1 of 15

Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu'abul (Cabang) Iman

M E N U

Interactive Presentation

2 of 15

Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu'abul (Cabang) Iman

M E N U

Interactive Presentation

MENU

Materi

Kisah Inspiratif

Rangkuman

x

3 of 15

Materi

Definisi Syu’abul Iman

Definisi Syu’abul Iman

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Iman berasal dari bahasa Arab dari kata dasar amana - yu’minu - imanan, yang berarti beriman atau percaya. Adapun definisi iman menurut bahasa berarti kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau keteguhan hati. Imam Syafi’i dalam sebuah kitab yang berjudul al-‘Umm mengatakan, sesungguhnya yang disebut dengan iman adalah suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, di mana tidak sempurna salah satunya jika tidak bersamaan dengan yang lain. Enam pilar iman ada 6, yakni: 1) iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3) mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.

Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab Qamiuth-Thughyan ‘ala Manzhumati Syu’abu al-Iman, iman yang terdiri dari enam pilar memiliki beberapa bagian dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya, namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya. Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah yang disebut dengan syu’abul iman.

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

4 of 15

Materi

Dalil

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

5 of 15

Materi

Macam-Macam Syu’abul Iman

Syu’abul iman dibagi menjadi tiga bagian yang meliputi: a. Niat, akidah dan hati; b. Lisan / ucapan; c. seluruh anggota badan. Adapun pembagian 77 cabang keimanan berdasarkan pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Cabang iman yang berkaitan dengan niat, aqidah dan hati
  • Iman kepada Allah Swt.
  • Iman kepada malaikat Allah Swt.
  • Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
  • Iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
  • Iman kepada takdir baik dan takdir buruk Allah Swt.
  • Iman kepada hari akhir
  • Iman kepada kebangkitan setelah kematian
  • Iman bahwa manusia akan dikumpulkan di Yaumul Mahsyar setelah hari kebangkitan
  • Iman bahwa orang mukmin akan tinggal di surga, dan orang kafir akan tinggal di neraka
  • Mencintai Allah Swt.
  • Mencintai dan membenci karena Allah Swt.
  • Mencintai Rasulullah Saw. dan memuliakannya

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

6 of 15

Materi

Macam-Macam Syu’abul Iman

  1. Ikhlas, tidak riya dan menjauhi sifat munafiq
  2. Bertaubat, menyesal dan janji tidak akan mengulang suatu perbuatan dosa
  3. Takut kepada Allah Swt.
  4. Selalu mengharapkan rahmat Allah Swt.
  5. Tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt.
  6. Syukur nikmat
  7. Menunaikan amanah
  8. Sabar
  9. Tawadlu dan menghormati yang lebih tua
  10. Kasih sayang termasuk mencintai anak-anak kecil
  11. Rida dengan takdir Allah Swt.
  12. Tawakkal
  13. Meninggalkan sifat takabur dan menyombongkan diri
  14. Tidak dengki dan iri hati
  15. Rasa Malu
  16. Tidak mudah marah
  17. Tidak menipu, tidak suudzan dan tidak merencanakan keburukan kepada siapapun
  18. Menanggalkan kecintaan kepada dunia, termasuk cinta harta dan jabatan

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

7 of 15

Materi

Macam-Macam Syu’abul Iman

  • Cabang iman yang berkaitan dengan lisan
  • Membaca kalimat thayyibah (kalimat-kalimat yang baik)
  • Membaca kitab suci Al-Qur`an
  • Belajar dan menuntut ilmu
  • Mengajarkan ilmu kepada orang lain
  • Berdoa
  • Dzikir kepada Allah Swt. termasuk istighfar
  • Menghindari bacaan yang sia-sia

  • Cabang iman yang Berhubungan dengan Perbuatan dan Anggota Badan
  • Bersuci atau thaharah termasuk di dalamnya kesucian badan, pakaian dan tempat tinggal
  • Menegakkan shalat baik salat fardu, salat sunah maupun mengqadla salat
  • Bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim, membayar zakat fitrah dan zakat mal, memuliakan tamu serta membebaskan budak
  • Menjalankan puasa wajib dan sunah
  • Melaksanakan haji bagi yang mampu

