1 of 161

PERENCANAAN BERBASIS DATA

Bagian 1 (Sinkronus)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

2 of 161

Tujuan Belajar

  • Memahami prinsip, tujuan dan metode perencanaan berbasis data, kerangka dan struktur profil Pendidikan dan Indikator dalam profil Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3 of 161

ALUR

Modul Perencanaan Berbasis Data (10 JP)

  1. Sinkronus bagian 1 (4JP)
  2. Asinkronus/penugasan mandiri (2 JP)
  3. Sinkronus bagian 2 (4JP)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 161

Agenda Hari Ini

Mulai dari Diri

  1. Menjawab pertanyaan reflektif

Eksplorasi Konsep

  1. Presentasi materi dan tanya jawab

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 161

KESEPAKATAN KELAS

Matikan mic

Nyalakan kamera

Angkat tangan jika ingin bicara

Aktif dalam proses

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 of 161

Mulai dari Diri

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

7 of 161

Pertanyaan Reflektif

Kita telah melakukan banyak program dan kegiatan untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut Anda, apa masalah utama kita sehingga kualitas pendidikan belum meningkat secara signifikan?

Tuliskan jawaban Anda di jamboard (tautan ada di kolom percakapan/chat)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 161

Terima kasih atas jawabannya!��Mari kita lihat hasil refleksi Kemendikbud

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9 of 161

Program atau kegiatan belum berdampak kepada peningkatan mutu disebabkan perencanaan belum berbasis data sesuai dengan masalah yang dihadapi

Kondisi Saat Ini

Hasil belajar dibawah rata - rata1 dan kesenjangan antar kelompok dan wilayah2

Kondisi yang diharapkan

Peningkatan hasil belajar baik kompetensi kognitif maupun non kognitif

Analisis kondisi / kinerja saat ini

Identifikasi masalah

Perencanaan

Program Kegiatan Pengadaan

Monitoring dan Evaluasi

Data atau laporan tidak valid

Analisis tidak sampai ke akar masalah

Perencanaan tidak berdampak pada peningkatan mutu

Kegiatan dan pengadaan tidak berdampak pada peningkatan mutu

Dampak kegiatan tidak dievaluasi

1Data skor PISA periode 2000 - 2018

2Persebaran skor AKSI 2019

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 161

Eksplorasi Konsep

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11 of 161

Bagian 1��Transformasi Sekolah dan Pendidikan Daerah dalam Kerangka Merdeka Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12 of 161

Pendahuluan

VISI PENDIDIKAN INDONESIA

mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global

PELAJAR PANCASILA

Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Mandiri

Bernalar

Kritis

Kreatif

Bergotong Royong

Berkebinekaan Global

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13 of 161

Elemen-elemen pendidikan yang berperan penting guna menciptakan masyarakat maju antara lain adalah, tingginya angka partisipasi siswa dan distribusi kualitas pendidikan yang merata di semua jenjang pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14 of 161

Cita-cita kebijakan Merdeka Belajar adalah untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia

Pendidikan Berkualitas

Memastikan peserta didik mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan berkarakter

Fokus pada pengembangan kompetensi dasar dan karakter

Bagi seluruh rakyat Indonesia

memastikan bahwa kelompok-kelompok yang termarginalkan (sulit mendapat akses pendidikan) dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas

Intervensi asimetris berfokus pada penguatan kelompok termarjinalkan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16 of 161

Pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel dapat tercapai melalui perencanaan berbasis data

Perencanaan berbasis data memanfaatkan Profil Pendidikan sebagai dasar penyusunan perencanaan untuk perbaikan berkesinambungan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 161

Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan mutu pendidikan

Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.

Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 161

Evaluasi Sistem Pendidikan menghasilkan laporan komprehensif berupa Profil Pendidikan yang menjadi rujukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan dalam menyusun perencanaan anggaran, program dan kebijakan

  • Profil Pendidikan menjadi sumber utama untuk menentukan Kebijakan, Program, dan Kegiatan di Pusat, Daerah, maupun Satuan
  • UPT PAUD DASMEN melakukan advokasi, konsultasi dan pendampingan kepada Pemda agar hasil analisis Profil Pendidikan ditindaklanjuti

Pusat

Daerah

Sekolah

Kebijakan &

Program Pusat

Peningkatan Mutu

Evaluasi

Diri

Sekolah

Profil �satuan pendidikan

Profil Pendidikan Nasional

Profil Pendidikan Daerah

Advokasi

Konsultasi

Pendampingan

Kebijakan &

Program Daerah

Analisis Kebijakan, Program

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 161

Transformasi Sekolah dan Pendidikan Daerah dalam Kerangka Merdeka Belajar

Merdeka Belajar bertujuan untuk mentransformasi layanan pendidikan yang berdampak pada kualitas hasil belajar dan pemerataannya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 161

Cita-cita Merdeka Belajar dan Peran Evaluasi Sistem Pendidikan

Pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai salah satunya melalui perbaikan pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

22 of 161

Intervensi kebijakan transformasi untuk peningkatan dan pemerataan mutu perlu dilakukan pada berbagai tingkatan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

24 of 161

Bagian 2a��Profil dan Rapor Pendidikan��- Latar Belakang, Kerangka,�dan Struktur Profil Pendidikan -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

25 of 161

Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif yang dihasilkan oleh Kemendikbud Ristek sebagai bagian dari proses Evaluasi Sistem Pendidikan

Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.

Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

26 of 161

Profil Pendidikan menjadi:

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 161

Profil Pendidikan merupakan laporan yang disusun dari berbagai sumber data yang andal dan diproses secara terpadu di Kemdikbud

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 161

Perencanaan berbasis data dilakukan berdasarkan Profil Pendidikan untuk perbaikan berkesinambungan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 161

Evaluasi untuk profil pendidikan dilakukan berdasar kerangka penilaian yang dikembangkan dari model input, proses, dan output tentang kinerja atau efektivitas sekolah

Model ini mencakup 8 standar yang ada dalam Standar Nasional Pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 161

  1. Capaian hasil belajar
    1. Capaian perkembangan dan hasil belajar anak - PAUD
    2. Mutu dan relevansi hasil belajar murid - Dasmen
  2. Pemerataan pendidikan yang bermutu

Output

  1. Mutu dan relevansi pembelajaran

Proses

  1. Kompetensi dan kinerja GTK
  2. Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Input

8 Standar Nasional Pendidikan

  1. Standar GTK
  2. Standar Pembiayaan
  3. Standar Sarpras
  1. Standar Isi
  2. Standar Proses
  3. Standar Penilaian
  4. Standar Pengelolaan
  1. Standar Kompetensi Lulusan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

31 of 161

Berdasarkan model input, proses, output tersebut,

profil dikelompokkan dalam 5 dimensi yang berisi berbagai kelompok indikator.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 161

Dimensi A

  1. Capaian hasil belajar
    1. Capaian perkembangan
      1. Pembelajaran
      2. Sosial emosional
      3. Fisik
    2. Mutu hasil belajar murid
      • Kemampuan literasi
      • Kemampuan numerasi
      • Karakter
  2. Mutu Lulusan SMK
      • Penyerapan
      • Pendapatan
      • Kompetensi

Mutu dan relevansi hasil belajar murid

Pemerataan pendidikan yang bermutu

Mutu dan relevansi pembelajaran

Kompetensi dan kinerja GTK

Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Kualitas Capaian Pembelajaran siswa

Kualitas Proses Belajar Siswa

Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sekolah

Dimensi B

  1. Kesenjangan mutu hasil belajar
  2. Akses peserta didik

Dimensi D

  1. Kualitas pembelajaran
  2. Refleksi dan perbaikan pembelajaran
  3. Kepemimpinan instruksional
  4. Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran
  5. Iklim keamanan sekolah
  6. Iklim kebinekaan dan inklusivitas sekolah
  7. Link and match dengan Dunia Kerja

Dimensi C

  1. Kompetensi GTK dan pengembangannya
  2. Jumlah dan kinerja GTK sebagai Penggerak
  3. Kinerja administratif GTK
  4. Pemerataan distribusi guru
  5. Pemenuhan kebutuhan guru

Dimensi E

  1. Partisipasi warga sekolah
  2. Pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu
  3. Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran
  4. proporsi APBD untuk pendidikan

Output

Proses

Input

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

33 of 161

Setiap dimensi terdiri dari indikator yang tersusun dalam pohon indikator.

