�����������������BAB 2 DISAIN PENGAJARAN���2.1 Tujuan Instruksional Umum�Pada mata kuliah microteching ini akan mempelajari tentang model pengembangan instruksional, desain pengajaran, perencanaan bahan-bahan pengajaran, perencanaan media pengajaran, pengelolaan kelas yang efektif, evaluasi pembelajaran, satuan pelajaran, dan pengajaran mikro� �2.2 Tujuan Instruksional Khusus�Pada bab satu ini akan mempelajari mengenai desain pengajaraan yang terdiri dari pengertian desain, pengertian pengajaran, pengertian disain pengajaran, pola pengajaran, dan komponen-komponen disain pengajaran
2.3 PENGERTIAN DISAIN
Disain adalahnistilah yang diambil dari kata “design” yang berarti perencanaan atay rancangan
Ada pula yang mengartikan dengan persiapan
Dalam ilmu manajemen Pendidikan atau ilmu administrasi Pendidikan, perencanaan disebut
dengan istilah “planning” yaitu persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah
penyelesaian suatu masalah atas pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian
tujuan tertentu
Secara sederhana para ahli mengatakan bahwa perencanaan adalah pemikiran sebelum
pelaksanaan suatu tugas (Reigeluth, 2000)
Dengan demikian desain atau perencanaan adalah suatu pemikiran atau persiapan untuk
melaksanakan atau persiapan suatu tugas/pekerjaan atau mengambil suatu keputusan terhadap
apa yang akan dilaksanakan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu sebagai yang telah
ditetapkan dengan melalui prosedur atau langkah-langkah yang sistematis dan memperhatikan
prinsip-prinsip pelaksanaan tugas/pekerjaan tersebut
2.4 PENGERTIAN PENGAJARAN
Para ahli mengatakan bahwa pengajaran adalah terjemahan dari intrucstion atau teaching
Dalam association for education communication and technology menurut Corey (2000)
mengatakan bahwa instruction itu sebagai sub-sub atau bagian dari pendidikan yang merupakan
suatu proses di mana lingkungan seseorang dengan sengaja dikelola agar memungkinkan orang
tersebut dapat belajar melakukan hal tertentu dalam kondisi tertentu atau memberikan respon
terhadap situasi tertentu
Pengajaran hanyalah salah satu bentuk instruction yang sering dikonotasikan sebagai proses aktifitas belajar mengajar di kelas pengajaran yang tentunya bersifat formal. Kelas pengajaran jangan diartikan sebagai terbatas oleh ruangan dengan ukuran tertentu yang permanen untuk berlangsungnya belajar mengajar. Pengertian kelas diartikan sebagai suatu sistem yang bukan saja berupa ruangan atau bagian dari bangunan sekolah. Kelas merupakan wadah atau tempat berlangsungnya pengajaran (belajar mengajar) baik di dalam ruangan yang biasa dipakai, di laboratorium, lapangan dan sebagainya.
Meskipun pengajaran bisa disebut instruction data, pengajaran juga sebagai sub set pendidikan. Maka pengajaran sebagai kegiatan yang mencakup semua/meliputi yang secara langsung dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran (menentukan entry-bahaviour) peserta didik, menyusun rencana pelajaran, memberikan informasi, bertanya, menilai dan sebagainya
PENGERTIAN DISAIN PENGAJARAN
Disain pengajaran merupakan perencanaan yang sistematik dan suatu pengajaran yang akan dimanifestasikan bersama-sama (kepada) peserta didik. Dalam rangka ini ada baiknya jika guru terlebih dahulu memiliki proses berpikir dalam dirinya, apa yang akan diajarkan dan materi apa yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan, bagaimana cara mengajarkan serta prosedur pencapaiannya, dan bagaimana guru menilai (untuk mengetahui) apakah tujuan sudah dicapai atau apakah materi sudah dikuasai oleh peserta didik.
Disain pengajaran yang baik harus pula berangkat dari keputusan proses berpikir sebagai dasar berkisar pada upaya pencapaian tujuan pengajaran yang meliputi materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memenuhi pencapaian tujuan, bagaimana uoaya guru agar materi itu sampai dan kuasai (bukan saja dimengerti dan dipahami) oleh peserta didik, bagaimana hasil capaian materi dan tujuan dapat diketahui.
Dengan kata lain, disain pengajaran itu bersifat konseptual sedangkan pengembangan pengajaran itu bersifat operasional, operasional dari konsep yang telah diputuskan ditentukan.
