KEANEKARAGAMAN HAYATI
INDONESIA
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Indonesia terletak pada 6°LU - 11°LS
dan 95°BT - 141°BT.
Dengan demikian,
Indonesia terletak di
daerah Beriklim tropis dan dilewati oleh
garis Khatulistiwa
Indonesia dikenal dengan sebutan “megadiversity country”, Selain Brazil dan Zaire, karena mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan keunikan tersendiri
Alfred Russel Wallace dan Weber
ilmuwan, yang membagi wilayah persebaran hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia menjadi tiga kelompok ( Zona ) berbeda
3 zona Persebaran Makhluk Hidup
di Indonesia
1. Orientalis (Asia),
2. Peralihan,
3. Australis
Faktor Penyebab Biodiversitas Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan dimana setiap pulau memiliki keadaan alam yang berbeda-beda.
Faktor Penyebab Biodiversitas Indonesia
Faktor Penyebab Biodiversitas Indonesia
Apa Hewan-hewan khas pada Zona Orientalis ?
badak jawa (Rhinoceros sondaicus)
harimau jawa (Panthera tigris sondaicus),
harimau sumatra (Panthera tigris sumatrensis),
Hewan khas lain pada Zona Orientalis ?
orang utan (Pongo pygmaeus),
Bekantan= monyet berhidung panjang (Nasalis larvatus)
tarsius (Tarsius pumilus ),
Loris hantu(Loris tardigradus)
Apa Hewan yang ada di Zona Peralihan ?
komodo (Varanus komodoensis)
burung maleo,
babi rusa (Babyroussa babyrussa)
anoa (Bubalus sp.),
Apa Hewan-hewan khas pada zona Australis ?
burung cendrawasih
(Paradisaea sp.)
Burung kasuari
(Casuarius bennetti)
KakaTua Raja
Probosciger atterrimus),
kanguru pohon (Dendrolagus inustus),
Hewan-hewan khas pada zona Australis Yang Lain
Kuskus (Phalanger sp.),
walabi (Macropus agilis)
Nuri (Psittrichas fulgidus),
Flora di zona Orientalis memiliki ciri-ciri, berikut ini.
1) Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga,
misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya.
2) Selalu hijau sepanjang tahun.
3) Bersifat heterogen.
PENYEBARAN FLORA DI ZONA ORIENTALIS
FLORA DI ZONA PERALIHAN
Longusei (Ficus minahasae)
Gofasa, gupasa (Vitex cofassus)
Eboni (Diospyros celebica)
Anggrek serat (Dendrobium utile)
Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis)
Lontar (Borassus flabellifer)
Ajan kelicung (Diospyros macrophylla)
Cendana (Santalum album)
Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Ampupu (Eucalyptus urophylla)
Nilai Manfaat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Sandang dan Papan
Kapas, rami, yute, kenaf, abaca, dan acave serta ulat sutera potensial sebagai bahan sandang.
Sebagai sumber pangan, perumahan, dan kesehatan
Pangan:
• Sumber karbohidrat: padi, jagung, singkong, kentang, dan lain-lain.
• Sumber protein: kedelai, kecipir, ikan, daging, dan lain-lain.
• Sumber lemak: ikan, daging, telur, kelapa, alpukat, dll
• Sumber vitamin: jambu biji, jeruk, apel, tomat, dan lain-lain.
• Sumber mineral: sayur-sayuran.
2. Sebagai sumber pendapatan/devisa
a. Bahan baku industri kerajinan: kayu, rotan, karet
b. Bahan baku industri kosmetik: cendana, rumput laut
3. Sebagai sumber plasma nutfah, Misalnya hutan Di hutan masih terdapat tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat unggul, karena itu hutan dikatakan sebagai sumber plasma nutfah/sumber gen.
4. Manfaat ekologi
Selain berfungsi untuk menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem.
Manfaat keilmuan
Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.
Manfaat keindahan
Bermacam-macam tumbuhan dan hewan dapat memperindah lingkungan.
Sumber daya Hayati sebagai Sumber Obat dan Kosmetik
Indonesia memiliki 940 jenis tanaman obat, tetapi hanya 120 jenis yang masuk dalam Materia medika Indonesia. Masyarakat pulau Lombok mengenal 19 jenis tumbuhan sebagai obat kontrasepsi. Jenis tersebut antara lain pule, sentul, laos, turi, temulawak.
Dapat menjaga kestabilan iklim global,
yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban
udara.
Nilai Sosial Budaya Keanekaragaman hayati dapat dikembangkan sebagai tempat rekreasi atau pariwisata, di samping untuk mempertahankan tradisi.
Konservasi Keanekaragaman Hayati
A. Pelestarian in situ : melakukan perlindungan terhadap tumbuhan dan hewan agar dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contohnya pelestarian komodo di Pulau Komodo, badak jawa di Ujung Kulon, dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldi) di Bengkulu.
B.Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan hewan dan tumbuhan di luar habitat aslinya. Antara lain dengan cara:
sumber;
http://ngurah-dhika.blogspot.com/2012/01/keanekaragaman-hayati-indonesia.html
http://krsmwn.blogspot.com/2012/11/garis-wallace-webber-dan-lydekker.html
http://irwantoforester.wordpress.com/kondisi-hutan-tropis-di-indonesia/
http://budisma.web.id/upaya-pelestarian-keanekaragaman-hayati-di-indonesia.html
http://budisma.web.id/pelestarian-keanekaragaman-hayati-di-indonesia.html
http://www.australia.com/id/about/key-facts/plants.aspx
http://alfacandra-dvirgo-ow.blogspot.com/2012/02/flora-dan-fauna-tipe-peralihan-di.html
http://budisma.web.id/ciri-hewan-tipe-oriental.html
http://curahanilmu.blogspot.com/2009/05/manfaat-keanekaragaman-hayati-beserta.html
Indun Kistinnah, dkk. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA X: Jakarta. BSE 2009
Sri Widayati, dkk. Biologi SMA/MA Kelas X: Jakarta BSE.
http://gambaraneh.16mb.com/2012/04/kakatua-raja-4/
http://www.arkive.org/yellow-meranti/shorea-hopeifolia/