proses pembelajaran dan kolaboratif.
    2. Belajar dengan tambahan interaktif dan dukungan orang dewasa, semakin meningkatkan kualitas kognitif anak.
    3. Pendekatan / praktek pembelajaran dilakukan dengan partisipasi orang dewasa dan eksplorasi oleh anak secara bermakna.

IMPLIKASI:

  1. Keberadaan dan partisipasi guru/orang dewasa sangat penting dalam belajar anak dan dapat meningkatkan kualitas kognitif.
  2. Interaksi terbaik dgn anak hendaklah dilakukan dgn konsisten, teratur dan kolaboratif.

14 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

15 of 51

TEORI DASAR PAUD (3.2):�VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY

  • Zone Of Proximal Development (ZPD):
    1. Terdapat kaitan pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan/ pengalaman baru yang diperoleh anak
    2. Peran guru/orang dewasa memberikan dukungan kepada anak untuk mempelajari pengetahuan/ keterampilan agar anak lebih mampu.
    3. Ketika anak menjadi lebih mampu, maka orang dewasa dapat menarik dukungan secara bertahap, sampai anak tersebut kompeten menyelesaikan prosesnya sendiri.

IMPLIKASI:

  1. Guru menghargai pengetahuan dan latar belakang anak
  2. Peran guru/orang dewasa memberikan dukungan, dan dapat melepaskan dukungannya secara bertahap, sampai anak kompeten.

16 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

17 of 51

TEORI DASAR PAUD (3.3):�VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY

  • Kognisi Terjadi Dalam Konteks Social & Pengalaman Social (social context, & social experiences), mendorong peran guru (orang dewasa):
    1. Guru/orang dewasa (menempati) sbg orang yang berpengetahuan dan kompeten.
    2. Guru/orang dewasa menciptakan suasana belajar yang kooperatif, kolaboratif dan bermakna
    3. Guru/orang dewasa memfasilitasi daripada mengarahkan pembelajaran anak.
    4. Guru/orang dewasa berbagi makna yang relevan dengan lingkungan anak-anak dimana mereka belajar/beraktivitas
    5. Guru/orang dewasa memastikan kebutuhan dan minat siswa.

IMPLIKASI:

  1. Pembelajaran berkualitas tercipta melalui suasana kooperatif, kolaboratif dan bermakna.
  2. Dalam pembelajaran peran guru/orang dewasa sbg fasilitator yg terus meningkatkan pengetahuan & kompetensinya.

18 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

19 of 51

TEORI DASAR PAUD (4.1):�KOLB’S EXPERIENTIAL LEARNING THEORY

  • Teori experiential learning David Kolb, dipengaruhi juga oleh Jean Piaget.
  • Anak-anak dilihat dan diajarkan sebagai individu.
  • Pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman.
  • Anak-anak perlu mengalami agar belajar.
  • Pengetahuan dihasilkan dari kombinasi menangkap dan mengubah pengalaman.

IMPLIKASI:

  1. Menghargai anak dengan utuh.
  2. Anak diajak banyak mengalami, interaksi dengan objek dan melakukan.
  3. Guru ‘harus’ menyempatkan diri untuk mengajak anak merefleksi atas pengalaman yang diperolehnya.

20 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

21 of 51

TEORI DASAR PAUD (4.2):�KOLB’S EXPERIENTIAL LEARNING THEORY

Tugas/peran guru:

  1. Saat anak mengeksplorasi dan mengamati, guru mengajukan pertanyaan menyelidik kepada anak.
  2. Anak didorong dapat mengadaptasi pengetahuan sebelumnya untuk mempelajari informasi baru.
  3. Mendorong anak-anak untuk mengamati situasi baru, memikirkan situasi, membuat makna situasi, kemudian menguji makna itu di dunia sekitar mereka.
  4. Merancang siklus belajar ini menjadi empat tahap: pengalaman konkret🡪 observasi reflektif 🡪 konseptualisasi abstrak, dan 🡪 eksperimen aktif. 