Perbedaan disain pengajaran dan pengembangan pengajaran adalah dalam segi waktu dan segi bentuk aktufitasnya. Jika disain atau persiapan itu hanya guru yang mengerjakannya, sedangkan dalam pengembangannya selain guru yang juga melibatkan peserta didik
Disain pengajaran merupakaan gambaran sejumlah haraqpan atau keinginan terhadap suatu pengajaran yang diharapkan, adapun pengembangan pengajaran adalah sebagai realitas, realisasi harapan. Disain sebagai cita-cita atau das solen, sedang pengembangan lebih mengarah pada das sein
Tetapi desain pengajaran itu dapat juga dikatakan sebagai bagian dari pengembangan pengajaran, sekaligus disain itu sebagai kegiatan awal dari pengembangan, karena pengembangan pengejaran itu pada hakikatnya ada 3 langkah pokok: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang diteruskan dengan feed back/follow up. Ketiganya itu menunjuk sebagai satu kesatuan (sistem) yang utuh terpadu.
2.5 POLA PENGAJARAN
Dari pola pengajaran ada beberapa pola:
Terdapat 8 komponen pokok yang harus disusun dalam disain pengajaran dalam pola Kemp baik yang lingkaran maupun yang hirarkis:
4. Pola yang dimajukan oleh V.Gelder :
Pertama yang harus diperhatikan oleh guru sebagai desainer pengajaran adalah perumusan tujuan pengajaran dan analisis situasi, setelah keduanya itu dipahami baru kemudian
Menentukan kegiatan guru, kegiatan peserta didik materi/isi pelajaran, dan alat serta bahan (sumber pelajaran). Masing-masing unsur ini sifatnya terpisah secara horizontal ke dalam sebuah matriks, meskipun dalam pelaksanaannya tindakan terpisah.
Ada lima langkah pokok untuk pengajaran untuk menyusun disain pengajaran menurut konsep PPSI / Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional yang harus diperhatikan guru sebelum mengajar:
a. Merumuskan tujuan khusus pengajaran (TKP) atau TIK dengan beranjak dari tujuan umum pengajaran (TUP) atau TIU yang sudah ada dalam GBPP. TIU atau TUP ini biasanya setiap topik/pokok bahasan hanya satu
b. Setelah guru merumuskan TKP/TIK menurut kriteria yang benar, guru diharuskan segera mengontrol rumusan TKP/TIK nya apakah sudah benar kriteria perumusannya (bersifat operasional, spesifik, tidak bisa disalah tafsirkan, hanya berbentuk satu kemampuan setiap TIK, dapat diukur), yaitu dengan jalan mengembangkan alat evaluasi, baik mengenai prosedur, jenis dan bentuk evaluasinya
c. Menetapkan kegiatan pengajaran (belajar mengajar) apa yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai rumusan TKP yang sudah disusun, kemampuan apa yang harus dihasilkan dalam kegiatan belajar apa yang mesti diperankan guru keterlibatannya dalam pengajaran.
d. Merancang program kegiatan meliputi materi yang akan diajarkan, metode, alat, sumber, jadwal/waktu pelaksanaan pengajaran berapa jam pertemuan
e. Pelaksanaan program itu sendiri melalui 4 sub langkah pelaksanaan pre tes. Kemudian pelaksanaan pengajaran atau penyajian materi pelajaran. Yang ketiga adalah mengadakan evaluasi/post test. Antara instrument pre test dan post test hendaknya sama tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pre tes berfungsi menjajagi kemampuan yang akan diajarkan sedang post test berfungsi mengukur/mengetahui taraf penguasaan materi yang telah dipelajari. Hasil dari keduanya hendaknya diperbandingkan, apakah terdapat kemajuan dan keberhasilan bagi peserta didik setelah mengikuti proses kegiatan pengajaran
2.6 KOMPONEN-KOMPONEN DISAIN PENGAJARAN
Secara garis besar komponen-komponen (disain) pengajaran ada dua, yaitu komponen pokok dan komponen penunjang. Masing-masing komponen (pokok dan penunjang) meliputi:
f. Merancangkan bentuk kegiatan pengajaran, apa yang harus diperbuat oleh peserta didik dan kapan mereka harus terlibat aktif dalam pengajaran. Kemudian, apa pula yang harus diperankan guru, kapan guru tidak harus terlibat aktif dalam kegiatan pengajaran. Seyogyanya dalam kegaiatan pengajaran, sehingga memungkinkan peserta didik untuk terlibat aktif di dalamnya.
g. Sumber pengajaran/belajar. Sumber pengajaran/belajar adalah segala apa yang ada di luar individu dan memungkinkan mempermudah serta mendukung terjadinya events atau proses pengajaran/belajar.
h. Sobjek ajar, maksudnya adalah pelaku atau pelaksana kegiatan pengajaran itu sendiri, yaitu guru dan peserta didik.
2) Komponen penunjang
yaitu komponen-komponen pengajaran yang kebedaraannya dapat membantu kelancaran, mempermudah pelaksanaan pengajaran seperti, pengaturan jadwal/waktu pertemuan, tempat pengajaran, alat ataupun fasilitas-fasilitas pengajaran yang akan menambah kelengkapan/kesempurnaan kegiatan pengajaran, juga prosedur atau pengaturan proses kegiatan yang baik, dan sebagainya