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

8 of 15

Materi

Macam-Macam Syu’abul Iman

  1. Beri’tikaf di dalam masjid, termasuk di antaranya adalah mencari lailatul qadar
  2. Menjaga agama dan bersedia meninggalkan rumah untuk berhijrah beberapa waktu tertentu
  3. Menyempurnakan dan menunaikan nazar
  4. Menyempurnakan dan menunaikan sumpah
  5. Menyempurnakan dan menunaikan kafarat
  6. Menutup aurat ketika sedang salat maupun ketika tidak salat
  7. Melaksanakan kurban
  8. Mengurus perawatan jenazah
  9. Menunaikan dan membayar hutang
  10. Meluruskan muamalah dan menghindari riba
  11. Menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran
  12. Menikah untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan haram
  13. Menunaikan hak keluarga, dan sanak kerabat, serta hak hamba sahaya
  14. Berbakti dan menunaikan hak orang tua
  15. Mendidik anak-anak dengan pola asuh dan pola didik yang baik
  16. Menjalin silaturahmi
  17. Taat dan patuh kepada orang tua atau yang dituakan dalam agama

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

9 of 15

Materi

Macam-Macam Syu’abul Iman

  1. Menegakkan pemerintahan yang adil
  2. Mendukung seseorang yang bergerak dalam kebenaran
  3. Menaati hakim (pemerintah) dengan catatan tidak melanggar syariat
  4. Memperbaiki hubungan muamalah dengan sesama
  5. Menolong orang lain dalam kebaikan
  6. Amar ma’ruf nahi munkar
  7. Menegakkan hukum Islam
  8. Berjihad mempertahankan wilayah perbatasan
  9. Menunaikan amanah termasuk mengeluarkan 1/5 harta rampasan perang
  10. Memberi dan membayar hutang
  11. Memberikan hak-hak tetangga dan memuliakannya
  12. Mencari harta dengan cara yang halal
  13. Menyedekahkan harta, termasuk juga menghindari sifat boros dan kikir
  14. Memberi dan menjawab salam
  15. Mendoakan orang yang bersin
  16. Menghindari perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain
  17. Menghindari permainan dan senda gurau
  18. Menyingkirkan benda-benda yang mengganggu di jalan

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

10 of 15

Materi

Tanda-Tanda Orang yang Beriman

  1. Jika mendengar nama Allah Swt. disebut, maka bergetar hatinya, dan jika dibacakan ayat-ayat Al-Qur`an maka bergejolak hatinya untuk segera mengamalkannya.
  2. Senantiasa bertawakal setelah bekerja keras dan berdoa kepada Allah Swt.
  3. Selalu tertib dalam menegakkan dan menjalankan salatnya
  4. Menafkahkan sebagian rezeki dan hartanya di jalan Allah Swt.
  5. Menghindari perkataan yang tidak berguna. Seorang mukmin akan selalu mempertimbangkan sesuatu sebelum mengucapkannya. Apabila ucapannya bermanfaat, maka akan ia lanjutkan perkataannya, namun apabila mendatangkan madlarat maka ia akan menghindarinya
  6. Memelihara amanah dan menepati janji
  7. Berjihad di jalan Allah Swt. dengan jiwa dan harta yang dimiiki Makna jihad bagi seorang muslim dalam hal ini bukanlah jihad dan mengangkat senjata di medan pertempuran semata. Juga bukanlah jihad yang secara ekstrim menyatakan permusuhan kepada orang-orang atau golongan yang tidak sepaham dengannya. Tetapi jihad dalam hal ini adalah bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Allah Swt. baik dengan harta, benda maupun nyawa yang dimilikinya.

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

11 of 15

Materi

Problematika Praktik Keimanan

Di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, grafik kenaikan penyimpangan perilaku moral dan pelanggaran norma seolah berbanding lurus dengan tingkat kemajuan peradaban kita. Bahkan tidak jarang, dalam hal kasus pelanggaran etika, moral dan bahkan agama tersebut melibatkan seorang public figure yang dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi panutan atau role model bagi mereka. Hal ini terjadi, karena perkembangan dunia global, cenderung membawa masyarakat terjebak pada perilaku hedonis, yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak-banyaknya dan melupakan hal-hal yang menyakitkan bagi mereka.