IMPLIKASI:

  1. Guru terampil menyusun pertanyaan terbuka untuk anak
  2. Guru peka terhadap pengalaman anak
  3. Guru memelihara rasa ingin tahu anak
  4. Guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran berpusat anak

22 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

23 of 51

TEORI DASAR PAUD (5):�PERKEMBANGAN OTAK �(BRAIN-BASED LEARNING THEORY)

24 of 51

1. Perkembangan jaringan otak manusia yang paling menentukan terjadi ketika anak masih berusia dini.

Pendengaran & penglihatan

Fungsi kognitif yang lebih tinggi

Sumber: Sally Gantham-McGregor, et al, Child Development in Developing Countries 1, The Lancet, Reprint, p 61, Vol 369, UK: Williams Press, 2007.

Bahasa

Perkembangan Jaringan Otak Manusia

25 of 51

Kualitas otak ditentukan oleh: �- Banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak)�- Kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak): makin banyak sinaps, makin � kompleks kemampuan otak�

Sumber: Hutenlocher, 1999; Kolb Et Al, 1999; Greenough Et Al, 1999 (Soedjatmiko, 2006)�

26 of 51

����Pembentukan Sinaps:���������������

Kualitas Sinaps:

  • Mulai kehamilan 23 - 25 minggu.
  • Sampai 3 th: banyak dan cepat.
  • Sinaps rontok : 2 – 14 th.
  • Kepadatan sinaps anak (3-8 th): 2 x dewasa.
  • Penurunan kepadatan sinaps: 8–18 th. � Sumber: Huttenlocher, 1987; Jernigan, Dkk, 1991; Pefferbaum

Dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb Et Al, 1999; Huttenlocher, 1999

(Soedjatmiko, 2006)�

Itulah alasannya kenapa PAUD (stimulasi pendidikan) sudah bisa dimulai sejak anak lahir 🡪 bahkan dalam konsep PAUD HI, anak usia dini dimulai sejak janin

  • Tergantung kualitas nutrisi (gizi) dan stimulasi (rangsangan) lingkungan.
  • Stimulasi yang bagus: berulang, konsisten, bervariasi.
  • Manfaat lingkungan yang kaya stimulasi :

- meningkatkan percabangan dendrit (meningkatkan kemampuan kognitif)

- meningkatkan proliferasi dan stabilitas sinaps

- merubah sirkuit yang ada atau dengan membentuk sirkuit baru

Sumber: Hutenlocher, 1999; Kolb Et Al, 1999; Greenough Et Al, 1999 (Soedjatmiko,2006)

PAUD yang berkualitas harus:

  • holistik (juga memperhatikan aspek gizi dll);
  • stimulasi dilakukan secara berulang-ulang, konsisten & bervariasi (sedapat mungkin memberdayakan seluruh potensi lingkungan yang ada di sekitar anak);
  • stimulasi yang melibatkan seluruh indera anak.

27 of 51

Perkembangan

O T A K

Membentuk Perkawatan Dasar

(Wiring System) yang Menetap

Otak Kanan

Otak Kiri

Penglihatan

Pendengaran

Pengecapan

Pengendus

Perabaan

Stimulasi yang Diperlukan untuk Perkembangan Otak

Diadopsi dari Prof. Dr. Sumarmo Markam (Neorolog FK-UI), 2003

28 of 51

2. “The 3 in 1 Brain”

  1. Batang Otak (=bertahan)
  2. Dikenal sebagai “Fight atau Flight”
  3. Tiba-tiba bereaksi ketika takut, ditakut-takuti, dikritik atau diancam -> merasa perlu untuk bertahan
  4. Tidak dapat belajar pada kondisi ini

2. Limbik (=emosi)

  • Dikenal sebagai ‘tempat rasa sayang’ dan ‘pusat emosi’ -> “Fight atau Flight”
  • Orang dewasa yang memicu System Limbic anak dengan menyanyi, bermain, menghargai, peduli,mencintai, mengembangkan hubungan positif, dll terhadap anak akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
  • Pembelajaran dioptimalkan mela-lui kondisi ini

3. Kortek (=alasan & berfikir logis)

  • Dikenal sebagai pusat berpikir, kreativitas

bertanggung jawab atas: berpikir nalar, analitis, perencanaan dan pengorganisasian, bicara dan bahasa, penglihatan & pendengaran

  • System limbic yang mendapatkan perlakuan me- nyenangkan akan membawa rangsangan ke selaput otak pada korteks

IMPLIKASI TERHADAP PENDEKATAN PEMBELAJARAN DI PAUD

  • Pembelajaran di PAUD harus menghindarkan suasana terancam/ ketakutan.

