PERENCANAAN BERBASIS DATA
Bagian 1 (Sinkronus)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tujuan Belajar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
ALUR
Modul Perencanaan Berbasis Data (10 JP)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Agenda Hari Ini
Mulai dari Diri
Eksplorasi Konsep
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
KESEPAKATAN KELAS
Matikan mic
Nyalakan kamera
Angkat tangan jika ingin bicara
Aktif dalam proses
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mulai dari Diri
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Reflektif
Kita telah melakukan banyak program dan kegiatan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Anda, apa masalah utama kita sehingga kualitas pendidikan belum meningkat secara signifikan?
Tuliskan jawaban Anda di jamboard (tautan ada di kolom percakapan/chat)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Terima kasih atas jawabannya!��Mari kita lihat hasil refleksi Kemendikbud
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Program atau kegiatan belum berdampak kepada peningkatan mutu disebabkan perencanaan belum berbasis data sesuai dengan masalah yang dihadapi
Kondisi Saat Ini
Hasil belajar dibawah rata - rata1 dan kesenjangan antar kelompok dan wilayah2
Kondisi yang diharapkan
Peningkatan hasil belajar baik kompetensi kognitif maupun non kognitif
Analisis kondisi / kinerja saat ini
Identifikasi masalah
Perencanaan
Program Kegiatan Pengadaan
Monitoring dan Evaluasi
Data atau laporan tidak valid
Analisis tidak sampai ke akar masalah
Perencanaan tidak berdampak pada peningkatan mutu
Kegiatan dan pengadaan tidak berdampak pada peningkatan mutu
Dampak kegiatan tidak dievaluasi
1Data skor PISA periode 2000 - 2018
2Persebaran skor AKSI 2019
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Eksplorasi Konsep
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 1��Transformasi Sekolah dan Pendidikan Daerah dalam Kerangka Merdeka Belajar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pendahuluan
VISI PENDIDIKAN INDONESIA
“
“
mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global
PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
Mandiri
Bernalar
Kritis
Kreatif
Bergotong Royong
Berkebinekaan Global
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen-elemen pendidikan yang berperan penting guna menciptakan masyarakat maju antara lain adalah, tingginya angka partisipasi siswa dan distribusi kualitas pendidikan yang merata di semua jenjang pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Cita-cita kebijakan Merdeka Belajar adalah untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia
Pendidikan Berkualitas
Memastikan peserta didik mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan berkarakter
Fokus pada pengembangan kompetensi dasar dan karakter
Bagi seluruh rakyat Indonesia
memastikan bahwa kelompok-kelompok yang termarginalkan (sulit mendapat akses pendidikan) dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas
Intervensi asimetris berfokus pada penguatan kelompok termarjinalkan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel dapat tercapai melalui perencanaan berbasis data
Perencanaan berbasis data memanfaatkan Profil Pendidikan sebagai dasar penyusunan perencanaan untuk perbaikan berkesinambungan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan mutu pendidikan
Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.
Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Evaluasi Sistem Pendidikan menghasilkan laporan komprehensif berupa Profil Pendidikan yang menjadi rujukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan dalam menyusun perencanaan anggaran, program dan kebijakan
Pusat
Daerah
Sekolah
Kebijakan &
Program Pusat
Peningkatan Mutu
Evaluasi
Diri
Sekolah
Profil �satuan pendidikan
Profil Pendidikan Nasional
Profil Pendidikan Daerah
Advokasi
Konsultasi
Pendampingan
Kebijakan &
Program Daerah
Analisis Kebijakan, Program
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Transformasi Sekolah dan Pendidikan Daerah dalam Kerangka Merdeka Belajar
Merdeka Belajar bertujuan untuk mentransformasi layanan pendidikan yang berdampak pada kualitas hasil belajar dan pemerataannya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Cita-cita Merdeka Belajar dan Peran Evaluasi Sistem Pendidikan
Pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai salah satunya melalui perbaikan pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Intervensi kebijakan transformasi untuk peningkatan dan pemerataan mutu perlu dilakukan pada berbagai tingkatan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 2a��Profil dan Rapor Pendidikan��- Latar Belakang, Kerangka,�dan Struktur Profil Pendidikan -
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif yang dihasilkan oleh Kemendikbud Ristek sebagai bagian dari proses Evaluasi Sistem Pendidikan
Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.
Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Profil Pendidikan menjadi:
Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Profil Pendidikan merupakan laporan yang disusun dari berbagai sumber data yang andal dan diproses secara terpadu di Kemdikbud
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perencanaan berbasis data dilakukan berdasarkan Profil Pendidikan untuk perbaikan berkesinambungan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Evaluasi untuk profil pendidikan dilakukan berdasar kerangka penilaian yang dikembangkan dari model input, proses, dan output tentang kinerja atau efektivitas sekolah
Model ini mencakup 8 standar yang ada dalam Standar Nasional Pendidikan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Output
Proses
Input
8 Standar Nasional Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berdasarkan model input, proses, output tersebut,
profil dikelompokkan dalam 5 dimensi yang berisi berbagai kelompok indikator.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dimensi A
Mutu dan relevansi hasil belajar murid
Pemerataan pendidikan yang bermutu
Mutu dan relevansi pembelajaran
Kompetensi dan kinerja GTK
Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel
Kualitas Capaian Pembelajaran siswa
Kualitas Proses Belajar Siswa
Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sekolah
Dimensi B
Dimensi D
Dimensi C
Dimensi E
Output
Proses
Input
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setiap dimensi terdiri dari indikator yang tersusun dalam pohon indikator.
Tiap dimensi terdiri dari beberapa indikator level 1.
Indikator level 1 terdiri dari beberapa indikator level 2, dan indikator level 2 terdiri dari beberapa indikator level 3 yang disebut dengan pohon indikator.
Beberapa indikator level 2 tidak memiliki indikator level 3, dan beberapa indikator level 1 tidak memiliki indikator level 2.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dimensi | |
Indikator level 1 | |
Indikator level 2 | |
Indikator level 3 | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 2b��Profil dan Rapor Pendidikan��- Indikator Pendidikan Anak Usia Dini -
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur profil PAUD berbeda dengan Dikdasmen, disesuaikan dengan karakteristik PAUD
Dimensi A
Pemerataan Akses ke Layanan Berkualitas
Kualitas Proses Pembelajaran
Kualitas Pengelolaan Satuan
Pemerataan Akses dan Kualitas Layanan PAUD
Kualitas Lingkungan Belajar PAUD
(Transformasi Sekolah: PAUD Berkualitas)
Dimensi B
Dimensi C
Dimensi E
Elemen 2. Kemitraan dengan Orang Tua
Elemen 3. Memantau dan Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia Dini
Elemen 4. Kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya untuk perbaikan pembelajaran, iklim keamanan, keselamatan dan inklusivitas satuan
Dimensi D
Elemen 1. Kualitas Proses Pembelajaran
Outcome
Proses
Input
Tingkat Capaian Perkembangan Anak
Output
Tingkat Capaian Perkembangan Anak
Jumlah, Distribusi dan Kompetensi PTK
Jumlah, Distribusi dan Kompetensi PTK
Belum akan ada di tahun 2022. Kemendikbudristek mengikuti mekanisme pengukuran yang disepakati lintas sektor.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Informasi penting terkait profil dan rapor pendidikan PAUD:
Profil Pendidikan PAUD tidak tersedia di level satuan pendidikan, hanya tersedia di level daerah dan nasional di tahun 2022.
Terdapat perbedaan deskripsi dimensi antara PAUD dengan Dikdasmen:
Dimensi | Dimensi PAUD | Dimensi Dikdasmen |
A | Capaian perkembangan dan hasil belajar anak | Mutu dan relevansi hasil belajar |
B | Pemerataan Akses ke Layanan Berkualitas | Pemerataan pendidikan yang bermutu |
C | Ketersediaan, Kompetensi dan Kinerja PTK | Kompetensi dan Kinerja PTK |
D | Kualitas Proses Pembelajaran | Mutu dan Relevansi Pembelajaran |
E | Kualitas Pengelolaan Sekolah | Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator dimensi A PAUD - Capaian Perkembangan dan Hasil Belajar Anak
Capaian perkembangan PAUD diukur dari perkembangan pembelajaran, sosial-emosional dan fisik.
Perkembangan pembelajaran
Perkembangan sosial-emosional
Perkembangan fisik
Selaras dengan STPPA1 dan menggunakan instrumen pengukuran capaian perkembangan anak yang disepakati lintas sektor
Kemampuan literasi (pengenalan huruf, dapat mengekspresikan dirinya dengan bertanya, menjawab pertanyaan, memahami cerita sederhana, pra-menulis), kemampuan numerasi dasar (seperti pemahaman simbol, konsep bilangan) serta fungsi eksekutif (kemampuan meregulasi diri)
Kemampuan anak berperilaku prososial (sesuai tuntutan sosial/aturan, berinteraksi dengan teman sebaya). Mengenali, mengolah dan mengendalikan emosi untuk dapat merespon secara positif kondisi yang dihadapi.
Kemampuan anak untuk bergerak membangun keseimbangan yang melibatkan otot besar.