Menurut Abu Bakr bin Laal, setidaknya ada lima ujian keimanan yang dihadapi oleh orang-orang mukmin saat ini yaitu:

  • Mukmin yang saling mendengki
  • Kaum munafik yang membenci kaum mukmin
  • Orang kafir yang memerangi kaum mukmin
  • Tipu muslihat setan yang selalu menyesatkan
  • Godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Definisi Syu’abul Iman

Dalil

Macam-macam Syu’abul Iman

Tanda-tanda orang beriman

Problematika praktik keimanan

12 of 15

Manisnya Iman Sang Panglima

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Alkisah, dalam peristiwa pembebasan Negeri Syam, tersebutlah seorang panglima perang yang bernama Abdullah bin Hudzafah RA. Misi penting yang harus diemban olehnya adalah memerangi penduduk Kaisariah, sebuah kota benteng pertahanan di Palestina, tepatnya di tepi Laut Tengah. Namun sayangnya dalam misi ini Abdullah bin Hudzafah mengalami kegagalan, sehingga kalah dalam peperangan, kemudian tertangkap dan dijadikan tawanan perang oleh tentara Romawi.

Abdullah bin Hudzafah lalu dihadapkan kepada Heraklius, sang kaisar Romawi yang menjabat waktu itu. Heraklius ingin menguji seberapa kuat kepercayaan dan keyakinan sang panglima perang, dengan memberikan bujuk rayu dan tawaran agar ia melepaskan akidah dan keimanannya terhadap Allah Swt. Heraklius berkata kepada Abdullah bin Hudzafah “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka engkau akan memperoleh harta yang engkau inginkan”. Namun dengan tegas Abdullah bin Hudzafah menolak tawaran tersebut. Kemudian Heraklius memberikan penawaran yang kedua “masuklah engkau ke dalam agama Nasrani, maka aku akan menikahkah putriku denganmu”. Dan dengan hati yang teguh Abdullah bin Hudzafah pun kembali menolak. Heraklius kembali memberikan penawaran yang ketiga dengan tawaran yang lebih menggiurkan “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka aku akan memberimu jabatan penting di negeri ini”. Tetap dengan pendiriannya Abdullah bin Hudzafah menolak tawaran kembali tawaran kaisar Heraklius.

Nampaknya Heraklius menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan bukan sembarang orang. Maka ia pun memberikan penawaran keempat “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka aku akan memberikan separuh kerajaanku dan separuh hartaku”. Dan pada tawaran keempat ini Abdullah bin Hudzafah pun memberikan jawaban yang telak “meskipun engkau memberikan semua harta yang engkau miliki dan semua harta orang Arab, aku tidak akan pernah meninggalkan agama yang diajarkan oleh Muhammad Saw.”

Materi

13 of 15

Manisnya Iman Sang Panglima

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Merasa gagal melakukan negosiasi dan penawaran kepada tawanannya, Heraklius pun marah dan semakin menekan Abdullah bin Hudzafah dengan cara menambah siksaan, ancaman dan menganiayanya. Heraklius pun mengancam dengan mengatakan “kalau demikian, saya akan membunuhmu”. Dan Abdullah bin Hudzafah menjawab “silahkan, aku tidak takut”. Lalu ia pun dijebloskan ke dalam penjara dengan siksaan yang begitu menyakitkan. Ia tidak diberi makan dan minum selama 3 hari 3 malam. Pada hari keempat, ia disuguhi arak dan daging babi. Namun ia tetap berpendirian kokoh, enggan memakan makanan dan minuman tersebut sampai berhari-hari hingga ia hampir mati, sampai tiba saatnya ia hendak dieksekusi.

Heraklius pun bertanya kepada Abdullah bin Hudzafah “apa yang membuatmu menolak memakan daging babi dan meminum arak, sedangkan engkau hampir mati kelaparan?” Ia menjawab “ketahuilah Kaisar, dalam kondisi darurat memang diperbolehkan saya memakan dan meminum barang yang haram. Tetapi saya tetap menolak melakukannya, karena saya tidak ingin engkau dan pengikutmu bersorak melihat kemalangan Islam agama saya”.