Tiap dimensi terdiri dari beberapa indikator level 1.

Indikator level 1 terdiri dari beberapa indikator level 2, dan indikator level 2 terdiri dari beberapa indikator level 3 yang disebut dengan pohon indikator.

Beberapa indikator level 2 tidak memiliki indikator level 3, dan beberapa indikator level 1 tidak memiliki indikator level 2.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

34 of 161

Dimensi

Indikator level 1

Indikator level 2

Indikator level 3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

35 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

36 of 161

Bagian 2b��Profil dan Rapor Pendidikan�- Indikator Pendidikan Anak Usia Dini -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

37 of 161

Struktur profil PAUD berbeda dengan Dikdasmen, disesuaikan dengan karakteristik PAUD

Dimensi A

  1. Perkembangan pembelajaran
  2. Perkembangan sosial-emosional
  3. Perkembangan fisik motorik

Pemerataan Akses ke Layanan Berkualitas

Kualitas Proses Pembelajaran

Kualitas Pengelolaan Satuan

Pemerataan Akses dan Kualitas Layanan PAUD

Kualitas Lingkungan Belajar PAUD

(Transformasi Sekolah: PAUD Berkualitas)

Dimensi B

  1. Pemerataan akses
  2. Pertumbuhan satuan yang terakreditasi

Dimensi C

  1. Ketersediaan (distribusi guru dan pengawas untuk satuan)
  2. Kompetensi berdasarkan sertifikasi diklat berjenjang, PGP, PPG.
  3. Kompetensi berdasarkan kualifikasi dan UKG
  4. Kepemimpinan: Lulusan GP menjadi KS dan Pengawas
  5. Kinerja: Pengalaman sebagai pelatih di gugus

Dimensi E

Elemen 2. Kemitraan dengan Orang Tua

  1. kemitraan dengan orang tua/wali

Elemen 3. Memantau dan Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia Dini

  1. Indeks layanan holistik integratif

Elemen 4. Kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya untuk perbaikan pembelajaran, iklim keamanan, keselamatan dan inklusivitas satuan

  1. Ketersediaan sarpras esensial
  2. Iklim keamanan dan keselamatan satuan
  3. Iklim Inklusivitas satuan
  4. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh pendidik
  5. kepemimpinan dan kebijakan yang mendukung refleksi dan perbaikan pembelajaran
  6. Kapasitas perencanaan dan akuntabilitas pembiayaan
  7. Kesenjangan sarpras esensial, keamanan, dan layanan holistik integratif

Dimensi D

Elemen 1. Kualitas Proses Pembelajaran

  1. Perencanaan pembelajaran yang efektif
  2. Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini
  3. Muatan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum
  4. Asesmen yang meningkatkan kualitas pembelajaran
  5. Kesenjangan kualitas proses pembelajaran

Outcome

Proses

Input

Tingkat Capaian Perkembangan Anak

Output

Tingkat Capaian Perkembangan Anak

Jumlah, Distribusi dan Kompetensi PTK

Jumlah, Distribusi dan Kompetensi PTK

Belum akan ada di tahun 2022. Kemendikbudristek mengikuti mekanisme pengukuran yang disepakati lintas sektor.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

38 of 161

Informasi penting terkait profil dan rapor pendidikan PAUD:

Profil Pendidikan PAUD tidak tersedia di level satuan pendidikan, hanya tersedia di level daerah dan nasional di tahun 2022.

Terdapat perbedaan deskripsi dimensi antara PAUD dengan Dikdasmen:

Dimensi

Dimensi PAUD

Dimensi Dikdasmen

A

Capaian perkembangan dan hasil belajar anak

Mutu dan relevansi hasil belajar

B

Pemerataan Akses ke Layanan Berkualitas

Pemerataan pendidikan yang bermutu

C

Ketersediaan, Kompetensi dan Kinerja PTK

Kompetensi dan Kinerja PTK

D

Kualitas Proses Pembelajaran

Mutu dan Relevansi Pembelajaran

E

Kualitas Pengelolaan Sekolah

Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

39 of 161

Indikator dimensi A PAUD - Capaian Perkembangan dan Hasil Belajar Anak

Capaian perkembangan PAUD diukur dari perkembangan pembelajaran, sosial-emosional dan fisik.

Perkembangan pembelajaran

Perkembangan sosial-emosional

Perkembangan fisik

Selaras dengan STPPA1 dan menggunakan instrumen pengukuran capaian perkembangan anak yang disepakati lintas sektor

Kemampuan literasi (pengenalan huruf, dapat mengekspresikan dirinya dengan bertanya, menjawab pertanyaan, memahami cerita sederhana, pra-menulis), kemampuan numerasi dasar (seperti pemahaman simbol, konsep bilangan) serta fungsi eksekutif (kemampuan meregulasi diri)

Kemampuan anak berperilaku prososial (sesuai tuntutan sosial/aturan, berinteraksi dengan teman sebaya). Mengenali, mengolah dan mengendalikan emosi untuk dapat merespon secara positif kondisi yang dihadapi.

Kemampuan anak untuk bergerak membangun keseimbangan yang melibatkan otot besar.

Melakukan gerakan halus yang melibatkan otot kecil

1Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

40 of 161

Struktur pohon indikator dimensi A PAUD

Indikator Level 1

Indikator Level 2

Indikator Level 3

  1. % anak di bawah usia 5 tahun berkembang dengan baik dalam pembelajaran
  1. Kemampuan numerasi
  2. Kemampuan bahasa ekspresif
  3. Kemampuan literasi
  4. Fungsi eksekutif

  1. % anak di bawah usia 5 tahun berkembang dengan baik dari aspek sosial-emosional
  1. Perkembangan sosial
  2. Perkembangan emosional

  1. % anak di bawah usia 5 tahun berkembang dengan baik dari perkembangan fisik
  1. Perkembangan motorik halus
  2. Perkembangan motorik kasar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

41 of 161

Untuk mengukur pemerataan mutu pendidikan di PAUD, diukur kesenjangan kualitas proses pembelajaran, kesenjangan layanan, dan pemerataan akses bagi penduduk dengan anak usia PAUD. Berapa banyak pertumbuhan satuan PAUD yang sudah terakreditasi juga menjadi hal yang perlu diukur.

Indikator dimensi B PAUD - Pemerataan Pendidikan yang Bermutu

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

42 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

43 of 161

Struktur pohon indikator dimensi B PAUD

Level 1

Level 2

Level 3

  1. Kesenjangan indeks kualitas proses pembelajaran
  1. Kesenjangan indeks kualitas pembelajaran antar sos-ek keluarga
  2. Kesenjangan indeks kualitas pembelajaran antar desa/kelurahan di tiap kab/kota

  1. Angka Partisipasi Murni usia 3-6 tahun
  2. APM negeri usia 3-6 tahun
  3. APM untuk ABK
  4. Kesenjangan akses antar sosial-ekonomi
  5. Kesenjangan akses antar gender
  6. Kesenjangan akses dalam distribusi 1 desa 1 PAUD
  1. Angka partisipasi 3-4 tahun
  2. Angka partisipasi 5-6 tahun

  1. Kesenjangan indeks sarana prasarana esensial
  2. Kesenjangan indeks keamanan bangunan
  3. Kesenjangan layanan holistik integratif
  4. Kesenjangan partisipasi orangtua dan masyarakat
  1. Kesenjangan indeks sarpras antar sos-ek
  2. Kesenjangan indeks sarpras antar desa di tiap kab/kota

  1. Pertumbuhan % satuan yang terakreditasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

44 of 161

Keterkaitan indikator antara dimensi C, D dan E PAUD

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

45 of 161

Ketersediaan, kompetensi guru dalam menguasai keterampilan pedagogik, materi ajar, dan cara mengajarkan materi, serta kinerja berdampak pada proses pembelajaran yang berkualitas yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Berikut adalah indikator yang diukur untuk memotret ketersediaan, kompetensi, dan kinerja PTK:

Indikator dimensi C PAUD - Ketersediaan, Kompetensi dan Kinerja PTK

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

46 of 161

Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 1)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Pertumbuhan proporsi pendidik PAUD dengan kualifikasi S1/D-IV

  1. Proporsi pendidik berkualifikasi
  1. Pendidik berijazah S1/D-IV bidang PAUD, psikologi, dan kependidikan lain yang relevan
  2. Pendidik berijazah S2/S3 bidang PAUD, psikologi, dan kependidikan lain yang relevan
  3. Pendidik berijazah S1/D-IV bidang lain
  4. Pendidik berijazah S2/S3 bidang lain
  1. Proporsi Kepala Satuan berkualifikasi
  1. KS berijazah S1/D4
  2. KS berijazah S2
  3. KS berijazah S3
  1. Proporsi PTK bersertifikat dari PPG (Program Profesi Guru)
  1. Pendidik bersertifikat PPG
  2. KS bersertifikat PPG

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

47 of 161

Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 2)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Sertifikasi diklat berjenjang Kementerian
  1. Pendidik memiliki sertifikat diklat dasar
  2. Pendidik memiliki sertifikat diklat lanjut
  3. Pendidik memiliki sertifikat diklat mahir
  4. Pendidik memiliki sertifikat Pelatih (PCP)
  1. Proporsi PTK dalam diklat teknis
  1. Pendidik berpartisipasi dalam Diklat Teknis mengenai ke-PAUD-an
  2. KS/pengelola berpartisipasi dalam Diklat Teknis mengenai ke-PAUD-an
  3. KS/pengelola berpartisipasi dalam Diklat Teknis dengan materi pengetahuan profesional mengenai manajerial
  1. Standar kompetensi pendidik
  1. Kompetensi penguasaan pengetahuan profesional
  2. Kompetensi praktik pembelajaran profesional
  3. Kompetensi pengembangan profesi berkelanjutan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

48 of 161

Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 3)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Proporsi GTK Penggerak
  1. Proporsi Guru Penggerak di daerah
  2. Proporsi KS dan Pengawas Penggerak
  1. Kualitas Guru Penggerak (pengalaman menjadi pelatih)
  1. Proporsi guru penggerak yang melakukan pelatihan
  2. Jumlah pelatihan di tingkat gugus yang difasilitasi per guru penggerak
  3. Jumlah pelatihan di luar gugus yang difasilitasi per guru penggerak
  4. Rerata jumlah guru yang dilatih per guru penggerak
  1. Teacher Distribution Index

Distribusi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kebutuhan

  1. Ketersediaan jumlah pengawas

  1. Pemenuhan kebutuhan pendidik (formasi guru ASN)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

49 of 161

Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu ada di satuan PAUD, sehingga dapat menjadi PAUD berkualitas.

Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

50 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

51 of 161

Kualitas proses pembelajaran merupakan elemen kunci untuk memastikan peserta didik mendapatkan manfaat dari berpartisipasi di PAUD. Partisipasi di satuan PAUD yang tidak berkualitas malah dapat berdampak buruk pada perkembangan anak. Berikut penjabaran empat indikator level 1 dari dimensi D yang merupakan faktor pendukung terselenggaranya proses pembelajaran yang bermutu:

Indikator dimensi D untuk PAUD - Kualitas Proses Pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

52 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

53 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D PAUD

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Perencanaan untuk proses pembelajaran yang efektif
  1. Ketersediaan dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap
  2. Kesesuaian rencana pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan asesmen
  3. Pengaturan ruang kelas
  1. Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini
  1. Keteraturan suasana kelas
  2. Penerapan disiplin positif
  3. Ekspektasi pendidik
  4. Perhatian dan dukungan pendidik
  5. Pembelajaran terdiferensiasi
  1. Panduan pendidik/teachers' scaffolding
  2. Pendekatan bermain-belajar
  3. Berpikir aktif
  4. Pembelajaran kontekstual
  1. Muatan pembelajaran yang sesuai kurikulum
  1. Muatan agama dan budi pekerti
  2. Muatan identitas diri
  3. Muatan perilaku mandiri dan prososial
  4. Muatan PHBS dan penguatan motorik kasar dan halus
  5. Muatan praliterasi
  6. Muatan kognitif
  1. Asesmen yang meningkatkan kualitas pembelajaran
  1. Ketersediaan dokumen evaluasi pembelajaran dan monitoring hasil belajar anak
  2. Umpan balik konstruktif

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

54 of 161

Kualitas pengelolaan: Satuan PAUD berkualitas adalah satuan yang memiliki kualitas pengelolaan yang baik. Secara garis besar, kualitas pengelolaan terdiri dari tiga elemen yaitu:

Indikator dimensi E untuk PAUD - Kualitas Pengelolaan Sekolah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

55 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

56 of 161

Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 1)

Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Ketersediaan sarana prasarana esensial
  1. Ketersediaan lahan
  2. Ketersediaan bangunan
  3. Ketersediaan tempat bermain/belajar
  4. Ketersediaan jaringan listrik
  1. Ketersediaan fasilitas sanitasi
  2. Ketersediaan APE
  3. Ketersediaan buku bacaan anak
  4. Ketersediaan perangkat TIK
  1. Indeks iklim keamanan dan keselamatan sekolah
  1. Keamanan bangunan satuan
  2. Keamanan lingkungan satuan
  3. Ketersediaan P3K
  1. Indeks tidak terjadinya hukuman fisik
  2. Indeks anti perundungan
  3. Indeks anti kekerasan seksual
  4. Skor sikap anti kekerasan pendidik dan KS
  1. Indeks iklim inklusivitas sekolah
  1. Skor toleransi pendidik dan KS
  2. Skor komitmen kebangsaan pendidik dan KS
  3. Skor multikultural
  4. Skor konsepsi/pengetahuan/sikap pendidik terhadap anak berkebutuhan khusus

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

57 of 161

Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 2)

Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Indeks refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh pendidik
  1. Belajar dari dan bersama orang lain
  2. Evaluasi praktik saat ini
  3. Penerapan praktik baru
  4. Penggunaan TIK dalam pembelajaran
  1. Indeks kepemimpinan dan kebijakan satuan yang mendukung refleksi dan perbaikan layanan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

58 of 161

Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 3)

Elemen Kemitraan dengan Orang Tua

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Indeks kemitraan dengan orang tua/wali untuk kesinambungan stimulasi di satuan dan di rumah

Elemen Memantau dan Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia Dini

  1. Indeks layanan holistik integratif
  1. Penyelenggaraan kelas orang tua
  2. Pencatatan data tumbuh kembang anak
  3. Pemantauan tumbuh kembang anak
  4. Koordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik

  1. Penerapan PHBS
  2. Pemberian PMT dan/atau pemberian makanan dengan gizi sehat
  3. Pemantauan kepemilikan identitas peserta didik (NIK)
  4. Ketersediaan fasilitas sanitasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

59 of 161

Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 4)

Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya

Indikator Level 1

Indikator Level 2

  1. Indeks kapasitas perencanaan
  1. Ketersediaan dokumen perencanaan
  2. Ketersediaan dokumen pengorganisasian
  3. Ketersediaan dokumen pelaksanaan
  4. Pengisian DAPODIK
  5. Pengisian SIPLAH
  • Indeks akuntabilitas pembiayaan
  1. Ketersediaan dokumen rencana anggaran tahun berjalan
  2. Ketersediaan dokumen administrasi keuangan
  3. Penyusunan RKAS dan pelaporan di aplikasi BOP
  1. Pemanfaatan Sumber Daya Satuan
  1. Penggunaan BOP untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
  2. Penggunaan BOP untuk pelaksanaan kegiatan pendukung pembelajaran dan bermain
  3. Penggunaan BOP untuk pemenuhan administrasi satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

60 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

61 of 161

Bagian 2c��Profil dan Rapor Pendidikan�- Indikator Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

62 of 161

Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Berkualitas dalam konteks ini bermakna bahwa proses pendidikan harus mampu meningkatkan hasil belajar berupa kompetensi kognitif maupun non kognitif.

Kompetensi kognitif diukur dari kecakapan literasi dan numerasi yang merupakan modal dasar individu untuk mengakses pendidikan dan memungkinkan untuk mengarungi kehidupan sosial, ekonomi, bahkan politik.