Melakukan gerakan halus yang melibatkan otot kecil
1Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi A PAUD
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | Indikator Level 3 |
|
| |
|
| |
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Untuk mengukur pemerataan mutu pendidikan di PAUD, diukur kesenjangan kualitas proses pembelajaran, kesenjangan layanan, dan pemerataan akses bagi penduduk dengan anak usia PAUD. Berapa banyak pertumbuhan satuan PAUD yang sudah terakreditasi juga menjadi hal yang perlu diukur.
Indikator dimensi B PAUD - Pemerataan Pendidikan yang Bermutu
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi B PAUD
Level 1 | Level 2 | Level 3 | |
|
| | |
|
| | |
|
| | |
| | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Keterkaitan indikator antara dimensi C, D dan E PAUD
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Ketersediaan, kompetensi guru dalam menguasai keterampilan pedagogik, materi ajar, dan cara mengajarkan materi, serta kinerja berdampak pada proses pembelajaran yang berkualitas yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Berikut adalah indikator yang diukur untuk memotret ketersediaan, kompetensi, dan kinerja PTK:
Indikator dimensi C PAUD - Ketersediaan, Kompetensi dan Kinerja PTK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 1)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
| |
|
|
|
|
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 2)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
|
|
|
|
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi C PAUD (bagian 3)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
|
|
|
|
| Distribusi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kebutuhan |
| |
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu ada di satuan PAUD, sehingga dapat menjadi PAUD berkualitas.
Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kualitas proses pembelajaran merupakan elemen kunci untuk memastikan peserta didik mendapatkan manfaat dari berpartisipasi di PAUD. Partisipasi di satuan PAUD yang tidak berkualitas malah dapat berdampak buruk pada perkembangan anak. Berikut penjabaran empat indikator level 1 dari dimensi D yang merupakan faktor pendukung terselenggaranya proses pembelajaran yang bermutu:
Indikator dimensi D untuk PAUD - Kualitas Proses Pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D PAUD
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
|
| |
|
|
|
|
| |
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kualitas pengelolaan: Satuan PAUD berkualitas adalah satuan yang memiliki kualitas pengelolaan yang baik. Secara garis besar, kualitas pengelolaan terdiri dari tiga elemen yaitu:
Indikator dimensi E untuk PAUD - Kualitas Pengelolaan Sekolah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 1)
Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya | ||
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
|
|
|
|
|
|
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 2)
Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya | ||
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
|
| |
| | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 3)
Elemen Kemitraan dengan Orang Tua | |||
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | ||
| | ||
Elemen Memantau dan Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia Dini | |||
|
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi E PAUD (bagian 4)
Elemen Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya | ||
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
|
| |
|
| |
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 2c��Profil dan Rapor Pendidikan��- Indikator Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah -
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Berkualitas dalam konteks ini bermakna bahwa proses pendidikan harus mampu meningkatkan hasil belajar berupa kompetensi kognitif maupun non kognitif.
Kompetensi kognitif diukur dari kecakapan literasi dan numerasi yang merupakan modal dasar individu untuk mengakses pendidikan dan memungkinkan untuk mengarungi kehidupan sosial, ekonomi, bahkan politik.
Kompetensi non kognitif diukur dari karakter atau perilaku, yatu perilaku sesuai prinsip-prinsip Pancasila.