Dalam hal ini nampaknya Heraklius tidak menyadari, bahwa orang yang tidak tergiur dengan bujukan dan tawaran duniawi, maka tidak pernah takut menghadapi ancaman apapun. Orang yang menginjak dunia dengan kedua kakinya, tidak akan kikir untuk melepaskan nyawa demi agamanya. Heraklius lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengikat dan menyalib Abdullah bin Hudzafah dan regu pemanah pun bersiap-siap untuk mengeksekusinya. Namun ia tetap bertahan dengan prinsipnya. Sekali lagi Heraklius menawarkan agar ia masuk Nasrani, namun kesekian kalinya juga ditolak oleh Abdullah bin Hudzafah. Akhirnya ia diturunkan dari tiang salib. Sebagai ganti hukuman panah, Heraklius memerintahkan agar disiapkan kuali besar dengan air yang mendidih. Lalu di depan Abdullah bin Hudzafah, terlebih dahulu dilemparkanlah seorang tahanan muslim lain ke dalam kuali tersebut, dan seketika dagingnya meleleh hingga tinggal tulang belulang.

Materi

14 of 15

Manisnya Iman Sang Panglima

Kisah Inspiratif

Rangkuman

Selanjutnya Heraklius memerintahkan agar berikutnya yang dilemparkan adalah Abdullah bin Hudzafah. Pada saat tubuhnya sudah dipegang oleh anak buah Heraklius itulah Abdullah bin Hudzafah menangis. Heraklius mengira bahwa ia menangis karena takut dengan kematian serta mundur dari keteguhannya dan akan bersedia meninggalkan keyakinannya kepada Allah Swt. Lalu Heraklius menawarkan sekali lagi kepada Abdullah bin Hudzafah untuk masuk ke agama Nasrani, tetapi ternyata masih ditolak juga olehnya. Heraklius pun penasaran dan menanyakan “lalu kenapa engkau menangis?” Dan Abdullah bin Hudzafah pun memberikan jawaban yang menakjubkan sehingga menetapkan kegagalan, kelemahan dan kekalahan Heraklius. “Saya menangis, karena saya hanya memiliki jiwa sebanyak rambut saya, sehingga tidak banyak yang bisa saya korbankan untuk menebus agama saya, meskipun semuanya mati di jalan Allah Swt.”

Akhirnya Heraklius pun menyerah dan mengakui kekalahannya terhadap Abdullah bin Hudzafah. Lantas ia pun memberikan penawaran terakhir sebagai bentuk kekalahannya. Demi menjaga martabatnya Heraklius berkata “Abdullah, maukah engkau mengecup kepalaku? Aku akan melepaskan dan membebaskanmu”. Abdullah bin Hudzafah pun menyetujui, dengan syarat Heraklius membebaskan 300 tawanan perang yang lain yang ditahan bersamanya. Mendengar hal tersebut, lantas Heraklius pun berdiri dan mengecup kepala Abdullah bin Hudzafah, sehingga shahabat-shababat yang lain pun mengikutinya.

Manisnya kisah dan hikmah seorang panglima perang yang dengan tegas berani menolak tawaran apapun yang bersifat duniawi, demi menjaga iman dan takwanya kepada Allah Swt. (Dikutip dari: Hiburan Orang Saleh, 101 Kisah Nyata dan Penuh Hikmah)

Materi

15 of 15

Rangkuman

Kisah Inspiratif

Rangkuman

  • Iman adalah suatu niat, ucapan dan perbuatan, di mana tidak sempurna iman itu jika tidak bersama yang lain.
  • Pilar iman terdiri dari enam perkara yang disebut dengan rukun iman yaitu: 1) iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt., 3) mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
  • Iman yang terdiri dari enam pilar tersebut, memiliki beberapa bagian (unsur) dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya, namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
  • Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Cabang yang 77 itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
  • Untuk mempermudah memahami dan mempelajari Syu’abul iman, dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi: a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabag iman c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman.
  • Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jika terbentuk dari kumpulan orang-orang yang beriman, niscaya akan terbentuk masyarakat yang aman, tenteram, damai, sejahtera dan berlimpah berkah dari Allah Swt.

Materi