  • Sebaliknya pembelajaran di PAUD harus mengedepankan terciptanya suasana yang nyaman, aman dan menyenangkan.

  • Pendidik di PAUD sedapat mungkin senantiasa memahami suasana batin anak, memiliki rasa sayang kepada anak, dan selalu berpandangan positif terhadap anak.

Sumber: MacLean cited in Martel, 2000

29 of 51

3. Perubahan Pemahaman tentang Otak Manusia

No

Perubahan Pemahaman ttg Otak Manusia

Implikasi terhadap PAUD

1

Perubahan Pemahaman Tentang Otak Manusia:

  • Dulu dipercayai bahwa perkembangan otak ditentukan oleh gen yang dimiliki sejak lahir 🡪 sekarang dipercayai bahwa perkembangan bagian otak sangat ditentukan oleh hubungan saling mempengaruhi yang kompleks antara gen yang dimiliki sejak lahir dengan pengalaman yang diperoleh.

  • Dulu dipercayai bahwa pengalaman-pengalaman lama yang dimiliki sebelum usia tiga tahun memberi pengaruh yang terbatas pada tahap perkembangan pada usia berikutnya 🡪 sekarang dipercayai bahwa pengalaman–pengalaman pada usia awal kehidupan anak sangat berpengaruh pada arsitektur otak dalam wujud serta tingkat kemampuan ketika orang menjadi dewasa.

  • Stimulasi pendidikan harus bisa menghadirkan berbagai pengalaman belajar dengan cara memberdayakan semua indera anak. Stimulasi tsb tidak terbatas hanya mendengar, tetapi juga melalui penglihatan, perabaan, pengecapan, penciuman dsb. Jika anak hanya mendengar ia bisa lupa, tetapi jika ikut melakukan (praktek) ia lebih paham akan terus diingat.

  • Stimulasi pendidikan yang dilakukan dalam suasana yang menyenangkan serta merangsang lahirnya kreativitas anak amat diperlukan usia awal kehidupan anak. Stimulasi pendidikan yang memberdayakan semua yang ada di sekitar anak sangat penting dan sangat bermanfaat untuk memperkaya pengalaman belajar anak

30 of 51

Perubahan …

No

Perubahan Pemahaman ttg Otak Manusia

Implikasi terhadap PAUD

2.

Perubahan pemahaman tentang otak manusia:

  • Dulu dipercayai bahwa Perkembangan otak berjalan secara linier: kemampuan otak untuk belajar dan berubah terus berlangsung sebagaimana bayi tumbuh menjadi dewasa 🡪 sekarang dipercayai bahwa perkembangan otak tidak berjalan linier : terdapat “ waktu terbaik” untuk mendapatkan berbagai macam pengetahuan dan kecakapan yang berbeda

Stimulasi pendidikan terhadap anak yang sedang berada di “waktu terbaik” (usia emas) perkembangan otaknya harus dibarengi dengan pemahaman yang cukup tentang karakteristik anak agar konten dan cara/metode/teknis pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya. Pendidik juga harus paham kebutuhan lainnya yang bersifat holistik (kesehatan, gizi dll)

31 of 51

4. Dampak terhadap Pendekatan Stimulasi PAUD

Bermain aktif setiap hari, penuh kasih sayang, gembira, berulang,konsisten, bervariasi, tuntas (selesai).

Dengar, lihat, tiru/coba,

ulang, tuntas

Inti stimulasi

Metode stimulasi

Pelaksanaan stimulasi

Sasaran stimulasi

Sensori-motorik, kognitif, komunikasi-bahasa, sosio-emosional, kemandirian, kreativitas, dll.

Setiap kali berinteraksi dg anak : menyusui, menidurkan, memandikan, ganti baju, di jalan, bermain, di dalam mobil, nonton tv, sebelum tidur, dll.

Teknikan stimulasi

Melalui suara, musik, gerakan, perabaan, bicara, menyanyi, membaca, mencocokkan, membandingkan, mengelompokkan, memecahkan masalah, mencoret, menggambar, merangkai dll

Pendekatan Stimulasi PAUD

32 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

33 of 51

TEORI DASAR PAUD (6):�MULTIPLE INTELLIGENCES

(DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PAUD)

34 of 51

Implikasi terhadap PAUD

Sumber: Gardner, 2006; Fasli Jalal, 2009

  1. Kecerdasan linguistic -> membaca/menulis/bercerita/bermain dg permainan kata-kata (sesuai usia). Kebutuhan: buku-buku, radio-kaset, alat tulis-menulis, diskusi/debat/cerita
  2. Kecerdasan logika-matematika -> bereksperimen, bertanya, memecahkan teka-teki, menghitung. Kebutuhan: bahan-bahan utk melakukan eksperimen, bahan-bahan IPA, kunjungan ke planetarium dan museum IPA
  3. Kecerdasan spasial -> mendesain, menggambar, memvisualisasikan, mencoret-coret. Kebutuhan: lego, video, film, slide, permainan imajinasi, labirin, teka-teki, buku-buku bergambar, kunjungan ke museum seni
  4. Kecerdasan bodily-Kinesthetic -> menari, berlari, meloncat, membentuk, menyentuh, gerak tubuh. Kebutuhan: bermain peran, drama, gerak, sesuatu yang hendak dibentuk, olahraga dan permainan fisik, pengalaman yang menyentuh,m pembelajaran secara manual
  5. Kecerdasan Musical -> bernyanyi, bersiul, bersenandung, mengetuk-ngetuk dengan kaki dan tangan, mendengarkan. Kebutuhan: bernyanyi-nyanyi, menonton konser, bermain musik di rumah dan di sekolah, bermain alat musik
  6. Kecerdasan interpersonal -> memimpin, mengatur, berteman, bertindak sebagai penengah, bersukaria. Kebutuhan: teman, kelompok bermain, pertemuan sosial, pertemuan kelompok masyarakat, klub, pembimbing
  7. Kecerdasan intrapersonal -> berperan sebagai penengah, bermimpi, berencana, merenung. Kebutuhan: tempat-tempat rahasia, kesendirian, kegiatan yang dilakukan sendiri, pilihan
  8. Kecerdasan naturalis -> bermain dengan binatang, berkebun, melakukan penyelidikan terhadap alam, membesarkan binatang, menghargai planet bumi. Kebutuhan: kesempatan berhubungan dengan alam, kesempatan berinteraksi dengan binatang, alat untuk menyelidiki alam (misalnya: kaca pembesar, teleskop)

Multiple Intelligences

35 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

36 of 51

KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI�DAN IMPLIKASINYA PADA PAUD

37 of 51

KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI

Implikasinya, a.l.:

  • Pembelajaran di PAUD perlu lebih mengedepankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak (learner centered)
  • Pembelajaran di PAUD perlu mengedepankan prinsip bermain sambil belajar
  • PAUD harus bisa memberi kesempatan kepada setiap anak untuk:
  • mengembangkan seluruh potensi/fan-tasi/imajinasi dan rasa keingintahuan-nya (nalurimya sebagai ‘peneliti’);
  • menginspirasi kreativitasnya;
  • secara bertahap mengurangi sikap egosentrisnya;
  • memberikan pijakan/jembatan untuk bisa memusatkan konsentrasinya dalam proses pembelajaran

Diantaranya (berbagai sumber/referensi):

    • AUD adalah pribadi yang unik

(meskipun dalam proses perkembangannya terdapat banyak kesamaan, namun tetap saja setiap anak akan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan anak yang lainnya, walaupun anak kembar sekalipun)

    • Dunia AUD adalah dunia (yg membutuhkan) bermain
    • AUD mempunyai rasa ingin tahu yang cukup besar (memiliki naluri sebagai peneliti)
    • Masa AUD merupakan masa potensial untuk dapat terus belajar
    • AUD memiliki fantasi serta imajinasi yang masih akan terus berkembang
    • AUD memiliki sikap egosentris cukup kuat
    • Konsentrasi AUD cukup pendek

38 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

39 of 51

INSPIRASI

PENGELOLAAN/PENYELENGGARAAN �PAUD BERKUALITAS DAN IMPLIKASINYA BAGI STANDAR PAUD

40 of 51

THE 5 ELEMENTS OF A GOOD PRESCHOOL/ECCE

(John D. Tulenko, Jackie Mader and Lillian Mongeau, 2018)

  1. Classroom Atmosphere And Design 🡪 Suasana dan desain ruang kelas kondusif, menyenangkan, ramah dan menawarkan berbagai kegiatan untuk anak.
  2. Teachers🡪 Guru membimbing pertumbuhan akademik, menjadi contoh perilaku, membangun ikatan emosi dgn anak, dan menjadi fasilitator
  3. Discipline and Social-Emotional Development 🡪 memberikan pd anak dlm memahami perasaan dan berinteraksi dengan teman sebayanya.
  4. Academics🡪 anak-anak diberikan kesempatan belajar keterampilan akademik dasar dalam membaca, matematika, sains dan studi sosial melalui penemuan dan kegiatan kreatif.
  5. Safety 🡪 menjamin anak tidak berada pada risiko fisik yang tidak semestinya.

IMPLIKASI:

  1. PAUD perlu disiapkan dan dirancang dgn optimal dlm menawarkan beragam kegiatan utk anak.
  2. Guru perlu memiliki kompetensi yang memadai dlm memfasilitasi anak.
  3. PAUD perlu menyiapkan kesiapan bersekolah (belajar lebih lanjut)
  4. Lingkungan PAUD harus kondusif & aman.

41 of 51

13 INDICATORS OF QUALITY CHILD CARE

(Empirically identified in the research: Fiene & Nixon, 1981, 1983; �Fiene, 1988; Fiene, 1994, 2002)

  1. Child Abuse Reporting And Clearances🡪 Penanganan perundungan/pelecehan anak
  2. Proper Immunizations🡪 Tersedia imunisasi yang tepat
  3. Staff: Child Ratio And Group Size 🡪 Memperhatikan rasio guru, anak, dan kelompok usia
  4. Director Qualifications 🡪 Kualitas & kemampuan pengelola menentukan efektifitas layanan
  5. Teacher Qualifications 🡪 kompetensi & kualifikasi guru mendukung layanan
  6. Staff Training 🡪 pelatihan staf (pengelola, guru & karyawan) menentukan kualitas layanan
  7. Supervision/Discipline🡪 pengawasan, supervise dan pembinaan dilaksanakan dengan baik / konsisten
  8. Fire Drills🡪 tersedia program latihan menghadapi kebakaran & bencana lain
  9. Administration Of Medication 🡪 Tersedia dukungan tenaga medis, pemberian pertolongan awal (UKS/P3K)
  10. Emergency Contact/Plan 🡪 Tersedia media kontak / saluran darurat
  11. Outdoor Playground Safety 🡪 tersedia lingkungan main aman
  12. Inaccessibility Of Toxic Substances 🡪 Terbebas dari akses racun (apapun)
  13. Handwashing/Diapering🡪 Tersedia tempat cuci tangan (ganti popok)

IMPLIKASI:

  1. PAUD dilaksanakan secara holistik –integratif
  2. PAUD perlu memperhatikan kemampuan pengelola, guru dan karyawan.
  3. PAUD perlu memperhatikan rasio guru, anak & kelompok usia.
  4. Supervisi & Pembinaan menjadi bagian penting yang dijalankan scr konsisten.

42 of 51

NAEYC STANDARDS (10) FOR HIGH-QUALITY PROGRAMS

  1. Relationships 🡪 mendorong hubungan positif di antara semua anak dan orang dewasa.
  2. Curriculum 🡪 konsisten mendukung & mewujudkan aspek-aspek perkembangan (sosial, emosional, fisik, bahasa, dan kognitif)
  3. Teaching 🡪 menerapkan pendekatan selaras perkembangan, budaya, dan bahasa dan efektif mendukung setiap dimensi perkembangan anak
  4. Assessment of Child Progress 🡪 Pendekatan penilaian sistematis, formal dan informal, berkelanjutan, didukung komunikasi timbal balik dengan keluarga/ortu.
  5. Health 🡪 mempromosikan gizi, kesehatan, perlindungan, keamanan untuk mendukung tumbuh kembang anak
  6. Staff Competencies, Preparation, and Support 🡪 mendorong terpenuhinya staf pengajar dengan kualifikasi/kompetensi pendidikan, pengetahuan, dan komitmen profesional yg memadai
  7. Families 🡪 menjalin hubungan dgn keluarga / ortu berdasarkan rasa saling percaya, menghormati, dan mendorong pelibatan keluarga untuk berpartisipasi penuh.
  8. Community Relationships 🡪 Memeliharan hubungan dengan lembaga / masyarakat yg dapat membantu mencapai tujuan
  9. Physical Environment 🡪 memiliki lingkungan yang aman dan sehat (fasilitas, peralatan, dan bahan) di dalam maupun luar ruangan
  10. Leadership and Management 🡪 menerapkan kebijakan, prosedur, dan sistem yang mendukung secara efektif berkualitas tinggi.

IMPLIKASI:

  1. Di PAUD harus tercipta suasana yang kondusif (hubungan, pembelajaran, keamanan, kesehatan & pengelolaan)
  2. Kurikulum PAUD yang dikembangkan dipastikan mendukung setiap dimensi perkembangan anak
  3. Pelibatan keluarga / ortu menjadi suatu keharusan dan perlu terus ditingkatkan partisipasinya.
  4. Kepemimpinan & pengelolaan satuan PAUD perlu dilakukan secara efektif, dan berkualitas.

43 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

44 of 51

IMPLIKASI / IMPLEMENTASI TERHADAP �KONSEP DASAR PAUD INDONESIA�PADA INSTRUMEN AKREDITASI PAUD �(YANG MENGACU 8 STANDAR NASIONAL PAUD)

45 of 51

PAUD DITEMPATKAN SEBAGAI KEBIJAKAN FUNDAMENTAL

Amanat Konstitusi

  • UUD 1945
    • Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi -- Ps. 28b ayat (2)
    • Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia – Ps. 28c ayat (2)
  • UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
  • Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya – Ps. 9 ayat (1)
  • Negara, pemerintah, keluarga, dan orangtua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan -- Ps. 49
  • Anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa – Ps. 51
  • UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Ps. 1 butir 14: Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”
  • Ps. 28 (mengatur secara khusus tentang PAUD baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal)

46 of 51

RESUME:�POKOK-POKOK PIKIRAN YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD

No

Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini

Implikasi terhadap Pendekatan PAUD

1.

Setiap anak adalah pribadi yang unik. Meskipun dalam proses perkembangannya terdapat banyak kesamaan, namun tetap saja setiap anak akan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan anak yang lainnya, walaupun anak kembar sekalipun.

Stimulasi pendidikan harus memperhatikan keunikan setiap anak

  • Pendekatan yang paling disarankan dalam pembe-lajaran PAUD adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak (learner centered)

2.

90% otak berkembang sebelum usia 5 tahun. Periode kritis dalam perkembangan otak terjadi terutama pada usia 4 tahun pertama kehidupan anak. Fungsi otak yang pertama berkembang adalah fungsi pendengaran dan penglihatan. Hingga anak berusia satu tahun, fungsi otak yang sudah mulai berkembang adalah kebiasaan cara merespon (habitual ways of responding), bahasa (language), dan kemudian pengendalian emosi (emotional control). Masuk usia dua tahun, mulai pengenalan simbol-simbol. Menjelang memasuki usia tiga tahun, keterampilan sosial sederhana, dan menjelang memasuki usia empat tahun sudah mulai dengan keterampilan kognitif. (McCain and F. Mustard, 1999)

Stimulasi pendidikan harus memperhatikan tahap-tahap perkembangan otak anak

  • Prinsip pedagogi yang diterapkan di tingkat pendidikan setelah PAUD tentu berbeda dengan prinsip pedagogi di PAUD, karena kebutuhan di PAUD adalah pedagogi yang lebih mendasarkan pada periode kritis perkembangan otak anak;
  • Materi, metode/teknik dan sarpras termasuk alat permainan edukatif (APE) dalam rangka stimulasi pendidikan pada PAUD harus memperhatikan kebutuhan tiap fase dari perkembangan otak anak.

47 of 51

HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD

No

Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini

Implikasi terhadap Pendekatan PAUD

3.

Layanan kesehatan dan Gizi amat berperan di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak anak

Stimulasi pendidikan di PAUD harus diikuti juga dengan layanan kesehatan dan gizi yang baik, oleh karena itu perlu ada kerjasama antara satuan PAUD dan orang-tua/keluarga agar kesehatan dan gizi yang diperlukan anak terpenuhi

  • Program parenting untuk terwujudnya layanan kesehatan dan gizi menjadi bagian penting dalam PAUD

4.

Orang dewasa yang memicu System Limbic anak dengan perlakuan menyenangkan (seperti menyanyi, bermain, menghargai, peduli, mencintai, dan mengembangkan hubungan positif) terhadap anak akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajar dan memacu kreativitas mereka. Sebaliknya anak tidak dapat belajar dalam kondisi takut (ditekan) atau diancam. (MacLean cited in Martel, 2000)

.

Stimulasi pendidikan yang memicu System Limbic anak dengan perlakuan menyenangkan akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajar dan kreativitas mereka.

48 of 51

HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD

No

Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini

Implikasi terhadap Pendekatan PAUD

5.

Perubahan Pemahaman Tentang Otak Manusia:

  • Dulu dipercayai bahwa perkembangan otak ditentukan oleh gen yang dimiliki sejak lahir 🡪 sekarang dipercayai bahwa perkembangan bagian otak sangat ditentukan oleh hubungan saling mempengaruhi yang kompleks antara gen yang dimiliki sejak lahir dengan pengalaman yang diperoleh.

  • Dulu dipercayai bahwa pengalaman-pengalaman lama yang dimiliki sebelum usia tiga tahun memberi pengaruh yang terbatas pada tahap perkembangan pada usia berikutnya 🡪 sekarang dipercayai bahwa pengalaman–pengalaman pada usia awal kehidupan anak sangat berpengaruh pada arsitektur otak dalam wujud serta tingkat kemampuan ketika orang menjadi dewasa.

  • Stimulasi pendidikan harus bisa menghadirkan berbagai pengalaman belajar dengan cara memberdayakan semua indera anak. Stimulasi tsb tidak terbatas hanya mendengar, tetapi juga melalui penglihatan, perabaan, pengecapan, penciuman dsb. Jika anak hanya mendengar ia bisa lupa, tetapi jika ikut melakukan (praktek) ia lebih paham akan terus diingat.

  • Stimulasi pendidikan yag dilakukan dalam suasana yang menyenangkan serta merangsang lahirnya kreativitas anak amat diperlukan usia awal kehidupan anak. Stimulasi pendidikan yang memberdayakan semua yang ada di sekitar anak sangat penting dan sangat bermanfaat untuk memperkaya pengalaman belajar anak

49 of 51

HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD

No

Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini

Implikasi terhadap Pendekatan PAUD

Perubahan pemahaman tentang otak manusia:

  • Dulu dipercayai bahwa Perkembangan otak berjalan secara linier: kemampuan otak untuk belajar dan berubah terus berlangsung sebagaimana bayi tumbuh menjadi dewasa 🡪 sekarang dipercayai bahwa perkembangan otak tidak berjalan linier : terdapat “ waktu terbaik” untuk mendapatkan berbagai macam pengetahuan dan kecakapan yang berbeda

Stimulasi pendidikan terhadap anak yang sedang berada di “waktu terbaik” (usia emas) perkembangan otaknya harus dibarengi dengan pemahaman yang cukup tentang karakteristik anak agar konten dan cara/metode/teknis pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya. Pendidik juga harus paham kebutuhan lainnya yang bersifat holistic (kesehatan, gizi dll)

Stimulasi pendidikan harus memberikan kesempatan untuk menumbuh-kembangkan semua potensi kecerdasan anak, tidak hanya pengutamakan potensi kecerdasan tertentu. Oleh karena itu pendidik harus kreatif dan bisa menumbuhkan (menginspirasi) munculnya keberanian dan kreativitas anak

Setiap anak memiliki potensi kecerdasan jamak, yakni: linguistic (cerdas kosa kata), logika & matematika (cerdas angka dan rasional), spasial (cerdas tuang/tempat/gambar), kinestetika-raga (cerdas raga), music (cerdas music), interpersonal (cerdas adaptif), intrapersonal (cerdas diri), dan naturalis (cerdas alam)

(Gardner, 2006).

7.

50 of 51

Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

51 of 51

terima kasih