Dimensi A Jenjang Dasmen - Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Murid
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kemampuan literasi siswa diukur dalam 3 tingkat untuk bacaan fiksi dan bacaan non fiksi
Siswa memiliki kemampuan literasi yang cakap apabila siswa mampu menemukan informasi eksplisit, menyimpulkan dan melakukan refleksi dan evaluasi dari bacaan yang dibacanya, baik fiksi maupun non fiksi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kemampuan numerasi siswa diukur dalam 3 tingkat
untuk 4 jenis pelajaran
Siswa memiliki kemampuan numerasi yang cakap apabila siswa mampu memahami, menerapkan dan penalaran (reasoning) dari domain bilangan, aljabar, geometri, data dan ketidakpastian.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Karakter dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 6 elemen utama (bagian 1)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Karakter dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari 6 elemen utama (bagian 2)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Khusus untuk jenjang SMK, kualitas hasil belajar diukur dari relevansi hasil belajar murid berupa penyerapan, pendapatan dan kompetensi lulusan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi A jenjang Dikdasmen (bagian 1)
Level 1 | Level 2 | Level 3 |
A1. Kemampuan literasi |
|
|
A.2 Kemampuan numerasi |
|
|
A.3 Karakter |
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi A jenjang Dikdasmen (bagian 2)
Level 1 | Level 2 | Level 3 |
A.4 Penyerapan Lulusan |
| |
A.5 Pendapatan Lulusan |
| |
A.6 Kompetensi Lulusan |
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Selain peningkatan mutu pendidikan, ukuran luaran yang lain adalah pemerataan layanan pendidikan yang bermutu. Ukuran pemerataan pendidikan yang bermutu adalah sebagai berikut:
Dimensi B jenjang Dikdasmen - Pemerataan Pendidikan yang Bermutu
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Angka partisipasi adalah indikator khusus untuk daerah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi B jenjang Dikdasmen
Level 1 | Level 2 |
B.1 Kesenjangan literasi | Dibandingkan antara:
|
B.2 Kesenjangan numerasi | |
B.3 Kesenjangan karakter | |
B.4 APK SD/MI/Paket A/SDLB | |
B.5 APS SD/MI/Paket A/SDLB | Dianalisa berdasarkan kelompok
|
B.6 APK SMP/MTS/Paket B/SMPLB | |
B.7 APS SMP/MTS/Paket B/SMPLB | |
B.8 APK SMA/K/MA/Paket C/SMALB | |
B.9 APS SMA/K/MA/Paket C/SMALB |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dimensi C, D dan E merupakan kelompok indikator proses dan input yang berkontribusi terhadap hasil belajar siswa (output)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berdasarkan literatur ilmiah tentang efektivitas pengajaran dan efektivitas sekolah, sekolah yang baik adalah sekolah yang efektif memfasilitasi belajar siswa. Terdapat tujuh komponen yang diasumsikan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator dimensi C jenjang Dikdasmen - Kompetensi dan Kinerja PTK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi C jenjang Dikdasmen (bagian 1)
Level 1 | Level 2 | |
C.1 Proporsi GTK bersertifikat | | |
C.2 Proporsi GTK penggerak |
|
|
C.3 Pengalaman pelatihan guru |
|
|
C.4 Kualitas GTK penggerak |
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi C jenjang Dikdasmen (bagian 2)
Level 1 | Level 2 |
C.5 Nilai UKG |
|
C.6 Kehadiran guru di kelas |
|
C.7 Indeks distribusi guru | C.7 dan C.8 adalah indikator khusus untuk daerah |
C.8 Pemenuhan Kebutuhan Guru | |
C.9 Proporsi GTK di SMK yang bersertifikat kompetensi |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pengalaman siswa di kelas adalah penentu utama hasil belajar siswa. Hal ini dapat dipotret dari kualitas praktik pembelajaran yang digunakan oleh guru. Praktik pembelajaran yang baik harus memfasilitasi tiga fungsi dasar, yaitu mengelola perilaku, memotivasi murid, dan membantu murid membangun pengetahuan baru.
Indikator dimensi D jenjang Dikdasmen - Mutu dan Relevansi Pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kualitas pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor utama, yaitu:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Terlepas dari kompetensinya, seorang guru dapat terus memperbaiki kualitas pembelajarannya dengan cara:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh refleksi dan tindakan guru sebagai individu, tetapi juga oleh lingkungan sekolah secara lebih luas.
Agar dapat melakukan refleksi dan memperbaiki praktik pembelajarannya, guru perlu didukung oleh program dan kebijakan sekolah yang tepat.
Hal ini mencakup program dan kebijakan terkait perumusan dan komunikasi visi-misi sekolah, pengelolaan kurikulum sekolah, dan penyediaan sumber daya pendukung (seperti waktu untuk melakukan refleksi)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Selain itu, keberhasilan kepala sekolah dalam merancang dan menerapkan program dan kebijakan pembelajaran mencerminkan kinerjanya sebagai pemimpin instruksional. Kinerja ini dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Selain dipengaruhi oleh praktik pembelajaran, pengalaman belajar siswa juga dipengaruhi oleh iklim sosial di sekolah. Siswa yang merasa tidak aman di sekolah - misalnya karena mengalami perundungan atau hukuman fisik - akan kesulitan mengikuti pelajaran. Demikian juga dengan siswa yang dikucilkan atau mengalami diskriminasi karena identitas agama, etnis, kelompok sosial, atau kondisi fisiknya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Khusus untuk SMK terdapat indikator untuk mengukur relevansi proses pembelajaran SMK dengan industri atau dunia kerja
Relevansi proses pembelajaran ini untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan yang dibutuhkan Dunia Kerja.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 1)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | Indikator Level 3 | |
D.1 Kualitas pembelajaran | D.1.1 Manajemen kelas | Keteraturan suasana kelas
| Disiplin positif
|
D.1.2 Dukungan afektif |
Masing-masing indikator diatas terdiri dari menurut guru dan siswa | ||
D.1.3 Aktivasi cognitif |
|
| |
Indikator 1,2,3 dan 6 diatas terdiri dari menurut guru dan siswa | |||
D.1.4 Pembelajaran praktik vs. teori |
|
| |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 2)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | Indikator Level 3 | |
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru |
| | |
D.3 Kepemimpinan instruksional |
| | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 3)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
D.4 Iklim keamanan sekolah |
|
|
D.5 Kesenjangan iklim keamanan sekolah |
|
|
D.6 Iklim kesetaraan gender |
| Akan ada tambahan indikator level 2 selain D.6.1 |
D.7 Iklim kebinekaan |
|
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 4)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 | |
D.8 Iklim inklusivitas |
|
|
D.9 Kesenjangan Iklim kesetaraan gender |
|
|
D.10 Kesenjangan Iklim kebinekaan | ||
D.11 Kesenjangan Iklim inklusivitas | ||
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 5)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
D.12 Kesenjangan fasilitas sekolah antar wilayah | Seluruh indikator yang membandingkan antar wilayah adalah indikator khusus daerah |
D.13 Kesenjangan kebersihan sekolah (termasuk sanitasi) antar wilayah | |
D.14 Kesenjangan bahan dan fasilitas belajar literasi |
|
D.15 Kesenjangan akses dan fasilitas belajar daring |
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi D jenjang Dikdasmen (bagian 6)
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
D.16 Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran |
|
D.17 Link and match dengan Dunia Kerja |
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Untuk keperluan akreditasi dan memeriksa akuntabilitas dan transparansi pengelolaan sekolah, perlu diukur aspek-aspek administrasi, perencanaan, dan pemanfaatan anggaran sekolah.
Pemanfaatan anggaran sekolah dapat dilihat apakah digunakan untuk pengadaan fasilitas sekolah yang mendukung proses belajar, untuk peningkatan mutu.
Indikator dimensi E jenjang Dikdasmen Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Struktur pohon indikator dimensi E jenjang Dikdasmen
Indikator Level 1 | Indikator Level 2 |
E.1 Partisipasi warga sekolah |
|
E.2 Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu |
|
E.3 Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran |
|
E4. Proporsi pemanfaatan APBD untuk pendidikan | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 2d��Profil dan Rapor Pendidikan��- Platform Rapor Pendidikan-
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pernyataan modul Platform Rapor Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Dashboard profil dan rapor pendidikan dapat diakses melalui situs web
100
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Rapor Pendidikan untuk satuan pendidikan
102
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tiap indikator akan memiliki nilai, standar setting, label, deskripsi pengertian dari label sehingga memudahkan pengguna untuk memaknai indikator tersebut
103
Indikator Level 1
Label1
Deskripsi label
Nilai indikator sekolah Anda
Simbol warna standar seting2
Rata-rata nilai indikator sekolah setara3 di daerah Anda
1label berbeda untuk tiap indikator, disesuaikan dengan karakteristiknya
2standar seting terdiri dari 3 tingkat, hijau: baik, kuning: cukup, merah: kurang
3sekolah setara; sekolah dengan karakteristik lokasi dan kondisi sosial ekonomi murid yang serupa dengan sekolah Anda
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Ringkasan eksekutif akan tampil pertama kali untuk memperlihatkan secara umum mutu hasil belajar rata-rata peserta didik...
104
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...iklim keamanan dan inklusivitas...
105
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...dan gambaran kompetensi GTK di satuan pendidikan
106
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Analisa tiap indikator dari masing masing kerangka penilaian dapat ditelusuri lebih rinci dengan mengeksplorasi masing-masing indikator di tiap dimensi
107
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut adalah tampilan indikator level 1 dari mutu hasil belajar murid
108
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nilai indikator sekolah Anda dapat dibandingkan dengan rata-rata nilai sekolah setara, nasional, dan daerah
109
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut adalah tampilan indikator level 1 dari iklim keamanan dan inklusivitas
110
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut tampilan indikator untuk kualitas pengajaran
111
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut tampilan indikator untuk kompetensi dan kinerja GTK 1/2
112
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut tampilan indikator untuk kompetensi dan kinerja GTK 2/2
113
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut tampilan indikator untuk pengelolaan sekolah
114
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Rapor Pendidikan untuk pemerintah daerah
115
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Di awal laman, pemerintah daerah dapat memilih profil pendidikan sesuai dengan jenjangnya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Ringkasan eksekutif akan tampil pertama kali untuk memperlihatkan secara umum nilai partisipasi murid...
117
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...mutu dan relevansi hasil belajar murid dan pemerataannya...
118
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...iklim keamanan dan inklusivitas rata-rata di jenjang sekolah tertentu...
119
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...pemerataan fasilitas dan kebersihan rata-rata di jenjang sekolah tertentu...
120
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...dan gambaran kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di suatu jenjang
121
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut tampilan ringkasan eksekutif rapor pendidikan kabupaten/kota
122
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
...tampilan mutu dan relevansi hasil belajar murid kabupaten/kota
123
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator dalam Rapor Pendidikan dapat diunduh dalam format Excel
124
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut format hasil unduhan Rapor Pendidikan
125
Nomor | Indikator | Label | Tahun Data | Nilai sekolah Anda | Nilai sekolah setara | Nilai daerah | Nilai nasional |
A.1 | Kemampuan Literasi | Baik | 2021 | 75 | 70 | 80 | 85 |
A.1.1 | | | | | | | |
A.1.1.1 | | | | | | | |
A.1.1.2 | | | | | | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 3a��Perencanaan Berbasis Data �di Satuan Pendidikan��- Permasalahan Perencanaan di Satuan Pendidikan -
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Permasalahan perencanaan di satuan pendidikan meliputi Sumber Daya Manusia, data, anggaran, dan kebijakan
128
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 3b��Perencanaan Berbasis Data �di Satuan Pendidikan��Mekanisme Perencanaan Berbasis Data�di Satuan Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perencanaan berbasis data adalah solusi bagi masalah perencanaan saat ini
130
Laporan potret kondisi mutu pendidikan
Bahan untuk refleksi diri
Perencanaan program perbaikan
Pelaksanaan program perbaikan
Step 1
Step 2
Step 3
Step 4
PERMASALAHAN PERENCANAAN
Perencanaan Berbasis Data
SDM sekolah dilatih dan didampingi dalam melaksanakan perencanaan berbasis rapor pendidikan
Profil Pendidikan sebagai single source of truth
Solusi berbagai permasalahan perencanaan di sekolah
Sekolah dijelaskan tujuan berbagai kebijakan di pusat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perencanaan di satuan pendidikan merupakan suatu siklus yang menghubungkan antara analisis akar masalah dengan pelaksanaan program penyelesaiannya
131
Siklus perencanaan dimulai dengan menganalisis data dalam laporan untuk menetapkan masalah, menganalisis akar masalah, menyusun program kerja, melaksanakan program kerja yang sudah dianggarkan, dan memonitor pelaksanaan serta evaluasi hasil pelaksanaan program kerja tersebut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
1. Analisis Profil Satuan Pendidikan untuk memahami potret mutu
132
https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/
Platform rapor pendidikan menampilkan indikator tiap dimensi yang digambarkan dalam bentuk grafik atau tabel dengan informasi definisi dan pengertian/makna Indikator dapat diunduh dalam format excel sehingga pengguna dapat secara fleksibel melakukan analisis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
2. Lakukan refleksi diri berbasis Profil Pendidikan untuk menetapkan akar masalah
133
1. Pelajari dan verifikasi
Profil Satuan Pendidikan
Mengevaluasi Profil Satuan Pendidikan dengan kondisi riil, yaitu dengan melakukan pengamatan, melihat data dan diskusi dengan pemangku kepentingan di sekolah
Membuat analisis bersama dengan Guru dan Kepala Sekolah tentang kondisi sekolah yang sudah sesuai atau belum sesuai dengan Standar
2. Analisis Kondisi Sekolah
membuat analisis bersama dengan pemangku kepentingan di sekolah tentang permasalahan yang dihadapi dan akar permasalahan
3. Simpulkan Permasalahan dan Akar Masalah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh analisis untuk menetapkan masalah
134
MASALAH:
Literasi Digital Guru/Siswa Rendah
65% guru gagap TIK
85% RPP tidak
membiasakan siswa mengakses media
TIK
Hanya memiliki
5 Komputer
Tidak ada
koneksi
Internet
Tidak pernah ada
penguatan kapasitas TIK guru
Gunakan Profil dan Rapor
Pendidikan atau berbagai
sumber data di sekolah
ANALISIS
Hal yang SUDAH baik
Hal yang BELUM baik
Literasi Digital Guru/ Siswa rendah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
3. Menyusun program kerja peningkatan mutu dalam dokumen perencanaan
135
Dapatkan komitmen semua pemangku kepentingan untuk mendukung program peningkatan mutu
Analisis dan susun rekomendasi solusi dalam bentuk program
1. Rekomendasikan Solusi
2. Bangun komitmen
bersama
Tuangkan program peningkatan mutu dalam dokumen perencanaan sekolah (RKS/RKAS)
3. Tuangkan komitmen dalam
Dokumen Perencanaan Sekolah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh penyusunan program kerja berdasarkan hasil analisis masalah dan akar masalah
136
Akar masalah | Rekomendasi Solusi |
65% guru gagap TIK | Diklat TIK |
85% RPP tidak membiasakan siswa mengakses media TIK | Penyempurnaan RPP 🡪 modifikasi pembelajaran berbasis TIK |
Hanya memiliki 5 Komputer | Penyediaan Komputer |
Tidak ada koneksi internet | Langgaran akses Internet |
Tidak pernah ada penguatan kapasitas TIK guru | Program TIK kepada guru |
Solusi yang menjadi komitmen sekolah dicantumkan dalam dokumen perencanaan
ANALISIS
Hal yang SUDAH baik
Hal yang BELUM baik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
4. Pelaksanaan program sesuai dokumen perencanaan
137
Sekolah menggunakan berbagai pendekatan dalam melaksanakan program peningkatan mutu di sekolah seperti pelatihan, konsultasi, asistensi, penelitian, dll.
2. Gunakan berbagai pendekatan peningkatan mutu pendidikan
Sekolah menentukan lini masa pelaksanaan program peningkatan mutu
1. Jadwalkan pelaksanaan program
Sekolah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan upaya peningkatan mutu di sekolah
3. Libatkan seluruh pemangku
kepentingan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Refleksi Singkat
138
Tahapan Perencanaan Berbasis Data | Praktik di Sekolah Saat Ini |
Penggunaan Laporan/Data | |
Refleksi | |
Penyusunan perencanaan | |
Pengawalan pelaksanaan perencanaan | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perencanaan berbasis data adalah solusi bagi permasalahan perencanaan
139
PERUBAHAN PERILAKU
Laporan potret kondisi mutu pendidikan
Bahan untuk refleksi diri
Perencanaan program perbaikan
Pelaksanaan program perbaikan
Step 1
Step 2
Step 3
Step 4
Perencanaan Berbasis Data
PERMASALAHAN PERENCANAAN
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Bagian 3c��Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan��Metode Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas
Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu ada di satuan PAUD, sehingga dapat menjadi PAUD berkualitas.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan pendidikan dasar dan menengah berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan dan merata
143
Kompetensi guru dan kepala sekolah
Kualitas Proses Pembelajaran
Lingkungan Belajar
Hasil belajar murid
Tata kelola dan perbaikan pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan pendidikan khusus berkualitas hasil belajar muridnya sesuai dengan ragam disabilitasnya dan memiliki kemandirian
144
Hasil belajar murid
Kompetensi guru dan kepala sekolah
Kualitas Proses Pembelajaran
Lingkungan Belajar
Tata kelola dan perbaikan pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Program kesetaraan berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan, merata, dan memiliki keterampilan fungsional
145
Hasil belajar murid
Kompetensi guru dan kepala sekolah
Kualitas Proses Pembelajaran
Lingkungan Belajar
Tata kelola dan perbaikan pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan pendidikan SMK berkualitas hasil belajar muridnya melebihi level yang diharapkan, merata, dan lulusannya terserap oleh dunia kerja
146
Hasil belajar murid
Kompetensi guru dan kepala sekolah
Kualitas Proses Pembelajaran
Lingkungan Belajar
Tata kelola dan perbaikan pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Profil Pendidikan akan dimanfaatkan sebagai sumber utama agar perencanaan berbasis data sesuai masalah yang dihadapi satuan pendidikan
147
Instrumen evaluasi layanan
Rencana peningkatan mutu pendidikan
Evaluasi Internal
Refleksi diri satuan pendidikan
dan Pemda
Pelaksanaan peningkatan mutu
Profil Pendidikan
Perbaikan berkesinambungan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pemahaman terhadap Profil Pendidikan
sebagai “Faktor Kunci” penerapan Perencanaan berbasis Data
148
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Analisis dimensi A: Mutu dan relevansi hasil belajar murid untuk mengidentifikasi masalah dalam capaian hasil belajar (Dasmen)
149
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Masalah dan Akar masalah dapat diidentifikasi dengan menganalisis indikator mana yang sudah baik dan yang belum baik (Jenjang Dasmen)
150
No | Dimensi | Hal yang sudah baik | Hal yang belum baik |
1 | Dimensi A (output) Mutu dan relevansi hasil belajar murid | | |
2 | Dimensi B (output) Pemerataan pendidikan yang bermutu | | |
3 | Dimensi C (input) Kompetensi dan kinerja GTK | | |
4 | Dimensi D (proses) Mutu dan relevansi pembelajaran | | |
5 | Dimensi E (input) Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sumber data
151
Sasaran | Data Kualitas Proses Pembelajaran (Dimensi D) | Data Kualitas Pengelolaan Sekolah (Dimensi E) |
Satuan PSP | | |
| ||
Satuan non PSP | Melakukan evaluasi diri (refleksi) berdasarkan penjabaran indikator serta deskriptor yang terdapat di dimensi D dan E.
| |
Khusus untuk satuan PAUD PSP, refleksi diri menggunakan Profil Pendidikan sedangkan PAUD non PSP berdasarkan indikator Profil Pendidikan
PPA + IPV
DAPODIK
Survei Dampak PSP
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Berikut indikator dalam dimensi D dan E sebagai dasar perencanaan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
No | Dimensi | Hal yang sudah baik | Hal yang belum baik |
1 | Dimensi D (proses) Kualitas Proses Pembelajaran (Elemen 1 dalam Kerangka Transformasi Sekolah PAUD) | | |
2 | Dimensi E (proses dan input) Kualitas Pengelolaan | | |
Elemen 2: Kemitraan dengan Orang Tua | | | |
Elemen 3: Memantau Pemenuhan Layanan Esensial AUD di Luar Pendidikan (layanan holistik integratif) | | | |
Elemen 4: Kepemimpinan dan Pengelolaan Sumber Daya | | |
Untuk PAUD, masalah dan akar masalah dapat diidentifikasi dengan menganalisis indikator mana yang sudah baik dan yang belum baik berdasarkan elemen berikut
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Elemen 1
Kualitas Proses Pembelajaran
Indikator
Satuan sudah memiliki:
Definisi Konseptual/Objektif
Perlu Pengembangan/
Pra-Kondusif/Kondusif/Prima
HASIL: KONDUSIF
(Satuan sudah memiliki 2 dari 3 dokumen perencanaan pembelajaran dan memiliki acuan kurikulum yang merujuk pada standar nasional)
Hasil Satuan -- (Skor)
Rencana Perbaikan ke Depan (untuk diisi satuan)
Satuan sudah memiliki:
Perlu Pengembangan/
Pra-Kondusif/Kondusif/Prima
HASIL: PRA-KONDUSIF
Satuan memiliki kelengkapan komponen di dalam Program Semester, RPPM, dan RPPH. Namun belum adanya alur penyusunan yang selaras antar dokumen dan keterkaitan yang jelas antara tujuan pembelajaran dengan kegiatan dan bentuk asesmen di dalam RPPH
Pada saat PTM, satuan PAUD dan pendidik menyediakan:
Perlu Pengembangan/
Pra-Kondusif/Kondusif/Prima
HASIL: PRIMA
(Satuan pendidikan sudah menggunakan pengaturan ruang dan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran)
List deskriptor tersedia untuk rujukan satuan
D1. Satuan dapat merancang perencanaan pembelajaran yang menunjukkan keterkaitan antara kegiatan belajar dengan tujuan dan bentuk asesmen.
Ilustrasi untuk Satuan PSP
Contoh analisa diagnostik serta rekomendasi intervensi: data
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan dapat merancang perencanaan pembelajaran yang menunjukkan keterkaitan antara kegiatan belajar dengan tujuan dan bentuk asesmen.
Elemen 1
Kualitas Proses Pembelajaran
Indikator
Penjabaran indikator berdasarkan transformasi sekolah
Satuan sudah memiliki:
Penjabaran
Contoh: Refleksi Diri (Evaluasi Diri Lembaga) -- (Sudah/Belum)
Satuan perlu memperbaiki kurikulum dengan mengacu pada salah satu standar: nasional; campuran standar nasional dan internasional; atau campuran standar nasional dan lokal.
Contoh Rencana Perbaikan ke Depan (perlu diisi satuan -- dapat menggunakan daftar deskriptor sebagai bahan pertimbangan)
Satuan sudah memiliki:
Pada saat PTM, satuan PAUD dan pendidik menyediakan:
Satuan perlu memperbaiki keamanan bangunan sebagai tempat belajar, bermain, dan bersosialisasi bagi anak.
Ilustrasi untuk Satuan PAUD non PSP
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
RUANG KOLABORASI
Penugasan (asinkronus)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Instruksi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pembagian Kelompok
PAUD | SD | SMP | SMA | SLB |
Xxx Xxx Xxx Xxx | Xxx Xxx Xxx Xxx | Xxx Xxx Xxx Xxx | Xxx Xxx Xxx Xxx | Xxx Xxx Xxx Xxx |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tanya Jawab
Sila sampaikan pertanyaan,
atau hal-hal yang perlu diklarifikasi lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Terima kasih.��Sampai jumpa di sesi sinkronus selanjutnya!
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi