1 of 33

THAHARAH

Pondok Ramadhan

Sekolah Islam SHAFTA

2 of 33

Kenapa Belajar Thaharah ?

    • Dalil al-Qur`an dan Hadis tentang persyaratan diterimanya Shalat
    • Kita beribadah dan menghadap Dzat yang maha suci. Maka dari itu, kita juga harus dalam keadaan suci ketika beribadah kepada-Nya
    • Qoul Imam Ghozali

3 of 33

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَآءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿المائدة: ٦﴾

Dalil al-Qur`an

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

4 of 33

Makna Mufrodat

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ

maka basuhlah mukamu (dari ujung tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke ujung dagu dan bagian antara kedua telinga)

وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ

dan tanganmu sampai dengan siku (dari ujung jari sampai kedua siku)

وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ

dan usaplah kepalamu (cukup mengusap sebagian kecil kepala menurut mazhab Syafi’i)

وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (mulai dari jari-jari sampai dengan dua mata kaki)

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

5 of 33

I’rob Perkata (Harokat Akhir Kata)

فَاغْسِلُوا + وُجُوهَ + كُمْ

وُجُوهَ

وَ + أَيْدِيَ + كُمْ

أَيْدِيَ

وَ + امْسَحُوا + بِرُءُوسِ + كُمْ

بِرُءُوسِ

وَ + أَرْجُلَ + كُمْ

أَرْجُلَ

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

6 of 33

لاَ يَقْبَلُ الله صَلاَةَ اَحَدِكُمْ اِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة)

Dalil Hadis

Allah tidak menerima salat salah seorang di antara kalian, apabila ia berhadas hingga ia berwudu. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah).

مفتاحُ الجنةِ الصلاةُ، و مفتاحُ الصلاةِ الطهورُ

Kunci surga adalah Shalat, dan Kuncinya Shalat adalah Bersuci

7 of 33

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ... الحديث )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Dalil Hadis

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi...”

8 of 33

النظافة والخلوص من الدنس (فتح المعين)

bersih & lepas dari kotoran

رفع المنع المترتب على الحدث أو النجس (فتح المعين)

Menghilangkan penghalang berupa hadas atau najis

فعل ما تستباح به الصلاة, أي من وضوء وغسل وتيمم وإزالة النجاسة (فتح القريب)

Pekerjaan yang menjadikan boleh melaksanakan shalat; wudhu, mandi (wajib), tayammum, menghilangkan Najis

Pengertian Thaharah

9 of 33

    • Air yang Suci dan Menyucikan
    • Air yang Suci dan Menyucikan tetapi Makruh
    • Air yang Suci tetapi Tidak Menyucikan
    • Air Mutanajis (Terkena Najis)

Pembagian Air

Status Air DIbagi Menjadi 4:

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

10 of 33

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

Pembagian Air

1. Suci dan menyucikan

- Air Mutlak :

ما نزل من السماء او نبع من الأرض على أي صفة كان من أصل الخلقة

Air yang turun dari langit atau bersumber dari bumi, yang murni

dari asal penciptaannya

2. Suci tidak bisa menyucikan

- Air yang berubah sifat asalnya (mutaghayyur)

- Air yang telah dipakai bersuci (Musta’mal)

3. Mutanajis/Terkena Najis

- Air yang terkena Najis, ada 2 Kriteria:

  a. Airnya kurang dari 2 Qullah

  b. Airnya Lebih dari 2 Qullah

11 of 33

Air yang Suci yang Tidak Dapat Menyucikan

Air musta’mal ini tidak bisa digunakan untuk bersuci apabila tidak mencapai dua qullah. Sedangkan bila volume air tersebut mencapai dua qullah maka tidak disebut sebagai air musta’mal dan bisa digunakan untuk bersuci.

Sebagai contoh kasus bila di sebuah masjid terdapat sebuah bak air dengan ukuran 2 x 2 meter persegi umpamanya, dan bak itu penuh dengan air, lalu setiap orang berwudlu dengan langsung memasukkan anggota badannya ke dalam air di bak tersebut, bukan dengan menciduknya, maka air yang masih berada di bak tersebut masih dihukumi suci dan menyucikan. Namun bila volume airnya kurang dari dua qullah, meskipun ukuran bak airnya cukup besar, maka air tersebut menjadi musta’mal dan tidak bisa dipakai untuk bersuci. Hanya saja dzat air tersebut masih dihukumi suci sehingga masih bisa digunakan untuk keperluan lain selain menghilangkan hadas dan najis.

- Air yang telah dipakai bersuci (Musta’mal)

12 of 33

Air yang Suci yang Tidak Dapat Menyucikan

air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan salah satu sifatnya disebabkan tercampur dengan barang suci yang lain dengan perubahan yang menghilangkan kemutlakan nama air tersebut. Sebagai contoh air mata air yang masih asli ia disebut air mutlak dengan nama air mata air. Ketika air ini dicampur dengan teh sehingga terjadi perubahan pada sifat-sifatnya maka orang akan mengatakan air itu sebagai air teh. Perubahan nama inilah yang menjadikan air mata air kehilangan kemutlakannya.

Contoh lainnya, air hujan yang dimasak tetap pada kemutlakannya sebagai air hujan. Ketika ia dicampur dengan susu sehingga terjadi perubahan pada sifat-sifatnya maka air hujan itu kehilangan kemutlakannya dengan berubah nama menjadi air susu.

- Air yang berubah sifat asalnya (mutaghayyur)

13 of 33

Volume Air

Tidak menjadi mutanajis/najis jika warna, bau, atau rasa tidak berubah.

Kurang dari 2 qullah

Lebih dari 2 qullah

Mutanajis/najis walaupun warna, bau, atau rasanya tidak berubah.

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

14 of 33

Apa Itu Qullah ?

Kulah atau “qullah” secara bahasa adalah tempayan besar (al-jarratul ‘azhimah). Ia dinamai demikian karena orang besar meng-“qullah”-nya dengan kedua tangan, yaitu menciduk atau mengangkat air dengan kedua telapak tangannya.

Rais Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir dalam syarah Taqrib-nya menyebut air dua kulah setara dengan 270 liter. (Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh karya Syekh Wahbah Az-Zuhayli)

Air 2 Qullah Menurut NU

15 of 33

AIR YANG TERKENA

NAJIS

Air menggenang yang terkena najis dengan volume kurang dari dua kulah berstatus najis walaupun tidak berubah. Sementara air menggenang yang terkena najis dengan volume mencapai dua kulah berstatus tidak najis selama tidak berubah.

Air Menggenang

16 of 33

AIR MENGALIR

ُّإذا كانت النجاسة تجري مع الماء بجرية لا تنْفك عنه، فإن الماء الذي قبل النجاسة طاهر؛ لأنه لم يصل إلى النجاسة، والماء الذي بعد النجاسة طاهر أيضًا؛ لأن النجاسة لم تصل إليه

Artinya: “Jika najis mengalir bersama air dengan aliran yang tidak berpisah darinya, maka air yang ada sebelum najis tersebut adalah suci karena ia belum sampai kepada najis. Demikian pula air yang ada setelah najis juga suci sebab najis tidak sampai kepadanya,” (Lihat: Abu al-Hasan, al-Bayan, jilid I, halaman 38).

Ikut Aliran Air

فإن كانت جامدة واقفة فذلك المحل نجس وكل جرية تمر بها نجسة إلى أن تجمع قلتان منه في موضع كفسْقيّة مثلا فحينئذ هو طهور إذا لم يتغير بها

Artinya: “Jika kondisi najis adalah keras dan diam, maka tempat air di sekitar najis tersebut adalah najis. dan setiap aliran yang melewati najis juga najis, hingga aliran tersebut berkumpul di satu tempat semisal kran. Maka jika sudah berkumpul mencapai dua kulah, air menjadi suci selama tidak berubah,” (Lihat: Syekh Nawawi al-Bantani, Kasyifatus Saja Syarh Safinatin Naja, halaman 21).

Tersangkut di Air

17 of 33

شروط الوضوء عشرة الإسلام والتمييز والنقاء عن الحيض والنفاس وعما يمنع وصول الماء إلى البشرة وأن لا يكون على العضو ما بغير الماء والعلم بفرضيته وأن لا يعتقد فرضا من فروضه سنة والماء الطهور ودخول الوقت والموالاة لدائم الحدث

SYARAT WUDHU

(1) Islam (2) Mumayyiz (3) Bersih dari haidh dan nifas (4) Tidak ada perkara yang mencegah sampainya air pada kulit (5) Tidak ada sesuatu pada anggota wudlu yang dapat mengubah air (6) Mengetahui fardhu-nya wudlu (7) Tidak meyakini fardhu-nya wudlu sebagai sunnah-nya wudlu (8) Airnya suci (9) Masuk waktu dan (10) Terus-menerus (cepat) bagi orang yang terus-menerus berhadats.

Safinatun Najah

BAB THAHARAH

18 of 33

Wajib Dilakukan Ketika Wudhu

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

19 of 33

2

3

4

5

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

Niat

1

Urut

6

Membasuh Wajah

Membasuh Kedua Tangan

Mengusap Sebagian Kepala

Membasuh Kedua Kaki

20 of 33

Pendapat Ulama tentang Niat

Yahya bin Kathir

تَعَالَّمُوا النِّيَّةَ فَإِنَّهَا أَبْلُغُ مِنَ الْعَمَلِ

Zaid as-Syami

إِنِّيْ لَأَحَبَّ أَنْ تَكُوْنَ لِيْ نِيَّةٌ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ

Ibnu Mubarak

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيْرٍ تُعْظِمُهُ النِّيَّةُ, وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيْرٍ تُصْغِرُهُ النِيَّةُ

Seputar Niat

21 of 33

Tata Cara Berwudhu

Mencuci Tangan Terlebih Dahulu

Doa Ketika Mencuci Tangan

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا

(Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari maksiat dan jadikanlah ia selalu taat kepada-Mu.)

22 of 33

Doa

اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Tata Cara Berwudhu

Berkumur

(Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)

23 of 33

Tata Cara Berwudhu

Istinsyaq

(Menghirup Air ke dalam Rongga Hidung)

Doa

اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَلاَ تُرِحْنِي

رَائِحَةَ النَّار

(Ya Allah, berikanlah aku keharuman surga dan jauhkan aku dari bau neraka.)

24 of 33

Tata Cara Berwudhu

Membasuh Wajah

Doa

اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

(Ya Allah, putihkan wajahku pada hari ketika wajah-wajah menjadi putih dan hitam.)

25 of 33

Tata Cara Berwudhu

Membasuh Kedua Tangan

Doa

    • Ketika Membasuh Tangan Kanan

اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا

    • Ketika Membasuh Tangan Kiri

اَللّٰهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

26 of 33

Tata Cara Berwudhu

Mengusap Sebagian Kepala

Doa

اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّكَ

(Ya Allah, haramkan rambut dan kulitku dari api neraka...)

27 of 33

Tata Cara Berwudhu

Mengusap Kedua Telinga

Doa

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

(Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mendengarkan perkataan yang baik dan mengikuti yang terbaik darinya.)

28 of 33

Tata Cara Berwudhu

Membasuh Kedua Kaki

Doa

اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

(Ya Allah, tetapkanlah kakiku di atas Shirath pada hari ketika banyak kaki tergelincir.)

29 of 33

Tata Cara Berwudhu

Membasuh Kedua Kaki

Doa

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِي مَشْكُوْرًا وَذَنْبِي مَغْفُوْرًا وَعَمَلِي مَقْبُوْلًا

(Ya Allah, jadikanlah usahaku diterima, dosaku diampuni, dan amalanku diterima.)

30 of 33

HAL-HAL YANG MEMBATAL

KAN WUDHU

PROBLEMATIKA BERWUDHU

31 of 33

Fathul Qarib al-Mujib

BAB THAHARAH

    • Keluarnya sesuatu dari qubul (jalan pembuangan depan) atau dubur (jalan pembuangan belakang)
    • Tidur dengan posisi berbaring atau berdiri
    • Hilangnya akal (tidak sadarkan diri)
    • Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahrom
    • Menyentuh alat vital, baik qubul (jalan pembuangan depan) atau dubur (jalan pembuangan belakang) menggunakan telapak tangan.

32 of 33

HATI-HATI TERHADAP AIR KENCING !!!

إِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَنْزِهُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Dan keduanya disiksa bukan karena perkara yang berat. Orang pertama disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencing. Orang kedua disiksa karena dirinya berjalan kesana kemari menebarkan namimah (adu domba) (HR. Bukhari 216 dan Muslim 292)

33 of 33