Konsep-Konsep Inti dalam Akreditasi PAUD
Oleh: Dien Nurmarina Malik Fadjar
Anggota BAN-PDM
Disampaikan dalam Penyegaran untuk Calon Pelatih Asesor PAUD 2025
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Mari kita Refresh Kembali
BERIKUT TAMPILAN BUTIR BUTIR DALAM
Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
SELNAJUTNYA MARI KITA MELIHAT
konsep Teori dan aplikasi dalam menggunakan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Konsep Dasar PAUD
Karakteristik AUD, a.l.: sosok unik, dunia-
nya bermain, rasa keingintahuannya besar, masa potensial untuk belajar, pembelajar aktif, fantasi/imajinasinya terus berkembang, eksploratif & berjiwa petualang, konsentrasinya pendek, ekspresinya spontan, egosentris, mudah frustrasi, butuh teman (Copple & Bredekamp)
Kecerdasan jamak: setiap potensi kecerdasan anak harus ‘dilejitkan’ (dikembangkan secara maksimal), dengan memenuhi kebutuhan setiap potensi kecerdasan tsb (Gardner)
Hierarki kebutuhan (fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan & aktualisasi diri), dan lima domain dalam perkembangan anak (fisik, sosial, emosional, bahasa & keterampilan kognitif) (Maslow)
Perkembangan otak: stimulasi pendidikan harus sesuai dengan usia/tahap perkembangan otak anak. Otak anak yang terdiri: otak reptilian (batang otak = bertahan), otak mamalia (limbik = emosi), otak neo-cortex (cortex = pusat berpikir) - ‘The 3 In 1 Brain’ harus diperhatikan (Gantham-McGregor, et. al, & Gillian Doherty)
Iklim pembelajaran di PAUD: harus menghindarkan suasana terancam/ketakutan dengan mengedepankan terciptanya suasana yang nyaman, aman & menyenangkan; pendidik memahami suasana batin anak, sayang anak & berpandangan positif terhadap anak (MacLean)
Kualitas otak: ditentukan oleh: banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak), kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak), kualitas nutrisi & stimulasi lingk (berulang, konsisten, dan bervariasi). PAUD yang berkualitas harus holistik, kaya stimulasi (melibatkan seluruh indera) (Hutenlocher, Greenough, dkk.)
Lingkungan sosial-budaya mewarnai pertumbuhan & perkembangan anak: partisipasi dengan orang dewasa dapat meningkatkan kualitas kognitif; Interaksi terbaik dengan anak perlu konsisten, teratur dan secara kolaboratif; guru sebagai fasilitator, peran guru/orang dewasa memberikan dukungan dan dapat melepaskan dukungannya secara bertahap; pembelajaran berkualitas perlu suasana kooperatif & kolaboratif; ada keterkaitan antara pengalaman sebelumnya & pengalaman baru (Vygotsky)
Belajar sebagai proses mengkonstruksi pengetahuan melalui transformasi pengalaman: anak dilihat sebagai individu, pembelajaran berpusat pada anak, guru harus terampil buat pertanyaan terbuka, peka terhadap pengalaman anak, memelihara rasa ingin tahu anak (David Kolb)
Belajar melalui pengalaman dan refleksi: anak belajar secara konkrit, perlu ada kesempatan untuk eksplorasi, guru perlu melakukan refleksi bersama anak (Piaget)
Ada delapan tahap perkembangan psiko-sosial, keberhasilan tahap sebelumnya menentukan keberhasilan pada tahap selanjutnya. Tahap bayi s/d pra-sekolah punya peran penting (Erik Erickson)
Standar Nasional PAUD
(Standar: TPPA, Isi, Proses, PTK, Sarpras, Pengelolaan, Penilaian, Pembiayaan)
&
Instrumen Akreditasi PAUD
(Instrumen PPA - IPV PAUD)
TEORI-TEORI UTAMA PENGEMBANGAN PAUD
TEORI DASAR PAUD (1): �MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS
IMPLIKASI
Terkait PAUD berhungan 5 domain:
(Trawick-Smith, 2014; Sally Neaum, 2013; Doherty, dan Hughes,2009).
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (2.1): �PIAGET’S CONSTRUCTIVIST THEORY
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (2.2):�PIAGET’S CONSTRUCTIVIST THEORY
Tugas/peran guru:
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (3.1): �VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (3.2):�VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (3.3):�VYGOTSKY’S SOCIO-CULTURAL LEARNING THEORY
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (4.1):�KOLB’S EXPERIENTIAL LEARNING THEORY
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (4.2):�KOLB’S EXPERIENTIAL LEARNING THEORY
Tugas/peran guru:
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (5):�PERKEMBANGAN OTAK �(BRAIN-BASED LEARNING THEORY)
1. Perkembangan jaringan otak manusia yang paling menentukan terjadi ketika anak masih berusia dini.
Pendengaran & penglihatan
Fungsi kognitif yang lebih tinggi
Sumber: Sally Gantham-McGregor, et al, Child Development in Developing Countries 1, The Lancet, Reprint, p 61, Vol 369, UK: Williams Press, 2007.
Bahasa
Perkembangan Jaringan Otak Manusia
Kualitas otak ditentukan oleh: �- Banyaknya cabang dendrit (cabang-cabang sel otak)�- Kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak): makin banyak sinaps, makin � kompleks kemampuan otak�
Sumber: Hutenlocher, 1999; Kolb Et Al, 1999; Greenough Et Al, 1999 (Soedjatmiko, 2006)�
����Pembentukan Sinaps:���������������
Kualitas Sinaps:
Dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb Et Al, 1999; Huttenlocher, 1999
(Soedjatmiko, 2006)�
Itulah alasannya kenapa PAUD (stimulasi pendidikan) sudah bisa dimulai sejak anak lahir 🡪 bahkan dalam konsep PAUD HI, anak usia dini dimulai sejak janin
- meningkatkan percabangan dendrit (meningkatkan kemampuan kognitif)
- meningkatkan proliferasi dan stabilitas sinaps
- merubah sirkuit yang ada atau dengan membentuk sirkuit baru
Sumber: Hutenlocher, 1999; Kolb Et Al, 1999; Greenough Et Al, 1999 (Soedjatmiko,2006)
PAUD yang berkualitas harus:
Perkembangan
O T A K
Membentuk Perkawatan Dasar
(Wiring System) yang Menetap
Otak Kanan
Otak Kiri
Penglihatan
Pendengaran
Pengecapan
Pengendus
Perabaan
Stimulasi yang Diperlukan untuk Perkembangan Otak
Diadopsi dari Prof. Dr. Sumarmo Markam (Neorolog FK-UI), 2003
2. “The 3 in 1 Brain”
2. Limbik (=emosi)
3. Kortek (=alasan & berfikir logis)
bertanggung jawab atas: berpikir nalar, analitis, perencanaan dan pengorganisasian, bicara dan bahasa, penglihatan & pendengaran
IMPLIKASI TERHADAP PENDEKATAN PEMBELAJARAN DI PAUD
Sumber: MacLean cited in Martel, 2000
3. Perubahan Pemahaman tentang Otak Manusia
No
Perubahan Pemahaman ttg Otak Manusia
Implikasi terhadap PAUD
1
Perubahan Pemahaman Tentang Otak Manusia:
Perubahan …
No
Perubahan Pemahaman ttg Otak Manusia
Implikasi terhadap PAUD
2.
Perubahan pemahaman tentang otak manusia:
Stimulasi pendidikan terhadap anak yang sedang berada di “waktu terbaik” (usia emas) perkembangan otaknya harus dibarengi dengan pemahaman yang cukup tentang karakteristik anak agar konten dan cara/metode/teknis pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya. Pendidik juga harus paham kebutuhan lainnya yang bersifat holistik (kesehatan, gizi dll)
4. Dampak terhadap Pendekatan Stimulasi PAUD
Bermain aktif setiap hari, penuh kasih sayang, gembira, berulang,konsisten, bervariasi, tuntas (selesai).
Dengar, lihat, tiru/coba,
ulang, tuntas
Inti stimulasi
Metode stimulasi
Pelaksanaan stimulasi
Sasaran stimulasi
Sensori-motorik, kognitif, komunikasi-bahasa, sosio-emosional, kemandirian, kreativitas, dll.
Setiap kali berinteraksi dg anak : menyusui, menidurkan, memandikan, ganti baju, di jalan, bermain, di dalam mobil, nonton tv, sebelum tidur, dll.
Teknikan stimulasi
Melalui suara, musik, gerakan, perabaan, bicara, menyanyi, membaca, mencocokkan, membandingkan, mengelompokkan, memecahkan masalah, mencoret, menggambar, merangkai dll
Pendekatan Stimulasi PAUD
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
TEORI DASAR PAUD (6):�MULTIPLE INTELLIGENCES
(DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PAUD)
Implikasi terhadap PAUD
Sumber: Gardner, 2006; Fasli Jalal, 2009
Multiple Intelligences
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI�DAN IMPLIKASINYA PADA PAUD
KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI
Implikasinya, a.l.:
Diantaranya (berbagai sumber/referensi):
(meskipun dalam proses perkembangannya terdapat banyak kesamaan, namun tetap saja setiap anak akan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan anak yang lainnya, walaupun anak kembar sekalipun)
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
INSPIRASI
PENGELOLAAN/PENYELENGGARAAN �PAUD BERKUALITAS DAN IMPLIKASINYA BAGI STANDAR PAUD
THE 5 ELEMENTS OF A GOOD PRESCHOOL/ECCE
(John D. Tulenko, Jackie Mader and Lillian Mongeau, 2018)
IMPLIKASI:
13 INDICATORS OF QUALITY CHILD CARE
(Empirically identified in the research: Fiene & Nixon, 1981, 1983; �Fiene, 1988; Fiene, 1994, 2002)
IMPLIKASI:
NAEYC STANDARDS (10) FOR HIGH-QUALITY PROGRAMS
IMPLIKASI:
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
IMPLIKASI / IMPLEMENTASI TERHADAP �KONSEP DASAR PAUD INDONESIA�PADA INSTRUMEN AKREDITASI PAUD �(YANG MENGACU 8 STANDAR NASIONAL PAUD)
PAUD DITEMPATKAN SEBAGAI KEBIJAKAN FUNDAMENTAL
Amanat Konstitusi
RESUME:�POKOK-POKOK PIKIRAN YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD
No
Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini
Implikasi terhadap Pendekatan PAUD
1.
Setiap anak adalah pribadi yang unik. Meskipun dalam proses perkembangannya terdapat banyak kesamaan, namun tetap saja setiap anak akan memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan anak yang lainnya, walaupun anak kembar sekalipun.
Stimulasi pendidikan harus memperhatikan keunikan setiap anak
2.
90% otak berkembang sebelum usia 5 tahun. Periode kritis dalam perkembangan otak terjadi terutama pada usia 4 tahun pertama kehidupan anak. Fungsi otak yang pertama berkembang adalah fungsi pendengaran dan penglihatan. Hingga anak berusia satu tahun, fungsi otak yang sudah mulai berkembang adalah kebiasaan cara merespon (habitual ways of responding), bahasa (language), dan kemudian pengendalian emosi (emotional control). Masuk usia dua tahun, mulai pengenalan simbol-simbol. Menjelang memasuki usia tiga tahun, keterampilan sosial sederhana, dan menjelang memasuki usia empat tahun sudah mulai dengan keterampilan kognitif. (McCain and F. Mustard, 1999)
Stimulasi pendidikan harus memperhatikan tahap-tahap perkembangan otak anak
HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD
No
Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini
Implikasi terhadap Pendekatan PAUD
3.
Layanan kesehatan dan Gizi amat berperan di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak anak
Stimulasi pendidikan di PAUD harus diikuti juga dengan layanan kesehatan dan gizi yang baik, oleh karena itu perlu ada kerjasama antara satuan PAUD dan orang-tua/keluarga agar kesehatan dan gizi yang diperlukan anak terpenuhi
4.
Orang dewasa yang memicu System Limbic anak dengan perlakuan menyenangkan (seperti menyanyi, bermain, menghargai, peduli, mencintai, dan mengembangkan hubungan positif) terhadap anak akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajar dan memacu kreativitas mereka. Sebaliknya anak tidak dapat belajar dalam kondisi takut (ditekan) atau diancam. (MacLean cited in Martel, 2000)
.
Stimulasi pendidikan yang memicu System Limbic anak dengan perlakuan menyenangkan akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajar dan kreativitas mereka.
HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD
No
Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini
Implikasi terhadap Pendekatan PAUD
5.
Perubahan Pemahaman Tentang Otak Manusia:
HAL-HAL MENDASAR YANG MELANDASI PENDEKATAN PAUD
No
Hal-hal Mendasar pada Anak Usia Dini
Implikasi terhadap Pendekatan PAUD
Perubahan pemahaman tentang otak manusia:
Stimulasi pendidikan terhadap anak yang sedang berada di “waktu terbaik” (usia emas) perkembangan otaknya harus dibarengi dengan pemahaman yang cukup tentang karakteristik anak agar konten dan cara/metode/teknis pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tahap perkembangannya. Pendidik juga harus paham kebutuhan lainnya yang bersifat holistic (kesehatan, gizi dll)
Stimulasi pendidikan harus memberikan kesempatan untuk menumbuh-kembangkan semua potensi kecerdasan anak, tidak hanya pengutamakan potensi kecerdasan tertentu. Oleh karena itu pendidik harus kreatif dan bisa menumbuhkan (menginspirasi) munculnya keberanian dan kreativitas anak
Setiap anak memiliki potensi kecerdasan jamak, yakni: linguistic (cerdas kosa kata), logika & matematika (cerdas angka dan rasional), spasial (cerdas tuang/tempat/gambar), kinestetika-raga (cerdas raga), music (cerdas music), interpersonal (cerdas adaptif), intrapersonal (cerdas diri), dan naturalis (cerdas alam)
(Gardner, 2006).
7.
Mari kita diskusikan apa kaitan teori tersebut dengan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
terima kasih