Kompetensi non kognitif diukur dari karakter atau perilaku, yatu perilaku sesuai prinsip-prinsip Pancasila.

Dimensi A Jenjang Dasmen - Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Murid

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

63 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

64 of 161

Kemampuan literasi siswa diukur dalam 3 tingkat untuk bacaan fiksi dan bacaan non fiksi

Siswa memiliki kemampuan literasi yang cakap apabila siswa mampu menemukan informasi eksplisit, menyimpulkan dan melakukan refleksi dan evaluasi dari bacaan yang dibacanya, baik fiksi maupun non fiksi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

65 of 161

Kemampuan numerasi siswa diukur dalam 3 tingkat

untuk 4 jenis pelajaran

Siswa memiliki kemampuan numerasi yang cakap apabila siswa mampu memahami, menerapkan dan penalaran (reasoning) dari domain bilangan, aljabar, geometri, data dan ketidakpastian.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

66 of 161

Karakter dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 6 elemen utama (bagian 1)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

67 of 161

Karakter dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 6 elemen utama (bagian 2)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

68 of 161

Khusus untuk jenjang SMK, kualitas hasil belajar diukur dari relevansi hasil belajar murid berupa penyerapan, pendapatan dan kompetensi lulusan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

69 of 161

Struktur pohon indikator dimensi A jenjang Dikdasmen (bagian 1)

Level 1

Level 2

Level 3

A1. Kemampuan literasi

  1. Kemampuan memahami bacaan non fiksi
  2. Kemampuan memahami bacaan fiksi
  1. Menemukan informasi eksplisit
  2. Menyimpulkan
  3. Refleksi dan evaluasi

A.2 Kemampuan numerasi

  1. Domain bilangan
  2. Aljabar
  3. Geometri
  4. Data dan ketidakpastian
  1. Pemahaman
  2. Penerapan
  3. Reasoning

A.3 Karakter

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
  2. Gotong royong
  3. Kreativitas
  4. Nalar kritis
  5. Kebhinekaan global
  6. Kemandirian
  1. 11 indikator
  2. 3 indikator
  3. 3 indikator
  4. 3 indikator
  5. 2 indikator
  6. 2 indikator

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

70 of 161

Struktur pohon indikator dimensi A jenjang Dikdasmen (bagian 2)

Level 1

Level 2

Level 3

A.4 Penyerapan Lulusan

  1. Kuliah
  2. Bekerja
  3. Wirausaha
  4. Kesesuaian bidang kerja
  5. Masa tunggu

A.5 Pendapatan Lulusan

  1. Kuliah (kerja part time)
  2. Bekerja
  3. Wirausaha

A.6 Kompetensi Lulusan

  1. Lulusan dengan sertifikat keahlian
  2. Kepuasan dunia kerja pada budaya kerja lulusan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

71 of 161

Selain peningkatan mutu pendidikan, ukuran luaran yang lain adalah pemerataan layanan pendidikan yang bermutu. Ukuran pemerataan pendidikan yang bermutu adalah sebagai berikut:

Dimensi B jenjang Dikdasmen - Pemerataan Pendidikan yang Bermutu

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

72 of 161

Angka partisipasi adalah indikator khusus untuk daerah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

73 of 161

Struktur pohon indikator dimensi B jenjang Dikdasmen

Level 1

Level 2

B.1 Kesenjangan literasi

Dibandingkan antara:

  1. kelompok gender (khusus iklim keamanan dan inklusivitas, perbandingan dipisah antara siswa & guru+KS)
  2. kelompok status sosial ekonomi
  3. Wilayah perkotaan vs pedesaan

B.2 Kesenjangan numerasi

B.3 Kesenjangan karakter

B.4 APK SD/MI/Paket A/SDLB

B.5 APS SD/MI/Paket A/SDLB

Dianalisa berdasarkan kelompok

  1. Quintile status sosial ekonomi
  2. Kelompok gender
  3. Murid disabilitas

B.6 APK SMP/MTS/Paket B/SMPLB

B.7 APS SMP/MTS/Paket B/SMPLB

B.8 APK SMA/K/MA/Paket C/SMALB

B.9 APS SMA/K/MA/Paket C/SMALB

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

74 of 161

Dimensi C, D dan E merupakan kelompok indikator proses dan input yang berkontribusi terhadap hasil belajar siswa (output)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

75 of 161

Berdasarkan literatur ilmiah tentang efektivitas pengajaran dan efektivitas sekolah, sekolah yang baik adalah sekolah yang efektif memfasilitasi belajar siswa. Terdapat tujuh komponen yang diasumsikan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa:

  1. Proses pembelajaran yang berkualitas
  2. Guru-guru yang secara konsisten melakukan refleksi dan memperbaiki praktik pengajarannya
  3. Kepala sekolah yang menerapkan visi, kebijakan, dan program yang berfokus pada kualitas pembelajaran
  4. Iklim sekolah yang aman
  5. Iklim sekolah yang inklusif
  6. Kompetensi guru dalam menguasai keterampilan pedagogik, materi ajar, dan cara mengajarkan materi tsb
  7. Latar belakang sosial-ekonomi siswa, seperti tingkat pendidikan orang tua dan fasilitas belajar yang tersedia di rumah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

76 of 161

  • Kompetensi guru dalam menguasai keterampilan pedagogik, materi ajar, dan cara mengajarkan materi, dan kinerja berdampak pada proses pembelajaran yang berkualitas yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

  • Indikator yang diukur untuk memotret hal diatas adalah sertifikasi pendidik, pelatihan, PGP, ijazah, nilai uji kompetensi guru, dan tingkat kehadiran guru.

  • Selain itu bagi kinerja daerah, diukur tingkat pemerataan distribusi guru dan pemenuhan kebutuhan guru.

Indikator dimensi C jenjang Dikdasmen - Kompetensi dan Kinerja PTK

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

77 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

78 of 161

Struktur pohon indikator dimensi C jenjang Dikdasmen (bagian 1)

Level 1

Level 2

C.1 Proporsi GTK bersertifikat

C.2 Proporsi GTK penggerak

  1. % guru penggerak
  2. % KS/wakil KS penggerak
  1. % pengawas penggerak
  2. % pejabat disdik penggerak

C.3 Pengalaman pelatihan guru

  1. Pengetahuan bidang studi
  2. Pedagogi
  1. Manajerial
  2. Pelatihan lain

C.4 Kualitas GTK penggerak

  1. Jumlah guru penggerak yg menjadi pelatih
  2. Jumlah pelatihan yang difasilitasi per guru penggerak
  1. Jumlah pelatihan yang difasilitasi per kepala sekolah penggerak
  2. Rerata jumlah guru yang dilatih

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

79 of 161

Struktur pohon indikator dimensi C jenjang Dikdasmen (bagian 2)

Level 1

Level 2

C.5 Nilai UKG

  1. Kompetensi pedagogik
  2. Kompetensi profesional

C.6 Kehadiran guru di kelas

  1. Kehadiran guru menurut laporan murid
  2. Kehadiran guru menurut laporan kepsek

C.7 Indeks distribusi guru

C.7 dan C.8 adalah indikator khusus untuk daerah

C.8 Pemenuhan Kebutuhan Guru

C.9 Proporsi GTK di SMK yang bersertifikat kompetensi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

80 of 161

Pengalaman siswa di kelas adalah penentu utama hasil belajar siswa. Hal ini dapat dipotret dari kualitas praktik pembelajaran yang digunakan oleh guru. Praktik pembelajaran yang baik harus memfasilitasi tiga fungsi dasar, yaitu mengelola perilaku, memotivasi murid, dan membantu murid membangun pengetahuan baru.

Indikator dimensi D jenjang Dikdasmen - Mutu dan Relevansi Pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

81 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

82 of 161

Kualitas pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor utama, yaitu:

  1. Kompetensi guru (dimensi C,)
  2. Praktik reflektif dan perbaikan praktik pembelajaran yang dilakukan guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

83 of 161

Terlepas dari kompetensinya, seorang guru dapat terus memperbaiki kualitas pembelajarannya dengan cara:

  1. Merefleksikan praktik yang biasa digunakannya,
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran baik secara individual maupun kolaboratif, dan
  3. Mencoba menerapkan gagasan-gagasan baru dalam praktik pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

84 of 161

Kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh refleksi dan tindakan guru sebagai individu, tetapi juga oleh lingkungan sekolah secara lebih luas.

Agar dapat melakukan refleksi dan memperbaiki praktik pembelajarannya, guru perlu didukung oleh program dan kebijakan sekolah yang tepat.

Hal ini mencakup program dan kebijakan terkait perumusan dan komunikasi visi-misi sekolah, pengelolaan kurikulum sekolah, dan penyediaan sumber daya pendukung (seperti waktu untuk melakukan refleksi)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

85 of 161

Selain itu, keberhasilan kepala sekolah dalam merancang dan menerapkan program dan kebijakan pembelajaran mencerminkan kinerjanya sebagai pemimpin instruksional. Kinerja ini dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

86 of 161

Selain dipengaruhi oleh praktik pembelajaran, pengalaman belajar siswa juga dipengaruhi oleh iklim sosial di sekolah. Siswa yang merasa tidak aman di sekolah - misalnya karena mengalami perundungan atau hukuman fisik - akan kesulitan mengikuti pelajaran. Demikian juga dengan siswa yang dikucilkan atau mengalami diskriminasi karena identitas agama, etnis, kelompok sosial, atau kondisi fisiknya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

87 of 161

Khusus untuk SMK terdapat indikator untuk mengukur relevansi proses pembelajaran SMK dengan industri atau dunia kerja

Relevansi proses pembelajaran ini untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan yang dibutuhkan Dunia Kerja.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

88 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 1)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

Indikator Level 3

D.1 Kualitas pembelajaran

D.1.1 Manajemen kelas

Keteraturan suasana kelas

  • menurut guru
  • menurut siswa

Disiplin positif

  1. menurut guru
  2. menurut siswa

D.1.2 Dukungan afektif

  1. Ekspektasi akademik
  2. Perhatian dan kepedulian guru
  3. Umpan balik konstruktif

Masing-masing indikator diatas terdiri dari menurut guru dan siswa

D.1.3 Aktivasi cognitif

  • Instruksi yang adaptif
  • Panduan guru
  • Aktivitas interaktif
  1. Pembelajaran literasi
  2. Pembelajaran numerasi
  3. Iklim pembelajaran yang terbuka

Indikator 1,2,3 dan 6 diatas terdiri dari menurut guru dan siswa

D.1.4 Pembelajaran praktik vs. teori

  1. Survey kepsek
  1. Survey guru
  2. Survey siswa

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

89 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 2)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

Indikator Level 3

D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

  1. Belajar tentang pembelajaran
  2. Refleksi praktik mengajar
  3. Penerapan praktik inovasi

D.3 Kepemimpinan instruksional

  1. Visi misi sekolah
  2. Pengelolaan kurikulum
  3. Dukungan refleksi guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

90 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 3)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

D.4 Iklim keamanan sekolah

  1. Kesejahteraan psikologis siswa
  2. Kesejahteraan psikologis guru
  3. Perundungan
  1. Hukuman fisik
  2. Kekerasan seksual
  3. Narkoba

D.5 Kesenjangan iklim keamanan sekolah

  1. Kesenjangan antar kelompok gender
  2. Kesenjangan antar kelompok SES
  1. Kesenjangan antar wilayah

D.6 Iklim kesetaraan gender

  1. Dukungan atas kesetaraan gender

Akan ada tambahan indikator level 2 selain D.6.1

D.7 Iklim kebinekaan

  1. Toleransi agama dan budaya
  2. Sikap inklusif
  1. Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya
  2. Komitmen kebangsaan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

91 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 4)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

D.8 Iklim inklusivitas

  1. Layanan disabilitas
  2. Layanan sekolah untuk murid cerdas dan bakat istimewa
  1. Sikap terhadap disabilitas
  2. Fasilitas dan Layanan Sekolah untuk Siswa Disabilitas dan Cerdas Berbakat Istimewa

D.9 Kesenjangan Iklim kesetaraan gender

  1. Kesenjangan antar kelompok gender
  2. Kesenjangan antar kelompok SES
  1. Kesenjangan antar wilayah

D.10 Kesenjangan Iklim kebinekaan

D.11 Kesenjangan Iklim inklusivitas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

92 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 5)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

D.12 Kesenjangan fasilitas sekolah antar wilayah

Seluruh indikator yang membandingkan antar wilayah adalah indikator khusus daerah

D.13 Kesenjangan kebersihan sekolah (termasuk sanitasi) antar wilayah

D.14 Kesenjangan bahan dan fasilitas belajar literasi

  1. Kesenjangan antar kelompok SES
  2. Kesenjangan antar wilayah

D.15 Kesenjangan akses dan fasilitas belajar daring

  1. Kesenjangan antar kelompok SES
  2. Kesenjangan antar wilayah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

93 of 161

Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 6)

Indikator Level 1

Indikator Level 2

D.16 Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran

  1. Platform guru mengajar
  2. Platform guru karir

D.17 Link and match dengan Dunia Kerja

  1. Proporsi SMK sebagai Pusat Keunggulan
  2. Proporsi SMK yang kurikulumnya disusun bersama dengan Dunia Kerja
  3. Proporsi SMK yang ada pengajar dari dunia kerja
  4. Proporsi SMK yang melakukan praktek kerja bersama dengan dunia kerja
  5. Proporsi siswa SMK yang mendapat sertifikat kompetensi dari lembaga sertifikasi mandiri dan/atau dunia kerja

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

94 of 161

Untuk keperluan akreditasi dan memeriksa akuntabilitas dan transparansi pengelolaan sekolah, perlu diukur aspek-aspek administrasi, perencanaan, dan pemanfaatan anggaran sekolah.

Pemanfaatan anggaran sekolah dapat dilihat apakah digunakan untuk pengadaan fasilitas sekolah yang mendukung proses belajar, untuk peningkatan mutu.

Indikator dimensi E jenjang Dikdasmen Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

95 of 161

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

96 of 161

Struktur pohon indikator dimensi E jenjang Dikdasmen

Indikator Level 1

Indikator Level 2

E.1 Partisipasi warga sekolah

  1. Partisipasi orang tua
  2. Partisipasi murid

E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu

  1. Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
  2. Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran

E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran

  1. Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring
  2. Penggunaan SDS: Ketepatan waktu dan kelengkapan laporan

E4. Proporsi pemanfaatan APBD untuk pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

97 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

98 of 161

Bagian 2d��Profil dan Rapor Pendidikan��- Platform Rapor Pendidikan-

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

99 of 161

  • Rekam layar (screenshot) tampilan aplikasi Rapor Pendidikan dalam materi paparan ini masih dapat berubah.

  • Perubahan akan disesuaikan setelah aplikasi Rapor Pendidikan diluncurkan dan apabila terdapat pemutakhiran (update) tampilan, fitur, dan konten.

  • Data, grafik dan penilaian indikator masif bersifat contoh atau ilustrasi, belum menunjukkan data sesungguhnya.

Pernyataan modul Platform Rapor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

100 of 161

Dashboard profil dan rapor pendidikan dapat diakses melalui situs web

100

  • Dashboard profil dan rapor pendidikan diberi nama Rapor Pendidikan.
  • Dashboard menampilkan indikator tiap dimensi digambarkan dalam bentuk grafik atau tabel dengan informasi definisi berikut pengertiannya/makna.
  • Pengguna dapat masuk dalam dashboard dengan menggunakan akun belajar.id dan password yang telah diberikan oleh Kemdikbud Ristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

101 of 161

https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

102 of 161

Rapor Pendidikan untuk satuan pendidikan

102

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

103 of 161

Tiap indikator akan memiliki nilai, standar setting, label, deskripsi pengertian dari label sehingga memudahkan pengguna untuk memaknai indikator tersebut

103

Indikator Level 1

Label1

Deskripsi label

Nilai indikator sekolah Anda

Simbol warna standar seting2

Rata-rata nilai indikator sekolah setara3 di daerah Anda

1label berbeda untuk tiap indikator, disesuaikan dengan karakteristiknya

2standar seting terdiri dari 3 tingkat, hijau: baik, kuning: cukup, merah: kurang

3sekolah setara; sekolah dengan karakteristik lokasi dan kondisi sosial ekonomi murid yang serupa dengan sekolah Anda

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

104 of 161

Ringkasan eksekutif akan tampil pertama kali untuk memperlihatkan secara umum mutu hasil belajar rata-rata peserta didik...

104

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

105 of 161

...iklim keamanan dan inklusivitas...

105

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

106 of 161

...dan gambaran kompetensi GTK di satuan pendidikan

106

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

107 of 161

Analisa tiap indikator dari masing masing kerangka penilaian dapat ditelusuri lebih rinci dengan mengeksplorasi masing-masing indikator di tiap dimensi

107

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

108 of 161

Berikut adalah tampilan indikator level 1 dari mutu hasil belajar murid

108

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

109 of 161

Nilai indikator sekolah Anda dapat dibandingkan dengan rata-rata nilai sekolah setara, nasional, dan daerah

109

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

110 of 161

Berikut adalah tampilan indikator level 1 dari iklim keamanan dan inklusivitas

110

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

111 of 161

Berikut tampilan indikator untuk kualitas pengajaran

111

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

112 of 161

Berikut tampilan indikator untuk kompetensi dan kinerja GTK 1/2

112

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

113 of 161

Berikut tampilan indikator untuk kompetensi dan kinerja GTK 2/2

113

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

114 of 161

Berikut tampilan indikator untuk pengelolaan sekolah

114

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

115 of 161

Rapor Pendidikan untuk pemerintah daerah

115

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

116 of 161

Di awal laman, pemerintah daerah dapat memilih profil pendidikan sesuai dengan jenjangnya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

117 of 161

Ringkasan eksekutif akan tampil pertama kali untuk memperlihatkan secara umum nilai partisipasi murid...

117

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

118 of 161

...mutu dan relevansi hasil belajar murid dan pemerataannya...

118

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

119 of 161

...iklim keamanan dan inklusivitas rata-rata di jenjang sekolah tertentu...

119

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

120 of 161

...pemerataan fasilitas dan kebersihan rata-rata di jenjang sekolah tertentu...

120

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

121 of 161

...dan gambaran kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di suatu jenjang

121

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

122 of 161

Berikut tampilan ringkasan eksekutif rapor pendidikan kabupaten/kota

122

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

123 of 161

...tampilan mutu dan relevansi hasil belajar murid kabupaten/kota

123

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

124 of 161

Indikator dalam Rapor Pendidikan dapat diunduh dalam format Excel

124

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

125 of 161

Berikut format hasil unduhan Rapor Pendidikan

125

Nomor

Indikator

Label

Tahun Data

Nilai sekolah Anda

Nilai sekolah setara

Nilai daerah

Nilai nasional

A.1

Kemampuan Literasi

Baik

2021

75

70

80

85

A.1.1

A.1.1.1

A.1.1.2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

126 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

127 of 161

Bagian 3a��Perencanaan Berbasis Data �di Satuan Pendidikan��- Permasalahan Perencanaan di Satuan Pendidikan -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

128 of 161

Permasalahan perencanaan di satuan pendidikan meliputi Sumber Daya Manusia, data, anggaran, dan kebijakan

128

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

129 of 161

Bagian 3b��Perencanaan Berbasis Data �di Satuan Pendidikan��Mekanisme Perencanaan Berbasis Data�di Satuan Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

130 of 161

Perencanaan berbasis data adalah solusi bagi masalah perencanaan saat ini

130

Laporan potret kondisi mutu pendidikan

Bahan untuk refleksi diri

Perencanaan program perbaikan

Pelaksanaan program perbaikan

Step 1

Step 2

Step 3

Step 4

  1. Kualitas SDM Sekolah
  2. Keterbatasan data yang lengkap dan akurat
  3. Kesulitan melaksanakan kebijakan pusat di sekolah

PERMASALAHAN PERENCANAAN

Perencanaan Berbasis Data

SDM sekolah dilatih dan didampingi dalam melaksanakan perencanaan berbasis rapor pendidikan

Profil Pendidikan sebagai single source of truth

Solusi berbagai permasalahan perencanaan di sekolah

Sekolah dijelaskan tujuan berbagai kebijakan di pusat

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

131 of 161

Perencanaan di satuan pendidikan merupakan suatu siklus yang menghubungkan antara analisis akar masalah dengan pelaksanaan program penyelesaiannya

131

Siklus perencanaan dimulai dengan menganalisis data dalam laporan untuk menetapkan masalah, menganalisis akar masalah, menyusun program kerja, melaksanakan program kerja yang sudah dianggarkan, dan memonitor pelaksanaan serta evaluasi hasil pelaksanaan program kerja tersebut.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

132 of 161

1. Analisis Profil Satuan Pendidikan untuk memahami potret mutu

132

https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/

Platform rapor pendidikan menampilkan indikator tiap dimensi yang digambarkan dalam bentuk grafik atau tabel dengan informasi definisi dan pengertian/makna Indikator dapat diunduh dalam format excel sehingga pengguna dapat secara fleksibel melakukan analisis.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

133 of 161

2. Lakukan refleksi diri berbasis Profil Pendidikan untuk menetapkan akar masalah

133

1. Pelajari dan verifikasi

Profil Satuan Pendidikan

Mengevaluasi Profil Satuan Pendidikan dengan kondisi riil, yaitu dengan melakukan pengamatan, melihat data dan diskusi dengan pemangku kepentingan di sekolah

Membuat analisis bersama dengan Guru dan Kepala Sekolah tentang kondisi sekolah yang sudah sesuai atau belum sesuai dengan Standar

2. Analisis Kondisi Sekolah

membuat analisis bersama dengan pemangku kepentingan di sekolah tentang permasalahan yang dihadapi dan akar permasalahan

3. Simpulkan Permasalahan dan Akar Masalah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

134 of 161

Contoh analisis untuk menetapkan masalah

134

MASALAH:

Literasi Digital Guru/Siswa Rendah

65% guru gagap TIK

85% RPP tidak

membiasakan siswa mengakses media

TIK

Hanya memiliki

5 Komputer

Tidak ada

koneksi

Internet

Tidak pernah ada

penguatan kapasitas TIK guru

Gunakan Profil dan Rapor

Pendidikan atau berbagai

sumber data di sekolah

ANALISIS

Hal yang SUDAH baik

Hal yang BELUM baik

  • ……………….
  • ……………….
  • ……………….

Literasi Digital Guru/ Siswa rendah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

135 of 161

3. Menyusun program kerja peningkatan mutu dalam dokumen perencanaan

135

Dapatkan komitmen semua pemangku kepentingan untuk mendukung program peningkatan mutu

Analisis dan susun rekomendasi solusi dalam bentuk program

1. Rekomendasikan Solusi

2. Bangun komitmen

bersama

Tuangkan program peningkatan mutu dalam dokumen perencanaan sekolah (RKS/RKAS)

3. Tuangkan komitmen dalam

Dokumen Perencanaan Sekolah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

136 of 161

Contoh penyusunan program kerja berdasarkan hasil analisis masalah dan akar masalah

136

Akar masalah

Rekomendasi Solusi

65% guru gagap TIK

Diklat TIK

85% RPP tidak membiasakan siswa mengakses media TIK

Penyempurnaan RPP 🡪 modifikasi pembelajaran berbasis TIK

Hanya memiliki 5 Komputer

Penyediaan Komputer

Tidak ada koneksi internet

Langgaran akses Internet

Tidak pernah ada penguatan kapasitas TIK guru

Program TIK kepada guru

Solusi yang menjadi komitmen sekolah dicantumkan dalam dokumen perencanaan

ANALISIS

Hal yang SUDAH baik

Hal yang BELUM baik

  • ……………….
  • ……………….
  • ……………….
  • Literasi digital guru dan siswa rendah
  • ……………….
  • ……………….

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

137 of 161

4. Pelaksanaan program sesuai dokumen perencanaan

137

Sekolah menggunakan berbagai pendekatan dalam melaksanakan program peningkatan mutu di sekolah seperti pelatihan, konsultasi, asistensi, penelitian, dll.

2. Gunakan berbagai pendekatan peningkatan mutu pendidikan

Sekolah menentukan lini masa pelaksanaan program peningkatan mutu

1. Jadwalkan pelaksanaan program

Sekolah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan upaya peningkatan mutu di sekolah

3. Libatkan seluruh pemangku

kepentingan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

138 of 161

Refleksi Singkat

138

Tahapan Perencanaan Berbasis Data

Praktik di Sekolah Saat Ini

Penggunaan Laporan/Data

Refleksi

Penyusunan perencanaan

Pengawalan pelaksanaan perencanaan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

139 of 161

Perencanaan berbasis data adalah solusi bagi permasalahan perencanaan

139

  1. Berbasis data (terbiasa melakukan pencatatan)
  2. Diolah dan dianalisis dengan pendekatan ilmiah
  3. Melibatkan berbagai pihak dan membangun komitmen bersama

PERUBAHAN PERILAKU

Laporan potret kondisi mutu pendidikan

Bahan untuk refleksi diri

Perencanaan program perbaikan

Pelaksanaan program perbaikan

Step 1

Step 2

Step 3

Step 4

Perencanaan Berbasis Data

  1. Kualitas SDM Sekolah
  2. Keterbatasan data yang lengkap dan akurat
  3. Kesulitan melaksanakan kebijakan pusat di sekolah

PERMASALAHAN PERENCANAAN

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

140 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

141 of 161

Bagian 3c��Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan��Metode Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

142 of 161

Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas

Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu ada di satuan PAUD, sehingga dapat menjadi PAUD berkualitas.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

143 of 161

Satuan pendidikan dasar dan menengah berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan dan merata

143

Kompetensi guru dan kepala sekolah

Kualitas Proses Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Hasil belajar murid

Tata kelola dan perbaikan pembelajaran

  • Memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter melebihi level yang diharapkan
  • Hasil belajar merata untuk semua kelompok gender, sosial ekonomi
  • Berpusat pada peserta didik
  • Suasana kelas kondusif untuk pembelajaran
  • Penerapan disiplin positif
  • Peserta didik merasa kompeten dan dihargai sebagai bagian dari kelas
  • Mendukung siswa membangun pemahaman baru
  • Seluruh GTK bersertifikat pendidik
  • Guru mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan
  • Nilai uji kompetensi guru di atas standar
  • Melakukan pengimbasan
  • Peserta didik merasa aman dan nyaman (secara fisik dan psikologis)
  • Satuan pendidikan menerima perbedaan dan keberagaman
  • Menyusun perencanaan, anggaran, dan kebijakan berbasis data
  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

144 of 161

Satuan pendidikan khusus berkualitas hasil belajar muridnya sesuai dengan ragam disabilitasnya dan memiliki kemandirian

144

Hasil belajar murid

  • Memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter sesuai dengan ragam disabilitasnya
  • Hasil belajar sesuai ragam disabilitas merata untuk semua kelompok gender, sosial ekonomi,
  • Memiliki keterampilan untuk bekerja
  • Memiliki kemandirian untuk mengurus diri sendiri
  • Berpusat pada peserta didik
  • Suasana kelas kondusif untuk pembelajaran
  • Penerapan disiplin positif
  • Peserta didik merasa kompeten dan dihargai sebagai bagian dari kelas
  • Mendukung siswa membangun pemahaman baru
  • Menyesuaikan ragam disabilitas
  • Seluruh GTK bersertifikat pendidik
  • Mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan
  • Nilai uji kompetensi guru di atas standar
  • Melakukan pengimbasan
  • Memiliki keahlian memfasilitasi pembelajaran sesuai ragam disabilitas peserta didik
  • Peserta didik merasa aman dan nyaman (secara fisik dan psikologis)
  • Satuan pendidikan menerima perbedaan dan keberagaman
  • lingkungan belajar dan media pembelajaran mudah diakses

Kompetensi guru dan kepala sekolah

Kualitas Proses Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Tata kelola dan perbaikan pembelajaran

  • Menyusun perencanaan, anggaran, dan kebijakan berbasis data
  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

145 of 161

Program kesetaraan berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan, merata, dan memiliki keterampilan fungsional

145

Hasil belajar murid

  • Memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter melebihi level yang diharapkan
  • Hasil belajar merata untuk semua kelompok gender, sosial ekonomi
  • Peserta didik memiliki keterampilan fungsional
  • Berpusat pada peserta didik
  • Suasana kelas kondusif untuk pembelajaran
  • Penerapan disiplin positif
  • Peserta didik merasa kompeten dan dihargai sebagai bagian dari kelas
  • Mendukung siswa membangun pemahaman baru
  • Melakukan pembelajaran bermakna salah satunya dengan PBL
  • Menyusun perencanaan, anggaran, dan kebijakan berbasis data
  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran
  • Seluruh GTK bersertifikat pendidik
  • Guru mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan
  • Nilai uji kompetensi guru di atas standar
  • Melakukan pengimbasan
  • Peserta didik merasa aman dan nyaman (secara fisik dan psikologis)
  • Satuan pendidikan menerima perbedaan dan keberagaman

Kompetensi guru dan kepala sekolah

Kualitas Proses Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Tata kelola dan perbaikan pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

146 of 161

Satuan pendidikan SMK berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan, merata, dan lulusannya terserap oleh dunia kerja

146

  • Memiliki kerjasama yang menyeluruh, mendalam, dan berkelanjutan dengan dunia kerja
  • Kurikulum disusun bersama dunia kerja
  • Pembelajaran berbasis proyek riil dari dunia kerja
  • Memiliki riset terapan yang mendukung teaching factory

Hasil belajar murid

  • Memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter melebihi level yang diharapkan
  • Hasil belajar merata untuk semua kelompok gender, sosial ekonomi
  • Lulusan SMK yang terserap oleh dunia kerja (bekerja/berwirausaha/melanjutkan studi)
  • Menyusun perencanaan, anggaran, dan kebijakan berbasis data
  • Rutin melakukan refleksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran
  • Rutin melakukan update teknologi
  • Memiliki business acumen dan growth mindset dan telah menyelaraskan SMK dengan kebutuhan dunia kerja
  • Pelatihan upskilling/reskilling bagi guru/instruktur
  • Sertifikasi kompetensi sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja
  • Peningkatan peran guru/ instruktur dari dunia kerja
  • Peserta didik merasa aman dan nyaman (secara fisik dan psikologis)
  • Satuan pendidikan menerima perbedaan dan keberagaman

Kompetensi guru dan kepala sekolah

Kualitas Proses Pembelajaran

Lingkungan Belajar

Tata kelola dan perbaikan pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

147 of 161

Profil Pendidikan akan dimanfaatkan sebagai sumber utama agar perencanaan berbasis data sesuai masalah yang dihadapi satuan pendidikan

147

Instrumen evaluasi layanan

Rencana peningkatan mutu pendidikan

Evaluasi Internal

Refleksi diri satuan pendidikan

dan Pemda

Pelaksanaan peningkatan mutu

Profil Pendidikan

Perbaikan berkesinambungan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

148 of 161

Pemahaman terhadap Profil Pendidikan

sebagai “Faktor Kunci” penerapan Perencanaan berbasis Data

148

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

149 of 161

Analisis dimensi A: Mutu dan relevansi hasil belajar murid untuk mengidentifikasi masalah dalam capaian hasil belajar (Dasmen)

149

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

150 of 161

Masalah dan Akar masalah dapat diidentifikasi dengan menganalisis indikator mana yang sudah baik dan yang belum baik (Jenjang Dasmen)

150

No

Dimensi

Hal yang sudah baik

Hal yang belum baik

1

Dimensi A (output)

Mutu dan relevansi hasil belajar murid

2

Dimensi B (output)

Pemerataan pendidikan yang bermutu

3

Dimensi C (input)

Kompetensi dan kinerja GTK

4

Dimensi D (proses)

Mutu dan relevansi pembelajaran

5

Dimensi E (input)

Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

151 of 161

Sumber data

151

Sasaran

Data Kualitas Proses Pembelajaran (Dimensi D)

Data Kualitas Pengelolaan Sekolah (Dimensi E)

Satuan PSP

Satuan non PSP

Melakukan evaluasi diri (refleksi) berdasarkan penjabaran indikator serta deskriptor yang terdapat di dimensi D dan E.

  1. Satuan mempelajari indikator dari setiap elemen. Setiap indikator kegiatan dan layanan dipercaya akan menghadirkan lingkungan belajar yang dapat memberikan manfaat optimal bagi setiap anak usia dini yang berpartisipasi di PAUD.
  2. Satuan mempelajari hasil untuk mengetahui prioritas persoalan dengan melakukan refleksi diri. Satuan non PSP yang sudah diakreditasi dengan instrumen akreditasi 2021 dapat menggunakan Penjelasan Hasil Akreditasi (PHA) sebagai bahan untuk melakukan refleksi diri.
  3. Satuan melakukan diskusi dengan berbagai pihak di satuan PAUD untuk mengidentifikasi sumber masalah, dan solusi untuk upaya perbaikan layanan yang dapat dipenuhi oleh satuan.
  4. Satuan unduh format RKAS dan menyusun perencanaan secara manual

Khusus untuk satuan PAUD PSP, refleksi diri menggunakan Profil Pendidikan sedangkan PAUD non PSP berdasarkan indikator Profil Pendidikan

PPA + IPV

DAPODIK

Survei Dampak PSP

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

152 of 161

Berikut indikator dalam dimensi D dan E sebagai dasar perencanaan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

153 of 161

No

Dimensi

Hal yang sudah baik

Hal yang belum baik

1

Dimensi D (proses)

Kualitas Proses Pembelajaran (Elemen 1 dalam Kerangka Transformasi Sekolah PAUD)

2

Dimensi E (proses dan input)

Kualitas Pengelolaan

Elemen 2: Kemitraan dengan Orang Tua

Elemen 3: Memantau Pemenuhan Layanan Esensial AUD di Luar Pendidikan (layanan holistik integratif)

Elemen 4: Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya

Untuk PAUD, masalah dan akar masalah dapat diidentifikasi dengan menganalisis indikator mana yang sudah baik dan yang belum baik berdasarkan elemen berikut

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

154 of 161

  • D.1.2 Kesesuaian rencana pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan asesmen

Elemen 1

Kualitas Proses Pembelajaran

Indikator

Satuan sudah memiliki:

  • dokumen RPPH
  • dokumen RPPM
  • dokumen Prosem
  • acuan kurikulum yang merujuk pada standar nasional, campuran standar nasional dan internasional, atau campuran standar nasional dan lokal

Definisi Konseptual/Objektif

Perlu Pengembangan/

Pra-Kondusif/Kondusif/Prima

HASIL: KONDUSIF

(Satuan sudah memiliki 2 dari 3 dokumen perencanaan pembelajaran dan memiliki acuan kurikulum yang merujuk pada standar nasional)

Hasil Satuan -- (Skor)

Rencana Perbaikan ke Depan (untuk diisi satuan)

Satuan sudah memiliki:

  • kelengkapan komponen esensial di dalam dokumen RPPH, RPPM, dan Prosem (tema, kompetensi dasar, rencana kegiatan, dll.)
  • adanya alur penyusunan yang selaras dari Prosem, RPPM, hingga RPPH
  • keterkaitan yang jelas antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan bentuk asesmen

Perlu Pengembangan/

Pra-Kondusif/Kondusif/Prima

HASIL: PRA-KONDUSIF

Satuan memiliki kelengkapan komponen di dalam Program Semester, RPPM, dan RPPH. Namun belum adanya alur penyusunan yang selaras antar dokumen dan keterkaitan yang jelas antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan bentuk asesmen di dalam RPPH

  • D.1.3 Pengaturan ruang kelas

Pada saat PTM, satuan PAUD dan pendidik menyediakan:

  • tempat belajar, bermain, dan bersosialisasi yang aman dan nyaman bagi anak
  • perangkat ajar yang dibutuhkan untuk pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas

Perlu Pengembangan/

Pra-Kondusif/Kondusif/Prima

HASIL: PRIMA

(Satuan pendidikan sudah menggunakan pengaturan ruang dan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran)

List deskriptor tersedia untuk rujukan satuan

  • D.1.1 Satuan memiliki dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap

D1. Satuan dapat merancang perencanaan pembelajaran yang menunjukkan keterkaitan antara kegiatan belajar dengan tujuan dan bentuk asesmen.

Ilustrasi untuk Satuan PSP

Contoh analisa diagnostik serta rekomendasi intervensi: data

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

155 of 161

  • D.1.2 Kesesuaian rencana pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan asesmen

Satuan dapat merancang perencanaan pembelajaran yang menunjukkan keterkaitan antara kegiatan belajar dengan tujuan dan bentuk asesmen.

Elemen 1

Kualitas Proses Pembelajaran

  • D.1.1 Satuan memiliki dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap

Indikator

Penjabaran indikator berdasarkan transformasi sekolah

  • RPPH → SUDAH
  • RPPM → SUDAH
  • Prosem → SUDAH
  • Acuan kurikulum → BELUM

Satuan sudah memiliki:

  • dokumen RPPH
  • dokumen RPPM
  • dokumen Prosem
  • acuan kurikulum yang merujuk pada standar nasional, campuran standar nasional dan internasional, atau campuran standar nasional dan lokal

Penjabaran

Contoh: Refleksi Diri (Evaluasi Diri Lembaga) -- (Sudah/Belum)

Satuan perlu memperbaiki kurikulum dengan mengacu pada salah satu standar: nasional; campuran standar nasional dan internasional; atau campuran standar nasional dan lokal.

Contoh Rencana Perbaikan ke Depan (perlu diisi satuan -- dapat menggunakan daftar deskriptor sebagai bahan pertimbangan)

  • Kelengkapan komponen esensial di dalam dokumen RPPH, RPPM, dan Prosem → BELUM
  • Adanya alur penyusunan yang selaras dari Prosem, RPPM, hingga RPPH → BELUM
  • Keterkaitan yang jelas antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan bentuk asesmen → BELUM
  1. Satuan perlu melengkapi komponen esensial di dalam dokumen RPPH, RPPM, dan Prosem.
  2. Satuan perlu menyelaraskan alur penyusunan dari Prosem, RPPM, hingga RPPH.
  3. Satuan perlu mengaitkan rencana pembelajaran dengan tujuan pembelajaran dan bentuk asesmen.

Satuan sudah memiliki:

  • kelengkapan komponen esensial di dalam dokumen RPPH, RPPM, dan Prosem (tema, kompetensi dasar, rencana kegiatan, dll.)
  • adanya alur penyusunan yang selaras dari Prosem, RPPM, hingga RPPH
  • keterkaitan yang jelas antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan bentuk asesmen
  • D.1.3 Pengaturan ruang kelas

Pada saat PTM, satuan PAUD dan pendidik menyediakan:

  • tempat belajar, bermain, dan bersosialisasi yang aman dan nyaman bagi anak
  • perangkat ajar yang dibutuhkan untuk pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas

Satuan perlu memperbaiki keamanan bangunan sebagai tempat belajar, bermain, dan bersosialisasi bagi anak.

  • Menyediakan tempat belajar, bermain, dan bersosialisasi yang aman dan nyaman bagi anak → BELUM
  • Menyediakan perangkat ajar yang dibutuhkan untuk pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas → SUDAH

Ilustrasi untuk Satuan PAUD non PSP

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

156 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

157 of 161

RUANG KOLABORASI

Penugasan (asinkronus)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

158 of 161

Instruksi

  • Anda akan dibagi dalam kelompok.
  • Tugas Anda:
    1. menilai capaian kinerja sekolah berdasarkan Profil Satuan Pendidikan (dimensi A utk jenjang Dasmen, dan dimensi D untuk PAUD)
    2. Mempelajari materi masalah dan akar masalah secara mandiri
    3. mengidentifikasi masalah dan akar masalah
  • Instruksi lengkap dan Lembar Kerja dapat diakses melalui LMS.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

159 of 161

Pembagian Kelompok

PAUD

SD

SMP

SMA

SLB

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

160 of 161

Tanya Jawab

Sila sampaikan pertanyaan,

atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

161 of 161

Terima kasih.��Sampai jumpa di sesi sinkronus selanjutnya!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi